Anda di halaman 1dari 5

WRAP UP SKENARIO 1

BLOK MEDIKOLEGAL
MATA DIOBATI MENJADI BUTA

KELOMPOK A-13

Ketua

Amalia Fatmasari

(1102011022)

Sekretaris

Aldora Oktaviana

(1102011019)

Anggota

Alfianca Yudha R.

(1102011020)

Alifah Diendhia P.

(1102011021)

Ayu Lestari

(1102011057)

Baiamal Marisa I. L. (1102011059)


Dewi Arika H.

(1102011075)

Mainurtika

(1102011151)

UNIVERSITAS YARSI
FAKULTAS KEDOKTERAN
TAHUN PELARAN 2014-2015

Skenario 1
MATA DIOBATI MENJADI BUTA
Tidak terima matanya menjadi buta, Haslinda bersama tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan
Hukum Kesehatan mendatangi ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan malpraktek
dokter, Waldensius Ginsang di Rumah Sakit Jakarta Eyes Center.
Haslinda menuturkan, pada 6 Maret lalu, kemerahan pada mata, kabur penglihatan, kepekaan
terhadap cahaya (ketakutab dipotret), gelap, mata sakit sudah disampaikan ke dokter Fikri Umar
Purba yang kemudian didiagnosis sebagai penyakit uveitis tuberkulosa. Namun beberapa hari
kemudian setelah ditangani oleh dokter Purba, mata Haslinda tidak kembali berfungsi normal
atau menjadi buta.
Sementara itu, dokter Purba yang ditemui di Rumah Sakit Jakarta Eyes Center membantah telah
melakukan malpraktek terhadap Haslinda.
Dalam pengaduannya ke ruang pengaduan Polda Metro Jaya, Haslinda warga Kayu Mas,
Pulogadung, Jakarta Timur ini tidak menyebutkan tuntutan materil dan inmateril kepada dokter
Purba dan Rumah Sakit Jakarta Eyes Center sebagai pihak yang diduga elakukan malpraktek.
Pengacara pasien juga menuliskan dasar gugatannya berdasarkan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pasal 27 ayat (1) UUD 1945


Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
UU No 29 tahub 2004 tentang Praktik Kedokteran
UU No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
Kode Etik Kedokteran
UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

KATA SULIT
1. Malpraktek
: kesalahan yang dilakukan tenaga kesehatan dalam melaksanakan
profesinya yang sesuai dengan standar profesi dan operasional
2. Hukum Pidana
: keseluruhan peraturan-peraturan yang menentukan perbuatan
yang dilarang dan hukumannya
3. Hukum Perdata
: ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan individu
dalam masyarakat
4. Uveitis tuberkulosa : peradangan di uvea mata (corpus siliaris, iris, koroid) yang
disebabkan tuberkulosa
5. Tuntutan materil
: tuntutan berupa uang
6. Tuntutan inmateril
: tuntutan berupa bukan uang, misalnya pidana

PERTANYAAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Apa fungsi Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan ?


Apa saja contoh malpraktek dalam dunia kesehatan ?
Apa saja jenis malpraktek ?
Bagaimana bentuk perlindungan hukum untuk seorang dokter ?
Bagaimana hukuman untuk seorang dokter yang melakukan malpraktek ?
Apa saja pecegahan yang dapat dilakukan agar tidak terjadi malpraktek ?
Apa dampak malpraktek bagi dokter yang dituntut ?
Bagaimana hukum malpraktek dalam sudut pandang agama Islam ?

JAWABAN
1. Melindungi masyarakat yang menjadi korban malpraktek. Kedudukannya dinaungi oleh
Departemen Hukum dan HAM
2. Aborsi kriminalis, kelalaian saat operasim melakukan tindakan diluar batas
kompetensinya
3. - medik : kelalaian professional yang mengakibatkan luka berat pada pasien
- etik : tindakan dokter yang bertentangan dengan etika kedokteran
- yuridis : kelalaian dalam pelaksanaan kedokteran yang melanggar hokum yuridis
4. Surat penolakan dari pasien, rekam medis, informed consent
5. Melanggar etik : MKEK
Melanggar hukum : polisi
Pasal 359 KUHP : dihukum 1 sampai 5 tahun penjara
Pasal 360 KUHP : mengakibatkan cacat permanen atau luka, dihukum 9 bulan atau denda
300 juta rupiah
6. Mengamalkan sumpah dokter dengan baik, mengetahui dengan baik batas kompetensi
yang dimiliki, mencatat semua tindakan dalam rekam medis, melakukan informed
consent dengan jelas
7. Bisa dihukum dengan dipenjara, denda, pencabutan ijin praktek, dikembalikan ke
kampusnya
8. Hukumnya haram

HIPOTESIS
Setiap malpraktek yang terjadi, misalkan aborsi kriminalis, kelalaian saat operasi, harus
terlebih dahulu dikategorikan ke dalam jenis malpraktek, baik itu yang medik, etik, maupun
yuridis. Setelah itu, dapat diajukan ke Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan untuk
selanjutnya ditentukan malpraktek yang terjadi telah melanggar etik atau melanggar hukum.
Harus disertakan pula penjelasan mengenai informed consent, rekam medis, dan ada atau
tidaknya surat penolakan tindakan dari pasien. Dampak dari malpraktek bisa berupa
dipenjara, membayar denda, pencabutan ijin praktek, sampai dengan dikembalikan ke
kampus asalnya. Oleh karena itu, berbagai tindakan pencegahan terjadinya malpraktek dapat
dilakukan, misalnya dengan mengamalkan sumpah dokter, mengetahui kompetensi yang
dimiliki, selalu mencatat setiap tindakan yang dilakukan di rekam medis, melakukan
informed consent dengan baik, dan selalu belajar. Menurut pandangan Islam, hokum
malpraktek adalah haram.

SASARAN BELAJAR
1.
2.
3.
4.

Memahami dan menjelaskan Malpraktek menurut Kedokteran dan Islam


Memahami dan menjelaskan Alur Hukum apabila seorang dokter melakukan malpraktek
Memahami dan menjelaskan mengenai Informed Consent
Memahami dna menjelaskan mengenai Malpraktek dari sudut pandang Agama Islam