Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Manusia mengalami proses metabolisme, yaitu proses yang berkaitan dengan

beribu-ribu proses kimia serta enzim. Dalam suatu reaksi kimia terdapat senyawa
senyawa yang bersifat menghambat atau mempercepat reaksi. Senyawa - senyawa
yang mempercepat suatu reaksi dikenal dengan sebutan katalisator. Katalisator
berfungsi untuk mempercepat tercapainya kesetimbangan dan tidak merubah letak
kesetimbangan.
Metabolisme yang merupakan reaksi kimia memiliki katalisator yang disebut
dengan enzim. Enzim merupakan protein yang bertindak sebagai katalis di dalam
tubuh makhluk hidup. Kerja enzim tentunya dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar
enzim.
Oleh karena itu, kami sebagai siswa, mempelajari materi tersebut serta
melakukan praktikum. Penulisan laporan biologi ini kami buat berdasarkan praktikum
enzim katalase pada ekstrak daun papaya dan ekstrak ubi untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi uji enzim katalase. Untuk mengetahui faktor luar yang
mempengaruhi cara kerja enzim, kami melakukan praktikum sederhana dengan
mengggunakan enzim katalase sebagai contoh nya.

1.2.

1.3.

Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat

: Labolatorium Biology SMA Negeri 3 Tangerang Selatan

Waktu

: Kamis, 13 September 2012

Rumsan Masalah
1. Bagaimanakah cara kerja enzim katalase dengan perlakuan berbeda pada
substract H2O2?
2. Perlakuan manakah yang paling banyak menghasilkan gelembung gas
dan nyala bara api?
3. Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase?

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 1

1.4.

Hipotesis
1. Menurut kami, senyawa H2O2 berperan dalam penguraian enzim katalase.
2. Pada suhu yang tinggi enzim katalase tidak akan bekerja dengan baik,
karena enzin katalase bekerja pada suhu optimum 400C
3. Enzim katalase akan bekerja secara optimum pada pH netral.
4. Fakto-faktor yang mempengaruhi enzim katalase adalah pH dan suhu.

1.5.

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim


katalase.

1.6.

Pembatasan Masalah
Berdasarkan judul yang telah dipaparkan oleh kami sebelumnya, maka

penulis hanya membatasi pembahasan pada ruang lingkup penulisan faktor faktor
yang mempengaruhi kerja enzim katalase. Agar tidak timbul kesalahpahaman dalam
makalah ini.

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 2

BAB II
KAJIAN TEORI
2.1

Metabolisme

Makhluk multiseluler, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan tersusun atas


jutaan sel. Tiap sel memiliki fungsi tertentu untuk kelangsungan hidup suatu
organisme. Untuk menjalankan fungsinya, sel melakukan proses metabolisme.
Metabolisme adalah rangkaian reaksi kimia yang diawali oleh substrat awal dan
diakhiri oleh produk akhir, yang terjadi di dalam sel. Setiap produk suatu reaksi kimia
ini akan mengubah reaktan bagi reaksi berikutnya, sampai produk akhir dari suatu
jalur metabolisme terbentuk.
Metabolisme terdiri atas dua proses sebagai berikut :
1. Anabolisme
Anabolisme adalah proses-proses penyusunan energi kimia melalui sintesis
senyawa-senyawa organik. Contoh : fotosintesis.
2. Katabolisme
Katabolisme adalah proses penguraian dan pembebasan energi dari senyawasenyawa organik melalui proses respirasi. Semua reaksi tersebut dikatalisis oleh
enzim, baik oleh reaksi yang sederhana maupun reaksi yang rumit. Contoh :
respirasi.

2.2.

Pengertian Enzim

Enzim merupakan protein yang tersusun atas asam-asam amino.


Kebanyakan enzim berukuran lebih besar dari substratnya. Akan tetapi, hanya
daerah tertentu dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan substart, yaitu di
bagian yang disebut sisi aktif (active site).
Beberapa enzim memerlukan komponen nonprotein yang disebut gugus
prostetik agar dapat bekerja dalam suatu reaksi. Enzim yang lengkap tersebut
disebut holoezim.
Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 3

Secara kimia, enzim yang langkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian,
yaitu bagian protein dan bagian bukan protein :Bagian protein disebut apoenzim,
tersusun atas asam asam amino. Bagian protein bersifat labil (mudah berubah),
misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman. Contoh : NAD+
Bagian yang bukan protein disebut gugus prostetik, yaitu gugusan yang aktif.
Gugus prostetik yang berasal dari molekul anorganik disebut kofaktor, misalnya
besi, tembaga, zink. Gugus prostetik yang terdiri dari senyawa organik kompleks
disebut koenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim A, tiamin (vitamin B1), riboflavin
(vitamin B2), asam pantotenat (vitamin B5), niasin (asam nikotinat), piridoksin
(vitamin B6), biotin, asam folat dan kobalamin (vitamin B12).
Koenzim merupakan kofaktor yang terdiri dari molekul organic non-protein
kompleks yan terikat renggang dengan enzim. Koenzim bergungsi memindahkan
gugus kimia, atom, atau electron dari satu enzim ke enzim yang lain.
Cara Kerja Enzim
Kerja enzim dapat diterangkan oleh dua teori, yaitu :
1. Teori Kunci dan Gembok
Sesuai dengan namanya, cara kerja enzim menurut teori ini mirip dengan
mekanisme kunci dan anak kunci. Dalam hal ini, enzim diibaratkan sebagai kunci
gembok yang bersifat aktif, sedangkan substrat diibaratkan sebagai anak kuncinya.
Substrat akan memasuki enzim seperti layaknya anak kunci yang memasuki kunci
gembok. Pada proses selanjutnya, substrat akan diubah menjadi produk. Pada
tahap selanjutnya, sisi aktif enzim akan melepaskan produk dan siap menerima
substrat baru yang lain.
Sisi aktif enzim pada dasarnya mengandung sejumlah kecil asam amino
sehingga hanya molekul dengan bentuk tertentulah yang bisa menjadi substrat bagi
enzim.
2. Teori Kecocokan yang Terinduksi
Pada teori ini, cara kerja enzim adalah dengan cara melakukan penyesuaian
bentuk supaya bisa berikatan dengan substrat. Tujuan dari penyesuaian bentuk ini
adalah untuk meningkatkan kecocokan dengan substrat sehingga membuat ikatan
enzim dan substrat menjadi lebih reaktif. Sisi aktif molekul enzim akan menjadi
tempat melekatnya substrat sehingga bisa membentuk molekul kompleks enzim substrat. Molekul enzim akan berubah ke bentuk semula setelah produk dihasilkan
dan siap untuk menerima substrat baru yang lain lagi
Sifat-sifat Enzim Sebagai Biokatalisator
1. Enzim bekerja secara spesifik/khusus
2. Enzim berfungsi sebagai katalis
Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 4

3. Enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit


4. Enzim dapat bekerja secara bolak-balik
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim
a. Suhu 00 C : tidak beaktivitas
380C-400C : aktivitas enzim meningkat
Diatas 380C : aktivitas enzim menurun
600C : aktifitas enzim akan terhenti.
b. Air
c. pH : pH tergantung pada lokasi enzim yang bersangkutan
d. Konsentrasi enzim kecepatan proses pembentukan atau penguraian
molekul subtract mengikuti konsentrasi enzim.
e. Inhibitor
Inhibitor kompetitif menghambat kerja enzim dengan cara menempati sisi
aktif enzim sehingga substrat tidak dapat berikatan dengan enzim. Inihibitor
ini dapat dihilangkan dengan penambahan konsentrasi sustrat. Adapun
inhibitor non-kompettif bekerja dengan cara menempati bagian lain dari
permukaan enzim sehingga dapat mengubah sisi aktifnya. Inhibitor ini
dapat dihilangkan dengan penambahankonsentrasi substrat.

2.3

Enzim Katalase

Katalase adalah enzim yang dapat menguraikan hidrogen peroksida (H 2O2)


yang tidak baik bagi tubuh makhluk hidup menjadi air (H 2O) dan oksigen (O2) yang
sama sekali tidak berbahaya. Selain itu, enzim ini di dalam tubuh manusia juga
menguraikan zat-zat oksidatif lainnya seperti fenol, asam format, maupun alcohol
yang juga berbahaya bagi tubuh manusia.
Katalase terdapat hampir di semua makhluk hidup. Enzim ini diproduksi oleh
sel di bagian badan mikro, yaitu Perioksisom Bagi sel, enzim ini adalah bodyguard
yang melindungi bagian dalam sel dari kondisi oksidatif yang bagi kebanyakan
orgnisme ekuivalen dengan kerusakan.
Enzim katalase dari mamalia seperti manusia, ataupun sapi, ataupun mikroba
moderat (jamur) misalnya, hanya dapat berfungsi di antara suhu 37-40 derajat
celcius. Jika suhu terlalu rendah ( < 100 C) , maka enzim ini akan berhenti bekerja,
tetapi tidak mengalami kerusakan (Inaktif) dan akan bekerja kembali jika suhu telah
normal. Jika suhu terlalu tinggi ( >400 C), enzim ini akan mengalami denaturasi
sehingga tidak dapat dipakai kembali.

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 5

Reaksi-reaksi yang berlangsung didalam tubuh makhluk hidup terjadi pada


suhu 270 C, misalnya pada tumbuhan dan pada tubuh hewan berdarah dingin; atau
pada suhu 370 C, misalnya pada tubuh hewan berdarah panas.Pada suhu tersebut
proses oksidasi akan berjalan lambat.Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan
katalisator.Katalisator adalah zat yang mempercepat reaksi tetapi zat tersebut tidak ikut
bereaksi. Katalisator didalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim.
Pada umumnya, pH optimum enzim berkisar antara 6-8. Namun, beberapa pengecualian
dapat terjadi. Contonya pada lambung manusia, pepsin akan bekerja optimum pada pH 2.
Perubahan pH yang cukup tajam juga dapat menyebabkan enzim mengalami denaturasi.
Fungsi Enzim Katalase
Enzim katalase bekerja dengan rangkaian beberapa molekul sehingga keempat
gugus tadi akan membantu penyerapan. Adapun didalam tubuh memiliki kandungan
hidrogen peroksida atau H202 yang merupakan hasil dari respirasi dan dibuat untuk seluruh
sel-sel yang hidup. Kandungan H202 ini sebenarnya sangat berbahaya bagi tubuh untuk itu
enzim katalase berfungsi untuk mengkatalis kandungan H202 tersebut. peran enzim ini juga
sebagai peroksidasi yang khusus untuk mereaksi dekomposisi hydrogen peroksida sehingga
pada nantinya dapat berubah menjadi oksigen serta air. Untuk satu molekul hydrogen
peroksida, enzim ini mampu mengoksidasinya hingga menjadi oksigen. Lalu proses
peredoksidasian yang kedua akan menjadi air. Hydrogen yang berupa ion sebagai
penyeimbang terhadap reaksi yang tengah berjalan.

Peran Enzim Katalase

Namun sejauh itu, peran dari enzim katalase memang masih kecil dalam
mengkatalis senyawa H202 jika dibandingkan dengan proses kecepatan
pembentukannya. Didalam sel-sel tubuh terdapat katalase namun berjumlah sangat
sedikit serta sangat rentan dengan adanya peroksida. Untuk itulah dengan
kapasitasnya yang kecil, enzim ini akan bekerja lebih cepat untuk menekan terhadap
serangan oksidator hydrogen peroksida.
Kerja Enzim Katalase
Enzim ini banyak terdapat dalam sel-sel pada hati. Adakalanya jumlah enzim
ini lebih meningkat dari semula. Dengan begitu reaksinya akan lebih cepat. Untuk itu
kita perlu mengkonsumsi bahan makanan seperti hati dengan porsi yang lebih
banyak sehingga proses oksidasi yang dilakukan oleh enzim katalase tidak
mengecil.

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 6

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Alat

8 buah tabung rekasi

1 buah rak tabung reaksi

1 buah gelas kimia ukuran

1 buah lampu spiritus

4 buah pipet tetes

1 buah termometer

2 batang lidi

Korek api

3.2. Bahan

Aquades

NaOH

HCl

H2O2

Ekstrak daun pepaya

Ekstrak ubi

3.3. Langkah Kerja


1) Menyiapkan ekstrak daun papaya dan ekstrak ubi
2) Menyiapkan 4 buah tabung reaksi beri label A,B,C, dan D
3) Memasukan 1 ml hidrogen peroksida (H2O2) pada tabung reaksi (A,B,C, dan
D)
4) Menyiapkan 4 buah tabung yang lain diberi label 1,2,3, dan 4
5) Memasukan 1 ml ekstrak daun pepaya pada keempat tabung reaksi yang
telah disiapkan (1,2,3, dan 4),
dan tambahkan : 4.1 10 tetes HCl pekat pada tabung 2
4.2 10 tetes NaOH 20% pada tabung 3

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 7

Untuk tabung reaksi keempat ekstrak daun pepaya dipanaskan, dengan cara
memasukan tabung reaksi tersebut kedalam gelas kimia yang telah diisi air
mendidih, biarkan lebih kurang 2 menit. Setelah diangkat langsung diukur
dengan menggunakan termometer.
6) Memasukan ekstrak daun pepaya yang ada pada:
a) Tabung ke 1 tabung A , tutup dengan ibu jari, amati jumlah gelembung
yang dihasilkan, uji dengan lidi yang membara, amati perubahan yang
terjadi pada bara api.
b) Tabung 2 ke tabung B, tabung ke 3 ke C dan tabung keempat ke D
Ulangi langkah berikutnya seperti pada tabung 1
c) Perangakat dalam percobaan

1 ml ekstrak

1 ml ekstrak

1 ml ekstrak

1 ml ekstrak

daun pepaya

daun pepaya

daun pepaya

daun pepaya

& 10 tetes HCl

& 10 tetes NaOH

yang dipanaskan

(20%)

1ml H2O2

1ml H2O2

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

1ml H2O2

1ml H2O2

Page 8

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1

Hasil Pengamatan

NO

Perlakuan 1

Gelembung gas

Bara api

Ekstrak daun pepaya + H2O2

++

Nyala

Ekstrak daun pepaya + HCL + H2O2

Tidak Nyala

Ekstrak daun pepaya + NaOH + H2O2

++

Tidak Nyala

Tidak Nyala

Gelembung gas

Bara api

+++

Nyala

Ekstrak daun pepaya + dipanaskan 65 C +

H2O2

NO

Perlakuan 2

Ekstrak ubi + H2O2

Ekstrak ubi + HCL + H2O2

Tidak Nyala

Ekstrak ubi + NaOH + H2O2

++

Nyala

Ekstrak ubi + dipanaskan 650C + H2O2

Tidak Nyala

Keterangan : Kolom gelembung gas

: ++++ banyak sekali


: +++ banyak

Kolom bara api

4.2

: ++

sedang

:+

sedikit

: Nyala atau Tidak

Analisa data

1. Ekstrak daun papaya


Ekstrak daun papaya + H2O2 : pada percobaan ini gelembung yang

dihasilkan sedang dan bara api menyala.


Ekstrak daun papaya + HCl + H2O2 : pada percobaan ini sedikit

gelembung yang dihasilkan dan bara api tidak menyala.


Ekstrak daun papaya + NaOH + H2O2 : pada percobaan ini gelembung

yang dihasilkan sedang dan bara api tidak menyala.

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 9

Ekstrak

daun papaya + dipanaskan + H2O2 : pada percobaan ini

sedikit gelembung yang dihasilkan dan bara api tidak menyala.


2. Ekstrak ubi
Ekstrak ubi + H2O2 : pada percobaan ini gelembung yang dihasilkan

banyak dan bara api menyala.


Ekstrak ubi + HCl + H2O2 : pada percobaan ini sedikit gelembung yang

dihasilkan dan bara api tidak menyala.


Ekstrak ubi + NaOH + H2O2 : pada percobaan ini gelembung yang

dihasilkan sedang dan bara api menyala.


Ekstrak ubi + dipanaskan + H2O2 : pada percobaan ini sedikit

gelembung yang dihasilkan dan bara api tidak menyala.

4.3

Pembahasan
Dari hasil pengamatan kami, ekstrak ubi mengandung enzim katalase
yang lebih banyak dibandingkan dengan ekstrak pepaya. Karena pada saat
keadaan suhu normal (suhu ruangan) dan pH netral kedua ekstrak tersebut
sama-sama menghasilkan gelembung dan bara api. Namun, pada ekstrak ubi
gelembung yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan pada ekstrak daun
papaya. Selain itu dari hasil pengamatan kami, enzim katalase dapat bekerja
optimum pada suhu ruangan 400C dan pH netral. Karena pada percobaan
yang kami lakukan apabila ekstrak daun papaya dan ubi dicampurkan dengan
HCl, NaOH atau dipanaskan dengan suhu 650C, maka gelembung yang
dihasilkan sedikit dan bara api tidak menyala atau menyala sedikit.

4.4

Jawaban Soal
Pertanyaan :
1.

Jelaskan variable pada eksperimen :


a. Variabel bebas (manipulasi)
b. Variable terikat (respon)
c. Variable control

2. Mengapa dalam percobaan ini digunakan H2O2 sebagai substratnya?


3. Bandingkan antara hasil pengamatanmu menggunakan ekstrak daun papaya
dengan ekstrak ubi? Dan beri alasan!

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 10

4. Berdasarkan eksperimen, perlakuan manakah yang paling banyak menghasilkan


gelembung gas? Jelaskan menurut pendapatmu!
5. Pada percobaan, dari manakah gelembung gas dihasilkan?
6. Apakah peranan enzim katalase pada eksperimen tersebut?
7. Organel apakah yang berperan dalam percobaan tersebut?
8. Sebutkan faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase pada eksperimen?
9. Berdasarkan eksperimen uji enzim katalase. Menurut pendapatmu buatlah
kesimpulan dari eksperimen tersebut !
Jawaban :
1. a. Variabel bebas (manipulasi) : NaOH, HCL, Suhu
b. Variabel terikat (respon)

: Gelembung gas dan bara api.

c. Variabel control

: H2O2, ekstrak daun papaya, dan ekstrak ubi.

2. Karena H2O2 merupaka hydrogen peroksida yang berupa senyawa kimia yang
bersifat racun, sehinggga H2O2 dapat diuraikan atau dinetralkan menjadi

H2O (air) dan O2 (oksigen) dengan adanya enzim katalase.


3. Dari percobaan yang telah kami lakukan, pada suhu ruangan 350C dan ph

netral. Ekstrak ubi menghasilkan gelembung banyak dan bara api yang lebih
banyak. Sedangakan dengan ekstrak daun pepaya menghasilkan gelembung
sedang dan bara api. Hal ini membuktikan bahwa esktrak ubi memiliki enzim
katalase yang lebih banyak dibandingkan daun papaya..
4. Pada ekstrak ubi + H2O2
Karena H2O2 dapat diuraikan atau dinetralkan menjadi H2O (air) dan O2

(oksigen) dan membantu terjadinya pembakaran.


5. Gelembung gas dihasilkan dari gas O2 (oksigen). Dimana O2 terbentuk karena

adanya pemecahan reaksi H2O2

menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen).

Sehingga ketika bara api dimasukkan timbullah nyala api.


6. Berperan dalam menguraikan racun dari H2O2

menjadi H2O (air) dan O2

(oksigen).
7. Peroksisom, karena bekerja pada peroksida (mengandung enzim katalase).
8. Faktor yang mempengaruhi cara kerja enzim adalah faktor lingkungan.
Diantaranya, suhu, derajat keasaman (pH), inhibitor (penghambat),serta
konsentrasi enzim dan substrat.
pH : Enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal pada pH yang terlalu
asam ataupun basa. Enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.
Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 11

Suhu : Enzim katalase juga tidak dapat bekerja optimal pada suhu yang terlalu
tinggi maupun rendah. Enzim katalase akan bekerja optimal pada suhu 400C.
9. Dari percobaan yang kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa enzim
katalase berperan dalam penguraian racun dalam senyawa H2O2 menjadi H2O

(air) dan O2 (oksigen). Dimana kerja enzimnya dipengaruhi oleh :


pH : Enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal pada pH yang terlalu
asam ataupun basa. Enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.
Suhu : Enzim katalase juga tidak dapat bekerja optimal pada suhu yang terlalu
tinggi maupun rendah. Enzim katalase akan bekerja optimal pada suhu 400C.

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 12

BAB V
PENUTUP
5.1.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang telah kami lakukan,

dapat diambil kesimpulan bahwa cara kerja enzim katalase berperan dalam
penguraian H2O2 menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen). Selain itu enzim katalase juga
dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ph dan suhu. Dimana enzim katalase akan
bekerja secara optimal pada ph yang netral dan suhu 400C. pada percobaan ini
dibuktikan dengan adanya gelembung dan bara api yang menyala.

5.2.

Saran
Sebaiknya dalam melakukan praktikum harus berhati-hati karena senyawa-

senyawa seperti HCl, NaOH dan H2O2 apabila terkena tangan atau kulit dapat
menimbulkan iritasi pada kulit sebaiknya menggunakan sarung tangan. Dan juga
berhati hati saat memasukan bara api pada lidi kedalam tabung reaksi, karena yang
dimasukan adalah bara apinya bukan nyala apinya.

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 13

DAFTAR PUSTAKA
http://carapedia.com/kerja_enzim_info2562.html
http://biologi.blogsome.com/2011/08/16/metabolisme/
http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2009674-factor-faktor-yang-mempengaruhikerja/#ixzz27ZWsOZez

http://www.kesehatan123.com/3579/peran-dan-kerja-enzim-katalase/

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 14

LAMPIRAN

Alat & Bahan

Ekstrak Daun Pepaya

Reaksi yang tidak menghasilkan busa

Mencampurkan NaOh ke dalam H2O2

Ekstrak Ubi

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Page 15

Menuangkan H2O2 ke dalam ekstrak ubi

Reaksi menghasilkan busa sedang

Laporan Praktikum Uji Enzim Katalase

Reaksi menghasilkan busa banyak

Reaksi tidak menghasilkan busa

Page 16