Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH HIGIENE INDUSTRI

RHODAMIN B

PROGRAM STUDI D4K3


KELAS B6
Oleh :

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt.atas limpahan rahmat, hidayah-NYA sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas makalah ini tanpa suatu halangan yang berarti.
Adapun tujuan dari penyusunan makalah yang berjudul Rhodamine B ini adalah sebagai pemenuhan
tugas yang diberikan demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.
Tidak lupa ucapan terimakasih kami tujukan kepada pihak-pihak yang turut mendukung terselesaikannya
makalah ini antara lain :
Dr. Iwan Zulfikar selaku dosen pembimbing,, serta semua pihak yang turut mendukung terselesaikannya
makalah ini.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan.Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi terciptanya
makalah yang lebih baik selanjutnya.Dan semoga dengan hadirnya makalah ini dapat memberi manfaat
bagi pembaca sekalian.

Balikpapan, 10 November 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI.... ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang.. 1
B. Rumusan
masalah.... 1
C. Tujuan penulisan
makalah.... 2
D. Manfaat penulisan
makalah....... 2
BAB 2
PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.

Pengertian Rhodamin B ................. 3


Manfaat Rhodamin B...... 4
Pemakaian Zat Warna Dalam Industry Pangan.. 4
Bahaya Rhodamin
B..... 4
E. Deteksi Pengunaan Zat Pewarna.. 5

BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan.. 6
B. Saran. 6
C. Daftar pustaka... 6

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Zat kimia adalah semua materi dengan komposisi kimia tertentu. Sebagai contoh, suatu
cuplikan air memiliki sifat yang sama dan rasio hidrogen terhadap oksigen yang sama baik jika
cuplikan tersebut diambil dari sungai maupun dibuat di laboratorium. Suatu zat murni tidak dapat
dipisahkan menjadi zat lain dengan proses mekanis apapun. Zat kimia yang umum ditemukan
sehari-hari antara lain adalah air,garam (natrium klorida), dan gula (sukrosa). Secara umum, zat
terdapat dalam bentuk padat, cair, atau gas, dan dapat mengalami perubahan fase zat sesuai
dengan perubahan temperatur atau tekanan.
Konsep mengenai zat kimia terbentuk jelas pada akhir abad ke-18 dengan karya kimiawan Joseph
Proust mengenai komposisi beberapa senyawa kimia murni. Ia menyatakan "Semua cuplikan
suatu senyawa memiliki komposisi yang sama; yaitu bahwa semua cuplikan memiliki proporsi
yang sama, berdasarkan massa, dari unsur yang terdapat dalam senyawa tersebut". Ini dikenal
sebagai hukum komposisi tetap, dan merupakan salah satu dasar dari kimia modern.

B. Rumusan Masalah
Berasarkan latar belakang di atas, kami merumuskan masalah sebagai berikut
1.
2.
3.
4.

Pengertian Rhodamin B
Apa manfaat Rhodamin B
Apa bahaya Rhodamin B
Kejadian yang berhubungan dengan Rhodamin B

C. Tujuan Penulisan Makalah


Sejalan dengan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk :
1. Memahami manfaat rhodamine B
2. Memahami bahaya yang terdapat pada rhodamine B

D. Manfaat Penulisan Makalah


Makalah ini disusun dengan harapan memberikan manfaat kepaa pembaca tetang bahaya dan
manfaat dari rhodamine B, juga memberikan manfaat bagi penulis sendiri.

BAB 2
PEMBAHASAN

1. Pengertian Rhodamin B
Rhodamin B adalah senyawa kimia dan pewarna . Hal ini sering digunakan sebagai
pewarna pelacak dalam air untuk menentukan tingkat dan arah aliran dan transportasi .
Pewarna Rhodamine berpendar dan dengan demikian dapat dideteksi dengan mudah dan
murah dengan instrumen yang disebut fluorometers . Pewarna Rhodamin digunakan secara
ekstensif dalam aplikasi bioteknologi seperti mikroskop fluoresensi , flow cytometry ,
spektroskopi korelasi fluoresensi dan ELISA . Rhodamin B juga digunakan sebagai pewarna
sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas. Rhodamin B berbentuk serbuk kristal
merah keunguan dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar.

Rhodamine B (C28N31N2O3Cl) adalah bahan kimia sebagai pewarna dasar untuk berbagai
kegunaan, semula zat ini digunakan untuk kegiatan histologi dan sekarang berkembang untuk
berbagai keperluan yang berhubungan dengan sifatnya yang berfluorensi dalam sinar
matahari (coms, Hj, 1969).

Rhodamin B
Rhodamin termasuk senyawa atau molekul yang memberikan warna akibat adanya gugus
kromofor, dimana gugus kromofor tersebut yaitu quinoid. Kuantitas warna yang ditimbulkan
rhodamin B sangat tajam, hal ini disebabakan oleh adanya dua gugus auksokrom, dimana
gugus auksokrom tersebut adalah dimetil ammin.
Proses pembuatan zat warna sintetik biasanya melalui perlakuan pemberian asam sulfat
dan asam nitrat yang sering kali terkontaminasi oleh logam berat seperti arsen, atau logam
berat lain yang bersifat racun. Pada pembuatan zat pewarna organik sebelum mencapai
produk akhir harus melalui suatu senyawa antara dulu, yang kadang-kadang berbahaya.
Sering kali dalam proses reaksi tersebut terbentuk senyawa baru yang berbahaya yang lebih
tertinggal sebagai residu dalam bahan pewarna tersebut.

Rhodamin B Termasuk golongan xanthenes dyes :

Terlihat bahwa semua jenis rhodamin mengandung gugus auksokrom, ini mengakibatkan
intensitas warna dari rhodamin sangat tajam bila dibandingkan dengan jenis pewarna lain.

2. Manfaat Rhodamin B
Rhodamin B sering digunakan sebagai pewarna pelacak dalam air untuk menentukan
tingkat dan arah aliran dan transportasi. Serta digunakan sebagai pewarna tekstil.

3. Pemakaian Zat Pewarna Dalam Industri Pangan


Zat warna sintetis dipakai sangat luas dalam pembuatan berbagai macam makanan. Zat
warna tersebut dapat dicampurkan dan akan menghasilkankisaran warna yang luas.
Pemakaian zat warna oleh industri pangan jumlahnya boleh dikatakan tidak begitu banyak,
yaitu biasanya tidak lebih dari 100 mg per kg produk. Pemakaian zat warna sintetis dalam
industri pangan

4. Bahaya Rhodamin B

Rhodamin B sangat berbahaya apabila dicampurkan dalam makanan dan


minuman maka dapat menimbulkan keracunan dan lainnya. Rhodamin B bersifat
karsinogenik serta rhodamine B mengurangi jumlah sel vaskuler endothelial pada pembuluh
darah sapi dan sel otot polos pada pembuluh darah hewan berkulit duri setelah 72 jam dalam
kultur. Sehingga tidak berlebihan jika studi ini menyimpulkan bahwa rhodamine B
menghambat proses proliferasi lipo fibroblast pada manusia.
Tanda tanda gejala akut bila terpapar Rhodamin B :
1. Jika terhirup menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan.
2. Jika terkena kulit dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

3. Jika terkena mata akan menimbulkan iritasi pada mata.


4. Jika tertelan akan menyebabkan air seni berwarna merah muda atau menyebabkan
gangguan pada pencernaan.
Tanda tanda gejala kronis bila terpapar Rhodamin B :
1. Dapat merusak syaraf.
2. Dapat memicu kanker.

5.

Deteksi Zat Pewarna


a. Teknik Analisa Canggih
Telah diketahui bahwa berbagai jenis makanan dan minuman yang beredar di
Indonesia, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, telah diwarnai dengan pewarna
tekstil atau yang bukan zat pewarna "food grade", yaitu yang tidak diizinkan digunakan
dalam makanan. Pewarna-pewarna tersebut memang lebih banyak digunakan untuk
tekstil, kertas atau kulit. Seperti telah diketahui, berdasarkan beberapa penelitian telah
dibuktikan bahwa beberapa zat pewarna tekstil yang tidak diizinkan tersebut bersifat
racun bagi manusia sehingga dapat membahayakan kesehatan konsumen, dan senyawa
tersebut memiliki peluang dapat menyebabkan kanker pada hewan-hewan percobaan.
Di laboratorium yang maju, analisis pewarna makanan sudah secara rutin
dilakukan, dengan berbagai metoda, teknik dan cara. Sebagian besar dari cara analisa
tersebut masih berdasarkan suatu prinsip kromatografi atau pun menggunakan alat
spektrophotometer. Cara tersebut digunakan untuk mendeteksi zat pewarna tersebut
secara teliti, karena itu minimal diperlukan fasilitas yang cukup canggih serta dituntut
tersedianya berbagai pelarut organik, yang biasanya cukup mahal harganya. Di samping
itu teknik tersebut juga memerlukan tenaga terampil yang profesional.

Grafik tersebut di atas merupakan molar extinction coefficient Rhodamin B yang


dilarutkan dalam etanol. Molar extinction coefficient Rhodamin B adalah 106,000 M-1cm-1
pada panjang gelombang 542,75 nm.
b. Teknik Analisis Sederhana
Babu & Indushekhar S (1990) dari NIN Hyderabad India, telah melaporkan hasil
penelitiannya, bahwa deteksi zat pewarna sintetik dapat dilakukan secara sederhana
dengan menggunakan peralatan yang sederhana, seperti gelas, air dan kertas saring.
Sehingga tidak diperlukan adanya pelarut ataupun memerlukan tersedianya peralatan
khusus. Metoda ini dapat dikerjakan di rumah maupun di lapangan. Keistimewaan atau
keuntungan penting dari metoda tersebut adalah karena cara analisisnya tidak
membutuhkan ketersediaan zat pewarna-pewarna standar apapun.
Ide dari metoda sederhana ini didasarkan pada kemampuan zat pewarna tekstil
yang berbeda dengan zat pewarna makanan sintetis, di antaranya karena daya
kelarutannya dalam air yang berbeda. Zat pewarna tekstil seperti misalnya Rhodamin B
(merah), Methanil Yellow (kuning), dan Malachite Green (hijau), bersifat tidak mudah
larut dalam air. Pada Tabel 1, dapat dilihat daftar beberapa pewarna sintetik yang mudah
larut dan tidak mudah larut dalam air.
Sedangkan prinsip kerjanya adalah kromatograph kertas dengan pelarut air
(PAM, destilata, atau air sumur). Setelah zat pewarna diteteskan di ujung kertas rembesan
(elusi), air dari bawah akan mampu menyeret zat-zat pewrna yang larut dalam air (zat
pewarn makanan) lebih jauh dibandingkan dengan zat pewarna tekstil.
Cara kerja analisa ini adalah melarutkan suatu zat pewarna yang dicurigai ke
dalam air destilata, sehingga didapat konsentrasi 1,0 mg/ml atau 1 g/l, kemudian larutan
tersebut diteteskan (spot) pada +2 cm dari ujung kertas saring yang berukuran 20x20 cm.
Selanjutnya kertas saring tersebut dimasukkan ke dalam gelas yang telah diisi air
secukupnya (diletakkan 1-1,5 cm dari basar gelas). Air akan terhisap secara kapiler atau
merembes ke atas, dan air dibirkan merembes sampai 3/4 tinggi gelas. Kertas saring
diangkat dan dikeringkan di udara. Setelah kering, kertas dilipat dua dan dilipat lagi
menjadi tiga seperti telihat pada Gambar 1, sehingga terdapat 8 bagian antara spot asli
dan batas pelarut. Seluruh analisis ini dapat selesai kurang dari 1,5 jam. Hasilnya zat
pewarna tekstil praktis tidak bergerak pada tempatnya.

6. Kejadian yang berkaitan dengan penggunaan Rhodamin B


Pada tanggal 18 Oktober 2011 terjadi keracunan di Ngawi karena makanan yang
di konsumsi mengandung bahan kimia Rhodamin B.
Sumber : (http://www.antarajatim.com/lihat/berita/74147/dinkes-ngawi-minuman-didugamengandung-rhodamin-b)

BAB 3
PENUTUP
1. Kesimpulan
Rhodamin B merupakan bahan kimia berbahaya yang kegunaannya hanya untuk
hal hal tertentu saja seperti contohnya pewarna tekstil. Namun banyak juga disalah
pergunakan sebagai bahan pewarna untuk makanan, hal ini tentu dapat menimbulkan
efek samping yang buruk bagi tubuh. Oleh karena itu pemerintah harus mengawasi
penggunaan Rhodamin B secara ketat.
2. Saran
Pemerintah harus melakukan pengawasan terkait dengan penggunaan Rhodamin B
serta pilihlah makanan yang tidak mengandung zat kimia Rhodamin B.

3. Daftar pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Zat_kimia
http://en.wikipedia.org/wiki/Rhodamine_B#Safety_and_health
https://www.scribd.com/doc/24416508/Zat-Warna-Rhodamin-B
http://nizzgsukarya.blogspot.com/2011/06/makalah-rhodamin-b.html
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/74147/dinkes-ngawi-minuman-didugamengandung-rhodamin-b