Anda di halaman 1dari 7

NILAI EKONOMIS BATU ANDESIT

NENCY PREPTISA
21100112140084
Email : nencypreptisa@yahoo.co.id
TEKNIK GEOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO, SEMARANG

ABSTRACT
Batu alam Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik dengan komposisi
antara dan tekstur spesifik yang ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di
wilayah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi. Pada batu andesit biasanya
terdapat mineral-mineral seperti kuarsa, hornblend, biotit, dan piroksen. Andesit
termasuk jenis batuan beku kategori menengah sebagai hasil bentukan lelehan
magma diorit. Andesit bertekstur afanitik mikro kristalin dan berwarna gelap.
Batuan andesit memiliki banyak kegunaan dan nilai ekonomis seperti
penggunaan bahan galian seperti pembangunan jalan, jembatan, perumahan,
ornamen hiasan dinding, cobek, batu alam dan lain sebagainya. Dari
kegunaannya yang banyak tersebut, andesit mempunyai nilai ekonomis yang
tinggi karena batu andesit ini dapat digunakan untuk banyak keperluan dan
pengusaha andesit dapat meningkat.
Keywords: batu, andesit, kegunaan, nilai ekonomis.
PENDAHULUAN
Paper ini membahas mengenai
batu andesit yang lebih menjelaskan
mengenai nilai ekonomis dari batu
andesit. Batu andesit mempunyai banyak
kegunaan. Kegunaan dari andesit ini
akan menghasilkan nilai ekonomis
sehingga dapat menguntungkan banyak
pihak
dari
yang
memanfaatkan
kegunaan dari batu andesit ini. Dan
semuanya yang berhubungan tentang itu
akan diuraikan dalam paper ini. Dengan
adanya pembahasan mengenai kegunaan
batu andesit ini semoga dapat
menambah pengetahuan dari pembaca
dan dapat mengenalkan kita mengenai
batu andesit.
TINJAUAN PUSTAKA
Batu andesit adalah batuan yang
termasuk dalam batuan beku. Batuan
beku itu sendiri adalah batuan yang
terbentuk dari pembekuan magma.
Batuan beku merupakan hasil kristalisasi

magma, cairan silika yang mengkristal


atau membeku di dalam daan di
permukaan
bumi.
Batuan
beku
berdasarkan genesa juga dapat dibagi
menjadi 3 kelompok yaitu :
a. Batuan Beku Volkanik
Merupakan
hasil
proses
vulkanisme,
produknya
biasanya
mempunyai ukuran kristal yang
relative halus karena membeku
dipermukaan atau di dekat permukaan
bumi. Batuan beku volkanik dibagi
menjadi batauan beku volkanik
intrusif, batuan beku
volkanik
ekstrusif yang sering disebut dengan
batuan beku fragmental dan batuan
beku volkanik efusif.
b. Batuan beku plutonik
Terbentuk
dari
proses
pembekuan magma yang jauh didalam
bumi, mempunyai kristal yang
berukuran kasar.
c. Batuan beku hipabisal

Merupakan
produk
intrusi
minor, mempunyai kristal berukuran
sedang atau campuran antara halus dan
kasar.
Kemudian batuan beku itu dapat
diklasifikasikan berdasarkan tabel thorpe
and brown dan salah satu batuan beku
yaitu batu andesit. Batu andesit adalah
suatu jenis batuan beku vulkanik dengan
komposisi antara dan tekstur spesifik
yang ditemukan pada lingkungan
subduksi tektonik di wilayah dengan
aktivitas
vulkanik
yang
tinggi.
Selanjutnya akan dibahas mengenai nilai
ekonomis dari batu andesit.
METODOLOGI
Alat dan bahan pada pembuatan
pengamatan riset ini hanyalah berupa
buku dan sumber informasi lainnya
seperti internet yang menunjang
keakuratan data pada paper ini.
Pengamatan riset ini tidak dengan
penelitian secara langsung sehingga
hanya mengumpulkan data dari berbagai
referensi. Pembuatan paper dibuat
dengan mengambil data dari beberapa
referensi yang kemudian dikumpulkan
dan dibuat dalam suatu paper resmi.
Referensi paper ini didapat dari sumber
internet dan buku.
PEMBAHASAN
Batu alam Andesit adalah suatu jenis
batuan beku vulkanik dengan komposisi
antara dan tekstur spesifik yang
ditemukan pada lingkungan subduksi
tektonik di wilayah dengan aktivitas
vulkanik yang tinggi. Batu andesit
terbentuk dari pembekuan lava yang
keluar ke permukaan bumi saat letusan
gunung berapi. Pada batu andesit
biasanya
terdapat
mineral-mineral
seperti kuarsa, hornblend, biotit, dan
piroksen. Andesit termasuk jenis batuan
beku kategori menengah sebagai hasil
bentukan lelehan magma diorit. Andesit
bertekstur afanitik mikro kristalin dan
berwarna gelap.

Nama andesit sendiri diambil


berdasarkan tempat ditemukan, yaitu di
daerah Pegunungan Andes, Amerika
Selatan. Peranan bahan galian ini
penting sekali di sektor konstruksi.
Dalam pemanfaatannya dapat berbentuk
batu belah, split dan abu batu. Sebagai
negara yang sedang membangun,
Indonesia membutuhkan bahan galian
ini yang terus setiap tahun.
Komposisi kimia dalam batuan
andesit terdiri dari unsur-unsur, silikat,
alumunium, besi, kalsium, magnesium,
natrium, kalium, titanium, mangan,
fosfor dan air. Prosentasi kandungan
unsur-unsur tersebut sangat berbeda di
beberapa tempat.
Andesit
berwarna
abu-abu
kehitaman, sedangkan warna dalam
keadaan lapuk berwarna abu-abu
kecoklatan. Berbutir halus sampai kasar,
andesit mempunyai kuat tekan berkisar
antara 600 2400 kg/cm2 dan berat
jenis antara
2,3 2,7, bertekstur
porfiritik, keras dan kompak.
Dalam penambangan batu andesit,
ada beberapa cara yang dapat dilakukan.
Tahap-tahap tersebut adalah yang
pertama eksplorasi. Kegiatan eksplorasi
andesit dilakukan melalui beberapa
tahapan yaitu penelitian Geologi.
Kegiatan ini dilakukan dengan maksud
untuk mengetahui batas penyebaran
secara lateral, termasuk mengumpulkan
segala informasi geologi dan pemetaan
topografi. Peta topografi pada tahap ini
berskala 1 : 500.
kemudian
penelitian geofisika.
Penelitian yang umum dilakukan berupa
pendugaan geolistrik, yaitu penelitian
berdasarkan sifat tahanan jenis batuan.
Kegiatan ini diselaraskan dengan data
geologi permukaan ataupun bawah
permukaan.
Tahap kedua yaitu pengeboran.
Kegiatan
ini
dilakukan
untuk
pengecekan secara rinci data endapan
bagi keperluan perhitungan cadangan:
1. Pengambilan contoh

Kegiatan ini dimaksudkan untuk


keperluan analisis laboratorium
dan mekanika batuan.
2. Perhitungan cadangan
Perhitungan cadangan yang
terdapat di daerah penyelidikan
dilakukan dengan cara metoda
penampang
(cross
section
method) yang sangat cocok
untuk
batuan
yang
penyebarannya homogen serta
ketebalannya relatif merata.
Kemudian
tahap
ketiga
yaitu
penambangan. Metode penambangan
yang biasa diterapkan terhadap andesit
adalah tambang terbuka (quarry).
Bentuk topografi bahan galian umumnya
berbentuk bukit, dan penambangan
dimulai dari puncak bukit (top hill type)
ke arah bawah (top down) secara
bertahap membentuk jenjang (bench).
Secara garis besar tahapan kegiatan
penambangan dapat diuaraikan sebagai
berikut :
1. Persiapan (development)
Meliputi pembangunan sarana
dan prasarana tambang
2. Pembersihan permukaan (land
clearing)
Pembersihan permukaan lahan
yang ditumbuhi pepohonan dan
semak belukar dengan alat
konvensional atau buldoser.
3. Pengupaan lapisan penutup
(stripping overburden)
Mengupas
tanah
penutup
dilakukan dengan buldoser atau
back hoe.
4. Pembongkaran (lossening).
Pekerjaan ini dimaksudkan
untuk membongkar andesit dari
batuan induknya sehingga dapat
dimanfaatkan sesuai dengan
kebutuhan yang diinginkan
5. Pemuatan (loading)
Pekerjaan ini dilakukan dengan
menggunakan alat muat mekanis
untuk memuat hasil kegiatan
pembongkaran ke dalam alat
angkut yaitu truk.

6. Pengangkutan (transporting)
Bongkahan andesit diangkut ke
lokasi
unit
peremukan
menggunakan dump truck.
Kemudian tahap yang terakhir yaitu
tahap peremukan. Pengolahan andesit
adalah mereduksi ukuran yang sesuai
dengan berbagai kebutuhan. Untuk
kegiatan ini dilaksanakan melalui unit
peremukan
(crushing plant). Tahap
pengolahannya yaitu :
1. Peremukan dengan primary
crusher seperti jaw crusher, cone
crusher atau gyratory crusher
yang
dilanjutkan
dengan
Secondary crusher.
2. Pengangkutan
menggunakan
ban berjalan.
3. Pemisahan
menggunakan
pengayak (screen).
4. Penghalus
ukuran
dengan
rotopactor.
Cadangan andesit di Indonesia
berjumlah milyaran ton, tersebar merata
di seluruh daerah Indonesia. Untuk itu
masa
mendatang
diperkirakan
pengusahaan andesit akan di Indonesia
akan mengalami peningkatan.
Batu andesit mempunyai banyak
kegunaan. Kegunaan andesit biasanya
untuk bahan galian. Peranan bahan
galian ini penting sekali di sektor
konstruksi,
terutama
dalam
pembangunan infrastruktur, seperti jalan
raya,
gedung, jembatan, saluran
air/irigasi,landasan terbang, perumahan,
bendungan
dan
lainnya.
Dalam
pemanfaatannya dapat berbentuk batu
belah, split dan abu batu. Sebagai negara
yang sedang membangun,Indonesia
membutuhkan bahan galian ini yang
terus setiap tahun.
Andesit juga digunakan untuk bahan
baku pembuatan dimension stone,
patung seni dan sebagainya. Batu
andesit ini juga biasa digunakan untuk
batu alam, batu hias, tegel, dan peralatan
rumah tangga. Selain itu andesit juga
digunakan untuk ornamen hiasan
dinding rumah. Sampai saat ini andesit

masih digunakan untuk arca-arca, untuk


batu nisan cobek dan sebagainya. Pada
zaman dahulu andesit digunakan untuk
candi, sarkofagus, punden berundak,
meja batu dan lainnya.
Salah satu pusat kerajinan dari batu
andesit ini adalah Magelang. Pusat
kerajinan dan pemotongan batu Andesit
juga terdapat di daerah Cirebon dan
Majalengka Jawa Barat. Karena di
daerah ini banyak terdapat perbukitan
yang merupakan daerah tambang Batu
Andesit.
Pada penggunaannya sebagai batu
alam, andesit adalah Batu yang paling
keras di antara batu alam yang umum
dipakai. Tingkat porositasnya paling
kecil karena berpori rapat. Dengan
demikian, batu andesit tidak mudah
kotor. Dalam pemakaiannya batu ini
juga tergolong awet dan tahan lama
selama batu andesit itu tertempel dengan
erat dan tidak bergoyang apalagi lepas
maka kemungkinan pecah akan semakin
sedikit. Untuk cara pembersihannya
sendiri cukup dengan menyemprotkan
air. Biasa digunakan untuk jalan setapak,
kamar mandi dll. Tetapi kekurangan dari
andesit adalah mudah berlumut dan
berjamur.
Dari sisi teknologi, secara umum
penambangan andesit dapat dilakukan
secara
sederhana
atau
mekanis/
peledakan. Jumlah investasi yang
dibutuhkan relatif kecil sehingga turut
mendorong
pengembangan
usaha
pertambangan andesit.
Beberapa kendala yang dihadapi
dalam pembangunan pertambangan
andesit adalah jumlah pengusahaan
andesit non-formal. Selain itu, adanya
beberapa kontraktor konstruksi yang
juga merupakan pemasok andesit yang
keberadaannya tersamar dan sulit
diketahui, akan menutup peluang pihak
lain yang akan berusaha menjadi
pemasok andesit.
Masalah lingkungan dan tata guna
lahan juga merupakan faktor yang perlu
dipertimbangkan. Perusakan lingkungan

yang
disebabkan
oleh
kegiatan
penambangan akan terjadi. Penggunaan
lahan berpotensi andesit untuk kegiatan
sektor lain akan berakibat areal yang
boleh ditambang menjadi terbatas.
Pesatnya
kegiatan
pembangunan
menyebabkan peningkatan pendayagunaan sumber daya alam termasuk
andesit. Kebutuhan bahan galian
tersebut bagi pembangunan menjadi
sangat besar, di sektor konstruksi
maupun di sektor industri.
Potensi andesit yang demikian besar
patut disyukuri dan dimanfaatkan sebaik
mungkin dengan tetap menjaga potensi
yang terdapat di Indonesia ini.
Diharapkan di waktu mendatang dapat
menarik minat para pengusaha tambang
untuk mengembangkan usaha andesit,
yang berarti pula memperluas lapangan
kerja dalam rangka pemberdayaan
perekonomian masyarakat.
KESIMPULAN
Jadi, batu andesit adalah batu
yang
memiliki
berbagai
macam
kegunaan yang dapat dimanfaatkan yang
mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Batu andesit dapat digunakan untuk
pembuatan jembatan, jalan raya,
landasan terbang, ornamen hiasan
dinding, cobek, candi dan masih banyak
lagi. Oleh karena itu kita harus
memanfaatkan potensi yang ada di
Indonesia tanpa harus merusaknya.
REFERENSI
http://www.banjarnegarakab.go.id/v2/in
dex.php/investasi/potensi-invetasisektor-pertambangan?
tmpl=component&print=1 (diakses
pada tanggal 13 Desember 2012
pada pukul 11.45)
http://www.jogjainvest.jogjaprov.go.id/i
d/index.php?
option=com_content&view=article
&id=110&Itemid=103 (diakses pada
tanggal 13 Desember 2012 pada
pukul 12.25)

www.google.com (diakses pada tanggal


13 Desember 2012 pada pukul
13.05)
www.wikipedia.com (diakses pada
tanggal 13 Desember 2012 pada
pukul 13.15)
LAMPIRAN

(Gambar 1 batu andesit)

( gambar 2 tabel thorpe and brown)

LAMPIRAN

(Gambar 1 batu andesit)

( gambar 2 tabel thorpe and brown)