Anda di halaman 1dari 12

AKUNTANSI MANAJERIAL

RMK

Manajemen Persediaan

Oleh : Kelompok 1

Komang Andra Yuga


Lalu Yoga
Sagung Agung Dwiyani
Gusi Ayu Surya Rosita Dewi
Luh Pande Eka Setiawati `

1491661003
1491661004
1491661010
1491661011
1491661012

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2014

Manajemen Persediaan Tradisional

Berbagai perusahaan menyadari pentingnya mengelola tingkat persediaan untuk memperoleh


keunggulan kompetitif jangka panjang. Kualitas, rekayasa produk, harga, lembur, kapasitas
berlebih, kemampuan untuk merespon pelanggan ( kinerja tepat waktu ), waktu tunggu ( lead
time ), dan profitabilitas keseluruhan adalah hal-hal yang dipengaruhi oleh tingkat persediaan.
Secara umum perusahaan dengan tingkat persediaan yang lebih tinggi daripada pesaingnya
cenderung berada pada posisi kompetitif yang lebih lemah. Kebijakan manajemen persediaan
telah menjadi sebuah senjata kompetitif.
Biaya Persediaan
Ada dua biaya utama yang terkait dengan persediaan.
a. Jika persediaan berupa bahan baku atau barang yang dibeli dari sumber luar, maka
biaya yang terkait dengan persediaan tersebut disebut biaya pemesanan dan biaya
penyimpanan
b. Jika bahan baku atau barang diproduksi secara internal, maka biayanya disebut biaya
persiapan dan biaya penyimpanan

Biaya pemesanan ( ordering cost ) adalah biaya biaya untuk menempatkan dan
menerima pesanan. Contoh-contohnya mencakup biaya pemrosesan pesanan
( biaya administrasi dan dokumen ), biaya asuransi untuk pengiriman dan
biaya pembongkaran

Biaya persiapan dan penyetelan (setup cost) adalah biaya-biaya untuk


menyiapkan peralatan dan fasilitas sehingga dapat digunakan untuk
memproduksi produk atau komponen tertentu. Contohnya upah pekerja bagian
produksi yang tidak terpakai, biaya fasilitas produksi tidak terpakai
( penghasilan yang hilang ) dan biaya uji coba produksi ( tenaga kerja, bahan
baku, dan overhead).

Biaya penyimpanan( carrying cost ) adalah biaya-biaya untuk menyimpan


persediaan. Contohnya biaya asuransi, pajak persediaan, keusangan, biaya
peluang dari dana yang terikat dalam persediaan, biaya penanganan, dan ruang
penyimpangan persediaan.

Biaya habisnya persediaan( stockout cost ) adalah biaya biaya yang terjadi
karena tidak dapat menyediakan produk ketika diminta pelanggan. Contohnya
adalah penjualan yang hilang ( baik saat ini maupun masa depan ), biaya

ekspedisi ( meningkatkan beban transportasi, lembur, dan lain-lain ) serta


biaya akibat produksi yang terganggu.
Alasan tradisional untuk Memiliki Persediaan
Memaksimalkan laba mensyaratkan perlunya meminimalkan biaya yang berkaitan dengan
persediaan. Meminimalkan biaya penyimpanan mendukung pemesanan atau produksi dalam
jumlah kecil, sedangkan meminimalkan biaya pemesanan mendukung pemesanan dalam
jumlah besar dan jarang. Jadi meminimalkan biaya penyimpanan mendorong jumlah
persediaan yang sedikit atau bahkan tidak ada. Sementara itu meminimalkan biaya
pemesanan atau biaya persediaan mendorong jumlah persediaan yang besar. kebutuhan untuk
menyediakan dua kelompok biaya tersebut agar total biaya penyimpanan dan pemesanan
dapat diminimalkan adalah salah satu alasan perushaan memilih untuk menyimpan
persediaan. Masalah ketidakpastian permintaan adalah alasan utama kedua untuk memiliki
persediaan. Dan ada berbagai alasan lain yang dapat diberikan untuk membenarkan
penyimpanan persediaan misalnya ukuran kinerja seperti ukuran efisiensi mesin dan tenaga
kerja dapat mendorong penyimpanan persediaan.
Kualitas Pesanan Ekonomis ( Economic Order Quantity ) : Model Persediaan
Tradisional
Dalam mengembangkan suatu kebijakan persediaan, terdapat dua pertanyaan mendasar
1. Berapa unit yang harus dipesan (atau diproduksi)?
2. Kapan pemesanan harus dilakukan (atau persiapan dilaksanakan)?
Kualitas Pesanan dan Total Biaya Pemesanan dan Penyimpanan
Total biaya pemesanan (atau persiapan) dan penyimpanan dapat digambarkan melalui
persamaan berikut :
TC = PD/Q + CQ/2
= Biaya Pemesanan + Biaya Penyimpanan
Dimana :
TC

= total biaya pemesanan dan biaya penyimpanan

= biaya menempatkan pesanan dan penerimaan pesanan

= jumlah permintaan tahunan yang diketahui

= jumlah unit yang dipesan setiap kali pesanan dilakukan

= biaya penyimpanan satu unit persediaan selama satu tahun

Biaya penyimpanan persediaan dapat dihitung untuk setiap organisasi yang memiliki
persediaan, termasuk perusahaan eceran, jasa dan manufaktur. Tentu saja, model biaya
persediaan yang menggunakan biaya persediaan dan ukuran lot sebagai input hanya berlaku
untuk perusahaan yang memproduksi sendiri persediaannya.
Menghitung EOQ
Model EOQ adalah sebuah contoh sistem persediaan yang didorong (push inventory system ).
Dalam sistem didorong ini, perolehan persediaan diawali dengan antisipasi permintaan di
masa mendatang bukan reaksi terhadap permintaan saat ini. Hal yang mendasar atas analisis
ini adalah penentuan nilai D, yaitu permintaan masa mendatang. Rumus untuk menghitung
kuantitas ini dapat diturunkan dengan mudah yaitu :
Q = EOQ =2PD/C
Titik Pemesanan Kembali ( Reorder Point )
Titik pemesanan kembali adalah titik waktu dimana sebuah pesanan baru harus dilakukan
(atau persiapan dimulai). Hal ini merupakan fungsi EOQ, waktu tunggu dan tingkat dimana
persediaan hampir habis. Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan untuk menerima
kuantitas pesanan ekonomis setelah pesanan dilakukan atau persiapan dimulai. Untuk
menghinari biaya habisnya persediaan dan meminimalkan biaya penyimpanan, pesanan harus
dilakukan sehingga tiba saat unit terakhir dlam persediaan digunakan. Mengetahui tingkat
penggunaan dan waktu tunggu akan memungkinkan kita untuk menghitung titik pemesanan
kembali yang memenuhi tujuan berikut.
ROP = Tingkat penggunaan x Waktu tunggu
EOQ dan Manajemen Persediaan
Pendekatan tradisional untuk mengelola persediaan telah dikenal sebagai sistem just
in case. Dalam model EOQ sangat berguna untuk mengidentifikasi pertukaran optimal antara
biaya penyimpanan persediaan dan biaya persiapan. Model EOQ juga berguna untuk
mengatasi masalah yang berkaitan dengan ketidakpastian melalui penggunaan persediaan
pengaman. Pentingnya model EOQ diapresiasikan secara lebih baik dengan memahami sifat

lingkungan manufaktur tradisional. Lingkungan tersebut mencirikan produksi dalam jumlah


masal atas beberapa jenis produk standar yang umumnya memiliki biaya persiapan tinggi.
Manajemen Persediaan JIT
Manufaktur JIT (Just in Time) adalah sistem yang berdasarkan tarikan permintaan
yang membutuhkan barang untuk ditarik melalui sistem oleh permintaan yang ada, bukan
didorong ke dalam sistem pada waktu tertentu berdasarkan permintaan yang diantisipasi.
Sebagai pelengkap atas konsep JIT keseluruhan adalah konsep pembelian JIT. Konsep ini
mensyaratkan para pemasok untuk mengirimkan suku cadang dan bahan baku tepat pada
waktunya untuk produksi. JIT memiliki tujuan strategis yaitu meningkatkan laba dan
memperbaiki posisi bersaing perusahaan. Kedua tujuan tersebut dicapai dengan
mengendalikan biaya, memeperbaiki kinerja pengiriman, dan meningkatkan kualitas. Sistem
JIT menawarkan peningkatan efisiensi biaya dan mempunyai fleksibilitas secara simultan
untuk merespon permintaan pelanggan akan kualitas yang lebih baik dan varians yang lebih
banyak.
Karakteristik Dasar JIT
a. Tata letak pabrik
Jenis dan efisiensi tata letak pabrik dikelola secara berbeda dalam proses manufaktur JIT.
JIT mengganti tata letak pabrik tradisional ini dengan suatu pola sel manufaktur. Sel
manufaktur terdiri atas mesin-mesin yang dikelompokkan dalam kumpulan yang biasanya
berbentuk setengah lingkaran. Mesin-mesin diatur sehingga dapat digunakan untuk
melakukan berbagai operasi secara berurutan. Struktur sel biasanya menghasilkan
penurunan waktu tunggu dan menurunkan harga pokok produksi. Desain manufaktur sel
juga dapat mempengaruhi ukuran pabrik dan jumlah pabrik karena umunya membutuhkan
ruang yang lebih sedikit.
b. Pengelompokkan dan pemberdayaan karyawan
Tiap sel dipandang sebagai suatu pabrik mini, jadi setiap sel membutuhkan akses yang
mudah dan cepat untuk mendukung pelayanan. Hal ini berarti perlunya penugasan ulang
untuk bekerja secara langsung dengan berbagai sel manufaktur. Pelatihan pekerja sel
untuk melakukan pekerjaan ganda juga mempengaruhi relokasi dukungan pelayanan pada
sel. Para pekerja sel juga diberikan suatu tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam
manajemen organisasi, dimana masukan pekerja dipandang dan digunakan untuk
memperbaiki proses produksi.

Total Quality Control


Kualitas yang paling rendah tidak dapat ditoleransi dalam suatu lingkungan
manufaktur yang beroperasi tanpa persediaan. Secara sederhana, JIT tidak dapat
diimplementasikan tanpa suatu komitmen pada pengendalian kualitas total (total quality
control-TQC). Pada intinya, TQC adalah suatu pengerjaan tanpa henti untuk suatu kualitas
sempurna, usaha untuk mendapatkan suatu desain produk dan proses manufaktur tanpa cacat.
Ketertelusuran Biaya Overhead
Suatu sistem pembiayan menggunakan tiga metode untuk membebankan biaya pada
produk individual: penelusuran langsung, penelusuran penggerak dan alokasi. Dari ketiga
metode, penelusuran langsung paling akurat sehingga lebih disukai daripada dua metode
lainnya. Manufaktur selular, tenaga kerja berkeahlian ganda, dan aktivitas pelayanan
terdesentralisasi adalah karakteristik utama JIT yang bertanggung jawab pada perubahan
dalam penelusuran ini.
Pengaruh Persediaan
JIT umumnya menurunkan persediaan hingga tingkat yang sangat rendah. Pencapaian
terhadap tingkat yang tidak signifikan dari persediaan adalah vital bagi kesuksesan JIT. JIT
menolak menggunakan persediaan tidak hanya dipandang sebagai pemborosan, tetapi sebagai
sesuatu yang langsung berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk bersaing.
Manajemen persediaan JIT menawarkan penyelesaian alternatif yang tidak membutuhkan
banyak persediaan. Perbedaan utama antara lingkungan manufaktur JIT dan lingkungan
manufaktur tradisional diringkas pada tampilan berikut:
JIT

Tradisional

Sistem tarik
Persediaan tidak signifikan
Pemasok kecil
Kontrak pemasok jangka panjang
Struktur selular
Tenaga kerja berkeahlian ganda
Pelayanan terdesentralisasi
Keterlibatan karyawan tinggi
Gaya manajemen memfasilitasi
Pengendalian kualitas total

Sistem dorong
Persediaan signifikan
Pemasok besar
Kontrak pemasok jangka pendek
Struktur departemental
Tenaga kerja terspesialisasi
Pelayanan tersentralisasi
Keterlibatan karyawan rendah
Gaya manajemen mengawasi
Tingkat kualitas yang dapat diterima

Dominasi penelusuran langsung


(perhitungan biaya produk)

Dominasi penelusuran penggerak


(perhitungan biaya produk)

Biaya Persiapan dan Penyimpanan: Pendekatan JIT

JIT merupakan pendekatan untuk meminimalkan total biaya penyimpanan dan biaya
persiapan yang sangat berbeda dari pendekatan tradisional. JIT tidak menerima biaya
persiapan (atau pemesanan). Justru sebaliknya, JIT mencoba menekan biaya-biaya ini sampai
nol. Jika biaya persiapan dan biaya pemesanan menjadi tidak signifikan, maka biaya yang
tersisa untuk dikurangi adalah biaya penyimpanan yang dicapai dengan mengurangi
persediaan sampai ke tingkat yang sangat rendah. Pendekatan ini yang menjelaskan dorongan
untuk persediaan nol dalam sistem JIT.
Kontrak Jangka Panjang, Pengisian Kembali yang Berkelanjutan, Pertukaran Data
Elektronik dan JIT II
Menegoisasikan kontrak jangka panjang atas pasokan bahan baku dari luar tentu akan
mengurangi jumlah pesanan dan biaya pemesanan terkait. Pengecer telah menemukan cara
mengurangi biaya pemesanan dengan menerapkan apa yang disebut pengisian kembali
berkelanjutan. Dengan pengisian kembali berkelanjutan (continuous replenishment), pembuat
barang mengambil alih fungsi manajemen persediaan pengecer. Proses pengisian kembali
yang berkelanjutan akan lebih dipermudah oleh pertukaran data elektronik. Pertukaran data
elektronik (electronic data interchange- EDI) adalah suatu bentuk awal dari perdagangan
elektronik yang pada intinya adalah suatu bentuk awal dari terotomatisasi dari pengiriman
informasi dari komputer ke komputer.
Pembelian JIT II menyertakan pengaturan kemitraan JIT ke tingkat yang lebih tinggi.
Hubungan JIT II memiliki wakil pemasok yang bekerja di lapangan (secara penuh) di fasilitas
pelanggan, sementara dibayar oleh pemasok. Hubungan ini menurunkan biaya administrasi
kedua pihak dan memfasilitasi penggunaan pembelian JIT secara baik. Pengaturan bersama
sering didukung oleh kontrak terbuka, jangka panjang yang dianggap sebagai suatu kontrak
abadi (evergreen contract)
Manajemen Persediaan dan Dilema Etis
Teknologi untuk melacak dan mengelola persediaan telah berkembang semakin
canggih. Tag Radio Frequency Identification (RFID) yang dianggap pada suatu produk atau
kemasannya bisa digunakan untuk melacak setiap unit produk.
Mengurangi Waktu Persiapan. Mengurangi waktu persiapan mengharuskan
perusahaan mencari cara baru yang lebih efisien untuk melakukan persiapan. Untungnya
pengalaman telah menunjukkan pengurangan yang dramatis atas waktu persiapan dapat
dicapai.

Kinerja Jatuh Tempo: Solusi JIT


Sistem JIT memecahkan masalah kinerja jatuh tempo bukan dengan menimbun
persediaan, tetapi dengan mengurangi waktu tunggu secara dramatis. Waktu tunggu
persediaan, tetapi dengan mengurangi waktu tunggu secara dramatis. Waktu tunggu yang
lebih singkat akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi tanggal
penyerahan dan merespons permintaan pasar dengan cepat. JIT memotong waktu tunggu
dengan mengurangi waktu persiapan, memperbaiki kualitas, dan menggunakan manufaktur
seluler.
Menghindari Penghentian Produksi dan Keandalan Proses: Pendekatan JIT
Penghentian produksi terjadi karena salah satu dari tiga alasan: kegagalan mesin,
kecacatan bahan baku atau subrakitan, dan ketidaktersediaan bahan baku atau subrakitan.
Mereka yang mendukung pendekatan JIT berpendapat persediaan tidak memecahkan
masalah, tetapi hanya menyamarkan atau menutupi masalah tersebut. JIT memecahkan ketiga
masalah di atas dengan menekankan pemeliharaan pencegahan total dan pengendalian
kualitas total, serta membina hubungan yang tepat dengan pemasok.
Pemeliharaan Pencegahan Total
Dengan memberikan perhatian lebih pada pemeliharaan pencegahan, sebagian besar
kegagalan mesin dapat dihindari. Tujuan ini dapat lebih mudah dicapai dalam lingkungan JIT
karena filosofi tenaga kerja antardisiplin. Karena sifat tarikan JIT, pekerja sel biasa
mempunyai waktu menganggur dalam proses manufaktur. Waktu tersebut dapat digunakan
secara produktif dengan melibatkan mereka dalam pemeliharaan pencegahan.
Pengendalian Kualitaas Total
Masalah komponen yang dicatat yangdipecahkan dengan berusaha mencapai tingkat
kerusakan nol. Karena nmanufaktur JIT tidak mengandalkan persediaan untuk menggantikan
komponen atau bahan yang rusak, penekanan pada kualitasbaik untuk bahan baku yang
diproduksi secara internal maupun dibeli secara eksternalmeningkat tajam. Penurunan
jumlah komponen yang cacat juga menghapuskan justifikasi untuk persediaan berdasdrkan
proses yang tidak dapat di andalkan.
Sistem Kanban

Untuk menjamin komponen atau bahan baku tersedia ketika dibutuhkan, digunakan
sebuah system yang disebut sitem Kanban

(Kandban System). System kanban adalah

sebuah system yang mengendalikan produksi melalui penggunaan tanda atau kartu. System
Kanban bertanggung jawab dalam memastikan produk yang dibutuhkan (atau komponen)
diproduksi (atau diperoleh) dalam kuantitas yang diperlukan secara tepat waktu. Hal ini
adalah inti dari system manajemen persediaan JIT.
System Kanban menggunakan kartu atau tanda yang terbuat dari lembaran plastic,
karton, atau metal berukuran empat kali delapan inci. Kanban biasanya diletakkan pada
kantong vinil dan dilekatkan dalam bagian atau tempat yang berisi komponen yang
dibutuhkan. System kanban dasar menggunakan tiga kartu : kanban penarikan, kanban
produksi, dan kanban pemasok. Dua kartu pertama mengendalikan pergerakan kerja diantara
proses manufaktur, sedangkan kartu ketiga mengendalikan pergerakan komponen di antara
proses dan pemasok luar. Kanban penarikan memerinci kuantitas proses berikutnya yang
harus ditarik dari proses sebelumnya. Kanban produksi kuantitas yang harus diproduksi
oleh proses sebelumnya. Kanban pemasok digunakan untuk memberitahukan pemasok agar
menyerahkan lebih banyak komponen dan memerinci kapan komponen tersebut dibutuhkan.
Persiapan Kanban dapat diuraikan sebgai berikut :
1. Pekerja dari lini perakitan akhirn pergi ke gudang penarikan, memindahkan delapan
papan sirkuit, kemudian menempatkan dalam produksi. Pekerja juga mengambil kartu
Kanban penarikan dan menempatkannya di pos penarikan.
2. Kanban penarikan pada pos member tahu bahwa unit perakitan akhir memnbutuhkan
delapan papan sirkuit tambahan.
3. Pekerja lini perakitan akhir melepas kanban penarikan dari posnya dan membawanya
ke gudang papan sirkuit.
4. Pada area gudang papan sirkuit, pembawanya melapas Kanban produksi dari tempat
penyimpan delapan papan sirkuit dan menempatkannya pada pos pemesanan
produksi.
5. Kemudian, pembawa melekatkan Kanban penarikan ke tempat penyimpanan
komponen dan membawa tempat penyimpanan tersebut kembali ke area perakitan
akhir. Perakitan computer berikutnya dapat dimulai.
6. Kanban produksi pada pos pemesanan produksi memberitahu pekerja perakitan papan
sirkuit untuk memulai produksi lot papan sirkuit lainya. Kanban produksi dilepas dan
menyertai unit-unit saat mereka diproduksi.

7. Ketika satu lot delapan papan sirkuit telah lengkap, unit-unit tersebut diletakkan di
suatu tempat penyimpanan di area gudang papan sirkuit dan Kanban produksi
diletkakkan disana. Kemudian, siklus ini diulang.
Penggunaan Kanban menjamin proses berikutnya (perakitan akhir) menarik papan
sirkuit dari proses sebelumnya dalam kuantitas yang diperlukan pada waktu yang
tepat.

System

Kanban

juga

mengendalikan

proses

sebelumnya

dengan

memperbolehkan memproduksi sejumlah produk yang ditarik ole proses berikutnya.


Dengan cara lain, persediaan tetap berapa pada tingkat minimal dan komponen dating
ketika handak digunakan. Pada intinya langkah langkah yang sama ditempuh dalam
pembelian subrakitan. Satu-satunya perbedaan terletak pada penggunaan Kanban
pemasok yang menggantikan Kanban produksi. Kanban pemasok pada pos pemasok
memberi tahu pemasok bahwa pesanan berikutnya diperlukan. System pembelian JIT
diperlukan pemasok untuk menyerahkan kuantitas dalam jumlah kecil dengan
frekuensi yang kecil.
Diskon dan kenaikan Harga : Pembelian JIT versus Menyimpan Persediaan
Secara tradisional, persediaan disimpan sehingga perusahaan dapat mengambil
keuntungan diskon kuantitas dan melindungi diri dari kenaikan harga di masa mendatang atas
barang yang di beli. Tujuanya adalah menurunkan biaya persediaan. System jit mencapai
tujuan yang sama tanpa harus menyimpan persediaan. Solusi JIT adalah menegosiasikan
komtrak jangka panjang dengan sejumlah kecil pemasok terpilih yang beralokasi sedekat
mungkin dengan fasilitas produksi dan membangun keterlibatan pemasok secara lebih
ekstensif. Dampak lain dari pembelian JIT adalah menurunkan biaya komponen yang dibeli
(biasanya ada penurunan anatara 5 -20 persen.
Keterbatasan JIT
JIT bukan merupakan pendekatan yang dapat dibeli dan diterapkan dengan hasil
segera. Implementasinya merupakan proses evolusioner, bukan revolusioner. Dalam hal ini,
dibutuhkan kesabaran. JIT sering disebut program penyederhanaan, tetapi bukan berarti JIT
dapat diterapkan dengan mudah atau sederhana. Untuk mendapatkan manfaat dari pembelian
JIT, perusahaan mungkin tergoda untuk mendefinisikan ulang pemasok dengan banyak
konsesi dan syarat-syarat yang memaksa dapat menciptakan ketidakpuasan pemasok dan
mungkin menyebakan pemasok menentang hal tersebut. Kekurangan JIT yang paling
menonjol adalah ada persediaan untuk menyangga berhentinya produksi. Penjualan saat ini
secara konstan terancam oleh terhentinya produksi yang tidak terduga. Bahkan, bila terjadi
masalah , pendekatan JIT mencoba untuk menentukan dan menyelesaikan masalah sebelum

aktivitas produksi lebih lanjut terjadi. Pilihan lain yang mungkin sebagai pendekatan
pelengkap adalah teori kendala (theory of constraints TOC). Pada prinsipnya, TOC dapat
digunakan bersama dengan manufaktur JIT. Pendekatan TOC mempunyai keualitas yang
sangat menarik pada perlindungan penjualaan saat ini, disamping berupaya meningkatkan
penjualan dimasa depan dengan meningkatkan kualitas, mempersingkat waktu tanggap dan
menurunkan biaya operasi.
Teori Kendala
Keterbatasan disebut Kendala. Teori kendala mengakui kinerja setiap perusahaan
dibatasi oleh kendala-kendalanya. Kemudian, teori kendala mengembangkan pendekatan
spesifik untuk mengelola kendala guna mendukung tujuan perbaikan yang berkelanjutan.
Menurut TOC, jika hendak memperbaiki kinerja, suatu perusahaan harus mengidentifikasi
kendala-kendalanya, mengeksploitasi kendalanya dalam jangka pendek, serta menemukan
cara mengatasinya dalam jangka panjang.
Konsep Dasar
TOC berfokus pada tiga ukuran kinerja organisasi : throughtput, persediaan, dan
beban opeerasi. Throughtput adalah tingkat dimana suatu organisasi menghasilkan uang
melalui penjualan. Dalam istilah operasional, throughput adalah selisih antara pendapatan
penjualan dan biaya variable tingkat unit seperti bahan baku dan listrik. Persediaan adalah
seluruh uang dikeluarkan organisasi dalam mengubah bahan baku menjadi throughout.
Beban operasi didefinisikan sebagai seluruh uang yang dikeluarkan organisasi untuk
mengubah persediaan menjadi throughtput. Berdasarkan ketiga ukutran ini, tujuan
manajemen dapat dinyatakan sebagai meningkatkan throughput, meminimalkan persediaan,
dan menurunkan bebasn operasi. Teori kendala, seperti JIT, memberikan manajemen
persediaan peran yang lebih menonjol dibandingkan sudut pandang tradisional. TOC
menyatakan penurunan persediaan akan membantu menghasilkan sisi kompetitif dengan
mempunyai produk yang lebih baik, harga yang lebih rendah, dan tanggapan yang lebih cepat
atas kebutuhan pelanggan.
Produk yang lebih Baik
Produk yang lebih baik berarti yang berkualitas lebih tinggi. Hal in juga berati
perusahaan mampu memperbaiki produk dan menyediakan produk yang sudah diperbaiki
tersebut secara cepat ke pasar. Pada intinya, persediaan yang rendah memungkinkan
kerusakan dapat di deteksi secara lebih cepat dan penyebab masalah bisa segera dinilai.

Tujuan ini ada difasilitasi dengan persediaan yang rendah. Persediaan yang rendah
memungkinkan perubahan produk baru diperkenalkan lebih cepat karena perusahaan
mempunyai produk lama yang lebih sedikit dan harus segera dibuang atau dijual sebelum
produk baru diperkenalkan.
Harga yang Lebih Rendah
Persediaan yang tinggi berarti kapasitas yang lebih produktif dibutuhkan sehingga
investasi dalam peralatan dan ruang lebih banyak. Karena waktu tunggu dan persediaan
barang dalam proses yang tinggi biasanya berhubungan, persediaan yang tinggi kerap
menjadi penyebab lembur. Lembur tentu akan menaikkan beban operasi dan menurunkan
profitabilitas. Persediaan yang rendah akan mengurangi biaya penyimpanan, biaya investasi
per unit dan beban operasi lain seperti lembut. Harga yang lebih rendah atau margin produk
yang lebih tinggi bisa saja terjadi jika kondisi kompetitif tidak memerlukan pemotongan
harga.
Daya Tanggap
Mengirim barang tepat waktu dan memproduksi barang dengan waktu yang lebih
pendek daripada yang diminta pasar adalah alat yang kompetitif. Pengiriman barang secara
tepat waktu berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam memperkirakan waktu yang
diperlukan untuk memproduksi dan mengirim barang.
Langkah-langkah TOC
Teori kendala memakai lima langkah untuk mencapai tujuan memperbaiki kinerja
organisasi, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Mengidentifikasi kendala-kendala perusahaan,


Mengeksploitasi kendala-kendala yang mengikat,
Menyubordinasi apapun, selain keputusan yang dibuat pada langkah 2,
Mengangkat kendala-kendala yang mengikat,
Mengulangi proses.