Anda di halaman 1dari 8

4.

SIFAT DAN STRUKTUR


VARIOGRAM

4.1 PERILAKU VARIOGRAM DI DEKAT TITIK AWAL


Kontinuitas distribusi suatu variabel sangat erat hubungannya dengan perilaku
suatu variagram di dekat titik awal.
Gambar 4.1
Suatu perilaku parabolik di dekat titik
awal memperlihatkan suatu kontinuitas
variabel yang tinggi, yaitu sifat
distribusi data yang teratur, seperti
variabel geofisika, geokimia, muka
airtanah atau kadang-kadang data
tebal batubara.
Gambar 4.2
Perilaku linier di dekat titik awal
menyatakan suatu variabel dengan
kontinuitas sedang. Variogram
semacam ini biasanya berlaku pada
data kadar bijih.

Gambar 4.3
Variabel dengan kitidakteraturan yang
tinggi akan memberikan variogram
yang diawali dengan lompatan.
Ketidakkontinuan ini dinamakan
dengan nugget effect.

Gambar 4.4
Suatu semivariogram yang berperilaku
horisontal adalah hasil dari perhitungan
variabel dengan distribusi acak.

4.2 DAERAH PENGARUH (RANGE)


Secara umum g(h) akan naik dengan bertambahnya harga h, artinya besarnya
perbedaan harga pada dua titik akan sangat tergantung dengan jarak ke dua titik
tersebut. Kenaikan harga g(h) tersebut akan berlangsung selama masih terdapat
pengaruh harga antar titik, daerah ini dikenal dengan daerah pengaruh suatu
conto, sampai akhirnya konstan di suatu harga g()= C(sill) yang merupakan
varians pupulasi (varians a priori).
Daerah pengaruh suatu conto ini mempunyai suatu jarak dengan notasi a yang
dikenal dengan nama daerah pengaruh (range). Di luar jarak ini, maka rata-rata
variasi harga Z(x) dan Z(x+h) tidak lagi tergantung dengan jarak, dengan kata
lain Z(x) dan Z(x+h) tidak berkorelasi satu dengan yang lainnya. Range a adalah
suatu ukuran untuk daerah pengaruh.

Gambar 4.5 Contoh (Semi) - Variogram ketebalan suatu endapan berlapis

4.3 STRUKTUR BERSARANG (NESTED STRUCTURE)


Jika pada suatu endapan bahan galian terdapat beberapa struktur yang berbeda,
maka untuk setiap struktur akan memberikan variogram dengan harga a yang
berbeda (ukuran untuk perbedaan dimensi struktur) dan harga sill yang berbeda
(ukuran untuk rata-rata simpangan variabel). Pengaruh-pengaruh struktur ini
akan saling tumpah tindih sehingga akan memberikan satu variogram gabungan,
yang dapat diuraikan atas komponen-komponennya (Gambar 4.6). Variogramvariogram semacam ini biasanya akan muncul pada endapan fluviatil, seperti
endapan bentuk lensa yang saling tumpah tindih atau fingering.

Gambar 4.6 Stuktur bersarang (nested structure) suatu contoh teoritis

4.4 NUGGET VARIANCE DAN STRUKTUR MIKRO


Variogram dengan struktur bersarang umumnya terbentuk jika jarak pasangan
antar conto sangat kecil dibandingkan dengan rance a. Dalam hal jarak
pasangan antar conto dipilih sedemikian besarnya sehingga bagian awal dari
variogram tidak terekam, maka ekstrapolasi kurva menuju ke h = 0 tidak
memberikan (0) = 0 melainkan (0) = C0 yang dikenal sebagai nugget
variance (Gambar 4.7).
Pengaruh dari struktur mikro terhadap pemilihan jarak antara pasangan antar
conto ini terlihat dengan muncul tidaknya nugget variance. Nugget effect ini bisa
dihindarkan dengan memperkecil jarak h. Adanya nugget veriance ini juga bisa
diakibatkan oleh kesalahan pada analisa.

Gambar 4.7 Nugget Variance dan struktur mikro

4.5 ANISOTROPI
Mengingat h merupakan suatu vektor, maka suatu variogram harus ditentukan
untuk berbagai arah. Suatu penyelidikan perubahan (h) sesuai dengan arah
orientasinya memungkinkan munculnya anisotropi.
a. Isotropi
Jika variogram-variogram pada berbagai arah sama, maka dapat diartikan
r
bahwa (h) merupakan suatu fungsi dari harga absolut vektor h yang harganya adalah h = h12 + h22 + h32 , jika h1, h2, dan h3 adalah komponen-komponen
vektor h.
b. Anisotropi geometri
Jika pada beberapa (h) dengan arah yang berbeda tetap mempunyai harga
sill C dan nugget variance yang sama, sedangkan kenaikan variogramvariogram yang dinyatakan dengan harga range a berbeda, maka akan
terlihat apa yang disebut anisotropi geometri.
Umumnya semua besaran range a tersebut akan tersebar menuruti
bentangan elipsoida. Kondisi seperti ini sering dijumpai pada endapan placer
(misalnya endapan pasir besi pantai).

aUS
aTL
aBT
aTC

: range pada arah utara-selatan


: range pada arah timur laut-baratdaya
: range pada arah timur-barat
: range pada arah barat laut-tenggara

Gambar 4.8 Anisotropi geomentri


c. Anisotropi zonal
Dalam beberapa hal mungkin dijumpai bahwa variogram pada arah tertentu
sangat berbeda sekali, misalnya pada endapan bahan galian yang
mempunyai struktur perlapisan, dimana variasi kadar pada arah tegak lurus
terhadap bidang perlapisan sangat besar dibandingkan variasinya pada
bidang perlapisannya. Pada kasus ini model variogramnya benar-benar
anisotrop sempurna dan dapat diuraikan sebagai berikut :

Komponen isotrop :

1 h12 + h22 + h32

Komponen anisotrop murni yang


diperoleh dari variogram arah tegaklurus
bidang perlapisan g2(h3) sehingga
diperoleh :

(h1 , h2 , h3 ) = 1 h12 + h22 + h32 + 2 (h3 )

Gambar 4.9 Anisotropi zonal

4.6 PROPOTIONAL EFFECT


Dalam banyak hal varians pada suatu daerah sangat tergantung dengan harga
rata-rata lokal. Hal ini bisa dilihat dari hubungan antara varians daerah tersebut
(misalnya kelompok data bor) dengan harga rata-rata kuadrat.

Gambar 4.10 Hubungan antara varians dan rata-rata lokal untuk endapan
molibdenit, serta variogram tiap level yang mempunyai g()
dengan besar yang berbeda.

Jika hubungan antara varians dan rata-rata kuadrat lokal tersebut linier, maka
akan bisa ditentukan variogram relatifnya, yaitu setiap tahap pada perhitungan
variogram eksperimentalnya harus dibagi dengan kuadrat harga rata-rata lokal
sebagai berikut :

(h ) =
dengan
Z (h ) =

1 N (h )
[z (xi ) z (xi + h )]2 / N (h )

2 i =1

[Z (h)]

1 N (h )
[[Z (xi ) Z (xi+ h )] / 2] / N (h )
2 i =1

sehingga diperoleh satu variogram relatif seperti digambarkan pada Gambar


4.11. Gejala efek proporsional ini umumnya dijumpai pada data yang mempunyai
distribusi log normal.

Gambar 4.11 Kisaran variogram relatif

4.7 DRIFT
Kondisi ini dijumpai pada suatu variogram yang pada awalnya berperilaku
normal, yaitu naik sampai mencapai sill, tetapi selanjutnya naik secara
mendadak secara parabolik. Hal ini berarti, bahwa variabel terregionalnya tidak
lagi stationer. Drift ini dapat dengan mudah diketahui jika dihitung perbedaan
rata-rata variabel pada x1 dan xi+h sesuai dengan arah vektor h nya :

(h ) =

1 N (h ) 1
[Z (xi ) Z (xi +h )] / N (h )

2 i =1 2

dan ditampilkan secara grafis. Jika tidak terdapat drift, maka harga (h) akan
terpencar di sekitar sumbu h tersebut.

Gambar 4.12

Contoh efek parabolik suatu drift pada variogram dari data


sulfur pada tambang batubara (A) dan data timbal pada
tambang Pb-Zn(B)
7

4.8 HOLE EFFECT


Dalam hal variogram dihitung sepanjang data yang mempunyai harga tinggi
dan kemudian rendah (misalnya data kadar pada alur yang memotong
beberapa urat bijih), maka setelah mencapai sill variogram yang diperoleh akan
naik atau turun secara periodik. Berikut ini diperhatikan contoh hole effect dari
CLARK and JOURNELL & HUIJBREGTS.

Gambar 4.13 Contoh variogram dengan hole effect