Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM GEOFISIKA I
GRAVITY METHOD

Nama
NPM
Hari, Tanggal Praktikum
Waktu
Asisten Praktikum

: RACKA PUTRA PRANDIKA


: 140710120031
: Rabu, 12 November 2014
: 07.00 11.30 WIB
: A. Ramos, Salim, Tiffany

LABORATORIUM GEOFISIKA
PROGRAM STUDI GEOFISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2014

LEMBAR PENGESAHAN
PRAKTIKUM GEOFISIKA I
LAPORAN AKHIR

GRAVITY METHOD

Nama
NPM
Hari, Tanggal Praktikum
Waktu
Asisten Praktikum

: RACKA PUTRA PRANDIKA


: 140710120031
: Rabu, 12 November 2014
: 07.00 11.30 WIB
: A. Ramos, Salim, Tiffany

Laporan

Jatinangor,

(
)

Intisari

Pada praktikum gravity ini, kita akan mempelajari fungsi gravity method,
cara mendapatkan data gravity, dan juga mengolah data gravity hingga
interpretasi hasil pengolahan data. Pada praktikum ini juga kita akan
menggunakan beberapa program penunjang seperti surfer, matlab dan gravmag.
Surfer adalah program unttuk membantu kita pada saat penggambaran kontur
anomali bouger setelah pengolahan data selesai. Matlab juga digunakan untuk
membuat program yang dapat menghitung koreksi FFT. Gravmag adalah program
untuk menentukan keadaan di bawah tanah sesuai dengan grafik yang didapat dari
singkapan daerah menarik. Dari hasil proram-program tersebut kita dapat
menginterpretasi keadaan bawah tanah yaitu Arboretum yang menjadi titik
pengamatan. Gravity method merupakan metode eksplorasi dalam geofisika yang
berdasarkan pada variasi medan grafity di permukaan bumi. Metode ini digunakan
untuk mencari rapat massa sumber anomali terhadap lingkungannya. Metode ini
adalah metode geofisika yang sensitif terhadap perubahan vertikal, oleh karena itu
metode ini disukai untuk mempelajari kontak intrusi, batuan dasar, struktur
geologi, endapan sungai purba dan lain sebagainya. Gravity method ini didasarkan
pada pengukuran perbedaan kecil gravity karena adanya distribusi massa yang
tidak merata di kerak bumi dan menyebabkan tidak meratanya distribusi massa
jenis batuan. Gravity method ini sering kali digunakan dalam survey awal dalam
geofisika, karena metode ini mudah dan dapat digunakan dimana saja. Metode ini
dapat digunakan dimana saja karena setiap lapisan batuan yang ada di bawah
permukaan bumi, memiliki gaya gravitasinya masing-masing maupun itu batuan
beku ataupun batuan sedimen.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan
1. Memahami bagian-bagian alat gravimeter
2. Mampu mengoprasikan alat gravimeter
3. Dapat melakukan pembacaan alat gravimeter
4. Untuk menera kembai koefisien pegas yang berubah sehingga
mengakibatkan perubahan skala
5. Menentukan harga CCF (Correction Calibration Factor)
6. Memahami teknik auisi data
7. Memahami cara melakukan konversi pembacaan dalam mGal dari data
bacaan gravimeter
8. Memahami dan dapat menghitung koreksi drift, udara bebas, koreksi
bouger dan menentukan koreksi pasang surut dengan cara interpolasi linier
dari tabel pasang surut
9. Memahami dan dapat menghitung koreksi medan inner zone dengan
metode Robbins Oliver dan metode Hammer seta menentukan koreksi
medan outer zone dengan menggunakan Hammer chart
10. Memahami dan dapet menghitung nilai gravitasi pengamatan dan
menghitung gravitasi normal dengan menggunakan beberapa rumus
formula gravitas
11. Memahami dan dapat menghitung anomali gravitasi dan anomali bouger
12. Dapat menentukan rapat massa rata-rata dengan pengukuran menggunakan
metode nettleton dan parasnis.
13. Memahami cara melakukan pemisahan anomali regional dan residual
dengan menggunakan metode analitik (second vertical derivative, moving
average, griffin) dan metode grafis.
14. Memahami cara melakukan interpretasi kualitatif dan interpretasi
kuantitatif sederhana dengan metode kedepan (interpretasi tidak langsung)

1.2 Peralatan
1. Gravimeter lacoste & romberg
Sebagai alat untuk mengambil data gravity
2. Barometer / altimeter
Sebagai alat untuk menghitung ketinggial
3. Arloji
Sebagai alat untuk menghitung waktu
4. GPS
Sebagai alat untuk menentukan posisi
5. Tabel harga pasang surut
Sebagai tabel data harga pasang surut
6. Kalkulator dan alat tulis
Sebagai alat untuk menghitung dan menulis
7. Data pengukuran gravity
Sebagai data yang akan dikoreksi
8. Tabel konversi pembacaan dalam mGal
Sebagai tabel untuk mengkonversi nilai bacaan ke dalam mGal
9. Tabel konversi pasang surut
Sebagai tabel data pasang surut
10. Peta rupa bumi bakosutarnal
Sebagai dasar pembuatan rapat massa
11. Data gravity
Sebagai bahan yang akan diolah
12. Data anomali bouger
Sebagai data untuk dipisahkan menjadi anomali regional dan residual.
13. Peta anomali bouger
Sebagai peta untuk dipisahkan menjadi anomali regional dan residual.
14. Peta anomali residual
Sebagai bahan untuk interpretasi.

BAB II
TEORI DASAR

2.1 Pendahuluan
Gravity method (gaya berat) dilakukan untuk menyelidiki keadaan bawah
permukaan berdasarkan perbedaan rapat massa cebakan mineral dari daerah
sekeliling. Metode ini adalah metode geofisika yang sensitive terhadap perubahan
vertical, oleh karena itu metode ini disukai untuk mempelajari kontak intrusi,
batuan dasar, struktur geologi, endapan sungai purba, lubang di dalam masa
batuan, shaff terpendam dan lain lain. Eksplorasi biasanya dilakukan dalam
bentuk kisi atau lintasan penampang. Gravity method merupakan salah satu
metode geofisika yang berlandaskan hukum Newton. Metode penyelidikan ini
didasarkan pada pengukuran adanya perbedaan kecil dari medan gravity.
Perbedaan ini disebabkan karena adanya distribusi massa yang tidak merata
dikerak bumi dan menyebabkan tidak meratanya distribusi massa jenis batuan.
Adanya perbedaan massa jenis batuan dari satu tempat dengan tempat lain
menimbulkan medan gravit yang tidak merata pula dan perbedaan inilah yang
terukur di permukaan bumi.
Jadi dengan penyelidikan gaya berat di permukaan bumi diaharapkan
untuk dapat menafsirkan bentuk benda bawah permukaan (geologi subsurface)
yang sangat penting dalam dunia eksplorasi perminyakan. Dengan mengetahui
struktur geologi bawah permukaan kita dapat menafsirkan dimana akan
terkumpulnya hidrokarbon. Karena perbedaan medan gaya berat di suatu tempat
dengan tempat lain relative kecil, maka dibuat alat Gravimeter. Data yang
diperoleh dalam pengukuran gravity harus direduksi dengan beberapa koreksi
yaitu koreksi apungan (drift correction), koreksi lintang, koreksi pasang surut
(tidal correction), koreksi medan (terrain correction), koreksi isostasi dan dihitung
sampai memperoleh harga anomali Bougeur. Anomali Bougeur ditimbulkan oleh
adanya medan gravity regional dan medan gravity lokal. Untuk memisahkan
anomali regional dan residual dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain
dengan metode smothing, metode perata rataan bergerak, dsb. Sedangkan

interpretasi kwantitatif untuk menentukan kedalaman suatu lapisan, dsb dapat


dilakukan dengan cara langsung (direct interpretation method) dan cara tidak
langsung (inderect interpretation).

2.2 Gravimeter
Pada awal mulanya, pengukuran terhadap nilai gravitasi menggunakan
peralatan sederhana berupa pendulum kecil ataupun osilasi dari torsi fiber.
Meskipun peralatan tersebut portable, namun ia memerlukan waktu yang tepat
untuk melakukan pembacaan. Oleh sebab itu, dikembangkan peralatan untuk
pengukuran gravity yang lebih modern serta dapat mengukur secara cepat, disebut
Gravimeter.
Prinsip dasar gravimeter adalah kesetimbangan pegas yang dihubungkan
dengan massa yang konstan. Variasi berat pada massa tersebut disebabkan oleh
perubahan gravity, sehingga pegas akan mengalami perubahan panjang. Hal ini
berlaku Hukum Hooke, yaitu ekstensi pegas sebanding dengan gaya pertambahan
panjang.
Pada tahun 1930, telah dilakukan pengukuran variasi nilai gravitasi dengan
menggunakan gravimeter. Mula mula terdapat gravimeter type stabil (statis),
kemudian dikembangkan gravimeter type tidak stabil.

La Coste & Romberg Gravimeter

Gambar 2.1
Gravimeter jenis ini terdiri dari sebuah tiang berengsel yang terikat dengan
beban, dihubungkan dengan pegas.

Apabila nilai gravity meningkat, tiang akan turun dan pegas akan
memangjang. Walaupun gaya pemulih pada pegas meningkat, sudut akan turun
menjadi . Peralatan gravity jenis ini dapat memberikan respon pembacaan yang
sensitif dan meliputi area yang luas. Sementara range pengukuran mencapai
50.000 g.u. Efek suhu dihilangkan dengan menggunakan battery powered
thermostatting system.
Dalam pengukuran gaya berat diperlukan peralatan dengan ketelitian yang
cukup tinggi yaitu bisa mengukur adanya perbedaan percepatan gaya berat lebih
kecil dari 0.1 mgal. Berdasarkan sifat sifat fisikanya, ada 3 macam metode yang
digunakan di dalam penyelidikan geofisika yaitu torsion balance, pendulum, dan
gravimeter. Gravimeter merupakan metode yang digunakan dalam penyelidikan
gravity. Gravimeter yang biasa digunakan adalah gravimeter LaCoste Romber
yang termasuk dalam type Zero Lenght Spring. Gravimeter ini memiliki
pembacaan dari 0 sampai dengan 7000 mgal, dengan ketelitian 0,01 mgal dan drift
rata-rata kurang dari 1 mgal setiap bulannya. Untuk operasinya, gravimeter ini
memerlukan temperatur yang tetap, oleh karena itu dilengkapi dengan Thermostat
untuk menjaga keadaan temperatur supaya tetap.Dengan adanya thermostat ini,
maka diperlukan baterai 12 volt, disamping untuk pembacaan benang palang
(cross hair) dan bubble level. Gravimeter LaCoste Romberg seismograph ini,
terdiri suatu beban (weight) pada ujung batang, yang ditahan oleh Zero Lenght
Spring yang berfungsi sebagai spring utama. Perubahan besarnya gaya tarik bumi
akan menyebabkan perubahan kedudukan benda, dan pengamatan dilakukan
dengan pengaturan kembali kedudukan benda pada posisi semula (Null
Adjusment). Hal ini dilakukan dengan memutar measuring screw. Banyaknya
pemutaran measuring screw terlihat pada dial counter, yang berarti besarnya
variasi gaya tarik bumi dari suatu tempat ke tempat lain. Perubahan kedudukan
pada ujung batang, disamping karena adanya gaya tarik bumi, juga disebabkan
oleh adanya goncangan-goncangan. Untuk menghilangkan goncangan, maka
ujung batang yang lain dipasang shock eliminating spring. Zero Lenght Spring
dipakai pada keadaan dimana gaya berbandingan lurus dengan jarak antara titik
dimana gaya bekerja. Jika keadaan zero lenght sempurna, maka berlaku :

dimana k adalah konstanta pegas, sedangkan s jarak adalah jarak antara titik ikat
Per dimana gaya bekerja.

2.3 Kalibrasi Alat dan Teknik Akuisisi Data


Dalam praktikum ini digunakan kembali alat altimeter. Altimeter adalah
alat untuk mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut. Biasanya
digunakan sebagai navigasi dalam penerbangan, pendakian, dan kegiatan yang
berhubungan dengan ketinggian.
Altimeter bekerja dengan beberapa prinsip, yaitu:

tekanan udara (yang paling umum digunakan)

Mangnet bumi (dengan sudut inclinasi)

Gelombang (ultra sonic maupun infra merah, dan lainnya)


Sebelum melakukan pengambilan data, gravimeter harus dikalibrasi

terlebih dahulu. Kalibrasi gravimeter dilakukan karena keadaan komponenkomponen alat ukur tersebut setiap saat dapat berubah dari keadaan baku.
Sebelum melakukan akuisisi data, gravimeter terlebih dahulu harus
dikalibrasi. Kalibrasi gravimeter dilakukan karena keadaan komponen-komponen
alat ukur tersebut setiap saat dapat berubah dari keadaan baku. Perubahan tersebut
bisa disebabkan oleh temperatur, tekanan udara atau penyebab mekanisme
lainnya. Kalibrasi gravimeter dilakukan untuk menera kembali koefisien pegas
yang berubah sehingga mengakibatkan perubahan skala. Peneraan dilakukan
dengan membaca gravimeter melalui suatu jalur kalibrasi dengan titik-titik yang
mempunyai nilai gravity baku. Dengan cara membandingkan nilai bacaan gravity
dari pengukuran dengan nilai gravity baku sehingga diperoleh faktor skala.
Kalibrasi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Cara laboratorium
Dilakukan untuk menentukan nilai-nilai konversi bacaan alat ukur ke
dalam mGal. Hal ini telah dilakukan oleh pabrik dan diterbitkan dalam
bentuk tabel.
2. Cara lapangan

Cara lapangan bertujuan untuk menguji nilai skala gravimeter, yaitu


dengan menentukan nilai skala baru untuk kemudian dibandingkan terhadap nilai
pada tabel konversi. Dengan demikian dapat diketahui apakah nilai skala masih
sesuai atau perlu dikoreksi. Nilai kalibrasi (CCF) dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan (Komite Gaya Berat NAsional, 1992):

= nilai gravity yang diketahui di stasiun 1 & 2


= nilai bacaan gravimeter yang telah dikonversi dalam mgal pada stasium 1 & 2

Diperlukan pemilihan stasiun yang tepat sesuai beberapa persyaratan


unutk pembuatan jalus kalibrasi, yaitu:
1. Jalur kalibrasi harus mempunyai jarak yang relatif pendek dengan beda
ketinggian yang cukup besar
2. Apabila jalur kalibrasi terdiri dari beberapa stasitun, maka beda gravity
antar stasiun kalibrasi sebaiknya antara 50-60 mGal
3. Lokasi stasium sebaiknya mudah dicapai dengan kendaraan setiap saat,
bebas dari getaran ataupun gangguan alam lainnya
4. Stasiu harus permanen dan stabil
5. Pembuatan jalur kalibrasi minimal menggunakan tiga alat
6. Pembuatan jalur kalibrasi yang baru hendaknya dilaporkan pada komite
Gaya Berat Nasional.

2.4 Pengolahan Data Gravity


Pada dasarnya gravitasi adalah gaya tarik menarik antara dua benda yang
memiliki rapat massa yang berbeda, hal ini dapat diekspresikan oleh rumus
Hukum Newton sederhana sebagai berikut:

F = gaya (N)
G = Konstanta Gravitasi
m = massa benda

r = jarak

Dengan menggunakan rumus dasar inilah maka survey geofisika metode


gravitasi dapat dilakukan, namun seperti halnya metode geofisika lainnya, tentu
saja metode ini memiliki koreksi. Koreksi dalam metode gaya berat adalah
sebagai berikut :
a. Koreksi baca alat/skala
Koreksi baca alat adalah koreksi yang dilakukan apabila terjadi kesalahan
dalam pembacaaan alat gravitasi yang digunakan. Rumus umum dalam
pembacaan alat dapat ditulis sebagai berikut :
Read (mGal) = ((Read (scale)-Interval) x Counter Reading) + Value in mGal
b. Koreksi pasang surut (Tide)
Koreksi ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh gravitasi bendabenda di luar bumi seperti bulan dan matahari, yang berubah terhadap lintang
dan waktu. Untuk mendapatkan nilai pasang surut ini maka, dilihatlah
perbedaan nilai gravitasi stasiun dari waktu ke waktu terhadap base. Gravitasi
terkoreksi tidal dapat ditulis sebagai berikut :

c. Koreksi apungan (Drift)


Koreksi apungan akibat adanya perbedaan pembacaan gravity dari stasiun
yang sama pada waktu yang berbeda, yang disebabkan karena adanya guncangan
pegas alat gravimeter selama proses transportasi dari suatu stasiun ke stasiun
lainnya.

d.

Koreksi lintang
Koreksi ini dilakukan karena bentuk bumi yang tidak sepenuhnya bulat

sempurna, tetapi pepat pada daerah ekuator dan juga karena rotasi bumi. Hal
tersebut membuat ada perbedaan nilai gravitasi karena pengaruh lintang yang ada
di bumi. Secara umum gravitasi terkoreksi lintang dapat ditulis sebagai berikut :

e.

Koreksi udara bebas (Free Air Correction)


Koreksi ini dilakukan untuk mengkompensasi ketinggian antara titik

pengamatan dan datum (mean sea level). Koreksi ini dapat ditulis sebagai berikut
:

f.

Koreksi Bouguer
Koreksi bouger dilakukan untuk mengkompensasi pengaruh massa batuan

terdapat antara stasiun pengukuran dan (mean sea level) yang diabaikan pada
koreksi udara bebas. Koreksi ini dapat ditulis sebagai berikut :

g.

Koreksi medan (Terrain Correction)


Koreksi medan mengakomodir ketidakteraturan pada topografi sekitar titik

pengukuran. Pada saat pengukuran, elevasi topografi di sekitar titik pengukuran,


biasanya dalam radius dalam dan luar, diukur elevasinya. Sehingga koreksi ini
dapat ditulis sebagai berikut :

2.5 Penentuan Rapat Massa Rata-rata


Rapat massa batuan merupakan besaran utama dalam menentukan nilai
gravity. Terdapat beberapa definisi rapat massa dan batuan sedimen yang umum
digunakn antara lain, rapat massa kering dan basah. Variasi rapat massa pada
batuan sedimen ditunjukkan oleh rekahan karena gaya tektonik. Rapat massa
batuan beku pada umumnya membesar dengan berkurangnya kandungan silika
yang berartibahwa menurunnya nilai rapat massa dalam batuan beku. Variasi
rapat massa berhubungan dengan perubahan tekstur dan juga pada kesarangan dan
rekahan-rekahan.Batuan ubah memilki rapat massa sangat heterogen dan tidak

mengikuti aturan yang berlaku. Walaupun demikian rapat massa cenderung


membesar dengan derajat ubah (degree of metemorphism), karena terjadi
rekristalisasi bahan-bahan dan berubah menjadi mineral yang padat.
Untuk menentukan rapat massa rata-rata ada beberapa cara, antara lain :

Analisa rapat massa di laboratorium, Analisa terhadap contoh batuan di


daerah survey.

Metode Nettleton Profile.


Analisa bouguer titik amat pada suatu lintasan diplot dengan berbagai

macam harga rapat massa (). Kurva anomali bouguer yang dihasilkan, yang
tidak terkoreksi atau paling sedikit dengan peta topografi dianggap dihitung
dengan harga yang paling tepat, karena diasumsikan bahwa kondisi geologi
daerah yang dipilih tidak terlalu kompleks sehingga anomali bouguer relatif
konstan atau dipengaruhi oleh topografi jika dihitung dengan yang tepat.
Metode Parasnis
Persamaan anomali bouguer dapat ditulis dalam bentuk ;
Gobs g ( ) 0.3086 h (0.04193 h T ) BA

Pada metode ini harga (

Gobs g ( ) 0.3086 h)

diplot terhadap (0.04193h T),

sehingga rapat massa rata-rata adalah kemiringan dari garis regresinya.

2.6 Pemisahan Anomali Regional & Residual


Anomaly boiguer disebabkan oleh anomaly regional dan anomaly residual.
Anomaly regional ialah anomaly yang berhubungan dengan massa homogen.
Sedangkan anomaly residual ialah anomaly yang berhubungan dengan target
eksplorasi. Pemisahan anomaly regional dengan anomaly residual dapat dilakukan
dengan beberapa cara, diantaranya:

Metode Griffin
Prinsip metode ini adalah mencari anomaly regional dengan merataratakan
harga
anomali
bouguer
yang
berjarak
R
dari
titik
pengamatannya.Besarnya jari-jari R disesuaikan dengan besarnya radius kontur
tertutup dari kontur anomali bouguer.
Anomali Regional =

Anomali Residual = BAtitik amat anomali bouguer


Metode Smoothing
Metode ini merupakan metode yang menggunakan cara grafis. Anomali regional
mempunyai tendensi lebih smooth bila dibandingkan dengan bouguer anomalinya.
Berdasarkan gambar pada modul praktikum di dapat bahwa:
Anomali residual = anomali bouguer anomali regional

Moving Average
Penurunan anomali residual denagn metode ini adalah proses secara tidak
langsung dimana keluaran dari perata-rataan bergerak adalah regionalnya.
Sehingga residual didapat dengan mengurangkan regionalnya terhadap anomali
hasil pengukuran (data ini sebagai input dalam prosesnya).
Second Vertical Derivative
Keluarannya adalah anomali second vertical derivative yang menggambar
sumber-sumber anomali yang kecil/dangkal, sehingga identik denagn anomali
residual. Secara teoritis, metode ini diturunkan dari persamaan laplace dalam
gravity yang diukur dipermukaan, yaitu :

2.7 Interpretasi
Secara umum interpretasi data geomagnetik terbagi menjadi dua, yaitu
interpretasi kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kualitatif didasarkan pada pola
kontur anomali medan magnetik yang bersumber dari distribusi benda-benda
termagnetisasi atau struktur geologi bawah permukaan bumi. Selanjutnya pola
anomali medan magnetik yang dihasilkan ditafsirkan berdasarkan informasi
geologi setempat dalam bentuk distribusi benda magnetik atau struktur geologi,
yang dijadikan dasar pendugaan terhadap keadaan geologi yang sebenarnya.
- Interpretasi Kualitatif
Interpretasi ini dilakukan dengan mengamati peta gravity untuk membuat suatu
analisis tentang sebab akibat gambaran anomali dalam peta tersebut. Dari
anomali bouguer, seorang ahli berusaha untuk menafsirkan struktur geologi
bawah permukaan, sedangkan peta anomali udara bebas memperlihatkan

hubungan langsung dengan ketinggian atau model rupa bumi suatu daerah.
Adakalanya peta anomali bouguer dapat menggambarkan secara kasar keadaan
struktur geologi bawah permukaan. Tetapi banyak kasus sulit untuk ditafsirkan
karena sangat rumit atau sangat sederhana, sehingga perlu dilakukan
pengolahan lebih lanjut dengan menajamkan penyebaran anomali agar lebih
mudah ditafsirkan. Pada umumnya, peta anomali gravity memperlihatkan
bagian dengan penyebaran ke arah samping dari yang lainnya. Pada keadaan
pertama anomali lebar-lebar dengan frekuensi rendah berhubungan dengan
struktur regional, misalnya cekungan-cekungan seperti geosinklin atau gejala
tektonik global sedangkan yang lainnya dengan frekuensi tinggi berhubungan
dengan srtuktur setempat yang dapat disebut struktur geologi sisa atau residual.

- Interpretasi kuantitatif
Anomali gravity berasal dari variasi rapat massa ke arah lateral. Bila
benda-benda bumi misalnya lapisan formasi batuan mempunyai rapat massa
sama, walaupun tidak akan menimbulkan anomali. Sebaliknya, jika beberapa
lapisan yang penyebarannya mendatar dengan berbagai rapat massa akan
terjadi anomali. Nettleton (1983) menggambarkan masalah tersebut dengan
beberapa lapisan dengan rapat massa tertentu yang memperbesar ke arah tegak,
misalnya

yang teganggu karena proses tektonik. Lapisan pada ujung-ujung

kiri dan kanan tidak menghasilkan anomali karena tidak ada variasi rapat
massa ke arah datar. Dibagian tengah terdapat gangguan sehingga menonjol
yang berarti terjadi variasi rapatmassa ke arah samping atau mendatar.
Penonjolan pada lapisan pertama sebesar , pada lapisan kedua
lapisan ketiga

dan pada

dan seterusnya. Penonjolan tersebut merupakan perubahan

rapatmassa ke arah samping yang menimbulkan anomali. Penafsiran metode


kuantitatif ke depan (tak langsung), sebagai penentuan bentuk diskontinuitas
massa (struktur geologi). Untuk anomali bola dengan rapat massa , jari-jari R
dan terletak pada kedalaman Z di bawah permukaan bumi dengan gravitasi
total; permukaan dengan jarak x dari pusat bola.

BAB III
PENGOLAHAN DATA
No.

Stasiun

BS

Waktu
10:34:30

A 03

A 05

A 07

A 21

A 19

A 17

A 15

10

A 29

11

A 31

670
11:45:30
11:53:40
11:57:40
12:15:30
12:22:30
12:25:30
12:40:20
12:45:25
12:48:10
13:07:08
13:15:58
13:19:00
13:29:20
13:37:04
13:43:46
13:59:08
14:01:31
14:05:43
14:16:09
14:17:05
14:17:43
14:20:18
14:34:23
14:38:00
14:58:54

BS akhir

705
713
717
735
742
745
760
765
768
787
795
799
809
817
823
839
841
845
856
857
857
860
874
878
898

711.6666667

740.6666667

764.3333333

793.6666667

816.3333333

841.6666667

856.6666667

870.6666667

898
15:30

12

670

A 01

Menit Ratarata
634

11:10:20
2

Menit
634

Pembacaan
1477.180
1470.992
1477.170
1482.028
1481.670
1481.795
1480.315
1480.932
1480.544
1479.170
1478.751
1478.832
1477.798
1478.495
1478.355
1481.031
1480.900
1480.805
1481.172
1481.529
1481.743
1480.382
1480.108
1480.185
1483.518
1483.518
1483.518
1480.760
1480.989
1480.898
1482.938
1482.938

Ketinggian
(Altimeter)
788

790

777

770

794

792

793

761.2

756.8

755.7

757

930
788

a. Konversi Nilai Bacaan ke mGAL


[

CV = conversion value (mGal)


RV = read value
CR = counter reading
Fi = factor internal

Contoh :
Konversi di Base
[

]
1532,385 mGal

Pembacaan
Rata-rata
1475.114
1481.831
1480.597
1478.918
1478.216
1480.912
1481.481
1480.225
1483.518
1480.882
1482.938
1534.448

g (mGal)
1532.385
1539.366
1538.083
1536.338
1535.609
1538.411
1539.002
1537.697
1541.119
1538.38
1540.516
1532.41

b. Koreksi Pasang Surut


Tabel Tide 20 September 2014
Time
11:10:20
11:20:20
11:30:20

Julian Sec
63546808220
63546808820
63546809420

Tide
(mGal)
0.094
0.088
0.083

11:40:20
11:50:20
12:00:20
12:10:20
12:20:20
12:30:20
12:40:20
12:50:20
13:00:20
13:10:20
13:20:20
13:30:20
13:40:20
13:50:20
14:00:20
14:10:20
14:20:20
14:30:20
14:40:20
14:50:20
15:00:20
15:10:20
15:20:20
15:30:20
15:40:20
15:50:20
16:00:20

63546810020
63546810620
63546811220
63546811820
63546812420
63546813020
63546813620
63546814220
63546814820
63546815420
63546816020
63546816620
63546817220
63546817820
63546818420
63546819020
63546819620
63546820220
63546820820
63546821420
63546822020
63546822620
63546823220
63546823820
63546824420
63546825020
63546825620

0.077
0.07
0.063
0.056
0.049
0.042
0.035
0.027
0.02
0.013
0.006
-0.001
-0.008
-0.014
-0.02
-0.026
-0.031
-0.036
-0.04
-0.043
-0.047
-0.049
-0.051
-0.052
-0.053
-0.053
-0.052

dari tabel pasang surut dalam satu hari tersebut, kita melakukan pendekatan waktu
untuk mencari nilai tide pada suatu waktu tertentu sehingga didapat:
Stasiun
BS
A 01
A 03
A 05
A 07
A 21
A 19
A 17
A 15

Waktu
10:34:30
11:10:20
11:53:40
12:22:30
12:40:20
13:07:08
13:43:46
13:59:08
14:16:09

Tide Time
10:34:30
11:10:20
11:50:20
12:20:20
12:40:20
13:10:20
13:40:20
14:00:20
14:20:20

Tide
0.110
0.094
0.070
0.049
0.035
0.013
-0.008
-0.020
-0.031

g (mGal)
1531.385
1539.366
1538.083
1536.338
1535.609
1538.411
1539.002
1547.697
1541.119

gn = g-Tide
1532.275
1539.272
1538.013
1536.289
1535.574
1538.398
1539.010
1537.717
1541.150

A 29
A 31
BS akhir

14:34:23
14:58:54
15:30

14:30:20
15:00:20
15:30:20

-0.036
-0.047
-0.052

1538.38
1540.516
1532.41

Setelah didapat nilai tide, maka digunakan Gn dengan rumus


Gn = g(mGal) Tide

c. Koreksi drift
gn = g-Tide
1532.275
1539.272
1538.013
1536.289
1535.574
1538.398
1539.010
1537.717
1541.150
1538.416
1540.563
1532.462

Drift
0.000
0.023
0.045
0.064
0.080
0.097
0.111
0.130
0.140
0.143
0.167
0.187

Gdrift (gn-Drift)
1532.275
1539.249
1537.968
1536.225
1535.494
1538.301
1538.900
1537.587
1541.010
1538.273
1540.396
1532.275

dengan koreksi drift

Dengan data hasil koreksi drift

d. Menghitung nilai gravitasi pengamatan


Gdrift
1532.275
1539.249
1537.968
1536.225
1535.494
1538.301
1538.900
1537.587

g
0.000
6.974
5.693
3.950
3.219
6.026
6.625
5.312

Real Gobs
977908.879
977915.853
977914.572
977912.829
977912.098
977914.905
977915.504
977914.191

1538.416
1540.563
1532.462

1541.010
1538.273
1540.396
1532.275

8.735
5.998
8.121
0.000

977917.614
977914.877
977917.000
977908.879

Dengan

Dan Real Gobs

e. Koreksi Lintang
Latitude(Rad)

Gn (Glintang)

-0.121
-0.121
-0.121
-0.121
-0.121
-0.121
-0.121
-0.121
-0.121
-0.121
-0.121
-0.121

978106.571
978106.827
978106.808
978106.790
978106.771
978106.821
978106.803
978106.784
978106.765
978106.815
978106.797
978106.571

Dengan koreksi lintang

f. Free Air Correction


Ketinggian
(Altimeter)
788
790
777

Real Gobs
977908.879
977915.853
977914.572

Gn
(Glintang)
978106.571
978106.827
978106.808

FAC

FAA

243.177
243.794
239.782

45.485
52.820
47.546

770
794
792
793
761.2
756.8
755.7
757
788

977912.829
977912.098
977914.905
977915.504
977914.191
977917.614
977914.877
977917.000
977908.879

978106.790
978106.771
978106.821
978106.803
978106.784
978106.765
978106.815
978106.797
978106.571

Dengan FAC

Dengan FAA

3.7 Bouguer Correction (BC)


Ketinggian
(Altimeter)
788
790
777
770
794
792
793
761.2
756.8
755.7
757
788

BC
91.193
91.424
89.920
89.110
91.887
91.656
91.771
88.091
87.582
87.455
87.605
91.193

Dengan BC

Menggunakan

rata-rata adalah 2.76

237.622
245.028
244.411
244.720
234.906
233.548
233.209
233.610
243.177

43.661
50.355
52.495
53.421
42.314
44.397
41.271
43.814
45.485

3.8 SBA ( Simple Bouguer Anomaly)


BC
91.193
91.424
89.920
89.110
91.887
91.656
91.771
88.091
87.582
87.455
87.605
91.193

FAA
45.485
52.820
47.546
43.661
50.355
52.495
53.421
42.314
44.397
41.271
43.814
45.485

SBA
136.677
144.244
137.466
132.771
142.242
144.151
145.192
130.405
131.979
128.725
131.419
136.677

Dengan SBA

3.9 Terrain Correction


Tabel Inner Zone
A

B (5m)

INNER ZONE
C (10m)

D (25m)

u t
s
b
u
t
s
b
u
t
s
b
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0 -1
0 0.2
0 -2
0 0.4 0.5 -3
0 0.5
0
0
0
0
0 -1
0
0
0 -2 -2
0
1
0
0
0
1
0 -1
0
1
0 -2
0
0 -1
2
1 -1 -2 -1
2 -2 -3 -1
0
2
0
0
0
1
0
1
0
1
1
2 -1
2
1 -1
0
2
2 -1
0
2
2
3
0
0 -2 -1
1 -1 -4
0
1 -2 -6 -2
1
0
0
0
1
0 -1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0 -1 -1
0
2 -2 -2 -5
3
4
0 -1
2
2 -1
0
1
3
0
0

Base
A01
A03
A05
A07
A21
A19
A17
A15
A29
A31

TR
B (5m)

C (10m)

D (25m)

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.001

0.000

0.000

0.000

0.008

0.000

0.000

0.001

0.017

0.000

0.001

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.002

0.000

0.000

0.000

0.008

0.008

0.000

0.002

0.000

0.000

0.000

0.002

0.000

0.002

0.000

0.002

0.000

0.008

0.000

0.000

0.002

0.008

0.002

0.002

0.008

0.002

0.008

0.008

0.017

0.002

0.000

0.008

0.000

0.000

0.000

0.002

0.000

0.002

0.000

0.002

0.002

0.008

0.002

0.008

0.002

0.002

0.000

0.008

0.008

0.002

0.000

0.008

0.008

0.017

0.000

0.000

0.008

0.002

0.002

0.002

0.028

0.000

0.002

0.008

0.055

0.008

0.002

0.000

0.000

0.000

0.002

0.000

0.002

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.002

0.000

0.000

0.000

0.000

0.000

0.002

0.002

0.000

0.008

0.008

0.008

0.041

0.017

0.028

0.000

0.002

0.008

0.008

0.002

0.000

0.002

0.017

0.000

0.000

Terrain
0
0.02705
0.018064
0.016277
0.059405
0.026344
0.063262
0.11778
0.00621
0.069411
0.084763

Dengan koreksi terain


,

3.10 Koreksi Bouger Anomali


Terrain
0
0.02705
0.018064
0.016277
0.059405
0.026344
0.063262
0.11778

SBA
136.677
144.244
137.466
132.771
142.242
144.151
145.192
130.405

CBA
136.677
144.217
137.448
132.755
142.183
144.124
145.129
130.287

*(

)+-

0.00621
0.069411
0.084763
0

131.979
128.725
131.419
136.677

131.973
128.656
131.334
136.677

Dengan koreksi anomali bouger

3.11 Pemisahan Anomali Regional dan Residual

Gambar 3.1

Gambar 3.2

Gambar 3.3

Untuk memisahkan anomali bouger menjadi regional dan residual, kita dapat
menggunakan menu filter pada surfer, dengan memilih low pass filter dan
memilih moving average, kita akan mendapatkan peta kontur regional. Untuk
mendapat kan peta anomali residual, kita dapat menggunakan menu math, dan
mengurangi peta bouger dengan peta regional.

3.12 Slicing Peta Anomali Residual

Hasil Slicing Residual


4
3
2
1
0
-1
-2
-3
-4

BAB IV
HASIL INTERPRETASI

Pada praktikum ini, kita mendapatkan peta anomali bougeur, peta anomali
residual dan peta anomali regional. Dari data residual yang nantinya akan di
slicing dan di interpretasi di dalam gravmag. Pada peta anomali bougeur, terlihat
bahwa di bagian selatan arboretum, terdapat batuan yang memiliki mGal yang
tinggi dibandingkan dengan sebelah utara, hal ini dapat menggambarkan bahwa
lapisan batuan yang berada di sebelah selatan memiliki rapat massa yang relatif
lebih besar daripada batuan yang di sebelah utara.
Pada peta anomali residual, terlihat suatu formasi batuan yang unik.
Terlihat bahwa banyak data yang berubah secara drastis dari timur ke barat. Di
sebelah barat memiliki mGal yang relatif rendah, tetapi di tengah-tengah terlihat
pelonjakan mGal dan disaat menuju ke timur, terjadi penurunan drastis kembali,
maka diambilah data tersebut sebagai data slicing.
Tetapi terdapat suatu ketidaknormalan pada data slicing ini, terlihat pada
data slicing ini memiliki nilai minus pada sebagian grafik. Hal ini dapat
disebabkan kesalahan dari pemisahan data Anomali Bougeur dengan data
Regionalnya, sehingga didapat nilai minus pada perhitungannya. Interpretasi
menjadi lebih sulit karena adanya nilai minus pada grafik tersebut.

Dari data slicing dan hasil dari gambaran GravMag, terlihat bahwa
terdapat tiga intrusi batuan beku, yang pertama intrusi batuan beku paling barat
memiliki rapat massa yang sangat kecil, sehingga terlihat bahwa adanya
penurunan grafik. Di bagian tengah terdapat pula intrusi yang memiliki rapat
massa yang sangat tinggi sehingga data gravity melonjak naik. Pada bagian timur
juga terdapat intrusi yang memiliki rapat massa yang rendah, sehingga terlihat
grafik gravity yang menurun.
Dari ketiga intrusi tersebut telihat adanya penurunan, hal ini dapat
membuktikan bahwa, intrusi batuan beku dapat masuk dari celah-celah patahan
yang terjadi sebelumnya. Secara umum besarnya gravity di arboretum berkisar
128 hingga 146 mGal.

Tetapi, pada kenyataannya, di arboretum tidak ada intrusi batuan beku.


Hal ini dikarenakan kita yang berinterpretasi tanpa mengetahui struktur geologi
yang ada di arboretum. Sehingga pada saat melakukan penggambaran
menggunakan GravMag, praktikan hanya berimajinasi saja tanpa ada pegangan
yang jelas mengenai struktur awal geologi dibawah permukaan tersebut.
Seharusnya kita menggambarkan terlebih dahulu struktur bawah permukaan
geologinya pada GravMag, selanjutnya kita mencocokan densitas dan anomalianomali yang ada sehinga grafiknya dapat terpenuhi.

BAB V
KESIMPULAN

Pada praktikum mengenai graviti ini, praktikan dapat memahami bagianbagian alat gravimeter,

dapat mengoprasikan alat gravimeter dan juga dapat

melakukan

alat

pembacaan

gravimeter.

Pada

praktikum

ini

praktikan

menggunakan Gravimeter Lacoste & Romberg. Gravimeter Lacoste & Romberg


dipilih karena memiliki akurasi yang tinggi. Praktikan juga dapat menera kembali
koefisien pegas yang berubah sehingga mengakibatkan perubahan pembacaan
skala. Praktikan juga dapan menentukan harga CCF (Correction Calibration
Factor) dan juga memahami teknik akuisi data. Hal ini sangat penting karena
koefisien pegas gravimeter dapat berubah, sehingga pengukuran menjadi tidak
akurat.
Praktikan dapat memahami cara melakukan konversi pembacaan dalam
mGal dari data bacaan gravimeter. Hal ini sangat penting untuk diketahui oleh
praktikan, karena tanpa mengetahui cara melakukan konversi pembacaan, seorang
geophysist akan mendapat nilai yang bukan nilai graviti. Praktikan juga dapat
memahami dan dapat menghitung koreksi drift, udara bebas, koreksi bougeur dan
menentukan koreksi pasang surut dengan cara interpolasi linier. Praktikan juga
dapat memahami dan dapat menghitung koreksi medan inner zone dengan metode
Robbins-Oliver dan metode Hammer serta menentukan koreksi medan outer zone
dengan menggunakan Hammer chart.
Praktikan dapat memahami dan dapat menghitung nilai gravitasi
pengamatan dan menghitung gravitasi normal dengan menggunakan beberapa
rumus formula gravitasi sehingga praktikan dapat memahami dan dapat
menghitung anomali gravitasi dan anomali bouger. Praktikan juga dapat
menentukan rapat massa rata-rata dengan pengukuran menggunakan metode
nettleton dan parasnis serta memahami cara melakukan pemisahan anomali
regional dan residual dengan menggunakan metode analitik (second vertical
derivative, moving average, griffin) dan metode grafis. Praktikan Memahami cara

melakukan interpretasi kualitatif dan interpretasi kuantitatif sederhana dengan


metode kedepan (interpretasi tidak langsung).
DAFTAR PUSTAKA

Rieke III, H.H. and Chilingarian, G.V. 1974. Compaction of Argillaceous


Sediments. Amsterdam, The Netherlands: Elsevier Scientific Publishing
Company.
Schlumberger. 1985. Log Interpretation Charts, 1985 edition. Sugar
Land, Texas: Schlumberger.
Dinagunarsih.blogspot.com/2014/04/peralatan-gravimeter.html
www.scribd.com/doc/132246575/Laporan-Awal-Geofisika-2-Gravity
Dinagunarsih.blogspot.com/2014/04/gravity.html
Nasrulfisika.blogspot.com/2014/05/koreksi-pada-metode-grafity.html
www.echogeo.net/2014/04/koreksi-data-gravity-gaya-berat.html