Anda di halaman 1dari 11

Bab I

Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Dalam kehidupan manusia, kebersihan merupakan sesuatu yang sangat
penting. Selain dari manusia sendiri, kebersihan juga ditunjang oleh suatu hal
yang dapat menambah nilai kebersihan. Salah satunya adalah penggunaan sabun
dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam berbagai kegiatan, manusia sering
menggunakan sabun, saat mencuci, mandi, maupun pun saat membersihkan
lantai rumah.
Sabun merupakan zat yang mengandung bahan kimia didalamnya. Sabun
digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membersihkan badan atau
pakaian. Karena sifat sabun yang dapat mengangkat kotoran dari badan dan
pakaian. Selain itu, sabun juga bisa melembabkan dan melembutkan kulit,
menyejukkan dan meminyaki sel-sel kulit serta menghasilkan bau harum yang
sangat beragam dan warna yang berbeda-beda. Setiap orang menyukai bau
harum dan warna yang berbeda-beda. Sehingga jika kita menginginkan bau
harum sesuai keinginan kita, maka kita harus berusaha untuk mewujudkan hal
itu. Oleh karena itu, sebaiknya kita dapat membuat sabun sendiri. Karena sabun
buatan sendiri lebih lembut dari sabun buatan industri (dapat mencocokkan
dengan jenis kulit kita), dan dengan membuat sabun sendiri kita bisa
mendapatkan apa yang diinginkan, baik warnanya, harumnya atau biarkan apa
adanya / alami. Kualitas sabun buatan sendiri juga dapat melebihi kualitas sabun
buatan pabrik, karena kita tahu apa saja yang terdapat dalam sabun buatan
sendiri.
Berkaitan dengan hal itu, maka kami melakukan praktikum untuk
membuat sabun secara sederhana.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan sabun lunak?
2. Apa saja alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun?
3. Bagaimana cara pembuatan sabun secara sederhana?
1

4. Apa saja kandungan yang harus terdapat dalam sebuah sabun?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian sabun khususnya sabun lunak
2. Mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun
3. Mengetahui cara pembuatan sabun secara sederhana
4. Mengetahui apa saja kandungan yang harus terdapat dalam sebuah sabun

1.4 Manfaat
1. Memberi informasi kepada orang lain tentang pengertian sabun lunak
2. Memberi informasi kepada orang lain tentang alat dan bahan yang
digunakan dalam pembuatan sabun
3. Memberi informasi kepada orang lain tentang cara pembuatan sabun
secara sederhana yang dapat dilakukan sendiri
4. Memberi informasi tentang kandungan zat yang harus ada dalam setiap
sabun sehingga dapat membuat sabun secara sederhana

Bab II
Kajian Pustaka
Sabun adalah salah satu senyawa kimia tertua yang pernah dikenal. Sabun
berasal dari pengembangan campuran antara senyawa alkali dan lemak/minyak. Bahan
pembuatan sabun terdiri dari dua jenis, yaitu bahan baku dan bahan pendukung. Bahan
baku dalam pembuatan sabun adalah minyak atau lemak dan senyawa alkali (basa).
Bahan pendukung dalam pembuatan sabun digunakan untuk menambah kualitas produk
sabun, baik dari nilai guna maupun dari daya tarik. Bahan pendukung yang umum
dipakai dalam proses pembuatan sabun di antaranya natrium klorida, natrium karbonat,
natrium fosfat, parfum, dan pewarna.
Sabun bermanfaat untuk mengemulsi kotoran berminyak sehingga dapat
dibuang dengan pembilasan. Kemampuan ini disebabkan oleh dua sifat sabun rantai
hidrokarbon sebuah molekul sabun bersifat nonpolar sehingga larut dalam zat non
polar, seperti tetesan-tetesan minyak dan ujung anion molekul sabun, yang tertarik dari
air, ditolak oleh ujung anion molekul-molekul sabun yang menyembul dari tetesan
minyak lain. Karena tolak menolak antara tetes sabun-minyak, maka minyak itu tidak
dapat saling bergabung tetapi tersuspensi. (Ralph J. Fessenden, 1992)
Molekul sabun terdiri atas rantai hidrokarbon dengan gugus

COO- pada

ujungnya. Bagian hidrokarbon bersifat hidrofob artinya tidak suka pada air atau tidak
mudah larut dalam air, sedangkan gugus COO- bersifat hidrofil, artinya suka akan air,
jadi dapat larut dalam air. Oleh karena adanya dua bagian itu, molekul sabun tidak
sepenuhnya larut dalam air, tetapi membentuk misel yaitu kumpulan rantai hidrokarbon
dengan ujung yang bersifat hidrofil dibagian luar (poejiadi, 2007).
Dilihat dari jenisnya, sabun dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Sabun Lunak
Sabun lunak adalah sabun yang mengandung ion kalium karena dalam proses
pembuatannya, basa yang digunakan adalah kalium hidroksida. Sabun jenis ini
disebut sabun lunak karena memang kalium hidroksida memiliki sifat pemutih
(bleaching) yang lebih lunak daripada natrium hidroksida yang digunakan pada
3

sabun keras. Contoh sabun lunak adalah semua produk sabun mandi, sampo, dan
pasta gigi. Walaupun daya pembersihnya lebih rendah, sabun ini aman dan
cukup efektif untuk membersihkan kulit bayi. Sabun lunak mempunyai sifat
sebagai berikut :

Memiliki sifat pemutih yang lebih lunak


Mudah larut
Sukar mengering
Daya pembersihnya lebih rendah

2. Sabun Keras
Sabun keras adalah sabun yang mengandung ion natrium, karena dalam proses
pembuatannya digunakan natrium hidroksida (soda api atau kaustik soda).
Natrium hidroksida merupakan basa yang lebih keras daripada kalium
hidroksida. Daya pemutihnya sangat iritatif (bersifat melukai) terhadap kulit.
Oleh karena itu, sabun jenis ini tidak cocok untuk membersihkan tubuh, kecuali
bagian-bagian tertentu seperti telapak tangan yang memang berkulit lebih tebal.
Contoh sabun keras adalah sabun colek (sabun krim).
Dalam pembuatan sabun, khususnya sabun lunak, diperlukan bahan yang berupa
minyak dan kalium hidroksida (KOH). Minyak yang dapat digunakan dalam pembuatan
sabun antara lain palm oil (minyak kelapa sawit), coconut oil (minyak kelapa), tallow
(lemak sapi atau domba yang dihasilkan oleh industri pengolahan daging sebagai hasil
samping), lard (minyak babi yang masih mengandung minyak tak jenuh), palm kernel
oil (minyak inti kelapa sawit), palm oil stearine (minyak sawit stearin), marine oil,
castor oil (minyak jarak), olive oil (minyak zaitun) serta campuran minyak dan lemak.
Akan tetapi, dalam pembuatannya sering menggunakan minyak kelapa sawit,
minyak kelapa, dan minyak zaitun. Minyak kelapa sawit akan membuat sabun bersifat
keras dan sulit berbusa. Sehingga ditambahkan campuran bahan lain. Sedangkan
minyak kelapa memiliki kandungan asam lemak jenuh yang tinggi, sehingga minyak
kelapa tahan terhadap oksidasi yang menimbulkan bau tengik. Dan minyak zaitun dapat
membuat sabun menjadi keras tetapi lembut bagi kulit.

Proses pembuatan sabun dikenal dengan proses saponifikasi. Proses ini


melibatkan minyak atau lemak dan KOH atau NaOH. Berikut merupakan reaksi kimia
pembuatan sabun secara umum, (yang dicontohkan adalah senyawa NaOH)
4

Pada sabun lunak, reaksi saponifikasinya sebagai berikut:


Minyak

3KOH

3RCOOK

Gliserol

Bab III
Metodologi Penelitian
3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Praktikum pembuatan sabun ini dilaksanan pada,
hari

: Sabtu

tanggal

: 2 Juni 2012

pukul

: 12.30 15.30 WIB

tempat

: ruang kimia B R-SMA-BI Negeri 2 Lumajang

acara

: praktikum kimia pembuatan sabun

3.2 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum antara lain:
1. Neraca lengan
2. Gelas beker
3. Pengaduk
4. Gelas ukur
5. Pipet
6. Lumpang
7. Alu
8. Kaca arloji
9. Hand scoon

3.3 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum antara lain:
1. 340 g minyak sawit
2. 170 g minyak kelapa
3. 50 g minyak zaitun
4. 122 g KOH
5. 250 g aquades
6. 10 cc fragrance (pewangi)
6

7. 10 cc pewarna

3.4 Cara Kerja


Cara dalam pembuatan sabun antara lain:
1. Siapkan alat dan bahan
2. Timbang KOH sebanyak 122 g dengan menggunakan neraca lengan
3. Tumbuk KOH hingga halus menggunakan lumpang dan alu
4. Ambil gelas ukur dan tuang minyak kelapa sampai 170 gr atau sebanyak
77,2 ml
5. Ambil gelas ukur dan tuang minyak sawit sampai 340 gr atau sebanyak
154,5 ml
6. Ambil gelas ukur dan tuang minyak zaitun sampai 50 gr atau sebanyak
22,7 ml
7. Ambil gelas ukur dan tuang aquades sampai 250 gr atau sebanyak 113,6
ml
8. Tuangkan aquades ke dalam gelas beker
9. Kemudian masukkan KOH ke dalam gelas beker yang berisi aquades
secara perlahan-lahan lalu diaduk dan tunggu hingga campuran berubah
menjadi suhu ruang
10. Kemudian diaduk, dan tuang minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak
zaitun ke dalam gelas beker tersebut
11. Aduk hingga merata dan bentuknya menjadi kental
12. Tambahkan pewarna sedikit demi sedikit
13. Selanjutnya tambahkan pewangi sedikit demi sedikit
14. Aduk hingga benar-benar tercampur
15. Setelah tercampur, kita akan mendapatkan minyak yang tidak tercampur
dengan adonan sabun tersebut
16. Kemudian pisahkan dengan cara menyaring adonan sabun hingga tidak
ada lagi minyak yang keluar
17. Lalu letakkan adonan sabun pada tempat yang disediakan
18. Diamkan beberapa hari dan sabun siap digunakan

Bab IV
Hasil dan Pembahasan
4.1 Hasil
Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat diambil data sebagai berikut:
No.

Indikator

Hasil Praktikum

Warna

Sabun berwarna merah bela

Bau

Sabun berbau wangi seperti fragrance yang


ditambahkan

Bentuk

Lunak, tetapi setelah 3 hari sabun tersebut


mengeras

Busa

Menghasilkan banyak busa

Kelembapan

Kesat di tangan

Efek Samping

Tidak ada

4.2 Pembahasan
1. Warna
Saat melakukan penelitian, ketika KOH dicampur aquades
larutan menjadi warna putih. Tetapi setelah didiamkan sampai
bersuhu ruang, larutan menjadi tidak berwarna. Dan setelah
dicampur minyak, warna menjadi kuning. Setelah diaduk sampai
rata, ditetesi pewarna biru dan setelah diaduk warna menjadi
hijau lumut. Warna berubah menjadi hijau lumut karena sifat
warna yang jika warna kuning dicampur menjadi biru, maka akan
menjadi warna hijau. Dan kami pun menetesi warna merah, dan
setelah tercampur rata warna sabun menjadi merah cerah. Warnawarna tersebut bisa berubah-ubah karena faktor suhu saat
pembuatan sabun tersebut dan faktor dari sifat warna itu sendiri.
2. Bau
Dalam praktikum digunakan pewangi yaitu pewangi sintetis
berupa bibit parfum dan sabun yang kami hasilkan dari
8

praktikum ini menghasilkan bau yang sesuai dengan fragrance


yang kami tambahkan. Dalam penambahan ini, ditambahkan
pewangi sesuai selera. Sehingga sabun yang dibuat atau
dihasilkan

masing-masing

kelompok

berbeda-beda

untuk

masalah kewangiannya.
3. Bentuk
Setelah dilakukan praktikum, sabun yang kami hasilkan awalnya
berbentuk lunak (kental). Tetapi setelah didiamkan beberapa hari
bentuk

sabun

menjadi

keras.

Hal

tersebut

dikarenakan

penambahan minyak sawit dan minyak zaitun. Minyak sawit


akan membuat sabun bersifat keras. Dan minyak zaitun juga
dapat membuat sabun menjadi keras tetapi lembut bagi kulit
4. Busa
Sabun yang kami buat, setelah diuji coba menghasilkan banyak
busa. Busa ini didapatkan karena didalam molekul sabun terdapat
carboxyl radikal yang mudah menyatu dengan air dan zat
hidrokarbon yang mudah menyatu dengan minyak. Saat sabun
dibasahi, kedua molekul ini akan memisah kearah yang mereka
sukai yaitu minyak dan air, dan saat itu molekul sabun akan
membentuk lapisan tipis kemudian menjadi busa
5. Kelembapan
Sabun yang kami hasilkan setelah dilakukan uji coba mencuci
tangan ternyata mempunyai kelembapan yang cukup baik dan
membuat tangan menjadi kesat
6. Efek Samping
Sabun yang hasilkan, semula saat sabun tersebut masih lunak
kami melakukan uji coba mencuci tangan, dan tangan merasakan
sedikit panas dan sedikit gatal. Menurut literatur,

hal ini

dikarenakan sifat KOH itu sendiri. Sabun yang terbuat dari KOH
dapat di pakai 3 minggu setelah pembuatan. Tetapi setelah
didiamkan beberapa hari dan mengeras, sabun yang digunakan
tidak lagi membuat tangan merasa panas dan gatal. Akan tetapi,
lebih baik lagi sabun tersebut digunakan 3 minggu setelah
pembuatan.
9

Bab V
Penutup
5.1 Simpulan
Simpulan yang dapat diambil dari praktikum ini antara lain:
a. Sabun lunak adalah salah satu jenis sabun yang biasa digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Sabun lunak merupakan sabun yang mengandung
ion kalium karena dalam proses pembuatannya, basa yang digunakan
adalah kalium hidroksida. Sabun jenis ini disebut sabun lunak karena
memang kalium hidroksida memiliki sifat pemutih (bleaching) yang
lebih lunak daripada natrium hidroksida yang digunakan pada
pembuatan sabun keras.
b. Bahan yang digunakan sangatlah sederhana dan mudah untuk didapatkan
seperti minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun, pewarna, aquades
dan fragrance. Namun hanya KOH yang dapat dibeli pada toko-toko
kimia. Untuk alat-alatnya, dapat menggunakan alat-alat di laboratorium
kimia sekolah atau alat-alat dalam rumah tangga.
c. Cara pembuatannya juga cukup sederhana. Hanya menyampurkan
bahan-bahan yang tersedia seperti minyak kelapa, minyak sawit, minyak
zaitun, aquades, pewarna, fragrance, dan tidak lupa KOH. Akan tetapi,
perlu diperhatikan dalam pencampuran semua bahan harus diaduk
hingga benar-benar merata. Dan untuk proses pengadukan dapat
menggunakan alat-alat dapur yang biasa digunakan seperti blender.
d. Didalam pembuatan sabun, harus terdapat minyak atau lemak dan
kandungan senyawa alkali (basa) yaitu KOH untuk proses pembuatan
sabun lunak. Minyak yang digunakan sangatlah beragam, sesuai dengan
jenis sabun apa yang akan dibuat. Dalam sabun lunak pada praktikum
ini, mengandung minyak kelapa, minyak sawit dan minyak zaitun. Selain
minyak dan KOH, sabun lunak juga dapat diberi bahan pendukung yang
digunakan untuk menambah kualitas produk sabun, yaitu pewarna dan
fragrance (pewangi) sesuai dengan keinginan kita.

10

5.2 Saran
Saran yang dapat kami berikan antara lain:
a. Dalam pembuatan sabun harus dilakukan dengan hati-hati, karena KOH
yang bersifat panas jika terkena kulit
b. Dalam pemberian pewarna dan fragrance diharapkan dilakukan secara
bertahap atau sedikit demi sedikit dalam menuangkan agar pewarna dan
fragrance dapat tercampur rata dengan bahan lain
c. Pencampuran bahan sebaiknya menggunakan blender sehingga semua
bahan lebih tercampur secara merata

11

Anda mungkin juga menyukai