Anda di halaman 1dari 25

I.

JUDUL PERCOBAAN : KALSIUM

II. TUJUAN PERCOBAAN


1) Mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya.
2) Mengidentifikas kalsium dari senyawanya.
III. DASAR TEORI
Kalsium merupakan

elemen kimia dengan simbol Ca dan nomor atom 20.

Mempunyai massa atom 40.078 amu. Kalsium merupakan salah satu logam alkali tanah,
dan merupakan elemen terabaikan kelima terbanyak di bumi. Kalsium juga merupakan
ion terabaikan kelima terbanyak di air laut dilihat dari segi molaritas dan massanya,
setelah natrium, klorida, magnesium, dan sulfat.
Kalsium adalah logam metalik, unsur kelima terbanyak di kerak bumi. Unsur ini
merupakan bahan baku utama dedaunan, tulang belulang, gigi dan kerang dan kulit telur.
Kalsium tidak pernah ditemukan di alam tanpa terkombinasi dengan unsur lainnya. Ia
banyak terdapat sebagai batu kapur, gipsum, dan fluorite. Apatite merupakan flurofosfat
atau klorofosfat kalsium.
Logam

juga digunakan sebagai bahan reaksi deoksida dan desulfurizer atau

decarburizer untuk berbagai macam campuran logam besi dan non-besi. Elemen ini juga
digunakan sebagai agen pencampur logam aluminium, berilium, tembaga, timbal, dan
campuran logam magnesium. Senyawa alami dan senyawa buatan kalsium banyak sekali
kegunaannya.
Misalnya ,Kapur mentah (CaO) merupakan basis untuk tempat penyaringan kimia
dengan banyak kegunaan. Jika dicampur dengan pasir, ia akan mengeras menjadi
campuran plester dengan mengambil karbon dioksida dari udara. Kalsium dari batu kapur
juga merupakan unsur penting semen. Senyawa-senyawa penting lainnya adalah: karbid,
klorida, sianamida, hipoklorida, dan sulfida.Logam Ca juga digunakan agen pereduksi
dalam mempersiapkan logam-logam lain semacam torium, uranium, zirkonium, dsb.

1) Sifat Kimia dari Kalsium :


Nama, Lambang, Nomor atom

Kalsium, Ca, 20

Deret kimia

Logam alkali tanah

Golongan, Periode, Blok

2, 4, s

Penampilan

Putih keperakan

Massa atom

40,078(4)gmol1

Konfigurasi electron

[Ar] 4s2

Jumlah elektron tiap kulit

2, 8, 8, 2

2) Sifat Fisika dari Kalsium :


Fase

Padat

Massa jenis (mendekati suhuk

1,55 gcm3

amar)
Massa jenis cairan padatitikdidih

1,378 gcm3

Titik leleh

1115 K (842 C, 1548 F)

Titik didih

1757 K (1484 C, 2703 F)

Kalor peleburan

8,54 kJmol1

Kalor penguapan

154,7 kJmol1

Kapasitas kalor (25 C)

25,929 Jmol1K1

Di alam kalsium ditemukan dalam bentuk senyawa-senyawa seperti CaCO3 dalam


batu kalsit, pualam dan batu kapur, CaSO4 dalam batu pualam putih atau gypsum(
CaF2) dalam fluorit, serta Ca3(PO4) dalam batuan fosfat dan silikat. Sedangkan logam
kalsium dapat dibuat dalam laboratorium melalui elektrolisis lelehan CaCl2. Kalsium
berwarna putih keperakan dan merupakan logam yang lunak diproduksi dengan
elektrolisis garam kalsium khlorida, CaCl2, leleh.
Logam kalsium berwarna keabu-abuan. Bereaksi lambat dengan oksigen udara
pada temperatur kamar tetapi terbakar hebat pada pemanasan. Kalsium terbakar hanya
menghasilkan oksidanya.
Kalsium klorida anhidrat bersifat hidroskopik, mudah menyerap uap air, oleh
karena itu sering dipakai sebagai agen pengering dalam laboratorium kimia. Reaksi
pembentukan heksahidrat, CaCl2. 6H2O bersifat eksotermik. Kalsium klorida bisa
dipakai untuk melelehkan es menurut dua cara. Pertama, reaksinya dengan air sangat
eksotermik dan kedua, kalsium klorida membentuk campuran yang membeku yang
berakibat banyak mereduksi titik leleh.
Kegunaan kalsium dalam kehidupan antara lain, Kalsium dihidrogen posfat
(Ca(H2PO4)2) digunakan sebagai bahan pupuk CaOCl2 sebagai disinfektan, Gips
(CaSO4.2H2O) digunakan dalam bidang kesehatan untuk penderita patah tulang dan
untuk cetakan gigi, Ca(OH)2 digunakan dalam pembuatan basa lain, sebagai serbuk
pemutih dalam pemurnian gula dan kapur dinding, Kalsium klroida (CaCl2) senagai
pelebur es di jalan raya pada musim dingin dan untuk menurunkan titik beku pada
musim dingin.
Senyawa alami dan senyawa buatan kalsium banyak sekali kegunaannya. Kapur
mentah (CaO) merupakan basis untuk tempat penyaringan kimia dengan banyak
kegunaan. Jika dicampur dengan pasir, ia akan mengeras menjadi campuran plester
dengan mengambil karbon dioksida dari udara. Kalsium dari batu kapur juga
merupakan unsur penting semen. Senyawa -senyawa penting lainnya adalah: karbid,
klorida, sianamida, hipoklorida, dan sulfida.
Di dalam air seringkali terkandung mineral yang terlarut, misalnya CaCl 2,
CaSO4, Ca(HCO3)2, MgSO4, Mg(HCO3)2 dan lain-lain tergantung dari sumber airnya.
Air yang mengandung ion Ca2+ atau Mg2+ dalam jumlah yang cukup banyak disebut
air sadah. Penggunaan air sadah ini menimbulkan beberapa masalah diantaranya sukar
berbuih bila digunakan untuk mencuci dengan sabun, menimbulkan kerak pada ketel
bila direbus karena air sadah mengendapkan sabun menjadi scum dan mengendapkan

CaCO3 bila dipanaskan. Air yang hanya sedikit atau tidak mengandung ion Ca2+ atau
Mg2+ disebut air lunak.
Untuk mengetahui kesadahan suatu air dapat dilakukan penambahan tetesan air
sabun terhadap suatu contoh sampel air sampai terbentuk busa. Air sadah memerlukan
lebih banyak air sabun untuk membentuk busa, sedangkan air lunak hanya
membutuhkan sedikit air sabun untuk membentuk busa.
Kesadahan air dapat dibedakan menjadi kesadahan sementara dan kesadahan
tetap.
1. Kesadahan Sementara
Suatu air sadah disebut memiliki kesadahan sementara bila kesadahan dapat hilang
dengan dididihkan. Kesadahan sementara disebabkan garam-garam bikarbonat yaitu
kalsium bikarbonat Ca(HCO3)2 dan magnesium bikarbonat Mg(HCO3)2. Ion Ca2+ dan
Mg2+ dari senyawa tersebut akan mengendap sebagai CaCO3 bila air sadah dididihkan.
Ca(HCO3)2(aq) CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)
CaCO3 akan mengendap pada ketel menjadi lapisan kerak.
2. Kesadahan Tetap
Air yang memiliki kesadahan tetap, kesadahannya tidak hilang meskipun
dididihkan. Kesadahan tetap disebabkan garam-garam kalsium dan magnesium selain
bikarbonat seperti anion Cl-, NO3-, atau SO42-.
Kesadahan sementara dapat dihilangkan dengan mendidihkan air karena ion Ca 2+
dan Mg2+ akan diendapkan sebagai CaCO3 atau MgCO3.

IV. ALAT DAN BAHAN


ALAT
NO.

Nama Alat

Jumlah

Tabung Reaksi

12 buah

Cawan Porselin

1 buah

Pipet Tetes

Secukupnya

Pembakar Bunsen

1 buah

Kaki Tiga dan Kasa

1 buah

Buret

1 buah

Kawat Platina

1 buah

Penjepit Kayu

1 buah

Spatula

1 buah

Nama Bahan

Konsentrasi

Larutan HCl

0,1 M

Larutan BaCl2

0,5 M

Larutan (NH4)2C2O4

0,5 M

Ca(OH)2 kering

Kayu

Larutan sabun alcohol 5%

Batu kapur

Kristal Ca

Larutan Gibbs

Larutan Na2CO3

0,1 M

.
.
.
.
.
.
.
.
.
BAHAN
NO.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
0.
V. ALUR PERCOBAAN

Percobaan 1 :
Tujuan : untuk mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya
Sepotong kecil batu batu kapur (CaCO3) + HCl 0.1 M
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
Diamati reaksi yang terjadi
Larutan CaCl2
(Timbul gas)
Percobaan 2
Tujuan : untuk mengidentifikasi adanya kalsium dan senyawanya
Larutan hasil percobaan 1
Digunakan untuk membasahi sepotong kayu
Dipanaskan diatas nyala bunsen dengan
penjepit kayu
Diammati warna nyala
Warna nyala

Percobaan 3
Tujuan : untuk mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya
Batu kapur (CaCO3)
Disekelilingnya dililiti ujung kawat
Dipanaskan dengan nyala bunsen yang kecil
dengan menggantungkannya 10 menit
Diamati perubahan yang terjadi setelah
pembakaran selesai
Ditulis reaksinya
Batu kapur berwarna lebih putih

Percobaan 4

Tujuan : untuk mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya


Hasil Percobaan 3

Dibiarkan samapi suhu kamar


Dimasukkan dalam tabung reaksi
Ditetesi air dingin
Diamati perubahannya
Dirasakan perubahannya dengan memegang
dinding tabung reaksi dengan memegannya

Larutan tidak berwarna + terasa panas

Percobaan 5
Tujuan : untuk mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya
Beberapa serbuk logam Ca

Diletakkan cawan kecil


Dipanaskan hati-hati diatas nyala bunsen
Diamati perubahan yang terjadi
Ditulis reaksi perubahannya

Padatan lebiih putih

Percobaan 6
Tujuan : untuk mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya
Hasil percobaan 5

Dimasukkan tabung reaksi


Ditambah air sampai tabung reaksi
Dikocok dengan baik
Diuji dengan lakmus dan 1-2 tetes PP

Lakmus merah menjadi biru

Percobaan 7

Tujuan : untuk mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya

Larutan Gibs

1 mL larutan Gibs + beberapa tetes

1 mL larutan Gibs + larutan

Larutan BaCl2

(NH4)2C2O4 0.5 M

Dicatat perubahan yang terjadi


Ditulis rekasinya

Endapan putih pada kedua tabung

Percobaan 8
Tujuan : untuk mengetahui kesadahan air PAM

1 mL air PAM + 1 mL

1 mL air PAM + tetes HCl +

(NH4)2C2O4

1 mL BaCl2

Diamati apa yang


terjadi
Larutan keruh

Diamati apa yang


terjadi
Larutan keruh

Percobaan 9
Tujuan : untuk mengidentifikasi adanya kalsium dan senyawanya
10 mL air

10 mL air PAM

10 mL air PAM +

10 mL air Gibs

beberapa tetes Na2CO3

Suling

yang telah dididihkan

Larutan sabun alkohol diteteskan


kedalam masing-masing tabung
sebanyak 30 tetes
Dikocok bersamaan sebanyak 10 kali
kocokan
Diukur tinggi buih sabun yang
terbentuk
Hasil masing-masing tabung

Percobaan 10
Tujuan : untuk mengidentifikasi adanya kalssium dan senyawanya

Seujung sendok teh Ca(OH)2 kering + 3 sendok teh pasir


halus + air setetes demi setetes
Ditetesi sampai terbentuk pasta yang kental
(mortar)
Dibuat kubus kecil dengan tangan
Dibiarkan kering pada suhu/panas ruang atau
panas matahari
Setelah kering,diamati keadaan kekerasannya
Ditetesi HCl
Diamati apa yang terjadi

Pasta Pecah (hancur)

VI.

No.

1.

TABEL PENGAMATAN

Prosedur Percobaan

Mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya


Sepotong kecil batu kapur CaCO3 + HCl 0,1 M

Hasil Pengamatan

Dugaan/Reaksi

- CaCO3 : berwarna putih

- Larutan HCl 0,1M : tidak


berwarna

- Dimasukkan ke dalam
tabung reaksi
- Diamati reaksi yang terjadi
Larutan CaCl

CaCO3 (s) + 2HCl (aq)

Batu kapur (CaCO3) + apabila

CaCl2 (aq) + H2O (aq)

ditambahkan dengan HCl

+ CO2 (g)

akan menghasilkan larutan

- CaCO3 + HCl : larutan tidak

CaCl2 dan gas CO2. Hal


Gelembung gas

berwarna dan timbul

Kesimpulan

tersebut ditandai dengan


adanya gelembung gas.

gelembung

(Timbul gas)
2.

Mengidenttifikasi adanya kalsium dan senyawanya


Larutan hasil percobaan 1
Digunakan untuk membasahi
sepotong kayu
Dipanaskan diatas nyala bunsen
dengan penjepit kayu
Diammati warna nyala

Warna nyala

- Larutan 1:

tidak berwarna

(CaCl2)

Nyala api kalsium kuning

Nyala api kalsium berwarna

kemerahan

uning kemerahan. Hal ini

- Kayu : coklat
- Kayu

telah sesuai dengan teori.


CaCl2

dipanaskan: warna nyala


kuning kemerahan

Reaksi:
- CaCl2 (aq) Ca2++ 2Cl-

3.

Mengetahui sifat kalsium dan senyawanya

berwarna putih

Batu kapur (CaCO3)


Disekelilingnya dililiti ujung
kawat
Dipanaskan dengan nyala
bunsen yang kecil dengan
menggantungkannya 10 menit
Diamati perubahan yang terjadi
setelah pembakaran selesai
Ditulis reaksinya

Batu kapur : bongkahan

- CaCO3(s) + CO2(g)
CaO(s) + CO2(g)

Batu kapur (CaCO3) apabila


dipanaskan akan

Kawat : hitam

menghasilkan CaO (s) yang

Batu kapur dililit kawat +

berwarna lebih putih

dipanaskan : batu kapur

dibandingkan batu kapur

berwarna lebih putih

sebelum dipanaskan.

Batu kapur berwarna lebih putih


4.

Mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya


Beberapa serbuk logam Ca

- Batu kapur (hasil percobaan


3) : bongkahan berwarna

- CaO(s) + H2O(l)
Ca(OH)2 (aq)

putih

Dibiarkan samapi suhu kamar


Dimasukkan dalam tabung reaksi
Ditetesi air dingin
Diamati perubahannya
Dirasakan perubahannya dengan
memegang dinding tabung reaksi
dengan memegannya

Larutan tidak berwarna + terasa panas

- Hasil percobaan 3 + akuades:

Batu kapur hasil percobaan 3


setelah

ditetesi

akuades,

larutan tidak berwarna dan


= 986,04 /

terjadi

reaksi

eksoterm,

larutan tidak berwarna,

dibuktikkan dengan dinding

keruh, dinding tabung reaksi

tabung terasa panas.

terasa panas

5.

Mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya


Beberapa serbuk logam Ca

2Ca(s) + O2(g) 2CaO(s)

Serbuk Ca : putih

Serbuk Ca dipanaskan :

oksida dari kalsium dapat

berwarna lebih putih

dilakukan dengan pemanasan

Diletakkan cawan kecil


Dipanaskan hati-hati diatas nyala
bunsen
Diamati perubahan yang terjadi
Ditulis reaksi perubahannya

Pembentukan

senyawa

logam kalsium yang akan


beraksi dengan udara bebas
(gas O2) membentuk Kalsium
Oksida, CaO.

Padatan lebiih putih


6.

Mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya

percobaan 5) : serbuk putih

Hasil percobaan 5

Dimasukkan tabung reaksi


Ditambah air sampai tabung
reaksi
Dikocok dengan baik
Diuji dengan lakmus dan 1-2
tetes PP
Lakmus merah menjadi biru

Serbuk CaO (hasil

- CaO(s) + H2O(l)
Ca(OH)2(aq)

Serbuk CaO yang ketika


dilarutkan dalam air

Akuades : tidak berwarna

menghasilkan Ca(OH)2 yang

CaO + air + dikocok :

bersifat basa dibuktikkan

larutan berwarna putih

dengan pengujian kertas

serbuk tidak sepenuhnya

lakmus merah yang menjadi

larut

biru, serta uji indikator PP

Uji lakmus merah menjadi

yang berubah menjadi merah

biru

muda.

Uji PP : larutan berwarna


merah muda

7.

Mengetahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya

BaCl2
- Larutan gibbs : tidak

Larutan Gibs

berwarna

Larutan gibs mengandung ion

Tabung 1 (BaCl2):
CaSO4(aq)

BaCl2(aq) Ca2+. Hal ini dibuktikkan

BaSO4(aq) + CaCl2 (s)

- Larutan BaCl2 : tidak


1 mL larutan Gibs +

1 mL larutan Gibs +

beberapa tetes

larutan (NH4)2C2O4

Larutan BaCl2

0.5 M

CaCl2

berwarna
- Larutan gibbs + 5 tetes

dengan (NH4)2C2O.

(NH4)2C2O4
berwarna
- Larutan gibbs + (NH4)2C2O4:

Endapan putih pada kedua tabung

tidak berwarna
- Larutan gibbs + 5 tetes
(NH4)2C2O4 0,5 M: larutan
putih keruh terdapat endapan
putih

direaksikan

CaC2O4 ketika direaksikan

BaCl2: larutan putih keruh

- Larutan gibbs : tidak

ketika

dengan BaCl2 serta endapan

terdapat endapan putih


Dicatat perubahan
yang terjadi
Ditulis rekasinya

dengan identifikasi endapan

Tabung 2 ((NH4)2C2O4):
CaSO4(aq) + (NH4)C2SO4(aq)
CaC2O4(s) + (NH4)2SO4(aq)

8.

Mengetahui kesadahan air PAM


1 mL air PAM + 1 mL (NH4)2C2O4
Diamati apa yang
terjadi
Larutan keruh
1 mL air PAM + beberapa tetes HCl + 1 mL BaCl2

Diamati apa yang


terjadi
Larutan keruh

9.

a.Mengidentifikasi adanya kalsium dan senyawanya


10 mL air Suling
Larutan sabun alkohol diteteskan
kedalam masing-masing tabung
sebanyak 30 tetes
Dikocok bersamaan sebanyak 10 kali
kocokan
Diukur tinggi buih sabun yang
terbentuk
Tinggi buih sabun

- Air PAM : tidak berwarna

Tabung 1:

- Larutan (NH4)2C2O4 : tidak

CaCO3(aq) + (NH4)2C2O4(aq) (NH4)2C2O4

berwarna

Pada saat direaksikan dengan

CaC2O4(s) + NH4(CO3)2

endapan karena mengandung


ion Ca2+.

- Air PAM + larutan


(NH4)2C2O4 : larutan keruh

Ksp CaC2O4 : 27 X 10-9

(++)

Tabung 2:

- HCl : tidak berwarna

CaCO3(aq)

- Larutan BaCl2 tidak

BaCl2(aq)

berwarna

terbentuk

Larutan gibs mengandung ion


+

HCl(aq)

BaCO3(aq)

CaCl2(s) + 2HCl(aq)

2+
+ Ca . Hal ini dibuktikkan

+ dengan identifikasi endapan


CaCl2

ketika

direaksikan

- Air PAM + HCl + 1 mL

dengan BaCl2 serta endapan

BaCl2 : larutan menjadi

CaC2O4 ketika direaksikan

keruh (+)

dengan (NH4)2C2O.

- Air suling : tidak berwarna

Tabung 1

Ketinggian busa pada tabung

- Sabun alkohol : kuning

Ca2+ + OH- Ca(OH)2(aq)

1 > tabung 3 > tabung 2 >

- Air suling + 30 tetes sabun

tabung 4. Hal ini menandakan

alkohol + dikocok: larutan

bahwa

menjadi keruh dan terdapat

paling tinggi adalah pada

buih

tabung 4 karena paling sedikit

- Tinggi busa = 6,5 cm

keesadahan

yang

menghasilkan busa sabun.

b.Mengidentifikasi adanya kalsium dan senyawanya


10 mL air PAM
Larutan sabun alkohol diteteskan
kedalam masing-masing tabung
sebanyak 30 tetes
Dikocok bersamaan sebanyak 10 kali
kocokan
Diukur tinggi buih sabun yang
terbentuk

- Air PAM : tidak berwarna

Tabung 2

Ketinggian busa pada tabung

- Sabun alkohol : kuning

Ca2+ + OH- Ca(OH)2(aq)

1 > tabung 3 > tabung 2 >

- Air PAM + 30 tetes sabun

tabung 4. Hal ini menandakan

alkohol + dikocok: larutan

bahwa

menjadi keruh dan terdapat

paling tinggi adalah pada

buih

tabung 4 karena paling sedikit

- Tinggi busa = 3,4 cm

keesadahan

yang

menghasilkan busa sabun.

Tinggi buih sabun


c.Mengidentifikasi adanya kalsium dan senyawanya
10 mL air PAM + beberapa tetes
Na2CO3 yang dididihkan
Larutan sabun alkohol diteteskan
kedalam masing-masing tabung
sebanyak 30 tetes
Dikocok bersamaan sebanyak 10
kali kocokan
Diukur tinggi buih sabun yang
terbentuk

Tinggi buih sabun

- Air PAM : tidak berwarna

Ca2+(aq) + Na2CO3(aq)

Ketinggian busa pada tabung

- Larutan Na2CO3: tidak

CaCO3(s) + 2Na+ + 2OH-(aq)

1 > tabung 3 > tabung 2 >

Ca(OH)2(aq) + Na2CO3(aq)

tabung 4. Hal ini menandakan

berwarna
- Sabun alkohol : kuning

bahwa

- Air PAM + Larutan Na2CO3

paling tinggi adalah pada

+ 30 tetes sabun alkohol +

tabung 4 karena paling sedikit

dikocok : larutan menjadi

menghasilkan busa sabun.

keruh dan terdapat buih


- Tinggi busa = 4 cm

keesadahan

yang

d.Mengidentifikasi adanya kalsium dan senyawanya


10 mL air gibs
Larutan sabun alkohol diteteskan
kedalam masing-masing tabung
sebanyak 30 tetes
Dikocok bersamaan sebanyak 10 kali
kocokan
Diukur tinggi buih sabun yang
terbentuk
Tinggi buih sabun
10.

Mengidentifikasi adanya kalsium dan senyawa


Seujung sendok teh Ca(OH)2 kering + 3
sendok teh pasir halus + air setetes demi setetes

Ditetesi sampai terbentuk pasta


yang kental (mortar)
Dibuat kubus kecil dengan tangan
Dibiarkan kering pada suhu/panas
ruang atau panas matahari
Setelah kering,diamati keadaan
kekerasannya
Ditetesi HCl
Diamati apa yang terjadi
Pasta Pecah (hancur)

- Air gibs : tidak berwarna

CaSO4.2H2O + 2OH-

Ketinggian busa pada tabung

- Larutan Na2CO3: tidak

Ca(OH)2(aq) + H2SO4(aq)

1 > tabung 3 > tabung 2 >


tabung 4. Hal ini menandakan

berwarna
- Sabun alkohol : kuning

bahwa

- Air gibs + 30 tetes sabun

paling tinggi adalah pada

keesadahan

yang

alkohol + dikocok : larutan

tabung 4 karena paling sedikit

menjadi keruh dan terdapat

menghasilkan busa sabun.

buih
- Tinggi busa = 2,2 cm

- Ca(OH)2 : Serbuk putih

Ca(OH)2(aq) + SiO2(s) +

HCl dapat menghancurkan

- Pasir : serbuk abu-abu

2H2O(l) CaSiO3(s) + 3

pasta [Ca(OH)2+ pasir + air]

- Larutan HCl : tidak berwarna

H2O

yang telah mengeras.

- Ca(OH)2 + pasir + air =


berbentuk pasta
- Pasta dibentuk kubus +

Setelah ditambahkan HCl :


CaSiO2(s) + 2HCl(aq)

dibiarkan kering : pasta

CaCl2(aq)

mengeras.

SiO2(s)

H2O(g)

- Pasta kubus + HCl : pasta


pecah (hancur)

HCl : merusak ikatan dalam


mortar.

VII. ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Percobaan 1
Percobaan pertama ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat
kalsium dan senyawanya serta mengidentifikasi kalsium dan senyawanya. Pertama-tama
sepotong kecil batu kapur (CaCO3) berwarna putih dimasukkan ke dalam tabung reaksi
kemudian ditambahkan dengan larutan HCl 0,1 M (tidak berwarna) hingga batu kapur
tercelup seluruhnya. Reaksi yang ditimbulkan dari percampuran ini adalah terbentukya
gelembung gas pada larutan. Hal ini menunjukkan bahwa sifat kalsium yang bereaksi
dengan asam akan menghasilkan gas CO2. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut:
CaCO3 (s) + HCl (aq) CaCl2 (aq) + CO2 (g) + H2O (l)

Percobaan 2
Percobaan yang kedua ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui warna nyala
kalsium. Awalnya sepotong kayu dibasahi dengan larutan CaCl2 (hasil percobaan 1)
kemudian dipanaskan diatas nyala bunsen. Hasil yang ditimbulkan adalah warna nyala
api kuning kemerahan. Warna nyala tersebut ditimbulkan oleh penyerapan energi dari
nyala api atau kalor oleh elektron-elektron atom kalsium hingga terjadi eksitasi, dan
kembalinya elektron ke teringkat dasar membebaskan energi nyala yang khas yakni
berwarna jingga kemerahan.
CaCl2 (aq) Ca2+ + 2Cl-

Percobaan 3
Percobaan ketiga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat kalsium dan
senyawanya. Awalnya sebuah batu kapur kecil (CaCO3) yang berupa bongkahan, dililiti
dengan kawat kemudian dipanaskan diatas nyala bunsen selama 10 menit. Batu kapur
yang semula berwarna putih berubah menjadi lebih putih lagi dari pada sebelum proses
pemanasan. Hal ini dikarenakan batu kapur tersebut akan membentuk CaO berupa
padatan dengan warna yang lebih putih dari pada batu kapur sebelum dipanaskan
(CaCO3). Ketika kalsium karbonat (batu kapur) itu terbakar, dia akan membebaskan gas
CO2 sesuai dengan persamaan reaksi berikut :
CaCO3(s) + CO2(g) CaO(s) + CO2(g)

Percobaan 4
Percobaan keempat dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat kalsium
dan senyawanya. Awalnya batu kapur yang telah dibakar (hasil percobaan tiga) yang
berwarna putih, dibiarkan pada suhu kamar, kemudian dimasukkan tabung reaksi dan
ditetesi air dingin. Reaksi ini akan menghasilkan larutan tidak berwarna dan keruh dan
terasa panas pada dinding tabung. Hal ini dikarenakan reaksi yang berlangsung bersifat
eksoterm, dimana reaksi ini akan berjalan dengan sangat kuat dan cepat apabila dalam
bentuk serbuk. Serbuk kalsium karbonat (CaCO3) akan melepaskan kalor. Molekul dari
CaCO3 akan segera mengikat molekul air (H 2O) yang akan menbentuk kalsium
hidroksida. Pada percobaan ini kalsium oksida tidak dapat larut semua dalam air karena
ukurannya yang terlalu besar. Persamaan reaksi yang teejadi :
CaO(s) + H2O(l) Ca(OH)2 (aq)
Dengan harga = 986,04 /

Percobaan 5
Percobaan kelima bertujuan untuk mengetahui reaksi pemanasan logam kalsium.
Pertama, logam kalsium yang berbentuk serbuk berwarna putih diletakkan di atas cawan
kecil kemudian dipanaskan diatas bunsen. Reaksi tersebut menghasilkan logam kalsium
yang berwarna lebih putih. Persamaan reaksi yang tejadi adalah:
2Ca(s)+ O2(g) 2CaO(s)
Berdasarkan rekasi tersebut, dapat diketahui bahwa logam kalsium dapat bereaksi
dengan udara kering (gas O2) pada suhu tinggi menghasilkan kalsium oksida.

Percobaan 6
Percobaan keenam dilakukan untuk mengetahui sifat dari kalsium. Mula-mula
serbuk kalsium oksida (hasil percobaan lima) dimasukkan ke tabung reaksi dan
ditambahkan air sampai setengah tabung reaksi dan dikocok. Hasilnya, didapatkan
larutan yang berwarna putih dengan serbuk yang tidak sepenuhnya larut. Kemudian
larutan ini diuji dengan indikator PP (phenolptalein) dan kertas lakmus.. Uji PP
menimbulkan perubahan warna menjadi merah muda pada larutan. Hal ini
mengindikasikan bahwa larutan yang dihasilkan yaitu Ca(OH) 2 bersifat basa.
Kemudian larutan tersebut diuji dengan kertas lakmus. Uji tersebut menghasilkan
perubahan warna pada kertas lakmus. Kertas lakmus yang awalnya berwarna merah

berubah menjadi biru. Hal ini semakin memperkuat bahwa larutan yang dihasilkan
bersifat basa. Persamaan reaksi yang tejadi adalah :
CaO(s) + H2O(l) Ca(OH)2(aq)

Percobaan 7
Percobaan ketuju dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pembentukan
endapan dari senyawa kalsium.
Pada tabung 1 diisi dengan 1 ml larutan gibs (tidak berwarna) ditambahkan
dengan 5 tetes BaCl2 0,5 M (tidak berwarna) yang merupakan garam bersifat basa
sehingga terbentuk larutan putih keruh (++) dengan endapan berwarna putih yaitu
endapan CaCl2. Persamaan reaksinya adalah:
CaSO4(aq) + BaCl2(aq) CaCl2 (aq) + BaSO4(s)

Pada tabung 2, diisi dengan 1 ml larutan gibs (tidak berwarna) yang

ditambahkan dengan larutan (NH4)2C2O4 0,5 M (tidak berwarna) sebanyak 5 tetes dan
dihasilkan larutan putih keruh (+) yang merupakan (NH4)2SO4 dan terdapat endapan
putih yang merupakan endapan CaC2O4. Reaksinya adalah :
CaSO4(aq) + (NH4)C2SO4(aq) CaC2O4(s) + (NH4)2SO4
Maka dapat dikatakan bahwa larutan gibs lebih larut saat direaksikan dengan basa
kuat. Terlihat bahwa berdasarkan reaksi di atas, larutan menjadi keruh karena adanya
endapan CaC2O4.
Pada tabung 1 dan 2 keduanya menghasilkan endapan yang ditandai dari keruhnya
larutan. Namun tingkat kekeruhan dari kedua tabung reaksi tidak sama. Larutan pada
tabung reaksi 1 lebih keruh dibandingkan dengan larutan pada tabung reaksi 2. Hal ini
dikarenakan kelarutan dari BaCl2 dalam CaSO4 lebih besar dibandingkan kelarutan
(NH4)2C2O4 dalam CaSO4 sehingga endapan yang terbentuk pada tabung reaksi 1 lebih
besar dibandingkan endapan pada tabung reaksi 2 yang menyebabkan larutan pada
tabung reaksi 1 lebih keruh dibandingkan dengan larutan tabung reaksi 2. Dari hal
tersebut dapat dikatakan bahwa dalam larutan gibs mengandung ion Ca 2+.

Percobaan 8
Percobaan kedelapan memiliki tujuan yang sama dengan peercobaan ketujuh,
perbedaanyya terletak pada suasana pembentukan endapan.

Pada tabung 1 diisi dengan 10 ml air PAM jernih tak berwarna yang mengandung
ion Ca2+ kemudian ditambahkan 1 ml (NH4)2C2O4 yang bertujuan untuk memberikan
suasana basa pada air PAM sehingga terbentuk larutan putih keruh (++). Larutan keruh
ini menunjukkan bahwa dalam larutan terdapat endapan yang merupakan CaC2O4. Hal
ini sesuai dengan reaksi berikut :
CaCO3(aq) + (NH4)2C2O4(aq) CaC2O4(s) + NH4(CO3)2

Pada tabung 2, juga diisi 10 ml air PDAM kemudian ditambah beberapa tetes HCl
dan ditambahkan 1 ml BaCl2 yang merupakan larutan garam bersifat basa menghasilkan
sehingga terbentuk larutan keruh (+) yang menunjukkan adanya endapan. Persamaan
reaksinya adalah:
CaCO3(aq) + HCl(aq) + BaCl2(aq) BaCO3(aq) + CaCl2(s) + 2HCl(aq)

Dari kedua tabung di atas dapat dilihat bahwa endapan yang terdapat pada tabung 1
lebih banyak dibandingkan tabung 2. Hal ini terjadi karena pada tabung 2 ditambahkan
HCl sebagai suasana asam. Suasana asam dapat meningkatkan kelarutan endapan.
Persamaan reaksi yang terjadi:

Percobaan 9
Percobaan kesembilan dilakukan bertujuan untuk mengetahui kesadahan air.
Pada tabung 1 diisi dengan 10 ml air suling, tabung 2 diisi dengan 10 ml air
PDAM, tabung 3 diisi dengan 10 ml air suling yang telah ditambah Na 2CO3 yang telah
didihkan, dan pada tabung 4 diisi dengan 10 ml air gibs. Kemudian pada setiap tabung
reaksi ditambahkan 3 tetes air sabun alkohol dan dikocok. Didapatkan ketinggian busa
stabil pada masing-masing tabung ialah sebagai berikut:
Tabung 1: 6,5 cm
Tabung 2: 3,4 cm
Tabung 3: 4 cm
Tabung 4: 2,2 cm
Pada tabung reaksi 1 dihasilkan lapisan buih yang tertinggi karena air suling
(akuades) tidak memiliki kesadahan air. Sedangkan pada tabung reaksi 2 dan 3 yang
sama-sama berisi air PAM, tabung 2 dihasilkan lapisan buih yang lebih tinggi pada
tabung reaksi 3 karena pada tabung reaksi 3 telah ditambahkan larutan Na2CO3 dan

dididihkan juga, sehingga kesadahan airnya berkurang. Jadi penambahan larutan Na 2CO3
dan pendidihan tersebut bertujuan untuk mengurangi kesadahan air dari air PAM. Pada
tabung 4 merupakan tabung dengan ketinggian buih yang paling kecil, hal ini disebabkan
air gibs merupakan air sadah tetap yakni garam sulfat CaSO 4 yang hanya dapat
dihilangkan dengan penambahn natrium karbonat.
Seperti yang kita ketahui bahwa kerugian air sadah ialah sabun sukar berbuih
didalamnya. Air sadah mengandung ion Ca2+ dan Mg2+. Persamaan reaksi yang terjadi
pada masing-masing tabung reaksi adalah sebagai berikut:
Tabung 1
Ca2+ + OH- Ca(OH)2(aq)
Tabung 2
Ca2+ + OH- Ca(OH)2(aq)
Tabung 3
Ca2+(aq) + Na2CO3(aq) CaCO3(s) + 2Na+ + 2OH- Ca(OH)2(aq)
Tabung 4
CaSO4.2H2O (aq) + 2OH- Ca(OH)2(aq) + H2SO4(l)

Percobaan 10
Percobaan kesepuluh dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kalsium dan
senyawa. Pertama-tama, seujung sendok teh Ca(OH)2 kering berwarna putih berbentuk
serbuk, dicampur dengan 3 sendok teh pasir halus berwarna abu-abu pada cawan.
Campuran material tersebut secara perlahan mengikat CO 2 dari udara dan mengubah
Ca(OH)2 menjadi padatan keras kalsium karbonat. Campuran ini ditambahkan beberapa
tetes air sampai terbentuk pasta kental yang selanjutnya disebut mortar. Mortar ini
dibentuk kubus dan dikeringkan dalam oven sehingga mortar menjadi keras. Kemudian
mortar ini ditetesi dengan beberapa tetes HCl (tidak berwarna). Penambahan asam kuat
(HCl) ini menjadikan pasta atau mortar menjadi pecah. Hai ini dikarenakan ikatan pada
mortar terputus oleh molekul-molekul HCl. Persamaan reaksi yang terjadi pada mortar
dapat dipakai untuk merekatkan batu bata atau batu-batu dalam konstruksi bangunan.
Persamaan reaksinya adalah :
Ca(OH)2(aq) + SiO2(s) + 2H2O (l) CaSiO3(s) + 3 H2O
Setelah ditambahkan HCl :
CaSiO3(s) + 2HCl(aq) CaCl2(aq) + H2O(g) + SiO2(s)

VIII. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa:
1. Percobaan pertama menunjukkan sifat kalsium yang bereaksi dengan asam
menimbulkan gelembung gas CO2
2. Percobaan kedua menunjukkan warna nyala logam kalsium yakni kuning
kemerahan
3. Percobaan ketiga menunjukkan pemanasan kalsium karbonat menghasilkan
kalsium oksida.
4. Percobaan keempat menunjukkan kalsium oksida bereaksi dengan air membentuk
hidroksidanya
5. Percobaan kelima menunjukkan bahwa sifat Ca mudah bereaksi dengan Oksigen
amfoter membentuk Kalsium Oksida.
6. Percobaan keenam menunjukkan sifat-sfat kalsium dan senyawanya serta untuk
mengidentifikasi senyawa kalsium, yaitu serbuk CaO larut dalam air membentuk
larutan Ca(OH)2 yang bersifat basa.
7.

Pada percobaan 7 dapat diketahui sifat-sfat kalsium dan senyawanya, yaitu larutan
gibs (CaSO4.2H2O) akan lebih mudah mengendap jika bereaksi dengan senyawa
yang bersifat basa lebih kuat.

8.

Pada percobaan 8 dapat diketahui sifat-sfat kalsium dan senyawanya, yaitu larutan
gibs (CaSO4.2H2O) akan memiliki tingkat kelarutan yang lebih tinggi jika berada
pada suasana asam.

9.

Pada percobaan 9 dapat diketahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya, yaitu air
yang mengandung ion Ca2+ paling banyak adalah air gibs dan yang paling sedikit
adalah air suling. Sedangkan antara air PAM yang tidak ditambahi larutan Na 2CO3
dan dididihkan dengan yang telah ditambahi, kandungan ion Ca 2+ yang lebih tinggi
terdapat pada air PAM yang tidak ditambahi larutan Na2CO3 dan dididihkan.
Berikut ini merupakan reaksi yang terjadi.

10. Pada percobaan 10 dapat diketahui sifat-sifat kalsium dan senyawanya, yaitu
senyawa kalsium dapat membentuk mortar bila bereaksi dengan pasir (SiO 2) dan
mortar menjadi rapuh dalam suasana asam.

IX. JAWABAN PERTANYAAN


1.

Apakah hasil pembakaran batu kapur?

2.

Bagaimanakah sifat-sifat kalsium dan senyawanya berdasarkan percobaan yang


anda lakukan?

3.

Adakah kegunaan kalsium bagi kehidupan manusia? Sebutkan!

Jawaban:
1.

Hasil pembakaran batu kapur yaiitu CaO dan gas CO2

2.

Sifat-sifat kalsium dan senyawanya berdasarkan percobaan

Jika direaksikan dengan asam kuat maka akan terbentuk gas CO2 dan
endapan CaCl2

Nyala api senyawa kalsium berwarna merah kekuningan

Senyawa kalsium berwarna putih

Ketika dipanaskan, kalsium menjadi berwarna lebih putih dan lebih kering
karena ternemtuk senyawa CaO

3.

Dengan air bereaksi dan menghasilkan endapan yang bersifat basa

Kalsium lebih larut dalam larutan asam dibandingkan pada larutan basa

Kegunaan kalsium bagi manusia

Membentuk susunan tulang dan gigi.

Membantu proses penerimaan rangsang pada otot dan saraf

Membantu dalam proses hantaran transmisi impuls

Memelihara fungsi otot jantung

Melindungi tubuh terhadap absorbs zat-zat kimia radioaktif

Mengatur kontraksi dan relaksasi serabut otot

Mengaktifkan enzim tertentu

DAFTAR PUSTAKA

Dwi, Bardiana .2009. Kesadahan Air.Jakarta :UIP


Ena.

2009.

Kalsium

Karbonat

(CaCO3).

(online).

(www.ratna-

watichemistry.blogspot.com/ 2009/05/kalsium-karbonat-caco3-ciri-ciridan.html. diakses pada tanggal 2 November 2014)


Lee, J.D. 1991. Concise Inorganic Chemistry Fourth Edition. London: Chapman and
Hall.
Svehla, G. 1990. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
Semimikro. Terjemahan oleh A. Hadyana dan L. Setiono. Jakarta:
Kalman Media Pustaka
Tim Kimia Anorganik. 2013. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik II. Surabaya:
Jurusan Kimia, Unesa