Anda di halaman 1dari 3

-Jembatan

Pelengkung

(Arch

Bridge)

Bingkai atau rusuk pelengkung seperti balok lingkar yang tidak hanya vertikal tetapi juga
horisontal pada kedua ujungnya, dan akan mendukung reaksi vertikal dan horisontal. Gaya
horisontal akan menyebabkan tegangan axial yang akan menambah momen tekuk pada
rusuk lengkung. Momen tekuk akan menyebabkan keseimbangan gaya horisontal dengan
beban gravitasi. Dibandingkan dengan gaya axial, akibat momen tekuk biasanya kecil. Hal
itulah yang menyebabkan mengapa lengkung sering dibuat dari bahan yang mampu
menahan
gaya
tekan
tinggi
seperti
beton,
batu,
atau
batu
bata.

Gambar
Sumber:

9.30.

Berbagai
Chen

tipe
&

jembatan
Duan,

pelengkung
2000

Tipe PelengkungJembatan lengkung meliputi geladak jalan dan lengkung pendukung.


Berbagai tipe pelengkung diperlihatkan pada Gambar 9.30. Garis tebal menunjukkan
elemen penahan momen tekuk, geser dan gaya axial. Sedangkan garis tipis menunjukkan
elemen yang hanya menerima gayaaxial. Jembatan pelengkung dikelompokkan ke dalam
geladak, dan tipe geladak tergantung lokasi permukaan jalan. Geladak pada semua tipe
jembatan digantung oleh kolom vertikal maupun pelengkung penggantung, secara struktural
sama dengan gaya axial, baik gaya tekan maupun gaya tarik pada elemen-elemennya.
Perbedaannya terletak pada elemen vertikal geladak jembatan menahan gaya tekan dan
penggantung menahan gaya tarik. Beban hidup hanya membebani pelengkung secara tidak
langsung.
Tipe struktur dasar pelengkung adalah pelengkung 2 sendi/engsel. Pelengkung 2 sendi
mempunyai satu derajat tingkat ketidakpastian eksternal karena terdapat 4 reaksi akhir. Jika
satu sendi ditambahkan pada mahkota pelengkung, membentuk pelengkung 3 sendi, hal ini

akan menjadikan lebih pasti/kokoh. Jika akhiran diklem, menjadi pelengkung jepit/kaku,
maka akan mejadi ketidak pastian tingkat ketiga. Pelengkung dibentuk oleh dua sendi
dengan pengikat dan pendukung sederhana. Pelengkung yang diikat, secara eksternal
dalam kondisi mantap, tetapi secara internal dalam kondisi satu derajat tingkat
ketidakpastian. Struktur lantai tergantung pada pelengkung dan terpisah dari pengikat.
Jembatan LangerPelengkung Langer dianalisa dengan asumsi bahwa rusuk pelengkung
hanya menahan gaya tekan axial. Rusuk pelengkung tipis, tetapi gelagar tebal dan mampu
menahan momen dan geser sebaik gaya tarik axial. Gelagar jembatan langer dianggap
sebagai rusuk pelengkung ang diperkuat. Gambar 9.31, menunjukkan komponen struktural
jembatan
Langer.

Gambar
Sumber:

9.31.
Chen

Jembatan
&

pelengkung
Duan,

Langer
2000

Jika diagonal digunakan pada web, disebut Langer truss. Perbedaan Langer truss dengan
truss standar bahwa pada rangkaian bawah berupa gelagar sebagai pengganti batang.
Jembatan Langer mantap sebagai eksternal dan tidak pasti secara internal. Jembatan
Langer
tipe
geladak
sering
disebut
reversed
/
kebalikan
Langer.
Jembatan LohseJembatan Lohse hampir sama dengan jembatan Langer, hanya saja
jembatan Lohse lebih mampu menahan lentur di rusuk pelengkung seperti halnya gelagar.
Dengan asumsi tersebut, jembatan Lohse lebih kaku daripada jembatan Langer. Distribusi
momen lentur pada rusuk pelengkung dan gelagar tergantung pada rasio kekakuan dua
elemen yang ditetapkan perancang. Jembatan pelengkung Lohse dapat dianggap sebagai
balok terikat yang dihubungkan dengan elemen vertikal. Elemen vertikal
diasumsikan hanya menahan gaya axial. Secara estetika Lohse lebih mengagumkan
dibanding Langer dan lebih sesuai untuk daerah perkotaan sedangkan Langer untuk daerah
pegunungan.
Jembatan Pelengkung Truss dan Pelengkung NielsenUmumnya elemen diagonal tidak
digunakan pada jembatan pelengkung karena akan mempersulit analisa struktural.
Bagaimanapun, kemajuan teknologi komputer mengubah pandangan tersebut. Tipe baru
jembatan pelengkung, seperti pelengkung truss yang menggunakan batang diagonal truss
pada elemen vertikal atau desain Nielsen Lohse yang menggunakan batang tarik sebagai
diagonal. Elemen web diagonal meningkatkan kekakuan pada jembatan melebihi elemen
vertikal.

Seluruh elemen jembatan truss hanya menahan gaya axial. Di lain pihak, jembatan truss
pelengkung menahan lentur dengan rusuk lengkung, gelagar, atau keduanya. Karena
diagonal jembatan Nielsen Lohse hanya menahan gaya tarik axial, mereka mendapat
tekanan sebelumnya oleh beban mati untuk mengimbangi gaya tekan oleh beban hidup.