Anda di halaman 1dari 8

BAB 10

MEMAHAMI KERJA SAMA TIM

OLEH Kelompok 6:
1. Haedar D.P.

(A211 12 104)

2. Diannissa Yulianti

(A211 12 313)

3. Sri Mardhani

(A311 12 286)

4. Maxyanus Taruk Lobo

(A311 12 296)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014

A. Mengapa Tim Menjadi Begitu Populer?


Bukti menunjukkan bahwa tim biasanya bekerja lebih baik dari pada
individu ketika tugas-tugas yang dilakukan membutuhkan banyak
keterampilan, pendapat dan pengalaman. Ketikanmenyusun ulang dirinya
sendiri untuk bersaing secara lebih efektif dan efisien, oeganisasi berubah
menjadi beberapa tim sebagai sebuah cara yang lebih baik untuk
menggunakan bakat-nbakat karyawan. Manajemen telah menemukan
bahwa tim leboh fleksibel dan respontif terhadap berbagai peristiwa yang
selalu berubah daripada departemen-departemen tradisional atau bentukbentuk pengelompokan permanen lainnya. Tim memiliki kecakapan untuk
berkumpul, menyebarkan, berkumpul kembali, dan membubarkan diri
dengan cepat. Tetapi jangan mengabaikan sifat motivasi dari tim. Tim
memudahkan partisipasi karyawan dalam membuat berbagai keputusan
B. Perbedaan Antara Kelompok dan Tim
Kelompok dan tim bukanlah hal yang sama. Dalam bagian ini kita
akan membahas mengenai perbedaan antara kelompok kerja dan tim kerja.
Kelompok kerja (work group) adalah kelompok yang berinteraksi
terutama untuk berbagai informasi dan membuat berbagai keputusan untuk
membantu setiap anggota bekerja di dalam area tanggung jawabnya.
Tim kerja (work team) menghasilkan sinergi positif melalui usaha
yang terkoordinasi. Usaha-usaha individualmereka menhasilkan satu
tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada jumlah masukan individual.
Definisi-definisi ini membantu menjelaskan mengapa ada begitu
banyak organisasi yang akhir-akhir ini menyusun ulang proses kerja
seputar tim. Manajemen mencari sinergi positif yang memungkinkan
organisasi mereka untuk meningkatkan kinerja. Penggunaan tim secara
ekstensif menghasilkan potensi bagi sebuah organisasi untuk membuahkan
banyak hasil yang lebih besar tanpa peningkatan masukan.
C. Jenis-Jenis Tim
1. Tim Penyelesai Masalah
Tim penyelesaian masalah, yaitu kelompok-kelompok yang
terdiri atas 5 sampai 12 karyawan dari departemen yang sama yang
bertemu selama beberapa jam setiap minggu untuk mendiskusikan
berbagai cara peningkatan kualitas, efisiensi, dan lingkungan kerja.
Dalam tim penyelesaian masalah, para anggota berbagai ide atau
memberikan saran mengenai bagaimana proses dan metode kerja bisa
ditingkatkan; meskipun mereka jarang sekali memiliki wewenang
untuk mengimplementasikan berbagai tindakan yang mereka usulkan
secara unilateral.
2. Tim Kerja yang Mengolah diri sendiri

Tim kerja yang mengelola diri sendiri (self-managed work item)


adalah kelompok karyawan (biasanya 10 sampai 15 anggota) yang
melakukan pekerjaan yang sangat berhubungan atau salaing
bergantung dan memikul tanggung jawab yang banyak dari para
pengawas mereka sebelumnya.
Biasanya tanggung jawabnya mencakup perencanaan dan
pengaturan pekerjaan, pemberian tugas kepada para anggota,
pengendali kolektif atas langkah kerja, pembuatan berbagai keputusan
pengoperasian, pengambilan tindakan untuk berbagai masalah, serta
kerja sama dengan para pemasok dan pelanggan.
3. Tim Lintas Fungsional
Tim lintas fungsional , yaitu para karawan yang berasal dari
tingkat hierarkis yang kurang lebih sama, tetapi dai berbagai bidang
pekerjaan yang berbeda, yang berkumpul untuk menyelesaikan sebuah
tugas.
Tim lintas fungsional merupakan cara efektif yang
memungkinkan orang-orang dari berbagai area yang berbeda di dalam
sebuah organisasi (atau bahkan di antara organisasi-organisasi) untuk
bertukar informasi, mengembangan ide-ide baru dan menyelesaikan
banyak masalah, dan mengoordanisasi berbagai proyek yang rumit.
4. Tim Virtual
Tim virtual , yaitu tim yang menggunakan teknologi komputer
untuk menyatukan anggota anggota yang terpisah secara fisik guna
mencapai tujuan bersama. Tim virtual bisa melakukan semua hal yang
dilakukan oleh tim yang lain berbagai informasi, menmbuat berbagai
keputusan, dan menyelesaikan. Tiga faktor utama yang membedakan
ytim virtual dari tim yang bertemu muka secara langsung: (1)
ketiadaan isyarat-isyarat paraverbal dan nonverbal; (2) konteks sosial
yang terbatas; (3) kemampuan untuk mengatasi keterbatasan waktu
dan ruang.
D. Menciptakan Tim yang kreatif
1. Konteks
a. Sumber yang memadai. Tim adalah bagian dari sebuah sistem
organisasi yang lebih besar. Kekurangan sumber daya ini secara
langsung juga mengurangi kemampuan tim untuk menyelesaikan
pekerjaan dengan efektif.
b. Kepemimpinan dan Struktur. Bukti menunjukkan bahwa tim kerja
yang mengelola diri sendri sering kali bekerja dengan lebih baik
dari pada tim yang mempunyai pemimpin yang ditunjuk secara
formal. Para pemimpin juga bisa menghalangi kinerja yang tinggi
ketika mereka turut campur dalam tim-tim yang mengelola diri
sendiri.

c. Suasana Kepercayaan. Para anggota dari tim yang efektif saling


memercayai. Kepercayaan antarpersonal di antara para anggota tim
memudahkan kerja sama, mengurangi kebutuhan untuk mengawasi
perilaku satu sama lain, dan membatasi anggota-anggota di
sekeliling kepercayaan bahwa orang lain dalam tim tidak akan
memanfaatkan mereka.
d. Evaluasi Kinerja dan Sistem Penghargaan. Evaluasi kinerja
individual, upah per jam yang tetap, insentif individual, dan lain
sebagainya tidak konsisten dengan perkembangan tim berkinerja
tinggi. Jadi, selain mengevaluasi dan memberi penghargaan untuk
para karyawanatas kontribusi individual mereka, manajemen harus
mempertimbangkan penilaian berbasis kelompok, pembagian laba,
pembagian pendapatan, insentif kelompok kecil, dan modifikasi
sistem lain yang akan menguatkan usaha dan komitmen tim.
2. Komposisi
a. Kemampuan Para Anggota
Untuk bekerja secara efektif, sebuah tim membutuhkan tiga jenis
keterampilan yang berbeda. Pertama, tim memebutuhkan orangorang yang memiliki keahlian teknis. Kedua, tim membutuhkan
orang-orang yang mempunyai keterampilan menyelesaikan
masalah dan membuat keputusan agar bisa mengidentifikasikan
berbagai masalah, membuat serta mengevaluasi berbagai alternatif
dan membuat pilihan-pilihan yang kompeten. Terakhir, tim
membutuhkan orang-orang ynag memiliki keterampilan
mendengarkan, memberikan umpan balik, resolusi konflik, dan
keterampilan antarpersonal lainnya.
b. Kepribadian
Komposisi kepribadian adalah penting untuk keberhasilan tim.
Komposisi kepribadian sangat baik untuk menyusun tim dengan
orang-orang yang ekstraver, patuh, berhati-hati, stabil secara
emosional, dan terbuka. Manajemen juga harus meminimalkan
keridaktetapan di dalam tim mengenai berbagai sifat ini.
c. Mengalokasikan Peran
Tim memiliki kebutuhan yang berbeda, dan orang-orang harus
dipilih untuk sebuah tim untuk memastikan bahwa sebuah peran
terisi. Kita bisa mengidentifikasi sembilan peran tim yang
potensial, yaitu
Pencipta, mengajukan ide-ide kreatif.
Promotor, memperjuangkan ide-eide setelah diajukan.
Penilai, menawarkan berbagai pilihan analisis yang
berwawasan.
Organisator, memberikan struktur-struktur.

Produser, memberikan pengarahan dan tindakan lanjutan.


Pengontrol, memeriksa detail-detail dan menjalankan
peraturan.
Pemeliharaan, memerangi berbagai perlawanan eksternal.
Penasehat, mendorong pencarian informasi yang lebih
banyak.
Penghubung, mengoordinasi dan mengintegrasi.
d. Keragaman
Ketika sebuah tim memiliki keberagaman dalam hal kepribadian,
gender, usia, pendidikan, spesialisasi fungsional, dan pengalaman,
terdapat kemungkinan yang lebih besar bahwa tim tersebut akan
memiliki karakteristik-karakteristik yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan tugas-tugasnya secara efektif. Tim tersebut
mungkin mengalami lebih banyak konflik dan kurang
menguntungkan arena banyaknya posisi yang diperkenalkan dan
diterima. Namun bukti yang ada biasanya mendukung kesimpulan
bahwa tim heterogen bekerja secara lebih efektif dibandingkan tim
homogen.
e. Ukuran Tim
Ketika suatu tim memiliki terlalu banyak anggota, kekohesifan dan
akuntabilitas bersama menurun, kemalasan sosial meningkat, dan
semakin banyak orang yang enggan berbicara dengan orang lain.
Lagipula, tim-tim besar memiliki kesulitan untuk dapat
berkoordinasi, terutama ketika terdapat tekanan waktu. Dengan
demikian, para manajer harus berusaha mempertahankan jumlah
anggota yang kurang dari 10 orang dalam merancang tim yang
efektif.
f. Fleksibilitas Anggota
Tim dengan para individu yang fleksibel memiliki anggota yang
mampu menyelesaikan tugas anggota lainnya. Ini benar-benar
merupakan nilai tambah untuk sebuah tim karena tim tersebut
sangat meningkatkan kemampuan adaptasinya dan menjadikannya
tidak terlalu bergantung pada satu anggota saja.
g. Preferensi Anggota
Tidak semua anggota tim adalah pemain tim. Bila diberikan
pilahan, banyak karyawan yang memilih untuk tidak terlibat dalam
suatu tim. Ketika individu yang lebih suka bekerja sendiri diminta
untuk bergabug dalam sebuah tim, terdapat sebuah ancaman
langsung untuk moral tim dan kepuasan anggota.
3. Rancangan Kerja
Kategori rancangan kerja mencakup berbagai variabel seperti
kebebasan dan otonomi, peluang menggunakan berbagai keterampilan

dan mbakat yang berbeda (keanekaragaman keterampilan),


kemampuan menyelesaikan seluruh tugas atau produk yang bisa
diidentifikasi (identitas tugas), dan mengerjakan suatu tugas atau
proyek yang mempunyai pengaruh yang substansial pada orang lain
(arti tugas). Bukti ini menunjukkan bahwa karakteristik-karakteristik
ini meningkatkan motivasi anggota dan efektivitas tim.
4. Proses
a. Tujuan Umum
Tim yang efektif mempunyai tujuan umum dan berarti yang
memberikan pengarahan, momentum, dan komitmen untuk para
anggotanya. Tujuan ini adalah sebuah visi, dan lebih luas daripada
tujuan-tujuan khusus.
Para anggota dari tim yang berhasil memberikan waktu dan usaha
yang luar biasa untuk berdiskusi, membentuk dan menyetujui
sebuah tim yang menjadi milik mereka, baik secara kolektif
maupun individual.
b. Tujuan Khusus
Tim yang berhasil adalah tim yang mengubah tujuan umum
mereka menjadi kinerja yang realistis, bisa diukur dan khusus.
Selain itu, konsistensi dengan penelitian mengenai tujuan
individual, tujuan tim harus menantang. Tujuan-tujuan yang sulit
diketahui dapat meningkatkan kinerja tim diatas kriteria-kriteria
yang ditentukan.
c. Efektivitas Tim
Tim yang efektif memilikirasa percaya diri dalam diri mereka.
Mereka yakin bisa berhasil. Kita menyebit hal ini sebagai
efektivitas tim. Keberhasilan menghasilkan keberhasilan. Tim yang
berhasil saat ini memiliki keyakinan lebih bahwa esok mereka akan
lebih berhasil, sehingga memotivasi mereka untuk berusaha lebih
giat. Dua pilihan yang mungkin untuk meningkatkan efektivitas
adalah membantu tim untuk mencapai keberhasilan-keberhasilan
kecil dan memberikan pelatihan keterampilan.
d. Tingkat Konflik
Konflik dalam sebuah tim tidak selalu buruk. Tim yang sama
sekali tidak memiliki konflik kemungkinan besar menjadi aatis dan
stagnan. Konflik-konflik tigas menstimulun diskusi, mendorong
penilaian kritis untuk berbagai masalah dan pilihan, dan bisa
menghasilkan keputusan yang lebih baik. Jadi, tim-tim efektif akan
digolongkan menurut tingkat konflik yang sesuai.
e. Kemalasan Sosial
Tim yang efektif mengurangi kecenderungan dalam hal kemalasan
sosial dengan cara membuat diri mereka sendiri bertanggung jawab

dalam tingkat individual dan tingkat tim. Tim yang berhasil


mampu membuat para anggota bertanggung jawab secara
individual dan secara bersama-sama atas tujuan, sasaran, dan
pendekatan tim.
E. Mengubah Individu Menjadi Pemain Tim
1. Tantangan
Tantangan terbesar dalam membentuk pemain tim adalah ketika(1)
kultur nasional sangat individualistis dan (2) tim diperkenalkan ke
sebuah organisasi yang kokoh dan dari dulu menghargai pencapaian
individual. Disisi lain, tantangan untuk manajemen tidaklah terlalu
besar ketika tim diperkenalkan kepada karyawan yang memiliki nilai
kolektif yang kuat-seperti di Jepang dan Meksiko-atau diorganisasiorganisasi baru yang menggunakan tim sebagai bentuk awal mereka
menyusun pekerjaan.
2. Membentuk Pemain Tim
a. Seleksi
ketika mempekerjakan anggota tim, selain keterampilan teknis
yang dibutuhkan untuk mengisi pekerjaan tersebut kita juga harus
memastikan bahwa calon karyawan bisa memenuhi peran-peran
tim mereka, begitu pula dengan berbagai persyaratan teknis
b. Pelatihan
para ahli pelatihan mengadakan berbagai pelatihan yang
memungkinkan karyawan memperoleh kepuasan yang didapat dari
kerja sama tim. Mereka biasanya memberikan lokakarya
(workshop)
untuk
membantu
karyawan
meningkatkan
keterampilan menyelesaikan masalah komunikasi, negoisasi,
manajemen konflik dan pelatihan.
c. Penghargaan
sistem penghargaan harus diolah kembali untuk mendorong usahausaha kooperatif dibandingkan usaha-usaha kompetitif. Promosi,
kenaikan gaji dan berbagai bentuk penghargan lainnya harus
diberikan kepada individu keefektifan mereka sebagai tim
kolaboratif.
F. Tim dan Kualitas Manajemen
Inti dari QM (Quality Management) adalah perbaikan proses, dan
keterlibatan karyawan adalah suatu hal yang sangat penting dalam
perbaikan proses. Dengan perkataan lain, QM mengharuskan manajemen
untuk memberikan para karyawan dorongan berbagai ide dan bertindak
berdasarkan apa yang mereka usulkan.
Tim memberikan kendaraan alami bagi para karyawan untuk berbagai ide
dan mengimplementasikan berbagai perbaikan. Tidak semua orang harus

tahu cara melakukan sebuah rencana pengendalian yang sangat baik untuk
pelacakan kinerja, tetapi semua orang perlu tahu dimana peroses tersebut
berlangsung sehingga mereka bisa menilai apakah proses tersebut
mengalami kemajuan.
G. Hati-Hati! Tim Tidak Selalu Merupakan Jawabannya
Kerjasama tim membuthkan lebih banyak waktu dan sering kali lebih
banyak sumber daripada kerja secara individual. Jadi keuntungan dari
adanya tim harus melebihi biaya yang dikeluarkan. Namun, hal ini tidak
selalu demikian. Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mengetahui
apakah suatu tim sesuai dengan situasi yang ada. pertama, bisakah
pekerjaan yang akan dilakukan memperoleh hasil yang lebih baik bila
dikerjakan oleh lebih dari satu orang?. Kedua, apakah pekerjaan yang akan
dilakukan menciptakan maksud dan serangkaian tujuan umum yang lebih
dari sejumlah tujuan individual bagi orang-orang dalam kelompok?.
Terakhir, apakah anggota kelompoknya saling bergantung?