Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Arga Prawinata

NIM

: GAA 112 016

Jurusan : Sosiologi (A)


M.K

: Pengantar Sosiologi Perkotaan

Tema : Perbandingan ciri dan sifat masyarakat Kota Palangka Raya dengan Masyarakat Kota
Jakarta
Kota Palangka Raya merupakan sebuah ibu kota provinsi Kalimantan Tengah yang
didirikan pada tahun 1957. Jika dibandingkan dengan kota-kota besar yang ada di pulau jawa
kota Palangka Raya tergolong kota yang masih sangat muda. Tidak mengherankan jika
tingkat pertumbuhan penduduknya masih tergolong rendah, berdasarkan sensus penduduk
pada tahun 2010 kepadatan penduduk kota Palangka Raya ada sekitar 220.962 jiwa. Berbeda
dengan kota Jakarta, kota Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan juga merupakan pusat
perekonomian Indonesia. Dengan jumlah penduduk di atas sepuluh juta jiwa, kota ini di
anggap sebagai kota metropolitan terbesar di Asia Tenggara. Dengan melihat jumlah
kepadatan penduduk dan letak geografis kota Palangka Raya dan kota Jakarta, tentu kedua
masyarakat kota ini memiliki ciri dan sifat yang berbeda.
Perbandingan masyarakat kota Palangka Raya dengan masyarakat kota Jakarta dapat
di lihat dari kebudayaannya, tingkat solidaritas, lingkungan hidup, serta tingkah laku
masyarakatnya. Jika di lihat dari segi kebudayaannya masyarakat kota Palangka Raya lebih
menjunjung tinggi kebudayaannya, budaya leluhur masyarakat dayak sangat melekat
dikehidupan masyarakat kota Palangka Raya, hal ini terlihat jelas dari tatabicara, adat
istiadat, serta pakaian para pejabat yang sebagian menggunakan atribut khas masyarakat
dayak. Walaupun banyaknya pendatang di kota Palangka Raya dengan beragam budaya yang
di bawa oleh pendatang baru, seolah-olah tidak ada pengaruhnya bagi masyarakat kota
palangka Raya. Selain itu dari segi gaya hidup, tidak adanya persaingan mode diantara
masyarakatnya. Sedangkan masyarakat kota Jakarta, dengan tingkat pertumbuhan yang
begitu besar, banyaknya pendatang dari berbagai daerah membuat kebudayaan para betawi
menjadi semakin tidak terlihat. Yang terlihat dari masyarakat kota Jakarta hanyalah gaya
hidup yang terpengaruh oleh modernisasi.

Lebih mengutamakan kekerabatan diantara masyarakatnya, tentu tingkat solidaritas


masyarakat kota Palangka Raya masih tinggi. Hal ini dapat dilihat dari berbagai instansi serta
layanan publik, dengan berbicara bahasa dayak maka segala urusan akan menjadi lebih
mudah, karena dengan berbicara bahasa dayak maka kita sudah di anggap sebagai kerabat.
Sedangkan masyarakat kota Jakarta, tingkat solidaritas sangat jauh menurun karena sikap
yang cenderung lebih individualis lebih mementingkan kehidupan sendiri membuat nilai-nilai
kekerabatan semakin menurun.
Perkembangan kota Jakarta sebagai pusat pemerintah, industri, serta pusat
perekonomian, dibangunnya gedung-gedung pencakar langit, hotel dan apartemen serta pusat
perbelanjaan menjadikan lingkungan hidup masyarakat kota Jakarta terkesan lebih modern
dan lebih maju jika dibandingkan lingkungan hidup masyarakat kota Palangka Raya. Akan
tetapi dengan lingkungan hidup yang terkesan belum modern dan tertinggal menjadikan
masyarakat kota Palangka Raya mampu menjaga dan memelihara kebudayaan dari pengaruh
modernisasi.
Dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang masih rendah dan terkendali di kota
Palangka Raya menjadikan masyarakatnya mampu menjaga sikap, hal ini dapat di lihat dari
terbukanya masyarakat terhadap para pendatang. Serta mampu menjaga dan memelihara
kekerabatan diantara masyarakatnya. Berbeda dengan kota Jakarta, sebagai kota metropolitan
menjadikan sikap masyarakatnya lebih mementingkan diri sendiri atau individualis tidak
terlalu menghiraukan keadaan sekitar, tidak teralu peduli terhadap apa yang terjadi
dilingkungannya.
Jika dilihat dari segi daya saing memang masyarakat kota Palangka Raya juga
memiliki watak yang materialistis, akan tetapi hal ini belum terlalu mencolok di kehidupan
masyarakat kota Palangka Raya karena keterbukaan masyarakat dalam bergaul terhadap
sesamanya tidak mementingkan keadaan status sosial dan ekonominya. Akan tetapi
masyarakat kota Jakarta yang dengan lingkungan modern, watak materialistis sangat jelas
terlihat, karena pengelompokan masyarakat sikaya dan simiskin jelas terlihat. Kelompok
orang yang berada tentu tidak mudah dalam menerima dan bergaul kepada orang yang
ekonominya rendah.
Perbandingan ciri dan sifat masyarakat kota Palangka Raya dengan Masyarakat Kota
Jakarta berbeda jauh hal ini di sebabkan karena tingkat pertumbuhan penduduk di kota
Jakarta sangat besar dibandingkan kota Palangka Raya, hal ini tentu tidak lepas dari faktor

ekonomi di kota Jakarta yang begitu besar sehingga menyebabkan banyaknya masyarakat
dari berbagai daerah berdatangan ke kota Jakarta.

~~~***~~~