Anda di halaman 1dari 70

Laporan Keuangan Konsolidasian

PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk


DAN PERUSAHAAN ANAK
Untuk Periode Yang Berakhir Pada
31 Maret 2005 dan 2004
(Tidak Diaudit)
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA
31 MARET 2005 DAN 2004

Daftar Isi

Halaman

Neraca Konsolidasian …………………………………………………………………………………………...... 1-4

Laporan Laba Rugi Konsolidasian ……………………………………………………………………………..... 5-6

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian …………………………………………………………………..... 7

Laporan Arus Kas Konsolidasian ............................................................................................................... 8-9

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian ........................................................................................10-68

*******************************
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
NERACA KONSOLIDASIAN
Per 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan 2005 2004


( Disajikan Kembali )

AKTIVA

AKTIVA LANCAR
Kas dan Setara Kas 2c, 2e, 2r, 5, 31, 32 654.938 20.856
Investasi Jangka Pendek 2d, 2e, 2r, 6, 31, 32
Pihak Hubungan Istimewa 163.062 786
Pihak Ketiga 123.361 39.628
Piutang 2e, 2f, 2r, 7, 31, 32
Usaha
Pihak Hubungan Istimewa 46.132 39.409
Pihak Ketiga
(setelah dikurangi penyisihan
piutang ragu-ragu masing-
masing sebesar Rp 973
dan Rp 1.234 per 31 Maret
2005 dan 2004) 74.612 194.361
Lain-lain 2e, 2f, 2r,
(setelah dikurangi penyisihan 8, 31, 32
piutang ragu-ragu sebesar Rp 230
per 31 Maret 2004) 40.958 26.333
Persediaan
(setelah dikurangi penyisihan
persediaan usang sebesar Rp 3.506
dan Rp 5.387 per 31 Maret 2005
dan 2004) 2g, 9 496.856 51.020
Pajak Dibayar di Muka 2s, 19 52.126 14.377
Biaya Dibayar di Muka 2h 70.880 2.891
Aktiva Lancar Lainnya 2r, 31, 32 77.114 28.439

Jumlah Aktiva Lancar 1.800.039 418.100

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

1
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Per 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan 2005 2004


( Disajikan Kembali )

AKTIVA TIDAK LANCAR


Piutang Hubungan Istimewa 2e, 32 35.576 2.793
Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 2s, 19 6.451 369
Investasi pada Perusahaan Asosiasi 2d, 2e, 10, 32 83.949 1.055.721
Investasi Jangka Panjang Lainnya 2d, 2e, 11, 32 222.502 93.305
Aktiva Tetap
(setelah dikurangi akumulasi
penyusutan masing-masing
sebesar Rp 970.662 dan
Rp 54.876 per 31 Maret
2005 dan 2004) 2i, 2j, 2k, 11 1.400.956 66.772
Uang Muka 13 585.570 600
Aktiva Tak Berwujud
(setelah dikurangi akumulasi
penyusutan masing-masing
sebesar Rp 93.987 dan
Rp 3.657 per 31 Maret
2005 dan 2004) 2m 173.641 5.730
Piutang Usaha Lainnya 2f, 2r, 7, 31 10.433 3.679
Aktiva tidak lancar lainnya - bersih 2e, 2h, 2r, 31, 32 384.105 5.220

Jumlah Aktiva Tidak Lancar 2.903.183 1.234.189

JUMLAH AKTIVA 4.703.222 1.652.289

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

2
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Per 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan 2005 2004


( Disajikan Kembali )

KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN


EKUITAS

KEWAJIBAN LANCAR
Pinjaman Jangka Pendek 2r, 15, 31 207.045 214.658
Surat Promes 2e, 2r, 16, 31 42.483 16.965
Hutang 2e, 2r, 17, 18, 31, 32
Usaha 490.262 73.634
Lain-lain 146.606 1.146
Hutang Pajak 2s, 19 12.776 1.651
Beban Masih Harus Dibayar 2e, 2r, 20 367.033 63.940
Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun 2e, 2r, 31,32
Surat Promes 16 34.114 14.370
Pinjaman Jangka Panjang 22 76.689 45.804
Hutang kepada Bukan Lembaga
Keuangan 23 12.917 -
Hutang Sewa Guna Usaha 78
Kewajiban Lancar Lainnya 2e, 2r, 18, 31, 32 49.268 20.364

Jumlah Kewajiban Lancar 1.439.271 452.532

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR


Hutang Hubungan Istimewa 2e, 32 3.313 505
Kewajiban Pajak Tangguhan - Bersih 2s, 19 2.186 38
Hutang Jangka Panjang Setelah
Dikurangi Bagian yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun 2e, 2r, 31, 32
Surat Promes 16 65.322 36.252
Pinjaman Jangka Panjang 22 282.075 256.207
Hutang kepada Bukan Lembaga 15.507 -
Keuangan 23
Obligasi - Bersih 21 823.775 -
Hutang Jangka Panjang Lainnya - Bersih 2n, 30 92.745 5.525

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 1.284.923 298.527

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

3
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Per 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan 2005 2004


( Disajikan Kembali )

KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN


EKUITAS

HAK MINORITAS 2b 1.026.508 -

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp 500 per saham
Modal dasar - 7.485.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1.871.768.000 saham 24 935.884 935.884
Tambahan modal disetor 25 32.313 32.313
Transaksi perubahan ekuitas perusahaan
anak/perusahaan asosiasi 2d, 26 (2.671 ) (21.263)
Rugi yang belum direalisasi dari
efek tersedia untuk dijual 2d, 11c (3.380 ) (3.500)
Defisit (9.626 ) (42.204)

Jumlah Ekuitas 952.520 901.230

JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS


DAN EKUITAS 4.703.222 1.652.289

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

4
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan 2005 2004


( Disajikan Kembali )

PENJUALAN BERSIH, PENDAPATAN


JASA DAN USAHA LAINNYA 2e, 2q, 27, 32 1.462.425 147.349

BEBAN POKOK PENJUALAN


DAN JASA 2e, 2q, 28, 32 1.036.706 119.754

LABA KOTOR 425.719 27.595

BEBAN USAHA 2e, 2q, 29, 32


Penjualan 155.344 2.293
Umum dan Administrasi 238.699 9.656

Jumlah Beban Usaha 394.043 11.949

LABA USAHA 31.676 15.646

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN


Penghasilan Bunga 2e, 32 14.869 1.172
Keuntungan atas Kenaikan Nilai
Pasar Surat Berharga- Bersih 12.158 172
Laba (Rugi) Selisih Kurs - Bersih 2r (2.128 ) 302
Laba (Rugi) pelepasan aktiva tetap - Bersih 2i 23 (239)
Beban bunga dan pendanaan lainnya 2e, 32 (52.811 ) (17.026)
Lain-lain - Bersih 6.175 192

Jumlah Beban Lain-lain - Bersih (21.714 ) (15.427)

LABA SEBELUM BAGIAN LABA (RUGI)


BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI 9.962 219

BAGIAN LABA (RUGI) BERSIH


PERUSAHAAN ASOSIASI - Bersih 2d, 2e, 10, 32 2.466 (1.973)

LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN)


PAJAK PENGHASILAN 12.428 (1.754)

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

5
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Catatan 2005 2004


( Disajikan Kembali )

MANFAAT (BEBAN )
PAJAK PENGHASILAN 2s, 19
Pajak kini (3.899 ) -
Pajak tangguhan 7.557 167

Jumlah Manfaat Pajak Penghasilan 3.658 167

LABA (RUGI) BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS 16.086 (1.587)

HAK MINORITAS (8.878 ) -

LABA (RUGI) BERSIH 7.208 (1.587 )

LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM


(dalam rupiah penuh) 2u 4 (1)

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

6
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

Transaksi Laba (Rugi) Yang


Perubahan Ekuitas Belum Direalisasi
Tambahan Perusahaan Anak/ Dari Efek Tersedia
Catatan Modal Saham Modal Disetor Perusahaan Asosiasi Untuk Dijual Defisit Jumlah Ekuitas

Saldo 1 Januari 2004 seperti


dilaporkan sebelumnya 935.884 32.313 (25.575) (3,650 ) (34.583) 904.389

Pernyesuaian akibat penerapan


PSAK 24 Revisi tanggal
24 Juni 2004 3 - - - - (6.034) (6.034)
Saldo 1 Januari 2004
setelah disajikan kembali 935.884 32.313 (25.575) (3.650) (40.617) 898.355

Transaksi perubahan ekuitas


perusahaan anak/
perusahaan asosiasi 2d - - 4.312 - - 4.312

Laba yang belum direalisasi


dari efek tersedia
untuk dijual 2d - - - 150 - 150

Rugi bersih - - - - (1.587 ) (1.587)

Saldo 31 Maret 2004 935.884 32.313 (21.263) (3.500) (42.204) 901.230

Saldo 1 Januari 2005 seperti


dilaporkan sebelumnya 935.884 32.313 (2.671) (3.245) (11.456) 950.825

Pernyesuaian akibat penerapan


PSAK 24 Revisi tanggal
24 Juni 2004 3 - - - - (5.378) (5.378)
Saldo 1 Januari 2005
setelah disajikan kembali 935.884 32.313 (2.671) (3.245) (16.834) 945.447

Rugi yang belum direalisasi


dari efek tersedia
untuk dijual 2d - - - (135) - (135)

Laba bersih - - - - 7.208 7.208

Saldo 31 Maret 2005 935.884 32.313 (2.671) (3.380 ) (9.626) 952.520

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

7
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah)

2005 2004

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI


Penerimaan kas dari pelanggan 1.519.527 108.169
Pengeluaran kas selama tahun berjalan untuk:
Pemasok (1.076.483 ) (93.820)
Gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan (142.502 ) (8.801)
Beban usaha (tidak termasuk gaji, tunjangan
dan kesejahteraan karyawan) (128.325 ) (7.578)

Kas bersih yang diterima dari (digunakan untuk) operasi 172.217 (2.030)
Beban bunga dan beban pendanaan lainnya - bersih (52.923 ) (15.391)
Pajak penghasilan (6.034 ) 87
Penghasilan (beban) lainnya - bersih (71.589 ) 924

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)


Aktivitas Operasi 41.671 (16.410)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Penurunan (penambahan) bersih investasi jangka pendek (27.521 ) 1.325
Hasil pelepasan aktiva tetap 1.022 184
Penambahan aktiva tetap (57.712 ) (20.146)
Penambahan uang muka pembelian aktiva tetap (166.013 ) -
Penurunan (penambahan) bersih aktiva tidak lancar lainnya (4.875 ) 29

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (255.099 ) (18.608)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Penambahan (penurunan) bersih piutang hubungan istimewa 295 (97)
Penurunan bersih hutang hubungan istimewa (532 ) -
Penerimaan dari pinjaman jangka pendek dan surat promes 148.239 81.852
Penerimaan dari hutang jangka panjang dan surat promes 13.048 -
Pembayaran pinjaman jangka pendek dan surat promes (354.541 ) (42.800)
Pembayaran pinjaman jangka panjang dan surat promes (16.702 ) (7.071)
Pembayaran hutang sewa guna usaha (60 ) -

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)


Aktivitas Pendanaan (210.253 ) 31.884

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (423.681 ) (3.134)

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.078.619 23.990

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 654.938 20.856

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

8
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah)

2005 2004

INFORMASI TAMBAHAN LAPORAN ARUS KAS

Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas


Transaksi perubahan ekuitas perusahaan anak/
perusahaan asosiasi - 4.312
Laba (rugi) yang belum direalisasi dari efek tersedia
untuk dijual (135 ) 150

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

8
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

1. UMUM

a. Pendirian Perusahaan

PT Multipolar Corporation Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal


4 Desember 1975 berdasarkan akta notaris Adlan Yulizar, S.H. No. 7, yang kemudian diubah
dengan akta notaris Raden Santoso, S.H. No. 80 tanggal 22 Januari 1980. Akta pendirian dan
perubahannya tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam surat keputusan
No. C2-1093.HT.01.01.Th.82 tanggal 3 September 1982 dan diumumkan dalam Berita Negara
No. 84, Tambahan No. 938 tanggal 20 Oktober 1987. Anggaran dasar ini telah beberapa kali
mengalami perubahan, terakhir dengan akta notaris Indah Fatmawati, S.H. No. 65 tanggal
29 Juli 2002, notaris pengganti dari Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., yang meliputi antara lain,
perubahan Pasal 11 dan 14 mengenai struktur Dewan Komisaris dan Direksi. Perubahan-
perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan
telah diterima sebagaimana dinyatakan dalam suratnya No. C-18641. HT.01.04.TH.2002 tanggal
26 September 2002.

Perusahaan terutama bergerak dalam bidang jasa sistem terpadu, termasuk impor, perdagangan,
distribusi dan jasa perawatan komputer dan produk terkait lainnya, jasa penyewaan peralatan
komputer, jasa konsultasi di bidang manajemen dan teknologi informatika serta bertindak sebagai
mitra dagang IBM (system integration, system remarketer dan PS 2 advance function).

Perusahaan berkedudukan di Jakarta. Kantor pusat Perusahaan terletak di Menara Matahari -


Lippo Life, Palem Raya Boulevar No. 7, Lippo Karawaci - Tangerang, Banten.

Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 4 Desember 1975.

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan

Dengan surat persetujuan dari Menteri Keuangan No. SI-052/SHM/MK.10/1989, Perusahaan


menawarkan 3.428.000 saham kepada masyarakat pada tanggal 18 September 1989. Seluruh
saham yang dikeluarkan Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1989 dan
Bursa Efek Surabaya pada tahun 1990. Pada tahun 1996 dan 1997, Perusahaan mencatatkan
tambahan saham masing-masing sebanyak 102.852.000 (dengan nilai nominal Rp 1.000 per
saham) dan 1.508.496.000 saham baru (dengan nilai nominal Rp 500 per saham) di Bursa Efek
Jakarta dan Bursa Efek Surabaya sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I dan II dalam
rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham yang diselenggarakan pada tanggal
15 Februari 2000, sebagaimana dinyatakan dalam akta notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H.
No. 44 tanggal 15 Februari 2000, para pemegang saham menyetujui penerbitan 89.138.400 saham
baru di luar Penawaran Umum Terbatas untuk investor strategis. Namun, hanya 89.000.000
saham baru di luar Penawaran Umum Terbatas yang disetujui oleh PT Bursa Efek Jakarta dalam
suratnya No. S-2183/BEJ.EEM/07-2000 tanggal 24 Juli 2000 dan oleh PT Bursa Efek Surabaya
dalam suratnya No. 005/EMT/LIST/BES/IV/2000 tanggal 18 April 2000 untuk dicatatkan pada
kedua bursa tersebut.

Pada tanggal 31 Maret 2005, seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta
dan Bursa Efek Surabaya.

10
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

1. UMUM (lanjutan)

c. Struktur Perusahaan Anak

(1) Perusahaan mempunyai perusahaan anak yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung
sebagai berikut:

Tahun Jumlah Aktiva


Operasi Persentase
Anak Perusahaan Lokasi Kegiatan Usaha Komersial Pemilikan * 2005 2004

Pemilikan langsung
Administrasi saham
PT Sharestar Indonesia (SI) Jakarta dan jasa lainya 1990 100,00 35.237 41.823
PT Visionet Internasional (d/h
PT Computrade Indonesia) Jakarta Perdagangan 2000 100,00 67.487 48.925
(VI)
PT Netstar Indonesia (NI) Jakarta Perdagangan 2002 100,00 895 956

PT Reksa Puspitak Karya Jakarta Perdagangan - 100,00 61.762 56.636


(RPK)
PT Tryane Saptajagat (TS) Jakarta Perdagangan - 100,00 57 1.380

PT. Multifiling Mitra Indonesia Cikarang, Bekasi Manajemen arsip 1993 50,20 29.746 -
(MMI)
PT Matahari Putra Prima Tbk
(MPP) Tangerang, Banten Penjualan eceran 1986 50,10 3.871.514 -

Pemilikan tidak langsung


Melalui MPP:
PT Matahari Super Ekonomi
(MSE) Tangerang, Banten Penjualan eceran 1994 100,00 10.257 -
Matahari International Finance
Company B.V. (MIFCO) Rotterdam, Belanda Keuangan 1996 100,00 9.650 -
PT Nadya Putra Investama Tangerang, Banten Perdagangan umum 1998 100,00 2.141 -
(NPI)
Penjualan dan
PT Taraprima Reksabuana pemasaran air
(TPRB) Jakarta mineral 1998 100,00 30.699 -
PT Matahari Kafe Nusantara
(MKN) Tangerang, Banten Restoran 2001 100,00 660 -
PT Matahari Mega Swalayan
(MMS) Tangerang, Banten Perdagangan umum - 100,00 4.391 -
PT Matahari Mega Toserba
(MMT) Tangerang, Banten Penjualan eceran - 100,00 2.000 -
PT Matahari Boston Drugstore Perbekalan farmasi
(MBD) Tangerang, Banten dan apotek - 100,00 2.000 -
Prime Connection Limited
(PCL) British Virgin Islands Investasi - 100,00 84.050 -
PT Matahari Graha Fantasi Pusat hiburan
(MGF) Jakarta keluarga 1995 50,01 175.690 -

PT Matahari Dana Prima Pembiayaan


(MDP, melalui NPI) Denpasar, Bali konsumen - 99,99 1.927 -

*) bukan merupakan persentase pemilikan efektif

Per 31 Maret 2005, RPK dan TS bergerak dalam kegiatan investasi, sedangkan MMS, MMT,
MBD, PCL dan MDP belum memulai operasi komersialnya. VI dan NI belum beroperasi
kembali sejak dihentikannya operasi kedua perusahaan tersebut pada tahun 2002.

(2) Sejak tanggal 27 September 2004, Perusahaan telah melakukan pembelian tambahan atas
saham MPP dari pasar sebanyak 66.680.500 saham, sehingga pemilikan efektif Perusahaan
pada MPP meningkat dari 47,27% menjadi 50,10%. Sesuai dengan SAK 4 tentang „ Laporan
Keuangan Konsolidasi“, maka hasil usaha MPP yang disajikan dalam laporan keuangan
konsolidasi Perusahaan adalah hasil usaha yang terhitung sejak tanggal kontrol diperoleh.
”Selisih lebih biaya perolehan atas nilai buku investasi” atas pembelian saham MPP disajikan
sebagai bagian Aktiva Tidak Lancar pada neraca konsolidasi.

11
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

1. UMUM (lanjutan)

c. Struktur Perusahaan Anak (lanjutan)

(3) Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal
1 Juli 2004, sebagaimana yang dinyatakan dalam akta notaris Myra Yuwono, SH No. 8 tanggal
8 Juli 2004, pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar, diantaranya, mengubah
nama PT Computrade Indonesia (CI) menjadi PT Visionet Internasional (VI). Perubahan ini
telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
suratnya No. C-18807.HT.01.04.TH.2004 tanggal 27 Juli 2004.

Kemudian, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan
pada tanggal 3 September 2004, sebagaimana dinyatakan dalam akta notaris Myra Yuwono,
SH No. 8 tanggal 13 Oktober 2004, pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar
dari Rp 10.000 menjadi Rp 100.000 yang terbagi atas 200.000.000 saham dengan nominal Rp
500 per saham, dan modal ditempatkan serta disetor dari Rp 2.500 menjadi Rp 30.000 dimana
jumlah tersebut telah diambil dan disetor seluruhnya oleh Perusahaan.

(4) Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat tanggal 29 Desember 2004, yang dituangkan
dalam akta No. 37 dari notaris Unita Christina, SH, Perusahaan meningkatkan persentase
pemilikan pada MMI dari 50% menjadi 50,20% melalui penerbitan 4.000 saham baru. Dengan
demikian, sejak Desember 2004 laporan keuangan konsolidasian Perusahaan mencakup juga
laporan keuangan MMI.

d. Komisaris, Direksi dan Karyawan

Sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal
14 Juni 2004, sebagaimana dinyatakan dalam akta notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No.
70 tanggal 25 Juni 2004, susunan anggota dewan komisaris dan direksi Perusahaan adalah
sebagai berikut:

Presiden Komisaris : Dr. Cheng Cheng Wen


Komisaris Independen : Jonathan L. Parapak
M. Salim Radjiman
Komisaris : Marshall W. Cooper

Presiden Direktur : Jeffrey Koes Wonsono


Direktur : Harijono Suwarno
: Ketut Budi Wijaya
Antonius Agus Susanto
Dicky Setiadi Moechtar
Lay Krisnan Chaya

Pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, Perusahaan dan Perusahaan Anak mempunyai sekitar
14.347 dan 223 karyawan tetap.

12
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia antara lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), peraturan serta
pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik yang
dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) bagi industri perdagangan.

Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan dasar akrual kecuali untuk laporan arus kas, dan
menggunakan konsep harga perolehan (historical cost) kecuali untuk investasi tertentu yang
dinyatakan sebesar nilai wajar (fair value), nilai aktiva bersih (net assets value) atau yang dicatat
dengan menggunakan metode ekuitas (equity method), dan persediaan yang dinilai berdasarkan
nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net
realizable value).

Laporan arus kas konsolidasi menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang dikeluarkan
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disusun dengan
menggunakan metode langsung.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini adalah
Rupiah.

b. Prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun dari Perusahaan dan Perusahaan Anak
sebagaimana yang diuraikan dalam Catatan 1c.

Penyajian laporan keuangan konsolidasi dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha (entity
concept). Seluruh akun, transaksi dan laba signifikan antara perusahaan yang dikonsolidasikan
telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha sebagai satu kesatuan.

Aktiva dan kewajiban moneter di neraca Prime Connection Limited (“PCL”) dijabarkan ke dalam
mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang berlaku pada tanggal neraca (Rp 9.480
untuk USD 1 per 31 Maret 2005). Aktiva dan kewajiban non moneter dijabarkan dengan
menggunakan kurs transaksi. Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan PCL
didebitkan/dikreditkan sebagai “laba/rugi selisih kurs” pada laporan laba rugi konsolidasian 2005
Seperti diungkapkan dalam Catatan 1c, PCL belum mulai beroperasi.

c. Setara Kas

Setara kas terdiri dari semua investasi yang sangat likuid yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga)
bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya /pembelian dan tidak digunakan sebagai jaminan.

13
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

d. Investasi

Investasi terdiri dari:


1. Surat berharga dalam bentuk efek hutang (debt securities) dan efek ekuitas (equity securities)

Investasi dalam efek dapat diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) kelompok yaitu :


• Diperdagangkan (trading)

Termasuk dalam kelompok ini adalah efek yang dibeli untuk dijual kembali dalam waktu
dekat, yang biasanya ditandai dengan frekuensi transaksi pembelian dan penjualan yang
tinggi. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk memperoleh laba dari kenaikan harga surat
berharga dalam jangka pendek. Efek yang termasuk dalam kelompok ini dicatat sebesar
nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas kenaikan atau penurunan nilai
pasar efek tersebut pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun
berjalan.

• Dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity)

Investasi dalam efek hutang yang dimiliki hingga jatuh tempo, dicatat sebesar harga
perolehan, disesuaikan dengan amortisasi premi atau diskonto hingga jatuh tempo.

• Tersedia untuk dijual (available-for-sale)

Investasi yang tidak memenuhi klasifikasi kelompok diperdagangkan dan dimiliki hingga
jatuh tempo dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas
kenaikan atau penurunan nilai pasar investasi tersebut pada tanggal neraca dikreditkan
atau dibebankan pada “Laba atau Rugi yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk
Dijual”, dalam bagian Ekuitas di neraca konsolidasi.

Investasi dalam efek yang dipindahkan klasifikasinya dicatat sebesar nilai wajar pada tanggal
pemindahan. Laba atau rugi yang belum direalisasi dari kenaikan atau penurunan nilai wajar
investasi efek pada tanggal pemindahan dicatat sebagai berikut:
• Untuk surat berharga yang dipindahkan dari klasifikasi diperdagangkan, laba atau rugi
yang belum direalisasi pada saat pemindahan namun yang sebelumnya telah dikreditkan
atau dibebankan ke dalam usaha tahun berjalan, tidak dibalikkan;

• Untuk surat berharga yang dipindahkan ke klasifikasi diperdagangkan, laba atau rugi yang
belum direalisasi pada saat pemindahan, dikreditkan atau dibebankan dalam usaha tahun
berjalan pada saat tersebut;

• Untuk surat berharga hutang dalam klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo yang
dipindahkan ke klasifikasi tersedia untuk dijual, laba atau rugi yang belum direalisasi pada
tanggal pemindahan disajikan sebagai komponen terpisah dalam ekuitas; dan

• Untuk surat berharga hutang dalam klasifikasi tersedia untuk dijual yang dipindahkan ke
klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo, laba atau rugi yang belum direalisasi pada tanggal
pemindahan tetap dilaporkan sebagai komponen terpisah dalam ekuitas namun
diamortisasi dengan cara yang konsisten seperti amortisasi premi atau diskonto selama
periode sisa umur surat berharga sebagai penyesuaian atas penghasilan bunga.

14
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

d. Investasi (lanjutan)

1. Surat berharga dalam bentuk efek hutang (debt securities) dan efek ekuitas (equity securities)
(lanjutan)

Harga perolehan surat berharga yang dijual ditentukan dengan menggunakan metode rata-
rata sedangkan nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar yang telah ditetapkan.

2. Reksa dana dan dana yang dikelola (managed fund)

Reksa dana dan managed fund dinyatakan sebesar nilai aktiva bersih pada tanggal neraca.
Laba atau rugi yang belum direalisasi akibat perubahan nilai aktiva bersih pada tanggal neraca
dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.

3. Deposito berjangka

Deposito berjangka yang digunakan sebagai jaminan dan/atau yang jatuh temponya lebih dari
tiga bulan tetapi kurang dari satu tahun sejak tanggal penempatan dinyatakan sebesar nilai
nominal.

4. Investasi jangka panjang dalam bentuk penyertaan saham

Investasi saham dimana Perusahaan dan perusahaan anak mempunyai pemilikan paling
sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
Berdasarkan metode ini, investasi dinyatakan sebesar harga perolehan, disesuaikan dengan
bagian Perusahaan dan perusahaan anak atas laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi setelah
tanggal perolehan, dividen yang diterima dan amortisasi dengan menggunakan metode garis
lurus (straight-line method) selama dua puluh (20) tahun atas selisih antara harga perolehan
investasi dan bagian atas aktiva bersih perusahaan asosiasi pada tanggal perolehan.
Perusahaan dan perusahaan anak menelaah dan mengevaluasi nilai tercatat atas selisih
antara harga perolehan investasi dan bagian atas aktiva bersih perusahaan asosiasi secara
berkala, dengan mempertimbangkan hasil usaha tahun berjalan dan prospek di masa yang
akan datang dari perusahaan asosiasi tersebut.

Transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi disajikan sebagai penambah atau


pengurang Ekuitas dalam akun “Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak/Perusahaan
Asosiasi” pada neraca konsolidasi.

5. Investasi dalam properti

Investasi dalam tanah atau bangunan yang tidak digunakan atau dioperasikan oleh
Perusahaan dan perusahaan anak diklasifikasikan sebagai “Investasi dalam Properti”.
Investasi ini dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak diamortisasi/disusutkan.
Perusahaan dan perusahaan anak menelaah dan mengevaluasi nilai wajar properti secara
berkala, dengan mempertimbangkan nilai pasar dan prospek di masa yang akan datang dari
aktiva tersebut.

15
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

e. Transaksi dengan Pihak Hubungan Istimewa

Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang
dilakukan maupun tidak dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak
ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.

f. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Penyisihan piutang ragu-ragu ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun
piutang masing-masing individu pada akhir tahun.

Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan piutang ragu-ragu yang bersangkutan atau langsung
dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa aktiva tersebut
tidak dapat ditagih.

g. Persediaan

Persediaan teknologi informatika dan lain-lain, kecuali barang dalam perjalanan dinyatakan
sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih. Harga perolehan
ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak (moving average method), kecuali
harga perolehan untuk persediaan tertentu yang ditentukan dengan menggunakan metode
identifikasi khusus (specific identification method). Barang dalam perjalanan dinyatakan sebesar
harga perolehan.

Persediaan eceran dan distribusi dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya
perolehan, yang dihitung dengan menggunakan metode eceran konvensional (conventional retail
method), atau nilai realisasi bersih (net realizable value). Persediaan tidak termasuk persediaan
konsinyasi.

Penyisihan persediaan usang dibentuk berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi masing-masing
persediaan pada akhir tahun, sedangkan penyisihan penurunan nilai dibentuk untuk menurunkan
nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersih.

h. Biaya Dibayar di Muka

Biaya dibayar di muka diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya dengan menggunakan metode
garis lurus. Bagian jangka pendek dari biaya dibayar di muka disajikan sebagai bagian dari Aktiva
Lancar, sedangkan bagian jangka panjangnya disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar.

i. Aktiva Tetap

Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali aktiva
tertentu MPP, perusahaan anak, yang dinilai kembali pada tahun 1986 sesuai dengan Peraturan
Pemerintah. Penyusutan dihitung dengan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva
tetap dengan menggunakan metode sebagai berikut:

16
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

i. Aktiva Tetap (lanjutan)


Metode Tahun Tarif

Bangunan (termasuk satuan


rumah susun yang disajikan
sebagai bagian dari “Aktiva
Tidak Lancar Lainnya”) Garis lurus 20 -
Prasarana dan renovasi bangunan Garis lurus 2 - 20 -
Peralatan dan instalasi Saldo-menurun ganda - 15% dan 25%
Mesin Garis lurus 3-5 -
Komputer Garis lurus 3–5 -
Perabot, perlengkapan dan
peralatan kantor Garis lurus 3–5 -
Peralatan untuk disewakan dan
peralatan reklame Garis lurus 2–5 -
Alat-alat transportasi Garis lurus 2–5 -
Aktiva sewa guna usaha -
kendaraan Saldo-menurun ganda - 25% dan 50%

Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Sesuai dengan SAK 47 tentang
“Akuntansi Tanah”, Perusahaan dan Perusahaan Anak mencatat harga perolehan tanah secara
terpisah dari biaya pengurusan legal yang terjadi untuk memperoleh hak atas tanah serta
pengeluaran untuk perpanjangan hak. Pengeluaran tersebut ditangguhkan dan disajikan sebagai
bagian dari “Aktiva Tidak Lancar Lainnya” pada neraca konsolidasi dan diamortisasi selama umur
hukum hak atau masa manfaat ekonomis, mana yang lebih pendek.

Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
aktiva tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing akun aktiva tetap
yang bersangkutan pada saat aktiva tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.

Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya;
pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Pada saat aktiva tetap sudah
tidak digunakan lagi atau dilepas, maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan, dan laba atau rugi yang terjadi
dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan.

j. Sewa Guna Usaha

Transaksi sewa guna usaha dicatat dengan menggunakan metode sewa guna usaha dengan hak
opsi (capital lease) apabila memenuhi semua kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No. 30,
“Akuntansi Sewa Guna Usaha”.

Aktiva sewa guna usaha dengan hak opsi dicatat sebagai bagian dari Aktiva Tetap berdasarkan
nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha pada awal masa sewa guna usaha ditambah
dengan nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Penyusutan
dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis
aktiva sewa guna usaha selama lima (5) tahun, yang sama dengan masa manfaat ekonomis aktiva
tetap yang bersangkutan (lihat Catatan 2i).

Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi salah satu kriteria tersebut di atas, dicatat
dengan menggunakan metode sewa menyewa biasa (operating lease).

17
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

k. Penurunan Nilai Aktiva

Perusahaan dan perusahaan anak menelaah nilai tercatat aktivanya terhadap penurunan dan
kemungkinan penurunan nilai aktiva ke nilai wajar apabila terdapat kejadian atau perubahan
kondisi yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Selisih lebih antara nilai tercatat aktiva dengan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali
dibebankan pada usaha tahun berjalan.

l. Sewa Jangka Panjang

Perjanjian sewa jangka panjang yang pembayaran nilai kontraknya dilakukan selama suatu
periode tertentu yang lebih pendek dari masa sewanya, dibukukan pada saat perjanjian sewa
tersebut berlaku dengan mendebit akun “Sewa Jangka Panjang-Bersih” sebesar nilai kontrak dan
mengkredit akun “Hutang Jangka Panjang Non-lembaga Keuangan” sebesar nilai kontrak yang
belum dibayar.

Sewa jangka panjang yang umumnya untuk ruangan toko, diamortisasi dengan metode garis lurus,
terhitung sejak dibukanya toko/perpanjangan sewa toko yang bersangkutan selama jangka waktu
sewa. Bagian yang akan dibebankan pada usaha dalam satu tahun direklasifikasi dan disajikan di
aktiva lancar sebagai bagian dari “Biaya Dibayar di Muka”.

m. Aktiva Tak Berwujud

Biaya perolehan perangkat lunak komputer dan biaya pemuktahirannya, ditangguhkan dan
diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama empat (4) sampai dengan lima (5)
tahun.

Selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar aktiva bersih Perusahaan Anak (goodwill)
diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 20 (dua puluh) tahun.

n. Dana Pensiun

Perusahaan dan Perusahaan Anak menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk
karyawan tetap yang ingin berpartisipasi. Dana pensiun iuran pasti terdiri dari kontribusi karyawan
sebesar 3%, serta kontribusi Perusahaan dan perusahaan anak sebesar 5% dari gaji pokok
karyawan yang bersangkutan.

Perusahaan dan Perusahaan Anak juga membentuk cadangan kesejahteraan karyawan untuk
memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Negara Republik
Indonesia No. 13 Tahun 2003 (disajikan sebagai “Hutang Jangka Panjang Lainnya” - lihat Catatan
24).

Pada bulan Juni 2004, Ikatan Akuntansi Indonesia menerbitkan PSAK 24 (Revisi 2004), “Imbalan
Kerja“, yang mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja karyawan. PSAK 24 (Revisi
2004) menggantikan PSAK 24, “Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun“, yang diterbitkan pada tahun
1994.

Penerapan PSAK 24 (Revisi 2004) dilakukan secara retrospektif dengan melaporkan jumlah
penyesuaian yang terjadi yang terkait dengan periode sebelumnya sebagai penyesuaian terhadap
saldo awal dari periode komparatif terawal yang disajikan.

18
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

o. Beban Emisi Obligasi

Beban yang timbul sehubungan dengan penerbitan obligasi dikurangkan dari hasil penerbitan
obligasi bersangkutan. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal merupakan premium
atau diskonto yang harus diamortisasi selama jangka waktu obligasi tersebut.

p. Obligasi Diperoleh Kembali

Perolehan kembali instrumen hutang yang tidak dimaksudkan sebagai pelunasan, diperlakukan
seolah-olah telah terjadi pelunasan dalam laporan keuangan konsolidasi. Selisih antara nilai
nominal instrumen hutang dengan nilai wajar dikreditkan atau dibebankan pada usaha periode
berjalan.

q. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari penjualan dan jasa dari teknologi informasi diakui pada saat penyerahan barang
atau pemberian jasa kepada pelanggan. Pendapatan jasa yang ditagih atau diterima di muka,
ditangguhkan (disajikan dalam Kewajiban Lancar Lainnya) dan diamortisasi pada saat pemberian
jasa kepada pelanggan.

Pendapatan dari penjualan barang dagangan eceran dan distribusi (kecuali pendapatan dari
penjualan berdasarkan pengiriman - Cash on Delivery, diakui pada saat barang dikirim ke
pelanggan) diakui pada saat barang dibayar di kounter penjualan. Pendapatan dari penjualan
konsinyasi dibukukan sebesar jumlah penjualan barang konsinyasi kepada pelanggan, sedangkan
beban terkait (sebagai bagian dari Beban Pokok Penjualan) dibukukan sebesar jumlah yang
terhutang kepada pemilik (consignor).

Pendapatan dari penjualan kartu pra-bayar (dikenal dengan nama “power card”) oleh pusat hiburan
keluarga pada awalnya dicatat sebagai pendapatan diterima di muka dan diakui secara
proporsional sebagai pendapatan berdasarkan penggunaan power card sesungguhnya oleh
pelanggan. Pendapatan dari penjualan koin/paket “Make New Friends” diakui pada saat koin/paket
dibeli oleh pelanggan dari tempat penjualan koin.

Seluruh beban dan penghasilan (beban) lainnya diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

r. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing
disesuaikan ke dalam Rupiah untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut
seperti yang diumumkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan untuk
periode yang bersangkutan. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan
pada usaha periode berjalan.

Kurs yang digunakan (dalam rupiah penuh) adalah sebagai berikut:


Mata Uang 2005 2004

Dolar Amerika Serikat 9.480/1 USD 8.587/1 USD


Dolar Singapura 5.181/1 SGD 5.118/1 SGD

19
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

s. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan

Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar
pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability). Pajak
tangguhan dihitung dengan tarif pajak yang berlaku saat ini.

Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar
kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal dimasa mendatang akan memadai untuk dikompensasi.

Penilaian penyisihan dibentuk atas bagian aktiva pajak tangguhan yang diperkirakan tidak dapat
direalisasi di masa yang akan datang. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat
ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan
tersebut telah ditetapkan.

Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak, yakni laba yang telah disesuaikan dengan
peraturan perpajakan yang berlaku.

t. Informasi Segmen

Informasi segmen Perusahaan dan Perusahaan Anak disajikan menurut pengelompokan


(segmen) usaha. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable
components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda terutama untuk para
pelanggan di luar entitas Perusahaan.

Segmen geografis adalah komponen Perusahaan dan Perusahaan Anak yang dapat dibedakan
dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen
itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dari imbalan pada komponen yang
beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.

u. Laba Per Saham Dasar

Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, laba dari aktivitas normal dan laba bersih per
saham dihitung dengan membagi laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, laba dari
aktivitas normal dan laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan
disetor penuh selama tahun berjalan, yang perhitungannya berdasarkan atas 1.871.768.000
saham pada tahun 2005 dan 2004.

v. Penggunaan Estimasi

Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
mengharuskan manajemen Perusahaan dan Perusahaan Anak membuat taksiran dan asumsi
yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan pada tanggal laporan keuangan,
serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan
taksiran tersebut.

20
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

3. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN


KONSOLIDASIAN

Seperti yang diungkapkan pada Catatan 2n, pada tahun 2005, Perusahaan dan Perusahaan Anak
menerapkan PSAK No 24 (Revisi 2004) sehubungan “Imbalan Kerja“, yang harus diterapkan secara
retrospektif, sehingga Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2004 telah disajikan kembali. Akibat penerapan ini laba bersih Perusahaan untuk tahun 2004
turun Rp 2.690.

Selain itu pada tanggal 29 Desember 2004, melalui RPK, Perusahaan meningkatkan kepemilikan di PT
Broadband Multimedia Tbk (BM) dari 18,58% menjadi 20,18%. Hal ini menyebabkan perubahan
pencatatan investasi dari metode harga perolehan menjadi metode ekuitas. Perubahan ini berlaku
retrospektif sehingga Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir tanggal 31
Maret 2004 telah disajikan kembali. Adapun dampak dari penyajian kembali Laporan Keuangan
Konsolidasian tahun 2004 adalah laba bersih Perusahaan turun Rp 112.

Di bawah ini adalah detail dari akun – akun yang disajikan kembali :

Dilaporkan Disajikan
Terdahulu Kembali

Neraca Konsolidasian
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 1.384.208 1.234.189
Jumlah Aktiva 1.823.389 1.652.289
Jumlah Kewajiban Lancar 452.532 452.532
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 297.736 298.527
Ekuitas – Bersih 1.073.122 901.230

Laporan Laba Rugi Konsolidasian


Laba Bersih 1.215 (1.587)
Laba Bersih per saham 1 (1)

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian


Defisit (1.294) (42.204)

4. AKUISISI TAMBAHAN PADA SAHAM PT MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk DAN PT MULTIFILING
MITRA INDONESIA

Pada tanggal 27 September 2004, Perusahaan telah melakukan pembelian tambahan atas saham PT
Matahari Putra Prima Tbk (MPP) dari pasar sebanyak 66.680.500 saham, sehingga pemilikan
Perusahaan pada MPP meningkat dari 47,44% menjadi 50,10%. Sesuai dengan PSAK 4 tentang
“Laporan Keuangan Konsolidasian“, maka hasil usaha MPP yang disajikan dalam laporan keuangan
konsolidasian Perusahaan adalah hasil usaha yang terhitung sejak tanggal kontrol diperoleh.
Perusahaan telah mengakui bagian rugi perusahaan asosiasi MPP sebesar Rp 2.859 untuk periode 3
(tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2004, sedangkan hasil usaha MPP untuk periode 3
(tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005 telah disajikan ke dalam laporan laba rugi
konsolidasian Perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005. Selisih lebih biaya
perolehan atas nilai buku investasi atas pembelian saham MPP disajikan sebagai bagian Aktiva Tidak
Lancar pada neraca konsolidasian.

Seperti dijelaskan pada Catatan 1c (4), Perusahan juga meningkatkan persentase kepemilikan pada
PT Multifiling Mitra Indonesia (MMI) dari 50% menjadi 50,20%.

21
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

4. AKUISISI TAMBAHAN PADA SAHAM PT MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk DAN PT MULTIFILING
MITRA INDONESIA (lanjutan)

Sehubungan dengan hal diatas, ringkasan proforma laporan keuangan konsolidasian jika laporan
keuangan MPP dan MMI seolah-olah dikonsolidasi sejak awal tahun 2004 adalah sebagai berikut:

2005 2004

Kas dan Setara Kas 654.938 247.208


Jumlah Aktiva Lancar 1.800.039 1.329.763
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 2.903.183 2.572.133
Jumlah Aktiva 4.703.222 3.901.896

Jumlah Kewajiban Lancar 1.479.271 1.245.211


Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 1.244.923 772.424
Hak Minoritas 1.026.508 983.031
Jumlah Ekuitas 952.520 901.230
Jumlah Kewajiban, Hak Minoritas dan
Ekuitas 4.703.222 3.901.896

Penjualan 1.462.425 1.293.787


Laba Kotor 425.719 400.142
Beban usaha 369.043 369.053
Laba Usaha 31.676 31.089
Laba Bersih 7.208 (1.587)

5. KAS DAN SETARA KAS

2005 2004

Kas (2005: termasuk USD 4;


2004: termasuk USD 493) 15.215 43

Bank
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa -
PT Bank Lippo Tbk
(2005: termasuk USD 243;
2004: termasuk USD 139) 29.030 12.623
Pihak Ketiga
PT Bank Mega Tbk 297.762 -
PT Bank Danamon IndonesiaTbk
(termasuk USD 29) 254.252 -
Bank lainnya (masing-masing di bawah Rp 200)
(2005: termasuk USD 626 dan Euro 209.511;
2004: termasuk USD 361) 23.757 8.051

Sub-jumlah 604.801 20.674

22
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

5. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

2005 2004
Deposito Berjangka dan Deposito On Call
Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa -
PT Bank Lippo Tbk (2005: termasuk USD 12
2004: termasuk USD 4) 13.922 139
Pihak Ketiga 21.000 -

Sub-jumlah 34.922 139

Jumlah 654.938 20.856

Tingkat bunga deposito berjangka per tahun :


Rupiah 3%- 7,35%
US Dolar 0,35% - 0,75%

Pada tanggal 31 Maret 2005, kas dan setara kas termasuk saldo sebesar Rp 119 dari penerimaan
hutang obligasi MPP, di mana penerimaan tersebut akan digunakan untuk pembukaan toko-toko baru
dan renovasi toko-toko MPP yang telah ada, sewa tambahan atau ruangan toko baru dan untuk modal
kerja MPP seperti yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan (lihat Catatan 21).

6. INVESTASI JANGKA PENDEK


2005 2004
(Disajikan Kembali)

Pihak Hubungan Istimewa


Dana yang dikelola
PT Ciptadana Sekuritas 62.826 -
Efek-efek
Reksa dana
Indonesian Investment Fund Ltd 19.350 -
(USD 2.041)
PT Ciptadana Asset Management 7.912 -
Saham
Saham
PT Lippo Karawaci Tbk 71.981
PT Bank Lippo Tbk 734 534
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 100) 259 252

Sub Jumlah 163.062 786

23
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

6. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan)

2005 2004
(Disajikan Kembali)
Pihak Ketiga
Dana yang dikelola
(2005: USD 483; 2004: termasuk USD 4.348) 4.578 37.337
Deposito berjangka (2005: termasuk USD 146;
2004: termasuk USD 202) 1.860 2.291
Efek-efek
Saham 77.781 -
Obligasi 21.989 -
Wesel berbunga mengambang
(termasuk USD 1.315) 12.466 -
Reksa dana (USD105) 4.687 -

Sub Jumlah 123.361 39.628

Jumlah 286.423 40.414

Pada tanggal 30 Desember 2003, MPP, perusahaan anak menandatangani perjanjian pengelolaan
dana dengan PT Ciptadana Sekuritas (CS), pihak hubungan istimewa, yang dapat diperpanjang setiap
tiga bulan. Berdasarkan perjanjian, MPP telah menempatkan dana pada PT CS, yang mana dana
tersebut akan digunakan untuk pembelian investasi seperti obligasi dan debenture lainnya.

Reksa dana dalam dolar AS merupakan milik MPP, perusahaan anak, yang diinvestasikan pada
39.665,59 unit “Indonesian Growth Fund” yang diterbitkan oleh Indonesian Investment Fund Ltd., Hong
Kong, afiliasi, dan pada 851.500 unit “Mandiri Investa Dollar Amerika Serikat” yang diterbitkan oleh
Mandiri Securities (diperoleh pada bulan Desember 2003). Reksa dana dalam rupiah merupakan
investasi pada 2.000.000 unit “Rencana Cerdas” dan 2.000.000 unit “Lippo Dana Mantap”, keduanya
diterbitkan oleh PT Ciptadana Aset Management, afiliasi. Berdasarkan persyaratan dalam program
sponsor yang disebutkan di atas, investasi tersebut dapat ditarik satu tahun setelah tanggal penerbitan
unit reksa dana “Lippo Dana Mantap”.

Investasi pada dana yang dikelola merupakan investasi yang awal ditempatkan pada Staffordshire
Assets Limited (Staffordshire), perusahaan investasi yang mempunyai izin, yang didirikan di British
Virgin Islands. Berdasarkan perjanjian Pengelolaan Dana Bergaransi atas Dasar Preferensi
(Dicretionary Guaranteed Fund Management) antara Perusahaan dan perusahaan anak dengan
Staffordshire tanggal 30 November 2002. Seluruh investasi akan ditempatkan pada fixed income
products berdasarkan instruksi dan pengarahan umum ataupun khusus dari Perusahaan dan
perusahaan anak, sepanjang hal tersebut sesuai dengan tujuan investasi. Kemudian, berdasarkan
perjanjian novasi antara Perusahaan dan perusahaan anak, dengan Staffordshire dan Wireless Word
Limited (Wireless) tanggal1 Desember 2003, Wireless menerima hak dan kewajiban dari Stafforshire
untuk melaksanakan dan mengikatkan diri pada perjanjian pengelolaan Dana bergaransi atas Dasar
Preferensi tersebut, seperti memberikan hasil minimum sebesar 3,15% per tahun untuk investasi
dalam Dolar Amerika Serikat. Pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, investasi tersebut ditempatkan
pada deposito berjangka masing-masing sebesar USD 483 dan USD 4,348.

24
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

6. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan)

Deposito berjangka dalam Rupiah memperoleh tingkat bunga tahunan berkisar dari 7% sampai
dengan 7,35% pada tahun 2005 (2004: 6,86%% sampai dengan 7,38%), dan berkisar dari 2% sampai
dengan 5% pada tahun 2005 dan 2004 untuk deposito berjangka dalam Dolar Amerika Serikat.
Deposito berjangka mempunyai waktu jatuh tempo berkisar antara 1 bulan sampai dengan 6 bulan.
Pada tahun 2005 dan 2004, deposito berjangka tertentu digunakan sebagai jaminin untuk fasilitas bank
garansi yang diperoleh dari PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank
Internasional Indonesia Tbk.

Investasi saham terutama merupakan investasi pada 25.924.000 saham PT Hero Supermarket Tbk
yang dimiliki oleh MPP, perusahaan anak.

Obligasi memperoleh bunga dengan tingkat tahunan berkisar antara 9,31% sampai dengan 18,25%
pada tahun 2005.

Wesel berbunga mengambang memperoleh bunga dengan tingkat tahunan berkisar antara 6,75%
pada tahun 2005.

MPP memperoleh rugi bersih sebesar Rp 21 dari transaksi penjualan investasi dalam efek hutang dan
ekuitas pada tahun 2005.

7. PIUTANG USAHA
2005 2004

Pihak Hubungan Istimewa


PT Bank Lippo Tbk
(2005: termasuk USD 2,215 ;
2004: termasuk USD 833) 21.650 13.770
PT Link Net
(2005: termasuk USD429;
2004: termasuk USD 418,735) 14.829 11.834
PT Broadband Multimedia Tbk
(2005: termasuk USD 955;
2004: termasuk USD 976) 9.960 10.043

Pihak Hubungan Istimewa (lanjutan)


PT Natrindo Telepon Seluler
(2005: termasuk USD 439;
2004: termasuk USD 433) 4.430 4.318
Lain-lain
(2005: termasuk USD 23
2004: termasuk USD 173) 904 1.012

Sub Jumlah 51.773 40.977


Dikurangi : Bagian Jangka Panjang
PT Bank Lippo Tbk (2005: USD 596;
2004: USD 183) (5.641 ) (1.568)

Sub Jumlah 46.132 39.409

25
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

7. PIUTANG USAHA (lanjutan)

2005 2004
Pihak ketiga
(2005: termasuk USD 3,587; 2004:
termasuk USD 19,091) 80.377 197.706
Dikurangi : Bagian Jangka Panjang
(2005: termasuk USD 91; 2004: USD 129) (4.792 ) (2.111)
Sub Jumlah 75.585 195.595
Penyisihan piutang ragu-ragu (973 ) (1.234)

Bersih 74.612 194.361

Jumlah 120.744 233.770

Analisa piutang usaha menurut umur piutang berdasarkan jumlah hari terhutang pada tanggal 31 Maret
2005 dan 2004 adalah sebagai berikut:

Persentase terhadap
Jumlah Jumlah Piutang Usaha (%)

2005 2004 2005 2004

Kurang dari 31 hari 45.551 198.815 37.73 85.05


31 - 60 hari 7.484 8.740 6.20 3.74
61 - 90 hari 8.952 307 7.41 0.13
Lebih dari 90 hari 58.757 25.908 48.66 11.08

Jumlah 120.744 233.770 100.00 100.00

Piutang usaha jangka panjang sebesar Rp 10.433 dan Rp 3.679 belum jatuh tempo masing-masing
pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004.

Pada tahun 2005 dan 2004, piutang usaha tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman
jangka pendek dan pinjaman bank jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan
22).

Berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir
periode, manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-
ragu sebesar Rp 973 dan Rp 1.234 pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian oleh karena tidak tertagihnya piutang usaha.

Perubahan penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut :


2005 2004

Saldo awal tahun 973 1.234


Penghapusan selama periode berjalan - -
Penyisihan selama periode berjalan - -

Saldo akhir periode 973 1.234

26
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

8. PIUTANG LAIN-LAIN
2005 2004

Pihak Hubungan Istimewa


PT Broadband Multimedia Tbk 47 270
PT Multifiling Mitra Indonesia - 1.043
Lain-lain (2005 dan 2004: termasuk USD 1) 35 91

Sub Jumlah 82 1404

Pihak Ketiga
PT Ciptamas Kreasi Dinamika 10.257 9.099
Klaim asuransi 7.132 -
PT Air Pasifik Utama - 13.769
Lain-lain (2005: termasuk USD 108;
2004: termasuk USD 273) 23.487 2.061

Sub Jumlah 40.876 24.929


Penyisihan piutang ragu-ragu - -

Bersih 40.876 24.929


Dikurangi bagian jangka panjang - -

Bersih 40.958 24.929


Jumlah 40.534 26.333

Piutang dari PT Ciptamas Kreasi Dinamika berasal dari penjualan investasi RPK pada PT Kodel
Margahayu Telindo, perusahaan asosiasi.

Piutang klaim asuransi merupakan piutang milik MPP, perusahaan anak, pada tanggal 31 Maret 2005.

Klaim ini timbul dari kebakaran yang terjadi pada tahun 2003 atas toko milik MPP yang berlokasi di
Malang dan pusat hiburan MGF yang berlokasi di Samarinda, sehingga seluruh nilai buku aktiva tetap
dan persediaan barang dagangan sebesar Rp 10.015 direklasifikasi ke piutang klaim asuransi. Pada
tahun 2004, sebagian klaim sebesar Rp 5.748 telah disetujui, sisa saldo klaim masih dalam proses
negosiasi.

Tahun 2004, piutang Perusahaan pada PT Air Pasifik Utama (APU) dijamin dengan helikopter milik
APU dengan taksiran nilai pasar sebesar USD 2,4 juta.

Manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berkeyakinan bahwa seluruh putang dapat ditagih,
karenanya tidak ada penyisihan piutang ragu-ragu dibentuk pada tahun 2005 dan 2004.

27
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

9. PERSEDIAAN - BERSIH
2005 2004
Eceran dan distribusi
Kebutuhan sehari-hari, makanan dan minuman 205.366 -
Perlengkapan rumah tangga dan perlengkapan mandi 56.710 -
Pakaian wanita 48.055 -
Pakaian pria 38.468 -
Sepatu 34.355 -
Pakaian anak 28.963 -
Mainan, alat tulis dan perlengkapan olahraga 14.395 -
Tas, kosmetik dan perhiasan 3.509 -
Sub Jumlah 429.821 -
Teknologi informatika 70.425 56.407
Lain-lain 116 -
Jumlah 500.362 56.407
Penyisihan persediaan usang (3.506) (5.387)

Bersih 496.856 51.020

Perubahan penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut:


2005 2004

Saldo awal tahun 3.506 5.387


Penghapusan selama periode berjalan - -
Penyisihan selama periode berjalan - -

Saldo akhir periode 3.506 5.387

Manajemen Perusahaan dan Perusahaan Anak berpendapat bahwa penyisihan persediaan usang
masing-masing sebesar Rp 3.506 dan Rp 5.387 pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian dari persediaan usang tersebut.

Pada tahun 2005 dan 2004, persediaan tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman
jangka pendek dan pinjaman jangka panjang (lihat Catatan 15 dan 22) yang diperoleh Perusahaan dan
Perusahaan Anak.

Persediaan diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu
paket polis dengan nilai pertanggungab Rp 529.229 dan USD 9,558 pada tanggal 31 Maret 2005 dan
Rp 5.387 pada tanggal 31 Maret 2004, yang menurut pendapat manajemen Perusahaan dan
perusahaan anak cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari risiko tersebut.

28
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

10. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI


Akun ini merupakan penyertaan yang dinyatakan dengan metode ekuitas dan terdiri dari:

Akumulasi
Bagian atas
Laba (Rugi) Bersih
Persentase Nilai Perusahaan
Pemilikan Penyertaan Asosiasi

2005
Pemilikan tidak langsung
Melalui RPK:
- PT Broadband Multimedia Tbk 20,18 47.617 (19.006)
- PT Natrindo Global Telekomunikasi 20,00 - (5.500)
- PT Tirta Mandiri Sejahtera 20,00 - (1)
Melalui MPP:
- PT Bintang Sidoraya (BSR) 40,00 21.219 258
- PT Matahari Leisure (ML) 50,00 11.318 9.880
- PT Tason Mitra Prima (TMP) 50,00 3.395 395
- PT Sarana Karya Cemerlang (SKC) 30,00 400 -

Jumlah 83.949 (13.974)

2004 (Disajikan Kembali)


Pemilikan langsung
PT Matahari Putra Prima Tbk 47,44 1.005.572 103.476
Multifiling Mitra Indonesia 50,00 10.711 10.211

Pemilikan tidak langsung


Melalui RPK:
- PT Broadband Multimedia Tbk 18,58 39.429 (18.509)
- PT Natrindo Global Telekomunikasi 20,00 9 (5.491)
- PT Tirta Mandiri Sejahtera 20,00 - (1)

Bersih 1.055.721 (89.686)

Bagian laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi selama periode berjalan terdiri dari:

2005 2004
(Disajikan Kembali)

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) - (2.859)


PT Multifiling Mitra Indonesia (MMI) - 1.073
PT Matahari Leisure (ML) 2.471 -
PT Broadband Multimedia Tbk (BM) (5 ) (112)
PT Natrindo Global Telekomunikasi (NGT) - (75)

Bersih 2.466 (1.973)

29
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

10. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI (lanjutan)

a. Pada saat Penawaran Saham Perdana PT Broadband Multimedia Tbk (BM) di tahun 2000,
Perusahaan, melalui PT Reksa Puspita Karya (RPK), perusahaan anak, mempunyai saham
pendiri sebesar 16,69% yang kemudian disusul dengan tambahan pembelian saham baru
sehingga sejak tahun 2001 kepemilikan menjadi 18,58%. Untuk lebih mencerminkan rencana
investasi jangka panjang dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan, maka manajemen
Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan kepemilikan saham di BM menjadi diatas 20%.
Untuk itu pada tanggal 29 Desember 2004, melalui RPK, Perusahaan membeli tambahan
5.988.800 saham BM atau setara dengan Rp 8.684 dari AcrossAsia Ltd dengan menggunakan
harga pasar yang tercatat terakhir di Bursa Efek Surabaya. Setelah pembelian ini kepemilikan
saham di BM meningkat dari 18,58% menjadi 20,18%. Selain itu sesuai dengan Peraturan
BAPEPAM No. X.M.I, RPK telah menyampaikan laporan pembelian tersebut kepada BAPEPAM
pada tanggal 5 Januari 2005.

Sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, perubahan persentase kepemilikan tersebut
menyebabkan perubahan pencatatan investasi dari metode harga perolehan menjadi metode
ekuitas. Perubahan ini berlaku retrospektif sehingga laporan keuangan konsolidasian tahun 2004
telah disajikan kembali (lihat Catatan 3).

Pada tahun 2004, investasi tertentu pada BM digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman
jangka pendek dan fasilitas pinjaman jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15
dan 22).

b. Penyertaan saham pada BSR dan TMP diperoleh melalui PT Taraprima Reksabuana, perusahaan
anak MPP. BSR bergerak dalam bidang penjualan dan pemasaran produk minuman bir sementara
TMP belum beroperasi secara komersial.

c. Penyertaan saham pada ML dan SKC diperoleh melalui MPP, perusahaan anak. ML bergerak
dalam bidang manufaktur mesin permainan sedangkan SKC belum beroperasi secara komersial.

d. NGT bergerak di bidang jasa telekomunikasi.

e. TMS bergerak di bidang usaha perdagangan, industri, pertambangan, real estat, agro bisnis dan
jasa lainnya.

f. Pada tanggal 27 September 2004, Perusahaan meningkatkan persentase pemilikan saham MPP
dari 47,44% menjadi 50,10% sehingga laporan keuangan konsolidasian Perusahaan tanggal 31
Maret 2005 mencakup juga laporan keuangan konsolidasian MPP dan perusahaan anaknya (lihat
Catatan 1.c dan 4).

Investasi tertentu pada MPP digunakan sebagai jaminan untuk fasilitas pinjaman jangka pendek
dan jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan 22).

g. Pada tanggal 29 Desember 2004, Perusahaan meningkatkan persentase pemilikan saham MMI
dari 50,20% melalui penerbitan saham baru sehingga laporan keuangan konsolidasian
Perusahaan tanggal 31 Maret 2005 mencakup juga laporan keuangan MMI. Perusahaan telah
mengakui bagian laba bersih perusahaan asosiasi MMI sebesar Rp 709 untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005.

30
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

11. INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA


2005 2004
(Disajikan Kembali)

Investasi dan Uang Muka Investasi Saham yang


Dicatat dengan Menggunakan Metode Harga
Perolehan 165.962 36.885
Investasi dalam Properti 54.920 54.920
Investasi dalam Efek Ekuitas Tersedia untuk Dijual 1.620 1.500

Jumlah 222.502 93.305

a. Investasi dan uang muka investasi saham yang dicatat sebesar harga perolehan terdiri dari
sebagai berikut:

2005 2004
Investasi pada:
BigboXX.com (CI) Limited (BCL) 84.050 -
PT Aneka Tirta Nusa 13.737 -
PT Matahari Courts Tbk (“PT MC”) 4.251 -
PT Asianet Multimedia 507 507
PT Multipolar Telemedia 250 250
PT Lippo On Line 125 125
PT Natrindo Telepon Selular - 7.757
PT Natrindo Kartu Panggil - 0

Uang muka investasi pada:


PT Air Pasific Utama 34.975 -
PT Asianet Multimedia 27.943 27.943
PT Lippo On Line 124 124
PT Natrindo Telepon Selular - 179
Jumlah 165.962 36.885

Penyertaan saham pada BCL sebesar USD 9,122 merupakan 3,5% pemilikan oleh
PrimeConnectian Limited, perusahaan anak MPP. BCL adalah suatu perusahaan yang tergabung
dalam grup usaha Hutchison Whampoa Ltd yang bergerak dalam usaha retail dan distribusi.

Pada tanggal 20 Desember 2004, uang muka investasi PT Reksa Puspita Karya (RPK),
perusahaan anak, pada NTS sebesar Rp 179 telah dikonversi menjadi 385.579 saham sehingga
jumlah saham NTS yang dimiliki RPK menjadi 44.842.379 saham. Kemudian pada tanggal 23
Desember 2004, RPK telah menjual seluruh saham NTS kepada ATN, pihak ketiga, dengan harga
Rp 500 per saham, dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 14.485.

Pada tanggal 24 Desember 2004, RPK memperoleh pemilikan saham di ATN melalui konversi
hutangnya menjadi modal saham sehingga RPK memiliki 44.842.379 saham ATN dengan nominal
saham Rp 500 per saham atau persentase pemilikan sebesar 5,78%.

Mengingat visi, strategi dan tujuan jangka panjang Perusahaan, maka investasi di ATN sebesar
5,78% akan di-divestasi secara bertahap. Pada Desember 2004, Perusahaan melalui RPK,
menjual 17,367.520 saham ATN setara dengan 2,24% yang dimiliki oleh RPK kepada PT Asianet
Multimedia dengan harga Rp 500 per saham, sehingga kepemilikan saham di ATN tinggal sebesar
3,54%.
31
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

11. INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA (lanjutan)

Pada 25 Januari 2005, persentase kepemilikan saham ATN mengalami dilusi lebih lanjut menjadi
1,96% (dari semula 5,78% menjadi 3,54% dan 3,54% menjadi 1,96%) sehubungan dengan
pengeluaran saham baru ATN.

Penyertaan saham sebesar 4,9889% pada MC, milik MPP, perusahaan anak, yang bergerak
dalam bidang perdagangan eceran peralatan elektronik dan perabotan rumah.

Pada tahun 2004, Perusahaan telah menempatkan uang muka investasi pada PT Air Pasifik
Utama (APU) sebesar Rp 34.975 yang akan dilakukan melalui penerbitan saham baru APU.

b. Investasi dalam properti terdiri dari :

2005 2004

Tanah 48.888 48.764


Bangunan 6.032 6.032

Jumlah 54.920 54.796

Tanah sebesar Rp 45.139 diperoleh VI (dahulu CI) pada tanggal 11 April 2001, sedangkan
bangunan sebesar Rp 4.567 diperoleh Perusahaan pada tanggal 31 Juli 2001. Tanah seluas
80.000 meter persegi yang diperoleh VI terletak di Desa Cibatu, Kecamatan Lemahabang,
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Properti-properti tersebut mempunyai nilai pasar sekitar Rp 74.770 berdasarkan laporan penilai
independen yang terakhir.

Pada tahun 2004 dan 2003, investasi tertentu dalam properti digunakan sebagai jaminan jangka
pendek dan pinjaman jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan 22).

Pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, kepemilikan tanah dan bangunan telah atas nama
Perusahaan dan perusahaan anak kecuali tanah milik SI sebesar Rp 965 dan tanah milik
Perusahaan sebesar Rp 167 di lokasi Bukit Sentul.

c. Investasi dalam efek ekuitas yang tersedia untuk dijual terdiri dari sebagai berikut:

Persentase 2005 2004


Pemilikan (%) (Disajikan Kembali)

PT Lippo Karawaci Tbk


(eks Siloam Health Care) 0,05 pada tahun 2005
dan 0,63 pada tahun
2004
Harga perolehan 5.000 5.000
Rugi yang belum direalisasi
dari efek tersedia untuk
dijual (3.380 ) (3.500)

Jumlah 1.620 1.500

32
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

11. INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA (lanjutan)

Pada tahun 2004, SHC melakukan penggabungan usaha ke dalam PT Lippo Karawaci Tbk (LK),
dimana telah ditetapkan nilai konversi saham SHC yaitu setiap 500 saham SHC dikonversi menjadi
54 saham LK. Akibatnya persentase pemilikan saham di LK mengalami dilusi dari sebesar 0,63%
menjadi 0,05%.

Pada tanggal 17 Januari 2005 Perusahaan membeli 47.964.400 lembar saham PT Lippo Karawaci
(LK), pihak mempunyai hubungan istimewa dengan harga Rp 1.050 per saham atau sejumlah Rp
50.363 melalui Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka Perolehan Hak Pemesan Efek
Terlebih Dahulu LK. Tambahan pembelian saham ini diperuntukkan untuk dijual kembali dalam
waktu satu tahun.

12. AKTIVA TETAP

2005

Pemindahan
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Masuk (Keluar) Saldo Akhir

Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 119.410 - - - 119.410
Bangunan 793.980 4.060 - - 798.040
Prasarana dan renovasi
bangunan 175.981 8.245 2.784 - 181.442
Komputer 39.209 1.315 767 726 40.483
Perabot, perlengkapan
dan peralatan kantor 18.155 330 8 (726) 17.751
Alat-alat transportasi 19.502 867 944 - 19.425
Peralatan reklame 15 - - - 15
Peralatan dan instalasi 927.036 34.576 1.677 - 959.935
Mesin 180.534 12.231 192 - 192.573
Peralatan untuk disewakan 79.497 17.437 - 4.360 101.294
Aktiva dalam penyelesaian 5.297 8.736 - (4.360) 9.673

Sub Jumlah 2.358.616 87.797 6.372 - 2.440.041


Aktiva Sewa Guna Usaha 650 - - - 650

Jumlah Biaya Perolehan 2.359.266 87.797 6.372 - 2.440.691

Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 146.172 9.188 - - 155.360
Prasarana bangunan 76.144 7.170 2.553 - 80.761
Komputer 31.962 1.844 698 573 33.681
Perabot, perlengkapan
dan peralatan kantor 13.084 584 7 (573) 13.088
Alat-alat transportasi 14.603 743 847 - 14.499
Peralatan reklame 15 - - - 15
Peralatan dan instalasi 495.817 18.502 1.058 - 513.261
Mesin 118.082 7.378 142 - 125.318
Peralatan untuk disewakan 26.477 7.855 - - 34.332

Sub Jumlah 922.356 53.264 5.305 - 970.315


Aktiva Sewa Guna Usaha 338 9 - - 347

Jumlah Akumulasi
Penyusutan 922.694 53.273 5.305 - 970.662

Nilai Buku Bersih

Penyisihan kerugian nilai


aktiva tetap (lihat
Catatan 32) : (69.073) (69.073)

Bersih 1.367.499 1.400.956

33
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

11. AKTIVA TETAP (lanjutan)

2004

Pemindahan
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Masuk (Keluar) Saldo Akhir

Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 8.776 - - - 8.776
Bangunan 9.546 - - - 9.546
Prasarana dan
Renovasi Bangunan 10.641 - - - 10.641
Komputer 39.028 334 817 - 38.545
Perabot, perlengkapan
dan peralatan kantor 10.910 27 26 - 10.911
Alat-alat transportasi 415 - - - 415
Peralatan untuk disewakan 22.893 15.187 - - 38.080
Peralatan reklame 15 - - - 15
Aktiva dalam penyelesaian 121 4.598 - - 4.719

Sub Jumlah 102.345 20.146 843 - 121.648


Aktiva Sewa Guna Usaha - - - - -

Jumlah Biaya Perolehan 102.345 20.146 843 - 121.648

Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 1.754 119 - - 1.873
Prasarana bangunan 4.809 497 - - 5.306
Komputer 24.716 1.977 409 - 26.284
Perabot, perlengkapan
dan peralatan kantor 6.418 368 11 - 6.775
Alat-alat transportasi 208 22 - - 230
Peralatan untuk disewakan 12.781 1.612 - - 14.393
Peralatan reklame 15 - - - 15

Sub Jumlah 50.701 4.595 420 - 54.876


Aktiva Sewa Guna Usaha - - - - -

Jumlah Akumulasi
Penyusutan 50.701 4.595 420 - 54.876

Nilai Buku Bersih 51.644 66.772

Penyusutan untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2005 dan 2004 dibebankan
sebagai berikut:

2005 2004

Beban pokok penjualan dan jasa 7.153 1.754


Beban penjualan (lihat Catatan 29) 303 291
Beban umum dan administrasi (lihat Catatan 29) 45.809 2.550
Beban sewa dan pendapatan/beban lain-lain atas
toko yang tidak dipergunakan dan ruang kantor
- bersih 7 -

Jumlah 53.272 4.595

34
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

12. AKTIVA TETAP (lanjutan)

Perusahaan dan Perusahaan Anak (diluar MPP group) telah memperoleh sertifikat Hak Guna
Bangunan (HGB) atas tanah yang dimiliki sebagai berikut:
Tanggal Berakhir HGB

Perusahaan
HGB No. 830 - 832/Panunggangan Barat, Tangerang 20 Oktober 2006
HGB No. 854 - 859/Panunggangan Barat, Tangerang 20 Oktober 2006
HGB No. 915 - 919/Panunggangan Barat, Tangerang 6 April 2008
HGB No. 945 - 948/Panunggangan Barat, Tangerang 24 September 2024
HGB No. 13413/Bencongan, Tangerang 26 Juli 2012
HGB No. 13414/Bencongan, Tangerang 25 Desember 2011
HGB No. 13415 - 13416/Bencongan, Tangerang 6 Juni 2005
Perusahaan Anak
HGB No. 817 - 820/Panunggangan Barat, Tangerang 20 Oktober 2006
HGB No. 845 - 851/Panunggangan Barat, Tangerang 20 Oktober 2006
HGB No. 2655 - 2659/Panunggangan Barat, Tangerang 27 Mei 2028

Tanah milik MPC Group merupakan HGB atas tanah yang terletak di beberapa kota di Indonesia. HGB
akan berakhir pada berbagai tanggal mulai tahun 2005 sampai 2029.

Manajemen Perusahaan dan Perusahaan Anak berkeyakinan bahwa sertifikat HGB tersebut di atas
dapat diperpanjang pada saat masa berlakunya berakhir.

Berdasarkan penelaahan aktiva tetap secara individual pada akhir periode, manajemen Perusahaan
dan perusahaan anak berpendapat bahwa tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai aktiva tetap
pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004.

Aktiva tetap dengan pemilikan langsung dan aktiva sewa guna usaha diasuransikan terhadap kerugian
akibat kebakaran dan risiko lainnya dengan suatu paket polis yang mepunyai nilai pertanggungan
sekitar Rp 1.335.928 dan USD 162 pada tanggal 31 Maret 2005. Manajemen Perusahaan dan
perusahaan anak berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko tersebut.

Pada tahun 2005 dan 2004, aktiva tetap tertentu digunakan sebagai jaminan atas pinjaman jangka
pendek dan pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari Perusahaan dan MPP, serta hutang obligasi
MPP, perusahaan anak (lihat Catatan 15, 22 dan 21).

13. UANG MUKA

Pada tahun 2005, akun ini terutama merupakan uang muka pembelian ruangan toko dalam
pembangunan yang akan digunakan untuk toko-toko di Depok, Malang dan Medan, milik MPP,
perusahaan anak (lihat Catatan 33). Disamping itu, akun ini juga merupakan uang muka pembelian
peralatan dan instalasi untuk toko-toko MPP. Akun uang muka akan direklas ke aktiva tetap pada saat
penyerahan bangunan ke MPP ketika aktiva dalam pembangunan tersebut selesai.

35
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

14. AKTIVA TIDAK LANCAR LAINNYA


2004 2003

Sewa Jangka Panjang – bersih (lihat Catatan 2l) 160.415 -


Uang Jaminan 96.561 632
Aktiva Non–Operasional 92.795 -
Satuan Rumah Susun - bersih 27.045 -
Lainnya 7.289 4.586

Jumlah 384.105 5.218

a. Uang Jaminan
Uang jaminan terutama terdiri dari jaminan sewa ruangan toko yang dibayarkan oleh MPP,
perusahaan anak, kepada pengembang/pemilik bangunan dan disajikan setelah dikurangi dengan
penyisihan kerugian sehubungan dengan rencana restrukturisasi toko sebesar Rp 1.130 pada
tanggal 31 Maret 2005 (lihat Catatan 18).

b. Aktiva Non-Operasional
Aktiva non-operasional merupakan harga perolehan tanah, bangunan, satuan rumah susun, mesin,
satuan rumah dan sewa jangka panjang untuk toko MPP, perusahaan anak, yang mengalami
kebakaran dan disajikan setelah dikurangi dengan penyisihan kerugian sehubungan dengan
rencana restrukturisasi toko sebesar Rp 21.169 pada tanggal 31 Maret 2005 (lihat Catatan 18).

c. Satuan Rumah Susun – bersih


Penyusutan satuan rumah susun yang dibebankan pada usaha, yang dicatat sebagai bagian
dari “Beban lain-lain - Bersih” masing-masing sebesar Rp 446 untuk tiga bulan yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2005.

15. PINJAMAN JANGKA PENDEK


2005 2004

Hutang Bank
PT Bank Negara Indonesia Tbk 105.000 80.000
PT Bank Mandiri Tbk 47.912 52.000
PT Bank Permata Tbk
(2005: USD 1,000; 2004: USD 5,500) 9.480 47.228
PT Bank Niaga Tbk
(2005: termasuk USD 2,000; 2004: USD 2,260) 25.960 19.408
PT Bank International Indonesia Tbk
(2004: USD 1,866) - 16.022

Sub Jumlah 188.352 214.658


Fasilitas margin
PT Ciptadana Sekuritas 15.300 -
Kewajiban Anjak Piutang
PT BNI Multi Finance (termasuk USD 68) 3.393 -

Jumlah 207.045 214.658

36
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

15. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan)

Pinjaman yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri Tbk merupakan fasilitas modal kerja
dengan jumlah maksimum sebesar Rp 52.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada bulan Juni 2005
dan dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 14,25% pada tahun 2005 dan 16% pada tahun 2004.
Pinjaman yang diperoleh Perusahaan ini dijamin dengan piutang usaha sebesar Rp 61.948 (lihat
Catatan 7) dan persediaan sebesar Rp 16.180 (lihat Catatan 9). Jaminan ini juga terkait dengan
pinjaman jangka panjang yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri Tbk (lihat Catatan 22).

Pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Negara Indonesia Tbk merupakan fasilitas modal kerja dengan
jumlah maksimum sebesar Rp 80.000. Pinjaman ini telah diperpanjang di tahun 2004 dan akan jatuh
tempo pada tanggal 13 Juni 2005. Pada bulan Juni 2004, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas
modal kerja dari PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar Rp 25.000 yang akan jatuh tempo pada 13
Juni 2005. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan 14,75% pada tahun 2005 dan 15% sampai
dengan 16% pada tahun 2004. Pinjaman ini dijamin dengan saham PT Broadband Multimedia Tbk
sebesar 27 juta saham (lihat Catatan 10.a), aktiva tetap tertentu milik Perusahaan (lihat Catatan 12),
investasi dalam properti milik Perusahaan sekitar Rp 30.000 (lihat Catatan 11).

Pinjaman dari PT Bank Permata Tbk (Permata) merupakan pinjaman yang diperoleh Perusahaan
untuk membiayai pembelian persediaan yang dijual kepada pelanggan yang disetujui oleh PT Bank
Permata Tbk (selanjutnya disebut Kontrak Penjualan). Fasilitas kredit ini mempunyai jumlah
maksimum kredit sebesar USD 5,500 dan berlaku sampai 8 Juli 2005. Pada bulan Juni 2004, fasilitas
pinjaman ini dibagi menjadi fasilitas pinjaman jangka pendek sebesar USD 4,000 dan fasilitas
pinjaman jangka panjang sebesar USD 1,500 (lihat Catatan 22). Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga
sebesar 7% pada tahun 2005 dan 6,5% pada tahun 2004. Pinjaman ini dijamin dengan rekening
escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai 150% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang
dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimal 125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9).

Pada tahun 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari PT Bank Niaga Tbk dengan
maksimum kredit sebesar Rp 7.000 yang digunakan untuk membiayai pembelian persediaan.
Pinjaman ini dijamin dengan bangunan dan komputer tertentu milik perusahaan anak (lihat Catatan 12)
dan dikenakan tingkat bunga sebesar 13%. Di samping itu, Perusahaan juga memperoleh fasilitas
pembiayaan proyek khusus untuk pembelian persediaan dari PT IBM Indonesia dengan jumlah
maksimum sebesar USD 2,000 yang dikenakan tingkat bunga sebesar 6% dan dijamin dengan
rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai minimal 125% dari fasilitas pinjaman dan
persediaan yang dibiayai dari pinjaman ini dengan nilai minimal 110% dari fasilitas pinjaman (lihat
Catatan 5, 7 dan 9). Kedua fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 29 November 2005. Sedangkan pada
tahun 2003, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Niaga Tbk dengan nilai maksimum
sebesar USD 2,640 dan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2004. Fasilitas ini digunakan untuk
mendanai pembelian persediaan dari PT IBM Indonesia. Tingkat suku bunga tahunan sebesar 7%
pada tahun 2003. Pinjaman ini telah dilunasi oleh Perusahaan pada tahun 2004.

Pada tahun 2003, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk
dengan nilai maksimum sebesar USD 11,500. Pada tahun 2004, fasilitas ini telah diperpanjang dan
Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas menjadi USD 12,500 yang terdiri dari FX line sebesar
USD 1,000, BG Line sebesar USD 1,500 dan pembiayaan proyek sebesar USD 10,000 yang akan
jatuh tempo pada tanggal 21 Oktober 2005 (lihat Catatan 22). Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga
tahunan sebesar 6% pada tahun 2005 dan 7% pada tahun 2004. Pinjaman ini dijamin dengan rekening
escrow Perusahaan, piutang usaha, persediaan yang dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimum
125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9).

Pada bulan Januari 2005, Perusahaan memperoleh fasilitas margin dari PT Ciptadana Sekuritas, pihak
hubungan istimewa, dengan jaminan portfolio saham milik Perusahaan yang ada di Ciptadana.
Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga sebesar 18% per tahun.

37
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

15. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan)

Pada tahun 2004, Perusahaan mempunyai beberapa perjanjian anjak piutang dengan PT BNI Multi
Finance dalam rangka anjak piutang dengan hak recourse. Kewajiban anjak piutang ini dikenakan
tingkat bunga tahunan sebesar 16,5% untuk anjak piutang dalam Rupiah dan 8,75% untuk anjak
piutang dalam Dolar Amerika Serikat. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal-tanggal dalam bulan
Mei sampai dengan Desember 2005.

Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut di atas mensyaratkan, antara lain bahwa Perusahaan dan
perusahaan anak tidak diperkenankan, kecuali dengan persetujuan dari kreditur, menggunakan
fasilitas di luar tujuan, memindahkan dan atau menyewakan Perusahaan dalam bentuk dan maksud
apapun kepada pihak lain, mengubah bentuk atas status hukum Perusahaan, mengubah anggaran
dasar Perusahaan, memindahtangankan status saham Perusahaan baik antara pemegang saham
maupun kepada pihak lain, memperoleh atau memberikan pinjaman, menjual, mengalihkan atau
melepaskan seluruh atau sebagian aktivanya, mengubah struktur Perusahaan melalui penggabungan
usaha, akuisisi atau likuidasi, bertindak sebagai penjamin atau menjaminkan aktivanya kepada pihak
lain, melakukan praktek atau transaksi di luar kegiatan normal Perusahaan, melakukan investasi atau
mendirikan bisnis baru yang besarnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan, membayar hutang
pemegang saham, membagikan laba atau dividen, memperoleh hutang sewa guna usaha, membuka
cabang atau perwakilan usaha baru, mengubah susunan anggota dewan komisaris dan direksi, dan
mengadakan transaksi dengan orang atau pihak lain termasuk tetapi tidak terbatas pada perusahaan
afiliasinya di luar praktik-praktik dan kebijakan dagang yang ada dan melakukan pembelian lebih
mahal daripada harga pasar atau menjual di harga pasar. Perjanjian-perjanjian pinjaman juga
mensyaratkan Perusahaan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret
2005, Perusahaan dan perusahaan anak telah memenuhi seluruh persyaratan yang terdapat dalam
perjanjian pinjaman.

16. SURAT PROMES


2005 2004
Jangka pendek
Debentures (PT Kridatama Swakarsa, pengelola) 15.483 14.965

Surat promes
Pihak hubungan istimewa
PT Ciptadana Sekuritas, pengelola 25.000 -
Pihak ketiga
Individu (PT Bank Mayapada
Internasional Tbk, Pengelola) 2.000 2.000

Jumlah Jangka Pendek 42.483 16.965

Jangka panjang
Surat promes
Pihak hubungan istimewa
PT Ciptadana Sekuritas, pengelola 34.114 -
PT Link Net 15.450 15.450
PT Satriajati Patria Luhur 2.100 2.100
Sub Jumlah 51.664 17.550

38
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

16. SURAT PROMES (lanjutan)

2005 2004
Pihak ketiga
PT Usaha Maya Gemilang 18.702 18.702
PT Multi Sarana Integrasi 14.700 -
Individu (Corfina Finance Ltd., pengelola) 14.370 14.370
Sub Jumlah 47.772 33.072

Dikurangi : Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun


Individu (34.114 ) (14.370)

Jumlah Jangka Panjang 65.322 36.252

Jumlah 107.805 53.217

Debentures jangka pendek diterbitkan oleh Perusahaan dan Perusahaan Anak kepada pihak ketiga
dan dikelola oleh PT Kridatama Swakarsa. Debentures ini merupakan debentures dalam mata uang
Dolar Amerika Serikat, masing-masing sejumlah USD 1,633 pada tahun 2005 dan USD 1,743 pada
tahun 2004. Debentures ini akan jatuh tempo pada beberapa tanggal yang berkisar antara satu sampai
dengan dua belas bulan (jatuh tempo antara bulan April 2005 sampai dengan bulan Juni 2005).
Debentures ini dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 3% sampai dengan 3,75% pada tahun
2005 dan 3,25% sampai dengan 3,75% pada tahun 2004.

Surat promes jangka pendek sejumlah Rp 25.000 dikelola oleh PT Ciptadana Sekuritas dan dikenakan
tingkat bunga sebesar 14,35% per tahun.

Surat promes yang diterbitkan Perusahaan sejumlah Rp 2.000 dikelola oleh PT Bank Mayapada
Internasional Tbk. Surat promes ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 16% sampai dengan
18% pada tahun 2005 dan sebesar 25% pada tahun 2004. Surat promes ini telah beberapa kali
diperpanjang dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Desember 2005.

Surat promes jangka panjang sejumlah Rp 55.000 dikelola oleh PT Ciptadana Sekuritas, diterbitkan
oleh Perusahaan pada tanggal 27 September 2004 yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari
2006. Surat promes ini tidak dikenakan bunga. Per 31 Maret 2005, saldo surat promes yang belum
dibayarkan berjumlah Rp 34.114.

Surat promes sekitar Rp 19.645 yang diterbitkan oleh Perusahaan kepada PT Link Net merupakan
wesel tanpa jaminan dan bunga yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2006. Surat
promes ini telah dibayar sebesar Rp 4.195 pada tahun 2003.
Surat promes sejumlah Rp 2.100 yang diterbitkan oleh Perusahaan kepada PT Satriajati Patria Luhur
merupakan wesel tanpa jaminan dan bunga yang akan jatuh tempo tanggal 1 Juli 2006.

Surat promes sejumlah Rp 19.302 diterbitkan oleh Perusahaan kepada PT Usaha Maya Gemilang
merupakan wesel tanpa jaminan dan bunga yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2006.
Pada tahun 2003 surat promes ini telah dilunasi sebesar Rp 600.

39
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

16. SURAT PROMES (lanjutan)

Surat promes yang diterbitkan Perusahaan sebesar Rp 30.000 kepada PT Multi Sarana Integrasi
merupakan wesel dengan jaminan berupa helikopter milik PT Air Pasifik Utama. Surat promes ini
dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 12% pada tahun 2005 dan akan jatuh tempo pada tanggal
31 Desember 2008. Pada tahun 2005, surat promes ini telah dilunasi sebesar Rp 15.300.

Surat promes sekitar Rp 25.370 yang dikelola oleh Corfina Finance Ltd. diterbitkan oleh perusahaan
anak kepada pihak ketiga pada tahun 2001. Wesel ini diterbitkan tanpa menggunakan jaminan dan
dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 16%. Pada tahun 2003 surat promes ini telah dilunasi
sebesar Rp 11.000. Pada bulan November 2004, Corfina Finance Ltd setuju menghapuskan bunga
untuk periode 26 Nopember 2001 sampai dengan 25 Nopember 2004, dan memperpanjang jatuh
tempo surat promes tersebut sampai dengan tanggal 25 Nopember 2006 dengan suku bunga 16% per
tahun.

17. HUTANG USAHA


Akun ini merupakan kewajiban Perusahaan dan Perusahaan anak kepada pemasok dalam rangka
pembelian barang dagangan eceran dan pembelian perangkat keras, perangkat lunak komputer dan
perangkat pendukung lainnya.

Hutang usaha termasuk hutang MPP, perusahaan anak, sebesar Rp 473.088 kepada pemasok (pihak
ketiga) dalam rangka pembelian barang dagangan. Semua saldo hutang kepada pemasok pada
tanggal 31 Maret 2005 seluruhnya dibayar MPP pada triwulan kedua di tahun 2005.

18. HUTANG LAIN-LAIN DAN KEWAJIBAN LANCAR LAINNYA

Akun ini terutama terdiri dari taksiran kewajiban sehubungan dengan customer loyalty program dari
MPP, perusahaan anak, sebesar Rp 26.686 dan kewajibannya kepada kontraktor untuk pekerjaan
renovasi bangunan, termasuk dekorasi toko, dan kepada pihak ketiga atas beban pemasaran.

Pada tanggal 31 Maret 2005, kewajiban lancar lainnya terutama berasal dari taksiran kerugian akibat
restrukturisasi toko milik MPP, perusahaan anak. Sehubungan dengan rencana restrukturisasi toko
dan untuk menanggapi kesulitan ekonomi, dalam rapat Direksi MPP pada tahun 1996 dan 1997 serta
dalam rapat Direksi PT Matahari Super Ekonomi (MSE) pada tahun 1996, diputuskan untuk secara
berkesinambungan menelaah dan mendayagunakan secara maksimal operasional MPP untuk
menghasilkan pendapatan dan kesesuaian lokasi dan demografi, menutup beberapa toko MPP yang
tidak memberikan nilai tambah, mengurangi luas beberapa toko dalam rangka efisiensi dan merubah
konsep toko Galeria dan MSE. Atas rencana ini, MPP membentuk penyisihan seperti penyisihan
kerugian nilai aktiva tetap, taksiran kerugian akibat restrukturisasi toko, penyisihan kerugian nilai aktiva
non-operasional (sewa jangka panjang untuk ruangan toko yang terbakar), penyisihan kerugian nilai
uang jaminan dan penyisihan kerugian nilai akibat tidak dimanfaatkannya/dipulihkannya sewa jangka
panjang pada toko lainnya.

Penyisihan tersebut di atas dibebankan sebagai “Penyisihan Restrukturisasi Toko” dan dikredit,
masing-masing ke akun aktiva yang bersangkutan atau sebagai “Taksiran Kerugian Akibat
Restrukturisasi Toko”, tergantung mana yang lebih sesuai.

Dari tahun 1997 sampai dengan tanggal 31 Maret 2005, MPP dan MSE telah menutup 31 toko dengan
menggunakan penyisihan yang bersangkutan sebesar Rp 67.627.

Saldo “Taksiran Kerugian Akibat Restrukturisasi Toko” dan akun lawannya masing-masing sebesar Rp
26.584 dan Rp 93.628 pada tanggal 31 Maret 2005.
40
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

19. PERPAJAKAN

a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan, seperti yang disajikan pada
laporan laba rugi konsolidasian, dan taksiran laba kena pajak (rugi fiskal) Perusahaan sebagai
berikut:

2005 2004
(Disajikan Kembali)

Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan Sesuai


Dengan Laporan Laba Rugi Konsolidasian 12.428 (1.754)

Laba sebelum beban pajak penghasilan


dari perusahaan anak yang dikonsolidasi – bersih (4.325 ) (246)

Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan


Perusahaan 8.103 (2.000)

Beda tetap:
Bagian Rugi Bersih Perusahaan Asosiasi 99 2.859
Penghasilan Bunga yang Telah Dikenakan Pajak Final (37) (25)
Penyusutan 14 14
Lain-lain 243 (1.594)

Sub Jumlah 319 1.254

Beda waktu:
Kesejahteraan Karyawan 435 352
Penyusutan 6.924 1.109
Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi (709 ) (1.073)
Rugi Pelepasan Aktiva Tetap 31 122
Amortisasi Aktiva Tak Berwujud 137 47
Lain-lain (12.141) (78)
Sub Jumlah (5.323) 479

Taksiran rugi fiskal 3.099 (267)


Rugi Fiskal yang Dapat Dikompensasikan (31.460) (9.103)

Taksiran rugi fiskal Perusahaan yang dapat


dikompensasikan (28.361) (9.370)

41
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

19. PERPAJAKAN (lanjutan)

a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan)

Taksiran rugi fiskal Perusahaan yang dapat dikompensasikan akan berakhir batas waktu
penggunaannya pada tahun 2009.

Beban pajak penghasilan dan perhitungan taksiran hutang pajak penghasilan badan (klaim atas
pengembalian pajak penghasilan) adalah sebagai berikut:

2005 2004

Perusahaan Perusahaan anak Perusahaan Perusahaan anak

Taksiran Kena Pajak - - - -

Beban Pajak Penghasilan - 3.899 - -

Pajak Penghasilan Dibayar di Muka


Pasal 22 6.845 215 5.455 -
Pasal 23 7.630 4.553 7.634 752
Pasal 25 107 5.494 90 314

Jumlah Pajak Penghasilan Dibayar


di Muka 14.582 10.262 13.179 1.066
Taksiran Hutang Pajak
Penghasilan Badan (Klaim
atas Pengembalian Pajak
Penghasilan) (14.582 ) (6.363 ) (13.179 ) (1.066 )

Klaim atas pengembalian pajak penghasilan disajikan sebagai “Pajak Dibayar di Muka” dalam
Aktiva Lancar. Klaim atas pengembalian pajak penghasilan pada tanggal 31 Maret 2005 termasuk
klaim sebesar Rp 12.180 yang merupakan jumlah restitusi pajak penghasilan – pasal 22, 23 dan
25 untuk tahun pajak 2004.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2003, Perusahaan memperoleh SKPLB
PPh Badan sebesar Rp 12.271, dan SKPKB PPh Pasal 23, 26 dan Pasal 4(2) sebesar Rp 48,
sehingga pada tanggal 21 Oktober 2004 Perusahaan menerima restitusi bersih sebesar Rp 12.223
dari Kantor Pajak.

42
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

19. PERPAJAKAN (lanjutan)

a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan)

Perhitungan manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan atas perbedaan waktu dengan
menggunakan tarif pajak maksimum sebesar 30% adalah sebagai berikut :

2005 2004
(Disajikan Kembali)

Perusahaan
Akumulasi Rugi Fiskal – Termasuk Koreksi
Dari Kantor Pajak (930 ) 80
Penyusutan 2.077 333
Kesejahteraan Karyawan 262 106
Rugi Pelepasan Aktiva Tetap 9 36
Amortisasi Aktiva Tak Berwujud 41 14
Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi (212 ) (322)
Penyisihan atas taksiran tidak terpulihkannya
aktiva pajak tangguhan 2.289 (80)
Lain-lain (3.642 ) -
Bersih (106 ) 167

Perusahaan anak
PT Matahari Putra Prima Tbk 7.663 -

Manfaat Pajak Penghasilan Tangguhan - Bersih 7.557 167

b. Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan - Bersih

Akumulasi manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan disajikan sebagai “Aktiva (Kewajiban)
Pajak Tangguhan - Bersih” dalam neraca konsolidasi, dengan rincian sebagai berikut :
2005 2004
(Disajikan Kembali)

Perusahaan
Penyisihan Piutang Ragu-ragu 5.048 303
Kesejahteraan Karyawan Masih Harus Dibayar 1.979 1.400
Akumulasi Rugi Fiskal 8.508 2.811
Penyusutan dan Rugi Pelepasan Aktiva Tetap 2.355 (1.384 )
Amortisasi Aktiva Tak Berwujud (982 ) (934 )
Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi (4.123 ) (3.363 )
Penyisihan Persediaan Usang 1.052 1.616
Penyisihan atas Taksiran Tidak Terpulihkannya
Aktiva Pajak Tangguhan (4.801 ) (80 )
Lain-lain (3.689 ) -
Bersih 5.347 369

43
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

19. PERPAJAKAN (lanjutan)

b. Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan - Bersih


2005 2004
(Disajikan Kembali)
Perusahaan anak
PT Multifiling Mitra Indonesia 441 -
PT Matahari Putra Prima Tbk 663 -
Sub Jumlah 1.104 -

Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 6.451 369

Kewajiban Pajak Tangguhan – Bersih


PT Matahari Putra Prima Tbk 1.883 -
PT Sharestar Indonesia 303 38

Kewajiban Pajak Tangguhan – Bersih 2.186 38

c. Hutang Pajak
2005 2004

Pajak Penghasilan yang Dipotong dan Masih Harus Dibayar


Pasal 21 1.159 707
Pasal 23 5.159 455
Pasal 25 307 -
Pasal 26 394 163
Pasal 29 673 -
Pasal 4 (2) 4 63
Pajak pertambahan nilai - bersih 5.080 263

Jumlah 12.776 1,651

20. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR

2005 2004

Sewa 155.197 -
Gaji, Tunjangan dan Kesejahteraan Karyawan 68.038 302
Pemasaran dan Perlengkapan 24.890 -
Listrik dan Energi 21.649 -
Asuransi 19.777 -
Pemeliharaan dan Jasa 15.353 52.593
Bunga 14.124 7.946
Honorarium Arsip Manajemen 3.050 2.579
Honorarium Tenaga Ahli 2.653 199
Lain-lain 42.302 321

Jumlah 367.033 63.940

44
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

20. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR (lanjutan)

Pada tahun 2005, beban sewa masih harus dibayar termasuk sebesar Rp 91.537 berasal dari MPP,
perusahaan anak, yang merupakan selisih antara nilai tukar tetap dengan nilai tukar pada tanggal
neraca yang digunakan untuk mengkoversi sewa dalam dolar Amerka Serikat ke Rupiah. Penggunaan
nilai tukar tetap masih dinegosiasikan dengan pemilik bangunan oleh MPP.

21. HUTANG OBLIGASI

2005 2004

Obligasi I Matahari Tahun 2002


dengan Tingkat Bunga Tetap 450.000 -
Obligasi II Matahari Tahun 2004
dengan Tingkat Bunga Tetap 300.000 -
Obligasi Syariah Ijarah I Matahari Tahun 2004 150.000 -

Nilai Nominal 900.000 -


Obligasi Diperoleh Kembali ( 54.000 ) -

Saldo 846.000 -
Beban Emisi Obligasi yang Belum Diamortisasi ( 22.225 ) -

Bersih 823.775 -

Hutang obligasi merupakan hutang yang dimiliki oleh MPP, perusahaan anak, yang terdiri dari:

a. Obligasi I Matahari Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap

Pada tanggal 25 September 2002, MPP, perusahaan anak, menerbitkan Obligasi I Matahari Putra
Prima Tbk Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap (Obligasi I Matahari) dengan PT Bank
Negara Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat. Nilai nominal obligasi keseluruhan adalah
Rp 450.000 dengan nilai nominal Rp 50 per lembar obligasi dan akan jatuh tempo pada tanggal 25
September 2007. Obligasi tersebut mendapat peringkat idAA- (stable outlook) berdasarkan hasil
pemeringkatan yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat dari
Pefindo untuk tahun 2004/2005 adalah idA+ (stable outlook).

Bursa Efek Surabaya berdasarkan Surat Keputusan No. JKT-033/LIST-EMITEN/BES/IX/2002


tanggal 26 September 2002 menyetujui pencatatan obligasi tersebut di Bursa Efek Surabaya.

Obligasi tersebut memiliki tingkat bunga tetap sebesar 17,875% per tahun selama 5 tahun mulai
tanggal 25 September 2002. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), bertindak selaku agen
pembayaran, akan membayar bunga hutang obligasi setiap triwulan terhitung sejak tanggal
25 Desember 2002 sampai dengan tanggal 25 September 2007.

Hutang obligasi dijamin dengan hak atas tanah, bangunan dan peralatan tertentu dengan nilai
wajar sebesar 125% dari jumlah nilai nominal obligasi.

Hasil obligasi akan digunakan untuk pembukaan toko-toko baru dan renovasi toko-toko yang telah
ada, dan untuk modal kerja MPP, antara lain untuk pembelian persediaan barang dagangan.

45
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

21. HUTANG OBLIGASI (lanjutan)

a. Obligasi I Matahari Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap (lanjutan)

Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, MPP diwajibkan, antara lain, untuk


memenuhipersyaratan-persyaratan tertentu, seperti memelihara rasio-rasio keuangan tertentu.
Pada tanggal 31 Maret 2005, semua rasio-rasio keuangan terpenuhi.

Amortisasi biaya emisi obligasi yang dibebankan pada usaha untuk tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2005 adalah sebesar Rp 776.

Apabila hasil pemeringkatan tahunan obligasi mengalami penurunan menjadi di bawah peringkat
idA-, MPP diwajibkan untuk menyediakan dana yang disisihkan (sinking fund) pada tahun
terjadinya penurunan peringkat tersebut dan tahun-tahun berikutnya selama peringkatnya tetap di
bawah idA-, dengan jumlah yang ditentukan sebagai berikut:

- Tahun pertama, sebesar 10% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau
- Tahun kedua, sebesar kumulatif 15% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau
- Tahun ketiga, sebesar kumulatif 20% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau
- Tahun keempat, sebesar kumulatif 30% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau
- Tahun kelima, sebesar kumulatif 40% dari jumlah nilai nominal obligasi.

b. Obligasi II Matahari Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligsi Syariah Ijarah I Matahari
Tahun 2004:

Pada tanggal 11 Mei 2004, MPP menerbitkan “Obligasi II Matahari Putra Prima Tahun 2004
dengan Tingkat Bunga Tetap” (“Obligasi II Matahari”) dan “Obligasi Syariah Ijarah I Matahari Putra
Prima Tahun 2004” (“Obligasi Syariah Ijarah I Matahari”) dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk
bertindak sebagai wali amanat. Nilai nominal obligasi masing-masing adalah sebesar Rp 300.000
dan Rp 150.000 dengan nilai nominal Rp 50 per lembar obligasi dan akan jatuh tempo pada
tanggal 11 Mei 2009. Obligasi tersebut mendapat peringkat idA+ (stable outlook) untuk Obligasi II
Matahari dan idA+(sy) (stable outlook) untuk Obligasi Syariah Ijarah I.

Bursa Efek Surabaya berdasarkan Surat Keputusan No. JKT-007/LIST-EMITEN/BES/V/2004


tanggal 10 Mei 2004 menyetujui pencatatan Obligasi II dan Obligasi Syariah Ijarah I MPP di Bursa
Efek Surabaya.

Obligasi II Matahari tersebut memiliki tingkat bunga tetap sebesar 13,8% per tahun selama 5 tahun
mulai tanggal 11 Mei 2004. KSEI bertindak selaku agen pembayaran, akan membayar bunga
hutang obligasi setiap triwulan terhitung sejak tanggal 11 Agustus 2004 sampai dengan 11 Mei
2009.

Setiap pemegang Obligasi Syariah Ijarah I Matahari berhak mendapatkan fee Ijarah sebesar
13,8% per tahun. Fee akan dibayarkan selama 5 tahun mulai tanggal 11 Mei 2004. KSEI, bertindak
selaku agen pembayaran, akan membayar fee ijarah setiap triwulan terhitung sejak tanggal 11
Agustus 2004 sampai dengan tanggal 11 Mei 2009.

Hutang obligasi dijamin dengan hak atas tanah dan bangunan tertentu dengan nilai wajar sebesar
115% dari jumlah nilai nominal obligasi atau dana obligasi syariah ijarah.

Hasil Obligasi II Matahari akan digunakan untuk pembukaan toko-toko baru dan renovasi toko-toko
yang telah ada dan untuk modal kerja MPP, antara lain untuk pembelian persediaan barang
dagangan.

46
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

21. HUTANG OBLIGASI (lanjutan)


b. Obligasi II Matahari Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligsi Syariah Ijarah I Matahari
Tahun 2004 (lanjutan)
Hasil Obligasi Syariah Ijarah I Matahari akan digunakan untuk menyewa ruang usaha yang telah
ditentukan dalam Akad Wakalah

Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, MPP diwajibkan, antara lain, untuk memenuhi


persyaratan-persyaratan tertentu, seperti memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. Pada tanggal
31 Maret 2005, semua rasio-rasio keuangan terpenuhi.

Amortisasi biaya emisi obligasi yang dibebankan untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31
Maret 2005 adalah sebesar Rp 877.

Apabila hasil pemeringkatan tahunan obligasi mengalami penurunan menjadi di bawah peringkat
idA- (untuk Obligasi II Matahari) dan idA-(sy) (untuk Obligasi Syariah Ijarah I Matahari), MPP
diwajibkan untuk menyediakan dana yang disisihkan (sinking fund) pada tahun terjadinya
penurunan peringkat tersebut dan tahun-tahun berikutnya selama peringkatnya masing-masing
tetap di bawah idA- dan idA-(sy), dengan jumlah yang ditentukan sebagai berikut:

• Tahun pertama, sebesar 10% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi
Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau
• Tahun kedua, sebesar kumulatif 15% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana
Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau
• Tahun ketiga, sebesar kumulatif 20% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana
Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau
• Tahun keempat, sebesar kumulatif 25% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau
dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau
• Tahun kelima, sebesar kumulatif 30% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana
Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang.

22. PINJAMAN JANGKA PANJANG

2005 2004

Pinjaman bank
Pihak Hubungan Istimewa
PT.Bank Lippo Tbk 40.000 -

Pihak Ketiga
PT Bank Mandiri Tbk
(termasuk 2005: USD 14,441) 221.908 252.833
PT Bank International Indonesia Tbk
(2005: USD 2,957; 2004: USD 244) 28.028 2.096
PT Bank Niaga Tbk (USD 1,216) 11.529 -
PT Bank Permata Tbk 7.827 -
PT Bank Akita 2.390 -

Sub Jumlah 311.682 254.929

47
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

22. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

2005 2004
Pinjaman Bukan Lembaga Keuangan
Eastbourne Worlwide Ltd 47.082 47.082
Jumlah 358.764 302.011

Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu


Tahun
Pinjaman Bank
PT Bank Mandiri Tbk (termasuk USD 3,761) 57.314 39.000
PT Bank International Indonesia Tbk
(2005: USD 1,160; 2004: USD 244) 10.995 2.096
PT Bank Niaga Tbk
(2005: USD 503) 4.771 -
PT Bank Permata Tbk 3.131 -
PT Bank Akita 478 -

Sub Jumlah 76.689 41.096

Pinjaman Bukan Lembaga Keuangan


Eastbourne Worlwide Ltd - 4.708
Jumlah 76.689 45.804

Bagian Jangka Panjang 282.075 256.207

Pada bulan Maret 2005, Perusahaan memperoleh pinjaman modal kerja dari PT Bank Lippo Tbk
berupa fasilitas pinjaman tetap (Fixed Loan on Demand) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 55.000
dan jangka waktu 24 bulan. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 14% per tahun dan dijamin
dengan gadai saham sebanyak 15,5 juta saham PT Matahari Putra Prima Tbk milik Perusahaan,
piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan.

Perusahaan mengadakan perjanjian pinjaman dengan PT Bank Mandiri Tbk tanggal 23 Agustus 2003,
yang telah diperbaharui tanggal 7 Oktober 2003 dengan jumlah maksimum fasilitas kredit sebesar Rp
260.333. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 14,25% pada tahun 2005 dan sebesar 16%
pada tahun 2004. Berdasarkan perjanjian, pinjaman terdiri dari 2 (dua) fasilitas sebagai berikut :

a) Kredit Investasi I dengan jumlah maksimal sebesar Rp 154.533 yang digunakan untuk mengambil
alih pinjaman yang diperoleh dari :
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp 50.000;
- PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 50.000;
- PT Bank Mayapada International Tbk sebesar Rp 5.000;
- PT Bank Niaga Tbk sebesar Rp 23.600;
- PT Bank Lippo Tbk sebesar Rp 24.500; dan
- PT Bank Permata Tbk sebesar Rp 1.400.

b) Kredit Investasi II dengan jumlah maksimal Rp 105.800 yang digunakan untuk mengambil alih
pinjaman yang diperoleh dari Japan Asia Investment Corporation (JAIC) sebesar Rp 105.850.

48
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

22. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

Kemudian berdasarkan perjanjian kredit tanggal 13 Juli 2004, PT Bank Mandiri Tbk menyetujui untuk
mengkonversi sisa Kredit Investasi I menjadi Rp 100.000 dan USD 5,559; dan sisa Kredit Investasi II
menjadi USD 11,422. Pinjaman dalam Rupiah dikenakan tingkat bunga sebesar 14,25% per tahun dan
pinjaman dalam Dolar AS dikenakan tingkat bunga sebesar 9,5% per tahun. Seluruh pinjaman ini akan
jatuh tempo pada tahun 2008 dengan pembayaran triwulan sebesar jumlah tertentu, yaitu sebagai
berikut:

Jumlah
Rp

2005 42.340
2006 65.045
2007 71.140
2008 43.383

Jumlah 221.908

Pinjaman ini dijamin dengan saham PT Matahari Putra Prima Tbk milik Perusahaan (lihat Catatan
10.f), investasi saham PT Broadband Multimedia Tbk milik RPK, perusahaan anak, dan milik
AcrossAsia Ltd (dahulu AcrossAsia Multimedia Ltd), pemegang saham mayoritas (lihat Catatan 10.a),
investasi jangka panjang dalam properti milik Perusahaan dan perusahaan anak (lihat Catatan 11.b)
dan aktiva tetap milik Perusahaan dan perusahaan anak (lihat Catatan 12). Pinjaman ini juga terkait
dengan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank
Mandiri Tbk (lihat Catatan 15).

Pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Permata Tbk
merupakan pinjaman yang digunakan Perusahaan untuk membiayai pembelian persediaan yang telah
disetujui oleh pihak bank (kontrak penjualan). Mayoritas pembelian persediaan dari kontrak penjualan
yang dibiayai berasal dari PT IBM Indonesia. Setiap pinjaman untuk kontrak penjualan ini jatuh tempo
sesuai dengan janka waktu kontrak penjualan yang dibiayai tersebut. Pinjaman yang digunakan untuk
kontrak penjualan yang berjangka waktu lebih dari 1(satu) tahun terdiri dari:

- Pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) akan jatuh tempo masing-masing pada
tanggal 20 April 2007, 28 Agustus 2007 dan 30 Maret 2008. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga
sebesar 6% pada tahun 2005 dan 2004. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan,
piutang usaha dan persediaan yang dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimum 125% dari
fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9).

- Pinjaman dari PT Bank Niaga Tbk memiliki saldo pinjaman sebesar USD 1,216 dan akan jatuh
tempo pada tanggal 23 Agustus 2007. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 6% pada tahun 2005.
Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai maksimum
125% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang dibiayai dari pinjaman ini dengan nilai minimum
110% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9).

- Pinjaman dari PT Bank Permata Tbk memiliki jumlah maksimum kredit sebesar USD 1,500 (lihat
Catatan 14). Pada tanggal 31 Maret 2005 fasilitas ini telah digunakan sebesar Rp 7.827 untuk
membiayai proyek yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2007. Pinjaman ini
dikenakan tingkat bunga sebesar 7% untuk pinjaman dalam Dolar AS dan 14% untuk pinjaman
dalam Rupiah pada tahun 2005. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang
usaha dengan nilai minimum 150% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang dibeli dari pinjaman
ini dengan nilai minimum 125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9).

49
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

22. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan)

Pada tahun 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi angsuran dari PT Bank Akita
sebesar Rp 2.750. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 11% dan akan jatuh tempo
pada tanggal 6 Mei 2009. Pinjaman ini dijamin dengan perangkat IBM yang dibiayai dan piutang usaha
(lihat Catatan 12 dan 7).

Pinjaman dari Eastbourne Worldwide Ltd berasal dari pengalihan hutang dari Japan Asia Investment
Corporation (JAIC). Pada tahun 2003, akun ini merupakan sisa pokok dan bunga masih harus dibayar
sebesar Rp 58.853 kepada JAIC yang berasal dari restrukturisasi hutang PT Multipolar Perkasa
(perusahaan anak yang sudah dilepas di tahun 1999) ke PT Bank Indonesia Raya Tbk (sudah
dilikuidasi). Pada Desember 2003, JAIC mengalihkan seluruh kewajiban ini kepada Eastbourne
Worldwide Ltd. Pada bulan yang sama Perusahaan berhasil merestrukturisasi hutang tersebut sebesar
Rp 11.771 yang dicatat sebagai pendapatan luar biasa di Desember 2003. Pada tanggal 5 Desember
2004, Eastbourne Worldwide Ltd menyetujui restrukturisasi hutang pokok dan bunga pinjaman
Perusahaan. Pinjaman ini terhutang dalam 3 (tiga) kali pembayaran yaitu:

Rp

23 Desember 2006 7,062


23 Desember 2007 7,062
23 Desember 2008 32,958

Jumlah 47,082

Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 3 bulanan SBI ditambah 2%. Berdasarkan perjanjian,
Perusahaan dilarang menjaminkan kepada pihak lain (negative pledge) atas saham MPP milik
Perusahaan sebesar Rp 30.000 dan atas saham BM milik AcrossAsia Limited (dahulu AcrossAsia
Multimedia Ltd), pemegang saham Perusahaan sebesar Rp 60.000 (lihat Catatan 10.f).

Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut di atas mensyaratkan, antara lain bahwa Perusahaan dan
perusahaan anak tidak diperkenankan, kecuali dengan persetujuan dari kreditur, menggunakan
fasilitas di luar tujuan penggunaan kredit, memperoleh kredit/pinjaman baru dalam bentuk apapun dari
pihak lain, baik untuk modal kerja ataupun investasi kecuali dalam rangka transaksi dagang yang
lazim, mengikatkan diri sebagai jaminan hutang atau menjaminkan sebagian besar atau seluruh harta
kekayaan Perusahaan kepada pihak lain, melakukan kegiatan investasi yang lebih dari 20% dari total
aktiva, memberikan pinjaman baru kepada siapapun juga termasuk pemegang saham kecuali dalam
rangka kegiatan usaha normal, menjual atau memindahtangankan dengan cara apapun atau
melepaskan sebagian atau seluruh harta debitur yang merupakan jaminan, menyerahkan sebagian
atau seluruh hak dan atau kewajiban Perusahaan, melakukan merger dan menyajikan permohonan
dan atau menyuruh pihak lain menyajikan permohonan kepada pengadilan untuk dinyatakan pailit atau
penundaan pembayaran hutang. Pada tanggal 31 Maret 2005, Perusahaan dan perusahaan anak telah
memenuhi seluruh persyaratan yang terdapat dalam perjanjian pinjaman.

50
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

23. HUTANG KEPADA BUKAN LEMBAGA KEUANGAN

Hutang Kepada Bukan Lembaga Keuangan per 31 Maret 2005 merupakan hutang sewa toko oleh
MPP, perusahaan anak, yang terdiri dari:
Jumlah

PT Trikaya Idea Sakti 11.438


PT Griya Mentari Dewata 7.350
PT Matahari Mas Sejahtera 4.950
PT Bogor Internusa Graha Hotel (USD 429) 4.069
Lain-lain (termasuk USD 65) 617
Jumlah 28.424
Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu
Tahun
PT Griya Mentari Dewata 7.350
PT Matahari Mas Sejahtera 4.950
Lainnya (termasuk USD 65) 617
Jumlah 12.917
Bagian Jangka Panjang 15.507

MPP, perusahaan anak, menghentikan pembayaran hutang untuk toko-toko yang terbakar.
Pembayaran akan dilanjutkan pada saat toko tersebut dibuka kembali.

24. MODAL SAHAM

Susunan pemegang saham Perusahaan per 31 Maret 2005 dan 2004 adalah sebagai berikut :
2005

Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan (%) Jumlah

AcrossAsia Ltd. (d/h AcrossAsia


Multimedia Ltd.) 938.328.300 50,13 469.164
Manajemen
Jeffrey Koes Wonsono 112.000 0,01 56
Antonius Agus Susanto 400 0,00 0
Lain-lain (masing-masing di bawah
5% pemilikan) 933.327.300 49,86 466.664

Jumlah 1.871.768.000 100,00 935.884

51
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

24. MODAL SAHAM (lanjutan)


2004

Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan (%) Jumlah

AcrossAsia Ltd. (d/h AcrossAsia


Multimedia Ltd.) 938.328.300 50,13 469.164
Manajemen
Jeffrey Koes Wonsono 112.000 0,01 56
Billy Sindoro 7.500 0.00 3
Antonius Agus Susanto 400 0,00 -
Jenny Kuistono 200 0.00 -
Lain-lain (masing-masing di bawah
5% pemilikan) 933.319.600 49,86 466.661

Jumlah 1.871.768.000 100,00 935.884

25. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH


Jumlah
Agio Saham yang Timbul dari:
- Penerbitan Saham Melalui Penawaran Umum Terbatas II dalam Rangka
Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu 32.613
- Penerbitan Saham di Luar Penawaran Umum Terbatas 33.375
Pengumuman dividen saham (22.856)
Beban emisi saham (10.819)

Jumlah 32.313

26. TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS PERUSAHAAN ANAK/PERUSAHAAN ASOSIASI

2005 2004

PT Reksa Puspita Karya


Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali (6.553 ) (6.553)
Transaksi Perubahan Ekuitas NGT,
Perusahaan Asosiasi (701 ) (701)

Sub Jumlah (7.254 ) (7.254)


PT Matahari Putra Prima Tbk
Rugi yang Belum Direalisasi dari Efek
Tersedia untuk Dijual - (15.606)
Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak 4.583 1.597

Sub Jumlah 4.583 (14.009)

Jumlah (2.671 ) (21.263)

52
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

27. PENJUALAN BERSIH, PENDAPATAN JASA DAN USAHA LAINNYA

a. Penjualan bersih, pendapatan jasa dan usaha lainnya diperoleh dari para pelanggan sebagai
berikut :
Jumlah Persentase terhadap Jumlah Penjualan (%)

2005 2004 2005 2004

Pihak hubungan istimewa


(lihat juga Catatan 32) 25.622 15.989 2,00 10,85
Pihak ketiga 1.436.803 131.360 98,00 89,15

Jumlah 1.462.425 147.349 100,00 100,00

b. Rincian penjualan menurut produk dan jasa adalah sebagai berikut :


2005 2004

Eceran dan Distribusi 1.326.281 -

Teknologi Informasi
Perangkat Keras dan Perangkat Pendukungnya 92.824 118.289
Perangkat Lunak 8.275 9.515
Jasa Lainnya 30.667 18.754

Sub Jumlah 131.766 146.558

Administrasi Saham dan Jasa Lainnya 4.378 791

Jumlah 1.462.425 147.349

Penjualan eceran dan distribusi merupakan hasil penjualan dari toko-toko MPP, perusahaan anak,
termasuk Matahari Super Ekonomi dan pusat hiburan keluarga yang dikenal sebagai Time Zone. Toko-
toko tersebut berlokasi di 37 kota di Indonesia.

Untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005, penjualan konsinyasi MPP, perusahaan
anak, berjumlah sebesar Rp 496.495, dan beban terkait yang dibayarkan kepada pemilik (consignor)
sebesar Rp 347.266.

53
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

28. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN JASA

Rincian beban pokok penjualan dan jasa menurut produk dan jasa terdiri dari:
2005 2004

Eceran dan Distribusi 929.678 -

Teknologi Informatika
Perangkat Keras dan Perangkat Pendukungnya 79.810 102.503
Perangkat Lunak 7.465 7.971
Jasa Lainnya 19.754 8.899

Sub Jumlah 107.029 119.373

Administrasi Saham dan Jasa Lainnya - 381

Jumlah 1.036.707 119.754

29. BEBAN USAHA


2005 2004
(Disajikan Kembali)

Penjualan
Sewa – Bersih (setelah dikurangi pendapatan
sewa sebesar Rp 3.789 pada tahun 2005) 103.340 516
Pemasaran 33.572 5
Perlengkapan 10.838 80
Kartu kredit 5.230 -
Lain-lain 2.364 1.692

Sub Jumlah 155.344 2.293

Umum dan Administrasi


Gaji, Tunjangan dan Kesejahteraan Karyawan 107.174 3.298
Penyusutan (lihat juga Catatan 10) 45.809 2.550
Listrik dan Energi 33.187 188
Honorarium Tenaga Ahli 8.474 894
Pajak dan Perijinan 5.152 75
Perjalanan dan Transportasi 6.418 279
Asuransi 8.969 3
Telepon, Faksimili dan Benda Pos 4.529 237
Pemeliharaan dan Perbaikan 3.009 37
Lain-lain 15.978 2.095

Sub Jumlah 238.699 9.656

Jumlah Beban Usaha 394.043 11.949

54
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

30. MANFAAT PENSIUN

Perusahaan dan perusahaan anak tertentu menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk
karyawan tetap yang ingin berpartisipasi. Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi AIG Life, pihak
hubungan istimewa.

Dana pensiun terdiri dari kontribusi karyawan sebesar 3% dari gaji pokok tahunan, sedangkan
Perusahaan dan perusahaan anak memberikan kontribusi sebesar 5% dari gaji tahunan karyawan
yang bersangkutan.

Perusahaan dan perusahaan anak juga membentuk cadangan untuk kesejahteraan karyawan
berdasarkan Undang-undang Negara Republik Indonesia No. 13 tahun 2003 mengenai tenaga kerja.
Cadangan yang belum tercakup dalam dana pensiun Perusahaan dan perusahaan anak tersebut di
atas, disajikan dalam neraca konsolidasi sebagai “Hutang Jangka Panjang Lainnya” (lihat Catatan 22).

31. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 31 Maret 2005, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing adalah sebagai
berikut :

Mata Uang Asing Setara Rupiah

Aktiva
Kas dan setara kas USD 902 8.552
Euro 209 2.566
Investasi jangka pendek USD 4.090 38.773
Piutang Usaha
Pihak Hubungan Istimewa USD 3.466 32.861
Pihak Ketiga USD 3.496 33.143
Lain-lain USD 109 1.030
Aktiva Lancar Lainnya – Uang Muka USD 2.179 20.652
Aktiva Tidak Lancar Lainnya –
Uang Jaminan dan Piutang Jangka Panjang USD 2.586 24.513

Jumlah Aktiva 162.090

Kewajiban
Pinjaman Jangka Pendek USD 3.068 29.083
Surat Promes USD 1.390 13.173
Hutang USD 1.544 14.634
Beban masih harus dibayar USD 9.932 94.160
Kewajiban Lancar Lainnya –
Uang Muka Pelanggan USD 254 2.411
Hutang Jangka Panjang USD 19.108 181.142

Jumlah Kewajiban 334.603

Kewajiban Bersih dalam Mata Uang Asing (172.513 )

55
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA

Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan perusahaan anak melakukan transaksi dengan pihak-
pihak hubungan istimewa, yang terutama terdiri dari penjualan, penyediaan jasa dan sewa ruang yang
dilakukan atas dasar yang sama dengan pihak ketiga (arm’s length basis), dan uang muka antar
perusahaan.

Rincian akun dan transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut :
Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/
Kewajiban/Pendapatan dan
Jumlah Beban yang Bersangkutan

2005 2004 2005 2004


(Disajikan Kembali) (Disajikan Kembali)
Rp Rp % %

Kas dan setara kas


PT Bank Lippo Tbk 42.952 12.762 0,91 0,77

InvestasiJangkaPendek
PT Lippo Karawaci Tbk 71.981 - 1,53 -
PT Ciptadana Sekuritas 62.826 - 1,34 -
Indonesian Investment Fund Ltd. 19.350 - 0,41 -
PT Ciptadana Asset Management 7.912 - 0,17 -
PT Bank Lippo Tbk 734 534 0,02 0,03
Lain-lain 259 252 0,01 0,02

Jumlah 163.062 786 3,48 0,05

Piutang
Usaha
PT Bank Lippo Tbk 21.650 13.770 0,46 0,83
PT Link Net 14.829 11.834 0,32 0,72
PT Broadband Multimedia Tbk 9.960 10.043 0,21 0,61
PT Natrindo Telepon Seluler 4.430 4.318 0,09 0,26
Lain-lain 904 1.012 0,02 0,06

Sub Jumlah 51.773 40.977 1,10 2,48

Lain-lain 82 1.404 0,00 0,09

Jumlah 51.855 42.381 1,10 2,57

Piutang hubungan istimewa


PT Lippo Sekurities Tbk 20.951 - 0,45 -
Karyawan 9.008 - 0,19 -
PT Natrindo Telepon Selular 2.125 1.710 0,04 0,10
PT Sarana Karya Cemerlang 1.600 - 0,03 -
PT Inti Mitratama Abadi 1.035 978 0,02 0,06
Lain-lain 857 105 0,02 0,01
Jumlah 35.576 2.793 0,75 0,17

Investasi pada Perusahaan Asosiasi


PT Broadband Multimedia Tbk 47.617 39.429 1,01 2,39
PT Bintang Sidoraya 21.219 - 0,45 -
PT Matahari Leisure 11.318 - 0,24 -
PT Tason Mitra Prima 3.395 - 0,07 -
PT Sarana Karya Cemerlang 400 - 0,02 -
PT Matahari Putra Prima Tbk - 1.005.573 - 60,86
PT Multifiling Mitra Indonesia - 10.710 - 0,65
PT Natrindo Global Telekomunikasi - 9 - 0,00

Jumlah 83.949 1.055.721 1,79 63,90

56
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/


Kewajiban/Pendapatan dan
Jumlah Beban yang Bersangkutan

2005 2004 2005 2004


(Disajikan Kembali) (Disajikan Kembali)
Rp Rp % %

Investasi jangka panjang lainnya


Investasi pada:
BignoXX.com (CI) Limited 84.050 - 1,79 -
PT Aneka Tirta Nusa 13.737 - 0,29 -
PT Matahari Courts Tbk 4.251 - 0,09 -
PT Lippo Karawaci Tbk 1.620 1.500 0,03 0,09
PT Asianet Multimedia 507 507 0,01 0,03
PT Multipolar Telemedia 250 250 0,01 0,01
PT Lippo On Line 125 125 0,00 0,00
PT Natrindo Telepon Seluler - 7.757 - 0,47
PT Natrindo Kartu Panggil 0 0 0,00 0,00

Sub Jumlah 104.540 10.139 2,22 0,61

Uang Muka Investasi pada:


PT Air Pasifik Utama 34.975 - 0,75 -
PT Asianet Multimedia 27.943 27.943 0,59 1,69
PT Lippo On Line 124 124 0,00 0,01
PT Natrindo Telepon Seluler - 179 - 0,01

Sub Jumlah 63.042 28.246 1,34 1,71

Jumlah 167.582 38.385 3,56 2,32

Aktiva Tidak Lancar Lainnya


Uang Jaminan – Lainnya 385 15 0,01 0,00

Pinjaman Jangka Pendek


Fasilitas margin –
PT Ciptadana Sekuritas 15.300 - 3,3 -

Hutang
Usaha 373 793 0,01 0,05
Lain-lain 44 108 0,00 0,01

Jumlah 417 901 0,01 0,06

Beban masih harus dibayar


PT Multifiling Mitra Indonesia - 2.579 - 0,16
PT Satriajati Patria Luhur - 773 - 0,04

Jumlah - 3.352 - 0,20

Kewajiban lancar lainnya


Uang muka pelanggan
PT Broadband Multimedia Tbk 250 1.825 0,01 0,11
PT Matahari Putra Prima Tbk - 10.472 - 0,63
Lain-lain 2 88 0,00 0,01

Sub Jumlah 252 12.385 0,01 0,75

Pendapatan jasa diterima di muka


PT Bank Lippo Tbk 2.213 1.078 0,05 0,07
Lain-lain - 767 - 0,04

Sub Jumlah 2.213 1.845 0,05 0,11

Jumlah 2.465 14.230 0,06 0,86

57
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)

Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/


Kewajiban/Pendapatan dan
Jumlah Beban yang Bersangkutan

2005 2004 2005 2004


(Disajikan Kembali) (Disajikan Kembali)
Rp Rp % %

Hutang hubungan istimewa -


PT Bintang Sidoraya 1.702 - 0,04 -
Royalti – Avel Pty. Limited, Australia 1.093 - 0,02 -
Lain-lain 14 505 0,00 0,03

Jumlah 2.809 505 0,06 0,03

Surat Promes
Individu (PT Ciptadana Sekuritas,
pengelola) 59.114 - 1,26 -
PT Link Net 15.450 15.450 0,33 0,93
PT Satriajati Patria Luhur 2.100 2.100 0,04 0,13

Jumlah 76.664 17.550 1,63 1,07

Hutang jangka panjang lainnya -


PT Multifiling Mitra Indonesia - 572 - 0,03

Penjualan bersih, pendapatan jasa dan


usaha lainnya
PT Bank Lippo Tbk 24.842 13.802 1,70 9,37
Lain-lain 777 2.187 0,05 1,48

Jumlah 25.619 15.989 1,75 10,85

Beban pokok penjualan dan jasa -


PT Multifiling Mitra Indonesia - 100 - 0,08

Beban sewa
PT Matahari Putra Prima Tbk - 786 - 43,98
Lainnya 907 - 0,87 -

Jumlah 907 786 0,87 43,98

Beban Pemasaran
Avel Pty. Limited, Australia 2.019 - 6,01 -

Honorarium arsip manajemen 123 137 52,34 61,21

Beban telepon, faksimili dan benda pos 109 100 2,33 27,94

Beban asuransi 510 45 5,61 65,80

Penghasilan bunga
PT Ciptadana Sekuritas 3.154 - 21,21 -
Lain-lain 676 28 4,55 2,42

Jumlah 3.830 28 25,76 2,42

Beban bank 30 - 0,06 -

58
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)


Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/
Kewajiban/Pendapatan dan
Jumlah Beban yang Bersangkutan

2005 2004 2005 2004


(Disajikan Kembali) (Disajikan Kembali)
Rp Rp % %

Bagian laba (rugi) bersih perusahaan


asosiasi
PT Matahari Leisure (ML) 2.471 - 100,20 -
PT Broadband Multimedia Tbk (5 ) (112 ) (0,20) (5,67)
PT Matahari Putra Prima Tbk - (2.859 ) - (144,83)
PT Multifiling Mitra Indonesia - 1.073 - 54,35
PT Natrindo Global Telekomunikasi - (75 ) - (3,85)

Bersih 2.466 (1.973 ) 100,00 100.00

Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah sebagai
berikut :
Perusahaan Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi

PT AON Indonesia Afiliasi Beban asuransi

PT Aryaduta Hotels Tbk Afiliasi Penjualan

PT Asianet Multimedia Afiliasi Piutang usaha, uang muka antar perusahaan, investasi jangka panjang
lainnya dan penjualan

PT Asuransi AIG Lippo Life Afiliasi Piutang usaha, penjualan dan premi dana pensiun

PT Asuransi Jiwa Lippo Utama Afiliasi Penjualan

PT Avel Pty. Limited, Australia Afiliasi Hutang royalty dan pembayaran untuk beban promosi

PT Bintang Sidoraya Asosiasi Penyertaan saham dan hutang antar perusahaan

PT Bank Lippo Tbk Afiliasi Rekening koran, deposito berjangka, surat berharga, piutang usaha,
biaya dibayar di muka, uang jaminan, pinjaman bank, uang muka
pelanggan, beban masih harus dibayar, pendapatan jasa diterima di
muka, penjualan, honorarium arsip manajemen, penghasilan bunga,
dan beban bunga dan beban pendanaan lainnya

PT Broadband Multimedia Tbk Afiliasi Surat berharga, piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan,
investasi jangka panjang lainnya, uang muka pelanggan, penjualan,
beban telepon

PT Bukit Sentul Tbk Afiliasi Piutang usaha

PT Ciptadana Sekuritas Afiliasi Investasi pada dana yang dikelola, pembukaan rekening koran, piutang
usaha, uang muka pelanggan, honorarium arsip manajemen dan
penjualan

PT Ciptadana Asset Management Afiliasi Investasi reksa dana

Indonesian Investment Fund Ltd. Afiliasi Investasi reksa dana

PT Inti Mitratama Abadi Afiliasi Piutang usaha, uang muka antar perusahaan, penjualan dan
pendapatan lain-lain

PT Link Net Afiliasi Piutang usaha, biaya dibayar di muka, uang muka/pinjaman antar
perusahaan, perolehan aktiva tetap, surat promes, penjualan, beban
sewa, dan beban telepon

PT Lippo Cikarang Tbk Afiliasi Penjualan

PT Lippo E-Net Tbk Afiliasi Piutang usaha, pendapatan jasa diterima di muka dan penjualan

59
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)


Perusahaan Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi

PT Lippo General Insurance Tbk Afiliasi Piutang usaha, biaya dibayar di muka, pendapatan jasa diterima di
muka, penjualan dan beban asuransi

PT Lippo Karawaci Tbk Afiliasi Surat berharga, piutang usaha, investasi jangka panjang lainnya, uang
jaminan, pendapatan jasa diterima di muka dan penjualan

PT Lippo Land Development Tbk Afiliasi Surat berharga, perolehan investasi dalam properti, uang muka
pembelian aktiva tetap dan penjualan

PT Lippo On Line Afiliasi Piutang usaha dan investasi jangka panjang lainnya

PT Lippo Securities Tbk Afiliasi Surat berharga, piutang usaha, piutang antar perusahaan, pendapatan
jasa diterima di muka, penjualan dan honorarium arsip manajemen

PT Matahari Courts Tbk


(perusahaan asosiasi MPP) Asosiasi Penyertaan saham dan pendapatan bunga

PT Matahari Leisure Asosiasi Penyertaan saham dan uang jaminan

PT Matahari Putra Prima Tbk Asosiasi Surat berharga, piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan,
investasi pada perusahaan asosiasi, beban masih harus dibayar,
pendapatan jasa diterima di muka, penjualan, beban sewa, dan bagian
laba bersih perusahaan asosiasi

PT Multifiling Mitra Indonesia Asosiasi Piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi pada
perusahaan asosiasi, uang jaminan, beban masih harus dibayar,
hutang jangka panjang lainnya, penjualan, beban sewa, honorarium
arsip manajemen, beban alat tulis dan perlengkapan kantor dan bagian
laba bersih perusahaan asosiasi

PT Multimedia Netlink Afiliasi Piutang usaha dan penjualan

PT Multipolar Telemedia Afiliasi Uang muka/pinjaman antar perusahaan dan investasi jangka panjang
lainnya

PT Natrindo Global Telekomunikasi Asosiasi Piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi pada
perusahaan asosiasi, penjualan dan bagian rugi bersih perusahaan
asosiasi

PT Natrindo Kartu Panggil Afiliasi Piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi
jangka panjang lainnya, hutang usaha, penjualan, dan beban telepon,
faksimili dan benda pos

PT Natrindo Telepon Seluler Asosiasi Piutang usaha, uang mukapinjaman antar perusahaan, investasi jangka
panjang lainnya, uang muka pelanggan dan penjualan

PT Pacific Utama Tbk Afiliasi Penjualan

PT Satriajati Patria Luhur Afiliasi Perolehan aktiva tetap, surat promes, hutang jangka panjang lainnya,
dan beban bunga dan beban pendanaan lainnya

PT Tason Mitra Prima Asosiasi Penyertaan saham

PT Tirta Mandiri Sejahtera Asosiasi Investasi pada perusahaan asosiasi

AcrossAsia Ltd (d/h AcrossAsia


Multimedia Ltd.) Pemegang saham Uang muka antar perusahaan dan penjamin pinjaman bank
Perusahaan

Komisaris dan direktur Karyawan perusahaan Pinjaman karyawan, dan gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan

60
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA

a. Pada tanggal 18 Mei 1994, Perusahaan mengadakan perjanjian izin distribusi dengan BankVision
Software Ltd. (BV), Amerika Serikat, yang kemudian diubah dengan perjanjian tanggal
28 November 1997, dimana Perusahaan mendapat hak istimewa untuk menjual dan
mendistribusikan produk dengan merek dagang BV. Sebagaimana telah disetujui oleh kedua belah
pihak, Perusahaan membayar BV sebesar USD 250 dalam sekali pembayaran sebagai imbalan
untuk seluruh hak istimewa dan izin tersebut. Perjanjian yang telah diubah tersebut berlaku selama
99 tahun.

b. Pada tahun 1997, MPP, perusahaan anak, menandatangani sebuah perjanjian dengan PT
Permana Indoasri Nusantara (PIN), dimana PIN mendapat hak untuk memasarkan dan menyewa
ruangan toko MPP yang berlokasi di Serang, Sukabumi, Cianjur dan Karawang. Perjanjian ini
berlaku sampai tiga bulan setelah pembukaan mal di mana ruangan toko tersebut berada. Sampai
dengan 31 Maret 2005, hanya mal di Karawang yang telah dioperasikan.

c. Pada bulan Maret 2001, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa
dengan PT Citraciti Pacific untuk menyewa ruangan toko seluas 11.000 m2 di Pekanbaru. Periode
sewa adalah selama 20 tahun yang terbagi menjadi empat periode masing-masing 5 tahun, dan
dimulai 4 bulan setelah searah terima ruangan toko kepada MPP. Sebagaimana dipersyaratkan
dalam perjanjian sewa menyewa, MPP memberikan jaminan sewa sebesar Rp 3.795 dan uang
muka sebesar Rp 5.795, yang masing-masing disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar
Lainnya (Uang Jaminan) dan Uang Muka per 31 Maret 2005. Toko tersebut belum dibuka per 31
Maret 2005.

d. Pada tanggal 8 Maret 2001, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian lisensi dengan
IGA, Inc. (IGA), dimana IGA memberikan wewenang dan lisensi kepada MPP untuk menggunakan
merk dagang IGA (1) untuk mengidentifikasi MPP sebagai salah satu anggota IGA, (2) untuk
distribusi dan pemasaran produk dengan standar kualifikasi yang ditetapkan oleh IGA, hanya di
toko MPP, dan menyediakan pelayanan sesuai dengan sistem IGA pada toko tersebut, dan (3)
sehubungan dengan pengadaan dan pemberian label pada produk dengan standar kualitas yang
ditetapkan oleh IGA.

Pada tanggal yang sama, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa
dengan IGA untukmemperoleh pelayanan dan dukungan dari IGA, termasuk pengarahan dan
konsultasi, bantuan hubungan masyarakat internasional dan kehadiran pada peristiwa penting.

e. Pada bulan Juli 2001, MPP, perusahaan anak, menandatangi perjanjian sewa menyewa dengan
PT Benteng Teguh Perkasa untuk menyewa ruangan toko dengan luas 9.800 m2 untuk periode 20
tahun di Kramat Jati – Jakarta, dengan jumalh harga sewa sebesar Rp 75.100. Periode sewa
dimulai pada bulan November 2004. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa
menyewa, MPP memberikan uang muka. Saldo uang muka sewa per tanggal 31 Maret 2005
adalah sebesar Rp 23.581 dan disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar lainnya (Sewa
Jangka Panjang). Per 31 Maret 2005, MPP masih dalam proses negosiasi dengan pemilik
bangunan untuk mengubah masa sewa dari 20 tahun menjadi 11 tahun.

61
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA (lanjutan)

f. Pada bulan Juni 2002, MPP, perusahaan anak, menandatangani property agency agreement
dengan PT Dwimustika Mas (DM) selaku penerima hak (franchisee) dari Coldwell Banker USA,
untuk membantu MPP dalam melakukan studi kelayakan dan mengidentifikasi lokasi baru yang
berpotensi untuk pengembangan toko di masa yang akan datang.

Berdasarkan surat penawaran dari PT DM, pada bulan Desember 2002, MPP setuju untuk
membeli ruangan toko dengan luas 12.000 m2, berlokasi di Depok dengan harga beli sebesar
Rp 90.000. Pada bulan Februari 2004, MPP menandatangani perjanjian jual beli tambahan
ruangan toko seluas 1.045 m2 dengan harga beli sebesar Rp 9.405. Sebagaimana dipersyaratkan
dalam perjanjian jual beli atas pembelian tambahan ruangan toko tersebut, MPP memberikan
uang muka sebesar Rp 98.405, per 31 Maret 2005 disajikan sebagai bagian dari “Uang Muka
Pembelian Aktiva Tetap“. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka.

Berdasarkan surat penawaran dari PT DM, pada bulan Desember 2004, MPP setuju untuk
membeli ruangan toko dengan luas 19.400 m2, yang berlokasi di Jakarta dengan harga beli
sebesar Rp 206.150. Per 31 Maret 2005, MPP telah memberikan uang muka sebesar Rp 175.228
yang disajikan sebagai bagian dari “Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap“. Per 31 Maret 2005 toko
tersebut belum dibuka.

g. Pada tanggal 27 Desember 2002, MPP, perusahaan anak, menandatangani Management


Agreement dengan PT Matahari Graha Fantasi (MGF), perusahaan anak MPP, di mana MPP
setuju untuk memberikan jasa konsultasi manajemen kepada MGF. Sebagai kompensasinya, MPP
mendapat jasa manajemen tahunan, yang dihitung dengan persentase tertentu dari pendapatan
kotor MGF. Kesepakatan ini berlaku selama 12 tahun terhitung mulai 1 Januari 2003.

Pendapatan dan biaya manajemen sebesar Rp 859 untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31
Maret 2005 telah dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian.

h. Pada bulan Januari 2003, MGF, menandatangani Business System License Agreement dengan
Avel Pty. Limited, Australia (lisensor) di mana lisensor memberikan kepada MGF hak eksklusif
untuk menggunakan Timezone Business System di Indonesia. Sebagai kompensasinya, lisensor
mendapat royalti tahunan, yang dihitung dengan persentase tertentu dari pendapatan kotor MGF.
Kesepakatan ini berlaku selama 12 tahun terhitung mulai 1 Januari 2003.

Beban royalti dibebankan pada usaha periode berjalan sebagai bagian dari “Beban Penjualan“
(Pemasaran) sebesar Rp 2.019 untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005.

i. Pada bulan Februari 2003, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa
dengan PT Margamas Indah Development untuk menyewa ruangan toko sementara seluas 4.500
m2 dan ruangan toko permanen seluas 14.100 m2 di Makassar. Masa sewa ruangan toko
sementara adalah selama 11 tahun atau akan berakhir setelah pembangunan ruangan toko
permanen selesai. Periode sewa ruangan toko permanen adalah selama 11 tahun dimulai pada
hari pembukaan toko di ruangan permanen. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa,
MPP memberikan jaminan sewa dan uang muka sewa untuk ruangan toko sementara dan
permanen masing-masing sebesar Rp 1.000 dan Rp 7.900 yang disajikan sebagai bagian dari
Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) dan Uang Muka Sewa per 31 Maret 2005. Per 31
Maret 2005 toko permanen tersebut belum dibuka.

62
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA (lanjutan)

j. Pada tanggal 3 Juli 2003, MPP, perusahaan anak, mendapat fasilitas kredit modal kerja revolving
sebesar Rp250.000 dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas kredit tersedia sampai dengan
bulan Juli 2004 dan diperpanjang sampai dengan Juli 2005.

Pada tanggal 25 Juni 2004, MPP, perusahaan anak, mendapat fasilitas kredit modal kerja
revolving sebesar Rp100.000 dan fasilitas transaksi valuta asing berupa Pre Settlement of
Exposure on Foreign Exchange (PSE-FX)/Settlement Risk (SR) dengan jumlah maksimal PSE-FX
sebesar AS$400 dan jumlah maksimum SR sebesar AS$5.000 per hari dari PT Bank Danamon
Indonesia Tbk. Fasilitas kredit tersedia sampai dengan bulan Juni 2005

Pinjaman tersebut diatas dijamin dengan persediaan dengan nilai eceran minimal sebesar 110%
dari jumlah fasilitas dan bangunan tertentu. Fasilitas kredit dikenakan bunga dengan tingkat bunga
mengambang berkisar antara 10,94% sampai 12% per tahun. Berdasarkan perjanjian, MPP
diwajibkan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, antara lain seperti memelihara
rasio-rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2005, semua rasio-rasio keuangan tersebut
terpenuhi.

Per tanggal 31 Maret 2005, fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar Rp350.000 dan
AS$400.

k. Pada bulan Oktober 2003, MPP, perusahaan anak menandatangani perjanjian jual beli dengan
PT Pendopo Niaga untuk membeli ruangan toko dengan luas 11.000 m2 yang berlokasi di Malang
dengan harga beli sebesar Rp 99.585. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian jual beli,
MPP memberikan uang muka sebesar Rp 99.585, yang disajikan sebagai bagian dari “Uang
Muka Pembelian Aktiva Tetap” per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka.

l. Pada bulan Juni 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani “Open Book Master Logistic
Sevices Agreement“ dengan PT. Exel Indonesia (Exel), di mana Exel setuju untuk menyediakan
jasa logistik kepada MPP. MPP setuju untuk membayar kepada Exel semua biaya yang timbul
selama periode penyediaan jasa tersebut yang harus disetujui semua pihak. Di samping itu, MPP
akan membayar jasa manajemen dengan jumlah tertentu untuk tahun pertama. Perjanjian ini
berlaku efektif sejak tanggal 1 Juli 2004 dan berakhir tanggal 1 Juni 2009.

m. Pada bulan Juli 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan
PT Govindo Utama untuk menyewa ruangan toko seluas 7.008 m2 di Banjarmasin. Periode sewa
adalah 11 tahun terhitung sejak tanggal pembukaan toko. Sebagaimana dipersyaratkan dalam
perjanjian, MPP memberikan jaminan sewa sebesar Rp 630 yang disajikan sebagai bagian dari
Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) per 31 Maret 2005. Toko tersebut belum dibuka per 31
Maret 2005.

n. Pada bulan Agustus 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa
dengan PT Donindo Menara Utama untuk menyewa ruangan toko seluas 9.000 m2 di Banjarmasin.
Periode sewa adalah 11 tahun terhitung sejak tanggal pembukaan toko dan dapat diperpanjang.
Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa menyewa, MPP memberikan jaminan sewa
menyewa sebesar Rp 1.500 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang
Jaminan) per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum.

o. Pada bulan September 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa
dengan PT Santosa Mitra Kalindo untuk menyewa ruangan toko seluas 12.071 m2 di Pontianak.
Periode sewa adalah 11 tahun terhitung sejak tanggal pembukaan toko dan dapat diperpanjang.
Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa, MPP memberikan jaminan sewa sebesar Rp
1.300 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) per 31 Maret
2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka.
63
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA (lanjutan)

p. Pada bulan September 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian jual beli dengan
PT Unitech Prima Indah untuk membeli ruangan toko dengan luas 13.417 m2 yang berlokasi di
Medan, dengan harga beli sebesar Rp 112.466. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian jual
beli, MPP memberikan uang muka sebesar Rp 112.466 yang disajikan sebagai bagian dari Uang
Muka Pembelian Aktiva Tetap per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka.

q. Pada bulan Nopember 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian kerjasama
dengan Pemerintah Kota Malang untuk pembangunan kembali Pasar Besar Malang yang berlokasi
di Malang. MPP berkewajiban untuk membangun kembali toko yang sebelumnya terbakar di Pasar
Besar Malang. Sebagai kompensasinya, jangka waktu sewa MPP diperpanjang hingga tahun
2004.

34. INFORMASI SEGMEN

Segmen Primer

Perusahaan dan perusahaan anak mengklasifikasikan produk dan jasa mereka menjadi tiga segmen
usaha utama yaitu :
• Eceran dan Distribusi
• Teknologi Informatika,
• Administrasi Saham dan Jasa Lainnya, dan
• Lain-lain.

Informasi mengenai segmen primer yang berupa segmen usaha Perusahaan dan perusahaan anak
adalah sebagai berikut :
2005 2004
(Disajikan Kembali)

(i) Penjualan bersih, pendapatan jasa dan


usaha lainnya
Eceran dan Distribusi
Pihak Hubungan Istimewa - -
Pihak Ketiga 1.326.281 -
Antar Segmen - -
Sub Jumlah 1.326.281 -

Teknologi Informatika
Pihak Hubungan Istimewa 23.924 15.323
Pihak Ketiga 107.842 131.235
Antar Segmen 14.776 -
Sub Jumlah 146.542 146.558

64
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)


2005 2004
(Disajikan Kembali)

(i) Penjualan bersih, pendapatan jasa dan


usaha lainnya
Administrasi Saham dan Jasa Lainnya
Pihak Hubungan Istimewa 1.698 666
Pihak Ketiga 2.680 125
Antar Segmen 116 -

Sub Jumlah 4.494 791

Jumlah 1.477.317 147.349


Eliminasi (14.892) -

Bersih 1.462.425 147.349

(ii) Laba usaha


Eceran dan Distribusi 16.593 -
Teknologi Informatika 13.272 15.889
Administrasi Saham dan Jasa Lainnya 1.811 (243)

Bersih 31.676 15.646

(iii) Jumlah Aktiva

Eceran dan Distribusi – Bersih 3.871.514 -

Teknologi Informatika 1.855.502 1.675.245


Eliminasi di Dalam Segmen Teknologi
Informatika (73,696) (30,651)

Bersih 1.781.806 1.644.594

Administrasi Saham dan Jasa Lainnya – Bersih 64.983 41.823

Lain-lain 61.819 58.016


Eliminasi di dalam Segmen Lain-lain (2) (2)

Bersih 61.817 58.014

Sub Jumlah 5.780.120 1.744.431


Eliminasi (1.076.898) (92.142)

Bersih 4.703.222 1.652.289

65
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)


2005 2004
(Disajikan Kembali)

(iv) Jumlah kewajiban

Eceran dan Distribusi – Bersih 1.911.675 -

Teknologi Informatika 851.109 799.366


Eliminasi di dalam Segmen Teknologi
Informatika (21.850) (56.030)

Bersih 829.259 743.336

Administrasi Saham dan Jasa Lainnya – Bersih 16.911 21.236

Lain-lain – Bersih 86.641 96.447

Sub Jumlah 2.844.486 861.019


Eliminasi (120.292) (109.960)

Bersih 2.724.194 751.059

(v) Pengeluaran Modal


Eceran dan Distribusi 68.329 -
Teknologi Informatika 19.145 20.144
Administasi Saham dan Jasa Lainnya 323 2

Jumlah 87.797 20.146

(vi) Penyusutan dan Amortisasi


Eceran dan Distribusi 42.096 -
Teknologi Informatika 10.533 4.340
Administrasi Saham dan Jasa Lainnya 643 255

Jumlah 53.272 4.595

(vii) Bagian Laba (Rugi) Bersih Perusahaan


Asosiasi
Eceran dan Distribusi 2.471 -
Teknologi Informatika - (1.786)
Lain-lain (5) (187)
Bagian Laba (Rugi) Bersih Perusahaan
Asosiasi - Bersih 2.466 (1.973)

66
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)


2005 2004
(Disajikan Kembali)
(viii) Investasi pada Perusahaan Asosiasi yang
Dimiliki oleh Perusahaan dan Perusahaan
Anak yang Bergerak dalam Segmen :
Eceran dan Distribusi 36.332 -
Teknologi Informatika - 1.016.283
Lain-lain 47.617 39.438

Jumlah Investasi pada Perusahaan


Asosiasi 83.949 1.055.721

Segmen Sekunder

Informasi mengenai segment sekunder yang berupa segmen geografis Perusahaan dan perusahaan
anak adalah sebagai berikut:

2005 2004

Penjualan
Jabotabek
Eceran dan Distribusi 583.896 -
Teknologi Informasi 121.877 144.717
Administrasi dan Jasa Lainnya 4.359 752

Sub-jumlah 710.132 145.469

Luar Jabotabek
Eceran dan Distribusi 742.385 -
Teknologi Informasi 9.889 1.841
Administrasi dan Jasa Lainnya 19 39

Sub-jumlah 752.293 1.880

Jumlah 1.462.425 147.349

35. KONDISI PEREKONOMIAN DI INDONESIA

Kegiatan usaha Perusahaan dan Perusahaan Anak mungkin akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di
Indonesia di masa mendatang yang mungkin akan menyebabkan ketidakstabilan nilai tukar mata uang
dan secara negatif mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Perbaikan dan pemulihan ekonomi yang
berkelanjutan tergantung pada beberapa faktor seperti kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan
oleh pemerintah dan faktor lainnya, yang merupakan suatu tindakan yang berada di luar kendali
Perusahaan dan Perusahaan Anak.

67
PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004
(Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham)

37. PERISTIWA PENTING SETELAH TANGGAL NERACA

Pada tanggal 28 April 2005, Perusahaan telah menyampaikan dokumen Pernyataan Pendaftaran ke
BAPEPAM sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Terbatas III kepada Para Pemegang
Saham Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 2.339.710.000
Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 125 (dalam rupiah penuh) setiap saham yag
ditawarkan dengan harga Rp 125 (dalam rupiah penuh).

38. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang diselesaikan
pada tanggal 29 April 2005.

68