Anda di halaman 1dari 5

I.

TUJUAN
Praktikum ini bertujuan untuk menentukan ketetapan hasil kali kelarutan garam
kalsium oksalat dan mempelajari pengaruh konsentrasi ion oksalat pada kelarutan
garam kalsium oksalat.

II.

DASAR TEORI
Dalam larutan jenuh dari suatu garam sukar larut, tejadi kesetimbangan antara
garam yang tidak larut dengan ion-ionnya. Misalkan garam AB merupakan garam
yang sukar larut, maka dalam larutan jenuhnya akan terjadi kesetimbangan:
AB(S) A+(l) + B-(l)
Tetapan kesetimbangan dari persamaan diatas dapat dituliskan sebagai berikut:
K=
Harga ketetapan Ksp dikenal sebagai tetapan hasil kali kelarutan. Jadi suatu garam
sukar larut dalam akuades, jika dilarutkan dalam akuades, sebagian kecil terurai
menjadi ion-ionnya. Proses peruraian ini akan berhenti setelah hasil kali kelarutan
garam itu sama dengan harga Ksp dari garam itu. Dalam percobaan ini akan ditinjau
garam kalsium oksalat CaC2O4 yang dilarutkan dalam akuades. Konsentrasi ion
oksalat dapat ditentukan dengan cara titrasi larutan jenuh menggunakan larutan

III.

standar kalium permanganate, KMnO4.


METODELOGI
III.1
Tempat dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan di Pusat Laboratorium Terpadu, Fakultas Sains
dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 27 Nopember 2014.
III.2
Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini antara lain: gelas kimia,
labu ukur, buret, labu Erlenmeyer, kaca arloji, gelas ukur, dan batang pengaduk.
Sedangkan bahan-bahan yang digunakan pada praktikum kali ini antara lain:
H2C2O4.2H2O, H2SO4, KMnO4, CaC2O4, dan NaC2O4.
III.3

Prosedur Kerja
Standarisasi Larutan KMnO4 0,02 M
III.3.1
Asam oksalat sebanyak 0,63 ditimbang dan dilarutkan dalam
labu takar 100 ml. Kemudian, diencerkan dengan akuades sampai
tanda batas. Setelah itu, diambil larutan oksalat sebanyak 5 ml yang

telah dibuat dan ditempatkan dalam labu Erlenmeyer 100 ml.


kemudian ditambahkan 2 ml H2SO4. Sesudah itu, dilakukan titrasi
dengan KMnO4 yang akan dititrasi sebanyak dua kali dan dihitung
molaritas rata-rata larutan standar KMnO4
III.3.2

Penentuan Konstanta Hasil Kali Kelarutan CaC2O4


Larutan jenuh CaC2O4 sebanyak 100 ml dibuat dengan cara
menambah sedikit demi sedikit CaC2O4 ke dalam 100 ml akuades
sambil diaduk sampai ada sedikit padatan yang tidak larut. Kemudian,
disiapkan buret dengan larutan standar KMnO4 0,02 M. Setelah itu,
diambil 5 ml larutan jenuh kalsium oksalat yang telah dibuat pada
langkah 1 ke dalam labu Erlenmeyer dan dititrasi dengan larutan
standar sasmpai titik ekuivalen. dari data titrasi, ditentukan konstanta
hasil kali kelarutan kalsium oksalat dengan rumus Ksp CaC 2O4 =
[C2O42-]2

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada praktikum kali ini, praktikan melakukan percobaan mengenai efek
ion bersamaan dengan tujuan agar dapat menghitung nilai ketetapan hasil kali
kelarutan garam kalsium oksalat dan mempelajari pengaruh konsentrasi ion
oksalat pada kelarutan garam kalsium oksalat. Pada percobaan ini ada dua uji
yang dilakukan , yang pertama mengenai standarisasi atau pembakuan larutan
kalium permanganat dan yang kedua mengenai penetapan hasil kali kelarutan
garam kalsium oksalat.
Percobaan pertama mengenai standarisasi larutan kalium permanganat.
Standarisasi dilakukan dengan cara titrasi. Titrasi yang digunakan ialah titrasi
permanganometri yang didefinisikan sebagai suatu metode penentuan kadar suatu
zat berdasarkan reaksi oksidasi dan reduksi dengan menggunakan kalium
permanganat sebagai larutan standar sekunder.
Pada percobaan ini digunakan larutan kalium permanganat yang
merupakan zat pengoksidasi kuat. Pereaksi ini dapat dipakai tanpa harus

menggunakan indikator. Karena kalium permanganat dapat bertindak sebagai


indikator untuk dirinya sendiri.
Permanganat dengan asam oksalat, dengan adanya asam sulfat,
menghasilkan gas karbon dioksida: 2MnO
4
+ 5(COO)
22+ 16 H
+
10CO2+ 2Mn
2+
+ 8H
2
O Reaksi ini lambat pada suhu kamar,
Dari hasil perhitungan yang ada mungkin ada terjadi sedikit kesalahan,
kesalahan ini seringkali karena kurang telitinya praktikan dalam
pembacaan volume pada buret, kurang tepatnya dalam mengamati
perubahan warna pada proses titrasi serta kurang teliti dalam
penambahan antara larutan yang satu dengan yang lain.
Dari data yang telah didapat dalam perhitungan di atas bahwa Ksp
CaCO3 dan MgCO3 nilainya jauh lebih kecil dari nilai Ksp teoritisnya
Perbedaan hasil percobaan dengan literatur memang sering terjadi.
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya maka diperlukan ketelitian
dalam melakukan praktikum ini.

V.
VI.

KESIMPULAN
Dari hasil praktikum ini dapat disimpulkan:
DAFTAR PUSTAKA

VII.

LAMPIRAN

Hasil Pengamatan:
1. Standarisasi Larutan KMnO4 0.02 M:
Volume Titrasi KMnO4
Percobaan
Simplo
Duplo
Rata-rata

V H2C2O4
0.07 M
5 ml
5 ml
5 ml

V KMnO4
0.02 M
14.50 ml
15.00 ml
14.75 ml

Perhitungan konsentrasi KMnO4


V KMnO4 x M KMnO4 = VH2C2O4

2. Penentuan hasil kali kelarutan CaC2O4


Volume Titrasi
Percobaan
Simplo
Duplo
Rata-rata

V
CaC3O4
5 ml
5 ml
5 ml

V KMnO4
0.02 M
0.05 ml
0.1 ml
0.075 ml

Perhitungan konsentrasi KMnO4

Jadi, konsentrasi dari larutan jenuh kalsium oksalat adalah


dihitung Ksp dari larutan CaC3O4 :
CaC3O4 Ca2+ + C3O42-

. sehingga dapat

Ksp = [Ca2+] [C3O42-]


=
= s2
=
= 1.19 x 10-7