Anda di halaman 1dari 3

FORMAT PORTOFOLIO

Kasus 3
Topik: TB Paru pada anak
Tanggal (kasus): 9 Juni 2012

Persenter: dr. Moh. Afien Mukti

Tangal presentasi: 21 Juni 2012

Pendamping: dr. Nurwan Saputra

Tempat presentasi: Aula RSUD Sukadana


Obyektif presentasi:
Keilmuan

Keterampilan

Penyegaran

Tinjauan pustaka

Diagnostik

Manajemen

Masalah

Istimewa

Neonatus

Bayi

Anak

Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi: Anak perempuan, 1,5 tahun, batuk-batuk sejak 1 bulan lalu, berat badan turun,
tidak nafsu makan, lemas, demam tidak tinggi, riwayat kontak dengan TB dewasa aktif (+).
TB Paru
Tujuan: Mendiagnosis TB pada anak dengan sistem scoring, tatalaksana TB Paru pada anak
meliputi pemberian OAT, perbaikan status gizi, dan pencegahan infeksi lainnya.
Bahan bahasan:

Tinjauan pustaka

Cara membahas:

Diskusi

Data pasien:

Riset

Kasus

Audit

Presentasi dan diskusi

Email

Pos

Nama: An. R

Nama klinik: RSUD Sukadana

Telp: -

No registrasi: 073321
Terdaftar sejak: -

Data utama untuk bahan diskusi:


1. Diagnosis/ Gambaran Klinis: TB paru/batuk, berat badan turun dan demam tidak tinggi
2. Riwayat Pengobatan: sudah berobat ke balai pengobatan namun tidak ada perbaikan
3. Riwayat kesehatan/ Penyakit: pasien tidak pernah menderita penyakit ini sebelumnya
4. Riwayat keluarga/ masyarakat: ayah pasien menderita TB paru aktif dalam pengobatan
5. Riwayat pekerjaan: 6. Lainlain : Daftar Pustaka:

1. Danusantoso H. TB Paru. Dalam Buku Saku Ilmu Penyakit Paru. Jakarta:


Penerbit Hipokrates. 1999; 74-85
2. Hardiono, dkk. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak.Ed.I. 2004.
Jakarta: Badan Penerbit IDAI. 2005; 147-56
3. Setyanto Budi,D.

Buku Ajar Respirologi Anak Ed.1 . Ikatan Dokter Anak

Indonesia. Jakarta. 2008; 81-89


4. WHO Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak

di Rumah Sakit

Rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten/Kota. Alih bahasa: Tim Adaptasi


Indonesia. Jakarta: Depkes RI.

Hasil pembelajaran:
1.
2.
3.
4.

Diagnosis Tuberkulosis Paru pada anak


Patogenesis Tuberkulosis Paru
Penatalaksanaan Tuberkulosis Paru pada anak
Edukasi tentang penyebab, faktor resiko, dan penatalaksanaan yang tepat

Subyektif
Pasien anak perempuan, usia 1,5 tahun, datang dengan keluhan batuk-batuk sejak 1 bulan
yang lalu sudah berobat ke balai pengobatan terdekat namun tidak ada perbaikan. Berat badan
turun 1,5 kg selama sakit ini, tidak nafsu makan, lemas dan demam tidak tinggi. Sesak nafas,
mual dan muntah disangkal ibunya. BAB dan BAK baik.
Pasien belum pernah mengalami gejala penyakit serupa sebelumnya. Riwayat kontak
dengan TB paru aktif (+) yaitu ayah pasien yang sedang dalam pengobatan dengan OAT bulan ke
3.
Obyektif
Pada pemeriksaan fisik didapatkan status gizi kurang. Pada pemeriksaan leher didapatkan
pembesaran KGB yang tidak nyeri, pada thoraks didapatkan ronkhi di kedua lapangan paru.
Pada pemeriksaan penunjang laboratorium darah ditemukan Hb 9,2 (turun), Eritrosit 3,43
(turun), Leuko 11.800 (naik), LED 60 (naik). Pada pemeriksaan radiologi foto thoraks anteroposterior terlihat infiltrat parahiler kedua bagian paru.

Assessment
Keluhan batuk-batuk lebih dari 3 minggu, penurunan berat badan, demam yang tidak
tinggi, terdapat riwayat kontak dengan penderita TB paru dewasa aktif disertai dengan temuan
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang mendukung, mengarah kepada diagnosis TB
Paru sesuai literature. Kepada pasien dijelaskan penyebab, gejala, diagnosis faktor resiko dan
tatalaksana.
Plan
Diagnosis: Tuberkulosis Paru pada anak
Pengobatan: Diberikan Obat Anti Tuberkulosis kombinasi 2HRZ/4HR kemudian
dianjurkan untuk kontrol ke RS setiap bulan.

INH

1x75mg

Rifampisin

1x125mg

Pirazinamid

1x200mg

Vit. B6

1x5mg

Ambroxol syr 3x1/3cth

Cetirizine

2x1mg

PCT

3x1 (bila perlu)

Pendidikan: Dilakukan kepada orangtuanya untuk membantu proses penyembuhan, anjuran


mengkonsumsi makanan bergizi, tinggi protein, karbohidrat, vitamin, minum obat secara teratur
dan kontrol rutin setiap bulan ke RS.
Konsultasi: Dijelaskan secara rasional tentang pengobatan yang diberikan.
Rujukan: Pada pasien ini dianjurkan untuk pemeriksaan uji tuberkuin.