Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH SISTEM PENGENDALIAN

MANAJEMEN
ANGGARAN OPRASIONAL

Disusun oleh
Nama

: Ajeng Amanda Tiyara Wati

NIM

: 1222100715

Jurusan

: Akuntansi/V

UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN


TAHUN AJARAN 2014/2015

BAB 1
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Anggaran adalah rencana kerja organisasi dimasa mendatang yang diwujudkan dalam
bentuk kuantitatif, formal dan sistematis. Anggaran memiliki kemiripan dengan ramalan dan
proyeksi. Tetapi, antara anggaran dengan ramalan maupun dengan proyeksi memiliki
perbedaan.
Ciri-ciri anggaran : Dinyatakan dalam satuan moneter, umumnya mencakup kurun
waktu satu tahaun, mengandung komitmen manajemen, usulan anggaran disetujui oleh
pejabat yang lebih tinggi dari pelaksana anggaran, perubahan anggaran (hanya dilakukan
apabila ada keadaan khusus), dan analisis yang mendalam apabila terdapat adanya
penyimpangan (varian).
Fungsi anggaran yang berkaitan erat dengan empat fungsi manajemen yang antara
lain: Planning (perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Menggerakkan),
Controlling (Pengendalian). Berkaitan dengan keempat fungsi diatas maka anggaran
memiliki dua fungsi yakni Alat perencanaan dan Alat pengendalian.

2. RUMUSAN MASALAH
a. Pengertian anggaran oprasional
b. Sistematika anggaran oprasional
c. Prosedur penyususnan anggaran oprasional

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Anggaran Operasional


Anggaran

operasional

adalah rencana kerja perusahaan yang mencakup semua

kegiatan utama perusahaan dalam memperoleh pendapatan di dalam suatu periode tertentu.
Anggaran operasional mencakup semua aktivitas utama perusahaan di dalam proses
menghasilkan produk dan penjualan produk yang menjadi sumber utama pendapatan
perusahaan.
Anggaran operasional merupakan rencana tentang seluruh kegiatan perusahaan.
Umumnya tujuan akhir perusahaan adalah mendapat keuntungan, Anggaran Operasi
merupakan deskripsi rinci pendapatan dan biaya yang dibutuhkan untuk mencapai hasil laba
yang memuaskan. Anggaran operasi terdiri dari berbagai anggaran penyusun didalamnya
yaitu;
1. Anggaran Penjualan
Merupakan skedul rinci yang memperlihatkan penjualan yang diharapkan untuk
periode yang akan datang. Anggaran penjualan berasal dari estimasi permintaan (dan
kesanggupan untuk memasok) akan produk perusahaan pada harga tertentu. Anggaran
Penjualan meliputi anggaran tentang jenis produk yang akan dijual, volume produk yang
akan dijual, harga perunit, waktu penjualan, dan daerah penjualan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Anggaran Penjualan :
a. Faktor intern, yaitu factor-faktor dari dalam perusahaan, seperti : penjualan tahun-tahun
yang lalu, kebijakan perusahaan terkait masalah penjualan, kapasitas produksi dan
kemungkinan perluasannya, tenaga kerja yang dimiliki, modal yang tersedia, dan
fasilitas-fasilitas lainnya.
b. Faktor eksternal perusahaan, yaitu : persaingan, posisi perusahaan dalam persaingan,
tingkat pertumbuhan penduduk, tingkat penghasilan masyarakat,dan faktor-faktor makro
lainnya.

2. Anggaran Produksi
Memperlihatkan jumlah barang jadi yang harus diproduksi oleh perusahaan dalam
satu periode anggaran. Barang jadi yang akan diproduksi untuk periode anggaran harus
memperhatikan tingkat penjualan dalam unit, serta jumlah persediaan akhir dan awal barang
jadi karena perusahaan manufactur tradisional menggunakan persedian sebagai penyangga
terhadap ketidakpastian permintaan atau proses produksi.
Untuk menghitung jumlah unit yang diproduksi, diperlukan data jumlah unit yang
dijual dan jumlah unit pada persediaan awal dan akhir.
3. Anggaran Bahan Baku Langsung
Tujuan penyusunan anggaran persediaan bahan baku langsung adalah untuk
mengendalikan tingkat persediaan bahan baku langsung yang terdapat dalam gudang
sehingga dapat diketahui penggunaan bahan baku langsung dan bahan baku langsung yang
masih tersisa sebagai persediaan sesuai dengan rencana semula.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku adalah:
a. Volume produksi selama suatu periode waktu tertentu
b. Volume minimal bahan baku langsung
c. Besarnya pembelian yang ekonomis
d. Taksiran perubahan harga beli bahan baku langsung di waktu yang akan datang.
e. Biaya penyimpanan dan pemeliharaan bahan baku langsung
f. Tingkat kecepatan bahan baku langsung menjadi rusak.

4. Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung


Memperlihatkan jumlah jam tenaga kerja langsung yang dibutuhkan untuk
memproduksi barang jadi yang ditetapkan dalam anggaran produksi. Selain itu, juga
memperlihatkan perkiraan tingkat upah yang akan diberikan oleh perusahaan kepada tenaga
kerja langsungnya.

5. Anggaran Biaya Overhead Produksi


Memperlihatkan perkiraan biaya overhead produksi yang harus dikeluarkan oleh
perusahaan untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan sebelumnya. Identifikasi

dilakukan terhadap setiap perubahan dalam setiap jenis biaya (misalnya, perlengkapan dan
utilitas), dan jumalah yang diperkirakan akan dikeluarkan untuk setiap item per unit aktivitas
diestimasi.

6. Anggaran Beban Penjualan Dan Administrasi


Memperlihatkan perkiraan beban operasi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan
dalam satu periode anggaran. Secara umum, dibagi dalam 2 kelompok, yaitu beban penjualan
(selling expenses) dan beban administrasi (administrasi expenses) yang menjelaskan
pengeluaran yang direncanakan untuk kegiatan nonproduksi. Beban penjualan dan
administrasi dapat dibagi menjadi komponen tetap dan variable. Beban yang bervariasi
dengan aktivitas penjualan mencakup komisi penjualan, biaya pengangkutan dan
perlengkapan.

7. Anggaran Persediaan Akhir Barang Jadi


Anggaran ini memberikan informasi yang diperlukan untuk menyusun neraca dan
juga merupakan masukan (input) penting dalam penyusunan anggaran harga pokok
penjualan.

B. Sistematika Anggaran Oprasional

C. Prosedur Penyusunan Anggaran Biaya Operasional


Prosedur penyusunan anggaran biaya operasional dalam suatu organisasi biasanya
dikoordinasikan oleh komite anggaran dan departemen anggaran. Anggaran biaya operasional
harus dapat membedakan bagian-bagian yang dapat dikendalikan dan anggaran tersebut harus
dilihat secara rinci setiap periode. Pada saat membuat atau mengembangkan anggaran biaya
operasional untuk setiap pusat.
Prosedur penyusunan anggaran biaya operasional sebagai berikut :
1. Berdasarkan data penjualan tahun-tahun sebelumnya dan mempertimbangkan berbagai
faktor eksternal yang relevan, seperti tingkat inflasi, daya beli masyarakat, perubahan
selera konsumen dan sebagainya, perusahaan membuat ramalan penjualan. Ramalan
penjualan tersebut berupa serangkaian prediksi penjualan di masa mendatang dan pangsa
pasar yang dapat diambil oleh perusahaan dengan mempertimbangkan faktor-faktor
internal dan eskternal. Berdasarkan ramalan penjualan tersebut, perusahaan menyusun
anggaran penjualan. Yaitu rencana kerja yang berkaitan dengan aktivitas penjualan.
Rencana tersebut berupa volume penjualan yang ingin dicapai perusahaan di dalam suatu
kurun waktu tertentu untuk setiap jenis produk yang dihasilkan, untuk setiap wilayah
pemasaran, untuk setiap kelompok konsumen dan untuk setiap wiraniaga yang dimiliki
perusahaan.
2. Berdasarkan anggaran penjualan tersebut, perusahaan dapat menyusun anggaran produksi
di dalam suatu periode tertentu. Anggaran produksi tersebut berupa volume barang yang
harus dihasilkan perusahaan di dalam suatu periode tertentu. Untuk menentukan jumlah
barang yang akan dihasilkan di dalam suatu periode tertentu, disamping mengacu pada
volume penjualan, perusahaan harus memperhatikan jumlah persediaan barang pada awal
dan akhir periode tersebut.
3. Dari anggaran produksi, perusahaan dapat menentukan jumlah bahan baku yang
dibutuhkan untuk periode tersebut. Jika jumlah bahan baku yang dibutuhkan di dalam
suatu periode tersebut dikaitkan dengan jumlah persediaan bahan baku pada awal dan
akhir periode akuntansi, maka dapat disusun anggaran pembelian bahan baku.
Berdasarkan anggaran produksi tersebut, dapat disusun anggaran biaya tenaga kerja dan
anggaran biaya overhead pabrik.

4. Walaupun tidak selalu terkait secara langsung, anggaran biaya operasi/komersial biasanya
disusun setelah anggaran penjualan dan produksi disusun. Anggaran biaya pemasaran
biasanya disusun berdasarkan volume produk yang akan dijual. Karena untuk
menentukan besarnya biaya promosi, biaya angkut penjualan dan sebagainya, sangat
dipengaruhi oleh besarnya volume penjualan yang dicapai. Sedangkan biaya administrasi
dan umum, tidak terkait secara langsung dengan besarnya volume penjualan atau
produksi. Hanya biasanya, semakin besar volume produksi dan volume penjualan akan
cenderung mengakibatkan semakin besar pula volume pekerjaan dan biaya administratif
dan umum.
5. Berdasarkan gabungan dari keseluruhan anggaran penjualan, anggaran produksi,
anggaran biaya bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja, anggaran biaya overhead dan
anggaran biaya komersial

tersebut dapat dihasilkan anggaran laba. Penyusunan dan

pencapaian laba ini merupakan tujuan utama dari didirikannya suatu perusahaan.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Anggaran

operasional

adalah rencana kerja perusahaan yang mencakup semua

kegiatan utama perusahaan dalam memperoleh pendapatan di dalam suatu periode tertentu.
Anggaran operasional mencakup semua aktivitas utama perusahaan di dalam proses
menghasilkan produk dan penjualan produk yang menjadi sumber utama pendapatan
perusahaan.
Anggaran operasional merupakan rencana tentang seluruh kegiatan perusahaan.
Umumnya tujuan akhir perusahaan adalah mendapat keuntungan, Anggaran Operasi
merupakan deskripsi rinci pendapatan dan biaya yang dibutuhkan untuk mencapai hasil laba
yang memuaskan. Anggaran operasi terdiri dari berbagai anggaran penyusun didalamnya
yaitu;
1. Anggaran penjualan
2. Anggaran produksi
3. Anggaran bahan baku langsung
4. Anggaran tenaga kerja langsung
5. Anggaran overhead pabrik
6. Anggaran persediaan akhir barang jadi
7. Anggaran beban penjualan dan administrasi

Prosedur penyusunan anggaran biaya operasional dalam suatu organisasi biasanya


dikoordinasikan oleh komite anggaran dan departemen anggaran. Anggaran biaya operasional
harus dapat membedakan bagian-bagian yang dapat dikendalikan dan anggaran tersebut harus
dilihat secara rinci setiap periode. Pada saat membuat atau mengembangkan anggaran biaya
operasional untuk setiap pusat.

DAFTAR PUSTAKA
1. Arief Suadi, Sistem Pengendalian Manajemen, BPFE Yogyakarta, Edisi Pertama, 1995
2. http://stiebanten.blogspot.com/2011/04/anggaran-dan-fungsi-manajemen-1.html
3. http://wasisriyanto2903.blogspot.com/2012/12/anggaran-operasional.html
4. http://massofa.wordpress.com/2010/08/07/penyusunan-anggaran-operasional/
5. http://eprints.binadarma.ac.id/1627/1/ANGGARAN%20PERUSAHAAN%20AKUNTA
NSI%20MATERI%203.ppt