Anda di halaman 1dari 40

BAB III

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Resep 1
I. Resep Asli
dr. Galuh
Jl. A.W. Sjahranie 226 Samarinda
SIP : 247/DU-12/DKK/I/2004
Smd, 25 Nov 2011
R/ Prednisoni Ungt.
5
adde
Basitrasin
2500 UI
M. d. s. t. i. d. loc. Dolent. Applic.
Pro : Ny. Mulyati

a. Resep Standar
R/ Prednison Unguentum
Tiap 10 g mengandung :
R/ Prednisonum
Paraffiunum liquidum
Vaselinum flavum

50 mg
1g
10 g

b. Kelengkapan Resep
- Paraf dokter tidak tertera
- Alamat pasien tidak tertera
- Umur pasien tidak tertera
c. Penggolongan Obat
O:
G : Prednisoni Unguentum, Basitrasin
W:
B : Vaselin flavum, Paraffin liquidum

d. Komposisi Bahan
Tiap 1 pot mengandung :
-

Prednisoni Ungt.

Basitrasin

Paraffin liquidum

Vaselin flavum

II. Uraian Bahan


1. Prednisoni Ungtuentum (FI III, 514)
a. Sinonim

: Prednison, Prednisonum.

b. Khasiat

: Adrenoglukokortikoidum.

c. Pemerian

: Tokoferil tidak berbau atau sedikit berbau; tidak berasa


atau sedikit berasa.

d. Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air; sukar larut dalam larutan


alkali; larut dalam etanol (95%) P, dalam eter P, dalam
aseton P, dan dalam minyak nabati; sangat mudah larut
dalam kloroform P.

2. Basitrasin
a.

Sinonim

: Bacitacinum.

b.

Khasiat

: Antibiotikum.

c.

Pemerian

: Serbuk; putih sampai coklat; tidak berbau/berbau


lemah, higroskopik.

d.

Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol


(95%)P, praktis tidak larut dalam kloroform P, dalam
eter P dan dalam aseton P.

e.

Dosis

: DL Dewasa 1 x = 25.000 UI 40.000 UI


1 hr = 75.000 UI 120.000 UI

3. Paraffinum Liquidum (FI III, 474)


a. Sinonim

: Parafin cair.

b. Khasiat

: Lausativum.

c. Pemerian

: Cairan kental; transparan; tidak berflouresensi; tidak

berwarna; hampir tidak berbau; hampir tidak


mempunyai rasa.
d. Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)


P, larut dalam kloroform dan dalam eter P.

4. Vaselinum Flavum
a. Sinonim

: Vaselin kuning.

b. Khasiat

: Zat tambahan.

c. Pemerian

: Massa lunak, lengket, bening, kuning muda sampai


kuning; sifat ini tetap setelah dileburkan dan dibiarkan
hingga dingin tanpa diaduk.

d. Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)


P; larut dalam kloroform P; dalam eter P dan dalam
eter minyak tanah P.

III.

Perhitungan Dosis
-

IV.

Penimbangan Bahan
1. Prednisonum

= 50 mg x 5/10 = 25 mg

2. Paraffinum liquidum = 1000 mg x 5/10 = 500 mg


3. Vaselinum flavum

= ad 5 (0,05 + 0,25)
= 4250 mg x 5/10

= 2125 mg = 2150 mg
4.

Basitrasin

= 2500 UI/40 UI/mg


= 62,5 mg

Pengenceran Prednison 25 mg (1:10)


Timbang Prednison
Vaseline

50 mg
450 mg

500 mg
Prednison yang diambil 25 mg/50 mg = 250 mg
Sisanya 250 mg dibungkus tersendiri

V.

Cara Kerja
1. Disiapkan semua alat dan bahan.
2. Ditimbang semua bahan sesuai perhitungan.
3. Dilakukan pengencran Prednison dengan Vaseline, sisanya dibungkus
tersendiri.
4. Basitrasin dimasukkan dalam mortir, ditambahkan Paraffin gerus ad
homogen, ditambahkan sisa Vaseline sedikit demi sedikit, ditambahkan
campuran no. 3, gerus ad homogen.

5. Ditimbang pot, sebelum dan sesudah ada isinya, hitung selisihnya.


6. Dikemas, diberi etiket biru.
VI. Penandaan
Etiket Biru

No. I

Laboratorium Farmasetika Dasar


Akademi Farmasi Samarinda
Apt. Fedri Baysar
Tgl 25 Nov 2011
Hj. Halifah
3 x sehari pada bagian yang sakit
OBAT LUAR

VII. Edukasi
1. Salep ini berkhasiat sebagai antibakteri.
2. Digunakan 3 x sehari pada bagian yang sakit, pemakaian harus rutin dan
teratur sampai habis.
3. Disimpan ditempat sejuk dan kering.
4. Bila sakit berlanjut segera hubungi dokter.

Resep 2
I. Resep Asli
dr. Galuh
Jl. A.W. Sjahranie 226 Samarinda
SIP : 247/DU-12/DKK/I/2004
Smd, 25 Nov 2011
R/ Lignocaine HCl
0,2
Lanolin
2
Pasta Zinci Salicylata 10
M. d. s.u.c
Pro : Tn. Wiryawan

a. Resep Standar
R/ Pasta Zinci Salicylata (FI, 151)
Asam Salisilat

Seng Oksida

25

Pati Singkong

25

Vaselin Kuning

48

b. Kelengkapan Resep
- Paraf dokter tidak tertera
- Alamat pasien tidak tertera

c. Penggolongan Obat
O : Lignocaine HCl
G:
W:
B : Lanolin, Asam Salisilat, Seng Oksida, Vaselin Kuning, Pati Singkong

d. Komposisi Bahan
Dalam 1 Pot mengandung :
- Lignocaine HCl
- Lanolin
- Asam Salisilat
- Seng Oksida
- Pati Singkong
- Vaselin Kuning

II. Uraian Bahan


1. Lignocaine HCl (FI III, 347)
a. Sinonim

: Lidokaina Hidroklorida.

b. Khasiat

: Anestetikum lokal.

c. Pemerian

: Serbuk hablur; tidak berbau; rasa agak pahit disertai


rasa.

d. Kelarutan

: Sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%)

P; larut dalam kloroform P; praktis tidak larut dalam


eter P.
e. Dosis

: DL Dewasa 1 x = 50 mg 100 mg.


(dapat diulang dalam 5 menit, dapat dinaikkan hingga
300 mg dalam waktu 1 jam)

2. Asam Salisilat (FI III, 56)


a. Sinonim

: Acidum Salicylicum.

b. Khasiat

: Keratolitikum, antifungi.

c. Pemerian

: Hablur ringan tidak berwarna/serbuk berwarna putih;


hampir tidak berbau; rasa agak manis dan tajam.

d. Kelarutan

: Larut dalam 550 bagian air dan dalam 4 bagian


etanol (95%) P; mudah larut dalam kloroform P

3. Seng Oksida (FI III, 636)


a. Sinonim

: Zinc Oxydum.

b. Khasiat

: Antiseptikum lokal.

c.

: Serbuk amorf, sangat halus; putih/putih kekuningan;

Pemerian

tidak berbau; tidak berasa; lambat laun menyerap


karbon dioksida dan udara.

d.

Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)


P; larut dalam mineral encer dan dalam larutan
alkali hidroksida.

4. Vaselin Kuning (FI III, 633)


a. Sinonim

: Vaselinum Album.

b. Khasiat

: Zat tambahan.

c. Pemerian

: Massa lunak, lengket, bening, putih; sifat ini tetap


setelah zat dileburkan dan dibiarkan hingga dingin
tanpa diaduk; tidak berbau; hampir tidak berasa.

d. Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)

P; larut dalam kloroform P; dalam eter P dan dalam


eter minyak tanah.

5. Pati Singkong (FI III, 93)


a. Sinonim

: Amylum Manihot.

b. Khasiat

: Zat tambahan.

c. Pemerian

: Serbuk halus; kadang-kadang berupa gumpalan


kecil; putih; tidak berbau; tidak berasa

d. Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air dingin dan dalam etanol


(95%) P.

6. Lanolin
a. Sinonim

: Adeps lanae; Lemak bulu domba.

b. Khasiat

: Zat tambahan.

c. Pemerian

: Zat berupa lemak; liat; lekat; kuning muda/kuning


pucat; agak tembus cahaya; bau lemah dan khas.

d. Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air; agak sukar larut dalam


etanol (95%) P; mudah larut dalam kloroform P dan
dalam eter P.

7. Aqua Destillata (FI III, 96)


a. Sinonim

: Air suling, Aquadest.

b. Pemerian

: Cairan jernih; tidak berwarna; tidak berbau; tidak


mempunyai rasa.

III. Perhitungan Dosis


IV. Penimbangan Bahan
1. Lignocaine HCl

: 200 mg

2. Lanolin

: 2000 mg

Kandungan Lanolin
Adeps Lanae

: 2/100 x 75 = 1,5 g = 1500 mg

Air

: 2/100 x 75 = 0,5 g = 500 mg

1 g air = 20 tetes pipet internasional (22 tetes pipet biasa) maka 0,5 g air =
11 tetes pipet biasa.

3. Asam Salisilat

: 2 x 10/100 = 0,2 = 200 mg

4. Seng Oksida

: 25 x 10/100 = 2,5 = 2500 mg

5. Pati Singkong

: 25 x 10/100 = 2,5 = 2500 mg

6. Vaselin Kuning

: 48 x 10/100 = 4,8 = 4800 mg

V. Cara kerja

1. Disiapkan alat dan bahan


2. Ditimbang semua bahan sesuai perhitungan, untuk ZnO diayak terlebih
dahulu dengan ayakan no.100
3. Ditara cawan porselin pada timbangan, lalu dimasukkan Vaseline kuning
sampai setara 4800 mg dipanaskan diatas penangas air sampai
meleleh/melebur.
4. Dimasukkan Asam Salisilat dalam mortir, ditetesi etanol 95% 3 tetes ad
larut dikeringkan dengan amylum gerus, ditambahkan ZnO, gerus ad
homogen. Sisihkan.
5. Digerus Lignocaine dengan air dalam mortir, setelah larut.
6. Dimasukkan Adeps lanae dalam mortir, dimasukkan campuran no.4 gerus
ad homogen.
7. Dimasukkan Vaselin sedikit demi sedikit, gerus ad dingin dan homogen.
8. Ditimbang pot sebelum dan sesudah ada isinya, hitung selisihnya.
9. Dikemas, diberi etiket biru.

VI. Penandaan
Etiket Biru

No.II

Laboraturium Farmasetika Dasar


Akademi Farmasi Samarinda
Apt : Fedri Baysar
Tgl : 25 Nov 2011

Tn. Wiryawan
Aturan pakai diketahui
OBAT LUAR

VII. Edukasi
1. Salep ini berkhasiat sebagai keratoplastik yakni menambahi tebalnya lapisan
tanduk.
2. Dioleskan pada bagian tubuh, dengan cara dioleskan di kasa, kemudian
oleskan pada bagian yang diinginkan.
3. Disimpan ditempat yang kering dan sejuk.

Resep 3
I. Resep Asli
dr. Galuh
Jl. A.W. Sjahranie 226 Samarinda
SIP : 247/DU-12/DKK/I/2004
Smd, 25 Nov 2011
R/ loco Rheumason balsam putih Nellco
da pars tertia
s.u.e
Pro : Amran

a. Resep Standar
R/ loco Rheumason balsam gosok putih Nellco
Tiap g mengandung :
- Metil Salisilat

40 mg

- Mentol

100 mg

- Kamfer

100 mg

- Oleum eucalyptol

32 mg

b. Kelengkapan Resep
- Paraf dokter tidak tertera
- Alamat pasien tidak tertera
- Umur pasien tidak tertera

c.

Penggolongan Obat
O :
G :
W:
B : Mentol, Kamfer, Metil Salisilat, Oleum eucalyptol

d. Komposisi Bahan
Tiap 1 pot mengandung :
- Metil Salisilat
- Mentol
- Kamfer
- Vaseline Album
- Oleum eucalyptol

II. Uraian Bahan


1. Metil Salisilat (FI III, 379)
a. Sinonim

: Methylis Salicylas.

b. Khasiat

: Antiiritan.

c. Pemerian

: Cairan; tidak berwarna/kuning pucat; bau khas


aromatik; rasa manis panas dan aromatik.

d. Kelarutan

: Sukar larut dalam air; larut dalam etanol (95%) P


dan dalam asam asetat glasial P.

2. Mentol (FI III, 362)


a. Sinonim

: Mentholum.

b. Khasiat

: Antiiritan.

c. Pemerian

: Hablur berbentuk jarum/prisma; tidak berwarna; bau


tajam seperti minyak permen; rasa panas dan
aromatik diikuti rasa dingin.

d. Kelarutan

: Sukar larut dalam air; sangat mudah larut dalam


etanol (95%) P; dalam kloroform P dan dalam eter
P; mudah larut dalam paraffin cair P, dan dalam
minyak atsiri.

e. Inkompatibilitas : - Champora, Chloral Hydras, Phenolum, Thymol


dan lain-lain akan meleleh.
- Dalam larutan spiritus, kalau dicampur dengan air
atau jika kadar alkoholnya terlampau rendah
menthol akan memisah.

III. Perhitungan Dosis


IV. Penimbangan Bahan
1. Metil Salisilat

= 5 x 40 mg

= 200 mg

2. Menthol

= 5 x 100 mg

= 500 mg

3. Camphora

= 5 x 100 mg

= 500 mg

4. Oleum eucalyptol

= 5 x 32 mg

= 160 mg

5. Vaseline Album

= ad 5000 mg ( 200 mg + 500 mg + 500 mg


+ 160 mg)
= 5000 mg 1360 mg
= 4640 mg = 4650 mg

V. Cara Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan.
2. Ditimbang semua bahan yang diperlukan sesuai perhitungan.
3. Mentol, Kamfer digerus ad mencair, ditambahkan Metil Salisilat, gerus ad
larut, kemudian dimasukkan Vaseline sedikit demi sedikit, gerus ad
homogen.
4. Diteteskan Oleum eucalyptol 3 tetes, digerus ad homogen.
5. Dimasukkan dalam pot, timbang sebelum dan sesudah ada isinya, hitung
selisihnya.
6. Dikemas, diberi etiket biru.

VI. Penandaan
Etiket Putih
Laboratorium Farmasetika Dasar
Akademi Farmasi Samarinda
Apt : Fedri Baysar
No.III
Tgl : 25 Nov 2011

Amran
Untuk pemakaian luar
OBAT LUAR

VII. Edukasi
1. Balsem putih berkhasiat untuk meringankan gejala sakit pinggang, masuk
angin, sakit otot, dan gata gigitan serangga.
2. Hanya untuk pemakaian luar dengan cara dioleskan pada bagian yang
sakit.
3. Disimpan ditempat yang sejuk dan kering.

Resep 4
I. Resep Asli
dr. Galuh
Jl. A.W. Sjahranie 226 Samarinda
SIP :247/DU-12/DKK/I/2004
Smd, 25 Nov 2011

R/ Vioform
Stearic acid
Cetyl alcohol
Mineral oil
Glycerin
Triethanolamine
Preservative
Vanillin
Aqua
ad
M.f. cream da. s.u.e

2%
5
2
2
1
2
q.s.
q.s.
25

Pro : Ny. Wati

a. Resep Standar
R/ Preservative
- Metyl Paraben

0,12 %

- Propyl Paraben

0,02 %

b. Kelengkapan resep
- Paraf dokter tidak tertera
- Alamat pasien tidak tertera
- Umur pasien tidak tertera

c. Penggolongan obat
O:
G : Vioform
W:
B : Stearic acid, Cetyl alcohol, Mineral oil, Glycerin, Triethanolamine,
Methyl paraben, Propil paraben

d. Komposisi bahan
Dalam 1 pot mengandung:
-

Vioform

0,5

Stearic acid

Cetyl alcohol

Mineral oil

Glycerin

Triethanolamine

Methyl Paraben

0,05

Propyl Paraben

0,05

Vanillin

0,05

Aqua

12,35

II. Uraian Bahan


1. Vioform
a. Sinonim

: IodochlorHydroxyQuinolinum; Kliokuinol (FI III,315)

b. Khasiat

: Antiamuba (FI III,315)

c. Pemerian

: Serbuk ringan; putih kekuningan atau kuning kecoklatan;


bau khas lemah; tidak mempunyai rasa. (FI III,315)

d. Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P;


larut dalam dimetil formamida P dan dalam Piridina P.
(FI III,315)

2.

Acidum Stearicum

a. Sinonim

: Asam Stearat (FI III, 57)

b. Khasiat

: Zat tambahan (FI III, 57)

c. Pemerian

: Zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan


hablur; putih atau kuning pucat; mirip lemak lilin (FI
III, 57)

d. Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air; larut dalam 20 bagian


etanol (95%) P; 2 bagian kloroform P dan dalam 3
bagian eter P. (FI III, 57)

3.

Gliserin

a. Sinonim

: Glycerolum; Gliserol (FI III, 271)

b. Khasiat

: Zat tambahan (FI III, 271)

c. Pemerian

: Cairan seperti sirop; jernih; tidak berwarna; tidak


berbau; manis diikuti rasa hangat; Higroskopik. Jika
disimpan beberapa lama pada suhu rendah dapat
memadat membentuk massa hablur tidak berwarna
yang tidak melebur hingga suhu mencapai kurang
dari 200 (FI III, 271)

d. Kelarutan

: Dapat bercampur dengan air; dan dengan etanol


(95%) P; praktis tidak larut dalam kloroform P; eter
P dan dalam minyak lemak. (FI III, 271)

4.

Triaethenolaminum

a. Sinonim

: Trietanolamina; Tea (FI III, 612)

b. Khasiat

: Zat tambahan (FI III, 612)

c. Pemerian

: Cairan kental; tidak berwarna hingga kuning pucat;


bau lemah mirip amonia; higroskopik. (FI III, 612)

d. Kelarutan

: Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%) P


dalam kloroform. (FI III, 612)

5.

Vanillin

a. Sinonim

: Vanillinum (FI III, 631)

b. Khasiat

: Korigen odoris (FI III, 631)

c. Pemerian

: Hablur halus berbentuk garam; putih agak kuning;


rasa dan bau khas. (FI III, 631)

d. Kelarutan

: Sukar larut dalam air; larut dalam air panas; mudah


larut dalam etanol (95%) P; dalam eter P dan dalam
larutan hidroksida; larut dalam gliserol. (FI III, 631)

6.

Aqua

a. Sinonim

: Air suling; aquadest (FI III, 96)

b. Khasiat

: Sebagai zat pembasah (FI III, 96)

c. Pemerian

: Cairan jernih; tidak berwarna; tidak berbau; tidak


mempunyai rasa. (FI III, 96)

7.

Methyl Paraben

a. Sinonim

: Methylis Parabenum; Metil paraben; Nipalgin M.


(FI III, 378)

b. Khasiat

: Zat tambahan; zat pengawet (FI III, 378)

c. Pemerian

: Serbuk hablur halus; putih; hampir tidak berbau;


tidak mempunyai rasa; kemudian agak membakar
diikuti rasa tebal. (FI III, 378)

d. Kelarutan

: Larut dalam 500 bagian air, dalam 20 bagian air


mendidih; dalam 3,5 bagian etanol (95%) P dan
dalam 3 bagian aseton P. Mudah larut dalam eter P
dan dalam larutan alkali hidroksida; larut dalam 60
bagian gliserol P panas dan dalam 40 bagian minyak
lemak nabati panas. Jika didinginkan larutan tetap
jernih. (FI III, 378)

8.

Propylis Parabenum

a. Sinonim

: Propil Paraben; Nipasol (FI III, 535)

b. Khasiat

: Zat pengawet (FI III, 535)

c. Pemerian

: Serbuk hablur putih; tidak berbau; tidak berasa. (FI


III, 535)

d. Kelarutan

: Sangat sukar larut dalam air; larut dalam 3,5 bagian


etanol (95%) P; dalam 3 bagian aseton P; dalam 140
bagian gliserol P dan dalam 40 bagian minyak
lemak; mudah larut dalam larutan alkali hidroksida.
(FI III, 535)

III. Perhitungan Dosis


IV. Penimbangan Bahan

Vioform

2 % x 25 = 0,5 g

Stearic acid

5g

Cetyl alcohol

2g

Mineral oil

2g

Glycerin

1g

Triethanolamine

2g

Methyl Paraben

0,05 g

Propyl Paraben

0,05 g

Vanillin

0,05 g

Aqua

25 (0,5+5+2+2+1+2+0,05+0,05+0,05) = 12, 35 g

V. Cara kerja
1. Disiapkan alat dan bahan.
2. Ditimbang semua bahan yang akan digunakan.
3. Mortir dan stamper dipanaskan dengan cara diberi air panas.
4. Dibuat Fase minyak dengan cara mencampurkan Stearic acid, Propyl
paraben, cetyl alkohol, mineral oil di dalam cawan porselen, lalu
dileburkan diatas penangas air.
5. Dibuat fase air dengan cara mencampurkan vanillin, methyl paraben,
glycerin, tea dan air didalam beker gelas, lalu dileburkan diatas
pengangas air.
6. Dimasukkan fase minyak kedalam mortir panas, aduk ad homogen,
ditambahkan fase air s.d.s aduk hingga dingin dan homogen, sisihkan.
7. Vioform digerus halus dalam mortir, kemudian masukkan campuran No.
(6) garus ad homogen.
8. Masukkan cream dalam pot, timbang sebelum dan sesudah ada isinya,
hitung selisihnya.
9. Dikemas dan beri etiket biru.

VI. Penandaan
Etiket Biru
Laboraturium Farmasetika Dasar Akademi
Farmasi Samarinda
Apt : Fedri Baysar

No.IV

Tgl : 25 Nov 2011

Ny. Wati
Untuk pemakaian luar
OBAT LUAR

VII.

Edukasi

1. Cream ini berfungsi sebagai handcream.


2. Cream dioleskan pada kulit.
3. Disimpan ditempat yang kering, sejuk, tertutup rapat dan terlindung
dari cahaya matahari langsung.

Resep 5
I. Resep Asli
dr. Galuh
Jl. A.W. Sjahranie 226 Samarinda
SIP :247/DU-12/DKK/I/2004
Smd, 25 Nov 2011

R/ Piroxicam 20 mg caps
Propylene glycol
Methocel 2% gel
M.d. s.u.e

no.II
0,5
10

Pro : Tn. Kosim

a. Resep Standar
R/ Piroxicam 20 mg caps

no.II

Propylene glycol

0,5

Methocel 2% gel

10

b. Kelengkapan Resep
- Paraf dokter tidak tertera
- Alamat pasien tidak tertera
- Umur pasien tidak tertera

c. Penggolongan Obat
O =
G = Piroxicam
W=
B = Propilene glikol, Methocel

d. Komposisi Bahan
Tiap 1 pot mengandung :

II.

- Piroxicam

0,4

- Propylene glycol

0,5

- Methocel 2% gel

0,2

- Air

9,8

- Air Panas

3,2

- Air Es

6,6

Uraian Bahan
1. Piroxicam
a. Sinonim

: Maxicam

b. Khasiat

: Analgetis; Antipiretis; Anti radang kuat

c. Dosis

: Oral; rektal dalam i.m 1 dd 20 mg (a.c / p.c)


dysmenorrpa primer : 1 dd 40 mg selama 2 hari, lalu
bila perlu 1 dd 20 mg. Pada serangan encok
permulaan 40 mg, lalu 2 dd 20 mg selama 4-6 hari.

2. Propylene glycol
a. Sinonim

: Propylen glycolum; Propilen glikol. (FI III, 534)

b. Khasiat

: Zat tambahan; pelarut. (FI III, 534)

c. Pemerian

: Cairan kental; jernih; tidak berwarna; tidak berbau;


rasa agak manis; higroskopik. (FI III, 534)

d. Kelarutan

: Dapat bercampur dengan air; dengan etanol (95%)


P; dan dengan kloroform P; larut dalam 6 bagian
eter P; tidak dapat campur dengan eter minyak tanah
P dan dengan minyak lemak. (FI III, 534)

3. Methocel (Handbook of Pharmaceutical Exciplents, 181)


a. Sinonim

: Methyl cellulose; celacol; methoiose

b. Khasiat

: Membantu dalam pembuatan gel, salep, dll

c. Pemerian

: Putih

sampai

agak

putih,

pada

dasarnya

serbuk/butiran tidak berbau dan tidak berasa.


d. Inkompatibilitas : Tidak

dapat

bercampur

dengan

Aminacrine

hidroklorid, meuril chloride, asam tannat, dll.

III.

Perhitungan Dosis
-

IV.

Penimbangan Bahan
1. Piroxicam 20 mg caps

= 20 mg x II = 40 mg (pegenceran)

2. Propylene glycol

= 0,5

= 500 mg

3. Methocel 2% gel

= 2% x 10

= 200 mg

4. Air

= 10 0,2

= 9,8 gram

Air panas

= 1/3 x 9,8

= 3,2 gram

Air Es

= 9,8 3,2

= 6,6 gram

Pengenceran 40 mg Piroxicam (1 : 10)


Timbang Piroxicam
Vaselin

40 mg
450 mg +
500 mg

Piroxicam yang diambil

40 mg x 500 mg = 400 mg
50 mg

Sisanya 100 mg dibungkus tersendiri.

V.

Cara Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang semua bahan sesuai perhitungan
3. Dimasukkan Piroxicam dalam mortir gerus halus dan tambahkan
Propylene glycol gerus ad larut. Sisihkan.
4. Dimasukkan air panas 3,2 ml didalam mortir lalu taburkan Methocel
aduk ad larut dan tambahkan air es 6,6 ml aduk ad homogen.
5. Ditambahkan campuran No. 3, gerus homogen.
6. Sediaan dimasukkan dalam pot yang telah ditimbang sebelum dan
sesudah ada isinya, hitung selisihnya.
7. Kemas dan beri etiket biru.

VI. Penandaan
Etiket Biru
Laboraturium Farmasetika Dasar
Akademi Farmasi Samarinda
Apt : Fedri Baysar
No.V

Tgl : 25 Nov 2011

Tn. Kosim
Untuk Pemakaian Luar
OBAT LUAR

VII. Edukasi
1. Obat ini berkhasiat sebagai antinyeri yang disertai anti-pembengkakan.
2. Hanya digunakan untuk pemakaian luar dengan cara dioleskan dibagian
yang nyeri atau bengkak
3. Disimpan ditempat yang sejuk dan kering.

BAB VI
PEMBAHASAN
RESEP 1
Pada praktikum kali ini membuat sediaan Salep adalah sediaan setengah
padat yang dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. (Farmakope Indonesia
edisi III).
Pada praktikum farmasetika dasar, pembuatan salep dilakukan sesuai
dengan resep yang ada. Pada resep 1, praktikan membuat sediaan salep dengan
bahan Prednisoni Ungt, Basitrasin, Paraffin liquidum, dan Vaselin flavum.
Zat-zat aktif yang digunakan dalam resep ini, yaitu :

Basitrasin berfungsi sebagai Antibiotikum.

Prednison Ungt. berfungsi sebagai Adrenoglukokortikoidum.

Paraffinum liquidum berfungsi sebagai Lausativum.

Zat-Zat tambahan lain yang digunakan adalah :

Vaseline flavum sebagai zat tambahan.

Dalam proses pengerjaannya terlebih dahulu disiapkan semua alat dan


bahan. Ditimbang semua bahan sesuai perhitungan. Dilakukan pengencran
Prednison dengan Vaseline (campuran no.3), sisanya dibungkus tersendiri.
Basitrasin dimasukkan dalam mortir, ditambahkan Paraffin gerus ad homogen,

ditambahkan sisa Vaseline sedikit demi sedikit, ditambahkan campuran no. 3,


gerus ad homogen. Ditimbang pot, sebelum dan sesudah ada isinya, hitung
selisihnya. Dikemas, diberi etiket biru.

RESEP 2
Pada resep 2, praktikan membuat sediaan salep dengan bahan Lignocaine
HCl, Lanolin, Asam Salisilat, Seng Oksida, Pati Singkong, Vaselin Kuning, dan
Aquadest.
Zat-zat aktif yang digunakan dalam resep ini, yaitu :

Lignocaine HCl yang berkhasiat sebagai Anestetikum lokal.

Asam Salisilat yang berkhasiat sebagai Keratolitikum, Anti fungi.

Seng Oksida yang berkhasiat sebagai Antiseptikum lokal.

Zat-Zat tambahan lain yang digunakan adalah :

Pati Singkong yang berfungsi sebagai zat tambahan.

Lanolin yang berfungsi sebagai zat tambahan.

Aquadest yang berfungsi sebagai zat tambahan.

Vaseline yang berfungsi sebagai zat tambahan.

Dalam proses pengerjaannya adalah terlebih dahulu disiapkan alat dan


bahan. Ditimbang semua bahan sesuai perhitungan, untuk ZnO diayak terlebih
dahulu dengan ayakan no.100. Ditara cawan porselin pada timbangan, lalu

dimasukkan Vaseline kuning sampai setara 4800 mg dipanaskan diatas penangas


air sampai meleleh/melebur. Dimasukkan Asam Salisilat dalam mortir, ditetesi
etanol 95% 3 tetes ad larut dikeringkan dengan amylum gerus, ditambahkan
ZnO, gerus ad homogen. Sisihkan. Digerus Lignocaine dengan air dalam mortir,
setelah larut. Dimasukkan Adeps lanae dalam mortir, dimasukkan campuran no.4
gerus ad homogen. Dimasukkan Vaselin sedikit demi sedikit, gerus ad dingin dan
homogen. Ditimbang pot sebelum dan sesudah ada isinya, hitung selisihnya.
Dikemas, diberi etiket biru.

RESEP 3
Pada resep 3, praktikan membuat sediaan salep dengan bahan Metil
Salisilat, Mentol, Kamfer, Vaseline Album dan Oleum eucalyptol.
Zat-zat aktif yang digunakan dalam resep ini, yaitu :

Mentol berkhasiat sebagai antiiritan.

Kamfer berkhasiat sebagai antiiritan.

Metil Salisilat yang berfungsi sebagai antiiritan.

Zat-Zat tambahan lain yang digunakan adalah :

Vaseline Album yang berfungsi sebagai zat tambahan.

Oleum eucalyptol yang berfungsi sebagai zat tambahan.

Proses pengerjaannya adalah pertama-tama. Disiapkan alat dan bahan.


Ditimbang bahan-bahan yang diperlukan sesuai perhitungan. Mentol, Kamfer
digerus ad mencair, ditambahkan Metil Salisilat, gerus ad larut, kemudian
dimasukkan Vaseline sedikit demi sedikit, gerus ad homogen. Diteteskan Oleum
eucalyptol 3 tetes, digerus ad homogen. Dimasukkan dalam pot, timbang sebelum
dan sesudah ada isinya, hitung selisihnya. Dikemas, diberi etiket biru.

RESEP 4
Pada resep 4, praktikan membuat sediaan salep dengan bahan Vioform,
Stearic acid, Cetyl alcohol, Mineral oil, Glycerin, Triethanolamine, Methyl
Paraben, Propyl Paraben, Vanillin dan Aqua .
Zat-zat aktif yang digunakan dalam resep ini, yaitu :

Vioform berkhasiat sebagai antiamuba.

Zat-Zat tambahan lain yang digunakan adalah :

Stearic acid sebagai zat tambahan.

Cetyl alcohol sebagai zat tambahan.

Mineral oil sebagai zat tambahan.

Glycerin sebagai zat tambahan.

Triethanolamine sebagai zat tambahan.

Methyl Paraben sebagai zat pengawet.

Vanilin berkhasiat sebagai zat tambahan.

Propyl Paraben sebagai zat pengawet.

Proses pengerjaannya adalah pertama-tama. Disiapkan alat dan bahan.


Ditimbang bahan-bahan yang diperlukan sesuai perhitungan. Mortir dan stamper
dipanaskan dengan cara diberi air panas, dilakukan pemanasan mortir karena
setiap bahan yang dibuat melalui peleburan harus menggunakan mortir panas dan
digerus hingga dingin. Dibuat Fase minyak dengan cara mencampurkan Stearic
acid, Propyl paraben, cetyl alkohol, mineral oil di dalam cawan porselen, lalu
dileburkan diatas penangas air. Dibuat fase air dengan cara mencampurkan
vanillin, methyl paraben, glycerin, tea dan air didalam beker gelas, lalu dileburkan
diatas pengangas air. Dimasukkan fase minyak kedalam mortir panas, aduk ad
homogen, ditambahkan fase air s.d.s aduk hingga dingin dan homogen, sisihkan
(campuran 1). Vioform digerus halus dalam mortir, kemudian masukkan
campuran 1, gerus ad homogen. Masukkan cream dalam pot, timbang sebelum
dan sesudah ada isinya, hitung selisihnya. Dikemas dan beri etiket biru.

RESEP 5
Pada resep 5, praktikan membuat sediaan salep dengan bahan Piroxicam,
Propylene glycol, Methocel 2% gel serta Air yaitu Air Panas dan Air Es
Zat-zat aktif yang digunakan dalam resep ini, yaitu :

Proxicam yang berkhasiat sebagai analgetis, antipiretis dam anti radang


kuat.

Zat-Zat tambahan lain yang digunakan adalah :

Methocel yang berfungsi sebagai zat tambahan.

Propilenglikol yang berfungsi sebagai pelarut.

Dalam proses pengerjaannya adalah terlebih dahulu disiapkan alat dan


bahan. Ditimbang semua bahan sesuai perhitungan. Dimasukkan Piroxicam dalam
mortir gerus halus dan tambahkan Propylene glycol gerus ad larut (campuran no.
3). Sisihkan. Dimasukkan air panas 3,2 ml didalam mortir lalu taburkan Methocel
aduk ad larut dan tambahkan air es 6,6 ml aduk ad homogen. Ditambahkan
campuran No. 3, gerus homogen. Sediaan dimasukkan dalam pot yang telah
ditimbang sebelum dan sesudah ada isinya, hitung selisihnya. Dikemas dan beri
etiket biru.

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Setelah menjalani praktikum, praktikan dapat mengambil kesimpulan bahwa


sediaan pertama mengandung Prednisoni Ungt, Basitrasin, Paraffin liquidum,
dan Vaselin flavum. Diberi tanda 3 x sehari pada bagian yang sakit, pemakaian
harus rutin dan teratur untuk Hj.Halifah. Salep ini berkhasiat sebagai salep
antibakteri. Obat ini disimpan ditempat sejuk dan kering. Bila sakit berlanjut
segera hubungi dokter.
Setelah menjalani praktikum, praktikan dapat mengambil kesimpulan bahwa
sediaan kedua mengandung Lignocaine HCl, Lanolin, Asam Salisilat, Seng
Oksida, Pati Singkong, Vaselin Kuning, dan Aquadest. Salep ini berkhasiat
sebagai keratolitikum yakni menambahi tebalnya lapisan tanduk. Salep ini
dioleskan pada bagian tubuh, dengan cara dioleskan di kasa, kemudian oleskan
pada bagian yang diinginkan. Obat ini disimpan ditempat yang sejuk dan kering.

Setelah menjalani praktikum, praktikan dapat mengambil kesimpulan bahwa


sediaan ketiga mengandung Metil Salisilat, Mentol, Kamfer, Vaseline Album dan

Oleum eucalyptol. Balsem ini berkhasiat untuk membantu meringankan gejala


sakit pinggang, masuk angina, sakit otot, dan gatal gigitan serangga. Hanya untuk
pemakaian luar, dengan cara dioleskan pada bagian yang sakit. Disimpan ditempat
yang sejuk dan kering.

Setelah menjalani praktikum, praktikan dapat mengambil kesimpulan bahwa


sediaan keempat mengandung Vioform, Stearic acid, Cetyl alcohol, Mineral oil,
Glycerin, Triethanolamine, Methyl Paraben, Propyl Paraben, Vanillin dan Aqua.
Cream berfungsi sebagai hand cream. Cream dioleskan pada kulit. Disimpan
ditempat yang sejuk, kering tertutup rapat dam terlindung dari cahaya matahari
langsung.
Setelah menjalani praktikum, praktikan dapat mengambil kesimpulan bahwa
sediaan kelima mengandung Piroxicam, Propylene glycol, Methocel 2% gel serta
Air yaitu Air Panas dan Air Es . Gel ini berkhasiat sebagai antinyeri yang disertai
anti pembengkakan (anti inflamasi). Hanya digunakan untuk pemakaian luar
dengan cara dioleskan dibagian yang nyeri/bengkak. Sebaiknya disimpan
ditempat yang sejuk dan kering.

B. SARAN
1. Perhitungan dosis harus tepat dan akurat, karena praktikan tidak dapat
menggunakan dosis subterapi ataupun over dosis.
2. Berhati-hati dalam membuat sediaan agar sediaan yang dihasilkan sesuai
dengan yang diharapkan.
3. Penimbangan harus cermat dalam menmbang sediaan dan juga menggunakan
timbangan yang sesuai.
4. Gunakan waktu dengan sebaik mungkin.
5. Berhati-hati dalam menggunakan alat-alat praktikum.