Anda di halaman 1dari 22

BAB I

TEORI PEMAHAMAN PARAGRAF

A. Penalaran dalam Paragraf


Penalaran dalam paragraf adalah logika yang digunakan penulis untuk
mengembangkan paragraf sehingga gagasan yang ingin disampaikan kepada pembaca
dapat tertuang dengan baik. Karena itu, istilah penalaran paragraf acapkali disebut sebagai
pola pemgembangan paragraf. Di satu pihak, dia sebagai istilah penalaran atau proses
berpikir, tetapi di pihak lain sekaligus digunakan sebagai metode di dalam
mengembangkan gagasan-gagasan paragraf. Dalam berbagai soal ujian pun seringkali
kedua istilah ini (penalaran paragraf dan pola pengembangan paragraf) disamakan saja.
Berikut ini beberapa pola penalaran paragraf yang sering disebut- sebut dalam
berbagai soal ujian.
1. Induksi
Induksi adalah proses berpikir yang dimulai dari satu atau beberapa fakta-fakta
individual atau fenomena-fenomena khusus untuk ditarik sebuah simpulan (inferensi).
Penalaran induksi sering disebut sebagai corak berfikir ilmiah karena sebelum
menemukan simpulan, fakta individual dan fenomena khusus tersebut harus diteliti,
dicermati, dan dievaluasi lebih dahulu. Paragraf yang dimulai dengan gejala khusus
dan diakhiri dengan simpulan disebut paragraf induksi dan kadang-kadang disebut juga
paragraf khusus umum.
Contoh :

Minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui.


Sumber minyak bumi kita terbatas, sedangkan kebutuhan kita akan minyak
bumi terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan
perkembangan industri. Jika terus menerus dikuras, sumber energi tersebur
akan habis. Kita tidak dapat memperbaikinya lagi. Untuk menghindari
terjadinya krisis energi, sudah saatnya kita perlu mencari sumber energi
alternatif.

2. Generalisasi
Generalisasi merupakan salah satu bentuk penalaran induktif, yakni proses
penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan satu
simpulan (inferensi) yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tadi. Kata
sejumlah fenomena harus mendapatkan tekanan. Berdasarkan fakta-fakta khusus
tersebut ditariklah simpulan umum, yang tidak hanya berlaku bagi fakta-fakta atau
fenomena-fenomena yang telah disebutkan, tetapi simpulan itu juga berlaku bagi
fenomena-fenomena lain yang sejenis. Jadi, paragraf generalisasi juga berbentuk
khusus umum sebagaimana paragraf induksi.
Contoh :

Manusia sebagai makhluk hidup memerlukan air. Ikan adalah hewan yang
hidup dengan mengandalkan air. Padi adalah tanaman sawah yang tidak
dapat hidup tanpa air. Jadi semua makhluk hidup memerlukan air.

Dari contoh d iatas jelas bahwa generalisasi merupakan salah satu bentuk
penalaran induksi. Manusia merupakan fakta yang mewakili spesies makhluk hidup
tertentu, ikan salah satu data yang mewakili kelompok hewan, dan padi merupakan
fenomena individual sebagai sampel tumbuh-tumbuhan. Berangkat dari sinilah
simpulan diambil yang berlaku bagi semua jenis makhluk hidup di luar data yang
disebutkan.
Sebagai variasi, kadang-kadang penulis menempatkan gagasan umum pada awal
paragraf diikuti dengan rinciannya, dan pada akhir paragraf simpulan itu diulang,

walaupun tidak selalu persis. Bentuk inilah yang dikenal dengan istilah paragraf
deduksi-induksi atau paragraf campuran.
3. Analogi
Penalaran analogi dibedakan menjadi dua, yakni analogi induktif dan analogi
deduktif. Analogi induktif adalah penalaran yang bertolak dari suatu kesamaan aktual
antara dua hal, untuk diturunkan sebuah simpulan. Dengan kata lain, analogi induktif
adalah pengambilan simpulan berdasarkan pengalaman. Karena kedua hal tersebut
mempunyai kemiripan dalam hal-hal yang penting, mereka disimpulkan akan sama
pula dalam aspek-aspek lain yang kurang penting.
Contoh : Ramadhan adalah alumni fakultas teknik ITB. Ia memiliki reputasi dan
prestasi yang luar biasa di perusahaan Fikri Company. Ia mampu mengatasi kesulitan
yang diderita oleh perusahaan itu. Gagasan-gagasannya sangat cemerlang. Pada
saat penerimaan karyawan baru, perusahaan menerima Saskia dengan mudah karena
ia juga alumni fakultas teknik ITB. Perusahaan menganggap Saskia tentu akan
menjadi karyawan yang berprestasi sebagus Ramadhan.
Analogi deklaratif sering disebut juga analogi penjelas, yakni metode untuk
menjelaskan sesuatu yang baru, belum dikenal, sulit, dan abstrak dengan
mempergunakan atau membandingkannya dengan sesuatu yang lama, sudah dikenal,
mudah, dan konkret. Jadi analogi deklaratif lebih dekat kepada perbandingan daripada
dengan induksi.
Contoh :

Bahasa Aaustronesia merupakan induk bahasa-bahasa Nusantara. Seperti


halnya sebatang pohon, bahasa Austronesia merupakan batangnya yang
besar. Ia mempunyai cabang-cabang yang banyak , yakni bahasa Melayu,
Tagalok, Jawa, Bugis, Bali, Dayak, Sunda, dan lain-lain. Cabang-cabang
tersebut ada yang tumbuh menjadi besar ada yang kecil. Dari cabang
tersebut tumbuh ranting-rantingnya yang merupakan dialek dari bahasabahasa tersebut. Misalnya cabang bahasa Jawa mempunyai ranting
berupa bahasa Jawa dialek Surabaya, dialek Surakarta-Yogyakarta, dialek
Banyumas dan lain-lain.

4. Kausal
Hubungan kausal seringkali diterjemahkan dengan istilah hubungan sebab-akibat,
tanpa membedakan apakah sebab mendahului akibat atau sebaliknya. Tetapi kadangkadang dalam berbagai soal ujian dibedakan menjadi beberapa pola, yakni sebab ke
akibat, akibat ke sebab, akibat ke akibat.
Sebab akibat merupakan penalaran yang dimulai dengan sebab yang bergerak
menuju akibat sebagai simpulannya. Ada sebab tunggal dengan akibat tunggal, sebab
tunggal dengan akibat ganda, ada sebab ganda dengan akibat tunggal, dan sebab ganda
dengan akibat ganda pula, bahkan ada pula sebab akibat berantai.
Contoh : Pemerintah berketetapan menaikkan harga BBM. Kenaikan ini
membuat biaya angkutan meningkat karena pengusaha angkutan tentu tidak ingin
rugi. Tidak pelak lagi semua harga kebutuhan pokok merangkak naik. Akibatnya
rakyat kecillah yang paling menderita.
Paragraf di atas merupakan contoh hubungan sebab akibat berantai. Jika dibuat
skema akan menjadi sebabakibat 1 (sebab 2)akibat 2 (sebab 3)akibat.
Akibat-sebab adalah pola penalaran yang menempatkan akibat pada awal
kemudian bergerak ke sebab yang menimbulkan akibat dalam pernyataan awal tadi.
Sebagaimana hubungan sebab akibat, terdapat hubungan akibat tunggal dengan sebab
tunggal, akibat tunggal dengan sebab ganda, akibat ganda dengan sebab tunggal, akibat
ganda dengan sebab ganda, dan ada pula akibat sebab berantai,

Contoh :

Ia memang pantas mendapatkan prestasi sangat memuaskan. Ia begitu


tekun belajar. Di kelas dia begitu antusias dalam mengikuti pelajaran.
Tidak pernah dia melalaikan tugas-tugas sekolah. Waktu-waktu luang pun
selalu ia pergunakan untuk membaca referensi di perpustakaan.

Paragraf di atas merupakan contoh penalaran dengan akibat tunggal dan sebab
ganda.
Akibat-akibat adalah pola penalaran yang mengambil simpulan berdasarkan fakta
yang sudah merupakan akibat tanpa melihat apa penyebabnya.
Contoh :

Sepulang dari pasar di kota, ibu terkejut melihat jalan menuju ke rumah
becek dan berlumpur. Saluran di tepi gang itu penuh dan meluap. Waduh
gawat, kalau begitu jemuranku pasti basah semua, pikir ibu.

5. Deduksi
Penalaran deduksi merupakan kebalikan dari penalaran induksi. Dalam deduksi
orang menempatkan simpulan umum pada awal paragraf kemudian diikuti dengan
proposisi baru terhadap fenomena khusus berdasarkan kesamaan sifat atau keadaan
seperti yang terjadi pada simpulan umum tadi. Acapkali paragraf deduksi juga disebut
paragraf spesialisasi sebagai lawan dari istilah generalisasi.
Contoh :

Kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan harus dimiliki oleh


penduduk bumi dimana pun berada. Negara-negara utara yang telah
begitu banyak menyita keramahan lingkungan karena teknologinya harus
mengendalikan diri. Di selatan manusia tidak boleh sesukanya sendiri
mengeksploitasi alam untuk mengejar kebutuhannya. Kesepakatankesepakatan internasional yang telah kita buat semestinya menjadi
panduan semua pihak, bukan hanya di negara-negara berkembang tetapi
lebih-lebih bagi negara maju yang konon menjadi barometer dan panutan.

6. Urutan
Pola urutan biasanya terjadi karena hubungan alamiah. Objek yang ingin
disajikan penulis secara alamiah menuntut penyajian dalam bentuk urutan. Di samping
itu, pola urutan juga bisa disebabkan oleh tuntutan logis antarobjeknya. Kita mengenal
ada paragraf kronologis, sudut pandangan, klimaks dan antiklimaks, dan proses.
a. Kronologis
Paragraf kronologis dikembangkan berdasarkan urutan waktu terjadinya
peristiwa. Pengembangan paragraf ini cocok untuk jenis narasi atau deskripsi.
Contoh :

Pukul lima pagi terdengar ledakan keras dari arah kota. Kurang lebih
sepuluh menit kemudian terdengar ledakan yang kedua. Kali ini
suaranya lebih dahsyat. Mungkin tempatnya lebih dekat dengan
kampungku. Tidak lama kemudian disusul rentetan tembakan dan
ledakan dari berbagai arah. Sebelum matahari terbit orang-orang
sudah berlarian menyelamatkan diri dengan jerit dan teriakan yang
memilukan di sela-sela desingan peluru dan dentuman meriam. Aku
sudah tidak ingat lagi persisnya pukul berapa karena aku turut larut
dalam hiruk pikuk itu.

b. Sudut pandangan
Istilah sudut pandangan ini sebenarnya agak membingungkan. Dalam unsur
intrinsik sastra kita mengenal istilah ini bersinonim dengan point of view atau cara
bercerita. Di sini sudut pandangan diartikan sebagai tempat atau posisi yang dipilih
penulis untuk menggambarkan objek dalam paragrafnya. Istilah ini lebih tepat
disebut sebagai urutan ruang atau urutan tempat.
Contoh : Halaman depannya ditanami rumput halus yang terpangkas rapi.
Beberapa sudut ditanami bunga-bunga yang dominan warna merah
dan kuning. Persis di kanan kiri tangga teras terdapat pot bonsai besar

yang mengeliat indah. Teras depan berlantai granit itu akan


menyambut kehadiran tamu dengan kesejukan pertama, sebelum pintu
berukir jepara terbuka menuju ruang tamu yang lapang.
c. Klimaks dan antiklimaks
Pengembangan paragraf yang dimulai dari gagasan bawahan yang dianggap
lebih rendah, sederhana, atau lemah dan berangsur-angsur menuju ke gagasan yang
lebih tinggi, lebih penting, atau lebih kuat disebut pengembangan klimaks. Sebagai
variasinya, sering penulis membuat urutan sebaliknya, dikenal dengan istilah
antiklimaks.
Contoh : Bentuk mobil van mengalami perubahan pesat. Pada awalnya mobil
van berbentuk minibus misalnya VW Combi. Bentuk ini diikuti oleh
mitsubhisi colt, isuzu minibus, daihatsu van, suzuki carry, dan lain-lain.
Kini muncul model van dengan moncong seperti sedan, misalnya toyota
kijang, isuzu panther, dan mitsubishi kuda. Bahkan kini mobil van
dirancang dengan tekhnologi dan kenyamanan sedan yang mampu
bersaing sebagai kendaraan pribadi yang menjanjikan kemewahan,
kenyamanan, dan sekaligus ketangguhan beraksi di segala medan,
misalnya kijang inova.
d. Proses
Paragraf proses adalah paragraf yang disusun menurut urutan tindakan,
perbuatan, langkah-langkah, cara, atau kejadian untuk menghasilkan sesuatu.
Paragraf proses memiliki kemiripan dengan paragraf kronologis. Biasanya
keduanya menggunakan konjungsi antarparagraf atau antarkalimat mula-mula,
kemudian, setelah itu, sesudah itu, selanjutnya, dan sebagainya. Perbedaannya
terletak pada titik berat topik yang dibahas dan tujuan penulis. Pada paragraf
kronologis urutan waktu menjadi tekanan utama sedangkan dalam paragraf proses
urutan langkah yang dipentingkan. Di samping itu, paragraf kronologis lebih cocok
untuk jenis karangan narasi atau deskripsi, sedangkan paragraf proses lebih banyak
digunakan untuk karangan eksposisi.
Perhatikan contoh berikut!
Pertama-tama kita pilih bahan bakunya, yaitu kedelai yang baik.
Sebelum direbus kedelai dibersihkan terlebih dahulu dengan air.
Selama proses penyiapan, kedelai harus dijaga agar tidak terkena
bahan kimia, misalnya sabun karena akan merusak proses peragian.
Langkah berikutnya merebusnya hingga matang, kemudian
membersihkan kulitnya. Setelah bersih benar kedelai ditiriskan.
Tinggallah kini membubuhi ragi dan membungkusnya. Jika prosesnya
lancar, sesudah dua hari tempe yang lezat dan bergizi siap dikonsumsi
untuk digoreng atau dimasak dengan variasi menu yang bermacammacam.
7. Perbandingan dan pertentangan
Perbandingan dan pertentangan adalah pola pengembangan dengan cara
menunjukkan kesamaan atau perbedaan dua objek/dua gagasan atau lebih dari
aspek-aspek tertentu. Jika sebuah paragraf menitikberatkan pada persamaan
objeknya disebut paragraf perbandingan, sedangkan jika paragraf menitikberatkan
pada perbedaannya disebut paragraf pertentangan.
Dalam kenyataan, keduanya sulit dibedakan karena paragraf pertentangan
memang merupakan paragraf perbandingan. Biasanya sebuah perbandingan baru
disebut pertentangan jika keduanya seolah-olah berlawanan atau sengaja
dibenturkan secara tajam. Misalnya, satu objek dikatakan baik objek yang lain
dikatakan buruk, yang satu dikatakan murah dan yang lain disebutkan mahal dan
seterusnya.
Paragraf perbandingan dan pertentangan dibedakan dua. Jika penulis
mengambarkan objek pertama secara lengkap terlebih dahulu baru disusul dengan

objek kedua selengkapnya, disebut paragraf perbandingan/pertentangan utuh. Jika


penulis mengambarkan keduanya bergantian dalam satu paragraf, dikenal dengan
istilah paragraf perbandingan/pertentangan bergantian.
Contoh paragraf perbandingan utuh :
Kota mempunyai pesona bagi kebanyakan orang. Walaupun hidup berjejal,
tingkat polusi cukup tinggi, dan persaingan kehidupan begitu keras, tidak pernah
menyurutkan pendatang untuk berbondong-bondong berebut nasi di kota.
Fasilitas yang begitu banyak dan tingginya peredaran uang di kota membuat
kesulitan-kesulitan itu sebagai tantangan yang harus dilayani bukan untuk dijauhi.
Sebaliknya sebagian penduduk memilih hidup di desa. Kenyamanan udara dan
kedamaian hidup kekeluargaan membuat desa menjadi tempat menambatkan sisa
hidup yang menyenangkan. Kesederhanaan dan keramah-tamahan merupakan
puncak kebahagiaan bagi sebagian orang yang memilih tinggal di desa.
Contoh paragraf pertentangan bergantian :
Dari segi kesehatan, pemakaian sabun cair dinilai oleh beberapa kalangan
lebih aman daripada sabun padat. Sabun cair bisa digunakan sekali tanpa
bercampur dengan orang lain. Sedangkan sabun padat bisa digunakan bergantian
dengan orang lain. Dengan demikian, sabun padat memberikan peluang
penularan penyakit kulit lebih besar. Hal ini tidak akan terjadi pada pemakai
sabun cair. Kelemahannya, pemakaian sabun cair lebih boros daripada sabun
padat. Harga sabun cair relatif mahal, sedangkan sabun padat cukup murah
sehingga terjangkau oleh kantong. Tinggal mana yang akan kita pilih, sehat tetapi
boros atau beresiko tetapi murah.
8. Contoh
Dalam menguraikan idenya penulis sering memerlukan contoh agar jelas bagi
pembaca. Gagasan-gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi yang konkret
berupa contoh-contoh. Perlu ditekankan di sini, bahwa contoh dalam paragraf ini
tidak berfungsi sebagai argumen atau bertujuan ingin membuktikan pendapat
penulis seperti dalam tulisan argumentasi, tetapi sekedar alat untuk memperjelas
maksud penulis. Biasanya pengalaman-pengalaman pribadi penulis merupakan
bahan yang efektif untuk dijadikan contoh dalam paragraf.
Contoh : Pemakaian bahan bakar yang berlebihan perlu dihindari jika kita tidak
ingin mengalami krisis energi di masa mendatang. Banyak kebiasaan
buruk kita yang dianggap sepele tetapi sebenarnya jika dibiarkan akan
berakibat cukup fatal. Misalnya memanaskan mobil berlama-lama,
selain tidak bermanfaat juga merupakan bentuk pemborosan dan
kebiasaan buruk yang perlu dihindari. Mobil masa kini telah dirancang
cukup canggih sehingga pemanasan cukup dilakukan antara dua
sampai tiga menit. Demikian pula pemakaian listrik, kita sering
membiarkan lampu menyala sepanjang hari walaupun sudah cukup
terang dan tidak digunakan. Kesadaran ini perlu ditanamkan pada
setiap orang sejak kecil.
9. Klasifikasi
Klasifikasi adalah sebuah proses pengelompokkan objek atau sesuatu yang
dianggap memiliki kesamaan tertentu. Klarifikasi bekerja dalam dua tahap yang
berlawanan. Tahap pertama adalah mempersatukan objek-objek secara
keseluruhan. Kemudian tahap kedua memisahkan objek-objek tersebut sesuai
dengan kelompok-kelompoknya atas dasar kesamaan yang dimiliki.
Klasifikasi dalam paragraf terhadap objek yang konkret mungkin tidak sulit.
Akan tetapi, kita mungkin mengalami kesulitan jika objeknya berupa gagasangagasan yang abstrak.
Contoh : Ketika bahasa Indonesia masih merupakan bahasa Melayu orang
sudah mulai membagi-baginya. Mula-mula dibedakan atas bahasa
Melayu rendah dan bahasaMmelayu tinggi. Kemudian masih dibedakan

lagi menjadi bahasa bangsawan, bahasa dalam, bahasa dagang dan


bahasa kucukan. Namun, pengelompokan ini dirasakan belum
memadai. Kita masih mengetahui beda bahasa buku dengan bahasa
ujaran. Sedangkan bahasa ujaran juga masih berbeda-beda antara
bahasa percakapan para nelayan dengan bahasa guru, petani, atau
padagang.
10. Definisi
Paragraf definisi berusaha menjelaskan pengertian tertentu, makna istilah,
atau ilmu/pengetahuan dengan memberikan keterangan dalam bentuk kalimatkalimat. Termasuk di dalamnya adalah penjelasan istilah berdasarkan asal usul kata
atau etimologinya dan makna leksikal atau makna kamus dari istilah tersebut.
Contoh : Istilah demokrasi biasanya diterjemahkan dengan kata kedaulatan
rakyat. Secara harfiah kata demokrasi diturunkan dari bahasa
Yunani demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti
kekuasaan atau kedaulatan. Pada hakikatnya demokrasi merupakan
mentalitas, cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam membina
kehidupan berbangsa dan bernegara yang menempatkan kepentingan
rakyat di atas kepentingan siapa pun. Oleh karena itu, rakyatlah yang
memiliki kekuasaan untuk menentukan arah dan tujuan kehidupan
berbangsa dan bernegara.
B. Bentuk Paragraf
Pembagian paragraf dapat menggunakan tolok ukur di mana penulis menempatkan
kalimat utama dalam sebuah paragraf. Yang dimaksud dengan kalimat utama atau kalimat
topik adalah kalimat yang mengandung gagasan utama paragraf.
Berdasarkan letak kalimat utamanya paragraf dibedakan menjadi lima macam, yakni
paragraf deduktif, induktif, deduktif-induktif, ineratif, dan deskriptif atau naratif.
1. Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal
paragraf. Pengertian awal paragraf ini tidak harus diartikan pada kalimat pertama.
Mungkin pada kalimat kedua atau beberapa kalimat pada bagian awal walaupun bukan
kalimat pertama.
Contoh : Kebudayaan Indonesia akhir-akhir ini mempunyai dua arah
kecenderungan yang berlawanan atau paradoks. Di satu pihak
kebudayaan berkembang secara linear manuju modernisasi sejalan dengan
perkembangan ekonomi dan iptek. Di pihak lain ada kecenderungan terjadi
kebudayaan daur ulang (recycling), yaitu penggalian kembali bentuk,
aspek, dan nilai-nilai kebudayaan lama.
2. Paragraf induktif adalah bentuk paragraf yang menempatkan kalimat utama pada
bagian akhir. Biasanya kalimat utama pada paragraf induktif menggunakan kongjungsi
penyimpul antarkalimat, seperti jadi, maka, dengan demikian, akhirnya, dan lainlain.
Akan tetapi, kebiasaan ini bukan sesuatu yang mutlak. Kita perlu mencermati tingkat
kepentingan setiap gagasan yang terdapat dalam paragraf tersebut. Bentuk paragraf
induktif ini sangat efektif untuk mengemukakan argumentasi.
Contoh : Secara umum dapat saja dikatakan bahwa pesatnya pertumbuhan
penduduk di negara-negara selatan merupakan salah satu penyebab utama
kerusakan lingkungan. Meskipun demikian, dalam mentuk interpretasiyna
yang naif, penonjolan angka pertumbuhan penduduk ini bisa menyelubungi
fakta yang sesungguhnya. Justru penyebab utama kerusakan lingkungan
adalah industrialisasi yang tak terkendali di negara-negara utara.
3. Paragraf deduktif-induktif adalah paragraf yang menempatkan kalimat topik pada
awal sekaligus akhir paragraf. Kalimat terakhir merupangan pengulangan atau
penegasan kalimat utama. Dalam praktiknya kalimat terakhir tidak selalu persis dengan

kalimat pertama tetapi mungkin mengambil bentuk variasi dengan inti gagasan yang
tetap sama.
Contoh : Perkembangan di bidang teknologi dan komunikasi membawa dampak
luas dalam kehidupan manusia. Dengan kemajuan teknologi, manusia
bisa memperoleh kemudahan yang sebelumnya tak pernah terpikirkan.
Kemajuan komunikasi mengakibatkan dunia ini seolah-olah menjadi
semakin sempit. Di berbagai belahan dunia manusia bisa melakukan
komunikasi langsung tanpa hambatan jarak. Jadi, revolusi kehidupan
telah terjadi karena pencapaian kemajuanm teknologi dan komunikasi
tersebut.
4. Paragraf ineratif secara teoretis diartikan paragraf yang mempunyai kalimat topik
pada bagian tengah. Kalimat pertama seolah-olah merupakan pengantar untuk menuju
pada puncak. Kemudian, sesudah bagian puncak ini penulis masih menambahkan
kalimat-kalimat penjelas lagi. Jenis paragraf ini jarang ditemukan dan kurang lazim
digunakan.
Contoh : Awalnya terjadi pertentangan terhadap kebijakan pemakaian seragam itu.
Sebagian menilai keseragaman merupakan simbol pembelengguan
terhadap kebebasan. Mereka mengira kebebasan adalah segalanya. Tetapi
akhirnya mereka sadar, ternyata berseragam lebih nyaman daripada
berpakaian bebas yang mengakibatkan persaingan negatif. Dengan
berpakaian seragam tidak tampak perbedaan mencolok antara si kaya dan
si miskin. Dengan pakaian seragam dapat tereliminasi kecemburuan sosial
di antara sesama teman.
5. Paragraf naratif/deskriptif adalah bentuk paragraf yang tidak memiliki kalimat topik
atau kalimat utama. Akan tetapi tidak berarti paragraf deskriptif/naratif tidak
mempunyai gagasan utama. Penulis menempatkan gagasan utamanya tersebar dalam
seluruh kalimat. Untuk menemukan gagasan utamanya, pembaca harus mengambil
simpulan dari seluruh kalimat yang ada.
Contoh : Cahaya matahari pagi menerobos lewat celah dedaunan dan rantingranting pohon. Embun pagi yang jernih memantulkan cahaya kemilau bak
mutiara bergelayutan di leher gadis ayu yang gemulai. Kicau burung
bersahutan mengabarkan desir hari yang mulai merambat. Sejuknya angin
pagi menyapa bumi dengan keramahan yang alami.
Pada contoh di atas tidak ada kaliman yang dipentingkan. Seluruhan kalimat bersamasama mendukung gagasan utama paragraf, yakni pagi hari yang indah.
C. Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat dan Tujuannya.
Ada lima macam jenis paragraf berdasarkan sifat dantujuannya, yakni deskripsi,
narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
1. Deskripsi
Kata deskripsi berasal dari verba to describe (Ing.) yang artinya menguraikan,
merinci, memerikan, melukiskan. Paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan
memberikan kesan/impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat,
peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis. Dengan deskripsi yang
baik pembaca dapat dibuat seolah-oleh melihat, mendengar, merasakan, atau terlibat
dalam peristiwa yang diuraikan penulis baik secara inderawi, logika, maupun emosi.
Hampir semua jenis wacana secara utuh melibatkan paragraf deskripsi untuk
memberikan penjelasan dan ilustrasi atas gagasan-gagasan dalam wacana tersebut.
Berdasarkan kesan atau impresi yang dialami pembaca paragraf deskripsi
dibedakan dua, yakni deskripsi ekspositoris dan deskripsi impresionostis. Deskripsi
ekspositoris lebih banyak melibatkan kesan berdasarkan logika dan pikiran pembaca.
Objek yang memerlukan rincian angka dan ukuran-ukuran detail lebih cocok untuk
disampaikan dengan deskripsi ekspositoris. Karena sifatnya yang demikian jenis
deskripsi ini sering rancu dengan paragraf eksposisi.

Contoh :
Pertempuran di Atlantik Selatan antara Argentina dan Inggris selama dua bulan lebih
itu menelan banyak korban. Inggris kehilangan 228 orang. Termasuk 19 prajurit
pilihannya, tiga penerbang, dan dua awak helikopter. Pesawat yang hilang adalah
delapan Harrier (lima ditembak jatuh, tiga mengalami kecelakaan) dan sebelas
helikopter. Kapal yang menjadi korban tidak kurang dari 17 buah, meliputi kapal
perusak, frigat, pendarat, dan kapal peti kemas. Di pihak Argentina paling tidak
tercatat 82 tentara tewas, 342 hilang, dan 106 cidera. Korban kendaraan perang
Argentina meliputi 19 pesawat dan sebuah helikopter hilang, 5 buah kapal tenggelam
termasuk sebuah kapal selam dan perahu nelayan.
Deskripsi impresionistis adalah paragraf yang menguraikan objek dengan tujuan
agar memperoleh tanggapan emosional dari pembaca. Biasanya penulis memulainya
dengan mengacu kesan indera kemudian merambah kepada keterlibatan emosi
pembacanya. Namun, tidak jarang deskripsi impresionistis melibatkan kesan logika
terlebih dahulu, kemudian bergerak menimbulkan rasa haru dan melibatkan emosi
pembaca.
Contoh :
Ia terlentang seharian di atas trotoar panas itu. Tubuhnya yang tinggal tulang terbalut
kulit itu tertutup oleh pakaian kotor dan dekil yang telah robek di sana sini sehingga
perutnya yang kempis itu menyeringai dari sela-sela baju. Bau anyir menyeruak dari
borok di kedua kakinya yang melebar dengan warna merah kecoklatan bercampur
dengan nanah yang meleleh dikerumuni lalat yang berjejal seperti cendol. Setiap
arang yang lewat di dekatnya menutup hidung dan menghindar dari bau yang
menyengat itu. Sebentar-sebentar ia menggaruk-garuk bagian tubuhnya yang dipenuhi
kudis dengan kukunya yang panjang dan hitam itu meninggalkan baluran-baluran
merah memanjang.
2. Narasi.
Narasi (naration) secara harfiah bermakna kisah atau cerita. Paragraf narasi
bertujuan mengisahkan atau bercerita. Paragraf narasi acapkali mirip dengan paragraf
deskripsi. Bedanya, narasi mementingkan urutan (biasanya kronologis), memiliki
tokoh, dan terdapat konflik di dalamnya. Walaupun tidak tampak tajam, konflik ini
merupakan bagian penting dari sebuah narasi.
Paragraf narasi bukan hanya terdapat pada karya fiksi (cerpen dan novel) tetapi
narasi juga dikenal dalam tulisan ilmiah, misalnya biografi atau autobiografi dan
analisis proses.
Contoh :
Tahun 1977 Dr. Asvarez dan rekan-rekannya dari universitas California , Berkeley
mendapati saesuatu yang aneh. Ketika sedang meneliti lapisan lumpur di Italiasebagaimana yang mereka lakukan di Denmark sebalumnya-mereka menemukan
kandungan iridium berkadar tinggi di antara pembatas dua lapisan lumpur itu. Pada
tahun berikutnya kapal peneliti AS Glomar Challenger Two juga menemukan iridium
berkadar tinggi di perairan New Mexico bagian utara. Bahan yang hanya bisa
ditemukan dalam jumlah sedikit di muka bumi ini diyakini dari pecahan meteorit
angkasa luar yang secara perlahan mengumpul sejak jutaan tahun yang lalu.
3. Eksposisi
Paragraf eksposisi bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan
penyuluhan/informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan
atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Paragraf eksposisi tepat
untuk menyajikan pengetahuan/ilmu baru, definisi, pengertian, langkah-langkah,
metode, cara dan proses. Sebagian besar buku teks dan pelajaran berbentuk eksposisi.
Contoh : Rokok, alkohol, dan narkotika adalah tiga jenis bahan yang sama-sama
dapat mengakibatkan ketergantungan fisik dan psikhis para pemakainya,
walaupun dengan kadar yang berbeda-beda. Penggunaan salah satu dari
ketiganya dalam waktu yang lama, sering, dan terus menerus dapat

menimbulkan kebiasaan dan meningkat menjadi ketagihan. Zat-zat kimia


yang dikandung oleh rokok, alkohol, dan narkotika akan mempengaruhi
metabolisme tubuh manusia dan menimbulkan ketergantungan dan
kebutuhan fisik. Zat-zat yang menimbulkan ketergantungan fisik ini disebut
zat adiktif.
4. Argumentasi
Istilah argumentasi diturunkan dari verba to argue (Ing) artinya membuktikan,
atau menyampaikan alasan. Paragraf argumentasi bertujuan menyampaikan alasan.
Paragraf argumentasi bertujuan menyampaikan gagasan, ide, pendapat, konsepsi, atau
opini penulis disertai data sebagai bukti dan alasan untuk meyakinkan pembaca atas
kebenaran gagasan itu. Dengan argumentasi penulis berusaha mempengaruhi jalan
pikiran pembaca agar menerima kebenaran yang dikemukakannya. Proses dalam
sebuah sidang peradilan merupakan salah satu contoh perbantahan dan adu
argumentasi antara jaksa penuntut dan pembela. Kedua belah pihak ingin membuktikan
kebenaran menurut versi masing-masing dengan membawa barang bukti,
menghadirkan saksi, dan pengakuan terdakwa atauy yang berperkara sebagai alat
untuk meyakinkan hakim agar mengambil keputusan seperti yang diinginkan masingmasing pihak. Simpulan merupakan salah satu ciri argumentasi.
Contoh :
Masih ada solusi yang baik untuk mengatasi polemik kapal ikan di perairan kita.
Penambahan jumlah kapal besar di perairan Sulawesi, Maluku, dan Irian tidak perlu
diikuti dengan pemindahan kapal kecil ke wilayah lain. Membatasi impor kapal kapal
ikan juga kurang menguntungkan jika kenyataannya wilayah perairan kita
memerlukan tambahan untuk dapat mengeksploitasi secara optimal. Yang terpenting
adalah rasionalisasi jumlah dan ukuran kapal sesuai dangan pemberlakuan wilayah
fishing ground dan fishing base.
5. Persuasi
Kata persuasi diturunkan dari verba to persuade (Ing) yang artinya membujuk
atau menyarankan. Paragraf persuasi merupakan kelanjutan atau pengembangan
argumentasi. Persuasi mula-mula memaparkan gagasan dengan alasan untuk
meyakinkan pembaca, kemudian diikuti dengan ajakan, bujukan, rayuan, imbauan,
atau saran kepada pembaca. Beda argumentasi dan persuasi terletak pada sasaran yang
ingin dibidik oleh paragraf tersebut. Argumentasi menitikberatkan sasaran pada logika
pembaca sedangkan persuasi pada emosi/perasaan pembaca walaupun tidak
melapaskan logika. Persuasi yang baik akan diawali atau disertai dengan argumentasi
yang baik pula. Sebuah persuasi tanpa argumentasi akan mirip iklan atau akan
menghasilkan paragraf yang bombastis. Sebuah persuasi dapat berkembang menjadi
agitasi dan provokasi.
Contoh :
Setiap detik penduduk di bumi bertambah lima jiwa. Bisa dipastikan bahwa
pertumbuhan penduduk yang demikian pesat akan menjadi masalah global. Bumi
tempat kita bermukim ini adalah makhluk terbatas. Mulai dari penyediaan ruang
hunian sampai dengan penyediaan sumber daya alam yang memiliki keterbatasan.
Oleh karena itu, semua pihak harus sadar akan bahaya tersebut. Di satu sisi kita perlu
mengendalikan pertambahan penduduk dan di sisi lain kita harus berusaha keras
mencari penemuan-penemuan baru untuk memenuhi tuntutan kehidupan yang tak
terelakkan tersebut.
C. Kohesi dan Koherensi
Kohesi dalam istilah IPA diartikan tarik-menarik antarmolekul yang sejenis, misalnya
molekul air dengan molekul air. Di dalam paragraf, kohesi merupakan tarik-menarik antarunsur paragraf, yakni kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, dan
kalimat dengan kalimat, bahkan paragraf dengan paragraf. Jika tarik-menarik antarunsur
ini mampu menjalin hubungan yang serasi, kompak, dan menimbulkan pengertian yang

baik, maka muncullah koherensi paragraf. Dengan kata lain koherensi adalah keserasian
dan kekompakan yang tercipta oleh adanya kohesi dalam paragraf.
Ada beberapa penanda kohesi yang sering digunakan dalam paragraf.
1. Pengulangan Unsur yang Sama
Untuk menandai pertalian antarkalimat dalam satu paragraf sering kita temukan
kata atau frase yang ditulis berulang dalam kalimat-kalimat berikutnya. Pengulangan
ini menandai hubungan yang kohesif antarunsur-unsur tersebut. Istilah lain dari
pengulangan unsur adalah paralelisme.
Contoh : Terumbu karang di beberapa wilayah mengalami kerusakan. Padahal
terumbu karang merupakan tempat kehidupan biota laut yang penting.
Karena ulah beberapa nelayan yang menangkap ikan dengan bahan
peledak kelangsungan hidup terumbu karang tersebut terancam. Bahkan
di beberapa wilayah perairan di Indonesia, kerusakan terumbu karang
tersebut sudah mencapai titik kritis.
2. Penggunaan Kata Ganti atau Ponomina
Kata ganti sangat efektif untuk menandai pertalian antarkalimat dalam paragraf
atau wacana. Termasuk di dalamnya kata ganti orang/pronomina dan kata ganti tunjuk.
Jika kata yang digantikan mendahui kata ganti disebut hubungan anaforis, dan jika kata
ganti mendahului kata yang digantikan disebut hubungan kataforis.
Contoh :
a. Titik membeli mobil baru. Ia mengendarainya untuk berwisata ke Bali.
b. Dengan mobil barunya itu Titik berwisata ke Bali.
c. Boyke akan menjemput Tria. Ia sudah berpakaian rapi.
Pemakaian ia pada kalimat pertama merupakan penanda kohesi anaforis karena
mengacu pada kata Titik sebagai anteseden yang mendahuluinya. Sedangkan nya
pada contoh kedua merupakan penanda kohesi kataforis. Contoh ketiga tidak hohesif
karena kata ganti ia membingungkan pembaca, siapa yang sudah berpakaian rapi.
Boyke atau Tria?
3. Penggunaan Penanda Koreferensi
Penanda kohesi sering menggunakan kata yang maknanya berbeda dengan kata
yang diacunya. Akan tetapi, kedua kata itu mengacu pare referen yang sama atau
menunjuk pada sesuatu yang sama.
Contoh : Pagi-pagi Pak Hamid telah berangkat ke sawah. Petani yang rajin itu
memikul bajak seraya menggiring dua ekor lembu.
Kedua kalimat itu koheren dan kohesif karena Pak Hamid dan petani mengacu kepada
referen yang sama.
4. Persesuaian Alami
Kadang-kadang dalam sebuah paragraf kita temukan kata yang memiliki
hubungan persesuaian alami. Walaupun kedua kata berbeda maknanya, mereka
merujuk pada satu kumpulan yang sama.
Contoh : Ayah mempunyai kuda sumbawa yang bagus. Paman memiliki dua ekor.
5. Hubungan Metafora
Hubungan metafora mirip dengan hubungan koreferensi. Kedua kata atau frasa
dalam paragraf mempunyai bentuk dan arti yang berbeda tetapi ada semacam pertalian
makna kias dan makna lugas.
Contoh : Tidak mengherankan jika Erna sekarang tumbuh menjadi gadis cantik.
Dulu ibunya memang bunga desa yang menjadi incaran para pemuda.
5. Penggunaan konjungsi.
Konjungsi merupakan penanda kohesi yang paling produktif digunakan penulis
untuk menjalin hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk, antarkalimat dalam

10

paragraf, dan antarparagraf dalam wacana yang lengkap. Ada bermacam-macam


hubungan yang dinyatakan dengan konjungsi sebagai penanda kohesi, antara lain :
a. Hubungan sebab akibat atau akibat sebab yang ditandai dengan konjungsi sebab,
sebab itu, karena, karena itu, oleh karena itu, maka, maka itu.
Contoh : Kita perlu biaya banya untuk menanggulangi bencana tersebut. Oleh
karena itu, kita harus bergotong royong.
b. Hubungan pertentangan, ditandai dengan konjungsi tetapi, namun.
Contoh : Harga beras sudah murah tetapi persediaan di pasar masih kurang.
c. Hubungan pengutamaan, dinyatakan dengan konjungsi malahan, bahkan.
Contoh : Mereka sangat apresiatif terhadap pertunjukan itu, bahkan banyak yang
memberikan sumbangan spontan untuk kelangsungan kesenian tersebut
.
d. Hubungan perkecualian, dinyatakan dengan konjungsi kecuali.
Contoh : Semua siswa mengikuti gerak jalan masal itu kecuali beberapa yang
sedang menderita sakit.
e. Hubungan konsesif, ditandai dengan konjungsi walaupun, meskipun, biarpun, dsb.
Contoh : Walaupun ia anak orang kaya, ia tetap berpenampilan sederhana.
f. Hubungan tujuan, dinyatakan dengan konjungsi agar, supaya.
Contoh : Setiap anak perlu membaca karya sastra supaya jiwanya tidak kering.

BAB II
APLIKASI PEMAHAMAN PARAGRAF
DALAM SOAL PILIHAN GANDA
A. MENENTUKAN GAGASAN UTAMA PARAGRAF
1. Paragraf Deduktif
Kalimat utama terletak pada awal paragraf.
Contoh
Pendidikan merupakan alat strategis untuk merebut masa depan. Artinya,
pendidikan merupakan usaha sadar generasi masa kini untuk mempersiapkan generasi
muda menghadapi masa depannya. Kita sadar bahwa zaman selalu berubah. Apa yang
dihadapi generasi masa kini berbeda dengan yang dihadapi generasi masa depan. Dari
fakta di seluruh dunia, bangsa-bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu
mempersiapkan SDM-nya melalui pendidikan yang berkualitas seperti Jepang, Korea,
Singapura, dll. Padahal negara-negara itu termasuk miskin dalam SDA.
Gagasan pokok paragraf di atas terletak pada awal paragraf. Perhatikan dengan
saksama, bahwa kalimat-kalimat yang lain berfungsi sebagai penjelas, semua
memperkuat argumen bahwa pendidikan merupakan alat strategis untuk merebut
masa depan.
Contoh soal
Rakyat menunggu pemerintah menurunkan harga BBM. Ketika harga minyak
dunia melonjak hingga lebih dari USD $ 120 per barel, harga premium dalam negeri
ditetapkan Rp 6.000,00 per liter. Itu pun sudah dengan subsidi. Kini harga minyak
dunia turun drastis hingga mencapai level USD $58 per barel. Padahal kondisi
ekonomi rakyat akibat kenaikan BBM sduah memprihatinkan. Mestinya, minyak
dalam negeri bisa kembali ke level Rp 4.500,00 hingga Rp 5.000,00.
Gagasan pokok paragraf di atas adalah
a. rakyat menunggu penurunan harga BBM
b. lonjakan harga minyak dunia hinga lebih dari USD $120 per barel
c. subsidi harga BBM dalam negri

11

d. penurunan minyak dunia saat ini USD $ 58 per barel


e. kondisi ekonomi rajyat memprihatinkan akibat kenaikan harga BBM
Kunci jawabannya adalah A kerena gagasan pokok terdapat pada awal paragraf. Jadi,
jika pertanyaan berubah menjadi Apakah kalimat utama paragraf di atas?
jawabannya adalah Rakyat menunggu pemerintah menurunkan harga BBM.
2. Paragraf Induktif
Kalimat utama terletak pada akhir paragraf
Contoh
Berita itu diawali dengan kejadian sederhana. Seorang siswa kelas 12 menegur
keras siswa kelas 10 yang tidak menaati peraturan. Teguran itu sampai berupa tindakan
fisik dengan maksud membuat jera. Berita yang berkembang di sekolah, kelas 10 di
tampar kelas 12. Sampai di luar sekolah berita berubah kelas 10 dipukuli kelas 12.
Semakin jauh berita kembang menjadi terjadi penganiayaan terhadap kelas 10.
Memang, bias sebuah berita akan berbanding lurus dengan jauhnya sumber
kejadian.
Gagasan pokok paragraf di atas terdapat pada kalimat terakhir, yakni Memang,
bias sebuah berita akan berbanding lurus dengan jauhya sumber kejadian.
Konjungsi semacam memang, jadi, oleh karena itu, akhirnya, maka, akibatnya,
akhirnya, dan sejenisnya acapkali menjadi indikator sebagai penyimpul paragraf.
Contoh soal
Sumber energi fosil merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Sumber
energi ini antara lain berupa minyak bumi, batu bara, LPG. Ladang-ladang produksi di
Indonesia sudah banyak dieksploitasi. Kapasitas produksinya semakin menurun, seraya
kebutuhan akan energi semakin meningkat. Oleh karenanya, sudah saatnya kita
mencari sumber energi alternatif jika kita tidak ingin mengalami krisis energi.
Ide pokok paragraf di atas adalah .
a. Sumber energi fosil tidak dapat diperbarui.
b. Jenis-jenis sumber energi fosil
c. Banyaknya eksploitasi pada ladang produksi di Indonesia
d. Penurunan kapasitas produksi sumber energi di Indonesia
e. Sudah saatnya kita mencari sumber energi alternatif
Kunci jawabannya adalah E. Paragraf di atas merupakan paragraf persuasi dengan
dimunculkannya kalimat, Oleh karenanya, sudah saatnya kita mencari sumber
energi alternatif jika kita tidak ingin mengalami krisis energi. Seandainya paragraf
di atas berhenti pada kalimat keempat, gagasan paragraf terdapat pada kalimat,
Sumber energi fosil merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui.
Jenisnya menjadi paragraf eksposisi. Dengan munculnya kalimat persuasi pada akhir,
maka paragraf tersebut berubah menjadi paragraf persuasi. Konjungsi oleh karena itu
merupakan indikator kalimat utama paragraf.
3. Paragraf Deduktif-Induktif (Campuran)
Gagasan pokok paragraf terdapat pada awal sekaligus akhir paragraf.Orang sering
salah kaprah menamainya paragraf campuran. Bentuknya dapat berupa pengulangan
kalimat pertama, atau kedua kalimat (pertama dan terakhir) dirangkaikan sebagai
simpulan gagasan pokok paragraf.
Contoh
Kebijakan ekonomi nasional harus berpihak kepada rakyat. Kemerdekaan
bertujuan untuk menyejahterakan kehidupan rakyat. Peraturan dan perundangundangan yang ditetapkan oleh DPR dan pemerintah tidak boleh hanya berpihak pada
kepentingan kapital besar yang justru berpotensi besar juga terjadinya kolusi, korupsi,
dan nepotisme. Jika itu yang terjadi rakyat akan mengalami kemiskinan dan
kesengsaraan. Maka, rakyat kecillah yang harus menjadi fokus perkonomian
nasional.

12

Gagasan pokok paragraf di atas terdapat pada kalimat pertama dan terakhir.
Kalimat terakhir pada dasarnya merupakan pengulangan kalimat pertama dengan
sedikit perubahan redaksional.
Contoh soal
Perkelahian pelajar harus dihindari. Kerakter remaja yang reaksioner dan
mudah tersinggung merupakan pemicu terjadinya perkelahian. Bermula dari masalahmasalah sepele, seperti saling memandang dengan melotot atau mencibir, berebut
pacar, tersempet di jalan
tidak sengaja, dll kemudian berubah menjadi
perkelahian antarsekolah. Ini merupakan pebuatan yang sangat tercela dan
membahayakan.
Gagasan utama paragraf di atas adalah .
a. Perkelahian pelajar harus dihindari.
b. Karakter remaja yang reaksioner mengakibatkan terjadinya perkelahian pelajar.
c. Pelajar yang berkelahi disebabkan oleh masalah-masalah yangsepele.
d. Perkelahian pelajar harus dihindari karena tercela dan membahayakan.
e. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkelahian pelajar.
Kunci jawabannya adalah D karena kalimat pertama dan terakhir merupakan simpulan
dari gagasan pokok paragraf.
4. Paragraf Deskriptif (Naratif)
Paragraf ini tidak memiliki kalimat utama. Gagasan pokoknya tersebar pada seluruh
kalimat. Untuk menentukannya harus menyimpulkan seluruh isi paragraf. Umumnya
paragraf ini merupakan sebuah deskripsi (lukisan/rincian) atau narasi (kisahan).
Contoh
Matahari pagi belum sepenggalah. Sinarnya menghangatkan alam. Embun yang
menempel di dedaunan memantulkan cahaya berbinar-binar dan berseri. Angin gunung
berhembus sepoi, sejuk dan nyaman menyapa setiap insan. Burung burung
berlompatan pada ranting-ranting sambil bercereceh riang.
Gagasan pokok paragraf di atas adalah Pagi yang indah di di lereng gungung.
Simpulan ini berdasarkan semua fenomena kalimat yang mendukung suasana nyaman
dan indah. Ungkapan angin gunung menandakan bahwa peristiwa itu terjadi di
lereng gunung bukan di perkotaan atau di pantai.
Contoh soal
Ketika kecil kehidupan Paidi sangat sederhana, bahkan bisa dikatakan
menderita.Ayahnya telah meninggal saat ia masih dalam kandungan. Ia anak bungsu
dari lima bersaudara. Ibunya bekerja sebagai pedagang jamu racikan di pasar-pasar
desa. Setelah remaja ia menumpang di rumah salah satu saudaranya yang menjadi
blantik, pedagang sapi. Ia disekolahkan tetapi harus bekerja keras memelihara puluhan
ekor sapi sepulang sekolah. Kondisi ini membuatnya menjadi manusia yang ulet,
tekun, tabah, dan pantang menyerah. Setelah dewasa ia menjadi pengusaha yang
sukses. Namun sayAing, ibunya belum sempat menikmati kesuksesannya karena telah
meninggal saat ia 12 tahun.
Gagasan pokok paragraf di atas adalah .
a. Penderitaan Paidi ketika masih kecil.
b. Paidi hidup sukses sebagai pengusaha
c. Riwayat hidup kesuksesan Paidi
d. Keuletan, ketekunan, ketabahan Paidi pantang menyerah
e. Ibunya tidak turut menikmati kesuksesan Paidi
Kunci jawabanya adalah C, paragraf di atas merupakan narasi dan kisah perjalanan dan
riwayat hidup Paidi dari kecil hingga mencapai sukses.
5. Paragraf Ineratif

13

Gagasan utamanya terletak di tengah paragraf. Secara teoretik memang ada, tetapi
dalam praktiknya amat jarang kita temukan paragraf ineratif.
Contoh
Peserta pemilu kali ini lebih dari 140. Partai-partai baru bermunculan dengan
adanya kebebasan berorganisasi dan berserikat. Partai lama yang tidak memenuhi
persyaratan perolehan suara pada pemilu yang lalu dipoles dan berganti nama baru.
Fenomena ini sesunggunya hanya akan membingungkan rakyat. Betapa tidak,
sebegitu banyak partai yang harus dipilih. Rakyat pun tidak banyak tahu apa, siapa,
dan bagaimana mereka. Yang diketahui hanya bertebarannya gambar-gambar, poster,
dan slogan para pengurus partai yang berebut simpati rakyat agar dipilih menjadi
anggota dewan.
Gagasan pokok paragraf di atas adalah Banyaknya partai politik membingungkan
rakyat. Kalimat 1 3 merupakan pengantar, kalimat 5 6 merupakan penjelasan
tambahan mengapa rakyat bingung.
Contoh soal
Jumlah penduduk di Indonesai berkembang sangat cepat. Ketika program
keluarga berencana ditinggalkan oleh penggagasnya, Suharto, KB menjadi sesuatu
yang patut ditinggalkan pula. Berbagai argumen yang sering dibumbui kepercayaan
dan agama memperkuat gejala itu. Akibatnya, tuntutan akan kebutuhan perumahan
menjadi tidak terkendali. Jumlah penduduk yang banyak tentu memerlukan perumahan
yang banyak pula. Sawah dan ladang produktif pun berubah menjadi beton dan
tembok.
Gagasan pokok paragraf di atas adalah .
a. Cepatnya perkembangan penduduk di Indonesia saat ini.
b. Kebutuhan perumahan tidak terkendali akibat cepatnya perkembangan penduduk
c. Kegagalan program KB setelah ditinggalkan Suharto.
d. Agama dijadikan argumen untuk meninggalkan program KB
e. Berubahnya sawah dan ladang produktif perumahan
Kunci jawabanya adalah B. Kalimat 1 3 merupakan pengantar. Kalimat 5 6
merupakan penjelasan tambahan bagaimana tuntutan perumahan tidak
terkendali.Konjungsi akibatnya juga merupakan indikator bahwa paragraf itu ingin
menegaskan akibat pertumbuhan penduduklah yang ingin disampaikan penulis kepada
pembaca.
B. LATIHAN SOAL PILIHAN GANDA: MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF
Pilihlah sebuah jawaban yang tepat!
1. Kebudayaan merupakan manifestasi dari sudut pandang masyarakat terhadap dunia dan
lingkungan di sekitarnya. Masyarakat yang hidup di lingkungan agraris memiliki
kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat yang hidup di tepi pantai. Alat-alat dan
bangunan yang dibuat masyarakat agraris berbeda pula dengan yang dibuat masyarakat
nelayan. Demikian juga, karya seni yang tercipta akan diilhami oleh alam di sekitarnya.
Alam akan memperkaya keragaman budaya masyarakat yang tinggal di situ.
Kalimat utama pargraf di atas adalah
a. Kebudayaan merupakan manifestasi dari sudut pandang masyarakat terhadap dunia
dan lingkungan di sekitarnya.
b. Masyarakat yang hidup di lingkungan agraris memiliki kebudayaan yang berbeda
dengan masyarakat yang hidup di tepi pantai.
c. Alat-alat dan bangunan yang dibut masyarakat agraris berbeda dengan yang dibuat
masyarakat nelayan
d. Demikian juga karya seni yang tercipta, akan diilhami oleh alam di sekitar masyarakat
tersebut.
e. Alam akan memperkaya keragaman budaya masyarakat tersebut.

14

2. Masyarakat menunggu-nunggu turunnya harga BBM. Ketika harga minyak dunia


melonjak sampai lebih dari USD 120$ per barel, Harga minyak dalam negri melambung
sampai Rp 6.000,- untuk jenis premium. Masyarakat pun menjerit. Kini harga minyak
dunia merosot tajam hingga kurang dari USD 60$ per barel. Jika harga ini diperhitungkan
oleh pemerintah, harga minyak dalam negeri akan mengalami penurunan pula.
Gagasan pokok paragraf di atas adalah .
a. Masyarakat menunggu penurunan harga minyak.
b. Harga minyak dunia pernah melonjak
c. Masyarakat menjerit karena harga minyak melonjak
d. Kini harga minyak dunia meorsot tajam
e. Dampak penurunan harga minyak dunia
3. Kejaksaan Agung sepertinya mengulur dan menunda-nunda eksekusi terpidana mati kasus
bom Bali. Jaksa Agung mengisyaratkan eksekusi akan dilaksanakan pada minggu pertama
bulan November 2008. Kenyataanya baru tanggal 9 November 2008 dini hari, ketiga
terpidana itu dieksekusi. Kejaksaan Agung ingin melakukan tugas berat itu dengan cermat
dan teliti. Akhirnya, kita tahu alasan penundaan itu adalah ingin segalanya berjalan dengan
sempurna.
Gagasan utama paragraf di atas adalah .
a. Penundaan eksekusi terpidana mati oleh Kejaksaan Agung
b. Isyarat Jaksa Agung eksekusi terpidana mati pada minggu I bulan November 2008
c. Pelaksanaan eksekusi mati baru pada tanggal 9 November 2008
d. Kecermatan dan ketelitian Kejaksaan Agung dalam melaksakan eksekusi
e. Kita tahu, alasan penundaan eksekusi itu agar segalanya berjalan dengan sempurna
4. Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa heroik arek-arek
Surabaya pada hari itu, 63 tahun yang lalu, tercatat sebagai sejarah perjuangan bangsa
Indonesia yang luar biasa. Dengan senjata seadanya, mereka bertempur habis-habisan
melawan sekutu yang akan mencengkeram kembali tanah air tercinta. Pantas kiranya
peristiwa itu dicatat sebagai tinta emas perjuangan bangsa. Hari pahlawan memang
merupakan kaca brenggala, cermin bagi generasi muda untuk meneruskan perjuangan itu
dengan gigih, berjuang membangun bangsa.
Gagasan utama paragraf di atas adalah .
a. Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.
b. Peristiwa itu merupakan perjuangan heroik arek-arek Surabaya.
c. Perjuangan arek-arek Surabaya melawan sekutu memang luar biasa
d. Mereka mampu melawan sekutu dengan senjata seadanya.
e. Hari Pahlawan merupakan cermin bagi perjuangan generasi muda
5. Melihat kasus dengan menggeneralisasikan masalah tidak selalu tepat. Sebagai contoh,
kasus pernikahan Syekh Puji dengan Ulfah, seorang remaja yang baru berusia 12 tahun,
oleh sebagian kalangan dinilai melanggar HAM. Ada yang lebih ekstrem lagi, kasus itu
dikatakan sebagai pencabulan anak di bawah umur yang melanggar hokum positif. Setelah
dilakukan klarifikasi terhadap Ulfah, ternyata si anak merasa senang menjadi istri Syekh
Puji. Ia bahkan tidak mau dipisahkan dengan suaminya, karena ia merasa sangat bahagia
sebagi istri Syekh yang usianya sebaya dengan ayahnya. Jadi, menyelesaikan masalah
tidak dapat dilakukan dengan sudut pandang generalisasi.
Ide pokok paragraf di atas adalah .
a. Penyelesaian masalah tidak dapat dilakukan dengan menggeneralisasikan.
b. Kasus pernikahan Syekh Puji dengan gadis di bawah umur.
c. Pernikahan dengan anak dibawah umur melanggar HAM
d. Pengakuan Ulfa yang merasa bahagia menjadi istri Syekh Puji.
e. Sudut pandang orang bias berbeda-beda dengan yang menjalani.
6. Rafa mengikuti alur hidupnya seperti air mengalir. Semenjak belia ia tidak suka neko-neko.
Permasalahan dan problem yang dihadapi sebagai anak sekolah ia jalani dengan sederhana
dan apa adanya. Ia tidak suka mendramatisasi kejadian-kejadian yang dialami. Bahkan
ketika orang lain melihat prestasinya sangat istimewa karena selalu berhasil menjadi juara

15

kelas, ia menganggapnya biasa-biasa saja. Ah, itu kan Cuma nilai rapor. Apa sih artinya
angka-angka itu, kecuali sebagai bentuk penghargaan guru kepada murid yang mau belajar
dengan baik. Semua orang juga bias seperti itu kalau dia mau.
Gagasan pokok paragraf di atas adalah .
a. Rafa mengikuti alur hidup seperti air mengalir.
b. Semenjak kecil Rafa tidak suka neko-neko.
c. Rafa menghadapi masalah dengan sederhana
d. Sikap hidup Rafa yang sederhana dan apa adanya dalam menjalani hidup
e. Nilai rapor yang baik menurut Rafa dapat dicapai siapa pun jika mau
7. Pagar besi yang runcing itu mengelilingi bangunan dua lantai yang berdiri kokoh di selasela rimbunnya tanaman. Pintu gerbangnya mengesankan kokoh dan angkuh. Besi bakar
berwarna coklat kemerahan memancarkan kegarangan raut muka penghuninya. Namun,
manakala orang menginjakkan kakinya di halaman yang luas itu, kesan tersebut akan
berbalik 180 derajat. Kesejukan rumput hijau yang rapi dengan bunga bunga bermekaran,
menyapa dengan senyum ramah kepada setiap orang yang datang. Master piece taman
berupa bonsai yang indah meliuk melenyapkan kesan angkuh dan garang itu.
Inti paragraf di atas adalah .
a. Rumah berpagar besi yang berdiri kokoh
b. Halaman rumah yang dihiasi rumput hijau dan bunga indah
c. Suasana rumah dari luar tampak angkuh tetapi di dalam ramah
d. Setiap tamu akan disambut dengan keramahan tanaman
e. Bonsai merupakan master piece taman di rumah itu
8. Bahasa merupakan cermin kepribadian seseorang. Dari berbagai penelitian terungkap
bahwa sistematika orang bertutur menggambarkan sistematika cara padang dan pola pikir
penuturnya. Demikian pula, pilihan kata dan istilah yang digunakan seseorang merupakan
gambaran hati orang tersebut. Jika orang berpikiran negatif, ia akan selalu memilih kata
dan kalimat negatif dalam menaggapi fenomena di sekitarnya. Orang lain selalu tampak
salah di mata orang yang memiliki kepribadian negatif. Sudut pandang ini akan tercermin
dalam sebagian besar pembicaraan orang tersebut. Demikian pula sebaliknya, jika
seseorang berkepribadian positif ia akan memilih kata dan kalimat yang positif pula dalam
mengomentari fenomena di sekitarnya.
Ide utama paragraf di atas adalah .
a. Bahasa merupakan cermin kepribadian seseorang
b. Hasil penelitian mengungkapkan sitematika berpikir tampak pada bahasa seseorang
c. Pilihan kosa kata dan kalimat merupakan cermin pribadi penuturnya
d. Orang yang berpikir negative akan menuturkan sesuatu dengan negative
e. Orang yang berpikir positif akan menanggapi fenomena dengan bahasa positif.
9. Sementara itu, kebutuhan manusia terhadap energi semakin meningkat. Makin
berkembang teknologi manusia, semakin besar pula kebutuhan energinya. Sebagian besar
kebutuhan tersebut baru dipenuhi oleh minyak bumi. Di dunia ini tidak semua Negara
mampu menghasilkan minyak bumi. Negara-negara maju, produsen teknologi modern
sebagain besar sebagai konsumen minyak bumi dari Negara-negara berkembang.
Gagasan utama paragraf di atas adalah .
a. kebutuahn akan energi terus meningkat
b. pemenuhan kebutuhan energi Negara maju
c. perkembangan kebutuhan energi
d. kebutuhan energi seiring dengan kemajuan teknologi
e. negara produsen dan konsumen minyak bumi
10. Sumber daya terdiri atas sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). SDA
meliputi kekayaan bumi, air, udara, flora, dan fauna. SDM menyangkut kekayaan budaya,
kecerdasan bangsa, etika, semangat, serta berbagai kemampuan kreativitas anak bangsa.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa SDM merupakan adalah potensi manusia yang
dapat dikembangkan untuk pproses produksi.
Pokok pikiran paragraf di atas adalah .

16

a. Jenis-jenis SDA
b. Bentuk-bentuk SDM
c. Sumber daya terdiri atas SDA dan SDM.
d. SDM potensi manusia yang dapat dikembangan
e. SDM lebih beguna dalam pengembangan proses produksi
11. Dari uji praklinik maupun klinik dapat disimpulkan bahwa pare sangat berpeluang
dijadikan sumber fitofarmaka antidiabetes. Penelitian pare sebagai antidiabetes diawali
dengan pembuktian secara ilmiah mengenai kemampuannya menurunkan kadar glukosa
darah pada hewan uji dalam kondisi normal maupun diabetes. Dilaporkan ekstrak air buah
pare menunjukkan efek hipoglikemik (menurunkan kadar glukosa darah) pada orang
normal maupun diabetes yang diinduksi streptozotosin.
Pikiran utama paragraf di atas adalah .
a.
b.
c.
d.
e.

Hasil penelitian mengenai pare terhadap penyakit diabetes


Pare berpeluang diajdikan sumber fitofarmaka antidiabetes
Hewan yang diuji coba dengan pare menurun kadar glukosanya
Pembuktian ilmiah bahwa pare mampu menurunkan kadar glukosa darah
Ekstrak air buah pare menunjukkan efek hipoglikemik orang normal dan penderita
diabetes
12. Meskipun bukan termasuk sehat, kopi memiliki efek yang baik terhadap gigi. Penelitian
terbaru dari negeri Capuccino, Italia, menguatkan fakta tersebut. Carlo Prozzo dari
Universitas Ancona menjelaskan bahwa senyawa yang terkandung di dalam kopi
menghentikan bakteri yang menempel pada gigi sintetis. Senyawa tersebut juga efektif
membasmi bakteri yang merusak gigi
Ide utama paragraf di atas adalah .
a.
b.
c.
d.
e.

Hasil penelitian kopi di Italia


Efek kopi yang baik terhadap gigi
Penjelasan Carlo Prozzo mengenai kandungan kopi
Kopi dapat menghentikan bakteri yang menempel pada gigi
Senyawa kandunagn kopi efektif membasmi bakteri yang merusak gigi

C. RAGAM SOAL TENTANG PARGRAF


Wacana berhubungan dengan soal nomor 1 dan 2
Di Tasik Malaya, seorang ibu mencatatkan namanya dalam sejarah dengan cara spektakuler.
Dia, seorang diri, memapras bukit cadas liat yang panjangnya 45 meter. Dengan
bergelantungan di tali rotan, ia memahat bukit cadas di timur laut Gunung Galunggung. Ia
hanya bersenjatakan cangkul dan sebuah linggis. Keinginannya sederhana. Ia ingin membuat
saluran yang dapat mengalirkan air dari Sungai Cilutung ke kampungnya. Keinginan itu
terkabul setelah Mak eroh, nama perempuan setengah tua dengan syaraf baja itu, bekerja
tanpa putus selama 47 hari.
1.

Gagasan utama paragraf di atas adalah .


a. Di Tasik Malaya tercatat perempuan spektakuler.
b. Mak Eroh memapras bukit cadas seorang diri.
c. Mak Eroh mencatatkan namanya dalam sejarah dengan spektakuler.
d. Perempuan bersyaraf bajaitu bernama Mak Eroh.
e. Mak Eroh mempunyai keinginan yang sederhana.

2.

Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah .


a. Sejarah membuktikan bahwa perempuan dapat memapras bukit seorang diri.
b. Akhirnya keinginan perempuan setengah baya itu tercapai setelah bekerja keras.
c. Mak Eroh lahir di Tasik malaya dengan catatan spektakuler.dalam sejarah.
d. Mak Eroh adalah salah satu perempuan yang memiliki kekuatan bersyaraf baja.
e. Di Tasik Malaya, kaum perempuan memapras bukit cadas dengan cara sepktakuler

17

Wacana berhubungan dengan soal nomor 3 dan 4


Mak Eroh adalah tamsil yang dapat kita kedepankan setiap kita hendak berbicara tentang
bagaimana perempuan memandang, memahami, dan memperlakukan alam semesta. Bagi Mak
Eroh, agar alam dapat dirasakan manfaatnya oleh manusia, maka hamparan keajaiban alam itu
harus digarap. Akan tetapi, Mak Eroh menyadari bahwa demi kemanusiaan pula, tepatnya
demi generasi mendatang, pemanfaatan alam tidak dapat dilakukan sekenanya. Ada tapal batas
yang tak dapat seenaknya dilanggar. Jika tapal itu dilanggar, keseimbangan alam semesta
terancam goncang. Jika itu terjadi, manusia pula yang akan menuai ulahnya.

3.

4.

Kalimat tanya yang jawabnya sesuai dengan isi bacaan di atas adalah .
a. Siapakah yang membuat tamsil mengenai wanita yang memelihara alam?
b. Mengapa Mak Eroh memiliki kesadaran memelihara lingkungan?
c. Mengapa alam tidak dapat dimanfaatkan sekenanya?
d. Bagaimana alam bekerja untuk kehidupan generasi mendatang?
e. Apa yang dilakukan Mak Eroh dalam menggarap alam?
Pesan penting yang diungkapkan dalam paragraf di atas adalah .
a. Mak eroh adalah tamsil dalam kehidupan wanita di Indonesia.
b. Alam selalu dapat dimanfaatkan manusia untuk kehidupan yang akan datang.
c. Alam hendaknya dimanfaatkan dengan bijaksana agar manusia memiliki generasi
penerus.
d. Pemanfaatan alam boleh dilakukan oleh semua wanita yang menjadi tamsil
kehidupan.
e. Pemanfaatan alam harus dilakukan dengan bijaksana agar alam dapat bermanfaat
bagi kita dan generasi mendatang.

Wacana berhubungan dengan soal no 5 dan 6


Kebudayaan merupakan manifestasi dari sudut pandang masyarakat terhadap dunia dan
lingkungan di sekitarnya. Masyarakat yang hidup di lingkungan agraris memiliki kebudayaan
yang berbeda dengan masyarakat yang hidup di tepi pantai. Alat-alat dan bangunan yang
dibuat masyarakat agraris berbeda pula dengan yang dibuat masyarakat nelayan. Demikian
juga, karya seni yang tercipta akan diilhami oleh alam di sekitarnya. Alam akan memperkaya
keragaman budaya masyarakat yang tinggal di situ.
5.

Gagasan utama paragraf di atas adalah .


a. Budaya agraris berbeda dengan budaya nelayan.
b. Perbedaan budaya masyarakat sesuai dengan alam
c. Sudut pandang masyarakat mewujudkan perbedaan budaya
d. Karya seni setiap masyarakat berbeda-beda
e. Alam memperkaya keragaman budaya

6.

7.

Mengapa kebudayaan masyarakat agraris berbeda dengan masyarakat nelayan?


a. Sudut pandang masyarakat agraris berbeda dengan masyarakat nelayan.
b. Nelayan memiliki peralatan dan kesenian yang berbeda dengan petani.
c. Petani memiliki kebudayaan yang sesuai dengan alat-alat dan bangunan yang
dimiliki.
d. Petani dan nelayan mengelola alam yang akan memperkaya keragaman budaya.
e. Karya seni diilhami oleh kebudayaan masyarakat yang mendukungnya.
Kebutuhan manusia terhadap energi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Makin
berkembang teknologi manusia, semakin besar pula kebutuhan energinya. Sebagian
besar kebutuhan tersebut baru dipenuhi oleh minyak bumi. Di dunia ini tidak semua
negara mampu menghasilkan minyak bumi. Negara-negara maju, produsen teknologi
modern sebagain besar sebagai konsumen minyak bumi dari negara-negara berkembang.
Untuk itu, sudah saatnya kita mencari sumber energi alternatif selain minyak bumi.

18

Gagasan utama paragraf di atas adalah .


a. kebutuahn energi terus meningkat
b. pemenuhan kebutuhan energi Negara maju
c. sudah saatnya kita mencari sumber energi alternatif
d. kebutuhan energi seiring dengan kemajuan tenologi
e. negara produsen dan konsumen minyak bumi
8.

Asap tebal menyelimuti Kota Pekan Baru selama tiga hari. Jarak pandang kurang dari
lima meter. Kendaraan pun berjalan lambat. Kemacetan tampak terjadi di beberapa ruas
jalan yang lebih tebal asapnya. Hal ini tentu mengganggu aktivitas sehari-hari. Bukan
hanya sektor transportasi yang terganggu, tetapi otomatis sektor perdagangan dan
perkantoran pun turut menanggung akibat asap ini. Orang-orang pun sangat terganggu
pernapasannya. Penerbangan ke Pekan Baru dialihkan ke Bandara di kota lain.
Gagasan utama paragraf di atas adalah .
a.
b.
c.
d.
e.

9.

Aktivitas di Pekan Baru terganggu


jarak pandang kurang dari lima meter
kemacetan terjadi di beberapa tempat
penerbangan dialihkan ke bandara lain
akibat asap tebal di Kota Pekan Baru

(1)Pemanasan global merupakan akibat ulah manusia. (2)Alam diciptakan oleh Yang
Maha Kuasa penuh keserasian dan keseimbangan. (3)Manusialah yang merusak
keseimbangan itu karena kerakusan untuk mengeksploitasi alam secara berlebihan.
(4)Penggundulan hutan, pemakaian bahan bakar fosil yang tidak terkendali, penggunaan
gas freon untuk pendingin, pembuangan limbah industri dengan kadar zat kimia yang
berbahaya, dan lain-lainmerupakan bentuk-bentuk keserakahan itu. (5)Hal itu
menyebabkan kebocoran lapisan ozon yang menjadi pelindung bumi kita dari radiasi
matahari.
Kalimat penjelas pada paragraf di atas adalah nomor .
a. 1 2 3
b. 1 2 4
c. 1 3 5

10.

d. 2 3 4 - 5
e. 1 2 3 4 5

Penulisan kata yang sesuai dengan EYD terdapat pada kalimat .


a. Alam dapat memberikan keuntungan finansiil jika dikelola dengan baik.
b. Menurut analisa para pakar pemanasan global akan terus meningkat.
c. Negara yang diproklamirkan 64 tahun yang lalu ditebus dengan darah dan nyawa.
d. Karena asap tebal, jadual penerbangan di Pontianak terpaksa ditunda.
e. Pemakaian bahan bakar fosil akan meningkatkan kuantitas polusi di muka bumi.

Teks berhubungan dengan soal nomor 11 14


(1)Majunya industri keuangan syariah dan inovasi produk keuangan syariah sesungguhnya bukan hal
baru. (2)Sejarah membuktikan bahwa pada masa kejayaan Islam, industri keuangan syariah ternyata
juga ikut berkembang pesat. (3)Salah satu ujung tombaknya adalah jahbath. (4)Lembaga keuangan ini
merupakan embrio bank syariah. (5)Menurut Nasir-i Khusraw, sejarawan asal Persia, di Kota Isfahan
tercatat sekitar 200 jahbath.

11.
12.

Kalimat utama paragraf di atas adalah ....


a. (1)
(2)
c. (3)

d. (4)

Gagasan pokok paragraf di atas adalah ....


a. kemajuan industri keuangan syaraiah bukan hal baru
b. Bukti sejarah berkembangnya industri syariah masa kejayaan Islam
c. Jahbath sebagai ujung tombak kemajuan syariah
d. Jahbath merupakan embrio lembaga keuangan syariah

19

e. (5)

13.

14.

e. Tercatat sekitar 200 jahbath di Kota Isfahan


Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah ....
a. Kemajuan industri syariah disebabkan oleh kejayaan Islam
b. Industri keuangan syariah sesungguhnya merupakan produk baru
c. Industri keuangan syariah berkembang dari jahdath
d. Ujung tombak kejayaan syariah adalah kejayaan Islam
e. Nasir-i Khusraw sejarawan mengenai keuangan syariah
Simpulan paragraf di atas adalah ....
a. Lembaga keuangan syariah sudah ada sejak masa kejayaan Islam
b. Lembaga keuangan syaraiah berpangkal dari Kota Isfahan
c. Industri keuangan syariah merupakan pendukung kejayaan Islam
d. Kejayaan Islam mengalami keamjuan berkat lembaga keuangan syariah
e. Sejarah membuktikan bahwa lembaga keuangan syariah bisa maju

Teks berhubungan dengan soal nomor 15 dan 16


(1) Akhir-akhir ini tayangan misteri di televisi sering muncul . (2) Bentuknya beragam, seperti
sinetron, tayangan interaktif, atau talk show. (3) Rating penontonnya pun mencapai lebih dari 50%. (4)
Kondisi ini tentu akan menguntungkan jika ditinjau dari sisi bisnis. (5) Agaknya si penggagas acara
memahami benar psikhologi masyarakat Indonesia. (6) Mereka memang ingin mengeksploitasi kondisi
ini menjadi ladang bisnis yang luar biasa.

15.

16.

Kalimat fakta pada kutipan di atas adalah ....


a. (1), (2), (3)
c. (2), (3), (5)
b. (1), (3), (5)
d. (2), (4), (5)

e. (4), (5), (6)

Kalimat opini pada kutipan di atas adalah ....


a. (1), (3), (5)
c. (2), (4), (6)
b. (2), (4), (5)
d. (3), (4), (5)

e. (4), (4), (6)

Teks berhubungan dengan soal nomor 17 dan 18


(1)Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungannya merupakan masalah yang
urgen. (2)Pemerintah memiliki peran sentral untuk mencapai sasaran itu. (3)Beberapa contoh
kampanye dan sosialisi yang dilakukan pemerintah bekerja sama dengan kelompok masyarakat
menunjukkan peningkatan yang signifikan. (4)Ditinjau dari frekuensi kegiatan, angkanya demikian
tinggi. (5)Ini menunjukkan bahwa sesungguhnya masyarakat paham akan hal intu. (6)Untuk itu,
seharusnya pemerintah memiliki program yang komprehensif dan berkesinambungan.

17.
18.

19.

Kalimat persuasi pada kutipan di atas adalah nomor ....


a. (1)
b. (2)
c. (4)
d. (5)

e. (6)

Kata-kata bergaris bawah pada paragraf di atas berturut-turut bermakna ....


a. penting, kecepatan, menyeluruh
b. bermakna, kekerapan, berkelanjutan
c. penting, kekerapan, lengkap
d. berbahaya, jumlah, lengkap
e. menguntungkan, kegiatan, lengkap
Bacalah dengan saksama kutipan tajuk rencana berikut!
Ujian nasional (UN) ditetapkan sebagai salah satu tolok ukur prestasi pendidikan dasar dan
menengah. Terjadinya penyimpangan dan pelanggaran dalam pelaksanaan UN tidak perlu
menjadi alasan untuk dihapuskannya Sebagai bagian dari proses evaluasi pendidikan UN
mempunyai peran sebagai alat kendali terhadap kualitas belajar mengajar (KBM) di sekolah.
Asumsinya, jika KBM dilaksanakan dengan standar kualitas yang memadai, maka hasil
evaluasinya pun akan memadai. Sebaliknya, jika KBM dilaksanakan seadanya, maka hasilnya
pun tentu seadanya. UN memang diperlukan sebagai salah satu tolok ukur standar kualitas
pendidikan, tetapi yang lebih penting dari itu, tuntutan kualitas tersebut perlu diikuti oleh
peningkatan kualitas guru, sarana prasarana, fasilitas, dan dukungan yang lain.
Opini penulis dalam tajuk di atas adalah .
a. Ujian nasional merupakan tolok ukur prestasi pendidikan dasar dan menengah.

20

b.
c.
d.
e.
20.

Masih terjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan ujian nasional.


Terjadinya pelanggaran tidak perlu dijadikan alasan dihapuskannya ujian nasional
Keberhasilan ujian nasional dipengaruhi oleh keberhasilan KBM di sekolah.
Tuntutan standar ujian nasional perlu diikuti oleh peningkatan kualitas dukungan.

Cermati dua paragraf berikut!


DPR geram terhadap hasil gelar perkara Bank Cenntury yang dilaksanakan oleh KPK. DPR
tidak puas melihat kinerja KPK yang dinilai tidak sesuai dengan harapan para wakil rakyat yang
sudah bekerja maraton dalam Pansus Bank Century. Lebih-lebih salah satu pimpinan KPK
mengisyaratkan kasus tersebut akan dilempar ke kepolisian dan kejaksaan.
Lembaga wakil rakyat ini berniat memangkas anggaran KPK. Tampaknya langkah itu
merupakan salah satu akumulasi dari kegeraman DPR. Namun, jika itu terjadi berarti DPR telah
melanggar undang-undang. Di samping itu, pemangkasan anggaran bagi lembaga negara yang
selama ini menjadi salah satu harapan masyarakat justru akan kontraproduktif. Anggaran yang
kurang akan semakin menurunkan kualitas kinerja KPK. Rakyat bisa saja marah terhadap DPR
karena harapannya yang besar akan hasil kerja KPK menjadi pupus.
Ringkasan atas dua paragraf di atas adalah ....
a. DPR geram terhadap kinerja KPK terhadap gelar perkara masalah Bank Century.
b. Niat DPR untuk meangkas anggaran KPK dinilai kontar produktif karena menghambat
kinerja KPK.
c. DPR geram karena KPK akan mengalihkan kasus Bank Century ke kepolisian dan
kejaksaan, maka DPR akan memangkas anggaran KPK.
d. DPR geram terhadap kinerja KPK menangani kasus Bank Century sehingga DPR berniat
memangkas anggaran KPK.
e. Pemangkasan anggaran KPK oleh DPR disebabkan kasus Bank Century oleh KPK tidak
memenuhi harapan rakyat.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. Et al. 2000. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia. Jakarta :
Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Harrison, Frank R. 1999. Deducative Logic and Deskriptive Language.
Englewood Cliffs New Jersey : Prentice -- Hall Inc.
Keraf, Gorys. 2000. Komposisi. Ende : Nusa Indah dan Kanisius.
Keraf, Gorys, 1980. Tatabahasa Indonesia untuk Sekolah Lanjutan Atas.
Ende : Nusa Indah.
Keraf, Gorys, 1998. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat
Pendidikan Menengah Atas. Jakarta : Grasindo
Keraf, Gorys, 2001. Argumentasi dan Narasi. Jakarta : Gramedia.
Ms, Marwoto. Et. Al. 1999. Komposisi Praktis. Yogyakarta : PT. Hanindita.
Mueliono, Anton M. (ed). 2004. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta :
Balai Pustaka.

21

Ramlan, M. 1998. Kata Penghubung dan Pertalian yang Dinyatakan dalam


Bahasa Indonesia Dewasa ini. Yogyakarta : Lembaga Penelitian UGM.
Sherman, Theodore A. Et aL. 1995. Modern Technical Writing. Englewood
Cliff NJ : Prentice Hall Inc.
Sumarlam. Ed. 2007. Analisis Wacana : Teori dan Praktik. Surakarta : Pustaka Cakra.
---tim---

22