Anda di halaman 1dari 107

PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK-ANAK DI YAYASAN PANTI ASUHAN RAPHA-EL SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN TAHUN 2009

S K R I P S I

Oleh : JARISTON HABEAHAN NIM: 041000107
Oleh :
JARISTON HABEAHAN
NIM: 041000107

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2009

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK-ANAK DI YAYASAN PANTI ASUHAN RAPHA-EL SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN TAHUN 2009

S K R I P S I

Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Oleh : JARISTON HABEAHAN
Diajukan sebagai salah satu syarat
Untuk memperoleh gelar
Sarjana Kesehatan Masyarakat
Oleh :
JARISTON HABEAHAN
NIM. 041000107

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2009

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi Dengan Judul :

PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK-ANAK DI YAYASAN PANTI ASUHAN RAPHA-EL SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN TAHUN 2009

Yang dipersiapkan dan dipertahankan oleh :

Ketua Penguji
Ketua Penguji

Ir. Evi Naria, M.Kes NIP. 132 049 787

JARISTON HABEAHAN NIM. 041000107

Tim Penguji Penguji I Penguji II Penguji III
Tim Penguji
Penguji I
Penguji II
Penguji III

Telah Diuji dan Dipertahankan Dihadapan Tim Penguji Skripsi Pada tanggal 3 Juli 2009 dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima

DR. Dra Irnawati Marsaulina, MS NIP. 132 089 428

dr. Taufik Ashar, MKM NIP. 132 303 367

Ir. Indra Chahaya, MSi NIP. 132 058 731

Medan, Juli 2009 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

Dekan

dr. Ria Masniari Lubis, MSi NIP. 131 124 053

i

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

ABSTRAK

Pembangunan kesehatan yang diarahkan pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat dilihat dari indikator derajat kesehatan dan target tahun 2010 yang telah menetapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan Kabupaten/Kota yaitu persentase rumah tangga yang berperilaku hidup bersih sehat sebesar 65 % dan persentase rumah sehat 80 %, persentase keluarga yang memiliki akses terhadap air bersih 85 % Penyakit yang muncul akibat rendahnya PHBS antara lain cacingan, diare, sakit gigi, sakit kulit, gizi buruk dan lain sebagainya, mengakibatkan rendahnya derajat kesehatan Indonesia dan rendahnya kualitas hidup sumber daya manusia. Hal ini mendasari peneliti melakukan penelitian ini untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan tentang PHBS untuk dijadikan sebagai acuan untuk melakukan intervensi permasalahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner yang diikuti wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El yang berusia 7 (tujuh) sampai dengan 14 tahun sebanyak 19 orang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebesar 94.7%, pengetahuan dengan kategori sedang 5.3%, sedangkan pengetahuan dengan kategori buruk tidak ada. Sikap dengan kategori baik sebesar 94.7%, sikap dengan kategori sedang 5.3%, sedangkan sikap dengan kategori buruk tidak ada. Tindakan dengan kategori baik sebesar 78.9%, tindakan dengan kategori sedang 21.1%, sedangkan tindakan yang dikategorikan buruk tidak ada. Fasilitas yang mendukung higiene PHBS di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar yang dikategorikan baik sebesar 73.7%, ketersediaan fasilitas yang mendukung higiene dengan kategori sedang 21.1%, sedangkan ketersediaan fasilitas yang mendukung higiene dengan kategori buruk sebesar 5.3%. Penyediaan Fasilitas sanitasi mengenai PHBS yang tidak memenuhi syarat di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar ada 5 komponen (18%) yaitu kepadatan hunian ruang tidur, jumlah kamar mandi, jumlah jamban, pengolahan sampah dan tempat khusus penampungan sampah. Responden yang memiliki keluhan kesehatan sebanyak 14 orang (73,7%), sedangkan responden yang tidak memiliki keluhan kesehatan sebanyak 5 orang

(26.3%).

Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan responden terhadap PHBS perlu diberikan informasi atau penyuluhan dan penyediaan fasilitas higiene dan sanitasi untuk mengurangi dampak buruk rendahnya PHBS.

dan sanitasi untuk mengurangi dampak buruk rendahnya PHBS. Kata Kunci: Pengetahuan Sikap Ti ndakan, anak-anak, Panti

Kata Kunci: Pengetahuan Sikap Tindakan, anak-anak, Panti Asuhan, PHBS

ii

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

ABSTRACT

Well-being development that aimed in Clean Alive Behaviour and Well (PHBS) society is seen from well-being degree Indicator and target year 2010 that decide Service Minimal Standard (SPM) regency/city well-being area that is household percentage PHBS as big as 65 % and house percentage wells 80 %, family percentage that has access towards clean water 85 % Disease that appear the low consequence PHBS among others suffer from intestinal worms, diarrhea, toothache, ill skin, bad nutrient and other as it, cause the low Indonesia well-being degree and the low human resource alive quality. This problem provide a basis for does this watchfulness to describes knowledge, attitude and children action level at Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan about PHBS to made as reference to do troubleshoot intervention. Method that used in this watchfulness that is uses question sheet that followed interview. Sample in this watchfulness entire childrens at Panti Asuhan Rapha-El aged 7 (seven) up to 14 year amount of 19 person. Watchfulness result shows that children at Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar has erudition with good category as big as 94.7%, erudition with category 5.3%, while erudition with bad category there is nothing. Attitude with good category as big as 94.7%, attitude with category 5.3%, while attitude with bad category there is nothing. Action with good category as big as 78.9%, action with category 21.1%, while action mengategorikan bad there is nothing. Facilities that supporting hygiene at Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar category good as big as 73.7%, facilities that supporting hygiene with category 21.1%, while facilities that supporting hygiene with bad category as big as 5.3%. Sanitation facilities availability hits PHBS doesn't up to standard at Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar there are 5 components (18%) that is cubicle dwelling density, bathroom total, lavatory(WC) total, refuse processing and refuse relocation special place. Respondent that has well-being complaint amount of 14 person (73,7%), while respondents doesn't has well-being complaint amount of 5 person (26.3%). Therefore, to increase knowledge, attitude and respondent action towards PHBS necessary given information or elucidation and facilities hygiene and sanitation available to decrease the low bad impact PHBS.

sanitation available to decrease the low bad impact PHBS. Keyword: Knowledge, attitude, acti on, children, Panti

Keyword: Knowledge, attitude, action, children, Panti Asuhan, PHBS.

iii

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

RIWAYAT HIDUP PENULIS

Nama

:

Jariston Habeahan

Tempat/Tanggal Lahir

:

Lumban Haro, 06 November 1984

Agama

:

Kristen Protestan

: Belum Menikah : 9 (sembilan) orang : Sitio-tio, Kabupaten Samosir : : SD Inpres
:
Belum Menikah
:
9 (sembilan) orang
:
Sitio-tio, Kabupaten Samosir
:
:
SD Inpres No.176388 Pagarbatu
:
SMPN 2 Harian Boho
:
SMUN 1 Pangururan
:
FKM USU Medan

Status Perkawinan

Jumlah Anggota Keluarga

Alamat Rumah

Lumban Haro, Desa Tamba Dolok, Kecamatan

Riwayat Pendidikan

1. Tahun 1991-1997

2. Tahun 1997-2000

3. Tahun 2000-2003

4. Tahun 2004-2009

Pengalaman Berorganisasi

:

1. Tahun 2004-Sekarang

:

Anggota GMKI FKM USU

2. Tahun 2005-2006

:

Pengurus Komisariat GMKI FKM USU Masa

Bakti

2005-2006

Pelayanan

iv

sebagai

Biro

Aksi

dan

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

2. Tahun 2006-2007

:

Pengurus Komisariat GMKI FKM USU Masa

 

Bakti

2006-2007

sebagai

Biro

Aksi

dan

Pelayanan

 

4. Tahun 2007-2008

:

Pengurus Komisariat GMKI FKM USU Masa

Bakti

2007-2008

sebagai

Ketua

GMKI

Komisariat FKM USU

: Pengurus Pemerintahan Mahasiswa periode 2006-2007 sebagai Komunikasi dan Informasi : : Anggota Pemantau
:
Pengurus
Pemerintahan
Mahasiswa
periode
2006-2007
sebagai
Komunikasi dan Informasi
:
:
Anggota
Pemantau
PILKADA
di
Hasundutan
:
Surveyor SURKESDA di Medan

5. Tahun 2006-2007

Pengalaman Bekerja

Tahun 2005

Tahun 2007

(PEMA)

Wasekjend

Humbang

v

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kasih-Nya

yang senantiasa berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi

dengan judul “Pengetahuan,

Sikap dan Tindakan

Perilaku Hidup Bersih dan

Sehat Anak-Anak di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan

setia membimbing penulis selama menjalani perkuliahan
setia
membimbing
penulis
selama
menjalani
perkuliahan

Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009”.

Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas

Sumatera Utara Medan.

Dalam penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari

berbagai pihak, baik secara moril maupun materil. Untuk itu pada kesempatan ini

penulis ingin menyampaikan ucapkan terimakasih kepada :

1. Ibu dr. Ria Masniari Lubis, M.Si selaku dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Sumatera Utara dan sebagai Dosen Wali/Penasehat Akademik yang

di

Fakultas

telah

Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

2.

Ibu

Dr. Dra. Irnawati Marsaulina, MS selaku Dosen Pembimbing

I yang telah

memberikan masukan-masukan dan saran-saran dalam penyusunan skripsi ini.

3. Bapak

dr.Taufik

Ashar,

MKM

selaku

Dosen

Pembimbing

II

yang

telah

memberikan masukan-masukan dan saran-saran dalam penyusunan skripsi ini.

4. Ibu Ir. Indra Chahaya, M.Si selaku Kepala Departemen Kesehatan Lingkungan

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

vi

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

5.

Bapak Pdt. Oslan Simangunsong, S.Th. S.Pd sebagai Pimpinan Panti Asuhan

Rapha-El Simalingkar

Medan yang telah memberikan izin dan kemudahan

kepada penulis untuk melakukan penelitian pengetahuan sikap dan tindakan

PHBS bersama anak-anak di Panti Asuhan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

Medan.

6. Dian sebagai Staf Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara di

Fakultas Kesehatan Masy arakat Universitas Sumatera Utara di bagian Kesehatan Lingkungan yang telah banyak membantu dan

bagian Kesehatan Lingkungan yang telah banyak membantu dan memberikan

kemudahan selama penyusunan skripsi ini

7. Seluruh Dosen serta Staf Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera

Utara yang telah memberi ilmu dan pengetahuan selama menjadi mahasiswa.

8. Orang tua yang terkasih dan saya sayangi bapak J. Habeahan dan ibu tercinta L.

Haro Munthe yang senantiasa memberikan dukungan dan doa serta dorongan

materi bagi penulis untuk senantiasa berbuat yang terbaik hingga selesainya

perkuliahan ini.

9. Abangku Maralas Tua Habeahan dan Arichi Pasaribu

yang telah banyak

memberikan motivasi dan materi kepada penulis.

10. Kakakku Sarmas Habeahan, Lasti Habeahan, Mendasa Habeahan dan Juga

Adekku Eska Habeahan, Masimantap Habeahan, Tuaranda Habeahan, Ropembina

Habeahan yang senantiasa memberikan dukungan doa dan dorongan materi bagi

penulis untuk senantiasa berbuat yang terbaik hingga selesainya perkuliahan ini.

11. Abang dan Kakakku : Suparlan Lingga, Jasmen Manurung, Bobok Simanjuntak,

Elliot Simanjutak, Manotar Ambarita, Harpen Simarmata, Melva Sihombing,

Tolopan Sitanggang, Thomas Damanik, Masrudi Turnip, Sudarta Harefa, Anton

vii

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Simalango, Erwin Barasa, Maafdi Saragih, Handoko Pasaribu, Leo Sitepu, Popoy

Ginting, terimakasih atas kebersamaan dan dukungan yang telah kalian berikan.

12. Rekan-rekan Stambuk 2004 : Junis Siahaan, Richi Simbolon, David Simbolon,

Rinto G.H Sinambela, Niel Bakara, Iwan Simamora, Mardin H Nadeak, Frengky

Tarigan,

Yesayas Sinaga, Doni Sinaga, Gibeon silitonga, Sudana, Rita Turnip,

Siska Silalahi Yunita Simanjuntak, dan semua teman-teman Stambuk 2004 yang

Simanullang, Indryani Sinaga, Lenni Saragih, sepeminatan Kesehatan Lingkungan : M.
Simanullang,
Indryani
Sinaga,
Lenni
Saragih,
sepeminatan
Kesehatan
Lingkungan
:
M.

tidak dapat saya sebut satu persatu. Terimakasih atas kebersamaan yang sudah

kita jalani bersama.

13. Sahabat saya : Sormelly Tamba, Jasmen Manurung, Leo Sitepu, Putri Helga,

Dahliana Simanullang, Bunga F. Sinaga, Richi Simmbolon dan Junisbon Sinaga,

untuk

Maryanti

terimakasih

kebersamaan yang memberi pengaruh baik dalam diri saya selama menjalani

perkuliahan ini.

14. Teman-teman

Al-Kautsar,

Nina

Deviana, Lia,

Jayanti, Lamriama, Hotlianti, Desma dan yang tidak dapat saya

sebut satu persatu. Terimakasih atas kekompakan dan kesamaan minat yang

sudah kita jalani bersama.

15. Adik-adikku : Nina Tarigan, Christina Napitupulu, Wilda Pratiwi sihombing,

Arito Silaban, Lafandi Sitompul, Horastua Sinurat, Febrinto Siahaan, Andre

Siregar, Daniel Tarigan, Indra Simanjuntak, Josia Simamora, Devi, Happy, Junita,

Fitri, Berto&Berta. Terimakasih atas persekutuan yang telah kita jalani bersama.

viii

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

16. Keluarga besar GMKI Cabang Medan, khususnya keluarga besar Komisariat

FKM USU, terimakasih atas kebersamaan dalam berkreatifitas dan berekspresi

yang telah kita jalani bersama.

17. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang

tidak dapat penulis tuliskan satu persatu.

Medan, 3 Juli 2009 Penulis,

penulis tuliskan satu persatu. Medan, 3 Juli 2009 Penulis, Jariston Habeahan ix Jariston Habeahan : Pengetahuan,

Jariston Habeahan

ix

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan Abstrak Riwayat Hidup Penulis Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Singkatan i
Halaman Pengesahan
Abstrak
Riwayat Hidup Penulis
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Singkatan
i
ii
iv
vi
x
xii
xiv
BAB I PENDAHULUAN
1
1.1
Latar Belakang
1
1.2.
Perumusan Masalah
4
1.3.
Tujuan Penelitian
4
1.3.1.
Tujuan
Umum
5
1.3.2.
Tujuan Khusus
5
1.4.
Manfaat Penelitian
5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
7
2.1. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
7
2.1.1.Cakupan Program PHBS
2.1.2.Perilaku Kesehatan Lingkungan
2.1.3.Manajemen PHBS
2.1.4.Indikator PHBS
7
9
12
13
2.2. Sasaran PHBS
19
2.2.1.
Kebersihan
Kulit
19
2.2.2.
Kebersihan
Rambut
19
2.2.3.
Kebersihan Gigi
20
2.2.4.
2.2.5.
2.2.7.
Kebersihan Tangan, kaki dan kuku
Kebiasaan Berolah Raga
Kebiasaan tidur yang cukup
Gizi dan Menu Seimbang
20
21
2.2.6.
22
22
2.3. Sarana dan Prasarana
23
2.4. Panti Asuhan
24
2.5. Kerangka Konsep
27
BAB III METODE PENELITIAN
28
3.1.
Jenis Penelitian
28
3.2.
Lokasi dan Waktu penelitian
28
3.2.1 Lokasi
28
3.2.2 Waktu Penelitian
28
3.2.
Populasi dan Sampel
28
3.3.1.Populasi
28
3.3.2.Sampel
28
3.4.
Metode Pengumpulan Data
29

x

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

3.5.

Definisi Operasional

29

3.6. Aspek Pengukuran

3.7. Analisa Data

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan

4.2. Karakteristik Responden

4.2.1.UmurResponden

4.2.2. Tingkat Pendidikan Responden

4.2.3. Jenis Kelamin Responden

Tingkat Pengetahuan Responden

Sikap Responden

4.3.

4.3.

4.4.

4.5.

4.6.

4.7.

Pengetahuan Sikap Tindakan Fasilitas yang Mendukung Higiene PHBS yang Tersedia Fasilitas Sanitasi PHBS yang Tersedia
Pengetahuan
Sikap
Tindakan
Fasilitas yang Mendukung Higiene PHBS yang Tersedia
Fasilitas Sanitasi PHBS yang Tersedia

Tindakan Responden

Fasilitas yang Mendukung Higiene PHBS di Panti Asuhan

Fasilitas sanitasi PHBS yang tersedia di Panti Asuhan

Keluhan kesehatan anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

BAB V PEMBAHASAN

5.1. Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Responden tentang PHBS

5.1.1.

5.1.2.

5.1.3.

5.2. Fasilitas yang Mendukung Higiene dan Sanitasi PHBS di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

5.2.1.

5.2.2.

5.3. Keluhan Kesehatan Responden di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

6.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

30

36

37

37

38

38

39

39

40

44

47

51

53

56

58

58

58

59

60

61

61

62

64

66

66

68

Lampiran I.

Kuesioner Penelitian

Lampiran II.

Master Tabel Hasil Penelitian

Lampiran III.

Surat Keterangan Telah selesai pengumpulan data dari Panti Asuhan

Lampiran IV.

Rapha-El Simalingkar Surat Permohonan Izin Peninjauan Tempat Penelitian

Lampiran V.

Keputusan Menteri Kesehatan RI No.829/Menkes/SK/VII/1989 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan

xi

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Distribusi responden berdasarkan umur responden di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar 38 Tabel 4.2.
Tabel 4.1.
Distribusi responden berdasarkan umur responden di Panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar
38
Tabel 4.2.
Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin di Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar
39
Tabel 4.3.
Distribusi responden berdasarkan pendidikan terakhir di Panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar
39
Tabel 4.4.
Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang PHBS di
Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
40
Tabel 4.5.
Distribusi pengetahuan responden tentang PHBS di Yayasan
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
42
Tabel 4.6.
Distribusi pengetahuan responden tentang PHBS berdasarkan
kelompok umur responden di Yayasan panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar
43
Tabel 4.7.
Distribusi sikap responden tentang PHBS di Yayasan panti
asuhan Rapha-El Simalingkar
44
Tabel 4.8.
Distribusi sikap responden tentang PHBS di Yayasan Panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar
45
Tabel 4.9. Distribusi sikap responden tentang PHBS berdasarkan
kelompok umur responden di Yayasan panti asuhan Rapha-El
Simalingkar
46
Tabel 4.10.
Distribusi responden berdasarkan tindakan tentang PHBS di
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
47
Tabel 4.11.
Distribusi Tindakan responden tentang PHBS di Yayasan di
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
50
Tabel 4.12.
Distribusi tindakan responden tentang perilaku hidup bersih dan
sehat berdasarkan kelompok umur responden di Yayasan panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar
50

xii

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Tabel 4.13. Distribusi responden tentang fasilitas yang mendukung higiene PHBS dengan wawancara di Panti Asuhan
Tabel 4.13.
Distribusi responden tentang fasilitas yang mendukung higiene
PHBS dengan wawancara di Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar
51
Tabel 4.14.
Distribusi responden tentang Fasilitas yang mendukung higiene
PHBS yang tersedia di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
52
Tabel 4.15. Distribusi responden tentang fasilitas yang mendukung higiene
responden berdasarkan kelompok umur di Yayasan Panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar
52
Tabel 4.16.
Distribusi Komponen observasi fasilitas sanitasi PHBS yang
tersedia di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
53
Tabel 4.17.
Distribusi responden tentang keluhan kesehatan anak-anak di
Panti Asuhan di Yayasan panti asuhan Rapha-El Simalingkar
56
Tabel 4.18.
Distribusi responden tentang keluhan kesehatan responden di
Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
57
Tabel 4.19. Distribusi responden tentang keluhan kesehatan responden
berdasarkan kelompok umur di Yayasan panti asuhan Rapha-El
Simalingkar
57

xiii

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

DAFTAR SINGKATAN

BAPPENAS = Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (National Development Planning Board)

DepKes RI

ESP

IPAL

JPKM

KLB

MCK

PHBS

RPJPK

SPAL

UKS

USAID

= Departemen Kesehatan Republik Indonesia = Environmental Services Program = Instalasi Pengaliran Air Limbah = Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat = Kejadian Luar Biasa = Mandi, Cuci dan Kakus (washing, laundry & toilet) = Perilaku Hidup Bersih dan Sehat = Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kesehatan = Saluran Pengaliran Air Limbah = Usaha Kesehatan Sekolah = United States Agency for International Development

= United States Agency for International Development xiv Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan

xiv

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

1.1 Latar Belakang

Perilaku

Hidup

BAB I PENDAHULUAN

Bersih

dan

Sehat

(PHBS)

adalah

wujud

keberdayaan

masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam PHBS, ada 5

program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana

melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Sesuai dengan indikator
melalui
pendekatan
pimpinan
(Advokasi),
bina
dan
pemberdayaan
masyarakat
(Empowerment).
Sesuai
dengan indikator sehat 2010,

Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM. Dengan demikian, upaya untuk meningkatkan

pengetahuan, sikap dan tindakan dalam

menciptakan suatu kondisi bagi kesehatan

perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat secara berkesinambungan. Upaya ini

(Social

dilaksanakan

suasana

Support)

Dengan

demikian

masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam

tatanan masing-masing, dan masyarakat dapat menerapkan cara-cara hidup sehat

dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Depkes, 2005).

bahwa keberhasilan pembangunan

kesehatan yang diarahkan pada PHBS masyarakat dilihat dari indikator derajat

kesehatan dan target tahun 2010 yang telah menetapkan Standar Pelayanan Minimal

(SPM) Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota yaitu persentase rumah tangga yang

berperilaku hidup bersih sehat sebesar 65 % dan Persentase Rumah Sehat 80 %,

persentase tempat-tempat umum sehat 80 %, persentase keluarga yang memiliki akses

terhadap air bersih 85 % (Depkes RI, 2007).

1

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

2

Adapun manfaat PHBS adalah terwujudnya

kesehatannya meningkat dan tidak mudah sakit serta

rumah tangga yang derajat

meningkatnya produktivitas

kerja setiap anggota keluarga yang tinggal dalam lingkungan sehat dalam rangka

mencegah timbulnya penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain, menanggulangi

penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain, meningkatkan derajat kesehatan, dan

memanfaatkan pelayanan kesehatan, serta mengembangkan dan menyelenggarakan

Demikian halnya
Demikian halnya

upaya kesehatan bersumber masyarakat (Depkes, 2006)

Penyakit yang muncul akibat rendahnya PHBS antara lain cacingan,

diare,

sakit gigi, sakit kulit, gizi buruk dan lain sebagainya yang pada akhirnya akan

mengakibatkan rendahnya derajat kesehatan indonesia dan rendahnya kualitas hidup

sumber daya manusia.

Gambaran kesehatan di Indonesia tahun 2004 yaitu persentase orang yang

merokok di Indonesia sebesar 35 %; persentase orang yang kurang yang aktivitas

fisik sebesar 72,9 %; persentase orang yang kurang serat sebesar 60 % (Depkes,

2007)

diare di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun yang

sering menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dan tetap mengakibatkan kematian dan

pada tahun 2006 terjadi lonjakan penderita KLB diare yaitu 10.980 orang penderita

dari 5051 penderita pada tahun 2005. Kecacingan juga masih menjadi permasalahan

di

Indonesia,

mengingat

kecacingan

dapat

menyebabkan

kehilangan

darah,

karbohidrat, protein sehingga berakibat pada terganggunganya perkembangan fisik,

kecerdasan dan produktifitas kerja. Prevalensi kecacingan pada anak SD di 27

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

3

provinsi pada tahun 2006 sebesar 32,6 % dari 28,4 % pada tahun 2005 (Depkes RI

2007)

Kondisi PHBS di Sumatera Utara dapat dilihat dari jumlah letusan KLB yang

ada di Sumut pada tahun 2006 merupakan KLB diare terbanyak setelah Nusa

Tenggara Timur (NTT)

dengan jumlah penderita di Sumatera Utara sebanyak 401

orang penderita (Depkes, 2007).

Sumatera Utara sebanyak 401 orang penderita (Depkes, 2007). Demikian halnya dengan status gizi bur uk pada

Demikian halnya dengan status gizi buruk pada anak-anak di Sumatera Utara

pada tahun 2003 yang tergolong sangat tinggi yaitu sebesar 12,35 % dan gizi kurang

18,59 %. Gizi kurang pada anak akan menghambat pertumbuhan dan kurangnya zat

tenaga dan kurang protein (zat pembangun) sehingga dalam cakupan PHBS perlu

diperhatikan menu yang seimbang khususnya pada anak-anak untuk pencapaian

Indonesia sehat 2010 (Adisasmito W., 2007)

Dalam hal pemerataan pembangunan yang berwawasan kesehatan tentunya

mencakup semua golongan masyarakat, baik kelompok anak-anak maupun kelompok

orang dewasa. Hal inilah yang menyebabkan perlu dilakukan penelitian, sejauh mana

dampak program

yang dicanangkan melalui Visi Sehat 2010. Hal ini dapat dilihat

dari ruang lingkup masyarakat kelompok anak-anak yaitu anak-anak di Yayasan Panti

Asuhan tentang pengetahuan, sikap dan tindakan tentang Perilaku Hidup Bersih dan

Sehat di lingkungan Panti Asuhan.

Panti Asuhan adalah sebuah wadah yang menampung anak-anak yatim piatu.

Di mana anak-anak yatim piatu (ataupun anak yang dititipkan orangtuanya karena

tidak mampu) biasanya tinggal, mendapatkan pendidikan, dan juga dibekali berbagai

keterampilan agar dapat berguna di kehidupannya nanti (Anonim, 2008).

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

4

Panti

Asuhan

dikelola

sebagai

tempat

pengasuhan

anak-anak

secara

berkelompok. Berbeda dengan anak-anak yang berada dalam tatanan rumah tangga

yang diasuh secara langsung oleh ibu rumah tangga (anggota rumah tangga).

Kurangnya pengasuhan anak-anak tentang perilaku hidup bersih dan sehat di Panti

Asuhan dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kecacingan dan diare serta

penyakit lainnya.

t seperti kecacingan dan diare serta penyakit lainnya. Hasil survei awal pada anak-ana k yang ada

Hasil survei awal pada anak-anak yang ada di Panti Asuhan Rapha-El

Simalingkar Kecamatan

Medan Tuntungan Kota Medan menunjukkan bahwa Panti

Asuhan ini masih tergolong sederhana, karena kurangnya fasilitas sanitasi sehingga

anak-anak di Panti Asuhan yang masih rentan terhadap penyakit berbahaya bagi

kesehatannya. Dengan demikian perlu diteliti bagaimana tingkat pengetahuan, sikap

dan tindakan anak-anak Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan

Tuntungan Kota Medan tentang PHBS untuk dijadikan sebagai salah satu acuan

untuk melakukan intervensi permasalahan.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai

berikut: “ Diketahuinya bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan

salah satu faktor kualitas hidup anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

Medan Tahun 2009”.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

5

1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap Perilaku

Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

Medan Tahun 2009

1.3.2. Tujuan Khusus

tindakan anak-anak mengenai PHBS yang
tindakan
anak-anak
mengenai
PHBS
yang

1. Mengetahui pengetahuan anak-anak mengenai PHBS yang berkaitan dengan

lingkungan di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan

2. Mengetahui sikap anak-anak mengenai PHBS yang berkaitan dengan lingkungan

di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan

3.

Mengetahui

berkaitan

dengan

lingkungan di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan

4. Mengetahui fasilitas yang mendukung higiene PHBS di Panti Asuhan Rapha-El

Simalingkar Medan

5. Mengetahui fasilitas sanitasi PHBS yang tersedia di Panti Asuhan Rapha-El

Simalingkar Medan

6. Mengetahui keluhan kesehatan anak-anak dalam sebulan terakhir di Panti Asuhan

Simalingkar Medan.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

6

1.4. Manfaat Penelitian

1. Sebagai bahan masukan bagi Pimpinan/pengasuh anak-anak di Panti Asuhan

Rapha-El Simalingkar Medan untuk menerapkan perilaku hidup bersih sehat agar

terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan rendahnya PHBS

2. Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya yang berhubungan dengan

PHBS

bagi pene liti selanjutnya yang berhubungan dengan PHBS 3. Sebagai tahap penerapan keilmuan penulis dalam

3. Sebagai tahap penerapan keilmuan penulis dalam melakukan penelitian pada

bidang kesehatan masyarakat yang diperoleh

selama mengikuti pendidikan di

FKM USU.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Program PHBS merupakan upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau

menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat,

dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi,

untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social
untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan
(Advokasi),
bina
suasana
(Social
Support)
dan
pemberdayaan
masyarakat
(Empowerment).
Dengan
demikian
masyarakat
dapat
mengenali
dan
mengatasi
masalahnya sendiri, dan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga,
memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Notoadmodjo S., 2007).
2.1.1. Cakupan Program PHBS
Mewujudkan PHBS di tiap tatanan; diperlukan pengelolaan manajemen
program PHBS melalui tahap pengkajian, perencanaan, penggerakan pelaksanaan
sampai dengan pemantauan dan penilaian serta kembali lagi ke proses pengkajian.
Proses yang demikian dapat digambarkan pada bagan berikut ini:
Gambar 2.1. Managemen Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Sumber: Depkes RI, 2002

7

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

8

Pengkajian dilakukan terhadap masalah kesehatan, yaitu masalah PHBS dan

sumber daya. Selanjutnya output pengkajian adalah pemetaan masalah PHBS yang

dilanjutkan dengan rumusan masalah perencanaan berbasis data, rumusan masalah

akan

menghasilkan

rumusan

tujuan,

rumusan

intervensi

dan

jadwal

kegiatan,

penggerakan pelaksanaan yang merupakan implementasi dari intervensi masalah

terpilih, di mana

penggerakannya dilakukan oleh petugas promosi kesehatan,

Program promosi kesehatan dikenal adanya model Model ini mengkaji masalah perilaku manusia dan
Program
promosi
kesehatan
dikenal
adanya
model
Model
ini
mengkaji
masalah
perilaku
manusia
dan

sedangkan pelaksanaannya bisa oleh petugas promosi kesehatan atau lintas program

dan lintas sektor terkait (Depkes RI, 2002)

Pemantauan dilakukan secara berkala dengan menggunakan format pertemuan

bulanan, sedangkan penilaian dilakukan pada enam bulan pertama atau akhir tahun

berjalan ( Depkes RI, 2002).

Dalam setiap tahapan manajemen tersebut, petugas promosi kesehatan tidak

mungkin bisa bekerja sendiri, tetapi harus melibatkan petugas lintas program dan

lintas sektor terkait terutama masyarakat itu sendiri (Depkes RI, 2002)

pengkajian

dan

penindaklanjutan (precede proceed model) yang diadaptasi dari konsep Lawrence

Green.

yang

faktor-faktor

mempengaruhinya,

serta

cara

menindaklanjutinya

dengan

cara

mengubah,

memelihara atau meningkatkan perilaku tersebut ke arah yang lebih positif.

Proses pengkajian mengikuti anak panah dari kanan ke kiri, sedang proses

penindaklanjutan dilakukan dari kiri ke kanan berikut ini :

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

9

Gambar 2.2. Bagan Pengkajian dan Penindaklanjutan Program PHBS

2.2. Bagan Pengkajian dan Penindaklanjutan Program PHBS Seseorang dapat merespon lingkungan, baik lingkungan
Seseorang dapat merespon lingkungan, baik lingkungan sosial budaya sehingga lingkungan tersebut tidak
Seseorang
dapat
merespon
lingkungan,
baik
lingkungan
sosial
budaya
sehingga
lingkungan
tersebut
tidak

Sumber: Depkes RI, 2002

2.1.2. Perilaku Kesehatan Lingkungan

fisik

maupun

lingkungan

mempengaruhi

kesehatannya. Dengan kata lain, bagaimana seseorang mengelola lingkungannya

sehingga tidak mengganggu kesehatan sendiri, keluarga atau masyarakat. Misalnya,

bagaimana mengelola pembuangan tinja, air minum, tempat pembuangan sampah,

pembuangan limbah dan sebagainya (Notoatmodjo, 2007)

Menurut Becker, (1979) yang dikutip oleh Notoatmodjo, (2007)

membuat

klasifikasi tentang perilaku hidup sehat ini yaitu sebagai berikut:

1. Makan dengan menu seimbang (appropriate diet). Menu seimbang disini dalam

arti kualitas (mengandung zat-zat yang diperlukan tubuh) dan kuantitas dalam arti

jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh (tidak kurang, tetapi juga

tidak lebih).

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

10

2. Olah raga yang teratur mencakup kualitas (gerakan) dan kuantitas dalam arti

frekuensi dan waktu yang digunakan untuk olah raga. Dengan sendirinya kedua

aspek ini akan tergantung dari usia, dan status kesehatan yang bersangkutan.

3. Tidak merokok. Merokok adalah kebiasaan jelek yang mengakibatkan berbagai

macam penyakit. Namun kenyataannya, kebiasaan merokok ini khususnya di

Indonesia

seolah

sudah

membudaya

hampir

50%

penduduk

Indonesia

usia

minum minuman keras dan narkoba. Kebiasaan penyesuaian dengan lingkungan modern, mengharuskan
minum
minuman
keras
dan
narkoba.
Kebiasaan
penyesuaian
dengan
lingkungan
modern,
mengharuskan

minum

dewasa merokok. Bahkan dari hasil penelitian, sekitar 15% remaja telah merokok.

miras

dan

4.

Tidak

mengkonsumsi NARKOBA (narkotik dan bahan-bahan berbahaya lainnya, juga

cenderung meningkat. Sekitar 1% penduduk Indonesia dewasa diperkirakan sudah

mempunyai kebiasaan minum keras.

5. Istirahat yang cukup. Dengan meningkatnya kebutuhan hidup akibat tuntutan

orang

untuk

akibat

bekerja keras dan berlebihan, sehingga waktu istirahat jadi berkurang. Hal ini juga

membahayakan kesehatan.

6. Mengendalikan stres. Stres akan terjadi pada siapa saja, lebih sebagai akibat

tuntutan hidup yang keras seperti diatas. Kecenderungan stres meningkat pada

setiap orang. Stres tidak dapat kita hindari, yang penting dijaga agar stres tidak

menyebabkan gangguan kesehatan.

Kita harus dapat mengendalikan stres atau

mengelola stres dengan kegiatan-kegiatan yang positip.

7. Perilaku atau gaya hidup

yang positip bagi kesehatan. Misalnya, tidak berganti-

ganti pasangan dalam hubungan seks, penyesuaian diri kita dengan lingkungan

dan sebagainya

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

11

Menurut Lawrence Green (1980) dalam Notoatmodjo S., (2007), ada 3 faktor

penyebab mengapa seseorang melakukan perilaku hidup bersih dan Sehat yaitu faktor

pemudah (predisposising factor), faktor pemungkin (enambling factor) dan faktor

penguat (reinforcing factor).

a. Faktor pemudah (predisposising factor), adalah faktor ini mencakup pengetahuan

dan sikap anak-anak terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Dimana faktor ini

memungkinkan suatu motivasi atau tindakan
memungkinkan
suatu
motivasi
atau
tindakan

terlaksana.

menjadi pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang menjadi dasar atau

motivasi bagi tindakannya akibat tradisi atau kebiasaan, kepercayaan, tingkat

pendidikan dan tingkat sosial ekonomi. Misalnya, pengetahuan, sikap, keyakinan

dan nilai yang dimiliki oleh seseorang yang tidak mau merokok karena melihat

kebiasaan dalam anggota keluarganya tidak ada satupun yang mau merokok.

b. Faktor pemungkin (enambling factor) adalah faktor pemicu terhadap perilaku

Faktor

ini

yang

mencakup ketersediaan sarana dan prasarana atau fasilitas kesehatan bagi anak-

anak, misalnya air bersih, tempat pembuangan sampah, jamban ketersediaan

makanan bergizi dan sebagainya. Fasilitas ini pada hakikatnya mendukung atau

memungkinkan terwujudnya perilaku hidup bersih dan sehat.

c. Faktor penguat (reinforcing factor), adalah faktor yang menentukan apakah

tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak. Faktor ini terwujud dalam

bentuk sikap dan perilaku pengasuh anak-anak atau orang tua yang merupakan

tokoh yang dipercaya atau dipanuti oleh anak-anak. Contoh pengasuh anak-anak

memberikan keteladanan dengan melakukan cuci tangan sebelum makan, atau

selalu minum air yang sudah dimasak. maka hal ini akan menjadi penguat untuk

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

12

perilaku hidup bersih dan sehat bagi anak-anak. Seperti halnya pada masyarakat

akan memerlukan acuan untuk berperilaku melalui peraturan-peraturan atau

undang-undang

baik

dari

pusat

maupun

pemerintah

daerah,

perilaku

tokoh

masyarakat, tokoh agama termasuk juga petugas kesehatan setempat.

2.1.3. Manajemen PHBS

juga petugas kesehatan setempat. 2.1.3. Manajemen PHBS Menurut Depkes RI (2002), manajeme n PHBS adalah penerapan

Menurut Depkes RI (2002), manajemen PHBS adalah penerapan keempat

proses manajemen pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindaklanjutan

berikut ini:

a. Kualitas hidup adalah sasaran utama yang ingin dicapai di bidang Pembangunan

sehingga kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat kesejahteraan. Diharapkan

semakin sejahtera maka kualitas hidup semakin tinggi. Kualitas hidup ini salah

satunya dipengaruhi oleh derajat kesehatan. Semakin tinggi derajat kesehatan

seseorang maka kualitas hidup juga semakin tinggi.

b. Derajat kesehatan adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam bidang kesehatan,

dimana dengan adanya derajat kesehatan akan tergambarkan masalah kesehatan

yang sedang dihadapi. Yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan

seseorang adalah faktor perilaku dan faktor lingkungan. Misalnya, seseorang

menderita diare karena minum air yang tidak dimasak, seseorang membuang

sampah sembarangan karena tidak adanya fasilitas tong sampah

c. Faktor

lingkungan

adalah

faktor

fisik,

biologis

dan

sosial

budaya

yang

langsung/tidak mempengaruhi derajat kesehatan.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

13

d.

Faktor perilaku dan gaya hidup adalah suatu faktor yang timbul karena adanva

aksi

dan

reaksi

seseorang

atau

organisme

terhadap

lingkungannya.

Faktor

perilaku akan terjadi apabila ada rangsangan, sedangkan gaya hidup merupakan

pola kebiasaan seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan karena jenis

pekerjaannya mengikuti trend yang berlaku dalam kelompok sebayanya, ataupun

hanya untuk meniru dari tokoh idolanya. Misalnya, seseorang yang mengidolakan

dari tokoh idolanya . Misalnya, seseorang yang mengidolakan aktor atau artis yang tidak merokok. Denga n

aktor atau artis yang tidak merokok. Dengan demikian suatu rangsangan tertentu

akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu (Depkes RI, 2002)

2.1.4. Indikator PHBS

Menurut Depkes RI (2002) menetapkan indikator yang ditetapkan pada

program PHBS berdasarkan area / wilayah, ada tiga bagian yaitu sebagai berikut:

I.

Indikator Nasional

Ditetapkan 3 indikator, yaitu:

a. Persentase penduduk tidak merokok.

b. Persentase penduduk yang memakan sayur-sayuran dan buah-buahan.

c. Persentase penduduk melakukan aktifitas fisik/olah raga.

Alasan dipilihnya ke tiga indikator tersebut berdasarkan issue global dan

regional, seperti merokok telah menjadi issue global, karena selain mengakibatkan

penyakit seperti jantung, kanker paru-paru juga berpotensi menjadi entry point untuk

narkoba. Pola makan yang buruk akan berakibat buruk pada semua golongan umur,

bila terjadi pada usia balita akan menjadikan generasi yang lemah/generasi yang

hilang dikemudian hari. Demikian juga bila terjadi pada ibu hamil akan melahirkan

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

14

bayi yang kurang sehat, bagi usia produktif akan mengakibatkan produktifitas

menurun. Kurang aktifitas fisik dan olah raga mengakibatkan metabolisme tubuh

terganggu, apabila berlangsung lama akan menyebabkan berbagai penyakit, seperti

jantung, paru-paru, dan lain-lain (Depkes RI, 2002)

II. Indikator Lokal Spesifik

Indikator nasional ditambah indikator lokal spesifik masing-masing daerah

ditambah indikator lokal spesifik masing-masing daerah sesuai dengan situasi dan kondisi daer ah. Dengan demikian

sesuai dengan situasi dan kondisi daerah. Dengan demikian Ada 16 indikator yang

dapat digunakan untuk mengukur perilaku sehat sebagai berikut :

1. lbu hamil memeriksakan kehamilannya.

2. Ibu melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan.

3. Pasangan usia subur (PUS ) memakai alat KB.

4. Balita ditimbang.

5. Penduduk sarapan pagi sebelum melakukan aktifitas.

6. Bayi di imunisasi lengkap.

7. Penduduk minum air bersih yang masak.

8. Penduduk menggunakan jamban sehat.

9. Penduduk mencuci tangan pakai sabun.

10. Penduduk menggosok gigi sebelum tidur.

11. Penduduk tidak menggunakan NAPZA.

12. Penduduk mempunyai Askes/ tabungan/ uang/ emas.

13. Penduduk

wanita

memeriksakan

kesehatan

(Pemeriksaan Payudara Sendiri).

secara

berkala

dan

SADARI

14. Penduduk memeriksakan kesehatan secara berkala untuk mengukur hipertensi.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

15

15. Penduduk wanita memeriksakan kesehatan secara berkala dengan Pap Smear.

16. Perilaku seksual dan indikator lain yang diperlukan sesuai prioritas masalah

kesehatan yang ada didaerah.

III. Indikator PHBS di setiap Tatanan

Indikator tatanan sehat terdiri dari indikator perilaku dan indikator lingkungan

di 5 (lima) tatanan, yaitu tatanan rumah tangga, tatanan tempat kerja, tatanan tempat

tatanan rumah ta ngga, tatanan tempat kerja, tatanan tempat umum, tatanan Sekolah, tatanan sarana kesehatan. 1.

umum, tatanan Sekolah, tatanan sarana kesehatan.

1. Indikator tatanan rumah tangga :

a. Perilaku :

1. Tidak merokok

2. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan

3. Imunisasi

4. Penimbangan balita

5. Gizi Keluarga/sarapan

6. Kepesertaan Askes/JPKM

7. Mencuci tangan pakai sabun

8. Menggosok gigi sebelum tidur

9. Olah Raga teratur

b. Lingkungan :

1. Ada jamban

2. Ada air bersih

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

16

3

. Ada tempat sampah

4.

Ada SPAL(Saluran Pengaliran Air Limbah)

5.

Ventilasi

6.

Kepadatan

7.

Lantai

2. Indikator tatanan tempat kerja :

Menggunakan alat pelindung Tidak merokok/ada kebijakan dilarang merokok . Olah raga yang teratur Bebas NAPZA
Menggunakan alat pelindung
Tidak merokok/ada kebijakan dilarang merokok
. Olah raga yang teratur
Bebas NAPZA
Kebersihan lingkungan kerja
Ada Asuransi Kesehatan

1. Ada jamban

2. Ada air bersih

3. Ada tempat sampah

a. Perilaku

1.

2.

3

4.

5.

6.

b. Lingkungan

4. Ada SPAL (Saluran Pengaliran Air Limbah)

5. Ventilasi

6. Pencahavaan

7. Ada K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja)

8. Ada kantin

9. Terbebas dari bahan berbahaya

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

17

10. Ada klinik

3.

Indikator tatanan tempat umum

a. Perilaku

b.

4.

a.

b.

1. Kebersihan jamban

2. Kebersihan lingkungan

Lingkungan

b. 1. Kebersihan jamban 2. Kebersihan lingkungan Lingkungan 1. Ada jamban 2. Ada air bersih 3

1. Ada jamban

2. Ada air bersih

3 . Ada tempat sampah

4. Ada SPAL(Saluran Pengaliran Air Limbah)

5. Ada K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja)

Indikator tatanan sekolah :

Perilaku

1. Kebersihan pribadi

2. Tidak merokok

3. Olah raga teratur

4. Tidak menggunakan NAPZA

Lingkungan

1. Ada jamban

2. Ada air bersih

3. Ada tempat sampah

4. Ada SPAL(Saluran Pengaliran Air Limbah)

5. Ventilasi

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

18

6. Kepadatan

7. Ada warung sehat

8. Ada UKS (usaha Kesehatan Sekolah)

9. Ada taman sekolah

5. Indikator tatanan sarana kesehatan

a. Perilaku

sekolah 5. Indikator tatanan sarana kesehatan a. Perilaku I. Tidak merokok 2. Kebersihan lingkungan 3. Kebersihan

I. Tidak merokok

2. Kebersihan lingkungan

3. Kebersihan kamar mandi

b. Lingkungan

1. Ada j amban

2. Ada air bersih

3. Ada tempat sampah

4. Ada SPAL(Saluran Pengaliran Air Limbah)

5. Ada IPAL(Saluran Pengaliran Air Limbah) rumah sakit

6. Ventilasi

7. Tempat cuci tangan

8. Ada pencegahan serangga

2.2. Sasaran PHBS

Dalam program PHBS ini diarahkan pada sasaran utama sasaran utama yaitu

PHBS Tatanan Rumah Tangga yaitu seluruh anggota keluarga yaitu Pasangan Usia

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

19

Subur(PUS), bumil, buteki, anak, remaja, lansia, dan pengasuh anak yang selanjutnya

diharapkan akan berkembang ke arah Desa/Kelurahan, Kecamatan/Puskesmas dan

Kabupaten/Kota sehat. (Depkes RI, 2006)

Menurut Tarigan M., (2004), sasaran PHBS pada anak-anak yang kurang baik

akan menimbulkan berbagai penyakit pada anak-anak antara lain yaitu diare, sakit

gigi, sakit kulit, cacingan. Dengan demikian untuk mengurangi prevalensi dampak

a. Mandi dua kali sehari b. Mandi pakai sabun c. Menjaga kebersihan pakaian d. Menjaga
a. Mandi dua kali sehari
b. Mandi pakai sabun
c. Menjaga kebersihan pakaian
d. Menjaga kebersihan lingkungan
Untuk

buruk tersebut, maka perlu diterapkan sasaran PHBS dengan memperhatikan hal-hal

sebagai berikut :

2.2.1. Kebersihan Kulit

Memelihara kebersihan kulit, harus memperhatikan kebiasaan berikut ini :

2.2.2. Kebersihan Rambut

selalu memelihara rambut dan kulit kepala dan kesan cantik serta

tidak berbau apek, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Memberhatikan kebersihan rambut dengan mencuci rambut sekurang-

kurangnnya dua kali seminggu

b. Mencuci rambut dengan shampo/bahan pencuci rambut lain

c. Sebaiknya menggunakan alat-alat pemeliharaan rambut sendiri (Irianto

K., 2007)

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

20

2.2.3. Kebersihan Gigi

Hal-hal

yang

perlu

diperhatikan

dalam

menjaga

kebersihan

gigi

adalah

sebagai berikut:

a. Menggosok gigi secara benar dan teratur dianjurkan setiap habis makan

b. Memakai sikat gigi sendiri

c. Menghindari makanan yang merusak gigi d. Membiasakan makan buah-buahan yang menyehatkan gigi e. Memeriksakan
c. Menghindari makanan yang merusak gigi
d. Membiasakan makan buah-buahan yang menyehatkan gigi
e. Memeriksakan gigi secara rutin (Irianto K., 2007)

Kebersihan Tangan, kaki dan kuku

2.2.4.

Kebersihan tangan berhubungan dengan penggunaan sabun dan cuci tangan

dengan menggunakan sabun. Pencucian tangan dengan sabun yang benar dan disaat

yang tepat memainkan peranan penting dalam mengurangi kemungkinan adanya

bakteri penyebab diare melekat pada tangan, tapi praktik cuci tangan harus dilakukan

dengan benar dan pada saat yang tepat. Waktu yang tepat untuk mencuci tangan

dengan sabun adalah ketika sebelum makan, sebelum memberi makan anak, sebelum

menyiapkan makanan, setelah buang air besar dan setelah membantu anak buang air

besar (ESP-USAID, 2006 dalam BAPPENAS, 2008).

Menurut

Siti

Khadijah

(2007),

kebersihan

kaki

sama

halnya

dengan

kebersihan tangan yaitu dalam kebersihannya harus menggunakan sabun sehingga

kulit kaki bersih dan bebas dari penyakit khususnya penyakit kulit.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

21

Kuku yang bersih menghindarkan kita dari berbagai penyakit dan juga secara

estetika akan lebih indah. Oleh karena itu kuku yang kotor dapat menyebabkan

penyakit tertentu antara lain :

1. Pada kuku sendiri

a. Cantengan

b. Jamur kuku

a. luka dan infeksi tempat garukan b. cacingan Menurut Odang, 1995 yang dikutip oleh a.
a. luka dan infeksi tempat garukan
b. cacingan
Menurut Odang, 1995 yang dikutip oleh
a. Membersihkan tangan sebelum makan
b. Memotong kuku secara teratur
c. Membersihkan lingkungan
d. Mencuci kaki sebelum tidur.

2. Pada tempat lain

Siti Khadijah, 2007 menyatakan

bahwa dalam menghindari penyakit akibat kuku yang kotor maka perlu diperhatikan

hal berikut :

2.2.5.

Kebiasaan Berolah Raga.

 

Olah raga yang teratur mencakup kualitas gerakan

dan kuantitas dalam arti

dan

frekuensi

yang

digunakan

untuk

berolah

raga.

Dengan

demikian

akan

menentukan

status

kesehatan

seseorang

khususnya

anak-anak

pada

masa

pertumbuhan (Notoatmodjo S., 2007).

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

22

Dorongan berolah

raga secara teratur dapat memelihara jantung, peredaran

darah dan frekuensi nadi. Macam-macam olah raga dapat kita lakukan antara lain

bersepeda, lari, berenang dan senam (Irianto, K., 2007)

2.2.6. Kebiasaan Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup diperlukan oleh tubuh kita untuk memulihkan tenaga.

cukup diperlukan oleh tubuh kita untuk memulihkan tenaga. Dengan tidur yang cukup, kemampuan dan keterampilan akan

Dengan tidur yang cukup, kemampuan dan keterampilan akan meningkat, sebab

susunan saraf serta tubuh terpelihara agar tetap segar dan sehat.

Tidur yang sehat merupakan kebutuhan penting yang dibutuhkan setiap hari.

Tidur yang sehat apabila lingkungan tempat tidur udaranya bersih, suasana tenang

dan cahaya lampu remang-remang (tidak silau) serta kondisi tubuh yang nyaman.

Misalnya, tungkai diletakkan agak tinggi agar memperlancar peredaran darah pada

anggota gerak bawah (Irianto K., 2007)

Tidur yang sehat harus memenuhi syarat kepadatan hunian ruang tidur yaitu

luas ruang tidur minimal 8 meter dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari 2 (dua)

orang tidur.(Depkes RI, 1989)

2.2.7. Gizi dan Menu Seimbang

Keadaan gizi setiap individu merupakan faktor yang amat penting karena zat

gizi zat kehidupan yang esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia

sepanjang hayatnya. Gizi seimbang adalah satu faktor percepatan pada pertumbuhan

sumber daya manusia yang sehat, cerdas, aktif dan produktif. Sebaliknya, kekurangan

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

23

gizi pada anak-anak akan mengakibatkan lemahnya kemampuan belajar, cepat lelah

dan sakit-sakitan (Hidayat Syarif, 1997 yang dikutip oleh Tarigan M., 2004)

Hal penting yang perlu diperhatikan pada gizi seimbang ini adalah makanan

yang beraneka ragam yang mengandung karbohidrat, lemak protein, vitamin, mineral

dan serat sesuai dengan proporsi yang memakan sayur-sayuran dan buah-buahan serta

pola makan yang teratur yaitu tiga kali sehari pada pagi, siang dan malam hari

yaitu tiga kali seha ri pada pagi, sia ng dan malam hari (Tarigan M., 2004) 2.3.

(Tarigan M., 2004)

2.3.

Sarana dan Prasarana PHBS

Salah satu faktor penting yang berpengaruh pada praktek PHBS adalah

fasilitas sanitasi yang tercermin dari akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi

dasar. Pada tahun 2002, persentasi rumah yang memiliki yang mempunyai akses

terhadap air yang layak untuk dikonsumsi baru mencapai 50%

dan akses rumah

tangga terhadap sanitasi dasar baru mencapai 63,5% (RPJPK, 2005 yang dikutip

Adisasmito W., 2008).

Fasilitas sanitasi merupakan sarana yang dipergunakan sebagai pendukung

perilaku kebersihan diri dalam tatanan rumah tangga dan lingkungannya. Fasilitas

sanitasi yang harus tersedia sebagai faktor pendukung untuk PHBS pada anak-anak

adalah sebagai berikut :

1. Air bersih

2. Sabun mandi

3. Sikat gigi

4. Pasta gigi

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

24

5. Gunting kuku

6. Tong sampah

7. Toilet

8. Kamar mandi

9. Lap pengering/handuk

10. Pembersih lantai

piatu. Di mana anak-anak yatim dan/atau piatu (ataupun orangtuanya karena tidak mampu) biasanya tinggal, dan
piatu.
Di
mana
anak-anak
yatim
dan/atau
piatu
(ataupun
orangtuanya
karena
tidak
mampu)
biasanya
tinggal,
dan
juga
dibekali
berbagai
keterampilan
agar
dapat
Adapun Panti Asuhan terdiri dari 3 (tiga ) macam yaitu :

11. Shampo (Pembersih rambut)

2.4. Panti Asuhan

Panti Asuhan adalah sebuah wadah yang menampung anak-anak yatim

anak

yang

dan/atau

dititipkan

mendapatkan

berguna

di

pendidikan,

kehidupannya nanti (Anonim, 2008).

a. Panti Asuhan yang

didirikan oleh masyarakat dan anggarannya disediakan oleh

masyarakat sendiri.

b. Panti Asuhan yang

didirikan oleh masyarakat tetapi anggaran operasionalnya

berasal dan dibantu oleh pemerintah dan organisasi lain.

c. Panti Asuhan yang didirikan dan dibiayai oleh pemerintah, baik pemerintah pusat

maupun pemerintah daerah yang digunakan pemerintah sebagai Unit Pelaksana

Teknis (UPT) dalam struktur Dinas Sosial kab/kota (Suyono H., 2007)

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

25

Menurut Bowlby dkk, (1994) dalam Anonim, (2008) menyatakan bahwa

perkembangan anak yang sehat secara fisik, psikologis, dan sosial membutuhkan

suatu hubungan yang harmonis antara tiga unsur pokok, yaitu:

1. Hubungan antara anak dengan anak

2. Hubungan antara anak dengan anggota keluarga

3. Hubungan antara anak dengan lingkungan sosialnya

perkembangan kepribadian dan penyesuaian sosial
perkembangan
kepribadian
dan
penyesuaian
sosial

Selain itu, Hurlock, (1995) dalam Anonim, (2008) laporan hasil penelitiannya

juga menyimpulkan bahwa Perawatan anak di Panti Asuhan ada persepsi yang tidak

baik, karena anak dipandang sebagai makhluk biologis bukan sebagai makhluk

psikologis dan makhluk sosial. Padahal selain pemenuhan kebutuhan fisiologis, anak

membutuhkan kasih sayang bagi perkembangan psikis yang sehat seperti halnya

vitamin dan protein bagi perkembangan biologisnya.

Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa jumlah anak-anak yang terlantar

semakin meningkat, sementara hanya sebagian kecil dari mereka (kira-kira 15%)

yang mampu ditampung di panti asuhan, baik swasta maupun pemerintah. Realitas

juga menunjukkan bahwa mereka yang beruntung (diasuh di panti asuhan) saja

yang

kurang

menunjukkan

memuaskan, dapat dibayangkan keadaan yang lebih memprihatinkan lagi pada anak-

anak terlantar yang belum terjangkau penanganan dari pihak yang berwenang.

Sementara masyarakat sering memberi cap negatif pada anak-anak di panti asuhan

tanpa melihat lebih jauh, mengapa atau bagaimana hal-hal negatif itu bisa terjadi.

Oleh karena itu, berdasarkan persepsi masyarakat dan pendapat beberapa ahli bahwa

dalam kehidupan di panti asuhan, anak-anak tidak mendapatkan lingkungan yang

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

26

sehat bagi perkembangannya, maka kita perlu mengetahui kebutuhan psikologis anak

di panti asuhan agar mereka mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan

kesehatan

yang mereka butuhkan, sehingga perkembangan fisiknya sejalan dengan

perkembangan psikologis dan sosialnya. Karena, perkembangan yang sehat dalam hal

perkembangan

fisik,

psikologis

dan

sosial

anak-anak

di

panti

asuhan

sangat

diperlukan agar mereka mampu hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat luas

mereka mampu hidup mandi ri di tengah-tengah masyarakat luas terutama setelah mereka harus melampaui pa sca

terutama setelah mereka harus melampaui pasca terminasi dimana harus keluar dari

lingkungan panti asuhan setelah mampu hidup mandiri/setamat SMU (Anonim,

2008).

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

27

2.5. Kerangka Konsep

Adapun kerangka konsep dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar

berikut ini:

Pengetahuan Anak-anak Mengenai PHBS

gambar berikut ini: Pengetahuan Anak-anak Mengenai PHBS Baik Sedang Buruk Sikap Anak-anak Mengenai PHBS Tindakan

Baik

Sedang

Buruk

Sikap Anak-anak Mengenai PHBS

Tindakan Anak-anak Mengenai PHBS

Fasilitas yang Mendukung Higiene PHBS

Fasilitas Sanitasi PHBS yang tersedia

Baik Sedang Buruk Baik Sedang Buruk Baik Sedang Buruk Baik
Baik
Sedang
Buruk
Baik
Sedang
Buruk
Baik
Sedang
Buruk
Baik
Buruk Baik Sedang Buruk Baik Sedang Buruk Baik Sedang Buruk Keluhan Kesehatan Ada Tidak ada Jariston

Sedang

Buruk

Keluhan Kesehatan

Baik Sedang Buruk Baik Sedang Buruk Keluhan Kesehatan Ada Tidak ada Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap

Ada

Tidak ada

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian

ini

BAB III METODE PENELITIAN

merupakan

penelitian

yang

bersifat

deskriptif

untuk

menggambarkan pengetahuan, sikap dan tindakan tentang Perilaku Hidup Bersih dan

Sehat (PHBS) pada Anak-anak.

Penelitian ini dilakukan pada April s/d Mei 2009.
Penelitian ini dilakukan pada April s/d Mei 2009.

3.2.

Lokasi dan Waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar, Kecamatan

Medan Tuntungan Kota Medan. Adapun alasan memilih lokasi karena di Panti

sikap dan

Asuhan ini belum pernah dilakukan penelitian mengenai pengetahuan,

tindakan anak-anak di Panti Asuhan tentang PHBS.

3.2.1 Waktu Penelitian

3.3.

Populasi dan Sampel

3.3.1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak-anak di Panti Asuhan

Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan yang berjumlah 29

orang.

3.3.2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak-anak di Panti Asuhan

Rapha-El yang berusia 7 (tujuh) sampai dengan 14 tahun sebanyak 19 orang. Adapun

responden dibagi menjadi 2 (dua) kelompok responden yaitu :

28

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

29

1. Kelompok anak-anak yang berusia 7(tujuh) s/d 9(sembilan) tahun atau kelompok

anak dengan pendidikan SD kelas I s/d anak dengan pendidikan SD KELAS III.

2. Kelompok anak-anak yang berusia 10 s/d 14 tahun atau kelompok anak dengan

pendidikan SD kelas IV s/d anak dengan pendidikan SMP KELAS I.

3.4. Metode Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
Data
yang
digunakan
dalam
penelitian
ini
adalah
data
anak-anak
di
Panti
Asuhan
Rapha-El
Simalingkar

primer

yang

diperoleh melalui pembagian kuesioner dan diikuti dengan wawancara langsung

dengan

Medan

Kecamatan

Tuntungan.

3.5. Definisi Operasional

1. Pengetahuan (knowledge) adalah hasil dari tahu dari anak-anak tentang PHBS,

yang terjadi setelah anak-anak memperoleh informasi PHBS.

2. Sikap (attitude) adalah reaksi atau respon yang masih tertutup dari anak-anak di

Panti Asuhan terhadap PHBS

3. Tindakan atau Praktek (Practice) adalah perbuatan nyata anak-anak di Panti

Asuhan tentang PHBS

4. Fasilitas yang mendukung higiene adalah alat yang digunakan anak-anak di Panti

Asuhan Rapha-EL sebagai pendukung untuk melakukan PHBS

5. Fasilitas sanitasi adalah alat pendukung yang tersedia bagi lingkungan yang sehat.

6. Keluhan kesehatan adalah penyakit yang pernah diderita anak-anak di Panti

Asuhan dalam sebulan terakhir terkait dengan rendahnya PHBS

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

30

3.6. Aspek Pengukuran

Dalam aspek pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat

pengetahuan sikap, tindakan tentang PHBS, dan kondisi fasilitas higiene dan sanitasi

PHBS yang tersedia serta keluhan kesehatan anak-anak di Panti Asuhan adalah

sebagai berikut:

I.

Pengetahuan

Adapun
Adapun

Pengetahuan ini dapat diukur dengan memberikan skor terhadap kuesioner

yang telah diberi bobot. Jumlah pertanyaan sebanyak 12 dan total skor sebanyak 36.

kriteria pertanyaan tingkat pengetahuan mempunyai tiga pilihan

dengan pemberian skor sebagai berikut :

A. Skor jawaban pertanyaan nomor 1 s/d 4 yaitu:

1. Jawaban a, dengan skor 3

2. Jawaban b, dengan skor 2

3. Jawaban c, dengan skor 1

B. Skor jawaban pertanyaan nomor 5 s/d 8 yaitu:

1. jawaban a, dengan skor 2

2. jawaban b, dengan skor 1

3. jawaban c, dengan skor 3

C. Skor jawaban pertanyaan nomor 9 s/d 12 yaitu:

1. jawaban a, dengan skor 1

2. jawaban b, dengan skor 3

3. jawaban c, dengan skor 2

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

31

Berdasarkan

kriteria

pemberian

dengan skala pengukuran sebagai berikut

skor,

pengetahuan

anak

dikategorikan

1. Baik, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor) >

(lebih dari) 27

atau memilih jawaban

yang memiliki

nilai (skor) > (lebih

dari) 75% dari total skor seluruh pertanyaan.

2. Sedang, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor)

40% s/d 75 % dari total skor seluruh pertanyaan. < (kurang dari) 14 atau memilih
40% s/d 75 % dari total skor seluruh pertanyaan.
< (kurang dari) 14 atau memilih jawaban
yang memiliki
(kurang dari) 40 % dari total skor seluruh pertanyaan.
Sikap

14 s/d 27 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) = (sama dengan)

3. Buruk, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor)

nilai (skor) <

II.

Sikap ini dapat diukur dengan memberikan skor terhadap kuesioner yang

telah diberi bobot. Jumlah pertanyaan sebanyak 12 dan total skor sebanyak 36.

Adapun kriteria pertanyaan tingkat sikap anak-anak mempunyai tiga pilihan

dengan pemberian skor sebagai berikut :

A. Skor jawaban pertanyaan nomor 1 s/d 6 yaitu:

1. Setuju, dengan skor 3

2. Ragu-ragu, dengan skor 2

3. Tidak setuju, dengan skor 1

B. Skor jawaban pertanyaan nomor 7 s/d 12 yaitu:

1. Setuju , dengan skor 1

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

32

2. Ragu-ragu, dengan skor 2

3. Tidak setuju, dengan skor 3

Berdasarkan kriteria pemberian skor, sikap anak-anak dikategorikan dengan

skala pengukuran sebagai berikut :

1. Baik, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor) >

(lebih dari) 27

atau memilih jawaban

yang memiliki

nilai (skor) > (lebih

dari) 75% dari total skor seluruh pertanyaan. 40% s/d 75 % dari total skor seluruh
dari) 75% dari total skor seluruh pertanyaan.
40% s/d 75 % dari total skor seluruh pertanyaan.
< (kurang dari) 14 atau memilih jawaban
yang memiliki
(kurang dari) 40 % dari total skor seluruh pertanyaan.
Tindakan (Practice)

2. Sedang, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor)

14 s/d 27 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) = (sama dengan)

3. Buruk, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor)

nilai (skor) <

III.

Tindakan ini dapat diukur dengan memberikan skor terhadap kuesioner yang

telah diberi bobot. Jumlah pertanyaan sebanyak 12 dan total skor sebanyak 36

Adapun

kriteria pertanyaan tingkat tindakan mempunyai tiga pilihan dengan

pemberian skor sebagai berikut :

A. Skor jawaban pertanyaan nomor 1 s/d 4 yaitu:

1. Jawaban a, dengan skor 3

2. Jawaban b, dengan skor 2

3. Jawaban c, dengan skor 1

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

33

B. Skor jawaban pertanyaan nomor 5 s/d 8 yaitu:

1. jawaban a, dengan skor 2

2. jawaban b, dengan skor 1

3. jawaban c, dengan skor 3

C. Skor jawaban pertanyaan nomor 9 s/d 12 yaitu:

1. jawaban a, dengan skor 1

(lebih dari) 27 atau memilih jawaban yang memiliki dari) 75% dari total skor seluruh pertanyaan.
(lebih dari) 27
atau memilih jawaban
yang memiliki
dari) 75% dari total skor seluruh pertanyaan.
40% s/d 75 % dari total skor seluruh pertanyaan.

2. jawaban b, dengan skor 3

3. jawaban c, dengan skor 2

Berdasarkan kriteria pemberian skor, tindakan anak-anak dikategorikan

dengan skala pengukuran sebagai berikut :

1. Baik, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor) >

nilai (skor) > (lebih

2. Sedang, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor)

14 s/d 27 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) = (sama dengan)

3. Buruk, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor)

< (kurang dari) 14 atau memilih jawaban

yang memiliki

nilai (skor) <

(kurang dari) 40 % dari total skor seluruh pertanyaan.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

34

IV. Fasilitas yang mendukung higiene PHBS yang tersedia di Panti Asuhan PHBS yang tersedia di Panti Asuhan diukur melalui kuesioner yang telah

diberi bobot. Jumlah pertanyaan sebanyak 6(enam) dan total skor sebanyak 6 (enam)

pertanyaan.

Dengan kriteria pertanyaan mempunyai dua pilihan :

1. Jawaban a (ya) = 1

2. Jawaban b (tidak) =0

Berdasarkan nilai (skor) PHBS yang tersedia di yang memiliki
Berdasarkan
nilai
(skor)
PHBS
yang
tersedia
di
yang memiliki

% dari total skor seluruh pertanyaan.

Panti

Asuhan

diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori yaitu :

a. Baik, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki

(lebih dari) 4 atau memilih jawaban

nilai (skor) >

nilai (skor) > (lebih dari)

75% dari total skor seluruh pertanyaan.

b. Sedang, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki

nilai (skor) 3

s/d 4 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) = (sama dengan) 40% s/d

75

nilai (skor) <

c. Buruk, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki

(kurang dari) 3 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) < (kurang dari)

40 % dari total skor seluruh pertanyaan.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

35

V. Komponen Observasi Fasilitas sanitasi PHBS yang tersedia di Panti Asuhan Fasilitas PHBS yang tersedia dilakukan melalui metode pengamatan/

observasi dengan memberikan skor terhadap lembar observasi yang telah diberi

bobot. Jumlah komponen observasi sebanyak 14 dan total skor sebanyak 14

Dengan kriteria komponen observasi mempunyai dua pilihan :

1.

2.

Memenuhi syarat (ya)= 1

Keluhan Kesehatan Anak-anak di Panti Asuhan pengamatan yang diikuti dengan wawancara pada
Keluhan Kesehatan Anak-anak di Panti Asuhan
pengamatan
yang
diikuti
dengan
wawancara
pada

Tidak memenuhi syarat (tidak) =0

VI.

Kondisi kesehatan anak-anak di Panti Asuhan ini dapat diukur dengan

dan

melakukan

anak-anak

memberikan skor terhadap kuesioner yang telah diberi bobot. Jumlah pertanyaan

sebanyak 4 dan total skor sebanyak 4

Dengan kriteria pertanyaan mempunyai dua pilihan :

3. Jawaban ya, dengan skor 1

4. Jawaban tidak, dengan skor 0

Berdasarkan kriteria pertanyaan diatas dapat diklasifikasikan menjadi 2

(dua) kategori yaitu :

1. Ada, jika hasil penjumlahan skor jawaban 1 (satu)

2. Tidak ada, jika hasil penjumlahan skor jawaban = 0

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

36

3.7. Analisa Data

Analisa data dilakukan analisis secara kuantitatif untuk menggambarkan

(mendeskripsikan) masing-masing variabel penelitan dengan menggunakan SPSS 16,

yang selanjutnya disajikan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi.

disajikan dengan mengguna kan tabel distribusi frekuensi. Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan

Panti Asuhan Rapha-El adalah yayasan yang berbadan hukum dari Menteri

Kehakiman dan Hak Azasi Manusia dengan No. Izin Dep.keh.C-749.HT.01.TH.2004

yang didirikan oleh Bapak Pdt. Oslan Simangunsong, STh. SPd. dan Pdt. M.

oleh Bapak Pdt. Os lan Simangunsong, STh. SPd. dan Pdt. M. Hutabarat (Alm) sejak tahun 2004.

Hutabarat (Alm) sejak tahun 2004.

Pada tahun 2003 Panti Asuhan ini berlokasi di Jl.Coklat 5 No. 27 Perumnas

Simalingkar dan jumlah anak-anak yang didik sebanyak lima orang. Setelah anak

yang dididik berjumlah 25 orang, kemudian didaftarkan ke Pemerintah Kota Medan

untuk menghimbau melakukan pemantauan demi kelayakan Panti Asuhan. Sejak

tahun 2004 s/d sekarang Panti Asuhan ini telah berada ke Jl. Rotan IX 4-6 Perumnas

Simalingkar Kec. Medan Tuntungan Medan.

Panti Asuhan ini merupakan yayasan yang didirikan oleh masyarakat sebagai

tempat anak-anak kurang mampu untuk didik sampai pada batas waktu tertentu, dan

anggaran operasionalnya berasal

dari masyarakat (pendirinya) serta adanya bantuan

tetap pada setiap bulannya oleh pemerintah sebagai donatur tetap dan berbagai

donatur tidak tetap lainnya seperti BANK BRI, pihak-pihak gereja dan lain-lain.

Bantuan dari pemerintah provinsi (TK I) sebesar Rp.1500/orang/hari yang

diserahkan setiap bulannya melalui dinas sosial. Demikian juga bantuan dari pusat

yaitu Departmen Sosial sebesar Rp.2500/orang/hari yang diserahkan setiap bulannya

melalui Dinas Sosial.

37

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

38

4.2. Karakteristik Responden

Untuk mengetahui karakteristik responden di Panti Asuhan maka dilakukan

pengumpulan data melalui kuesioner yang diikuti dengan wawancara pada anak-anak

di Panti Asuhan. Berikut hasil pengumpulan data mengenai karakteristik responden

yang terdiri dari umur responden, jenis kelamin responden dan tingkat pendidikan

responden.

4.2.1. Umur Responden Tabel 4.1. Distribusi responden berdasarkan umur responden di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
4.2.1. Umur Responden
Tabel 4.1. Distribusi responden berdasarkan umur responden di Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar
No
Umur Responden
Jumlah (n)
Persentase (%)
1
7
2
10.5
2
8
5
26.3
3
9
2
10.5
4
10
2
10.5
5
11
3
15.8
6
12
3
15.8
7
13
1
5.3
8
14
1
5.3
Total
19
100
Tabel 4.1. di atas menunjukkan bahwa umur responden yang
terbanyak
adalah umur 8 tahun sebanyak 5 orang (26.3%) dan paling sedikit yaitu umur 10, 13,

dan 14 masing-masing satu orang.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

39

4.2.2. Tingkat Pendidikan Responden

Tabel 4.2. Distribusi responden

berdasarkan tingkat pendidikan responden di

Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

No Tingkat Pendidikan Responden Jumlah (n) Persentase (%) 1 SD kelas 1 2 10.5 2
No
Tingkat Pendidikan Responden
Jumlah (n)
Persentase (%)
1 SD kelas 1
2
10.5
2 SD kelas 2
5
26.3
3 SD kelas 3
2
10.5
4 SD kelas 4
3
15.8
5 SD kelas 6
5
26.3
6 SMP kelas 1
2
10.5
Total
19
100
Tabel 4.2. di atas menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden yang
terbanyak adalah SD kelas II dan SD kelas VI masing-masing yaitu 5 orang (26.3%),
sedangkan paling sedikit yaitu SD kelas III yaitu 1 orang (5.3%).
4.2.3.
Jenis Kelamin Responden
Tabel 4.3. Distribusi Responden
Rapha-El Simalingkar
berdasarkan Jenis Kelamin di Panti Asuhan
No
Jenis Kelamin Responden
Jumlah (n)
Persentase (%)
1 laki-laki
11
57.9
2 Perempuan
8
42.1
Total
19
100
Tabel 4.3. di atas menunjukkan bahwa jenis kelamin responden yang terbanyak

adalah jenis kelamin laki-laki yaitu 11 orang (57,9%) dan perempuan yaitu 8 orang

(42.1%).

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

40

4.3. Tingkat Pengetahuan Responden

Untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden di Panti Asuhan tentang

PHBS maka dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang diikuti dengan

wawancara. Berikut ini adalah hasil pengumpulan data terhadap responden di Panti

Asuhan tentang tingkat pengetahuan tentang PHBS dalam tabel distribusi di bawah

ini :

Tabel 4.4. Distribusi Responden berdasarkan Pengetahuan tentang PHBS di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar NO
Tabel 4.4. Distribusi Responden
berdasarkan Pengetahuan tentang PHBS di
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
NO
Pengetahuan
Jumlah
Persentase
1
Alasan cuci tangan pakai sabun
a.
agar kuman dan kotoran terbuang dari kulit
19
100
b.
agar tubuh menjadi wangi
-
-
c.
tidak tahu
-
-
2
Frekuensi mandi dalam sehari
a.
2 kali sehari
19
100
b.
Satu kali dalam sehari
-
-
c.
Tidak tahu
-
-
3
Alasan gosok gigi
a.
agar gigi dan mulut bersih dan
sehat
15
78.9
b.
agar mulut dan nafas tidak bau
4
21.1
c.
tidak tahu
-
-
4
Frekuensi gosok gigi yang baik sehari
a. 2 kali
18
94.7
b. 1 kali
1
5.3
c. tidak tahu
-
-
5
Waktu kapan cuci tangan pakai sabun
a.
setelah makan
2
10.5
b.
tidak tahu
7
36.8
c.
sebelum makan dan setelah BAB dan BAK
10
52.6
6
Penyebab kuku panjang dan kotor pada kecacingan
a. karena kuku panjang susah dibersihkan
2
10.5
b. tidak tahu
-
-
c. kuku panjang mengandung telur
17
89.5
7
Penyebab sakit perut
a. karena tidak cuci tangan sebelum makan
13
68.4
b. tidak tahu
-
-
c. makan makanan yang mengandung kuman
6
31.6
8
Pengetahuan tentang gizi seimbang
a. makanan yang menyebabkan kenyang
2
10.5
b. tidak tahu
-
-
c. makanan beraneka ragam mengandung karbohidrat, lemak,
protein
17
89.5

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

41

Tabel 4.4 lanjutan 9 Jamban/toilet yang sehat a. tidak tahu - - b. jamban leher
Tabel 4.4 lanjutan
9
Jamban/toilet yang sehat
a. tidak tahu
-
-
b. jamban
leher
angsa,
tersedia
air
bersih,
sabun,
lap
pengering
10
52.6
c.
jamban yang tidak menimbulkan bau-bauan
9
47.4
10
Tempat buang sampah yang baik
a.
tidak tahu
-
-
b.
di tong sampah
16
84.2
c.
di sungai
3
15.8
11
Alasan kebersihan rambut perlu dijaga
a.
tidak tahu
-
-
b.
agar rambut dan kulit kepala bersih dan sehat
14
73.7
c.
agar tidak ada kutu di kepala
5
26.3
12
Alasan perlu tidur
a . tidak tahu
1
5.3
b.
agar pertumbuhan anak dengan baik dan memulihkan tenaga
kembali
c.
agar tidak ngantuk
6
31.6
Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa seluruh (100%) responden mengetahui
alasan cuci tangan pakai sabun yaitu agar kuman dan kotoran terbuang dari kulit serta
frekuensi mandi satu hari yaitu dua kali sehari
Pengetahuan responden tentang alasan gosok gigi,
jawaban terbanyak yaitu
agar gigi dan mulut bersih dan sehat sebesar 78.9%, sedangkan yang memiliki alasan
agar mulut dan nafas tidak bau sebesar 21.1 %. Demikian juga pengetahuan tentang
frekuensi gosok gigi yang baik, jawaban terbanyak yaitu 2 kali sehari sebesar 94.7%
Pengetahuan
responden
tentang
waktu
kapan
cuci
tangan
pakai
sabun,

jawaban terbanyak yaitu sebelum makan dan setelah BAB dan BAK sebesar 52.6%,

sedangkan yang menjawab tidak tahu sebesar 10,5%.

Pengetahuan responden tentang penyebab sakit perut, jawaban responden

terbanyak yaitu karena tidak cuci tangan sebelum makan sebesar 68.4%, sedangkan

yang menjawab karena makan makanan yang mengandung kuman 31.6%.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

42

Pengetahuan responden tentang jamban/toilet yang sehat, responden yang

menjawab jamban dengan bentuk leher angsa, tersedia air bersih, sabun dan lap

pengering sebesar 52.6%, sedangkan yang menjawab jamban sehat adalah jamban

yang tidak menimbulkan bau-bauan sebesar 47.4%.

Pengetahuan

responden

tentang

alasan

kebersihan

rambut

perlu

dijaga,

jawaban terbanyak yaitu agar rambut dan kulit kepala bersih dan sehat sebesar 73.7%,

No Pengetahuan tentang PHBS Jumlah Persentase (n) (%) 1 Baik 18 94.7 2 Sedang 1
No
Pengetahuan tentang PHBS
Jumlah
Persentase
(n)
(%)
1
Baik
18
94.7
2
Sedang
1
5.3
3
Buruk
-
-
Total
19
100

sedangkan yang menjawab agar tidak ada kutu di kepala sebesar 26.3%.

Pengetahuan responden tentang alasan perlunya tidur, jawaban terbanyak

yaitu agar pertumbuhan baik dan memulihkan tenaga kembali 63.2%, sedangkan

responden yang menjawab tidak tahu sebesar 5.3 %.

Tabel 4.5. Distribusi Pengetahuan Responden tentang PHBS di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

Tabel 4.5 diatas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden tentang PHBS di

Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar yang paling banyak yaitu pengetahuan

dengan kategori baik sebesar 94.7%, sedangkan pengetahuan yang buruk tidak ada.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

43

Tabel 4.6. Distribusi Pengetahuan Responden tentang PHBS berdasarkan Kelompok Umur Responden di Yayasan panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

 

Kelompok

 

Tingkat Pengetahuan

 

Total

No

Baik

Sedang

Buruk

Jumlah

%

umur

n

%

 

n %

n

%

1

7-9 tahun

9

100

 

- -

-

-

9

100

2

10-14

9

90

 

1 10

-

-

10

100

tahun

 

Total

18

94.7

 

1 5.3

0

0

19

100

Total 18 94.7   1 5.3 0 0 19 100 Tabel 4.6 diatas menunkukkan bahwa seluruh

Tabel 4.6 diatas menunkukkan bahwa seluruh (100%) responden kelompok

umur responden 7-9 tahun di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar memiliki

tingkat pengetahuan dengan kategori baik, sedangkan kelompok umur 10-14 tahun

memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebesar 94.7%.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

44

4.3. Sikap Responden

Untuk mengetahui sikap responden di Panti Asuhan tentang PHBS maka

dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang diikuti dengan wawancara.

Berikut ini adalah hasil pengumpulan data tentang sikap responden tentang PHBS di

Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

Tabel 4.7. Distribusi Sikap Responden tentang PHBS di Yayasan panti asuhan Rapha-El Simalingkar

Setuju Ragu-ragu Tidak setuju No Sikap tentang PHBS Jumlah Persen Jumlah Persen Jumlah Persen (n)
Setuju
Ragu-ragu
Tidak setuju
No
Sikap tentang PHBS
Jumlah
Persen
Jumlah
Persen
Jumlah
Persen
(n)
(%)
(n)
(%)
(n)
(%)
1
makan sayur dan buah-
buahan setiap hari
16
84.2
2
10.5
1
5.3
2
kuku
harus
bersih
dan
18
94.7
1
5.3
-
-
pendek
3
cuci
tangan
sebelum
18
94.7
1
5.3
-
-
makan
4
cuci tangan pakai sabun
setelah buang air besar
dan buang air kecil
19
100
-
-
-
-
5
mandi harus pakai sabun
mandi
18
94.7
1
5.3
6
cuci
rambut
sebaiknya
19
100
-
-
-
-
pakai shampo
7
baju
yang
kita
pakai
diganti sekali dalam satu
12
63.2
5
26.3
2
10.5
hari
8
sampah jangan di tumpuk
di pekarangan rumah
16
84.2
-
-
3
15.8
9
anak-anak
baiknya
tidur
lebih
atau
sama
dengan
13
68.3
4
21.1
2
10.5
dari
delapan
jam
setiap
hari
10
kegiatan
olah
raga
meningkatkan kebugaran
16
84.2
-
-
3 15.8
tubuh
11
tidak
boleh
merokok
18
94.7
-
-
1 5.3
dalam ruangan
12
menggosok gigi dua kali
sehari
15
78.9
3
15.8
1 5.3

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

45

Tabel 4.7 diatas dapat dilihat bahwa responden yang setuju bahwa sampah

tidak boleh di tumpuk di pekarangan rumah sebesar 84.2%, sedangkan responden

yang setuju sampah ditumpuk di pekarangan rumah hanya 15.8%.

Responden yang setuju bahwa anak-anak baiknya tidur lebih atau sama

dengan dari delapan jam setiap hari sebesar 68.3%, sedangkan responden yang tidak

setuju dengan lamanya tidur yang sehat bagi anak-anak selama 8 (delapan) jam hanya

5.3%. Responden yang setuju bahwa kegiatan olah raga dapat meningkatkan kebugaran tubuh sebesar 84.2%, sedangkan
5.3%.
Responden
yang
setuju
bahwa
kegiatan
olah
raga
dapat
meningkatkan
kebugaran tubuh sebesar 84.2%, sedangkan responden yang tidak setuju dengan olah
raga dapat meningkatkan kebugaran tubuh hanya 15.8%.
Tabel 4.8. Distribusi sikap responden tentang PHBS di Yayasan Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar
No
Sikap tentang PHBS
Jumlah (n)
Persen (%)
1
Baik
18
94.7
2
Sedang
1
5.3
3
Buruk
-
-
Total
19
100
Tabel 4.8 diatas dapat dilihat bahwa sikap responden
tentang PHBS di
Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar yaitu memiliki sikap dengan kategori

baik sebesar 94.7%, sedangkan sikap dengan kategori buruk tidak ada.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

46

Tabel 4.9. Distribusi sikap responden

tentang PHBS berdasarkan kelompok

umur responden di Yayasan panti asuhan Rapha-El Simalingkar

 

Kelompok

 

Sikap

 

Total

No

Baik

Sedang

Buruk

Jumlah

%

umur

n

%

n

%

n

%

1

7-9 tahun

8

88.9

1

11.1

-

-

9

100

2

10-14

10

100

-

-

-

-

10

100

tahun

 

Total

18

94.7

1

5.3

-

-

19

100

Tabel 4.9. diatas dapat dilihat bahwa sikap kelompok umur responden 7-9

diatas dapat dilihat bahwa sikap kelompok umur responden 7-9 tahun tentang PHBS di Yayasan Panti Asuhan

tahun tentang PHBS di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar memiliki sikap

dengan kategori baik sebesar 88.9%, sedangkan sikap responden kelompok umur 10-

14 tahun memiliki sikap dengan kategori baik sebesar 100%.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

47

4.4. Tindakan Responden

Untuk mengetahui tindakan responden di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

tentang PHBS maka dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang diikuti

dengan wawancara. Berikut ini adalah hasil pengumpulan data mengenai tindakan

responden tentang PHBS di Panti Asuhan.

Tabel 4.10.

Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan tentang PHBS di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

Tindakan Responden Jumlah Persen (n) (%) 1 Tempat Membuang Sampah a. ditempat sampah yang tersedia
Tindakan Responden
Jumlah
Persen
(n)
(%)
1
Tempat Membuang Sampah
a.
ditempat sampah yang tersedia
16
84.2
b.
kadang-kadang ditempat sampah
3
15.8
c.
di sembarangan tempat
-
-
2
Frekuensi Mandi dalam Sehari
a.
dua kali
19
100
b.
kadang satu kali dan kadang dua kali
-
-
c.
satu kali
-
-
3
Cuci tangan pakai sabun
a. selalu
11
57.9
b. kadang-kadang
8
42.1
c. jarang
-
-
4
Frekuensi gosok gigi dalam sehari
a. dua kali
19
100
b. satu kali
-
-
c. tidak pernah
-
-
5
Cara Membersihkan Rambut
a. pakai sabun mandi
12
63.2
b. pakai shampo
7
36.8
c. Hanya air saja
-
-
6
Frekuensi Makan Sayur dalam Satu Minggu
a.
1 s/d 3 kali dalam seminggu
12
63.2
b.
tidak pernah
1
5.3
c.
tiap hari
6
31.6
7
Frekuensi Makan Buah dalam Satu Minggu
a. 1 s/d 3 kali salam seminggu
19
100
b. tidak pernah
-
-
c. tiap hari
-
-
8
Lama tidur dalam satu hari
a. tidak teratur
1
5.3
b. lebih/sama dengan delapan jam
16
84.2
c. kurang dari delapan jam
2
10.5

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

48

Tabel 4.10. Lanjutan 9 Tempat buang air kecil dan buang air besar a. di atas
Tabel 4.10. Lanjutan
9
Tempat buang air kecil dan buang air besar
a. di atas tanah (Ladang atau sungai)
9
47.4
b. di Toilet/ jamban
10
52.6
c. kadang di jamban/toilet dan kadang di atas tanah (ladang atau
sungai)
-
-
10
Tindakan ganti baju setiap hari
a. tidak, ganti baju sekali dalam dua hari
-
-
b. ya, selalu ganti baju tiap hari
10
52.6
c. ya, tapi kadang-kadang
9
47.4
11
Cuci tangan pakai sabun setelah BAB dan BAK
a.
tidak pernah
1
5.3
b.
selalu cuci tangan pakai sabun
6
31.6
c.
kadang-kadang
12
63.2
12
Frekuensi olah raga/ aktivitas fisik dalam seminggu
a.
tidak pernah
12
63.2
b.
1-3 kali seminggu
-
-
c.
jarang karena sudah capek ke ladang
7
36.8
Tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa 84.2% responden di Panti Asuhan
Rapha-El
Simalingkar
membuang
sampah
pada
tempat
sampah
yang
tersedia,
sedangkan membuang sampah kadang-kadang di tempat sampah sebesar 15.8%.
Tindakan responden tentang frekuensi mandi menunjukkan bahwa seluruh
(100%) responden di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar mandi
dua kali sehari.
Demikian juga frekuensi menggosok gigi dalam sehari
seluruh responden (100%)
menggosok gigi dua kali sehari.

Tindakan responden tentang membersihkan rambut yang terbanyak dengan

menggunakan sabun mandi sebesar 63.2%, sedangkan responden yang menggunakan

shampo sebesar 36.8%.

Tindakan responden dalam mengkonsumsi sayur yang terbanyak yaitu 1 s/d 3

kali dalam seminggu sebesar 63.2%, sedangkan

responden yang tidak pernah