Anda di halaman 1dari 6

PAPER (BCC, FCC, HCP)

Di tunjukan sebagai bahan tugas Struktur & Sifat Material Teknik

Disusun Oleh:
Bayu Zulfikar
(111 25 1013)

JURUSAN TEKNIK MESIN

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI


WASTUKANCANA PURWAKARTA
2014 / 2015

A. PENGERTIAN
Istilah kristal memiliki makna yang sudah ditentukan dalam ilmu sifat material, dalam
kehidupan sehari-hari kristal merujuk pada benda padat yang menunjukkan bentuk geometri
tertentu, dan kerap kali sedap di mata. Berbagai bentuk kristal tersebut dapat ditemukan di
alam. Bentuk-bentuk kristal ini bergantung pada jenis ikatan molekuler antara atom-atom
untuk menentukan strukturnya, dan juga keadaan terciptanya kristal tersebut. Bunga salju,
intan, dan garam dapur adalah contoh-contoh kristal.
Kristal itu sendiri merupakan susunan atom yang beraturan dan berulang, yang bentuknya
dapat berupa kubik, tetragonal, orthorombik, heksagonal, monoklin, triklin dan trigonal.
Bentuk itu nantinya, tergantung dari proses downstream (pemurnian) yang dilakukan dan juga
spesifikasi produk yang diharapkan pasar. Kristal merupakan susunan atom yang teratur dan
membentuk pola yang berulang. Menurut Bravais, struktur Kristal dapat dikelompokkan
menjadi 14 macam, beberapa diantaranya sangat kompleks. Pada bahan logam hanya dikenal
3 jenis Kristal yaitu kubus pusat badan atau body-centre cubic (BCC), kubus pusat muka atau
face-centre cubic (FCC) dan hexagonal rapat atau hexagonal close-packed (HCP).
Material kristal adalah material padat dimana atom-atomnya tersusun dalam susunan
yang berulang dan periodik pada dimensi yang besar yaitu atom-atom berada pada kondisi
keteraturan jarak panjang. Untuk material non-kristal atau amorfus, keteraturan atom jarak
panjang tidak muncul.
1.1. Sistem Kristal
Jika dilihat dari geometri sel satuan, ditemukan bahwa kristal mempunyai tujuh
kombinasi geometri yang berbeda. Pada sebagian besar logam, struktur kristal yang dijumpai
adalah kubus pusat sisi, FCC (face-centered cubic), kubus pusat ruang, BCC (body-centered
cubic) dan tumpukan padat heksagonal, HCP (hexagonal close-packed). Beberapa logam, dan
juga non-logam, bisa mempunyai lebih dari satu struktur kristal, fenomena ini disebut
polimorfisme. Jika kondisi ini dijumpai pada bahan padat elemental maka disebut alotropi
1.2. Kerapatan Atom
Densitas atom dalam kisi kristal adalah kerapatan atom (jumlah atom) per volum (3D)
atau area (2D) unit sel.

Gambar 2.1 Tipe Sel Unit

Gambar 2.2 Densitas Atom


Kerapatan atom struktur kristal bisa dicari dengan persamaan:

pers (1)
dimana : n = jumlah atom yang terkait dengan sel satuan
A = berat atom
VC = volume sel satuan
NA = bilangan avogadro (6,023 x 1023 atom/mol)
1.3. Linear Density
Kerapatan linier yaitu setara dengan arah yang berkaitan dengan kepadatan linear atom
dengan arti lain memiliki kepadatan linear yang identik. Vektor arah diposisikan untuk
melewati pusat atom. Sebagian kecil dari panjang garis dipotong oleh atom, sama dengan
rapatan linear.
1.4. Planar Density
Bidang crystallographic yang searah memiliki kepadatan planar atom yang sama. Bidang
ini ditarik dan diposisikan untuk melewati pusat atom. Kerapatan planar adalah sebagian kecil
dari total bidang crystallographic yang diduduki oleh atom.
1.5. Body Center Cubic, BCC
Struktur kristal ini mempunyai atom di setiap sudut kubus ditambah sebuah atom didalam
kubus. Panjang sel satuan dirumuskan dengan:

pers (2)

1.6. Face Center Cubic, FCC

Gambar 2.1 Struktur BCC

2D repeat
1
unit
Planar Density
=
Struktur kristal ini termasuk kristal
a 2 kubus dimana terdapat atom disetiap sudut kubus
area
ditambah masing-masing satu buah atom di setiap permukaan/sisi
kubus. Sifat ini banyak dijumpai pada logam seperti tembaga,
2D repeat
aluminium, perak dan emas. Panjang sisi kubus a dan jari-jari
unit
atom R dihubungkan dengan persamaan:

Gambar 2.2 Struktur FCC


Fraksi volume bola padat di dalam sel satuan atau disebut faktor penumpukan atom, FP
dirumuskan:

Linear Density of Atoms LD =

Gam
b

it
un

ar 2
.2

at
pe
re

Stru
ktur
FCC

2D

Number of atoms
Unit length of direction vector
# atoms atom
s 2
3.5 nm 1
LD
2
a
a
e
length
ar

1.7. Hexagonal Closed Packed, HCP


Sel satuan jenis ini adalah jenis sel satuan heksagonal. Permukaan atas dan bawah sel
satuan terdiri dari enam atom yang membentuk heksagonal yang teratur dan mengelilingi
sebuah atom ditengah-tengahnya. Bidang lain yang mempunyai tiga atom tambahan pada sel
satuan terletak antara bidang atas dengan bidang bawah. Enam atom ekivalen dipunyai oleh
setiap sel satuan ini. Faktor penumpukan atom untuk sel satuan HCP adalah sama dengan sel
satuan FCC. Logam yang mempunyai struktur kristal ini antara lain: cadmium, magnesium,
titanium dan seng.

Gambar 2.3 a) sel satuan HCP digambarkan dengan bola padat kecil
b) sel satuan HCP yang berulang dalam padatan kristalin

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN


2.1. Tembaga mempunyai jari-jari atomik 0,1278 nm dan struktur logam fcc. Massa atom
adalah 63,5 g/mol. Hitung densitasnya!
Solusi :

2.2. Massa atomik kadmium adalah 112,4 sma, dan jari-jari rata-rata atomik dari logam hcp
ini adalah 0,156 nm.

a. Berapakah volume sel satuan?


b. Berapakah densitasnya?
Solusi :
a.

b.

2.3. Konstanta kisi untuk intan dengan struktur kubik adalah a= 0,357 nm, Tentukan:
a. Densitas linier dari titik kisi dalam arah []?
b. Berapa densitas linear atom?
Solusi :

Perhatikan gambar diatas. Letakkan titik asal di sudut kiri-bawah depan dari sel satuan.
Dari sini, arah [] menembus ke sudut atas-kanan belakang. Arah tersebut melalui pusat
atom karbon pada jarak seperempat diagonal ruang. Bedasarkan titik asal yang dialihkan,
jarak ulang adalah dari 0,0,0 ke 1,1,1 atau a3. Pada pergerakan di sepanjang garis ini
dijumpai dua atom untuk setiap langkah sejauh a3.

a.

b.