Anda di halaman 1dari 12

Kegagalan Dalam Konstruksi

Bangunan Gedung Metro Grosir Tanah Abang

Disusun Oleh :
Revinda Niola

3113041058

Shelvy E.S

3113041059

Admira Zehra

3113041060

Rizal Purnawan 3113041061


Jesica Firdaus

3113041062

DIPLOMA IV TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
TAHUN 2014

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................................................................... 1
DAFTAR GAMBAR.................................................................................................................................... 2
BAB I ........................................................................................................................................................ 3
PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 3
1.1

LATAR BELAKANG.................................................................................................................... 3

1.2

RUMUSAN MASALAH .............................................................................................................. 4

1.3

TUJUAN PENULISAN ................................................................................................................ 4

BAB II ....................................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ......................................................................................................................................... 5
2.1 KRONOLOGI RUNTUHNYA SEBAGIAN BANGUNAN METRO TANAH ABANG .............................. 5
2.2 PENYEBAB DAN AKIBAT RUNTUHNYA SEBAGIAN BANGUNAN METRO GROSIR TANAH ABANG ............. 6
2.3 HUKUM YANG BERLAKU DALAM KASUS RUNTUHNYA BANGUNAN METRO GROSIR TANAH
ABANG................................................................................................................................................. 7
2.4

PEMINIMALISIRAN KEGAGALAN KONSTRUKSI........................................................................ 8

BAB III ...................................................................................................................................................... 9


PENUTUP ................................................................................................................................................. 9
3.1 KESIMPULAN ............................................................................................................................... 9
3.2 SARAN......................................................................................................................................... 9
LAMPIRAN ............................................................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 11

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Skema Pengguna Jasa Konstruksi .......................................................................................... 3
Gambar 2 Skema Penyebab Kegagalan Bangunan ................................................................................. 6
Gambar 3 Mall Metro Tanah Abang ..................................................................................................... 10
Gambar 4 Keruntuhan Bangunan .......................................................................................................... 10
Gambar 5 TKP ...................................................................................................................................... 10
Gambar 6 Runtuhnya Bangunan ........................................................................................................... 10
Gambar 7 Visualisasi Rencana Bangunan ............................................................................................ 10
Gambar 8 Visualisasi Runtuhnya Bangunan ........................................................................................ 10

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana.
Dalam sebuah bidang teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan
atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Secara ringkas
konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangunan yang terdiri dari bagianbagian struktur. Misal, Konstruksi Struktur Bangunan adalah bentuk/bangun secara
keseluruhan dari struktur bangunan.
Dalam membangun suatu konstruksi bangunan yang aman maka dalam
perencanaannya dikerjakan berdasarkan standar yang telah ada. Tetapi dalam
pengerjaan konstruksi bangunan di lapangan tetap ditemukan kegagalan konstruksi
konstruksi walaupun dalam perhitungan konstruksi dan bahan yang dugunakan sudah
memenuhi standar. Hal tersebut dikarenakan ada dari beberapa pihak yang lupa akan
etika profesi sehingga mencari keuntungan lebih dengan cara yang salah.
Kegagalan konstruksi dan kegagalan bangunan dikategorikan dalam UU
Konstruksi No. 18 Tahun 1999 sebagai suatu pelanggaran yang dapat dikenakan
sanksi pidana bila terbukti bersalah. Kegagalan konstruksi adalah kegagalan yang
terjadi pada masa berlangsungnya kegiatan konstruksi di lapangan, sedangkan
kegagalan bangunan terjadi pada saat bangunan sudah diserahterimakan, namun
masih dalam masa pemeliharaan atau masih dalam tanggung jawab pelaksana
konstruksi, maksimal sepuluh tahun.
Permasalahan pada bangunan gedung Metro Grosir Tanah Abang terdapat
pada konstruksi jembatan penghubung di Blok A. Hal tersebut sudah bisa dikatakan
kegagalan konstruksi karena terdapat kerusakan sehingga terjadi robohnya sebagian
dari bangunan. Robohnya sebagian dari bangunan tersebut terjadi pada saat proses
pembangunan. Sehingga ditinjau dari kasus robohnya sebagian bangunan Metro
Grosir Tanah Abang maka pemilik lahan, kontraktor, manajemen konstruksi,
perencana dan direktur pengawasan proyek pembangunan Pusat bisa dikategorikan
dalam UU Konstruksi No. 18 Tahun 1999 sebagai suatu pelanggaran yang dapat
dikenakan sanksi pidana.

Gambar 1 Skema Pengguna Jasa Konstruksi

1.2 RUMUSAN MASALAH


Dari permasalah kegagalan konstruksi bangunan Metro Grosir Tanah Abang
dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
a. Bagaimana kronologi runtuhnya sebagian bangunan Metro Grosir Tanah
Abang?
b. Apa penyebab dan akibat runtuhnya sebagian bangunan Metro Grosir Tanah
Abang?
c. Apa saja hukum yang berlaku dalam kasus runtuhnya bangunan Metro Grosir
Tanah Abang?
d. Bagaimana kegagalan konstruksi dapat diminimalisir?

1.3 TUJUAN PENULISAN


e. Pembaca mampu memahami kronologi runtuhnya sebagian bangunan Metro
Grosir Tanah Abang.
f. Pembaca dapat mengerti penyebab dan akibat runtuhnya sebagian bangunan
Metro Grosir Tanah Abang.
g. Pembaca mampu memahami hukum yang berlaku dalam kasus runtuhnya
sebagian bangunan Metro Grosir Tanah Abang.
h. Pembaca memahami cara meminimalisir kegagalan konstruksi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 KRONOLOGI RUNTUHNYA SEBAGIAN BANGUNAN METRO TANAH
ABANG
Tanah Abang terletak di Jakarta Pusat. Di sana terdapat pasar tekstil terbesar
di Asia Tenggara. Pasar tersebut telah ada sejak 1735. Pasar Tanah Abang merupakan
pusat perdagangan pakaian dan tekstil utama ke berbagai wilayah di Indonesia dan
juga Asia serta dunia.
Pasar Tanah Abang terbagi menjadi tiga wilayah gedung yang menjadi pusat
perdagangan antara lain Tanah Abang Metro, Tanah Abang lama dan Tanah Abang
AURI. Pada akhir tahun 2009 Pasar Tanah Abang bagian metro mengalami
perbaikan sekaligus penambahan jembatan tepatnya dibagian Blok A. Dalam proses
pembangunan, sebagian bangunan Metro Grosir Tanah Abang megalami kegagalan
konstruksi.
Banyak dari orang yang melihat langsung berpendapat bahwa bagian
bangunan yang mengalami keruntuhan adalah jembatan yang ditambahkan di Blok A.
Tetapi setelah dilakukan penyelidikan bagian bangunan pusat grosir pasar Metro Tanah
Abang yang runtuh bukanlah jembatan, melainkan bangunan tambahan yang bagian bawahnya
hanya ditopang baja tambahan. Baja tersebut dikaitkan pada tembok bangunan lama menggunakan
sekrup. Akibat tak mampu menahan beban, tembok bangunan lama tempat mengaitkan baja
bangunan baru akhirnya jebol. Hal itu mengakibatkan jatuhnya 13 korban dan dua di antaranya
meninggal dunia.
Dalam peninjauan lanjutan oleh Penyidik Polda Metro Jaya ditemukan bukti kegagalan
konstruksi yang diduga menjadi penyebab runtuhnya sebagian bangunan pusat grosir pasar Metro
Tanah Abang. Bukti. Bukti tersebut adalah penyangga baja yang hanya terdapat 12 mur
pengikat yang merekatkan baja dan bangunan lama pasar pusat grosir terbesar di
Indonesia ini. Bukti tersebut diperparah dengan penggunaan baja pada konstruksi
yang hanya memiliki ketebalan kurang lebih 20 centi meter. Sebuah konstruksi
bangunan dengan penggunaan 12 mur sebagai perekat dan baja setebal 20 centi meter
sebagai penyangga akan mudah mengalami keruntuhan jika diatas penyangga tersebut
diletakkan beban yang berat.
Kasus ini berlanjut ke ranah hukum. Pemilik lahan, kontraktor, manajemen
konstruksi, perencana dan direktur pengawasan proyek pembangunan Pusat Grosir
Metro Tanah Abang yang roboh, terancam hukuman pidana. Hukum yang dilanggar
diantaranya adalah:
a. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
b. UU UU No 18 Tahun 2000 tentang Jasa Konstruksi.

2.2 PENYEBAB DAN AKIBAT RUNTUHNYA SEBAGIAN BANGUNAN


METRO GROSIR TANAH ABANG
Berdasarkan informasi yang didapat, runtuhnya gedung tambahan grosir metro
tanah abang disebabkan beberapa kesalahan seperti dibawah ini :
a. Kesalahan Perencanaan
Perencana adalah pihak yang paling berpeluang melakukan kesalahan
jika di dalam pengerjaan proyek tidak ditemukan kecurangan atau tindak
korupsi. Diduga perencana salah merencanakan bangunan Metro Grosir
Tanah Abang dengan hanya menggunakan 12 mur sebagai perkat antar
bangunan dan menggunakan baja setebal 20 centi meter sebagai
penyangga beban yang berat diatasnya.
b. Kesalahan Kontraktor
Peluang kesalahan kontraktor terdapat pada pengerjaan proyek yang
tidak sesuai rencana. Jika perencana telah merencanakan struktur
bangunan Metro Grosir Tanah Abang dengan benar maka kontraktor yang
paling berpeluang melakukan kesalahan karena dimungkinkan melakukan
tindak korupsi.
c. Kesalahan Pengawasan
Pengawas berpeluang melakukan kesalahan jika dalam melakukan
pewasan proyek bangunan Metro Tanah Abang tidak profesional. Hal ini
dapat ditunjukkan dengan penggunaan 12 mur sebagai perkat antar
bangunan dan penggunaan baja setebal 20 centi meter sebagai penyangga
beban yang berat diatasnya.
Dari kesalahan yang diungkapakan sebelumnya, akibat yang timbul
berdasarkan informasi yang didapat adalah sebagai berikut:
a. Terdapat korban meninggal sebanyak 4 orang
b. Terdapat korban luka luka sebanyak 14 orang
c. Bertambahnya biaya dan waktu untuk konstruksi

Gambar 2 Skema Penyebab Kegagalan Bangunan

2.3 HUKUM YANG BERLAKU DALAM KASUS RUNTUHNYA


BANGUNAN METRO GROSIR TANAH ABANG
Berdasarkan kasus runtuhnya penambahan gedung grosir tanah abang, sanksi
hukum yang diberikan adalah sebagai berikut:
a. Tanggung jawab penyedia jasa dalam UUJK Nomor 18 Tahun 1999
disebutkan dalam pasal 26 ayat 1 dan 2.
UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi dijelaskan tentang tanggung
jawab dari perencana konstruksi, pelaksana konstruksi dan pengawas
konstruksi terhadap hasil pekerjaannya. Tanggung jawab tersebut dilandasi
prinsip-prinsip keahlian sesuai kaidah keilmuan, kepatuhan, dan kejujuran
intelektual dalam menjalankan profesinya dengan tetap mengutamakan
kepentingan umum. Tanggung jawab dapat ditempuh melalui mekanisme
pertanggungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, yaitu :

Pasal 26 Undang-Undang RI No. 18 Tahun 1999 dipaparkan mengenai ketentuan


kegagalan bangunan

Pasal 36 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 Tahun 2000 tentang


Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

b. Sanksi bagi penyelenggara konstruksi dijelaskan dalam Bab X pasal 41, 42


dan 43 UUJK.
c. Dikenakan dua dugaan pidana yaitu pelanggaran pasal pelanggaran pasal 359
KUHP mengenai kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya orang lain.
d. pasal 360 KUHP mengenai kelalaian yang mengakibatkan orang lain lukaluka, serta pelanggaran
e. UU No 18 Tahun 2000 tentang Jasa Konstruksi.
f. Peraturan Pelaksanaan Undang Undang Jasa Konstruksi
g. HAKI pada tahun 2001 mencoba mengkaitkan dengan UU-RI No.18 Tahun
1999
h. Undang-undang Jasa Konstruksi (UUJK)

2.4

PEMINIMALISIRAN KEGAGALAN KONSTRUKSI


Dari kasus runtuhnya bangunan gedung Metro Tanah Abang dapat diduga ada
dari pihak yang melakukan kesalahan. Tetapi semua itu dapat diminilaisir dengan cara
mengingat dan melaksanakan kode etik yang telah ada. Karena dalam hal ini sebagian
pihak dari proyek pembangunan bangunan gedung Metro Tanah Abang terikat oleh
Kode Etik Insinyur. Sebagian isi dari Kode Etik Insinyur adalah sebgai berikut :
Pedoman yang disarankan untuk digunakan dalam beretika dasar Insinyur harus
memegang hal terpenting seperti keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan
masyarakat dalam pelaksanaan tugas profesional mereka.
c. Insinyur harus mengakui bahwa hidup, keselamatan, kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat umum tergantung pada teknik penilaian, keputusan
dan praktek yang dimasukkan ke dalam struktur, mesin, produk, proses dan
perangkat.
d. Insinyur tidak akan menyetujui atau menyegel rencana dan / atau spesifikasi
yang bukan dari desain yang aman bagi kesehatan dan kesejahteraan publik
serta tidak sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
e. Jika penilaian profesional insinyur dikesampingkan dalam keadaan dimana
keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan publik langka, Insinyur harus
memberitahu klien atau petinggi dari konsekuensi yang mungkin dan
memberitahukan otoritas dan situasi tepat yang lain, yang mungkin
diperlukan.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Sebuah profesi dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat umum jika
para pelaku profesi tersebut mematuhi kode etik profesi yang ada. Tetapi segala
profesi yang awalnya baik akan menjadi buruk apabila para pelaku profesi tersebut
mengabaikan sebagian kode etik profesi.

3.2 SARAN
Masyarakat umum perlu diikut sertakan secara aktif dalam proses perencanaan,
pengawasan dan pelaksanaan pembangunan bangunan.
Diperlukan regulasi yang bermuatan perlunya pemeriksaan berkala bangunan dan
utilitasnya, serta diaktifkan adanya building inspectors.

LAMPIRAN

Gambar 6 Runtuhnya Bangunan

Gambar 5 TKP

Gambar 4 Keruntuhan Bangunan


Gambar 3 Mall Metro Tanah Abang

Gambar 7 Visualisasi Rencana Bangunan

Gambar 8 Visualisasi Runtuhnya Bangunan

10

DAFTAR PUSTAKA
http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3933/3614.

Stanley Goldhaber, CONSTRUCTION MANAGEMENT Principles and Practices, John Wiley


and Son Newyork 1977.
James Adrian, CM : The Construction Management Process,Reston Virginia 1981
http://www.polines.ac.id/wahana/upload/jurnal/jurnal_wahana_1374559769

11