Anda di halaman 1dari 6

ASAM MEFENAMAT

Asam mefenamat digunakan sebagai analgesic dan sebagai antiinflamasi, asam


mefenamat kurang efektif dibandingkan dengan aspirin. Asam mefenamat terikat
sangat kuat pada protein plasma sehingga interaksi obat ini dengan antikoagulan
harus diperhatikan.
Asam mefenamat juga termasuk dalam label obat keras (lihat label gambar pada
kemasan) yang artinya harus dengan resep dokter serta penggunaanya perlu
diawasi asam mefenamat digunakan sebagai analgesik. Asam mefenamat sangat
kuat terikat dengan protein plasma, sehingga interaksi dengan obat antikoagulan
harus diperhatikan. Adapun nama dagang obat yang mengandung asam
mefenamat adalah mefenamat, mefinter, mefix, megastan, panstonal forteponstan,
pondex, ponalar. Sediaan yang beredar di pasaran: ponstan, mefinal, mefenamat
stanza, molasic dll.
Indikasi:
Adapun indikasi-indikasi dari asam mefenamat:

Sebagai obat yang memiliki efek-efek antipiretik


Nyeri perut ketika masa menstruasi (dysmenorrhea)
Pendarahan yang tidak normal pada saat menstruasi
Sakit kepala
Penyakit yang disertai dengan radang
Nyeri otot (myalgia)
Osteoarthritis
Nyeri dan inflamasi
Nyeri pada saat melahirkan
Nyeri ketika dioprasi
Sakit gigi

Kontraindikasi:
Dalam pemberian asam mefenamat harus diperhatikan karena asam mefenamat
sering merangsang dan merusak lambung. Adapun kontraindikasi dari asam
mefenamat:

Hipersensitivitas
Ulkus/inflamasi GI
Asam mefenamat keluar bersama air susu ibu (ASI). Oleh karena itu, wanita
menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi asam mefenamat.
Tidak diberikan pada anak-anak tahun <14 atau pasien usia lanjut, sebab
dapat menyebabkan efek samping yang lebih parah.

Wanita hamil juga sebaiknya tidak mengonsumsi asam mefenamat, sebab


walaupun belum dapat dipastikan asam mefenamat dapat membahayakan
janian di dalam kandungan, beberapa obat yang satu golongan dengan asam
mefenamat terbukti dapat mengganggu perkembangan jantung janin di
dalam kandungan.
Asam mefenamat juga tidak boleh diberikan kepada orang-orang yang alergi
terhadap salah satu obat golongan NSAID (misalnya yang mengandung
ketoprofen, naproxen, diclofenac, fenoprofen, flurbiprofen, indomethacin,
nabumetone, oxaprozin,dll).
Penderita hipertensi (tekanan darah tinggi)
Peminum alcohol.

Farmakokinetik
Asam mefenamat diabsorbsi dengan cepat dari saluran gastrointestinal apabila
diberikan secara oral. Kadar plasma puncak dapat dicapai 1 sampai 2 jam setelah
pemberian 2x250mg kapsul asam mefenamat;m Cmax dari asam mefenamat bebas
adalah sebesar 3.5g/mL dan T1/2 dalam plasma sekitar 2 jam. Pemberian dosis
ganda memberikan kadar plasma punxak yang proporsional tanpa adanya bukti
akumulasi dari obat. Pemberian berulang asam mefenamat (kapsul 250mg)
menghasilkan kadar plasma puncak sebesar 3.7 sampai 6.7g/mL dalam 1 sampai
2.t5 jam setelah pemberian masing-masing dosis.
Asam mefenamat memeiliki dua produk metabolit, yaitu hidroksimetil dan turunan
suatu karboksi, keduanya dapat diidentifikasi dalam plasma dan urin. Asam
mefenamt dan metabolitnya berkonjugasi dengan asam glukoronat dan sebagian
besar diekresikan lewat urin, tetapi ada juga sebagian kecil yang melalui feses.
Pada pemberian dosis tunggal, 67% dari total dosisi sieksresikan melalui urin
sebagai obat yang tidak mengalamiperubahan atau sebagai 1 atau 2 metabolitnya.
20-25% dosis dieksresikan melalui feses pada 3 hari pertama.
Farmakodinamik
Asam mefenamat termasuk golongan NSAID, maka kerja utama kebanyakan NSAID
adalah sebagai penghambat sintesiss prostaglandin, sedang kerja utama obat anti
radang glukokortikoid menghambat pembebasam asam arakidonat.
Asam mefenamat bejerkja dengan membloking aktivitas dari suatu enzim dalam
tubuh yang dinamakan siklooksigenase. Siklooksigenase adalah enzim yang
berperan pada beberapa proses prodiksi substansi kimia dalam tubuh, salah
satunya adalah prostaglandin. Prostaglandin diproduksi dalam merespons
kerusakan/adanya luka atau penyakit lain yangmengakibatkan rasa nyeri,
pembengkakan dan peradangan. Prostaglandin (PG) sebenarnya bukan sebagai
mediator radang, lebih tepat dikatakan sebagai modulator dari reaksi radang.
Sebagai penyebab radang, PG bekerja lemah, berpotensi kuat setelah berkombinasi
denganmediator atau substansi lain yang dibebaskan secara lokal, autakoid seperti

histamin,serotonin, PG lain dan leukotrien. Prostaglandin paling sensibel pada


reseptor rasa sakit didaerah perifer. Prostaglandin merupakan vasodilator potensial,
dilatasi terjadi pada arteriol, prekapiler, pembuluh sfingter dan postkapiler venula.
Walaupun PG merupakan vasodilator potensial tetapi bukan sebagai vasodilator
universal. Selain PG dari alur
Efek samping:

sikooksigenase jugadihasilkan tromboksan. Tromboksan A2 berkemampuan


menginduksi agregasi platelet maupun reaksi pembebasan platelet.
2.6

Efek Samping
Asam mefenamat juga termasuk dalam label obat keras (lihat label gambar pada
kemasan) yang artinya harus dengan resep dokter serta penggunaanya perlu
diawasi. Asam mefenamat sangat kuat terikat pada protein plasma, sehingga
interaksi dengan obat antikoagulan harus diperhatikan. Seperti obat lainnya, asam
mefenamat memiliki efek samping yaitu : a)

Efek samping asam mefenamat yang paling menonjol adalah kemampuannya


merangsang dan gejala iritasi terhadap mukosa lambung. Oleh karena itu, asam
mefenamat sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang mempunyai sakit mag atau
gangguan lambung lainnya. Risiko perdarahan lambung ini akan lebih besar lagi
pada peminum alkohol. Untuk mengurangi risiko gangguan lambung, sebaiknya
obat-obat yang mengandung asam mefenamat dikonsumsi bersama makanan atau
susu. b)

Asam mefenamat juga dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, diare, mual dan
muntah bagi orang-orang yang peka. Kadang-kadang juga dapat terjadi gangguan
penglihatan dan pendengaran, penglihatan menjadi kabur dan telinga berdenging.
Asam mefenamat juga dapat menyebabkan kantuk. Karena itu, orang yang sedang
mengonsumsi asam mefenamat dilarang mengendarai kendaraan, menjalankan
mesin, dan melakukan aktivitas lain yang memerlukan kesadaran tinggi. c)

Perdarahan yang cukup parah di lambung dapat terjadi jika mengonsumsi asam
mefenamat dalam jangka waktu cukup lama ditandai dengan kotoran (faeces)

berubah warna menjadi kehitaman, atau terdapat bercak-bercak darah dan terjadi
muntah darah. Over dosis asam mefenamat biasanya ditandai dengan mual,
muntah, perdarahan lambung, pusing, sakit kepala, diare, telinga berdenging,
penglihatan kabur, berkeringat banyak, napas melemah, kejang, dan dapat
mengakibatkan kematian. d)

Wanita hamil juga sebaiknya tidak mengonsumsi asam mefenamat, sebab


walaupun belum dapat dipastikan asam mefenamat dapat membahayakan janin di
dalam kandungan, beberapa obat yang satu golongan dengan asam mefenamat
terbukti dapat mengganggu perkembangan jantung janin di dalam kandungan.
DOSIS:
Pemberian asam mefenamat harus berdasarkan penyakit dan dosis yang tepat
untuk menghindari terjadinya overdosis dan efek samping. Sediaan asam
mefenamat : Caps. 250mg, Tab. 500mg. a)

Dosis asam mefenamat adalah 2-3 kali 250-500 mg sehari. Dosis yang dianjurkan
untuk nyeri akut pada dewasa. b)

anak diatas 14 tahun adalah 500 mg sebagai dosis awal yang di ikuti dengan 250
mg tiap 6 jam bila diperlukan, biasanya tidak lebih dari satu minggu. c)

Untuk mengatasi nyeri haid, dosis yang dianjurkan adalah 500 mg sebagai dosis
awal yang diikuti dengan 250 mg tiap 6 jam, penggunaan tidak boleh lebih dari 2
sampai 3 hari yang dimulai saat menstruasi hari pertama atau pada saat adanya
rasa nyeri

ASAM MEFENAMAT PADA PENDERITA GANGGUAN HATI:


Semua makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan setelah diproses.
Asam mefenamat akan dibuang setelah diproses di organ hati. Jadi untuk individu
yang mengalami gangguan hati, proses eliminasi asam mefenamat akan terganggu
dan akan terkumpul dalam dosis yang tinggi di dalam tubuh mengakibatkan banyak
keluhan (dengan catatan, asam mefenamat dikonsumsi terus menerus dalam
jangka waktu panjang). Dokter pun akan menyesuaikan dosis asam mefenamat
yang diberikan kepada individu dengan gangguan hati yang berat.

Asam mefenamat bersifat mengiritasi lambung sehingga lebih baik tidak digunakan
oleh penderita luka lambung atau usus. Obat ini juga dihindari pada penderita
gangguan hati atau ginjal karena obat ini dibuang melalui organ tersebut sehingga
dapat memperberat kelainan fungsi hati dan ginjal.

DAFTAR PUSTAKA
1. BUKU KUMPULAN KULIAH FARMAKOLOGI, JILID 2, PENERBIT ECG, 2008, HAL
508, 2008
2. MAKALAH FARMAKOLOGI ASAM MEFENAMAT, FAKULTAS KEDOKTTERAN GIGI
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR , 2013.
3. http://internis.org/apa-itu-asam-mefenamat
4. http://www.kerjanya.net/faq/4815-asam-mefenamat.html