Anda di halaman 1dari 11

17 PERBEDAAN SUNII (ASWAJA) DGN SYIAH

Oleh Von Edison Alouisci (Islam Sunii Madzab Syafi`i)


Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan
Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiy
ah Furu iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Syaf
i i dengan Madzhab Maliki.
Karenanya dengan adanya ribut-ribut masalah Sunni dengan Syiah, mereka berpendap
at agar perbedaan pendapat tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.
Oleh karena itu, disaat Muslimin bangun melawan serangan Syiah, mereka menjadi p
enonton dan tidak ikut berkiprah.
Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan m
ereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja fariyah). Sehingga apa yan
g mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.
Semua itu dikarenakan kurangnya informasi pada mereka, akan hakikat ajaran Syiah
Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja fariyah). Disamping kebiasaan berkomentar, sebelum m
emahami persoalan yang sebenarnya.
Sedangkan apa yang mereka kuasai, hanya bersumber dari tokoh-tokoh Syiah yang se
ring berkata bahwa perbedaan Sunni dengan Syiah seperti perbedaan antara Madzhab
Maliki dengan Madzhab Syafi i.
Padahal perbedaan antara Madzhab Maliki dengan Madzhab Syafi i, hanya dalam masala
h Furu iyah saja. Sedang perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imami
yah Itsna Asyariyah (Ja fariyah), maka perbedaan-perbedaannya disamping dalam Furu
u juga dalam Ushuul.
Rukun Iman mereka berbeda dengan rukun Iman kita, rukun Islamnya juga berbeda, b
egitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian
besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur an mereka juga berbeda dengan Al-Qur an kita (
Ahlussunnah).
Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur ann
ya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.
Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa S
yiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja fariyah) adalah satu agama tersendiri.
Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian
dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah
Itsna Asyariyah (Ja fariyah).
1. Rukun Islam
Rukun Islam Ahlussunnah kita ada 5:
1.
Syahadatain
2.
As-Sholah
3.
As-Shoum
4.
Az-Zakah
5.
Al-Haj
Rukun Islam Syiah juga ada 5 tapi berbeda:
1.
As-Sholah
2.
As-Shoum
3.
Az-Zakah
4.
Al-Haj
5.
Al wilayah

2. Rukun Iman
Rukun Iman Ahlussunnah ada enam:
1.
Iman kepada Allah
2.
Iman kepada Malaikat-malaikat Nya
3.
Iman kepada Kitab-kitab Nya
4.
Iman kepada Rasul Nya
5.
Iman kepada Yaumil Akhir / hari kiamat
6.
Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Rukun Iman Syiah ada 5 :
1.
At-Tauhid
2.
An Nubuwwah
3.
Al Imamah
4.
Al Adlu
5.
Al Ma ad
3. Syahadat
3. Syahadat
.Ahlussunnah mempunyai Dua kalimat syahada, yakni: Asyhadu An La Ilaha Illallah w
a Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah .
Syiah mempunyai tiga kalimat syahadat, disamping Asyhadu an Laailaha illallah, wa
asyhadu anna Muhammadan Rasulullah , masih ditambah dengan menyebut dua belas ima
m-imam mereka.
4. Imamah
Ahlussunnah meyakini bahwa para imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah im
am-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.
Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak d
ibenarkan.
Syiah meyakini dua belas imam-imam mereka, dan termasuk rukun iman. Karenanya or
ang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-or
ang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.
5. Khulafaur Rasyidin
Ahlussunnah mengakui kepemimpinan khulafaurrosyidin adalah sah. Mereka adalah: a
) Abu Bakar, b) Umar, c) Utsman, d) Ali radhiallahu anhum
Syiah tidak mengakui kepemimpinan tiga Khalifah pertama (Abu Bakar, Umar, Utsman
), karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam
Ali sendiri membai at dan mengakui kekhalifahan mereka).
6. Kemaksuman Para Imam
Ahlussunnah berpendapat khalifah (imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempuny
ai sifat Ma shum. Mereka dapat saja berbuat salah, dosa dan lupa, karena sifat ma sh
um, hanya dimiliki oleh para Nabi. Sedangkan kalangan syiah meyakini bahwa 12 im
am mereka mempunyai sifat maksum dan bebas dari dosa.
7. Para Sahabat
Ahlussunnah melarang mencaci-maki para sahabat. Sedangkan Syiah mengangggap bahw
a mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa, bahkan berkeyakinan, bahwa para sahab
at setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa oran
g saja. Alasannya karena para sahabat membai at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khali
fah.
8. Sayyidah Aisyah
Sayyidah Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai oleh Ahlussunnah.
Beliau adalah termasuk ummahatul Mu minin. Syiah melaknat dan mencaci maki Sayyi
dah Aisyah, memfitnah bahkan mengkafirkan beliau.
9. Kitab-kitab hadits
Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubuss

ittah : Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan At-Tirmidz, Sunan
Ibnu Majah dan Sunan An-Nasa i. (kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan diba
ca oleh kaum Muslimin sedunia).
Kitab-kitab hadits Syiah hanya ada empat : a) Al Kaafi, b) Al Istibshor, c) Man
Laa Yah Dhuruhu Al Faqih, dan d) Att Tahdziib. (Kitab-kitab tersebut tidak bered
ar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).
10. Al-Quran
Menurut Ahlussunnah Al-Qur an tetap orisinil dan tidak pernah berubah atau diubah.
Sedangkan syiah menganggap bahwa Al-Quran yang ada sekarang ini tidak orisinil.
Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah).
11. Surga
Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang
eraka diperuntukkan bagi orang-orang yang
Menurut Syiah, surga hanya diperuntukkan
m Ali, walaupun orang tersebut tidak taat
ukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam
da Rasulullah.

taat kepada Allah dan Rasul Nya. dan N


tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.
bagi orang-orang yang cinta kepada Ima
kepada Rasulullah. Dan neraka diperunt
Ali, walaupun orang tersebut taat kepa

12. Raj ah
Aqidah raj ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj ah ialah besok di akhir zaman
sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan bala
s dendam kepada musuh-musuhnya.
Raj ah adalah salah satu aqidah Syiah, dimana diceritakan bahwa nanti diakhir zama
n, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah u
ntuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.
Setelah mereka semuanya bai at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bak
ar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mat
i seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali, sebagai balasan atas perbuatan j
ahat mereka kepada Ahlul Bait.
Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri, yang berlainan dengan Imam Mahdi yang
diyakini oleh Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.
13. Mut ah
Mut ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram. Sementara S
yiah sangat dianjurkan mut ah dan hukumnya halal. Halalnya Mut ah ini dipakai oleh g
olongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya
Mut ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.
14. Khamr
Khamer (arak) najis menurut Ahlussunnah. Menurut Syiah, khamer itu suci.
15. Air Bekas Istinjak
Air yang telah dipakai istinja (cebok) dianggap tidak suci, menurut ahlussunnah (
sesuai dengan perincian yang ada). Menurut Syiah air yang telah dipakai istinja (
cebok) dianggap suci dan mensucikan.
16. Sendekap
Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah. Menur
ut Syiah meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri sewaktu shalat dapat membata
lkan shalat. (jadi shalatnya bangsa Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh ora
ng-orang Syiah dihukum tidak sah dan batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas
tangan kiri).
17. Amin Sesudah Fatihah
Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah. Menurut Sy
iah mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah da
n batal shalatnya. (Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah,
karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

Demikian telah kami nukilkan beberapa perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljam
aah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja fariyah). Harapan kami semoga pe
mbaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya pemba
ca yang mengambil keputusan (sikap).
Masihkah mereka akan dipertahankan sebaga Muslimin dan Mukminin ? (walaupun deng
an Muslimin berbeda segalanya).
Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyara
kat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syi
ah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja fariyah) itu, disamping dalam Furuu (cabang-cabang
agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).
Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta
memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklu
mi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak
akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu
). Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-ora
ng yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.
Akhirnya, setelah kami menyampaikan perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah denga
n Syiah, maka dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Alim Ulama serta para
tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai
kesesatan ajaran Syiah. Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahl
ussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta l
ebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang sela
lu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.
Selanjutnya kami mengharap dari aparat pemerintahan untuk lebih peka dalam menan
gani masalah Syiah di Indonesia. Sebab bagaimanapun, kita tidak menghendaki apa
yang sudah mereka lakukan, baik di dalam negri maupun di luar negri, terulang di
negara kita. Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Sy
iah dan aqidahnya. Amin.
Sumber: Albayyinat
_________________________________________________
SEBAGIAN CONTOH PERBEDAAN ANTARA ASWAJA DENGAN WAHABI

Penulis : Von Edison Aloui


sci
Mungkin org org yang awam tidak begitu menyadari perbedaan besar antara akidah
yang dijalani Ahlusunnah wal jamaah dengan Akidah Ala wahabi. Sehingga sebagian
diantarnya ada yang berhujah dengan keduanya karna tidak bisa membedakannya dan
akibatnya..terjadi kerancuan bahkan menimbulkan kesalah pahaman yang makin besa
r.org org semacam ini..hanya mengikuti saja pendapat sebagian org tanpa berfiki
r jauh jika ada hal yang salah dalam pemahamnnya.
Lucunya lagi ada yang mengaku Ahlusunnah wal jama`ah..namun apa yang ia sampaika
n..justru paham paham wahabi. Ada pula wahabi wahabian..alias pengikut taglid ya
ng sebenarnya tidak byk paham akidah wahabi namun kemudian malah apa yang ia uta
rakan..justru paham paham Ahlususnnah wal jama`ah...yang dia anggap itu ajaran w

ahabi.dan celakanya lagi ia ngotot mempertahankannya dgn mengatakan


h wahabi yang benar.

Inilah akida

Untuk memahami apa sebenarnya yang menjadi pokok persoalan antara ahlusunnah wal
jam`ah dgn wahabi,berikut ini penulis mencoba menjelaskan sebagian dari permasa
lahan itu
1 Persoalan : Maha Suci Allah daripada bersifat duduk atau bersemayam
Pendapat Aswaja : Menganggap atau mengatakan bahwa Allah duduk atau bersemayam d
i atas arasy atau di atas kursi Adalah suatu hal yang keliru karna yang demikian
itu adalah sifat makhluk Allah bukan sipat Allah.
DALILNYA : Firman Allah Ta ala: "Dia(Allah) tidak menyerupai sesuatu pun daripada
makhlukNya,baik dari satu segi maupun dari semua segi, dan tidak ada sesuatu pu
n yang menyerupaiNya"(Asyura ayat:11)
pendapat Wahabi : Wahabi menyamakan Allah dengan manusia dan juga binatang.Mere
ka berkata: Allah duduk di atas kursi
RUJUKANNYA : lihat Kitab mereka: Fathul Majid,Karangan Abdul Rahman bin Hasan
bin Mohd bin Abdul wahab,m/s:356,Cetakan Darul Salam,Riyadh. (Arab saudi)
2. Persoalan : Maha suci Allah daripada anggota dan jisim
Pendapat Aswaja : Allah Ta ala tidak sama dengan makhlukNya, Dia tidak mempunyai a
nggota dan jisim sebagaimana Yang dimiliki oleh makhluk.
DALILNYA :. Firman Allah Ta ala:_ ??? ????? ??
Maksudnya: "Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatu pun dari makhlukNya baik dari s
atu segi maupun dari semua segi, dan tidakada sesuatu pun yang menyerupaiNya".(A
syura ayat:11)
Pendapat Wahabi : Ibnu Baz berkata: penafian jisim dan anggota bagi Allah adalah
suatu yang dicela
Rujukannya : lihat Kitabnya : Tanbihat Fi Rod Ala Man Taawwal Sifat,m/s: 19, kar
angan Ibnu Baz, terbitan :Riasah Ammah lilifta'Riyadh. (Arab saudi)
3.Persoalan : Maha suci Allah dari tempat
Pendapat Aswaja : Allah Ta ala wujud tanpa tempat, karena Dia yang menjadikan temp
at yang mempunyai batasan batasan,kadar tertentu dan bentuk sedangkan Allah tid
ak bisa disifatkan sedemikian.
Dalilnya : Sabda Nabi: "Allah wujud pada azal(adaNya tanpa permulaan),dan belum
wujud sesuatu selainNya"H.R al-Bukhari,isnad sahih
Pendapat Wahabi : Ibnu Baz mengatakan bahwa zat Allah Ta ala itu di atas arasy
salah satu rujukannya : Lihat Majalah Haji, Nomor 49, juzuk 11 tahun 1415 hijr
ah,m/s :73 -74 Makkah. (Arab saudi)
4. Persoalan : tentang Abu jahal dan Abu lahab
Pendapat Aswaja : Abu jahal dan Abu lahab bukanlah dari kalangan orang Islam seb
agaimana di jelaskan dalam Alquranul kariim dan tidak bisa terbantahkan kekuatan
firman Allah.
Dalilnya : Firman Allah Ta ala mengenai Abu lahab:Maksudnya: kelak dia akan masuk
ke dalam api yang menyala-nyala.(Almasad ayat: 3
Pendapat Wahabi : Wahabi mengatakan bahwa Abu jahal lebih mulia dan mengamalkan

serta peng-ESA-an tauhid mereka kepada Allah daripada orang Islam umumnya yang
mengucap dua kalimah syahadah. ( yang dimaksudkan dengan orang Islam di sini ia
lah mereka yang bertawassul dengan wali-wali dan para solihin dimana pengertian
tawasul menurut wahabi seperti menyembah berhala,Batu,org mati atau sejenisnya )
Rujukan mereka : Lihat Kitab mereka: Kaifa Nafham Attauhid,Karangan Mohd Basmir
,m/s: 16 Riyadh. (Arab saudi)
5.Persoalan : tentang Ulama Asya irah dan Maturidiah
Pendapat Aswaja : Pengikut Asya irah dan Maturidiah adalah golongan (Ahlus Sunnah
wal jama'ah)
Rujukannya : Al hafiz Murtadha Azzabidi.berkata: jika disebut Ahlus sunnah wal- j
amaah yang dimaksudkannya ialah Asyairah dan Maturidiah kitab: Ithaf sadatil Mut
taqin
Pendapat Wahabi : Sholeh bin Fauzan (wahabi) berkata: pengikut Asya irah dan Maturid
i tidak layak digelar sebagai Ahlussunnah wal jamaah
Rujukannya : Kitabnya: Min Masyahir Almujaddidin Fil Islam,m/s: 32, terbitan:Ria
sah Ammah lilifta Riyadh. (Arab saudi)
6.persoalan : Nabi Adam
Pendapat Aswaja : Ijma' ulama mengatakan bahawa Adam adalah nabi
Dalilnya :"dari Abi umamah, seorang lelaki bertanya nabi: "wahai
rasulullah adakah Adam itu seorang nabi"? Beliau menjawap: "ya, diturunkan wahyu
kepadanya H.R Ibnu Hibban.
Pendapat Wahabi : Wahabi mengatakan bahwa Adam bukanlah nabi ataupun rasul
Rujukannya : kitab mereka: Al-iman Bil Anbiya Jumlatan,Karangan: Abdullah bin Zai
d,cetakan Maktabah Islami, Beirut.
7.Persoalan : Pengikut pengikut Imam Asy ari
Pendapat Aswaja : Pengikut-pengikut Imam Asy ari adalah golongan umat Islam
dalilnya : Ahlus Sunnah wal Jama' ah di kalangan umat Islam di seluruh dunia adala
h golongan asy ari dan maturidi dan tidak dkatakan Islam jika mereka tidak menguca
pkan dua kalimah shahadat sebagi tanda keislaman.sedangkan perkara kadar keIma
n mereka hanya Allah yang memutuskan.
Pendapat Wahabi : Wahabi berdusta dengan mengatakan bahawa kebanyakan Ahlus Sunn
ah
mengkafirkan pengikut asya irah.
Rujukannya: Kitab mereka: Fathul Majid,Karangan: Abdul Rahman m/s 353 Terbitan m
aktabah Darul Salam, Riyadh. (Arab saudi)
8.Persoalan : Bersholawat atas Nabi
Pendapat Aswaja : Boleh melafazkan selawat atas Rasulullah.dan hal lain yang p
erlu diketahui, tidak sempurna Sholat seorang hamba Allah tanpa sholawat dan sal
am ketika duduk tahyat awal/akhir dan ketika mengakhiri sholat.
Dalilnya : Lafaz selawat ini tidak terbantahkan dengan penjelasan Al-quran da
n hadist
Pendapat wahabi : Ibnu Baz berkata: "lafaz selawat itu adalah syirik"
Rujukan mereka : lihat Kitab mereka: Kaifa Ihtadaitu Ila Tauhid,Karangan: Mohd
Jamil Zainu, m/s: 83 dan 89,Terbitan:Darul Fatah

9. Api neraka dan orang orang yang sunguh kafir.


Pendapat Aswaja : Api neraka tidak akan fana' ( binasa), dan azab siksaan terhad
ap orang-orang kafir akan berkekalan selama lamanya
Dalilnya : Firman Allah:
Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api y
ang menyala-nyala,mereka kekal di dalamnya selamalamanya,mereka tidak memperoleh
i perlindungan maupun penolong .(al Ahzab ayat: 65)
Pendapat Wahabi : Wahabi mengatakan bahwa api neraka itu akan binasa dan orang-o
rang kafir itu tidak diazab selama-lamanya.
Rujukannya : Kitab mereka Qaulul Mukhtar Li Fanainnar,Karangan: Abdul karim alh
amid,m/s : 8, (Arab saudi)
10.Persoalan : Allah Ta ala tidak sama dengan sesuatu yang baru
Pendapat Aswaja : Allah Ta'ala tidak menyerupai manusia kerana Dia pencipta mere
ka, dan pencipta itu tidak menyamai apa yang diciptakan ( makhluk), Dia bukanlah
zat yang bergambar, berbentuk dan tidak mempunyai kadar yang tertentu.
Dalilnya : Firman Allah :_ ??? ????? ??
Maksudnya: "Dia (Allah)tidak menyerupai sesuatu pun dari makhlukNya baik dari sa
tu segi mahupun dari semua segi, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupaiNya".(
Asyura ayat:11)
Pendapat Wahabi : Wahabi mendakwa bahwa Allah mencipta manusia sama dengan rupa
bentukNya.
Rujukannya : lihat asli Kitab mereka: Aqidah Ahlul Iman Fi Khalq Adam Ala Suratir
Rahman,Karangan: Mahmud Al Tuwaijiri,m/s: 76(Arab saudi)
(kitab ini dipuji oleh Ibnu baz)
11. Persoalan : Lafaz Laila Ha illallah
Pendapat Aswaja : Berzikir dengan lafaz ini sebanyak byknya adalah diharuskan
karna tercantum dalam printahNya.
Dalilnya : "Wahai orangorang yang beriman berzikirlah dengan menyebut nama Allah
, zikir yang sebanyak banyaknya".
(al Ahzab ayat: 41)
Pendapat: Wahabi berkata: ini adalah bid ah dari golongan yang jahil yang keluar da
ripada landasan syariat kepada zikir yang mensyirikan Allah
Dalilnya : Kitab mereka Halaqat Mamnu ah,Karangan: Husam Aqod, m/s: 25,terbitan Dar
ul Sahabah, Tonto.
12. Persoalan : Tarikat

tarikat sufi

Pendapat Aswaja : Tarikat-tarikat sufi adalah benar kecuali yang menyeleweng dar
i Al quran dan Sunnah
Dalilnya : Nabi bersabda:: "Barangsiapa yang mengadakan dalam Islam perkara yang
baik baginya pahala dan pahala bagi mereka yang beramal dengannya"H.R Muslim is
nad sahih
Pendapat Wahabi : Wahabi berkata: perangilah golongan sufi sebelum kamu memerangi
yahudi,sesungguhnya sufi itu adalah roh yahudi.
Rujukannya : Kitab mereka:Majmu ul Mufid Min Aqidatit Tauhid, m/s:102, Maktabah Dar
ul Fikr, Riyadh(Arab saudi)

13.persoalan : Makna istiwa'


Pendapat Aswaja : Allah Ta ala tidak disifatkan duduk di atas arasy
dalilnya : Setiap yang bersifat duduk di atas sesuatu itu sama sipat makhlukNya
baik lebih besar atau kecil dari, semua itu adalah sifat-sifat jisim yang mempu
nyai kadar yang tertentu, sedangkan Allah Ta ala maha suci dari perkara-Perkara te
rsebut. Dan tiadk mungkin sama dgn MakhlukNya . Allah berfirman Dia (Allah) tidak
menyerupai sesuatu pun dari makhlukNya baik dari satu segi maupun dari semua se
gi, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupaiNya".(Asyura ayat:11)
Imam al-Syafi iyy rahimahullah yang wafat pada 204 Hijriyyah pernah berkata:
Dalil bahawa Allah wujud tanpa tempat adalah Allah Ta ala telah wujud dan tempat pu
la belum wujud, kemudian Allah mencipta tempat dan Allah tetap pada sifat-Nya ya
ng azali sebelum terciptanya tempat, maka tidak harus berlaku perubahan pada zat
-Nya dan begitu juga tiada pertukaran pada sifat-Nya. Kenyataan Imam al-Syafi iyy in
i dinyatakan oleh Imam al-Hafiz Murtadha al-Zubaydiyy di dalam kitab beliau berj
udul Ithaf al-Sadah al-Muttaqin ( ??????? ?????? ????? ), juzuk kedua, mukasurat
36, cetakan Dar al-Kutub al- Ilmiyyah.
Pendapat Wahabi : Wahabi beriktikad bahwa Allah Ta ala duduk di atas arasy.
Rujukan mereka : Kitab mereka:Nazarot Wa Ta aqubat Ala Ma Fi kitab Assalafiah,Kara
ngan: Soleh Fauzan, m/s: 40 Darul Watan Riyadh.
14.Persoalan : Al Kursi
Pendapat Aswaja : Al Kursi adalah jisim yang besar berada di atas arasy, dicipta
oleh Allah tanpa berhajat kepadanya
dalilnya : Dan kursi milik Allah itu seluas langit dan bumi
Pendapat Wahabi : Kata Usaimin (wahabi): "Al Kursi itu adalah tempat letak kedua
kaki Allah".
dalilnya Kitabnya: Tafsir Ayat, Kursi,m/s: 19, Maktabah Ibnu Jauzi. (Arab saudi)
15. Persoalan : tentang Alam
Pendapat Aswaja : Alam itu jenisnya dan afradnya (benda-benda yang terdiri darip
adanya)semua itu adalah ciptaan Allah
dalilnya : Firman Allah:_ ??? ???? ?? ?? _
Maknannya:
Allah pencipta segala sesuatu .(Azzumar ayat: 62)
Pendapat Wahabi : sama dengan tanggapan ahli falsafah yang mengatakan bahawa jen
is alam itu adalah azali (tidak ada permulaan). Anggapan mereka ini memberi arti
bahwa sebelum kewujudan makhluk ini ada makhluk dan sebelumnya ada makhluk yang
lain dan begitulah seterusnya tanpa permulaan.
dalilnya : Kitab: Syarah Attohawiah,Karangan: Ibnu Abil Iz,m/s132, Maktabah Isla
mi,Beirut (kitab ini dipuji oleh Ibnu Baz)
16.Persoalan : Bertawasul dengan kemulian nabi
Pendapat Aswaja : Orang Islam dibolehkan berdoa dengan doa ini: Ya Allah denganke
mulian? nabi Muhammad sembuhkanlah penyakitku
dalilnya : Hadis doa keluar masjid: : Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu
dengan berkat kebenaran orang-orang yang meminta kepada Mu"H.R Ibnu Majah
pendapat wahabi : Soleh bin Fauzan dan selainnya dari golongan wahabi mengatakan

bahawa tidak boleh betawasul dengan kemulian nabi.


Dalilnya : Kitabnya: Attauhid,m/s: 70,Riyadh. (Arab saudi)
17. Persoalan : pernikahan
Pendapat Aswaja : Perempuan muslimah boleh Menikah dengan lelaki muslim walaupun
lalai dalam Sholat.
Dalilnya : Tidak menjadi kafir mereka yang meninggalkan sembahyang berjemaah (se
lagi mereka tidakmengatakan sembahyang itu tidak wajib), dan mereka boleh teta
p menikah dengan sesama mereka sesama muslim.
Pendapat Wahabi : Ibnu Baz berkata: tidak boleh menikah dgn mereka yang meninggalk
an sembahyang berjema ah
dalilnya : Kitab: Fatawal Mar ah,m/s: 103,Darul Watan, Riyadh. (Arab saudi)
18. Persoalan : Melafazkan bismillah ketika makan..
Pendapat Aswja : tidak ada larangan mengucapkan bismillah ketika mulai makan ata
u memulai suatu pekerjaan.
dalilnya : tidak ada satupun hadist yang menghramkan hal demikian
Pendapat Wahabi : membaca dengan sempurna bismillahi rokhmanirokhim..
adalah salah dan adalh bida h yang dicela dan harus dicegah.
Dalilnya : Kitab mereka:Akhto Syaiah,Karangan Mohd Zaino,m/s: 68 (Arab saudi)
19. Persoalan : Mentakwil ayatayat mutasyabihah nnas-nas Al quran yang tidak di
ketahui maknanya atau mengandungi lebih dari satu makna
tetapi perlu dilihat makna yang sesuai dengan ayat tersebut)
Pendapat Aswja : Boleh mentakwilkan ayat-ayat Al quran dan hadis-hadis Nabi yang
berbentuk mutasyabihat selagi takwil tersebut tidak menyimpang dengan Al Quran
dan bahasa quran itu sendiri.
Dalilnya : Ya Allah alimkanlah dia hikmah dan takwil Al quran"H.R Ibnu Majah.(Se
bahagian ulama salaf termasuk Ibnu Abbas mentakwil ayat-ayat mutasyabihah)
Pendapat Wahabi : Wahabi menyifatkan Ahlus Sunnah sebagai golongan kafir karen
a mentakwil ayat-ayat mutasyabihah
dalilnya : Kitab:Qawaidul Mithly,Karangan Usaimin,m/s : 45, Riyadh (Arab saudi)
20 Persoalan : Gerak Allah
pendapat Aswaja : Allah Ta ala tidak disifatkan dengan bergerak atau berpindah dar
i satu tempat ke tempat yang lain.aswaja tidak boleh menduga duga hal demikian.
dalilnya : telah bersepakat para ulama non wahabi bahwa pergerakan itu adalah d
ari sifat makhlukNya.
Pendapat wahabi : Wahabi mengatakan bahawa Allah bergerak. bergerak dari
sudut atas ke bawah dan dari bawah ke atas.
Dalilnya : Kitab mereka: Fatawa Aqidah,Karangan Usaimin,m/s: 742. (Arab saudi)
21.Persoalan : Menziarahi kubur Nabi dan kubur muslimin bagi wanita
Pendapat Aswaja : tidak ada larangan bagi wanita menziarahi kubur nabi dan kubu
r orang orang Islam
Dalilnya : Saidatuna Aisyah bertanya kepada Rasulullah: Apakah yang perlu dia (Ai
syah)katakan ketika menziarahi
kubur , maka Rasulullah menjawab: "katakanlah
?????? __ ??????? _ ? _ ?

??? _ ?? .. ??? .. ???? _H.R Muslim


Pendapat wahabi : Usaimin ( wahabi) berkata: perbuatan menziarahi kubur bagi perem
puan itu adalah haram,dosa besar dan kafir walaupun menziarahi kubur nabi
Dalilnya : Lihat kitab:Fatwa Muhimmah,m/s: 149-150, cetakan Riyadh. (Arab saudi)
22.Allah Ta ala tidak diliputi oleh enam arah penjuru (atas,bawah,kiri kanan,depan
dan belakang)
Pendapat Aswaja : Allah Ta ala ada tanpa diliputi oleh arah penjuru, adaNya tanpa
bertempat tidak di arasy dan tidak dilangit
Dalilnya :Rasulullah bersabda Engkau al zohir (setiap sesuatu menunjukan akan wuj
udNya), tidak ada sesuatu di atasMu, dan engkau Al Batin ( yang tidak dapat diba
yangkan),tidak ada sesuatu dibawahMu .H.R Muslim.Jadi jikalau tidak ada sesuatu di
atasNya dan di bawahNya berarti Allah tidak berada di tempat.
Imam yang terkenal dengan karangan kitab aqidah beliau berjudul Aqidah al-Tahawiy
yah ( ???????? ????? ) bernama Imam al-Hafiz Abu Ja far al-Tahawiyy wafat pada 321
Hijriyyah (merupakan ulama Salaf) telah menyatakan dalam kitab beliau tersebut
pada halaman 15, cetakan Dar al-Yaqin yang bermaksud:
Allah tidak berada (tidak diliputi) pada enam penjuru (atas, bawah, kanan, kiri,
depan, belakang) seperti sekalian makhluk. .
Pendapat Wahabi : Wahabi mengatakan bahwa zat Allah berada di atas arasy
Dalilnya : Kitab mereka:Fatawa Aqidah,Karangan Usaimin,m/s: 75.Ryad. (Arab saudi
)
23 Jenggot laki laki
Pendapat Aswaja : Memendekkan janggut yang panjang agar kelihatan rapi adalah d
ibolehkan.
dalilnya : Ibnu Omar (sahabat Nabi) pernah suatu ketika dia menggenggamkan jangg
utnya dan memotong janggut yang melebihi genggamannya itu.Riwayat: Abu Daud
Pendapat Wahabi : Wahabi mengatakan bahwa haram memotong janggut walaupun sediki
t pada semua keadaan,sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu pemimpin mereka
mereka Ibnu Baz.
dalilnya : lihat Kitabnya:Tahqiq Wal Idhoh Likasir Min Masail Alhaj Wal Umrah wa
zziarah,m/s: 16. (Arab saudi)
24. Meletakkan pelepah tamar di atas kubur
Pendapat Aswaja : Meletakan pelepah tamar atas kubur orang Islam adalah dibolehk
an
Dalilnya : Dalam riwayat Bukhari terdapat hadis yang menceritakan bahawa pernah
satu ketika nabi lalu di tepi dua kubur, kemudian
mengambil pelepah tamar lalu mematahkannya dan meletakkan setiap pelepah ke atas
dua kubur itu lalu bersabda:?? ???? ????? - ??
"mudah-mudahan diringankan azab mereka" H.R Bukhari isnad sahih(wahabi menghuku
m kafir Bukhari maka hadis ini di anggap Dlaif oleh Muhammad bin Abdul wahab pen
diri wahabi)
Pendapat wahabi : Ibnu Baz berkata: meletakan pelepah tamar di atas kubur bukanlah
suatu perkara yang disyariatkan
dalilnya : Lihat ktab aslinya
Ta'liq Ibnu Baz dalam kitab Fathul Bari,Darul Ma rif
ah, Beirut

25.persoalan : Madzab
Pendapat Aswaja : 4 madzab adalah generasi penerus akidah Ulama Salaf sebagaima
na penjelasn sunnah Rasullullah yang menjadi pembimbing umat islam kearah yang
benar menurut sunnah Rasulullah.dan bukan syirik
dalil : ijma kebanyakan ulama sepakat
Pendapat wahabi : Mengikut mana-mana mazhab adalah syirik.
Dalilnya : kitabnya al-Din al-Khalis ( ?????? ????? ), juzuk 1, halaman 140 dan
160, cetakan Dar al-Kutub al- Ilmiyyah.
26.Persoalan.Siti hawa Istri nabi Adam
Pendapat Aswaja : Istri nabi Adam adanlah ibu seluruh bani adam dan bukan pelaku
syirik
Dalilnya : Sunnah rasulullah dan Alquran Sudah jelas.
Pendapat Wahabi : Sesungguhnya syirik itu berlaku kepada Hawwa. .
Rujukannya : kitabnya al-Din al-Khalis ( ?????? ????? ), juzuk 1, .140 dan 160,
cetakan Dar al-Kutub al- Ilmiyyah
27.Persoalan apakah umat muslim terhukum kafir
Pendapat Aswaja : Tidak semua bisa dihukum kafir musyrik karna lalai dalam ibad
ah atau karna kesalahan yang tidak disengaja sesungguhnya manusia itu tidak lupu
t dari sipat lalai dan salah.kecuali dia keluar dari islam atau mendustakan Alla
h.
Pendapat Wahabi : Muhammad bin Abd al-Wahhab berkata: Aku membawa kepada kamu sem
ua agama yang baru dan manusia selain pengikutku adalah kafir musyrik.
dalilnya : kitabnya al-Durar al-Saniyyah Fi al-Radd Ala al-Wahhabiyyah ( ???????
? ??? ???? ?? ?????? ????? ), surat 42
Demikian sebagian contoh yang dapat penulis kemukakan. ada byk sekali perbedaan
antara keduanya..terutama memahami perkara Bid`ah walaupun keduanya sama sama
sepakat mengakui adanya Bid`ah dan pada uraian ini hanya sekedar bahan renungan
kita atas hujah hujah para Ulama Ahlsuunnah wal jama`ah dan Wahabi.dan pada Akhi
rnya..silahkan anda analisa sendiri apa yang anda anggap benar dan menyimpang da
n dari uraian diatas sbenarnya cukup terlihat.perbedaannya dalam hujah satu sis
i..dgn hadist dan qur`an, disisi lain dgn kitab Ulama pemimpin mereka yang bisa
anda lihat sendiri kitab Aslinya.jika anda berada di Arab silahkan kunjungi Perp
ustakaan kerajaan saudi dan buku buku agama golongan wahabi di pusat perbelanjaa
n di jeddah dan syukur jika terdapat di indonesia