Anda di halaman 1dari 9

PENGOPERASIAN TURBIN UAP DENGAN

GOVERNOR

Nama Angota :
EkkyWahyu P
Elisa Purwatmoko G
Faishal Arifin

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG


MESIN THERMAL
TEKNIK KONVERSI ENERGI

1. Prinsip Kerja Turbin uap


Turbin uap berfungsi untuk merubah energi panas yang terkandung dalam uap menjadi energi
mekanik dalam bentuk putaran. Uap dengan tekanan dan temperatur tinggi mengalir melalui nosel
sehingga kecepatannya naik dan mengarah dengan tepat untuk mendorong sudu-sudu turbin yang
dipasang pada poros. Akibatnya poros turbin bergerak menghasilkan putaran (energi mekanik). Uap
yang telah melakukan kerja di turbin tekanan dan temperatur turun hingga kondisinya menjadi uap
basah. Uap keluar turbin ini kemudian dialirkan kedalam kondensor untuk didinginkan agar menjadi air
kondensat, sedangkan tenaga putar yang dihasilkan digunakan untuk memutar generator.
Pada dasarnya turbin uap terdiri dari dua bagian, yaitu casing dan rotor.
Konstruksi dan Bagian Utama
a. Casing

Casing adalah bagian yang


diam merupakan rumah atau wadah
dari rotor. Pada casing

terdapat

sudu-sudu

dipasang

diam

yang

melingkar dan berjajar terdiri dari


beberapa baris

yang merupakan

pasangan dari sudu gerak pada rotor. Sudu diam berfungsi untuk mengarahkan aliran uap agar tepat
dalam mendorong sudu gerak pada rotor.

b. Rotor
Rotor adalah bagian yang berutar terdiri dari poros dan sudu-sudu gerak yang terpasang mengelilingi
rotor. Jumlah baris sudu gerak pada rotor sama dengan jumlah baris sudu diam pada casing. Pasangan
antara sudu diam dan sudu gerak disebut tingkat (stage). Sudu gerak berfungsi untuk merubah energi
kinetik uap menjadi energi mekanik. Selain casing dan rotor turbin dilengkapi dengan bantalan, katup
utama, turning gear, dan sistem-sistem bantu seperti sistem pelumasan, sistem jacking serta sistem
perapat

MENJALANKAN DAN PERILAKU START TURBIN


Menjalankan Turbin
Sebelum menjalankan turbin, perlu dilakukan persiapan. Pastikan level minyak pelumas didalam
tangki cukup serta air pendingin telah dialirkan ke pendingin minyak pelumas (Oil Cooler). Pastikan
bahwa semua katup drain turbin (casing drain, main steam drain, extraction line drain dan sebagainya)
terbuka.
Menjalankan Turning Gear/Baring Gear Jalankan pompa pelumas bantu (Auxiliary Oil Pump)
atau turning gear oil pump dan amati tekanan pelumas. Pastikan bahwa minyak pelumas mengalir lancar
kesetiap bantalan. Apabila semua normal, jalankan "Jacking oil pump" (bila dilengkapi) dan periksa
tekanan jacking oil. Jalankan pemutar poros turbin (Turning Gear/Baring Gear).
Mengoperasiakan Uap Perapat Poros (Gland Steam)
Fungsi perapat poros pada sisi tekanan tinggi adalah untuk mencegah uap bocor ke atmosfir sedangkan
sisi tekanan rendah untuk mencegah udara atmosfir masuk ke turbin/condensor.
Membuat Vacum Condensor Untuk perangkat vacum berupa " Steam Ejector ", maka ejector
baru dapat dioperasikan setelah tekanan boiler mencapai harga tertentu (25 bar ). Untuk perangkat
vacum
kondesor yang menggunakan pompa vacum (vacum pump), biasanya setiap unit dilengkapi dengan
pompa vacum cepat (starting vacum pump) dan pompa vacum normal.
Memutar Turbin.
Setelah vacum condensor mencapai harga normal dan tekanan serta temperatur uap telah memadai,
turbin dapat segera dijalankan. Periksa posisi poros (rotor position) serta perbedaan pemuaian
(differential expansion) antara rotor dengan casing. Amati perbedaan temperatur antara upper dengan
lower casing.

Sistem Pelumasan Turbin


Pelumasan bantalan sangatlah penting sehingga turbin tidak boleh diputar tanpa adanya
pelumasan. Parameter utama dari sistem pelumasan adalah tekanan. Untuk menjamin tekanan minyak
pelumasyang konstan disediakan beberapa pompa minyak pelumas
- Main oil pump (MOP)
- Auxiliary oil pump (AOP).
- Emergency oil pump (EOP)
Main oil pump adalah pompa pelumas utama yang digerakan oleh poros turbin sehingga baru
berfungsi ketika putaran turbin telah mencapai lebih besar 95 %. Auxiliary oil pump adalah pompa yang
digerakkan dengan motor listrik AC. Pompa ini berfungsi pada start up dan shut down turbin serta
sebagai back bila tekanan minyak pelumas dari MOP turun. Emergency oil pump adalah pompa yang
digerakkan dengan motor listrik DC dan digunakan sebagai cadangan atau darurat ketika pasok listrik AC
hilang
-

Sistem jacking oil


Pada turbin kapasitas besar, berat rotor juga besar sehingga dalam keadaan diam rotor

tersebut akan menyingkirkan lapisan minyak pelumas dari permukaan poros dan bantalan. Dalam
keadaan seperti ini bantalan atau poros akan rusak bila diputar. Untuk menghindari kerusakan akibat
tiadanya pelumasan diantara poros dan bantalan, maka digunakan sistem jacking oil. Jacking oil
berfungsi untuk mengangkat poros dengan minyak tekanan tinggi.
- Turning Gear
Rotor turbin yang berat dan panjang apabila dibiarkan dalam keadaan diam dalam waktu yang lama
dapat melendut. Pelendutan menjadi lebih nyata apabila dari kondisi operasi yang panas langsung

berhenti. Untuk mencegah terjadinya pelendutan, maka rotor harus diputar perlahan secara kontinyu
atau berkala.Alat untuk memutar rotor turbin ini disebut turning gear atau barring gear. Turning gear
digerakkan dengan motor listrik melalui roda gigi dengan kecepatan putar antara 3 - 40 rpm. Turning
gear juga memberikan torsi pemutar awal turbin ketika turbin start. Turning gear biasanya dipasang
pada sisi turbin tekanan rendah atau diantara turbin dan generator.

Sistem Perapat poros


Celah diantara casing (bagian yang diam) dan rotor (bagian yang berputar) turbin
menyebabkan terjadinya kebocoran uap keluar atau udara masuk turbin. Untuk mencegah kebocoran
pada celah tersebut dipasang perapat.
Sistem perapat dilakukan dengan memasang labirin (sirip-sirip) pada casing maupun rotor
secara berderet. Tetapi perapat yang hanya menggunakan labirin masih memungkinkan terjadinya
kebocoran. Untuk itu pada labirin diberikan fluida uap sebagai media perapat (gland seal steam).

Sistem PROTEKSI
Turbin uap merupakan komponen PLTU yang penting dan mahal, oleh karena itu turbin dilengkapi
dengan peralatan proteksi (Turbin Protective Device) yang berfungsi untuk mengamankan turbin dari
kemungkinan terjadinya kerusakan fatal. Peralatan proteksi turbin akan bekerja bila salah satu sirkit
pengaman energize. Kerja sistem proteksi turbin adalah menutup (trip) katup penutup cepat (MSV)
turbin yang merupakan katup isolasi uap masuk.
Sistem proteksi akan men trip turbin bila salah satu dari berikut ini terjadi :
- Putaran lebih (overspeed)
- Tekanan pelumas bantalan rendah (low bearing oil press)
- Keausan bantalan aksial tinggi (hing thrust wear)

- Vakum kondensor rendah (low vacuum condenser)


- Tombol trip turbin ditekan (emergency PB)

Governor Valve
Turbin harus dapat beroperasi dengan putaran yang konstan pada beban yang berubah ubah.
Untuk membuat agar putaran turbin selalu tetap digunakan governor valve yang bertugas mengatur
aliran uap masuk turbin sesuai dengan bebannya. Sistem governor valve yang digunakan umumnya
adalah mechanic hydraulic (MH) atau electro hydraulic (EH).

GOVERNOR HIDROLIK

GOVERNOR ELEKTRONIK

Anda mungkin juga menyukai