Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

PERANCANGAN STRUKTUR PERKERASAN JALAN


MODUL J-03
TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR DENGAN CLEVELAND OPEN CUP

KELOMPOK VII :
CECILIA RATNA P S

1206244586

FADHIL DZULFIKAR

1206250273

INGRID ROSALYN I. S.

1206254510

SAMUEL BUDHI SETYANTO

1206217950

VINCENT

1206250052

Tanggal Praktikum : 2 Oktober 2014


Asisten Praktikum

: Dhini Paramitha Intan

Tanggal Disetujui

Nilai

Paraf Asisten

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2014

J-03 TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR DENGAN CLEVELAND OPEN CUP
(PA 0303 76)
(AASHTO T 48 81)
(ASTM D 92 02)

I.

MAKSUD
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan titik nyala dan titik bakar dari
semua jenis hasil minyak bumi kecuali minyak bakar dan bahan lainnya yang
mempunyai titik nyala open cup kurang dari 79 C.
-

Titik nyala adalah suhu pada saat terlihat nyala singkat pada suatu titik di
permukaan aspal.

Titik bakar adalah suhu pada saat terlihat nyala sekurang-kurangnya 5 detik
pada suatu titik di atas permukaan aspal.

II.

PERALATAN
1.

Termometer

2.

Cleveland open cup

3.

Pelat pemanas, terdiri dari logam, untuk melekatkan cawan cleveland dan bagian
atas dilapisi seluruhnya oleh asbes setebal 0,6 cm (1/4)

4.

Sumber pemanas, pembakar gas atau tungku listrik, atau pembakar alkohol yang
tidak menimbulkan asap atau nyala di sekitar bagian atas cawan

5.

Penahan angin, alat yang menahan angin apabila digunakan nyala sebagai
pemanas

6.

Nyala penguji, yang dapat diatur dan memberikan nyala dengan diameter 3,2-4,8
mm dengan panjang tabung 7,5 cm

III.

BENDA UJI
1.

Memanaskan contoh aspal antara 148,9 C dan 176 C sampai cukup cair.

2.

Mengisi cawan cleveland sampai garis dan menghilangkan (memecahkan)


gelembung udara yang ada di permukaan cairan.

IV.

PROSEDUR
1.

Meletakkan cawan di atas pelat pemanas dan mengatur sumber pemanas


sehingga terletak di bawah titik tengah cawan

2.

Meletakkan nyala penguji dengan poros jarak 7,5 cm dari titik tengah cawan

3.

Menempatkan termometer tegak lurus di dalam benda uji dengan jarak 6,4 mm
di atas dasar cawan dan terletak pada satu garis yang menghubungkan titik
tengah cawan dan titik poros nyala penguji. Kemudian mengatur sehingga poros
termometer terletak pada diameter cawan tepi

4.

Menempatkan penahan angin di depan nyala penguji

5.

Menyalakan sumber pemanas dan mengatur pemanasan sehingga kenaikan suhu


menjadi (15 1) C per menit sampai benda uji mencapai suhu 56 C di bawah
titik nyala perkiraan

6.

Kemudian mengatur kecepatan pemanasan 5 C per menit sampai 28 C di bawah


titik nyala perkiraan

7.

Menyalakan nyala penguji dan mengatur agar diameter nyala penguji tersebut
menjadi 3,2 sampai 4,8 mm

8.

Memutar nyala penguji sehingga melalui permukaan cawan (dari tepi ke tepi
cawan) dalam waktu satu detik. Dan mengulangi pekerjaan tersebut setiap
kenaikan 2 C

9.

Melanjutkan pekerjaan f dan h sampai terlihat nyala singkat pada suatu titik
diatas permukaan benda uji. Kemudian membaca suhu pada termometer dan
catat

10. Melanjutkan pekerjaan i sampai terlihat nyala yang agak lama sekurangkurangnya 5 detik di atas permukaan benda uji (aspal), kemudian membaca suhu
pada termometer dan mencatat.

V.

DATA PERCOBAAN

Pengujian
Titik Nyala
Titik Bakar

Temperatur
318 oC
328 oC

Menit ke
25
45

No.

Waktu (menit)

Suhu (oC)

54

68

138

196

10

228

12

254

14

272

16

286

18

296

10

20

304

11

22

310

12

24

316

13

26

318

14

28

320

15

30

322

16

32

324

17

34

326

18

36

327

19

38

327

20

40

328

21

42

328

22

44

328

VI.

ANALISA
Analisa Percobaan
Percobaan titik nyala dan titik bakar dengan cleveland open cup bertujuan
untuk menentukan titik nyala dan titik bakar dari sampel aspal dan juga untuk
pemeriksaan suhu kondisi titik nyala dan titik bakar untuk menentukan suhu dimana
aspal mulai mengalami perubahan sifat sebagai akibat pemanasan yang terlalu tinggi
serta untuk mengetahui suhu maksimum dalam memanaskan aspal sehingga aspal
tidak terbakar.
Untuk mencapai titik bakar kurang lebih dibutuhkan waktu hingga 1 jam.
Praktikan terlebih dahulu meletakkan cawan yang telah terisi aspal keatas alat
pemanas. Menempatkan termometer keatas permukaan aspal. Kemudian menyalakan
mesin pemanas dan mengatur kecepatan pemanasan 5 oC per menit sampai 28o C
dibawah titik nyala perkiraan.
Setelah termometer mencapai suhu 28o C menyalakan nyala penguji dan
mengatur nyala penguji menjadi 3.2 hingga 4.8 mm. Memutar nyala penguji dari tepi
ke tepi sehingga pemanasan yang terjadi pada permukaan aspal merata. Setelah nyala
penguji dinyalakan, praktikan melakukan pembacaan suhu pada termometer tiap 2
menit hingga terlihat titik nyala dan titik bakar pada permukaan aspal.
Setelah mencapai titik bakar maka pemanasan dihentikan dan angkat cawan
dari alat pemanas. Mematikan alat pemanas dan nyala penguji. Titik nyala akan
terlihat singkat pada permukaan aspal pada suhu tertentu sedangkan titik bakar yaitu
angka yang menunjukkan temperatur (suhu) aspal yang dipanaskan ketika dilewatkan
nyala penguji di atasnya terjadi kilatan api selama sekitar 5 detik.
Analisa Data
Pada praktikum didapatkan titik nyala pada permukaan aspal pada menit ke 25
dengan suhu 318 oC sedangkan titik bakar permukaan aspal terjadi pada menit ke 45
dengan suhu 328 oC. Durasi waktu dari titik nyala ke titik bakar diperlukan waktu
kurang lebih 10 15 menit. Pencatatan suhu dilakukan setiap 2 menit. Pemeriksaan
dilakukan dengan eleveland open cup, dan titik nyala dan titik bakar diperlukan
untuk memperkirakan suhu maksimum pemanasan sehingga aspal tidak terbakar.

Titik Nyala dan Titik Bakar


Titik Nyala
Titik Bakar

Temperatur
318 oC
328 oC

Menit ke 25
45

Berdasrakan syarat pemeriksaan aspal keras untuk aspal dengan penetrasi


60/70 aspal yang diuji telah memenuhi persyaratan yaitu untuk titik nyala minimal
232 oC karena memiliki titik nyala sebesar 318 oC.
Semakin tinggi titik nyala dan titik bakar aspal, maka aspal tersebut semakin
baik. Besarnya nilai titik nyala dan titik bakar berhubungan dengan keselamatan
pelaksanaan khususnya pada saat pencampuran (mixing) terhadap bahaya kebakaran.
Apabila pembakaran aspal melebihi titik bakar maka aspal akan terbakar.
Analisa Kesalahan
Berikut adalah beberpa hal yang terjadi yang dapat menyebabkan terjadinya
kesalahan ketika kegiatan praktikum berlangsung :
-

Nyala api tidak digerakkan atau diputar dari tepi ke tepi pada setiap
kenaikan 2 oC sehingga pemanasan pada permukaan aspal tidak merata.

Adanya beberapa gelembung udara pada permukaan aspal yang dapat


mengakibatkan pemanasan tidak terjadi pada permukaan aspal tetapi terjadi pada
gelembung atau udara tersebut, sehingga pemanasan berlangsung dengan lama.

Pembacaan skala pada termometer yang kurang tepat yang dapat


berepengaruh pada kesalahan pencatatan data.

Nyala api penguji yang tidak stabil yang menyebabkan pemanasan tidak
stabil.

VII. KESIMPULAN
-

Titik nyala pada permukaan aspal terjadi pada menit ke 25 dengan suhu 318
o

C sedangkan titik bakar terjadi pada menit ke 45 dengan suhu 328 oC.

Durasi waktu antara titik nyala dan titik bakar yaitu antara 10-15 menit.

Semakin tinggi titik nyala dan titik bakar aspal, maka aspal tersebut
semakin baik

Semakin rata pemanasan maka titik nyala dan titik bakar akan didapatkan
lebih cepat.

Aspal yang diuji telah memenuhi persyaratan titik nyala minimal pada aspal
penetrasi 60/70.

VIII. REFERENSI
Laboratorium Struktur dan Material. 2009. Pedoman Praktikum Pemeriksaan
Bahan Perkerasan Jalan. Depok : Departemen Teknik Sipil FTUI
IX.

LAMPIRAN

Gambar 3.1 Seperangkat


alat pengujian titik nyala
dan titik bakar aspal

Gambar 3.2 Nyala penguji