Anda di halaman 1dari 14

BIOLOGI UMUM

Pengenalan Alat

OLEH
OKTARI YULIKA
14 221 072

DOSEN PENGAMPU
IKE APRIANI, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
RADEN FATAH PALEMBANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Menurut Plumer (1987), pada pembelajaran sains termasuk biologi di
dalamnya keberadaan laboratorium menjadi sangat penting. Pada konteks proses
belajar mengajar sains seringkali istilah laboratorium diartikan dalam pengertian
sempit yaitu ruangan yang di dalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan
praktikum.Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui media praktikum
yang dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana mahasiswa berinteraksi
dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat
diamati

secara

langsung

dan

membuktikan

sendiri

sesuatu

yang

dipelajari. Pengenalan alat-alat laboratorium penting dilakukan untuk keselamatan


kerja saat melakukan penelitian.Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau
bahkan berbahaya jika penggunaannya tidak sesuai dengan prosedur. Sebab
pentingnya dilakukan pengenalan alat-alat laboratorium adalah agar dapat
diketahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar, Sehingga
kesalahan prosedur pemakaian alat dapat di minimalisir sedikit mungkin. Hal ini
penting supaya saat melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula.
Pengenalan alat ini juga akan menambah wawasan dan pengetahuan
bagaimana cara kerja alat tersebut besert fungsinya. Tentu dari sini kita bisa
belajar bagaman penggunaannya agar dalam penelitian kita nanti mendapatkan
hasil yang akurat dan dapat di percaya. Hasil penelitan tergantung dari proses
penelitian, jika penelitian baik dan penggunaan alatnya benar tentu hasil
pengamatan kita baik pula.alat-alat laboratorium juga tidak bisa digunakan jika
tidak sesuai dengan fungsinya maka dari itu kita harus teliti dan mebutuhkan
pengetahuan bagaimana mengunakan alat tersebut.alat-alat laboratorium juga
banyak yang berbahaya seperti alat yang harus seteril maka sebelum
menggunakan alat tersebut kita harus mensterilkan tangan kita.jika tidak hal itu
bisa mengganggu proses suatu penelitian dan tentunya akan berdampak pada hasil
penelitian tersebut. Perhatian terhadap penggunaan alat laboratorium harus di
perhatikan guna keselamatan (Laila, 2006).

1.2. Tujuan
1. Mengetahui fungsi alat dan mampu menggunakannya secara langsung.
2. Perbedaan pokok antara bahan dan alat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Alat dan Bahan


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), alat adalah benda yang
dipakai untuk mengerjakan sesuatu; perkakas; perabotan. Bahan adalah segala
sesuatu yang dipakai atau diperlukan untuk tujuan tertentu seperti pedoman atau
pegangan.

2.2. Fungsi Alat dan Bahan


Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung
kegiatan praktikum. Mahasiswa akan terampil dalam praktikum apabila mereka
mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum yang meliputi nama alat,
fungsi alat, dan cara menggunakannya. Pengetahuan alat yang kurang akan
mempengaruhi

kelancaran

saat

praktikum.

Sebagai

contoh,

selama

praktikum mahasiswa dilibatkan aktif dengan pemakaian alat dan bahan


kimia. mahasiswa yang menguasai alat dengan baik akan lebih terampil dan teliti
dalam praktikum sehinggamahasiswa memperoleh hasil praktikum seperti yang
diharapkan (Laila, 2006).
Menurut Balbach (1996),

kemajuan

dalam

bidang

metodologi

telah

mengungkap pemahaman sifat-sifat dasar mikrobia serta aspek-aspek yang


berkenaan dengan teknik dan metodologi penelitian mikroba. Alat merupakan
salah

satu

pendukung

dari

pada

keberhasilan

suatu

pekerjaan

di

laboratorium.Sehingga untuk memudahkan dan melancarkan berlangsungnya


praktikum, pengetahuan mengenai penggunaan alat sangat diperlukan. Pada
dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip
kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat
dapat dikenali berdasarkan namanya. Dengan mengenal alat dan bahan juga dapat
melakukan tahapandemi tahapan demi tahapan dapat berjalan lancar.
Pada kegiatan di dalam laboratorium, seringkali terjadi kesalahan di
laboratorium seperti kesalahan dalam pewarnaan sediaan dan kesalahan skrining
serta

kesalahan

inter-pretasi

juga

dapat

mengakibatkan

hasil

positif palsu yang tinggi. Praktikum pengenalan alat-alat laboratorium bertujuan


untuk mengenal alat-alat yang digunakan di dalam laboratorium biologi beserta
fungsinya. Dari uraian tersebut, tersirat bahwa nama pada setiap alat
menggambarkan mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja
pada alat yang bersangkutan. Dalam laboratorium, terdapat berbagai macam alatalat yang menunjang praktikan untuk melakukan riset mereka. Dikarenakan
luasnya cakupan laboratorium itu sendiri, maka laboratorium dibagi menjadi
beberapa bagian sesuai dengan pembagian ilmu saat ini, laboratorium fisika,
laboratorium biokimia, laboratorium biologi, dll (Laila, 2006).

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat


Kegiatan praktikum pengenalan alat ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal
11 November 2014, pukul 09.50 11.30 WIB. Bertempat di laboratorium biologi
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden
Fatah Palembang.

3.2. Alat dan Bahan


3.2.1. Alat
1) Teropong
2) Lux Meter
3) Camera Trap
4) Salinometer 1
5) Salinometer 2
6) Respirometer
7) Hemocitometer
8) Haemometer
9) Termometer Air Raksa
10) Termometer Digital
11) pH Meter
12) Optik Lab

3.3. Cara Kerja


1. Amatilah alat-alat yang ada di depan, kemudian gambar atau foto menjadi
suatu objek.
2. Tuliskan fungsi dan nama alat tersebut.
3. Buat karakteristik untuk bidang apa saja penilitian biologi yang
menggunakan alat sederhana.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Tabel 1. Hasil Pengamatan Alat-Alat Laboratorium Biologi.
No.

Nama Alat

1.

Lux Meter

2.

Camera Trap

3.

Teropong

4.

Respirometer

Gambar

No.

Nama Alat

5.

Hemocitometer

6.

Haemometer

7.

Salinometer 1

8.

Salinometer 2

9.

Termometer Air Raksa

Gambar

No.

Nama Alat

10.

Termometer Digital

11.

pH Meter

12.

Optik Lab

Gambar

4.2. Pembahasan
Lux Meter berfungsi untuk mengetahui intensitas cahaya. Menurut Tim
Penyusun PBE (2013), Luxmeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk
mengukur kuat penerangan (tingkat penerangan) pada suatu area atau daerah
tertentu. Alat ini didalam memperlihatkan hasil pengukurannya menggunakan
format digital. Alat ini terdiri dari rangka, sebuah sensor dengan sel foto dan layar
panel. Sensor tersebut diletakan pada sumber cahaya yang akan diukur
intenstasnya. Cahaya akan menyinari sel foto sebagai energi yang diteruskan oleh
sel foto menjadi arus listrik. Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus
yang dihasilkan pun semakin besar.
Kamera Trap atau kamera jebakan adalah kamera yang berfungsi untuk
merekam tingkah laku hewan. Alat ini biasa dipasang di pohon. Menurut
Conservation International (2013), Jebakan Kamera adalah sistem yang
memungkinkan foto-foto satwa liar yang harus diambil bahkan ketika manusia
tidak hadir. Untuk mencapai hal ini,Jebakan/perangkap - kamera dengan sensor
infra merah tertutup di casing tahan air - ditetapkan di daerah satwa liar. Sensor
inframerah mendeteksi panas dan gerak, sehingga setiap kali objek yang hidup
melintasi kamrea tersebut maka photo dapat diambil.
Teropong adalah alat untuk mengamati objek yang berada di tempat jauh.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), teropong atau teleskop adalah
alat yang digunakan untuk melihat benda yang jauh-jauh.
Respirometer adalah alat untuk mengamati respirasi serangga. Menurut Nasir
Mochammad dkk (1992), Respirometer merupakan salah satu alat yang biasanya
dipakai dalam percobaan untuk biologi, fungsi dari alat ini adalah untuk
mengukur respirasi dari suatu hewan atau tumbuhan yang ingin diukur
respirasinya. Respirometer pada intinya untuk mengetahui kenaikan dan besarnya
respirasi suatu hewan atau tumbuhan, respirometer ini biasanya digunakan dengan
bantuan air. Air tersebut berfungsi sebagai alat ukurnya atau sebagai penanda agar
sipraktikan dapat mengetahui seberapa besar kenaikan yang dilakukan dari alat
respirometer ini, kenaikan tersebut biasanya ditandai dengan berjalanya air
ketempat dimana spesimen diletakkan.

Hemositometer adalah alat yang berfungsi untuk mengetahui eritrosit dalam


darah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), Hemositometer adalah
alat kedokteran sebagai penghitung sel darah.
Haemometer adalah alat untuk mengetahui hemoglobin dalam darah. Menurut
Aulanniam (2012), cara kerja Haemometer Sahli adalah sebagai berikut :
1. Masukkan tabung ke glas color standart haemometer.
2. Isi tabung sahli dengan larutan Hcl 0,1 N sampai angka 10 (garis bawah
pada tabung).
3. Hisap 0,02 ml darah dengan menggunakan pipet sahli dengan perlahan.
4. Biarkan 3 menit sampai terbentuk asam hematin yang berwarna coklat.
5. Dengan menggunakan pipet tetes tambahkan ke dalam tabung setetes demi
setetes aquades sambil diaduk sampai warna sama dengan warna standart.
6. Bacalah tinggi permukaan cairan pada tabung sahli, dengan melihat skala
jalur gr %, yang berarti banyaknya hemoglobin dalam gram per 100 ml
darah.
Salinometer 1 atau Salinometer garam adalah alat yang berfungsi untuk
mengetahui kadar garam pada suatu tempat. Salinometer 2 atau Salinometer
Lengkap adalah alat yang selain dapat mengetahui kadar garam juga dapat
mengetahui tingkat kekeruhan air. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Salinometer adalah alat untuk mengukur kadar garam dalam benda cair (seperti air
laut).
Termometer air raksa dan termometer digital adalah alat yang digunakan
untuk mengukur suhu. Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur
perubahan temperatur suatu benda. Istilah termometer berasal dari bahasa
latin thermo yang berarti rahang dan meter yang berarti untuk mengukur.
Termometer pertama sekali digagaskan oleh Galileo dengan menggunakan
pemuaian gas. Tetapi termometer yang pertama sekali dikenal adalah termometer
yang dibuat oleh Academi Del Cimento (1657-1667) di Florence. Termometer
yang dikenal ini terdiri dari tabung kaca dengan ruang ditengahnya yang diisi air
raksa atau alkohol yang diberi merah. (http;//en.wikipedia.org/wiki/thermometer).

Cara kerja termometer secara umum adalah awalnya, volume air raksa berada
pada kondisi awal, kemudian setelah perubahan suhu lingkungan disekitar
termometer direspon air raksa dengan perubahan volume, volume merkuri akan
mengembang atau memuai jika suhu meningkat dan akan menyusut ketika suhu
menurun. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan
lingkungan (Tipler,1991).
Optik Lab adalah alat yang berfungsi sebagai pengganti lensa okuler pada
mikroskop.
pH meter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur pH suatu larutan. PH
meter adalah sebuah alat elektronik yang berfungsi untuk mengukur pH (derajat
keasaman atau kebasaan) suatu cairan (ada elektroda khusus yang berfungsi untuk
mengukur pH bahan-bahan semi-padat). Sebuah pH meter terdiri dari sebuah
elektroda (probe pengukur) yang terhubung ke sebuah alat elektronik yang
mengukur dan menampilkan nilai pH (http://id.wikipedia.org/wiki/PH_meter).

BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Dapat disimpulkan dari hasil kegiatan praktikum ini adalah sebagai
berikut:
1. Perbedaan antara alat dan bahan adalah alat merupakan benda yang
dipakai untuk mengerjakan sesuatu; perkakas; perabotan, sedangkan bahan
adalah segala sesuatu yang dipakai atau diperlukan untuk tujuan tertentu
seperti pedoman atau pegangan.
2. Terdapat dua belas peralatan praktikum yaitu lux meter, kamera trap,
teropong, respirometer, hemocitometer, haemometer, salinometer garam,
salinometer sempurna, termometer air raksa, termometer digital, pH meter,
dan optik lab beserta fungsinya masing-masing yang berguna guna
menunjang praktikum biologi.

5.2. Saran
Pengenalan alat praktikum biologi sangatlah berguna agar kita dapat
melaksanakan praktikum dengan baik tanpa melakukan kesalahan oleh karena itu
kami menyarankan agar praktikan harus benar-benar memahami nama alat beserta
fungsinya dengan baik guna menunjang praktikum-praktikum selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1997. Kamus


Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua Cetakan Kesembilan. Jakarta: Balai
Pustaka.
Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan). Jakarta:
Erlangga
Aulanniam,

2012.

Pemakaian

Termometer

Sahli.

Website:

http://pkh.ub.ac.id/wp-content/uploads/2011/06/Dokumen%20MutuInstruksi%20Kerja/01300%2006174%20IK%20Pemakaian%20Haemometer
%20Sahli.pdf. Diakses pada hari Senin, 24 November 2014 pukul 16.55
WIB.
Nasir mochammad, dkk. 1992. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Jakarta :
Depdikbud.
http://www.conservation.org/
http://id.wikipedia.org/wiki/PH_meter
PBE, Tim penyusun, 2013. Modul Praktikum Instrumen dan Pengukuran. Bandar
Lampung: Universitas Lampung
Plummer, D. T., 1987. An Introduction to Practical Biochemistry. Tata Mc-Graw
Hill Publishing Company LTD, Bombay- New Delhi
Balbach,M& L.C.Bliss. 1996. A Laboratory manual For Botany. Saunders collage
publishing, New York.
Laila, Khusucidah, 2006, Krelasi Antara Pengetahuan Alat Praktikum dengan
Psikomotorik Siswa kelas XII IPA SMAN 11 Semarang Materi pokok. Univ.
Negeri semarang.