Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM

SATUAN OPERASI
ACARA VI
KESETIMBANGAN MASSA DAN ENERGI UNTUK DESTILASI AIR
LAUT

OLEH
KINANTY DILLA HUMAIRA
J1A 013 059
KELOMPOK VI

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2014

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 . Pengertian Destilasi


Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Air
minum merupakan masalah bagi kota-kota besar di dunia karena kurangnya sumber
air tawar. Untuk itu banyak pihak yang mulai melirik air laut sebagai sumber air
minum. Di Indonesia masih ada beberapa tempat yang mengalami kekurangan air,
terutama mengenai ketersediaan air bersih. Akibatnya, di tempat seperti itu air
menjadi barang eksklusif. Masyarakatnya harus membeli untuk mendapatkkan air
bersih. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana cara mengolah air laut menjadi air
tawar dimana hal ini sangat berguna bagi masyarakat mengalami kelangkaan air
bersih. Air yang dihasilkan dari proses destilasi, kemudian akan di uji dari segi fisik
dan khemus. Dari hasil penelitian bahwa energi matahari dapat dimanfaatkan untuk
proses destilasi (Catur, dkk, 2014).
Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau
didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini
kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih
lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi
kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa
pada suatu larutan, masing masingkomponen akan menguap pada titik didihnya.
Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton (Sarifudin,
2010).

2.2 Prinsip Kerja Destilasi


Prinsip destilasi adalah penguapan cairan dan pengembunan kembali uap
tersebut pada suhu titik didih. Titik didih suatu cairan adalah suhu dimana tekanan
uapnya sama dengan tekanan atmosfer. Cairan yang diembunkan kembali disebut
destilat. Tujuan destilasi adalah pemurnian zat cair pada titik didihnya, dan
memisahkan cairan tersebut dari zat padat terlarut atau dari zat cair lainnya yang
mempunyai perbedaan titik didih cairan murni. Pada destilasi biasa, tekanan uap di
atas cairan adalah tekanan atmosfer (titik didih normal). Untuk senyawa murni, suhu
yang tercatat pada termometer yang ditempatkan pada tempat terjadinya proses
destilasi adalah sama dengan titik didih destilat (Auliani, 2011).

2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Destilasi


Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi destilasi diantaranya yaitu intensitas
radiasi matahari, suhu lingkungan, keadaan awan, keadaan cuaca, kecepatan angin, luas
destilator, kemiringan destilator dan lamanya waktu proses destilasi. Faktor yang paling
berpengaruh dalam proses destilasi adalah suhu atau pemanasan. Jika pemanasan terlalu
besar dikhawatirkan akan terjadi flooding (banjir). Ciri dari flooding itu sendiri adalah
tertahannya cairan di atas kolom, pada saat terjadi flooding transfer massa yang
dihasilkan tidak maksimal. Ketika terjadi flooding, cairan tidak dapat mengalir ke
bawah lagi, tetapi akan terakumulasi atau bahkan dapat ikut terbawa ke atas oleh uap,
sehingga proses destilasi harus segera dihentikan (Sutrisno, 2010).
2.4 Energi Surya
Energi surya merupakan sumber energi yang langsung tersedia dan murah.
Untuk memanfaatkan energi surya ini salah satu cara dengan mengubah energi radiasi
menjadi energi panas. Sistem pemanfaatan prinsip termal yaitu dengan cara
pengumpulan energi panas matahari dengan kolektor untuk disimpan dan mendapatkan
suhu yang lebih tinggi. Panas yang didapatkan ini selanjutnya dapat digunakan untuk
penyulingan atau mendestilasi air laut menjadi air bersih (Saloko, 1997 ).