Anda di halaman 1dari 36

Lapil Vengeance Document 2012

KELAS X SEMESTER 1 (GANJIL)

MADRASAH ALIYAH NW MENCEH

Oleh: Muh. Pathullapil


Terbanglah sambil merangkai sayap (Mario Teguh)

Ingat Akan Pengorbanan Orang Tua


Setetes keringat orang tuamu adalah bebab bagimu,
Perjuangan kecil bagimu adalah harapan bagi tuamu

PhatChoel LyaFeel

0
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


BAB I
BERKENALAN DENGAN ILMU KIMIA
1.1 Ruang Lingkup Ilmu Kimia
Definisi :

Secara singkat, Ilmu Kimia adalah ilmu rekayasa materi yaitu mengubah suatu materi menjadi materi yang lain.

Secara lengkap, Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang :


a. Susunan materi

= mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.

b. Struktur materi

= mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom
penyusun materi tersebut saling berikatan.

c. Sifat materi

= mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh :
susunan dan struktur dari materi tersebut.

d. Perubahan materi = meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru).
e. Energi yang menyertai perubahan materi = menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul
energi itu.

Ilmu Kimia dikembangkan oleh para ahli kimia untuk menjawab pertanyaan apa dan mengapa tentang sifat materi yang ada
di alam.

Pengetahuan yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaan apa merupakan suatu fakta yaitu : sifat-sifat materi yang
diamati sama oleh setiap orang akan menghasilkan Pengetahuan Deskriptif.

Pengetahuan yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaan mengapa suatu materi memiliki sifat tertentu akan
menghasilkan Pengetahuan Teoritis.

Skema bagaimana Ilmu Kimia dikembangkan :

Para ahli Kimia

Mengamati
Menggolongkan
Menafsirkan data
Menarik kesimpulan umum
Merancang dan melakukan eksperimen
Menciptakan teori

Pengetahuan Kimia

1.2 Manfaat Mempelajari Ilmu Kimia


Meliputi :
a.

Pemahaman kita menjadi lebih baik terhadap alam sekitar dan berbagai proses yang berlangsung di dalamnya.

b.

Mempunyai kemampuan untuk mengolah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna bagi manusia.

c.

Membantu kita dalam rangka pembentukan sikap.

Secara khusus, ilmu kimia mempunyai peranan sangat penting dalam bidang : kesehatan, pertanian, peternakan, hukum,
biologi, arsitektur dan geologi. (Sebutkan peranan ilmu kimia dalam bidang-bidang tersebut!)

Dibalik sumbangannya yang besar bagi kehidupan kita, secara jujur harus diakui bahwa perkembangan ilmu kimia juga
memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia. (Sebutkan contohnya!)

1.3 Cabang-Cabang Ilmu Kimia


Meliputi :
1) Kimia Analisis
= mempelajari tentang analisis bahan-bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk.
2) Kimia Fisik
= fokus kajiannya berupa penentuan energi yang menyertai terjadinya reaksi kimia, sifat fisis zat serta perubahan senyawa
kimia.

1
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


3) Kimia Organik
= mempelajari bahan-bahan kimia yang terdapat dalam makhluk hidup.
4) Kimia Anorganik
= kebalikan dari kimia organik; mempelajari benda mati.
5) Kimia Lingkungan
= mempelajari tentang segala sesuatu yang terjadi di lingkungan, terutama yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan
dan cara penanggulangannya.
6) Kimia Inti ( Radiokimia )
= mempelajari zat-zat radioaktif.
7) Biokimia
= cabang ilmu kimia yang sangat erat kaitannya dengan ilmu biologi.
8) Kimia Pangan
= mempelajari bagaimana cara meningkatkan mutu bahan pangan.
9) Kimia Farmasi
= fokus kajiannya berupa penelitian dan pengembangan bahan-bahan yang mengandung obat.
1.4 Perkembangan Ilmu Kimia
1) Sekitar tahun 3500 SM, di Mesir Kuno sudah mempraktekkan reaksi kimia (misal : cara membuat anggur, pengawetan
mayat).
2) Pada abad ke-4 SM, para filosofis Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles mencoba memahami hakekat materi.
o

Menurut Democritus =

Menurut Aristoteles = materi terbentuk dari 4 jenis unsur yaitu : tanah, air, udara dan api.

setiap materi terdiri dari partikel kecil yang disebut atom.

3) Abad pertengahan (tahun 500-1600), yang dipelopori oleh para ahli kimia Arab dan Persia.

Kimia lebih mengarah ke segi praktis. Dihasilkan berbagai jenis zat seperti : alkohol, arsen, zink asam iodida, asam
sulfat dan asam nitrat.

Nama ilmu kimia lahir, dari kata dalam bahasa Arab (al-kimiya = perubahan materi) oleh ilmuwan Arab Jabir ibn
Hayyan (tahun 700-778).

4) Abad ke-18, muncul istilah Kimia Modern. Dipelopori oleh ahli kimia Perancis Antoine Laurent Lavoisier (tahun 17431794) yang berhasil mengemukakan hukum kekekalan massa.
5) Tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton (tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama
kalinya. Sejak itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini.
1.5 Pengenalan Laboratorium
Laboratorium
Praktikan

= suatu tempat bagi seorang praktikan untuk melakukan percobaan.


= orang yang melakukan percobaan / praktikum.

Bahan Kimia
Jenis bahan kimia berdasarkan sifatnya :
a)

mudah meledak (explosive)

b) pengoksidasi (oxidizing)
c)

karsinogenik (carcinogenic : memicu timbulnya sel kanker)

d) berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)


e)

mudah menyala (flammable)

f)

beracun (toxic)

2
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


g) korosif (corrosive)
h) menyebabkan iritasi (irritant)
Persiapan kerja di laboratorium :
1.

Merencanakan percobaan yang akan dilakukan sebelum memulai praktikum

2.

Menggunakan peralatan kerja (kacamata, jas praktikum, sarung tangan dan sepatu tertutup)

3.

Bagi wanita yang berambut panjang, diharuskan mengikat rambutnya

4.

Dilarang makan, minum dan merokok

5.

Menjaga kebersihan meja praktikum dan lingkungan laboratorium

6.

Membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama sehabis praktikum

7.

Bila kulit terkena bahan kimia, jangan digaruk agar tidak menyebar

8.

Memastikan bahwa kran gas tidak bocor sewaktu hendak menggunakan bunsen

9.

Pastikan bahwa kran air selalu dalam keadaan tertutup sebelum dan sesudah melakukan praktikum

1.6 Teknik Bekerja di Laboratorium


o

Penanganan terhadap bahan kimia :


a)

Menghindari kontak langsung dengan bahan kimia

b) Menghindari untuk mencium langsung uap bahan kimia


c)
o

Menggunakan sarung tangan

Jika ingin memindahkan bahan kimia :


a)

Membaca label bahan kimia (minimal 2 kali)

b) Memindahkan sesuai dengan jumlah yang diperlukan


c)

Tidak menggunakan secara berlebihan

d) Jika ada sisa, jangan mengembalikan bahan kimia ke dalam botol semula untuk mencegah kontaminasi

e)

Menggunakan alat yang tidak bersifat korosif untuk memindahkan bahan kimia padat

f)

Untuk bahan kimia cair, pindahkan secara hati-hati agar tidak tumpah

Jika terkena bahan kimia :


a)

Bersikap tenang dan jangan panik

b) Meminta bantuan teman yang ada di dekat Anda


c)

Membersihkan bagian yang mengalami kontak langsung (dicuci dengan air bersih)

d) Jangan menggaruk kulit yang terkena bahan kimia

e)

Menuju ke tempat yang cukup oksigen

f)

Menghubungi paramedis secepatnya

Masalah penanganan limbah bahan kimia :


a)

Limbah berupa zat organik harus dibuang terpisah agar dapat didaur ulang

b) Limbah cair yang tidak berbahaya dapat langsung dibuang tetapi harus diencerkan dulu dengan menggunakan air secukupnya
c)

Limbah cair yang tidak larut dalam air dan limbah beracun harus dikumpulkan dalam botol penampung dan diberi label

d) Limbah padat harus dibuang terpisah karena dapat menyumbat saluran air
e)

Sabun, deterjen dan cairan yang tidak berbahaya dalam air dapat langsung dibuang melalui saluran air kotor dan dibilas
dengan air secukupnya

f)

Gunakan zat / bahan kimia secukupnya

3
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


PENGGOLONGAN MATERI
Skema Klasifikasi Materi
( berdasarkan komposisi kimia )
Materi

Zat Tunggal
(Zat Murni)

Unsur

Campuran

Senyawa

Larutan

Suspensi

Koloid

Heterogen

Homogen

I. Zat Tunggal ( Zat Murni )

Zat tunggal adalah suatu zat yang komposisinya terdiri atas zat-zat dengan sifat kimia yang sama.

Zat tunggal (zat murni) terdiri dari sejenis materi.


Contohnya : karbon, belerang, oksigen, air, alkohol

A.

UNSUR

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi secara kimia menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana.

Unsur merupakan zat tunggal yang paling sederhana dari materi.

Contohnya : H, C, N, P, Fe, Au, Mg


o

Lambang Unsur ( Lambang Atom )


Menurut Jons Jakob Berzelius (Swedia) :

Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf yaitu huruf awal dari nama Latin unsur yang bersangkutan dan ditulis
dengan huruf besar / kapital.

Unsur yang mempunyai huruf awal yang sama, lambangnya dibedakan dengan menambahkan satu huruf lain dari
nama Latin unsur tersebut; yang ditulis dengan huruf kecil.

B.

SENYAWA
Senyawa terbentuk oleh perikatan kimia dari dua atau lebih jenis unsur.
Sifat suatu senyawa berbeda dengan sifat unsur penyusunnya.
Contohnya : senyawa H2O(l) dan NaCl(s)

II. Campuran
Campuran adalah materi yang terdiri atas 2 (dua) atau lebih zat dan masih mempunyai sifat zat asalnya.
Contohnya : larutan garam, air lumpur, santan

Permasalahan : Apa perbedaan bersenyawa dengan bercampur?

4
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


PARTIKEL DASAR PENYUSUN MATERI
1) Atom

Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat-sifat unsur itu

Atom suatu unsur diberi lambang sama dengan lambang unsur tersebut

Contoh : Na, Mg, Ba, Ca, Fe

2) Molekul

Molekul adalah partikel netral yang terdiri dari 2 atau lebih atom, baik atom sejenis maupun atom yang berbeda.

Molekul yang terdiri dari sejenis atom disebut Molekul Unsur

Molekul yang terdiri dari atom-atom yang berbeda disebut Molekul Senyawa

Contoh : H2O; CO2; H2SO4

3) Ion

Ion adalah atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik

Ion yang bermuatan positif disebut Kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut Anion

Ion yang terdiri dari 1 atom disebut Ion Tunggal ( monoatom ), sedangkan ion yang terdiri dari 2 atau lebih atom disebut
Ion Poliatom

Contoh :
+

Kation Tunggal : Na , K

Kation Poliatom : NH4 , H3O


-

2-

Anion Tunggal : Cl , S

Anion Poliatom : NO3 , OH

Partikel Unsur ( bisa berupa atom ; bisa berupa molekul )


a.

Pada umumnya, setiap unsur termasuk unsur logam mempunyai partikel berupa Atom

b.

Hanya beberapa unsur non logam yang partikelnya berupa Molekul ( contoh hidrogen H2 ; fosforus P4 ; belerang S8 )

c.

Molekul yang terdiri atas 2 atom disebut Molekul Diatomik ( contoh molekul hidrogen, nitrogen )

d.

Molekul yang terdiri atas lebih dari 2 atom disebut Molekul Poliatomik ( contoh molekul fosforus, belerang )

Partikel Senyawa ( bisa berupa molekul ; bisa berupa ion )


o

Dapat berupa Molekul ( disebut Senyawa Molekul ) atau Ion ( disebut Senyawa Ion )

Senyawa dari unsur logam termasuk senyawa ion, sedangkan senyawa dari unsur non logam termasuk senyawa molekul.
Contoh senyawa molekul : air ( H2O ) ; senyawa ion : Kalsium karbonat ( CaCO3 )

Rumus Kimia
Menyatakan jenis dan jumlah relatif atom yang menyusun suatu zat.
Dibedakan menjadi 3 :
a.

Rumus Molekul
Menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun molekul suatu zat
Contoh : rumus molekul air ( H2O )

b.

Rumus Kimia Senyawa Ion


Menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun suatu senyawa ion
Ciri khas senyawa ion adalah salah satu atom penyusun senyawa tersebut bersifat logam ( letaknya di depan )
Contoh : Mg(NO3)2 ; BaCl2 ; CuSO4 ; NaCl

c.

Rumus Empiris
Disebut juga Rumus Perbandingan; menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana dari atom-atom dalam suatu senyawa
Contoh : Etuna dengan rumus molekul C2H2 dan mempunyai rumus empiris CH

5
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


Rumus kimia senyawa ion adalah rumus empiris
Contoh : garam dapur ( NaCl )

BAB 2
STRUKTUR ATOM
PARTIKEL MATERI
Bagian terkecil dari materi disebut partikel.
Beberapa pendapat tentang partikel materi :
2.

Menurut Democritus, pembagian materi bersifat diskontinyu ( jika suatu materi dibagi dan terus dibagi maka akhirnya diperoleh
partikel terkecil yang sudah tidak dapat dibagi lagi = disebut Atom )

3.

Menurut Plato dan Aristoteles, pembagian materi bersifat kontinyu ( pembagian dapat berlanjut tanpa batas )

Postulat Dasar dari Teori Atom Dalton :


1) Setiap materi terdiri atas partikel yang disebut atom
2) Unsur adalah materi yang terdiri atas sejenis atom
3) Atom suatu unsur adalah identik tetapi berbeda dengan atom unsur lain ( mempunyai massa yang berbeda )
4) Senyawa adalah materi yang terdiri atas 2 atau lebih jenis atom dengan perbandingan tertentu
5) Atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan dan tidak dapat diubah menjadi atom lain melalui reaksi kimia biasa. Reaksi
kimia hanyalah penataan ulang ( reorganisasi ) atom-atom yang terlibat dalam reaksi tersebut
Kelemahan dari postulat teori Atom Dalton :
1) Atom bukanlah sesuatu yang tak terbagi, melainkan terdiri dari partikel subatom
2) Atom-atom dari unsur yang sama, dapat mempunyai massa yang berbeda ( disebut Isotop )
3) Atom dari suatu unsur dapat diubah menjadi atom unsur lain melalui Reaksi Nuklir
4) Beberapa unsur tidak terdiri dari atom-atom melainkan molekul-molekul

PERKEMBANGAN TEORI ATOM


1). Model Atom Dalton
a)

Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.

b) Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.


c)

Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya.

d) Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.


e)

Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.

Gambar Model Atom Dalton


Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :
1.

Hukum Kekekalan Massa ( hukum Lavoisier )

2.

Hukum Perbandingan Tetap ( hukum Proust )

massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.


: perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu zat
adalah tetap.

Kelemahan Model Atom Dalton :


1) Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain
2) Tidak dapat menjelaskan sifat listrik dari materi

6
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


3) Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan
4) Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi kimia
nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain.
Contoh :
238

234

Th +

92
90
2). Model Atom Thomson

4
2

He

14
7

N +

4
2

He

17
O
8

1
1

Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model
atom Dalton. Menurut Thomson :
a)

Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron (bagaikan kismis dalam roti kismis)

b) Atom bersifat netral, yaitu muatan positif dan muatan negatif jumlahnya sama

Gambar Model Atom Thomson


3). Model Atom Rutherford
a)

Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada
ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.

b) Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti
planet dalam tata surya).
c)

Atom bersifat netral.

d) Jari-jari inti atom dan jari-jari atom sudah dapat ditentukan.


Kelemahan Model Atom Rutherford :

Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap
elektron.

Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka
lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti.

Gambar Model Atom Rutherford


4). Model Atom Niels Bohr

Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen.

Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom.

Menurutnya :
a)

Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.

b) Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang
selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).

7
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


c)

Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energinya akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.

d) Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika
menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan
energi.
e)

Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground
state).

Gambar Model Atom Niels Bohr


Kelemahan Model Atom Niels Bohr :
1.

Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum
atom atau ion yang berelektron banyak.

2.

Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia.

5). Model Atom Modern ( Mekanika Kuantum )


Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :
a)

Louis Victor de Broglie


Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.

b) Werner Heisenberg
Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektronelektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan kemungkinan saja.
c)

Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)


Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektronelektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan
energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.

Teori tentang Model Atom Modern :


a)

Atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron sedangkan elektron-elektron bergerak mengitari inti atom
dan berada pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom.

b) Orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan
terbesar.
c)

Kedudukan elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.

Orbit

Orbital
Gambar Perbedaan antara orbit dan orbital untuk elektron

8
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012

Orbital digambarkan sebagai awan elektron yaitu : bentuk-bentuk ruang dimana suatu elektron kemungkinan ditemukan.

Semakin rapat awan elektron maka semakin besar kemungkinan elektron ditemukan dan sebaliknya.

Gambar Model atom Modern

PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM


Massa
Partikel

Notasi
Sesungguhnya

Muatan
Relatif thd

Sesungguhnya

proton

proton

-24

1 sma

-24

1 sma

1 sma
1840

-1,6 x 10-19 C

-1

Proton

1,67 x 10

Neutron

1,67 x 10

Elektron

9,11 x 10-28 g

1,6 x 10

-19

Relatif thd

+1

Catatan : massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom ( sma ).

1 sma = 1,66 x 10-24 gram


NOMOR ATOM

Menyatakan jumlah proton dalam atom.

Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah elektron).

Diberi simbol huruf Z

Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima elektron berubah menjadi ion negatif.
Contoh : 19K
Artinya ..

NOMOR MASSA
Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.
Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon.
Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi lambang huruf A), sehingga :
A

= nomor massa
= jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )

= p+n=Z+n

Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang
atom tersebut. Notasi semacam ini disebut dengan Nuklida.

A
Z

Keterangan :
X = lambang atom

A = nomor massa

Z = nomor atom

Contoh :

9
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


238

92

SUSUNAN ION
Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron tambahan.
Atom yang kehilangan/melepaskan elektron, akan menjadi ion positif (kation).
Atom yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion).
Dalam suatu Ion, yang berubah hanyalah jumlah elektron saja, sedangkan jumlah proton dan neutronnya tetap.
Contoh :
Spesi
Atom Na
Ion Na

Proton
11

Elektron
11

Neutron
12

11

10

12

Ion Na

11
12
12
Rumus umum untuk menghitung jumlah proton, neutron dan elektron :
1). Untuk nuklida atom netral :

AX :
Z

p=Z
e=Z
n = (A-Z)

2). Untuk nuklida kation :

A X y :
Z

p=Z
e = Z (+y)
n = (A-Z)

3). Untuk nuklida anion :

A X y :
Z

p=Z
e = Z (-y)
n = (A-Z)

ISOTOP, ISOBAR DAN ISOTON


1). ISOTOP
Adalah atom-atom dari unsur yang sama (mempunyai nomor atom yang sama) tetapi berbeda nomor massanya.
Contoh :

12 C ; 13 C ; 14 C
6
6
6

2). ISOBAR
Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai nomor massa yang sama.
Contoh :

14 C dengan 14 N
7
6

3). ISOTON
Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama.
Contoh :

31 P dengan 32 S
15
16
10

http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


KONFIGURASI ELEKTRON

Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi.

Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K, kulit ke-2 diberi lambang L dst.

Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n (n = nomor kulit).

Contoh :
2

Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 1 = 2 elektron


2

Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 2 = 8 elektron


2

Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 3 = 18 elektron


2

Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 4 = 32 elektron


2

Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 5 = 50 elektron


Catatan :
Meskipun kulit O, P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron, namun kenyataannya kulit-kulit tersebut belum pernah terisi
penuh.

Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron :


1. Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K, kemudian L dst.
2. Khusus untuk golongan utama (golongan A) :
Jumlah kulit = nomor periode
Jumlah elektron valensi = nomor golongan
3. Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8.
o Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk suatu senyawa.
o Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. Oleh karena itu, unsur-unsur yang memiliki elektron
valensi sama, akan memiliki sifat kimia yang mirip.
4. Untuk unsur golongan utama ( golongan A ), konfigurasi elektronnya dapat ditentukan sebagai berikut :
a) Sebanyak mungkin kulit diisi penuh dengan elektron.
b) Tentukan jumlah elektron yang tersisa.
Jika jumlah elektron yang tersisa > 32, kulit berikutnya diisi dengan 32 elektron.
Jika jumlah elektron yang tersisa < 32, kulit berikutnya diisi dengan 18 elektron.
Jika jumlah elektron yang tersisa < 18, kulit berikutnya diisi dengan 8 elektron.

Penting untuk dipahami!

Jika jumlah elektron yang tersisa < 8, semua elektron diisikan pada kulit berikutnya.
Contoh :
Unsur

Nomor Atom

He

Li

Ar

18

Ca

20

Sr

38

18

Catatan :

Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama).

11
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012

Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar, tetapi mengisi kulit ke-2 terluar; sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu
berisi 18 elektron.

Contoh :
Unsur

Nomor Atom

Sc

21

Ti

22

10

Mn

25

13

Zn

30

18

Konfigurasi Elektron Beberapa Unsur Golongan A ( Utama ) dan Golongan B ( Transisi )

Periode

Nomor Atom
(Z)

12

12

3 10

18

11 18

18

19 20

12

21 30 ***

9 18

31 36

18

38

37 38

18

12

39 48 ***

18

9 18

49 54

18

18

38

55 56

18

1-2

57 80 ***

18

9 - 18

81 86

18

18
18
32
32

18

3-8

87 - 88

18

32

18

1-2

Keterangan :
Tanda ( *** ) = termasuk Golongan B ( Transisi )

MASSA ATOM RELATIF ( Ar )

Adalah perbandingan massa antar atom yang 1 terhadap atom yang lainnya.

Pada umumnya, unsur terdiri dari beberapa isotop maka pada penetapan massa atom relatif ( Ar ) digunakan massa rata-rata dari
isotop-isotopnya.

Menurut IUPAC, sebagai pembanding digunakan atom C-12 yaitu

Ar unsur X =

massa rata rata 1 atom unsur X


1
12

Karena :

1
12

Ar unsur X =

1
12

(1)

massa 1 atom C 12

massa 1 atom C-12 = 1 sma ; maka :

massa rata rata 1 atom unsur X


1 sma

(2)

12
http://lapil-vengeance.blogspot.com

dari massa 1 atom C-12; sehingga dirumuskan :

Lapil Vengeance Document 2012


MASSA MOLEKUL RELATIF ( Mr )

Adalah perbandingan massa antara suatu molekul dengan suatu standar.

Besarnya massa molekul relatif ( Mr ) suatu zat = jumlah massa atom relatif ( Ar ) dari atom-atom penyusun molekul zat tersebut.

Khusus untuk senyawa ion digunakan istilah Massa Rumus Relatif ( Mr ) karena senyawa ion tidak terdiri atas molekul.

Mr = Ar
Contoh :
Diketahui : massa atom relatif ( Ar ) H = 1; C = 12; N = 14 dan O = 16.
Berapa massa molekul relatif ( Mr ) dari CO(NH2)2
Jawab :
Mr CO(NH2)2

= (1 x Ar C) + (1 x Ar O) + (2 x Ar N) + (4 x Ar H)

= (1 x 12) + (1 x 16) + (2 x 14) + (4 x 1)


= 60
Soal latihan :
Hitunglah Mr untuk senyawa :
Na2CO3. 10 H2O
MgSO4. 7 H2O

BAB 3
SISTEM PERIODIK UNSUR
A. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR
1). Pengelompokan atas dasar Logam dan Non Logam
Dikemukakan oleh Lavoisier
Pengelompokan ini masih sangat sederhana, sebab antara unsur-unsur logam sendiri masih terdapat banyak perbedaan.
2). Hukum Triade Dobereiner

Dikemukakan oleh Johan Wolfgang Dobereiner (Jerman).

Unsur-unsur dikelompokkan ke dalam kelompok tiga unsur yang disebut Triade.

Dasarnya : kemiripan sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur tersebut.

Jenis Triade :
a.

Triade Litium (Li), Natrium (Na) dan Kalium (K)


Unsur

Massa Atom

Wujud

Li

6,94

Padat

Na

22,99

Padat

39,10

Padat

Massa Atom Na (Ar Na) =

6,94 39,10
2

= 23,02

b.

Triade Kalsium ( Ca ), Stronsium ( Sr ) dan Barium ( Ba )

c.

Triade Klor ( Cl ), Brom ( Br ) dan Iod ( I )

3). Hukum Oktaf Newlands


Dikemukakan oleh John Newlands (Inggris).
Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar).
Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama; unsur ke-9 memiliki sifat yang mirip dengan unsur ke-2 dst.
Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala atau periodik setelah 8 unsur disebut Hukum Oktaf.

13
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


H

Li

Be

Na

Mg

Al

Si

Cl

Ca

Cr

Ti

Mn

Fe

Berdasarkan Daftar Oktaf Newlands di atas; unsur H, F dan Cl mempunyai kemiripan sifat.
4). Sistem Periodik Mendeleev (Sistem Periodik Pendek)

Dua ahli kimia, Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia) berdasarkan pada prinsip dari Newlands,
melakukan penggolongan unsur.

Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom.

Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya : jika unsur-unsur disusun
menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik.

Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur tegak, disebut Golongan.

Sedangkan lajur horizontal, untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan massa atom relatifnya dan disebut Periode.

5). Sistem Periodik Modern (Sistem Periodik Panjang)

Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang berpendapat bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor
atomnya.

Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom relatifnya (Ar).

B. PERIODE DAN GOLONGAN DALAM SPU MODERN


1). Periode
o

Adalah lajur-lajur horizontal pada tabel periodik.

SPU Modern terdiri atas 7 periode. Tiap-tiap periode menyatakan jumlah / banyaknya kulit atom unsur-unsur yang
menempati periode-periode tersebut.
Jadi :
Nomor Periode = Jumlah Kulit Atom

Jumlah unsur pada setiap periode :


Periode

Jumlah Unsur

Nomor Atom ( Z )

12

3 10

11 18

18

19 36

18

37 54

32

55 86

32

87 118

Catatan :
a)

Periode 1, 2 dan 3 disebut periode pendek karena berisi relatif sedikit unsur

b) Periode 4 dan seterusnya disebut periode panjang


c)

Periode 7 disebut periode belum lengkap karena belum sampai ke golongan VIII A.

d) Untuk mengetahui nomor periode suatu unsur berdasarkan nomor atomnya, Anda hanya perlu mengetahui nomor atom
unsur yang memulai setiap periode

14
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


o

Unsur-unsur yang memiliki 1 kulit (kulit K saja) terletak pada periode 1 (baris 1), unsur-unsur yang memiliki 2 kulit (kulit K
dan L) terletak pada periode ke-2 dst.
Contoh :
9F

= 2,7

periode ke-2

12Mg

= 2,8,2

periode ke-3

31Ga

= 2 , 8 , 18 , 3

periode ke-4

2). Golongan

Sistem periodik terdiri atas 18 kolom vertikal yang disebut golongan

Ada 2 cara penamaan golongan :


a) Sistem 8 golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 8 golongan yaitu golongan utama (golongan A) dan 8 golongan
transisi (golongan B).
b) Sistem 18 golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 18 golongan yaitu golongan 1 sampai 18, dimulai dari kolom paling
kiri.

Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi sama ditempatkan pada golongan yang sama.

Untuk unsur-unsur golongan A sesuai dengan letaknya dalam sistem periodik :


Nomor Golongan = Jumlah Elektron Valensi

Unsur-unsur golongan A mempunyai nama lain yaitu :


a.

Golongan IA

= golongan Alkali

b.

Golongan IIA = golongan Alkali Tanah

c.

Golongan IIIA = golongan Boron

d.

Golongan IVA = golongan Karbon

e.

Golongan VA = golongan Nitrogen

f.

Golongan VIA = golongan Oksigen

g.

Golongan VIIA

= golongan Halida / Halogen

h.

Golongan VIIIA

= golongan Gas Mulia

C. SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR


Meliputi :
1). Jari-Jari Atom

Adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar.

Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut.

Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar
pula jari-jari atomnya.
Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang berarti semakin bertambahnya muatan inti,
sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin besar pula, sehingga
menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom.
Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke kanan), jari-jari atomnya semakin kecil.

15
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


2). Jari-Jari Ion
Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata (signifikan) jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.
Ion bermuatan positif (kation) mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan negatif (anion) mempunyai
jari-jari yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.
3). Energi Ionisasi ( satuannya = kJ.mol-1 )

Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam wujud gas untuk melepaskan satu elektron sehingga membentuk
ion bermuatan +1 (kation).

Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar (disebut energi ionisasi
kedua), dst.
EI 1 < EI 2 < EI 3 dst

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti
terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti
terhadap elektron terluar semakin besar/kuat. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan.

4). Afinitas Elektron ( satuannya = kJ.mol-1 )


o

Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam wujud gas apabila menerima sebuah elektron untuk
membentuk ion negatif (anion).

Beberapa hal yang harus diperhatikan :


a)

Penyerapan elektron ada yang disertai pelepasan energi maupun penyerapan energi.

b) Jika penyerapan elektron disertai pelepasan energi, maka harga afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda negatif.
c)

Jika penyerapan elektron disertai penyerapan energi, maka harga afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda positif.

d) Unsur yang mempunyai harga afinitas elektron bertanda negatif, mempunyai daya tarik elektron yang lebih besar daripada
unsur yang mempunyai harga afinitas elektron bertanda positif. Atau semakin negatif harga afinitas elektron suatu unsur,
semakin besar kecenderungan unsur tersebut untuk menarik elektron membentuk ion negatif (anion).
o

Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima/menarik elektron dan semakin reaktif
pula unsurnya.

Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar.

Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan VIIIA.

Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA ( halogen ).

5). Keelektronegatifan

Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa (dalam ikatannya).

Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 (keelektronegatifan Cs) sampai 4 (keelektronegatifan
F).

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif
(anion).

16
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012

Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion
positif (kation).

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan semakin kecil.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar.

6). Sifat Logam dan Non Logam


o

Sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan, yaitu kecenderungan atom untuk melepaskan elektron membentuk kation.

Sifat logam bergantung pada besarnya energi ionisasi ( EI ).

Makin besar harga EI, makin sulit bagi atom untuk melepaskan elektron dan makin berkurang sifat logamnya.

Sifat non logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan atom untuk menarik elektron.

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), sifat logam berkurang sedangkan sifat non logam bertambah.

Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), sifat logam bertambah sedangkan sifat non logam berkurang.

Unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah dalam sistem periodik unsur, sedangkan unsur non logam terletak pada bagian
kanan-atas.

Unsur yang paling bersifat non logam adalah unsur-unsur yang terletak pada golongan VIIA, bukan golongan VIIIA.

Unsur-unsur yang terletak pada daerah peralihan antara unsur logam dengan non logam disebut unsur Metaloid ( = unsur
yang mempunyai sifat logam dan sekaligus non logam ). Misalnya : boron dan silikon.

7). Kereaktifan

Kereaktifan bergantung pada kecenderungan unsur untuk melepas atau menarik elektron.

Unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali).

Unsur non logam yang paling reaktif adalah golongan VIIA (halogen).

Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), mula-mula kereaktifan menurun, kemudian semakin bertambah hingga golongan
VIIA.

Golongan VIIIA merupakan unsur yang paling tidak reaktif.

BAB 4
IKATAN KIMIA

Definisi Ikatan Kimia


Adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut :
a) atom yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron)
b) penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan
c) penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan

Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah agar terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur.
Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat.
Salah 1 petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya 1 golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA atau
golongan 18 (gas mulia).
Maka dari itu, dalam pembentukan ikatan kimia; atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia.
Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium).

Periode

Unsur

1
2
3
4
5
6

He
Ne
Ar
Kr
Xe
Rn

Nomor
Atom
2
10
18
36
54
86

2
2
2
2
2
2

8
8
8
8
8

8
18
18
18

8
18
32

8
18

17
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012

Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal dengan istilah
Aturan Oktet

Lambang Lewis
Adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valensinya.
Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi (4 pasang).
Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (belum berpasangan).

Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu :
ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat / koordinasi / dativ dan ikatan logam.

1). Ikatan Ion ( elektrovalen )


o Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan
atom unsur lain yang mempunyai afinitas elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion).
o Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan dengan gaya elektrostatis (sesuai hukum Coulomb).
o Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah
unsur non logam.
Contoh 1 :
Ikatan antara 11Na dengan 17 Cl
Konfigurasi elektronnya :
11Na = 2, 8, 1
17 Cl

= 2, 8, 7

Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.
Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.

Na Na e
(2,8,1)
(2,8)

Cl e Cl
(2,8,7)
(2,8,8)

**
*
( Na ) Cl

**

*
*

Antara ion Na dengan Cl terjadi gaya tarik-menarik elektrostatis sehingga terbentuk senyawa ion NaCl.

Contoh 2 :
Ikatan antara Na dengan O

Supaya mencapai oktet, maka Na harus melepaskan 1 elektron menjadi kation Na

Na Na e

(2,8,1)

(2,8)

Supaya mencapai oktet, maka O harus menerima 2 elektron menjadi anion O

O 2e O 2
(2,6)

(2,8)

Reaksi yang terjadi :

Na Na e

O 2e O

(x2)

(x1)
+

2 Na + O

2 Na + O

Na2O

18
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


Contoh lain : senyawa MgCl2, AlF3 dan MgO
Soal : Tentukan senyawa yang terbentuk dari :
1). Mg dengan F
2). Ca dengan Cl
3). K dengan O
Senyawa yang mempunyai ikatan ion antara lain :
a) Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA)
Contoh : NaF, KI, CsF
b) Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : Na2S, Rb2S,Na2O
c) Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA)
Contoh : CaO, BaO, MgS
Sifat umum senyawa ionik :
1) Titik didih dan titik lelehnya tinggi
2) Keras, tetapi mudah patah
3) Penghantar panas yang baik
4) Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit)
5) Larut dalam air
6) Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol, eter, benzena)

2). Ikatan Kovalen


o Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.
o Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada
atom-atom non logam).
o Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih
kecil dibandingkan ikatan ion.
o Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang
terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai
secara bersama.
o Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi
elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).
Ada 3 jenis ikatan kovalen :
a). Ikatan Kovalen Tunggal
Contoh 1 :
Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H 2
Konfigurasi elektronnya :
1H = 1

Ke-2 atom H yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil (sesuai
dengan konfigurasi elektron He).
Untuk itu, ke-2 atom H saling meminjamkan 1 elektronnya sehingga terdapat sepasang elektron yang dipakai bersama.
H H H
H

Rumus struktur = H H
Rumus kimia = H2
Contoh 2 :
Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF
Konfigurasi elektronnya :
1H = 1
9F

= 2, 7

Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi.


Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1
elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).
Jadi, atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.

19
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


H F H F

Rumus struktur = H F
Rumus kimia = HF
Soal :
Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut :
( lengkapi dengan rumus struktur dan rumus kimianya )
1) Atom C dengan H membentuk molekul CH4
2) Atom H dengan O membentuk molekul H2O
3) Atom Br dengan Br membentuk molekul Br2
b). Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh :
Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
Konfigurasi elektronnya :
8 O = 2, 6

Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan
tambahan elektron sebanyak 2.
Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron
secara bersama.

O
O

Rumus struktur : O O
Rumus kimia : O2

Soal :
Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut : (lengkapi dengan rumus struktur dan rumus kimianya)
1) Atom C dengan O membentuk molekul CO2
2) Atom C dengan H membentuk molekul C2H4 (etena)

c). Ikatan Kovalen Rangkap Tiga


Contoh 1:
o Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2
o Konfigurasi elektronnya : 7 N = 2, 5

oo

**

***

***

**

ooo

Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan
tambahan elektron sebanyak 3.
Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron
secara bersama.

ooo

oo

Rumus struktur : N N
Rumus kimia : N2

Contoh 2:
Ikatan antara atom C dengan C dalam etuna (asetilena, C2H2).
Konfigurasi elektronnya :
6 C = 2, 4
1H

=1

Atom C mempunyai 4 elektron valensi sedangkan atom H mempunyai 1 elektron.


Atom C memasangkan 4 elektron valensinya, masing-masing 1 pada atom H dan 3 pada atom C lainnya.

HC CH
H CC H

(Rumus Lewis)

(Rumus bangun/struktur)

20
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


3). Ikatan Kovalen Koordinasi / Koordinat / Dativ / Semipolar
o Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang
berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan
bersama.
o Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari
atom donor menuju akseptor pasangan elektron.
Contoh 1:
o Terbentuknya senyawa BF3 NH 3

*o

* F*
* *
**

*o

**

*o

**

*o

*o

*o

o*

o*

**
** F
**

*o

* F*
*
*
**
atau

**
* F*
* ** H
o
B N

*o

**
** F
**

* **F *
* *
*o
B
+

oo
O

oo
**
O ** O
oo

oo

oo
O
oo

oo
**

oo

**
O

oo

**

oo

oo
O
oo

**

Contoh 2:
o Terbentuknya molekul ozon (O3)
o Agar semua atom O dalam molekul O3 dapat memenuhi aturan oktet maka dalam salah 1 ikatan O O , oksigen pusat harus
menyumbangkan kedua elektronnya.

Rumus struktur :
O
OO
4). Ikatan Logam
Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara muatan positif dari ion-ion logam dengan
muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.
Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama lain.
Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif.
Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah
dari 1 atom ke atom lain.
Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu suatu
keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom
ke atom lain.
ion positif

awan elektron

Gambar Ikatan Logam

21
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


Elektron-elektron valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positif logam.
Struktur logam seperti gambar di atas, dapat menjelaskan sifat-sifat khas logam yaitu :
a). berupa zat padat pada suhu kamar, akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup kuat antara elektron valensi (dalam
awan elektron) dengan ion positif logam.
b). dapat ditempa (tidak rapuh), dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi kawat. Hal ini akibat kuatnya ikatan
logam sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak terputus.
c). penghantar / konduktor listrik yang baik, akibat adanya elektron valensi yang dapat bergerak bebas dan berpindahpindah. Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran listrik merupakan aliran elektron.
Polarisasi Ikatan Kovalen
Suatu ikatan kovalen disebut polar, jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom.
Contoh 1 :
Molekul HCl

oo
Cl
oo

oo

*o

Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron, tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H.
Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl
(akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl).


oo
Cl
oo

oo

*o

Jadi, kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan.
Sebaliknya, suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub), jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom.
Contoh 2 :

oo

oo

oo

oo

Cl *o Cl

H *oH

oo

oo

Dalam tiap molekul di atas, ke-2 atom yang berikatan menarik PEI sama kuat karena atom-atom dari unsur sejenis mempunyai
harga keelektronegatifan yang sama.
Akibatnya muatan dari elektron tersebar secara merata sehingga tidak terbentuk kutub.
Contoh 3 :

H
*o

oo

oo

oo
**
**
oo

oo

oo

*o

*o

H *o C

C O

Meskipun atom-atom penyusun CH4 dan CO2 tidak sejenis, akan tetapi pasangan elektron tersebar secara simetris diantara atomatom penyusun senyawa, sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom (tidak terbentuk kutub).
Momen Dipol ( )
Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen.
Dirumuskan :

=Qxr

1 D = 3,33 x 10

-30

C.m

keterangan :
= momen dipol, satuannya debye (D)
Q = selisih muatan, satuannya coulomb (C)
r = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif, satuannya meter (m)
Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen
No
1
2
3

Sifat
Titik didih
Titik leleh
Wujud

Senyawa Ion
Tinggi
Tinggi
Padat
pada
suhu

22
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Senyawa Kovalen
Rendah
Rendah
Padat,cair,gas
pada
suhu

Lapil Vengeance Document 2012


No

Sifat

Daya hantar listrik

5
6

Kelarutan dalam air


Kelarutan dalam
(CHCl3)

trikloroetana

Senyawa Ion
kamar
Padat = isolator
Lelehan = konduktor
Larutan = konduktor
Umumnya larut

Senyawa Kovalen
kamar
Padat = isolator
Lelehan = isolator
Larutan = ada yang konduktor
Umumnya tidak larut

Tidak larut

Larut

Pengecualian dan Kegagalan Aturan Oktet

oo o
o

1). Pengecualian Aturan Oktet


a) Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet
Meliputi senyawa kovalen biner sederhana dari Be, B dan Al yaitu atom-atom yang elektron valensinya kurang dari empat
(4).
Contoh : BeCl2, BCl3 dan AlBr3
b) Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil
Contohnya : NO2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17

O
N

oo

oo

Oo
o

c)

Senyawa dengan oktet berkembang


Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet / lebih dari 8 elektron pada kulit
terluar (karena kulit terluarnya M, N dst dapat menampung 18 elektron atau lebih).
Contohnya : PCl5, SF6, ClF3, IF7 dan SbCl5

2). Kegagalan Aturan Oktet


Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun post transisi.
Contoh :
atom Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2
atom Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3
Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat berupa :
1) Tidak mencapai oktet
2) Melampaui oktet ( oktet berkembang )
Penulisan Struktur Lewis
Langkah-langkahnya :
1) Semua elektron valensi harus muncul dalam struktur Lewis
2) Semua elektron dalam struktur Lewis umumnya berpasangan
3) Semua atom umumnya mencapai konfigurasi oktet (khusus untuk H, duplet)
4) Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap 2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C, N, O, P dan S)
Langkah alternatif : ( syarat utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui )
1) Hitung jumlah elektron valensi dari semua atom dalam molekul / ion
2) Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan
3) Sisa elektron digunakan untuk membuat semua atom terminal mencapai oktet
4) Tambahkan sisa elektron (jika masih ada), kepada atom pusat
5) Jika atom pusat belum oktet, tarik PEB dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan atom pusat
Resonansi
a. Suatu molekul atau ion tidak dapat dinyatakan hanya dengan satu struktur Lewis.
b. Kemungkinan-kemungkinan struktur Lewis yang ekivalen untuk suatu molekul atau ion disebut Struktur Resonansi.
Contoh :

oo

oo
c.
d.

oo oo

oo

O S oo
O

oo

oo

oo
oo
oo

beresonansi

O S

oo

oo

oo

oo oo

oo

oo

Dalam molekul SO2 terdapat 2 jenis ikatan yaitu 1 ikatan tunggal ( S O ) dan 1 ikatan rangkap ( S O ).
Berdasarkan konsep resonansi, kedua ikatan dalam molekul SO 2 adalah ekivalen.

23
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


e.
f.

Dalam molekul SO2 itu, ikatan rangkap tidak tetap antara atom S dengan salah 1 dari 2 atom O dalam molekul itu, tetapi silih
berganti.
Tidak satupun di antara ke-2 struktur di atas yang benar untuk SO2, yang benar adalah gabungan atau hibrid dari ke-2 struktur
resonansi tersebut.

BAB 5
STOIKIOMETRI
Membahas tentang hubungan massa antar unsur dalam suatu senyawa (stoikiometri senyawa) dan antar zat dalam suatu reaksi kimia
(stoikiometri reaksi).
Tata Nama Senyawa Sederhana
1). Tata Nama Senyawa Molekul ( Kovalen ) Biner.
Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur.
Contoh : air (H2O), amonia (NH3)
a). Rumus Senyawa
Unsur yang terdapat lebih dahulu dalam urutan berikut, ditulis di depan.
B-Si-C-Sb-As-P-N-H-Te-Se-S-I -Br-Cl-O-F
b). Nama Senyawa
Nama senyawa biner dari dua jenis unsur non logam adalah rangkaian nama kedua jenis unsur tersebut dengan akhiran ida
(ditambahkan pada unsur yang kedua).
Catatan :
Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari sejenis senyawa, maka senyawa-senyawa yang terbentuk dibedakan
dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani.
1 = mono

2 = di

6 = heksa

7 = hepta

3 = tri

4 = tetra
8 = okta

5 = penta
9 = nona

10 = deka

Angka indeks satu tidak perlu disebutkan, kecuali untuk nama senyawa karbon monoksida.
c). Senyawa yang sudah umum dikenal, tidak perlu mengikuti aturan di atas.
2). Tata Nama Senyawa Ion.
Kation

= ion bermuatan positif (ion logam)

Anion

= ion bermuatan negatif (ion non logam atau ion poliatom)

a). Rumus Senyawa


Unsur logam ditulis di depan.
Rumus senyawa ion ditentukan oleh perbandingan muatan kation dan anionnya.
Kation dan anion diberi indeks sedemikian rupa sehingga senyawa bersifat netral ( muatan positif = muatan negatif).
b). Nama Senyawa
Nama senyawa ion adalah rangkaian nama kation (di depan) dan nama anionnya (di belakang); sedangkan angka indeks tidak
disebutkan.
Catatan :

Jika unsur logam mempunyai lebih dari sejenis bilangan oksidasi, maka senyawa-senyawanya dibedakan dengan menuliskan
bilangan oksidasinya (ditulis dalam tanda kurung dengan angka Romawi di belakang nama unsur logam itu).

Berdasarkan cara lama, senyawa dari unsur logam yang mempunyai 2 jenis muatan dibedakan dengan memberi akhiran o
untuk muatan yang lebih rendah dan akhiran i untuk muatan yang lebih tinggi.
Cara ini kurang informatif karena tidak menyatakan bilangan oksidasi unsur logam yang bersangkutan.

3). Tata Nama Senyawa Terner.


Senyawa terner sederhana meliputi : asam, basa dan garam.
Reaksi antara asam dengan basa menghasilkan garam.

24
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


a). Tata Nama Asam.
Asam adalah senyawa hidrogen yang di dalam air mempunyai rasa masam.
+

Rumus asam terdiri atas atom H (di depan, dianggap sebagai ion H ) dan suatu anion yang disebut sisa asam.
Catatan : perlu diingat bahwa asam adalah senyawa molekul, bukan senyawa ion.
Nama anion sisa asam = nama asam yang bersangkutan tanpa kata asam.
Contoh : H3PO4
Nama asam

= asam fosfat

Rumus sisa asam = PO

3
(fosfat)
4

b). Tata Nama Basa.


Basa adalah zat yang jika di dalam air dapat menghasilkan ion OH

Pada umumnya, basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH

Nama basa = nama kationnya yang diikuti kata hidroksida.


c). Tata Nama Garam.
Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisa asam.
Rumus dan penamaannya = senyawa ion.
4). Tata Nama Senyawa Organik.
Senyawa organik adalah senyawa-senyawa C dengan sifat-sifat tertentu.
Senyawa organik mempunyai tata nama khusus, mempunyai nama lazim atau nama dagang ( nama trivial ).

PERSAMAAN REAKSI
Menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai dengan koefisiennya masing-masing.
1). Menuliskan Persamaan Reaksi.
o

Reaksi kimia mengubah zat-zat asal (pereaksi = reaktan) menjadi zat baru (produk).

Jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah, tetapi ikatan kimia di antaranya berubah.

Ikatan kimia dalam pereaksi diputuskan dan terbentuk ikatan baru dalam produknya.

Atom-atom ditata ulang membentuk produk reaksi.

Contoh :

2 H (g ) O (g ) 2 H O (l )
2
2
2
Keterangan :

Tanda panah menunjukkan arah reaksi (artinya = membentuk atau bereaksi menjadi).

Huruf kecil dalam tanda kurung menunjukkan wujud atau keadaan zat yang bersangkutan (g = gass, l = liquid, s = solid dan
aq = aqueous / larutan berair).

Bilangan yang mendahului rumus kimia zat disebut koefisien reaksi (untuk menyetarakan atom-atom sebelum dan sesudah
reaksi).

Koefisien reaksi juga menyatakan perbandingan paling sederhana dari partikel zat yang terlibat dalam reaksi.

Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dengan 2 langkah :


1). Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk, lengkap dengan keterangan wujudnya.
2). Penyetaraan, yaitu memberi koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsur sama pada kedua ruas (cara
sederhana).

25
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


Contoh :
Langkah 1

: Al( s ) H SO (aq) Al (SO ) (aq) H (g )


2 4
2
4 3
2

(belum setara)

Langkah 2

: 2 Al( s ) 3 H SO (aq) Al (SO ) (aq) 3 H (g )


2 4
2
4 3
2

(sudah setara)

2). Menyetarakan Persamaan Reaksi.


Langkah-langkahnya (cara matematis) :
a). Tetapkan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang rumusnya paling kompleks = 1, sedangkan zat lain diberikan koefisien
sementara dengan huruf.
b). Setarakan terlebih dahulu unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien 1 itu.
c). Setarakan unsur lainnya. Biasanya akan membantu jika atom O disetarakan paling akhir.
Contoh :
Langkah 1 :
Persamaan reaksi yang belum setara.

C 2H 6 O 2 CO 2 H 2 O
Langkah 2 :
Menetapkan koefisien C2H6 = 1 sedangkan koefisien yang lain ditulis dengan huruf.

1 C 2 H 6 a O 2 b CO 2 c H 2 O
Langkah 3 :
Jumlah atom di ruas kiri dan kanan :
Ruas

Atom

Ruas kiri

2c

2a

2b+c

kanan

Langkah 4 :
Jumlah atom di ruas kiri = jumlah atom di ruas kanan.
Dari langkah 3, diperoleh :
b

= 2 . (i)

2c = 6 . (ii)
2a = (2b + c) .. (iii)
Dari persamaan (ii), diperoleh :
2c = 6
c

6
2

3 . (iv)

Persamaan (i) dan (iv) disubstitusikan ke persamaan (iii) :


2a = (2b + c) .. (iii)
2a = {(2).(2) + 3} = 7
a

7
2

... (v)

26
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


Langkah 5 :
Nilai-nilai a, b dan c disubstitusikan ke persamaan reaksi :

1 C 2 H 6 7 O 2 2 CO 2 3 H 2 O ..(x 2)
2

2 C 2H 6 7 O 2 4 CO 2 6 H 2 O
Langkah 6 :
Memeriksa kembali jumlah atom di ruas kiri dan kanan, serta melengkapi wujud zatnya.

2 C 2H 6 (g) 7 O 2 (g) 4 CO 2 (g) 6 H 2 O(g)

HUKUM DASAR KIMIA


1). Hukum Kekekalan Massa ( Hukum Lavoisier ).
Yaitu : Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
Contoh :
40 gram Ca + 16 gram O2 56 gram CaO
12 gram C + 32 gram O2 44 gram CO2
Contoh soal :
Pada wadah tertutup, 4 gram logam kalsium dibakar dengan oksigen, menghasilkan kalsium oksida. Jika massa kalsium oksida yang
dihasilkan adalah 5,6 gram, maka berapa massa oksigen yang diperlukan?
Jawab :
m Ca

= 4 gram

m CaO = 5,6 gram


m O2

= ..?

Berdasarkan hukum kekekalan massa :


Massa sebelum reaksi = massa sesudah reaksi
m Ca + m O2 = m CaO
m O2 = m CaO - m Ca
= (5,6 4,0) gram
= 1,6 gram
Jadi massa oksigen yang diperlukan adalah 1,6 gram.
2). Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Proust ).
Yaitu : Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap.
Contoh : perhatikan contoh soal 5.1 dari Buku Paket 1A halaman 151-152!
Contoh lain :
Air tersusun oleh unsur-unsur hidrogen (H2) dan oksigen (O2) dengan perbandingan yang selalu tetap yaitu :
11,91 % : 88,81 % = 1 : 8
Massa H2 (gram)

Massa O2 (gram)

Massa H2O (gram)

Massa zat sisa

16

18

16

18

1 gram H2

25

27

1 gram O2

25

28,125

0,875 gram H2

27
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


Contoh soal :
Jika diketahui perbandingan massa besi (Fe) dan belerang (S) dalam pembentukan senyawa besi (II) sulfida (FeS) adalah 7 : 4 maka
tentukan :
a)

Massa besi yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan 8 gram belerang!

b) Massa belerang yang tersisa, jika sebanyak 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S!
c)

Massa S dan massa Fe yang dibutuhkan untuk menghasilkan 22 gram senyawa FeS!

Jawab :

Reaksi : Fe
7

FeS

11

Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama, sehingga 7 gram Fe akan bereaksi dengan 4 gram S membentuk 11 gram FeS.
a)

Massa S = 8 gram
Massa Fe = ?
Massa Fe =

7
4

x 8 gram 14 gram

Jadi massa Fe yang dibutuhkan adalah 14 gram.


b) 21 gram Fe direaksikan dengan 15 gram S, berarti :
Fe : S = 21 : 15 = 7 : 5
Belerang berlebih, berarti seluruh Fe habis bereaksi.
Massa Fe yang bereaksi

= 21 gram

Massa S yang bereaksi =


Massa S yang tersisa

4
7

x 21 gram 12 gram

= ( 15-12 ) gram

= 3 gram

Jadi massa S yang tersisa adalah 3 gram.


c)

Untuk membentuk 22 gram FeS :


m Fe =

mS =

7
11
4
11

x 22 gram 14 gram
x 22 gram 8 gram

Jadi massa Fe dan S yang dibutuhkan adalah 14 gram dan 8 gram.

3). Hukum Kelipatan Perbandingan / Hukum Perbandingan Berganda ( Hukum Dalton ).


Yaitu : Jika dua jenis unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka perbandingan massa salah satu unsur yang
terikat pada massa unsur lain yang sama, merupakan bilangan bulat dan sederhana.
Contoh :
C dan O dapat membentuk dua jenis senyawa, yaitu CO dan CO 2. Jika massa C dalam kedua senyawa itu sama (berarti jumlah C
sama), maka :
Massa O dalam CO : massa O dalam CO2 akan merupakan bilangan bulat dan sederhana (yaitu = 1:2 ).
Contoh soal :
Karbon dapat bergabung dengan hidrogen dengan perbandingan 3 : 1, membentuk gas metana. Berapa massa hidrogen yang
diperlukan untuk bereaksi dengan 900 gram C pada metana?
Jawab :
C : H = 3 : 1 sehingga :

28
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


900 : m H = 3 : 1

mH =

x 900 gram 300 gram;

Jadi, massa H yang diperlukan adalah 300 gram.

4). Hukum Perbandingan Volum ( Hukum Gay Lussac ).


Yaitu : Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bulat
dan sederhana.
Contoh :
Dua volum gas hidrogen bereaksi dengan satu volum gas oksigen membentuk dua volum uap air.
gas hidrogen + gas oksigen uap air
2V

1V

2V

Perbandingan volumenya = 2 : 1 : 2
5). Hukum Avogadro.
Yaitu : Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumnya sama mengandung jumlah partikel yang sama pula.
Contoh :
Pada pembentukan molekul H2O
2L H2(g) + 1L O2(g) 2L H2O(g)

H
+

2 molekul H2

1 molekul O2

O
H

2 molekul H2O

Catatan :
Jika volume dan jumlah molekul salah 1 zat diketahui, maka volume dan jumlah molekul zat lain dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan :

koefisienyang dicari
Vyang dicari
x Vyang diketahui
koefisienyang diketahui
dan

X yang dicari

koefisienyang dicari
koefisienyang diketahui

x X yang diketahui

Keterangan :
V

= volume molekul ( L )

= jumlah partikel ( molekul )

Contoh soal :
Pada suhu dan tekanan yang sama, sebanyak 2 L gas nitrogen (N 2) tepat bereaksi dengan gas H2 membentuk gas NH3 (amonia).
Tentukan :
a)

Persamaan reaksinya!

b) Volume gas H2 yang diperlukan!


c)

Volume gas NH3 yang dihasilkan!

Jawab :
a)

Persamaan reaksinya :

N 2 (g) 3 H 2 (g) 2 NH3 (g)

29
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


koef. H

2 x VN
2
koef. N
2

b) V H2 =

x 2L = 6L

Jadi volume gas H2 yang diperlukan dalam reaksi adalah 6 L.


c)

V NH3 =

koef. NH 3
koef. N
2
1

x V N2

x 2L = 4L

Jadi volume gas NH3 yang dihasilkan oleh reaksi tersebut adalah 4 L.

KONSEP MOL
a) Definisi Mol
o

Satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah partikel yang = jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C-12.

Mol merupakan satuan jumlah (seperti lusin,gros), tetapi ukurannya jauh lebih besar.

Mol menghubungkan massa dengan jumlah partikel zat.

Jumlah partikel dalam 1 mol (dalam 12 gram C-12) yang ditetapkan melalui berbagai metode eksperimen dan sekarang ini kita
terima adalah 6,02 x 1023 (disebut tetapan Avogadro, dinyatakan dengan L).

Contoh :

1 mol air artinya : sekian gram air yang mengandung 6,02 x 10 23 molekul air.

1 mol besi artinya : sekian gram besi yang mengandung 6,02 x 10 23 atom besi.

1 mol asam sulfat artinya : sekian gram asam sulfat yang mengandung 6,02 x 10 23 molekul H2SO4.
1 mol
L

= 6,02 x 1023 partikel


= 6,02 x 1023

b) Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel


Dirumuskan :

Keterangan :
n

= jumlah mol

= jumlah partikel

Contoh soal :
Perhatikan Buku Paket 1A halaman 174!

c)

Massa Molar (mm)

Massa molar menyatakan massa 1 mol zat.

Satuannya adalah gram mol-1.

Massa molar zat berkaitan dengan Ar atau Mr zat itu, karena Ar atau Mr zat merupakan perbandingan massa antara partikel zat itu
dengan atom C-12.

30
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


Contoh :
Ar Fe

= 56, artinya : massa 1 atom Fe : massa 1 atom C-12 = 56 : 12

Mr H2O = 18, artinya : massa 1 molekul air : massa 1 atom C-12 = 18 : 12


Karena :
1 mol C-12 = 12 gram (standar mol), maka :
Massa 1 mol atom Fe

56

x 12 gram 56 gram

12

Massa 1 mol molekul air =

18
12

x 12 gram 18 gram

Kesimpulan :
Massa 1 mol suatu zat = Ar atau Mr zat tersebut (dinyatakan dalam gram).
Untuk unsur yang partikelnya berupa atom : mm = Ar gram mol-1
Untuk zat lainnya :
mm = Mr gram mol-1
d) Hubungan Jumlah Mol (n) dengan Massa Zat (m)
Dirumuskan :

dengan :

= massa

= jumlah mol

m m = massa molar
Contoh soal :
Perhatikan Buku Paket 1A halaman 177!
e)

Volum Molar Gas (Vm)

Adalah volum 1 mol gas.

Menurut Avogadro, pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas bervolum sama akan mengandung jumlah molekul yang sama
pula.

Artinya, pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas dengan jumlah molekul yang sama akan mempunyai volum yang sama pula.

Oleh karena 1 mol setiap gas mempunyai jumlah molekul sama yaitu 6,02 x 10 23 molekul, maka pada suhu dan tekanan yang
sama, 1 mol setiap gas mempunyai volum yang sama.

Jadi : pada suhu dan tekanan yang sama, volum gas hanya bergantung pada jumlah molnya.
Dirumuskan :

dengan :

= volum gas

= jumlah mol

Vm = volum molar

Beberapa kondisi / keadaan yang biasa dijadikan acuan :

1) Keadaan Standar

Adalah suatu keadaan dengan suhu 0oC dan tekanan 1 atm.

Dinyatakan dengan istilah STP (Standard Temperature and Pressure).

31
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


Pada keadaan STP, volum molar gas (Vm ) = 22,4 liter/mol
2) Keadaan Kamar

Adalah suatu keadaan dengan suhu 25oC dan tekanan 1 atm.

Dinyatakan dengan istilah RTP (Room Temperature and Pressure).


Pada keadaan RTP, volum molar gas (Vm) = 24 liter/mol

3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui


Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal :

= tekanan gas (atm); 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg

= volum gas (L)

= jumlah mol gas

= tetapan gas (0,082 L atm/mol K)

= suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius)

4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain


Misalkan :
Gas A dengan jumlah mol = n1 dan volum = V1
Gas B dengan jumlah mol = n2 dan volum = V2
Maka pada suhu dan tekanan yang sama :

f)

Kemolaran Larutan (M)

Kemolaran adalah suatu cara untuk menyatakan konsentrasi (kepekatan) larutan.

Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan, atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap mL larutan.

Dirumuskan :

dengan :

M = kemolaran larutan

= jumlah mol zat terlarut

= volum larutan

Misalnya : larutan NaCl 0,2 M artinya, dalam tiap liter larutan terdapat 0,2 mol (= 11,7 gram) NaCl atau dalam tiap mL
larutan terdapat 0,2 mmol (= 11,7 mg) NaCl.

32
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


Rangkuman :

Kemolaran ( M )

Jumlah Partikel ( X )

Jumlah Mol ( n )

Volum Gas ( V )

Massa ( m )

STOIKIOMETRI SENYAWA KIMIA


1) Rumus Empiris ( RE )
Disebut juga rumus perbandingan adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur
penyusun senyawa.
2) Rumus Molekul ( RM )
Secara umum, rumus molekul suatu senyawa dapat dinyatakan sebagai berikut :

RM = ( RE )y
Keterangan :
Harga y bergantung pada besarnya harga Massa Molekul Relatif ( Mr ) dari senyawa yang bersangkutan.
3) Kadar Unsur dalam Senyawa ( dalam % )
Dirumuskan :

Keterangan :
y = jumlah atom unsur dalam 1 molekul senyawa ( angka indeks dari unsur yang bersangkutan dalam rumus kimia senyawa )

STOIKIOMETRI REAKSI
1) Hitungan Kimia Sederhana
Dapat diselesaikan melalui 4 langkah yaitu sebagai berikut :
1) Menuliskan persamaan reaksi kimia yang setara
2) Menyatakan jumlah mol zat yang diketahui
3) Menentukan jumlah mol zat yang ditanyakan dengan menggunakan perbandingan koefisien reaksi
4) Menyesuaikan jawaban dengan pertanyaan

33
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012


2) Pereaksi Pembatas
o Adalah suatu pereaksi yang habis bereaksi terlebih dahulu.
Contoh :
Reaksi antara Al dengan O2 membentuk aluminium oksida, menurut persamaan reaksi :

4 Al( s )

3 O (g ) 2 Al O (s )
2
2 3

Jumlah Mol Pereaksi

Jumlah Mol

Pereaksi

Jumlah Mol Pereaksi yang

Al

O2

Produk

Pembatas

Bersisa

Ekivalen

Aluminium

1 mol oksigen

Oksigen

1 mol aluminium

1,5

Ekivalen

0,6

0,4

0,27

Oksigen

0,07 mol aluminium

Cara menentukan Pereaksi Pembatas :


a) Nyatakan zat yang diketahui dalam mol
b) Bagilah jumlah mol masing-masing zat dengan koefisiennya
c) Pereaksi yang hasil pembagiannya paling kecil, merupakan pereaksi pembatas
3) Hitungan yang Melibatkan Campuran
Jika dari suatu campuran, terjadi lebih dari satu reaksi ( 1 ) maka persamaan reaksinya harus ditulis secara terpisah.
4) Penentuan Rumus Kimia Hidrat
o Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya.
Contoh :
CuSO4. 5 H2O ( terusi )
CaSO4. 2 H2O ( gipsum )
MgSO4. 7 H2O ( garam Inggris )
Na2CO3. 10 H2O ( soda hablur )
o Jika suatu hidrat dipanaskan, maka sebagian atau seluruh air kristalnya dapat menguap ( lepas ).

34
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Lapil Vengeance Document 2012

35
http://lapil-vengeance.blogspot.com

Anda mungkin juga menyukai