Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH GEOLOGI TEKNIK

(PENGUJIAN DILAPANGAN METODE GEOTEKNIK)

OLEH

: ANDI BAGUS SETIAWAN

NPM

: 1253010018

PROGDI

: T.SIPIL

DAFTAR ISI
Daftar Isi..............................................................................................................iii
Bab I
Pendahuluan...................................................................................1
Tujuan.............................................................................................1
Bab II
Pembahasan...................................................................................3
2. Peta Geologi dan Foto Udara................................................... 3
3. Metode Geofisik............................................................. .......... 3
3.1 Metode Seismik....................................................................3
3.2 Metode Geolistrik.................................................................4
4. Sumur Uji....................................................................................4
5. Pemboran dan pemberian contoh tanah...................................4
6. Pengambilan Contoh Tanah.......................................................5
7. Uji Penetrasi...............................................................................5
8. Uji Sondir....................................................................................6
Jenis Tanah Longsor........................................................................7

iii

BAB I
1. PENDAHULUAN
Untuk dapat melakukan analisis-analisis geoteknik (mekanika tanah dan teknik pondasi) yang
benar dan baik, sangat diperlukan data tanah bawah permukaan yang lengkap. Data-data
tersebut ada yang diperoleh langsung dari survey geoteknik lapangan, ada yang diperoleh dari
hasil uji laboratorium terhadap contoh-contoh tanah yang diambil dari bawah permukaan.
Kedalaman di bawah permukaan tanah dari mana data-data tersebut diperlukan dapat
beberapa meter bahkan puluhan meter di bawah permukaan tanah, sehingga dengan demikian
diperlukan survey lapangan yang mampu mendeteksi bahkan mengambil contoh-contoh
tanah, dan melakukan pengetesan di/dari kedalaman tersebut di atas. Survey lapangan
tersebut dapat berupa penggunaan dan interpretasi foto udara dan remote sensing, metode
geofisik, metode geolistrik, sumur uji (test pit) (dangkal), pemboran (boring)), dangkal
sampai dalam, uji penetrasi (uji sondir- cone penetration test CPT), uji penerasi baku
(standard penetration test SPT), uji vane shear test, dan lain-lain.
2. TUJUAN
Dalam pembangunan bangunan Teknik Sipil, seorang ahli geologi harus dapat memberikan
analisa geologi mengenai suatu tempat. Hal ini sangat penting, mengingat bangunan yang
akan dibangun pada suatu daerah harus memperhitungkan faktor daya dukung tanah, ataupun
aspek geologis lainnya (daerah gempa, daerah patahan, dan sebagainya). Secara umum
seorang ahli geologi dalam suatu proyek Teknik Sipil hendaknya dapat :
1. Menerangkan dengan tepat situasi teknik geologis
2. Menentukan sejauh mana bawah-tanah (underground) akan bereaksi terhadap suatu
bangunan.
Untuk dapat melakukan hal tersebut dibutuhkan adanya suatu Penyelidikan Geologi Teknik.
Dalam standar internasional (British) kita mengenal kode etik mengenai investigasi lapangan,
yakni BS 5930 : 1981 dimana di dalamnya berisi definisi serta aturan investigasi lapangan
(tujuan, cakupan, prosedur pengerjaan dan metode yang digunakan).
Suatu eksplorasi lapangan minimal haruslah mengikuti prosedur lapangan berikut :
a. Investigasi awal, dengan menggunakan informasi dan data yang ada.
b. Survey Geologi Lapangan secara mendetail
c. Mengaplikasi survey geologi tersebut sebagai gambaran permukaan suatu lapangan
d. Boring, Drilling dan Excavation untuk mendapatkan hasil secara detail pada suatu titik
e. Uji Tanah dan batuan, terutama mengenai sifat mekanisnya.

ii

Penyelidikan Geologi Teknik dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yakni :


- Penyelidikan Geologi Teknik Lapangan
- Penyelidikan Geologi Teknik Laboratorium
Penyelidikan Geologi Teknik Lapangan, Penyelidikan Geologi Lapangan (Site Investigation)
meliputi :
1. Penyelidikan di permukaan Survey permukaan sendiri meliputi 3 bagian, yakni :
a. Morfologi Morfologi merupakan survey permukaan yang mempelajari bentuk permukaan
bumi, dimana dibagi menjadi
- Topografi, mempelajari roman muka bumi daratan.
- Batimetri, mempelajari roman muka bumi lautan.
b. Hidrologi Hidrologi merupakan survey permukaan bumi yang mempelajari tentang aliran
air bumi dan juga siklus air. Dimana Survey Hidrologi meliputi :
- Perilaku Sungai (Terutama yang menyebabkan erosi),Perilaku sungai sendiri dibagi menjadi
3, yakni :
> Sungai berstadium muda
+ Pada stadium awal, sebuah aliran mempunyai danau-danau, air terjun, dan aliran yang deras
(rapids)
+ Setelah itu danau menghilang, namun air terjun dan aliran deras tetap ada membentuk
ngarai
> Sungai berstadium Dewasa
+ Timbul profil sungai yang halus, tanpa adanya aliran yang deras dan air terjun. Namun
muali muncul awal dataran aliran sungai (floodplain)
+ Timbul daerah dataran aliran sungai yang cukup lebar
+ Timbul daerah dataran aliran sungai yang cukup lebar
> Sungai berstadium Tua
+ Mempunyai datarn aliran sungai yang lebar, dan berliku-liku
- Debit Sungai. Debit sungai dibutuhkan untuk mengetahui kapasitas aliran sungai. Hal ini
sangat penting untuk perencanaan Pembnagkit Listrik, Bendungan, dsb. Alat untuk mengukur
debit sungai antara lain :Current Meter Alat Ukur Arus Thomson Weir
- Curah Hujan. Curah Hujan diperlukan untuk mengetahui data mengenai intensitas dan
jumlah hujan pada suatu daerah
c. Pemetaan Geologi dan Geologi Teknik Pemetaan Geologi dan Geologi Teknik
merupakan hasil daripada survey permukaan, yang dituangkan dalam gambaran 2 dimensi,
agar mudah dipahami mengenai kondisi suatu lingkungan. Peta Geologi ini nantinya
digunakan oleh para Insinyur Sipil dalam mendesain suatu bangunan dalam daerah tersebut.
Peta Geologi hendaknya menyajikan data sebagai berikut :
- Stratigrafi Struktur Geologi Sejarah Geologi
Selain itu peta geologi, dapat menyajikan data mengenai :
- Pemetaan gejala longsoran (zona tidak stabil)
- Penyebaran detail soil dan batuan singkapan dalam satuan batuan atau formasi
- Mata air (Panas atau Dingin)
- Rembesan (Seepage)
- Gejala Geologi lainnya

2
iii

iii

2. Survey Bawah Permukaan Survey bawah permukaan merupakan survey yang meliputi
beberapa hal berikut:
- Hand Boring
- Sondir (DCPT)
- Coring

BAB II

PEMBAHASAN
2. PETA GEOLOGI dan FOTO UDARA
Direktorat Geologi mempunyai dan menerbitkan peta geologi untuk hampir seluruh
Indonesia. Peta geologi permukaan dapat dipesan pada Direktorat Geologi untuk
daerah yang diperlukan. Pada peta tersebut ditunjukkan usia, nama batuan, dan
formasi batuan atau jenis tanah permukaan. Dari pengalaman, dapat diduga jenis
tanah di bawah permukaan dan bahkan kedalamannya secara garis besar.
Dalam peta geologi diperlihatkan juga lokasi sungai, jalan desa, dan jalan besar
sehingga sangat berguna untuk menentukan lokasi-lokasi survey sebelum topografi
dibuat yang sering dibuat bersamaan dengan survey geoteknik.
Dari foto udara yang biasanya dibuat overlapping kalau dilihat dan
diinterpretasikan dengan stereoskop dapat memperlihatkan relief tanah permukaan.
3. METODE GEOFISIK
Berbeda dengan pemboran, metode ini dapat mencakup area yang luas secara cepat
dan relatif murah. Metoda ini tepat sekali digunakan untuk memilih lokasi yang tepat
sebuah bendungan, terowongan, jalan raya, dan bangunan-bangunan besar lainnya.
Dapat juga digunakan untuk menentukan lokasi deposit material bangunan seperti
kerikil atau batu.
Metode geofisik ada 2 macam yaitu metode seismik dan metode geolistrik.
3.1 METODE SEISIMIK
Dalam metode ini, pada suatu titik yang direncanakan akan dibuat sebuah ledakan,
atau palu yang besar dipukulkan pada permukaan tanah dan waktu yang diperlukan
untuk gelombang akibat ledakan atau pukulan tadi mencapai beberapa Geophone
yang ditempatkan pada jarak-jarak yang berbeda-beda kemudian diukur. Sifat elastis
lapisan-lapisan tanah yang berbeda adalah berbeda pula dan atas dasar refraksi dan
refleksi gelombang melalui lapisan yang berbeda-beda sifat elastisitasnya ini akan
dapat dibuat profil lapisan-lapisan tanah di bawah permukaan.

3.2 METODE GEOLISTRIK (Resistivity Method)


Sebuah alat resistimeter diletakkan di tengah kabel-kabel penghubung yang
menghubungkan alat resistimeter dengan titik-titik duga dan pada jarak-jarak tertentu
ditanam sebuah elektroda untuk menyalurkan arus listrik ke dalam tanah. Arus listrik
yang disalurkan biasanya antara 150 600 Volt, tergantung dari kondisi tanah bawah
permukaan dalam menyalurkan arus listrik. Dari berbagai jarak yang berbeda-beda
diperoleh data-data mengenai harga-harga tahanan listrik dari tanah.
Atas dasar perbedaan dari konduktivity dan resistivity listrik dari lapisan-lapisan tanah
dari kedalaman-kedalaman yang berbeda-beda, yang diukur dari potensial dan
pengaliran arus listrik antar elektroda - elektroda tersebut di atas dari arus listrik yang
disalurkan dari sumber listrik yang dipakai (accu), dengan cara-cara analisis yang
baku dapat ditentukan pelapisan-pelapisan tanah bawah permukaan ke arah vertikal
maupun horizontal sampai kedalaman maksimum. 30 m. Dapat dipakai untuk
membuat prakiraan kasar jenis pondasi Dam atau struktur bangunan.
4. SUMUR UJI (Test Pit)
Biasanya sumur uji dimaksudkan untuk melihat secara langsung kondisi tanah di
lapangan: caranya denga menggali lubang yang cukup besar sehingga orang bisa
masuk sampai kedalaman air tanah atau sampai kedalaman 1 2 m saja, dapat juga
dilakukan dengan mesin seperti BackHoe dan Shovel. Dari pengamatan pada bidang
vertikal di dalam lubang dapat diidentifikasi jenis-jenis tanah, warna, bau, kedalamam
muka air tanah dan struktur umumnya dapat juga diambil contoh tanah asli dengan
memasukkan tabung sampler ke dalam tanah. Di dalam lubang dapat juga dilakukan
uji penetrasi dengan alat pocket penetrometer.
5. PEMBORAN dan PENGAMBILAN CONTOH TANAH
Pemboran tanah adalah pembuatan lubang ke dalam tanah dengan menggunakan alat
bor manual maupun alat bor mesin untuk tujuan sebagai berikut:
1) Mengindentifikasi jenis tanah sepanjang kedalaman bor
2) Untuk mengambil contoh tanah asli
3) Untuk melakukan uji SPT, Vane Shear Test, Pressumeter Test dll.

6. PENGAMBILAN CONTOH TANAH (Soil Sampling)


Ada dua jenis contoh tanah yang dikenal yaitu yang contoh tanah asli (tidak
terganggu) dan tidak asli (terganggu), tergantung dari cara pengambilannya. Contoh
tanah asli adalah contoh tanah yang struktur butiran dan kadar airnya sama dengan
struktur dan kadar air ditempat aslinya didalam tanah. Contoh tanah asli harus
mewakili dengan baik tanah dikedalaman tempat asalnya (representative sample).
Untuk mempertahankan kondisi tersebut pengambilan dan penyimpanannya
memerlukan teknik tertentu.
Uji laboratorium untuk memperoleh parameter-parameter kekuatan geser, konsolidasi
dan kompresibilitas dan untuk mengukur berat volumenya harus dilakukan terhadap
contoh tanah asli.
Contoh tanah asli diambil dari dalam lubang bor dari kedalaman yang direncanakan
atau dari kedalaman dimana terdapat perubahan jenis, karena warna, bau, kekerasan,
butiran dari tanah selama pengeboran. Biasanya, contoh tanah asli diambil dari setiap
perubahan kedalaman 2 s/d 3 meter, dan dari setiap ada perubahan jenis tanah, yang
dipantau selama pengeboran.
7. UJI PENETRASI (Penetration Test)
Uji penetrasi yang banyak digunakan adalah uji penetrasi baku (standart penetration
test). Uji penetrasi baku ini telah diatur menurut ASTM D-1586. Yang dimaksud
dengan N pada SPT adalah jumlah tumbukan yang diperlukan untuk memasukkan
tabung Split Spoon kedalam tanah sedalam 12 inchi disebut nilai N SPT.
Yang disebut tabung Split Spoon adalah tabung yang berdiameter 2 in dan diameter
dalam 1,5 in panjang 18 s/d 30 in yang dibelah menjadi dua bagian kearah
memanjangnya. Peralatan lainnya adalah palu pancang atau hammer yang beratnya
63,5 kg dan tinggi jatuhnya selama menunggu adalah 30 in.
Cara kerja SPT sebagai berikut :
- Lakukan pemboran sampai kedalaman dimana akan diuji SPT. Kemudian
bersihkan lubang bor dari tanah lepas.
- Pasang Split Spoon pada pipa bor, dan masukkan kedalam tanah hasil pengeboran
diatas.
- Pada bagian atas pipa bor, pasangkan hammer beserta bagian-bangian
pelengkapnya.
- Lakukan penumbukan, sehingga split spoon masuk (terpenetrasi) sedalam 3 x 6 in
dan hitung jumlah tumbukan untuk penetrasi pertama, kedua dan ketiga.
- Jumlah tumbukan untuk penetrasi 2 x 6 in, kedua dan ketiga disebut nilai N
(SPT).

8. UJI SONDIR (Cone Penetration Test-CPT)


Komponen utama dari uji sondir adaolah konus yang dimasukkan kedalam tanah
dengan cara ditekan. Tekanan pada ujung konus pada saat konus bergerak kebawah
karena ditekan dan tekanan geser pada dinding konus pada saat dinding konus
bergeser kebawah karena ditekan, diukur dan pada manometer diatas permukaan
tanah pada setiap kedalaman tertentu didalam tanah.
Uji sondir ini relatif murah dan cepat memberikan hasil dibanding dengan uji
geoteknik lapangan lainnya. Di Indonesia, uji sondir telah dikenal sejak tahun 1950an, dan di Indonesia pula konus Begemann pertama ditemukan oleh Prof. Begemann
yang saat itu adalah dosen di ITB.
Sampai sekarang ini hasil uji sondir dipakai untuk tujuan-tujuan seperti di bawah ini :
1). Evaluasi kondisi tanah bawah pemukaan di lapangan, atau stratigrafi (menduga
struktur lapisan tanah bawah permukaan), klasifikasi lapisan tanah (menduga jenisjenis tanah di bawah permukaan), kekuatan lapisan-lapisan tanah, kedalaman lapisan
keras dan lain-lain.
2). Menentukan lapisan tanah yang harus dibuang dan diganti dengan tanah yang
lebih baik lalu dipadatkan serta kontrol pemadatan.
3). Perencanaan fondasi, baik fondasi dangkal maupun tiang pancang dan perhitungan
settlement.
4). Perencanaan lereng dan timbunan dan lain-lain.
Keterbatasan uji sondir yang paling jelas adalah jika konus bertemu dengan butir batu
yang cukup besar atau pasir padat akan menunjukkan tekanan konus yang cukup besar
dan bahkan tidak dapat diteruskan, seolah-olah pada kedalaman tersebut terdapat
lapisan tanah keras atau pasir padat yang luas dan merata. Selain hal tersebut, kalau
dijumpai lapisan keras dan uji sondir menunjukkan tekanan yang besar, uji sondir
terhenti, dan dapat dikatakan bahwa pada kedalaman tersebut dijumpai lapisan keras;
tetapi tidak dapat memberi informasi berapa tebal lapisan tersebut; apa jenis batuan
lapisan keras tersebut; dan apakah di bawah lapisan keras tersebut terdapat lapisan
tanah yang terus keras atau ada lapisan lunak.

JENIS TANAH LONGSOR

Ada 6 jenis tanah longsor, yakni: longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok,runtuhan batu,
rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Jenis longsoran translasi dan rotasipaling banyak terjadi di
Indonesia. Sedangkan longsoran yang paling banyak memakan korban

1.

Longsoran Translasi

Longsoran translasi adalah bergeraknya


massa tanah dan batuan pada bidang
gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.

2.

Longsoran Rotasi

Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa


tanah dan batuan pada bidang gelincir
berbentuk cekung.

3.

Pergerakan Blok

Pergerakan blok adalah perpindahan batuan


yang bergerak pada bidang gelincir
berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga
longsoran translasi blok batu.

4.

Runtuhan Batu

Runtuhan batu terjadi ketika sejumlah besar


batuan atau material lain bergerak ke bawah
dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi
pada
lereng
yang
terjal
hingga
menggantung, terutama di daerah pantai.
Batu-batu besar yang jatuh dapat
menyebabkan kerusakan yang parah.

5.

Rayapan Tanah

Rayapan tanah adalah jenis tanah longsor


yang bergerak lambat. Jenis tanahnya
berupa butiran kasar dan halus. Jenis tanah
longsor ini hampir tidak dapat dikenali.
Setelah waktu yang cukup lama, longsor
jenis rayapan ini bisa menyebab-kan tiangtiang telepon, pohon, atau rumah miring ke
bawah.

6.

Aliran Bahan Rombakan


Jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa
tanah bergerak didorong oleh air. Kecepatan
aliran tergantung pada kemiringan lereng,
volume dan tekanan air, dan jenis
materialnya.
Gerakannya
terjadi
di
sepanjang lembah dan mampu mencapai
ratusan meter jauhnya. Di beberapa tempat
bisa sampai ribuan meter, seperti di daerah
aliran sungai di sekitar gunungapi. Aliran
tanah ini dapat menelan korban cukup
banyak.