Anda di halaman 1dari 3

IODOMETRI

Iodometri adalah analisa titrimetrik yang secara tidak langsung untuk zat
yang bersifatoksidator seperti besi III, tembaga II, dimana zat ini akan
mengoksidasi iodida yangd i t a m b a h k a n m e m b e n t u k i o d i n . I o d i n
y a n g t e r b e n t u k a k a n d i t e n t u k n d e n g a n menggunakan larutan baku
tiosulfat .Oksidator + KI I2 + 2eI2 + Na2 S2O3 NaI + Na2S4O6S e d a n g k a n
iodimetri adalah merupakan analisis titrimetri yang secara
l a n g s u n g digunakan untuk zat reduktor atau natrium tiosulfat dengan
menggunakan larutan iodinatau dengan penambahan larutan baku berle bihan.
Kelebihan iodine dititrasi kembal idengan larutan tiosulfat.Reduktor + I2
2I- Na2S2 O3 + I2 NaI +Na2S4 O6Istilah oksidasi mengacu pada setiap
perubahan kimia dimana terjadi kenaikan bilangan oksidasi, sedangkan reduksi
digunakan untuk setiap penurunan bilangan oksidasi.Berarti proses oksidasi disertai
hilangnya elektron sedangkan reduksi memperoleh elektron. Oksidator adalah
senyawa di mana atom yang terkandung mengalami penurunan bilanganoksidasi.
Sebaliknya pada reduktor, atom yang terkandung mengalami kenaikan bilanganoksidasi.
Oksidasi-reduksi harus selalu berlangsung bersama dan saling menkompensasisatu sama
lain. Istilah oksidator reduktor mengacu kepada suatu senyawa, tidak
kepadaatomnya saja (Khopkar, 2003).Oksidator lebih jarang ditentukan
dibandingkan reduktor. Namin demikian, oksidator d a p a t d i t e n t u k a n
d e n g a n r e d u k t o r. R e d u k t o r y a n g l a z i m d i p a k a i u n t u k
p e n e n t u a n oksidator adalah kalium iodida, ion titanium(III), ion besi(II), dan ion
vanadium(II). Carat i t r a s i r e d o k s y a n g m e n g g u n a k a n l a r u t a n i o d i u m
s e b a g a i p e n t i t e r d i s e b u t i o d i m e t r i , sedangkan yang menggunakan larutan
iodida sebagai pentiter disebut iodometri (Rivai, 1995).Dalam proses analitik,
iodium digunakan sebagai pereaksi oksidasi (iodimetri) dan ioniodida
digunakan sebagai pereaksi reduksi (iodometri). Relatif beberapa zat
merupakan pereaksi reduksi yang cukup kuat untuk dititrasi secara langsung
dengan iodium. Maka jumlah penentuan iodimetrik adalah sedikit. Akan tetapi banyak
pereaksi oksidasi cukupkuat untuk bereaksi sempurna dengan ion iodida, dan ada
banyak penggunaan prosesi o d o m e t r i k . S u a t u k e l e b i h a n i o n i o d i d a
d i t a m b a h k a n k e p a d a p e r e a k s i o k s i d a s i ya n g ditentukan, dengan pembebasan
iodium, yang kemudian dititrasi dengan larutan natrium
tiosulfat. Reaksi antara iodium dan tiosulfat berlangsung secara sempurna
(Underwood,1986).Iodium hanya sedikit larut dalam air (0,00134 mol per liter
pada 25
0
C), tetapi agak larut dalam larutan yang mengandung ion iodida. Larutan
iodium standar dapat dibuatdengan menimbang langsung iodium murni dan
pengenceran dalam botol volumetrik.Iodium, dimurnikan dengan sublimasi
dan ditambahkan pada suatu larutan KI pekat,yang ditim bang dengan teliti
sebelum dan sesudah penembahan iodium. Akan tetapi biasanya larutan
distandarisasikan terhadap suatu standar primer, As
2
O

3
yang paling biasadigunakan. (Underwood, 1986).Larutan standar yang dipergunakan
dalam kebanyakan proses iodometrik adalah natriumtiosulfat. Garam ini biasanya
tersedia sebagai pentahidrat Na
2
S
2
O
3
.5H
2
O. Larutan tidak boleh distandarisasi dengan penimbangan secara langsung,
tetapi harus distandarisasiterhadap standar primer. Larutan natrium tiosulfat
tidak stabil untuk waktu yang lama.Sejumlah zat padat digunakan sebagai
standar primer untuk larutan natrium tiosulfat. I o d i u m m u r n i m e r u p a k a n
s t a n d a r ya n g p a l i n g n ya t a , t e t a p i j a r a n g d i g u n a k a n k a r e n a kesukaran
dalam penanganan dan penimbangan. Lebih sering digunakan pereaksi
yangkuat yang membebaskan iodium dari iodida, suatu proses iodometrik (Underwood,
1986).
Titrasi iodometri
Metode titrasi iodometri langsung (kadang -kadang dinamakan
iodimetri
) m e n g a c u kepada titrasi dengan suatu larutan iod standar. Metode titrasi
iodometri tak langsung(kadang-kadang dinamakan
iodometri
), adlaah berkenaan dengan titrasi dari iod yang dibebaskan dalam reaksi kimia.
Potensial reduksi normal dari sistem reversibel:I
2(solid)
2e 2I
adalah 0,5345 volt. Persamaan di atas mengacu kepada suatu larutan
a i r ya n g j e n u h dengan adanya iod padat; reaksi sel setengah ini akan terjadi,
misalnya, menjelang akhir titrasi iodida dengan suatu zat pengoksid seperti kalium
permanganat, ketika konsentrasii o n i o d i d a m e n j a d i r e l a t i f r e n d a h . D e k a t
p e r m u l a a n , a t a u d a l a m k e b a n y a k a n t i t r a s i iodometri, bila ion iodida terdapat
dengan berlebih, terbentuklah ion tri-iodida:I
2(aq)
+I
I
3Karena iod mudah larut dalam larutan iodida. Reaksi sel setengah itu lebih baik
ditulissebagai:I
3+ 2e 3I
-

Dan potensial reduksi standarnya adalah 0,5355 volt. Maka, iod atau ion triiodidamerupakan zat pengoksid yang jauh lebih lemah ketimbang kalium permanganat,
kaliumdikromat, dan serium(IV) sulfat (Bassett, J. dkk., 1994).