Anda di halaman 1dari 11

Studi Kelayakan Tambang

Meningkatkan mutu
Meningkatkan devisa (ekspor
dan impor)
4. Penyediaan sarana prasarana
5. Membuka isolasi wilayah
6. Pemerataan pembangunan

Studi Kelayakan
Penelitian tentang dapat tidaknya
suatu proyek dilaksanakan dengan
berhasil
Keberhasilan berarti manfaat
dari usaha tersebut, dapat
diartikan sebagai
- Manfaat finansial
- Manfaat bagi perekonomian
nasional
- Manfaat sosial

Yang Membutuhkan SKT


1. Pemilik usaha
2. Kreditor
3. Pemerintah
4. Masyarakat
5. Manajemen
Data yang diperlukan untuk
perencanaan tambang
1. Keadaan daerah (morfologi,
kesampaian daerah/akses, keadaan
vegetasi, curah hujan)
2. Data geologi (mencakup litologi,
struktur, geoteknik)
3. Keadaan endapan (penyebaran
enapan, kualitas endapan, sifat
endapan)

Laporan Studi Kelayakan


Laporan dari pemegang izin/ kuasa
pertambangan yang memuat hasil
studi secara menyeluruh atas ascpek
yang berkaitan dengan rencana
pengusahaan suatu tambang, untuk
mengetahui kelayakan usaha.
Tujuan Studi Kelayakan
1. Menghindari kerugian
2. Memaksimalkan keuntungan
3. Evaluasi aspek-aspek yang
mempengaruhi
4. Mengidentifikasi faktor-faktor yang
menjadi kunci keberhasilan
5. Mengidentifikasi sarana dan
prasarana yang dibutuhkan
6. Mengetahui dampak-dampak yang
akan terjadi
7. Mengetahui biaya yang harus
disediakan

Usaha penambangan dapat


dilaksanakan
1. Setelah hasil laporan F.S. SKT
merekomendasikan tambang
tersebut layak untuk ditambang
(jumlah cadangan, nilai
keekonomisan)
2. PDF.
Data yang diperlukan dalam
laporan SKT
1. Geologi
a. Litologi
b. Struktur
c. Geoteknik

Manfaat Studi Kelayakan


1. Profit
2. Peluang pekerjaan
3. Manfaat ekonomi
Menambah jumlah barang dan
jasa (kapasitas dan harga
1

2. Keadaan Endapan
a. Bentuk dan Penyebaran
Endapan
b. Sifat dan Kualitas Endapan
c. Cadangan
i. Cara Perhitungan Cadangan
ii.Klasifikasi dan Jumlah
Cadangan ( insitu, Miniable,
Marketable, Dilengkapi dengan
perhitungan stripping ratio dan
cut off grade ).
Peta penyebaran berguna untuk
mengetahui daerah yang akan
dieksploitasi
Data yang diperlukan dalam
rencana penutupan tambang
1. Data biaya re-vegetasi
2. Data luas dan volume bukaan
tambang (berapa BCM yang
ditutup)

Susunan Laporan SKT


1. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Berisi uraian tentang latar
belakang perusahaan yang
ingin mengusahakan tambang
suatu bahan galian di suatu
daerah , didasarkan atas
pertimbangan prospek dari
tambang saat ini atau akan
datang, pertimbangan
pengalaman perusahaan atau
pertimbangan lain.
2. Maksud dan Tujuan
Berisi uraian tentang maksud
dan tujuan pembuatan laporan
studi kelayakan, yang antara
lain untuk menyusun
perencanaan yang tepat dan
mengetahui kebutuhan
investasi, tenaga kerja,
peralatan serta mengetahui
kelayakan usaha.
3. Ruang Lingkup dan Metode
Studi
Memuat seluruh aspek yang
dilakukan studi dan dilaporkan.
4. Pelaksana Studi
Menerangkan tentang
pelaksana yang melakukan studi
berbagai aspek, baik personil,
keahlian, nama perusahaan/
konsultan dan sebagainya.
5. Jadwal Waktu Studi
Menerangkan lamanya dan
kapan studi tersebut dilakukan.

( PKP2B ) Eksploitasi Yang


dimohon.
Menerangkan lokasi rencana
tambang, termasuk kecamatan,
kabupaten, propinsi, nomor
KW/ KP nya, dilengkapai
dengan gambar/ peta lokasi
dan peta KP/KW beserta
koordinat batas wilayahnya
2. Kesampaian Daerah dan
Sarana Perhubungan
Setempat
Menerangkan route
kesampaian wilayah tambang
mulai dari Jakarta sampai
lokasi, berikut penjelasan
kondisi prasarana dan sarana
trasportasi, serta waktu
perjalanannya. Dilengkapi
dengan peta kesampaian
wilayah.
3. Keadaan Daerah
Keadaan lingkungan daerah,
penduduk matapencarian, flora,
fauna, iklim, sosial ekonomi,
agama, tingkat pendidikan,
pusat bisnis, keamanan dsb.
4. Morfologi Daerah
Menuangkan bentuk-bentuk
morfologi, ketinggian,
penggunaan lahan dan
sebagainya.

3. Geologi dan Keadaan


Endapan
Geologi
i.Lithologi
Menjabarkan jenis-jenis
batuan yang ada, umumnya,

2. Keadaan Umum
1. Lokasi dan Luas Wilayah
Kuasa Pertambangan ( KP ),
Kontrak Karya ( KK )
Perjanjian Karya
Pengusahaan Batubara
3

sifat fisiknya, urutan


strtigrafinya,sebarannya.
ii.Struktur
Menerangkan tentang
struktur geologi yang ada
disekitar daerah tambang,
terutama yang
mempengaruhi mineralisasi,
baik struktur major ataupun
minor, antara lain patahan,
rekahan, pelipatan dan
sebagainya.
iii.Geoteknik
Menjabarkan pelaksanaan
studi geoteknik yang
dilakukan dan menerangkan
hasilnya, dilbuatkan juga
laporan lengkap studi
geotekniknya, baik untuk
geoteknik ditambang dalam
maupun, pembuatan
jalan,pelabuhan, fasilitas
pengolahan dan sebagainya.

c. Cadangan
Penentuan besarnya cadangan
yang dilaporkan dijelaskan
bahwa asalnya dari jumlah
sumber daya terukur yang
dalam perhitungannya layak
secara teknis maupun ekonomis
juga dilengkapi peta
perhitungan cadangan tersebut.
Cara Perhitungan Cadangan
Metode perhitungan
cadangan yang dilakukan
disesuaikan dengan Standar
Nasional Indonesia (SNI)
Klasifikasi dan Jumlah
Cadangan berdasarkan SNI
(insitu, Miniable, Marketable)
Dilengkapi dengan
perhitungan stripping ratio
(batubara) dan cut off grade
(mineral).
4. Rencana Penambangan
1. Sistem/Metode dan Tata
Cara Penambangan
( dilengkapi bagan alir )
Didalam menentukan
pemilihan sistim/metode
penambangan berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan
antara lain:
- Kondisi endapan bahan
galian (bentuk, tebal,
kedalaman, jarak interburden
untuk bahan galian
batubara).
- Kondisi daerah sekitarnya
(topografi, daerah
pemukiman dll).
Berdasarkan pertimbangan
tersebut baru ditentukan
bahwa rencana penambangan
yang akan diterapkan

a. Bentuk dan Penyebaran


Endapan
Menerangkan dan
menggambarkan jenis dan tipe
endapan, arah penyebaran
(strike/dip) luas penyebaran
(lateral dan vertikal / down
dip), ketebalan endapan/
mineralisasi, serta jumlah
lapisan endapan (untuk bahan
galian batubara).
b. Sifat dan Kualitas Endapan
Menjelaskan kualitas endapan
bahan galian berdasarkan hasil
analisa laboratorium
disesuaikan dengan jenis bahan
galian. Selain itu perlu
dijelaskan sifat-sifat fisiknya dan
kadar masing-masing unsurnya.
4

dilakukan dengan sistim/


metode yang cocok misalnya:
Sistim tambang terbuka
dengan metode Benching,
Stripping, Quarry atau Aluvial
mining. Selain itu juga
dilengkapi dengan bagan alir
urutan penambangan yang
dimulai dari pembersihan
lahan (land clearing),
pengupasan tanah penutup,
operasi penambangan dan
pengangkutan ketempat stok
pile.
2. Tahapan Kegiatan
Penambangan ( termasuk
penanganan tanah
penutup )
Menjelaskan secara rinci
seluruh rangkaian operasi
penambangan mulai dari
tahap persiapan pembebasan
lahan, pembangunan sarana
penunjang, pembersihan lokasi
tambang (land clearing),
pembersihan tanah penutup/
over burden, penambangan
bahan galian dan
pengangkutan ke stok pile.
3. Rencana Produksi
(kuantitas, kualitas, cut off
grade, stripping ratio )
Menjelaskan produksi yang
direncanakan meliputi: Jumlah
produksi setiap tahun sampai
tahun terakhir, jadwal
produksi. Variasi kualitas atau
kadar bahan galian sangat
penting dalam merencanakan
produksi yang akan dilakukan
termasuk kadar mineral utama
maupun mineral ikutan.

4. Peralatan ( jenis,
jumlahndan kapasitas )
Dijelaskan peralatan apa saja
yang akan dipergunakan
kemudian dipisahkan jenis alat
yang dipakai untuk
pengupasan over burden dan
untuk penambangan/
pengangkutan serta dibuat
rinciannya lengkap dengan
tipe alat, spesifikasi, kapasitas,
cycle time, jumlah alat dll.
Selain itu diperhitungkan pula
penyusutan alat, sinkronisasi
alat dan disesuaikan dengan
rencana produksi yang akan
dicapai.
5. Jadwal Rencana Produksi
dan Umur Tambang
Agar dijelaskan lama dan
kapan rencana produksi
direalisasikan dan pelaksanaan
tambang itu dilakukan serta
dari total cadangannya setelah
diperhitungkan dengan
rencana produksi menjadi
berapa tahun habis
ditambang .
6. Rencana Penanganan/
Perlakuan Bahan Galian
yang belum
Terpasarkan ( kualitas
rendah, belum ekonomis
masa
sekarang )
Menjelaskan detail tentang
rencana pengusahaan bahan
galian yang saat ini belum
terjual yang mempunyai kadar
rendah (saat ini belum
ekonomis) terutama cara
menaikkan kualitas supaya
kadar yang rendah tersebut
5

dapat meningkat dan laku


dipasarkan/dibutuhkan oleh
konsumen.
7. Rencana Pemanfaatan
Bahan Galian Lain dan
Mineral Ikutan
Menjelaskan mengenai
rencana pengusahaan mineral
ikutan (mulai penambangan,
pengolahan dan pemasaran)
misalnya: bahan galian
tembaga mineral ikutannya
emas. Mineral ikutan emas ini
kalau diolah dapat layak atau
tidak.
8. Rencana Penanganan/
Perlakuan Sisa Cadangan
pada Pasca
Tambang.
Menjelaskan mengenai
langkah-langkah yang
direncanakan dalam
penanganan sisa cadangan
setelah akhir tambang selesai
apakah lokasi eks tambang
langsung ditimbun dan
direklamasi atau masih akan
ditambang dengan sistim yang
berbeda misalnya eks tambang
terbuka kemudian akan
diteruskan dengan sistim
tambang dalam .

itu sendiri atau dari konsultan


lain.
- Perlu dijelaskan proses
percobaan pengolahan serta
berapa kali percobaan
sehingga mendapat hasil akhir
yang banyak untuk dicoba
dalam skala yang lebih besar.
2. Tatacara Pengolahan dan
Pemurnian
a.Tahapan Pengolahan
Perlu dijelaskan tahap-tahap
pengolahan mulai dari tahap
awal pengumpulan raw
material sampai jenis produk
akhir. Misal: bahan galian
batubara, mulai dari
pengumpulan raw material
masuk ke hopper kemudian
ke crushing, screen, washing
dan sebagainya.
b.Bagan Alir
Bagan alir menjelaskan
mengenai proses
pengolahannya dan
digambarkan dalam bentuk
diagram.
c.Recovery Pengolahan
Perlu diterangkan mengenai
perbandingan antara
material yang masuk dan
prosentase produk hasil
pengolahan.
3. Peralatan Pengolahan
( jenis, jumlah dan
kapasitas )
Dalam pengolahan perlu
dijelaskan, jenis peralatan dan
spesifikasi alat yang
dipergunakan, jumlah dan
kapasitasnya dan asal negara
yang memproduksi perlatan
tersebut.

5. Rencana Pengolahan dan


Pencucian
1. Studi/Percobaan
Pengolahan/Pemurnian
Dalam percobaan pengolahan/
pemurnian perlu dijelaskan:
- Siapa atau perusahaan mana
yang melaksanakan studi/
percobaan pengolahan
tersebut, apakah perusahaan
6

iii.Berapa kapasitas masingmasing alat angkut.

4. Hasil Pengolahan dan


Rencana Pemanfaatan
Mineral Ikutan
Perlu dijelaskan mengenai:
jenis /wujud akhir hasil
pengolahan, jumlah yang
diolah dan yang akan
diperoleh/diharapkan, kualitas
hasil perolehan, mineral ikutan
yang dihasilkan dan rencana
pemanfaatannya, pemasaran
hasil pengolahan kemana akan
dijual apakah dalam negeri /
luar negeri serta bagaimana
penanganan tailing sebagai
limbah pengolahannya.
5. Jenis, Jumlah, Kualitas Hasil
Pengolahan dan Tailing

7. Lingkungan Kesehatan dan


Keselamatan Kerja
1. Lingkungan ( mengacu
kepada dokumen Amdal
atau UKL dan
UPL )
a. Dampak Kegiatan
( tambang, pengolahan,
dan sarana
penunjang )
Dijelaskan secara rinci
tentang akibat dampak yang
terjadi baik yang bersifat
positif dan negatif yang
terjadi akibat kegiatan
penambangan selain itu
dijelaskan juga komponenkomponen yang terkena
dampak.
b. Pengolahan Lingkungan
suatu penjelasan mengenai
rencana usaha pengelolaan
akibat terjadinya dampak
negatif penting yang
mungkin timbul meliputi:
tahap persiapan, tahap
operasi tambang dan tahap
pasca operasi tambang.
Adapun aspek-aspek yang
dipantau dari kegiatankegiatan antara lain:
pembebasan lahan,
penebasan tanam tumbuh,
pengupasan tanah penutup,
penggalian over burden,
penambangan bahan galian,
pengolahan dan
pengangkutan. Meliputi:

6. Pengangkutan dan
Penimbunan
1. Tata Cara
Dalam hal tatacara
pengangkutan dan penimbunan
perlu dijelaskan kesesuaian
antara jumlah bahan galian
atau tanah penutup yang akan
diangkut dan jumlah perlatan
angkutan dengan
mempertimbangkan jarak
angkut dan Circle time.
2. Peralatan ( jenis, jumlah,
kapasitas )
i. Dalam hal pengangkutan
dan penimbunan perlu
dijelaskan:
Jenis peralatan apa saja yang
dipergunakan untuk
mengangkut dan
menimbunnya.
ii. Berapa jumlah alat
angkutnya.
7

Pengolahan Limbah
( tambang, pengolahan dan
sarana penunjang )
Rencana Reklamasi dan
Pemanfaatan Lahan Pasca
Tambang
Penanganan Air Asam
Tambang ( kalau ada )
c. Pemantauan Lingkungan
2. Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
a. Organisasi
b. Peralatan
c. Langkah langkah Pelaksanaan
K3 Pertambangan
d. Rencana Penggunaan dan
Pengamanan Bahan Peledak
dan
Bahan Berbahaya Lainnya.
8. Tenaga Kerja
1. Bagan Organisasi
Setiap perusahaan agar
membuat bagan organisasi yang
menangani lingkungan
kesehatan dan keselamatan
kerja di bawah pengawasan
kepala teknik tambang.
2. Jumlah dan kriteria Tenaga
Kerja Tetap dan Tidak
Tetap dalaam Bentuk Tabel
menyampaikan jumlah tenaga
kerja dan kriteria sesuai dengan
keahlian baik tenaga kerja tetap
maupun tidak tetap dan
disampaikan dalam bentuk
tabel.
3. Tingkat gaji dan upah
Sistim penggajian / upah
tenaga kerja diperhitungkan
secara cermat sesuai dengan
kualifikasi masing- masing
tenaga kerja serta dijelaskan

sistim kerjanya secara kontrak,


borongan atau harian.
9. Pemasaran
1. Bagan Organisasi
2. Prospek Pemasaran
a. Dalam Negeri
b. Luar Negeri
Dijelaskan tentang kebutuhan
pasar baik secara jangka pendek
maupuin jangka panjang (untuk
kebutuhan dalam negeri dan luar
negeri). Dijelaskan pula rencana
pemasaran mulai tahun ke-1
sampai tahun ke-5 sedangkan
untuk selanjutnya berdasarkan
perkiraan harga pasar. Selain itu
dijelaskan pula jenis bahan gal;ian
yang siap jual dengan jenis kualitas
yang ditentukan.
10.Investasi dan Analisis
Kelayakan
1. Investasi
Menjelaskan mengenai besar
modal yang harus ditanamkan
oleh suatu perusahaan dalam
rangka menjalankan seluruh
kegiatan operasionalnya dengan
investasi yang ditanamkan
meliputi:
a. Modal Tetap
i. Pengurusan Perizinan dan
eksplorasi
ii. PembebasanLahan
iii.Konstruksi/Rekayasa
iv.Peralatan (penambangan,
pengolahan, pengngkutan
dll.)
b.Modal Kerja
Merupakan besar modal yang
harus dikeluarkan sebelum
perusahaan tersebut dapat
8

membiayai sendiri biaya


operasi atau sampai
perusahaan tersebut
memperoleh hasil penjualan.

dengan kondisi saat itu


karena setiap saat dapat
terjadi fluktuasi harga.
c. Cash Flow ( aliran uang
tunai )
Menjelaskan posisi keuangan
mulai dari penjualan, biaya
produksi, pajak dll. Sehingga
dapat diketahui besar
keuntungan bersih pertahun.
d. Perhitungan Discounted
Cash Flow Rate of
Return/Internal Rate of
Return ( DCFROR/IRR )
tingkat pengembalian yang
secara tepat untuk menutup
biaya investasi. DCFOR ini
disebut juga IRR
Dalam perhitungannya nilai
sekarang netto harus sama
dengan nol, sedang nilai
sekarang netto adalah jumlah
aliran kas netto yang
digandakan dengan faktor
diskonted pada tahun dan
tingkat bunga tertentu atau
IRR adalah suatu tingkat
bunga dimana seluruh nett
cash flow sesudah present
value sama jumlahnya
dengan biaya investasi/ biaya
proyek.
e. Perhitungan Break Even
Point ( BEP )
Mencakup perhitungan
untuk mengetahui jumlah
produksi minimal yang
memberikan titik impas bagi
perusahaan sehingga dapat
diketahui nilai berapa
produksi dapat untung.
f. Waktu Pengembalian
Modal

c. Sumber Dana
Menjelaskan dana yang
dipakai/dikeluarkan tersebut
berasal dari mana, apakah
dengan modal sendiri atau
dengan cara pinjaman, dan
menjelaskan juga besar
pinjaman dan bunga
pinjaman.
2. Analisis Kelayakan
a. Biaya Produksi ( termasuk
biaya pengolahan dan
pemantauan lingkungan
K3 )
Menjelaskan mengenai besar
biaya yang harus dikeluarkan
oleh perusahaan untuk
memproduksi bahan galian
sesuai dengan target yang
telah direncanakan. Biaya
produksi dibedakan menjadi:
- Biaya langsung adalah biaya
yang dikeluarkan yang
berkaitan langsung dengan
produksi antara lain gaji
buruh, bahan bakar/
pelumas dll.
- Biaya tidak langsung adalah
biaya yang dikeluarkan
secara tidak langsung
berpengaruh pada produksi
antara lain: gaji pegawai
dan lain-lain.
b. Pendapatan Penjualan
Menjelaskan mengenai harga
jual bahan galian sesuai
9

Potensi dan rencana perlakuan


bahan galian yang belum
dapat dipasarkan dan mineral
ikutan serta bahan galian lain.

g. Analisa Kepekaan dan


Resiko
membuat perhitungan
dengan suatu kemungkinan
yang akan terjadi sehingga
pada posisi tertentu
perusahaan dapat beroperasi
secara layak atau tidak.
Analisa kepekaan ini dengan
beberapa asumsi yaitu:
- Apabila harga jual turun
- Apabila biaya operasi naik
- Apabila kombinasi
keduanya

9. Lampiran
1. Peta situasi wilayah yang akan
ditingkatkan ke tahap Eksploitasi
dan sekitarnya skala 1 : 10.000
2. Peta topografi detail daerah
tambang dan sekitarnya, skala
minimum 1 : 2000
3. Peta penyebaran cadangan dan
kualitas, skala minimum 1 : 2000
4. Peta situasi tambang ( Mining
Lay Out ) skala 1 : 10.000 yang
memuat;
a. Kontur topografi
b. Penyebaran bahan galian
c. Bangunan bangunan penting
d. Batas wilayah eklsploitasi
e. Jalan, perkampungan, Stock
pile lokasi pencucian dan
pengolahan
f. Lokasi timbunan waste,
tailling dan bahan galian
yang belum dapat dipasarkan
g. Indeks peta rencana
pertambangan
h. Dan sebagainya
5. Peta rencana penambangan dan
reklamasi, minimal skala 1 :
2000 menggambarkan:
a. Tahapan dan blok blok yang
akan ditambang
b. Tahapan dan blok wilayah
yang akan direklamasi
pertahun
c. Jalan tambang
d. Lokasi timbunan waste,
tailing dan mineral ikutan
serta bahan galian yang
belum da[pat dipasarkan

8. Kesimpulan
Memuat secara ringkas hal hal
sebagai berikut :
Luas wilayah yang dimohon/
ditingkatkan ke tahap
Eksploitasi
Cadangan ( in situ Miniable
marketable)
Rencana Penambangan ( tata
cara dan sistem)
Rencana Pengolahan dan
pemurnian atau pencucian
( kalau
ada )
Rencana Produksi pertahun dan
umur tambang
Rencana pemasaran dan harga
jual
Investasi yang diperlukan
termasuk modal kerja dan
sumber
dana
Hasil analisa kelayakan
Jumlah tenaga kerja ( tetap dan
harian atau buruh )
Pemantauan dan pengelolaan
lingkungan
10

6. Desain tambang dan


pengolahan ( dalam bentuk peta.
Penampang, gambar 3 dimensi,
sketsa, bagan alir dan
sebagainya )

11

Anda mungkin juga menyukai