Anda di halaman 1dari 21

SEMINAR BIOKIMA

Judul Jurnal

: Modulation In The Coarbohydrate Metabolism By Nicotine


And Grape Extract In The Liver Tissue Of Male Albino Rat With
Reference To Aging.

Bidang

: Biokimia

Penyaji

: Agni Budiarti

Pembimbing

: Drs. Rahmat Setiadi,M.Sc.

Tempat Seminar

: Lab Kimia Instrumen, Gedung JICA FPMIPA UPI

ABSTRAK
Nikotin adalah alkaloid alami yang ditemukan dalam famili tanaman terungterungan (solanaceae), sebagian besar nikotin terdapat pada tanaman tembakau. Terdapat
64 spesies tanaman tembakau (Nicotiana); hanya dua yang diolah untuk dijadikan
tembakau yaitu Nicotiana tobaccum, dan Nicotiana rustica, karena kedua jenis
tembakau tersebut

memiliki kandungan nikotin tertinggi. Anggur merah merupakan

produk jus komersial dari anggur Concord yang telah banyak digunakan dalam studi
penelitian medis,

banyak hasil penelitan menunjukkan bahwa anggur merah sangat

bermanfaat dalam mencegah penyakit. Hasil penelitian menyatakan bahwa nikotin dapat
menurunkan total karbohidrat pada jaringan hati tikus usia muda dan tikus usia tua, pada
pemberian perlakuan dengan anggur merah hasilnya menyatakan bahwa ekstrak anggur
merah dapat meningkatkan total karbohidrat dalam jaringan hati tikus usia muda dan
tikus usia tua, sedangkan pada pemberian perlakuan keduanya tidak terjadi peningkatan
atau penurunan total karbohidrat secara signifikan sehingga hasil dari pemberian
perlakuan dengan ekstrak anggur merah sangat bermanfaat, terutama pada pemberian
perlakuan nikotin untuk meningkatkan total karbohidrat.

DAFTAR PUSTAKA
Sivasankar, et al. (2014). Modulation In The Coarbohydrate Metabolism By Nicotine And
Grape Extract In The Liver Tissue Of Male Albino Rat With Reference To
Aging. India: Biolife

I. Pendahuluan
Nikotin adalah alkaloid alami yang ditemukan dalam

famili tanaman

(solanaceae) dan sebagian besar terdapat pada tanaman tembakau (Nicotiana tobaccum).
Terdapat 64 spesies Nicotiana namun hanya dua yang diolah untuk tembakau yaitu
Nicotiana tobaccum, dan Nicotiana rustica karena kedua jenis tembakau tersebut
memiliki kandungan nikotin tertinggi. Indonesia merupakan salah satu negara dengan
pengkonsumsi nikotin yang cukup tinggi yang biasanya diperoleh dari kegiatan merokok.
Kurangnya pengetahuan masyarakat indonesia mengenai bahaya merokok cukup
meningkatkan konsumsi masyarakat akan nikotin. Informasi yang telah beredar lama di
masyarakat mengenai bahaya merokok hanya ada pada terganggunya sistem
kardiovaskular, padahal bahaya merokok tidak hanya pada sistem kardiovaskular saja
tetapi juga pada terganggunya fungsi hati, ginjal dan organ lainnya, karena sebenarnya
nikotin dimetabolisme terutama di hati, dan sebagian kecil, di paru-paru dan organ
lainnya.
Anggur merah merupakan produk jus komersial dari anggur Concord yang telah
banyak digunakan dalam studi penelitian medis, hasil penelitan tersebut menunjukkan
bahwa anggur merah sangat bermanfaat dalam mencegah penyakit. Beberapa penelitian
epidemiological mengindikasikan bahwa pada sejumlah bahan makanan seperti wine,
sayur-sayuran, buah dan teh hijau erat kaitannya dengan penurunan angka kematian
global pada penderita penyakit kanker dan jantung koroner hal ini disebabkan oleh
adanya kandungan polyphenols pada bahan makanan tersebut.
Penelitian yang dilakukan kali ini akan membahas mengenai pemanfaatan ekstrak
anggur merah dalam meminamalisir tingkat keracunan nikotin pada total karbohidrat
yang diekspresikan sebagai glukosa dalam jaringan hati tikus albino.

II.

Pengaruh ekstrak anggur untuk meminimalisir tingkat keracunan pada jaringan hati
tikus albino

A. Nikotin
Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang umumnya
terdiri dari karbon, hidrogen, dan nitrogen yang dihasilkan secara alami pada
berbagai

macam tumbuhan,

terutama

suku

terung-terungan

(Solanaceae)

seperti tembakau dan tomat. Sebagian besar nikotin terdapat pada tanaman tembakau
(Nicotiana tobaccum). Terdapat 64 spesies Nicotiana namun hanya dua yang diolah
untuk dijadikan tembakau yaitu Nicotiana tobaccum, dan Nicotiana rustica,
karena kedua jenis tembakau tersebut memiliki kandungan nikotin tertinggi. Berikut
ini adalah gambar yang menunjukkan 2 spesies tanaman tembakau yang paling
banyak digunakan sebagai bahan pembuatan nikotin.

Gambar Nicotiana rustica

Gambar Nicotiana tobaccum

Produksi nikotin dalam daun tembakau diinduksi oleh sinyal asam jasmonat
sebagai respons terhadap kerusakan daun. Sintesis nikotin terjadi di akar tanaman
kemudian ditranspor melalui xylem menuju daun dan bagian tanaman lainnya. LD50
nikotin adalah 50 mg / kg untuk tikus dan 3 mg / kg untuk tikus 30-60 mg (0,5-1,0
mg / kg) dapat menjadi dosis mematikan bagi manusia dewasa.
Langkah pertama metabolisme nikotin didalam tubuh

adalah konversi

nikotin menjadi ion nikotin -1(5)-iminium menggunakan CYP450. langkah kedua


adalah konversi ion iminium menjadi kotinin, yang dimediasi oleh cytosolic aldehyde
oxidase. Senyawa cotinine terakumalasi didalam tubuh dalam watu yang lebih lama
dubandingkan dengan nikotin

Gambar. Langkah Utama Metabolisme Nikotin


Nikotin akan masuk ke dalam tubuh kemudian akan menuju ke paru paru
dan selanjutnya diserap ke dalam aliran darah. Hanya dalam waktu 8 detik,
nikotin ini akan sampai ke otak. Proses ini berlangsung cepat karena nikotin
bentuknya mirip dengan acetylcholine yang normal terdapat di dalam otak.

Gambar. Struktur Acetylcholine

Gambar. Struktur
Nikotin

Nikotin mempunyai bentuk yang mirip dengan ACH. Nitrogen piridin


pada nikotin merupakan pendonor elektron yang memiliki keasamaan dengan
keto oksigen pada gugus asetil kolin. Muatan positif nitrogen kuartener asetikolin
memiliki kesamaan dengan muatan positif nitrogen cincin pirolidin nikotin.
Bentuk aktif nikotin adalah kation yang terletak pada nitrogen dari siklus
pirol. Bentuk aktif sangat mirip dengan asetilkolin. Hal ini telah menunjukkan
bahwa nikotin dapat

mengganggu fungsi asetilkolin yang merupakan

neurotransmitter utama otak.


Nikotin yang terdapat di dalam sel saraf otak bekerja secara sentral di
otak dengan

mempengaruhi

neuron dopaminergik. Dengan menempelnya

nikotin pada reseptor alfa-4 beta-2 di presinaps akan mempengaruhi neuron


dopaminergik untuk mengeluarkan dopamin dalam jumlah yang besar ke dalam
celah sinaps untuk selanjutnya menempel pada reseptor dopamin di neuron pasca

sinaps. Dopamin adalah suatu senyawa katekolamin yang penting pada otak
mamalia, yang mengontrol fungsi aktivitas lokomotorik, kognisi, emosi,
reinforsmen positif, dan regulasi endokrin. Nikotin yang berikatan dengan
reseptor inilah yang menimbulkan rasa nikmat, nyaman sesaat dan menekan
nafsu makan. Berikut ini adalah gambar yang menjelaskan metabolisme nikotin
didalam otak

Gambar. Mekanisme Ikatan Nikotin dengan Reseptor Otak

Nikotin didalam tubuh dapat memberikan beberapa pengaruh, pada


sistem syaraf pusat diantaranya yaitu rasa senang dan gembira, meningkatkan
performa dan mengurangi rasa cemas. Selain itu pengaruh nikotin pada sistem
kardiovaskular yaitu meningkatnya detak jantung dan meningkatnya tekanan
darah, adapun pengaruh lainnya adalah menekan nafsu makan, meningkatkan
kecepatan metabolisme dan relaksasi otot.
Selain didapat dari kegiatan merokok, nikotin dapat terabsorb kedalam
tubuh melalui kulit, kecepatan pelepasan nikotin kedalam kulit dikendalikan oleh
permeabilitas kulit, kecepatan difusi melalui sebuah matrix polimer, dan/atau
kecepatan perjalanan melewati membran dalam berbagai bagian kecil. Absorbsi
nikotin melewati membran biologi bergantung pada pH. Nikotin merupakan basa
lemah dengan pKa 8,0. maka dari itu dalam kondisi lingkungan yang asam,
nikotin banyak yang terionisasi dan menjadi sulit untuk menembus membran.
Sebaliknya, jika kondisi lingkungan basa (pH 6,5 atau lebih), lebih banyak
nikotin yang dapat terabsorbsi dalam paru-paru.

B. Buah Anggur Merah


Anggur merah merupakan produk jus komersial dari anggur Concord yang
telah banyak digunakan dalam studi penelitian medis. Beberapa penelitian
epidemiological mengindikasikan bahwa pada sejumlah bahan makanan seperti wine,
sayur-sayuran, buah dan teh hijau erat kaitannya dengan penurunan angka kematian
global pada penderita penyakit kanker dan jantung koroner hal ini disebabkan oleh
adanya kandungan polyphenols pada bahan makanan tersebut.

Gambar.4 Vitis vinifera


Tanaman anggur sudah cukup lama diusahakan oleh petani Indonesia
terutama di daerah Jawa Timur sejak tahun 1882, Bali dan Sulawesi Tengah.
Walaupun tanaman anggur merupakan tanaman sub tropis namun tanaman ini
dapat tumbuh di Indonesia spesifik lokasi seperti di Jawa Timur. Jumlah tanaman
anggur di Jawa Timur pada awalnya meningkat dari tahun ke tahun pada tahun

1988 jumlahnya tanaman anggur adalah 270.249 pohon dengan produksi sebesar
2.060 ton, meningkat pada tahun 1989 menjadi 345.761 pohon dengan produksi
sebesar 2.451 ton. Namun nampaknya terjadi penurunan jumlah tanaman anggur
yang ditandai dengan banyaknya tanaman yang ditebangi karena tanaman anggur
padat karya dan padat modal. Hal ini terjadi pertama kali di Probolinggo yang
merupakan daerah sentral anggur. Data terakhir menunjukkan jumlah tanaman
berkisar 12.000 pohon yang telah berproduksi. Kandungan buah anggur sudah
tidak diragukan lagi khasiatnya, berikut ini adalah tabel yang menunjukkan
kandungan gizi yang terdapat didalam buah anggur.
Tabel.1 Kandungan Gizi Buah Anggur
No

Komponen Gizi

Konsentrasi/ 100g

Energi (kkal)

69

Protein (g)

0,72

Lemak total (g)

0,16

Karbohidrat (g)

18,1 g

Serat total (g)

0,9

Gula total (g)

15,48

Kalsium (mg)

10

Fosfor (mg)

20

Kalium (mg)

191

10

Natrium (mg)

11

Seng (mg)

0,07

12

Tembaga (mg)

0,13

13

Mangan (mg)

0,07

14

Selenium (mg)

0,1

15

Thiamin (mg)

0,07

16

Riboflavin (mg)

0,07

17

Niacin (mg)

0,19

18

Vitamin B6 (mg)

0,09

19

Folate total (mkg)

20

Vitamin A (mg)

66

21

Vitamin E (mg)

0,19

22

Vitamin K (mkg)

14,6

Salah satu bagian dari buah anggur yang cukup berkhasiat adalah
kulitnya, kulit anggur merah mengandung polifenol bioflavanoid (quercetin,
catechin flavanol dan anthocyandin) dan nonbioflavanoid (derivat asam). Salah
satu nonbioflavanoid yang penting dalam kulit kulit anggur adalah resveratrol,
yaitu komponen sehat pada anggur terutama pada kulit anggur. Penelitianpenelitian klisnis resveratrol menunjukkan efek anti-inflamasi yang sama atau
lebih baik dibandingkan dengan obat-obatan anti-inflamasi yang telah banyak
diketahui seperti phenylbutazone dan indomethachin. Uji pada hewan juga
mengindikasikan bahwa resvertarol dapat mempengaruhi perkembangan kanker
dalam tiga cara yaitu dengan memblok kerja agen penyebab kanker, menghambat
pertumbuhan dan perkembangan tumor serta menyebabkan sel-sel prekanker
kembali normal.

C. Dampak Pemberian Ekstrak Buah Anggur dan Pemberian Nikotin Pada Jumlah
Total Kabohidrat Dalam Hati Tikus Jantan Albino
Penelitian dilakukan terhadap tikus albino yang dibagi kedalam 2
kelompok besar yaitu kelompok tikus usia tua dan kelompok tikus usia muda,
masing-masing kedua kelompok tersebut di bagi lagi menjadi 4 kelompok kecil
yaitu sebagai berikut: Grup 1. Normal Control (NC) (tikus kontrol menerima
0,9% saline). Grup II diberi perlakuan dengan nikotin (Nt) (setiap dosisnya 0,6
mg/kg berat badan dengan suntik substansi selama periode 2 bulan). Grup III
dineri perlakuan dengan ekstrak anggur (RGEt) (dengan dosis 50 mg/kg berat
badan melalui pipa orogastric untuk jangka waktu 2 bulan). Grup IV diberi
perlakuan dengan nikotin dan ekstrak anggur (Nt + RGEt) (grup keempat
menerima nikotin dan ekstrak anggur sesuai dengan grup kedua dan ketiga).
Hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa kandungan total
karbohidrat secara signifikan menurun pada kedua kelompok besar usia tikus
(usia muda dan usia tua) yang diberikan perlakuan dengan nikotin (tikus muda
18,91% dan tikus tua 13,64%) ketika dibandingkan dengan tikus kontrol. Pada
kelompok tikus yang diberikan perlakuan dengan ekstrak anggur merah (RGEt)
terjadi

peningkatan

total karbohidrat yang

signifikan ketika dibandingkan

dengan tikus kontrol (tikus muda 10,27% dan tikus tua 7,82%). Pada pemberian
perlakuan kombinasi (Nt + Rget) tidak terjadi peningkatan yang signifikan total
karbohidrat ketika kedua kelompok tersebut dibandingkan dengan tikus kontrol.

Tabel dibawah menjelasakn adanya perubahan kandungan total karbohidrat pada


perlakuan pemberian nikotin (Nt), perlakuan ekstrak buah anggur (RGEt) dan
interaksi antar keduanya (Nt+RGEt) yang dilakukan selama 2 bulan pada
jaringan hati tikus usia muda (berusia 3 bulan) dan tikus usia tua (berusia 18
bulan). Nilai kandungan total karbohidrat dinyatakan dalam mg glukosa/gram
berat jaringan.
Tabel Hasil penelitian Total Karbohidrat pada Jaringan Hati tikus Jantan Albino
Jaringan Tikus Usia muda
NC
Hati
101,57

Tikus Usia Tua

Nt

RGEt

Nt+RGEt

82,36

112,01

104,77

(-18,91)

(+10,27)

(+3,15)

NC
118,77

Nt

RGEt

Nt+Rget

81,19

128,06

119,72

(-31,64)

(7,82)

(+0,79)

Berdasarkan data hasil penelitian pada tikus kelas kontrol di kedua


kelompok besar tikus (tikus usia tua dan tikus usia muda), pada tikus usia tua
terlihat adanya jumlah karbohidrat yang lebih tinggi dibandingkan dengan tikus
kelas kontrol pada usia muda hal ini disebabkan oleh menurunnya aktivitas
enzim glikolitik

dan enzim yang terlibat pada siklus kreb pada proses

katabolisme karbohidrat. Sedangkan pada tikus usia muda dan tikus usia tua pada
kelas eksperimen terjadi penurunan total karbohidrat dalam hati kedua grup tikus
usia tua dan tikus usia muda yang diberikan perlakuan dengan nikotin jika
dibandingkan dengan kelas kontrol, dikarenakan pemanfaatan karbohidrat untuk
memenuhi keperluan energi selama toksisitas nikotin.
Nikotin memiliki sistem penyampaian yang serupa neurotransmiter di
otak yang berfungsi menurunkan kebutuhan akan asupan energi sehingga terjadi
penurunan asupan makanan, akibatnya substrat yang digunakan sebagai sember
energi berkurang. Seperti yang telah dijelaskan diawal bahwa

salah satu

pengaruh nikotin adalah mempengaruhi proses metabolisme didalam tubuh,


proses metabolisme ini membutuhkan sejumlah energi namun akibat pengaruh
nikotin yang terdapat dalam tubuh, sumber energi yang diperlukan untuk proses
metabolisme tidak tersedia, selain itu, Nikotin didalam tubuh meningkatkan
aktivitas leptin yang memberikan sinyal ke pusat hipotalamus untuk
mengendalikan penggunaan energi dan meningkatkan pengeluaran energi. Leptin
adalah hormon protein yang memiliki pengaruh penting dalam mengendalikan

asupan makanan, metabolisme glukosa, metabolisme lemak, dan pengeluaran


energi.
Pada pemberian perlakuan dengan nikotin dan anggur secara bersamaan
terlihat tidak terjadi penurunan total karbohidrat yang signifikan dalam jaringan
hati kedua kelompok tikus, hasil ini mendukung bahwa ekstrak anggur sangat
bermanfaat bagi kesehatan tubuh yang berada dibawah pengaruh nikotin.
Berdasarkan pada penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak buah
anggur yang memiliki resveratrol dapat meminimalisir kehilangan total
karbohidrat pada jaringan hati akibat toksisitas yang ditimbulkan oleh senyawa
nikotin. Selain total karbohidrat yang dianalisis jumlahnya pada jaringan hati
tikus albino, penelitian ini juga menganalisis jumlah glikogen. Hasil penilitian
dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel-3 Hasil penelitian Total Glikogen pada Jaringan Hati tikus Jantan
Albino. Glikogen diekspresikan
Jaringan

Tikus Usia muda


NC

Hati

135,69

Tikus Usia Tua

Nt

RGEt

Nt+RGEt

99,51

138,65

136,74

(-26,66)

(+2,18) (+0,77)

NC
117,23

Nt

RGEt

Nt+RGet

97,32

129,65

119,42

(-16,98)

(+10,59)

(+1,86)

Tabel di atas menunjukkan adanya perubahan kandungan glikogen pada


perlakuan pemberian nikotin (Nt), perlakuan ekstrak buah anggur (RGEt) dan
gabungan antar keduanya (Nt+RGEt) yang dilakukan selama 2 bulan pada
jaringan hati tikus usia muda (berusia 3 bulan) dan tikus usia tua (berusia 18
bulan). Nilai kandungan total karbohidrat dinyatakan dalam mg glukosa/gram
berat basah jaringan.
Pada hasil penelitian menyatakan bahwa jumlah glikogen dalam hati
tikus usia muda dan tikus usia tua pada kelas kontrol menurun seiring
bertambahnya usia hal ini dapat dilihat dari kelas kontrol tikus usia muda dan
usia

tua.

Penurunan

dimungkinkan

karena

kandungan
adanya

glikogen

penurununan

dengan
sintesis

bertambahnya
glikogen

usia

seiring

bertambahnya usia. Hal serupa terjadi pada tikus usia muda dan tikus usia tua
kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan nikotin, pada hasil penilitian
terlihat terjadinya penurunan kandungan glikogen pada jaringan hati yang

10

diberikan perlakuan dengan nikotin menunjukkan kemungkinan besarnya


penggunaan metabolik energi untuk meminimalkan tingkat toksisitas nikotin.
Penurunan glikogen pada jaringan hati yang pada penelitian disebabkan aktifnya
proses glikogenolisis atau penurunan kandungan glikogen yang dapat terjadi
karena aktivitas glukokinase yaitu enzim inaktif yang terlibat dalam sintesis
glikogen. Pada pemberian perlakuan dengan ekstrak buah anggur merah hasil
penelitian menunjukan adanya peningkatan signifikan terhadap jumlah glikogen
dalam jaringan hati tikus albino. Tidak ada literatur mengenai ekstrak buah
anggur dengan glikogen. Namun beberapa peneliti melaporkan bahwa jus buah
meningkatkan sintesis glikogen dalam hati dan menurukan glukoneogenesis
dalam hati, sehingga kandungan glikogen yang meningkat dimungkinkan karena
meningkatnya regulasi metabolisme glikogen oleh perlakuan ekstrak anggur
merah pada tikus. Peningkatan glikogen pada jaringan hati tikus juga ditunjukkan
pada pemberian perlakuan gabungan dari keduanya (Nt+RGEt) namun
peningkatan glikogen yang terjadi tidak signifikan, hal ini menunjukkan bahwa
ekstrak anggur sangat bermanfaat untuk meningkatkan kandungan glikogen pada
jaringan hatio tikus yang berada dibawah pengaruh nikotin
Nikotin didalam tubuh menghasilkan stress oksidatif; dalam tubuh baik
secara in vivo in vitro (Suleyman,et al., 2002). Nikotin yang diberikan pada
tikus, akan meningkatkan konsentrasi asam lemak bebas, tingkat malondialdehid,
hidroperoksida, dan diena terkonjugasi. Peningkatan asam lemak bebas dalam
jaringan tikus yang diberikan perlakuan nikotin dapat berfungsi sebagai substrat
untuk peroksidasi lipid. Produk peroksidasi lipid yang meningkat setelah
pemberian nikotin dapat menyebabkan kerusakan permanen pada struktur
membran sel. Nikotin juga mengganggu sistem saraf simpatis yang
mengakibatkan meningkatnya penggunaan oksigen miokard. Peningkatan
penggunaan oksigen terutama oleh otot-otot yang berkontraksi menyebabkan
terjadinya kebocoran elektron dari mitokondria yang akan menjadi kelompok
oksigen reaktif (reactive oxygen species/ROS). Umumnya 2-5% dari oksigen
yang digunakan dalam proses metabolisme di dalam tubuh akan menjadi ion
superoksid sehingga saat aktivitas fisik berat terjadi peningkatan produksi radikal
bebas. Nikotin juga meurunkan aktivitas enzim penangkal radikal bebas yang
terdapat didalam tubuh yaitu: superoksida dismutase, katalase, dan glutation
reduktase. Penurunan kegiatan enzim radikal bebas ini menyebabkan

11

peningkatan pembentukan superoksida anion dan hidrogen peroksida yang akan


menghasilkan pembentukan radikal bebas hidroksil.

Gambar Sistem Oksigen Aktif


Pembentukan radikal bebas telah terbukti berpartisipasi dalam banyak
reaksi toksik. Radikal bebas diyakini dapat menimbulkan kerusakan sel dan
komponen sel seperti lipid, protein, DNA, terjadinya mutasi, dan bersifat
karsinogenik. Radikal bebas dapat merusak sel dengan cara merusak membran sel
tersebut. Kerusakan pada membran sel ini dapat terjadi dengan cara: (a)radikal
bebas berikatan secara kovalen dengan enzim dan/atau reseptor yang berada di
membran sel, sehingga merubah aktivitas komponen-komponen yang terdapat
pada membran sel tersebut; (b) radikal bebas berikatan secara kovalen dengan
komponen

membran

sel,

sehingga

merubah

struktur

membran

dan

mengakibatkan perubahan fungsi membran dan/atau mengubah karakter


membran menjadi seperti antigen; (c) radikal bebas mengganggu sistem transport
membran sel melalui ikatan kovalen, mengoksidasi kelompok thiol, (d) radikal
bebas menginisiasi peroksidasi lipid secara langsung dari asam lemak
polyunsaturated pada dinding sel. Kerusakan membran sel yang diakibatkan oleh
radikal bebas mengakibatkan tubuh bereaksi membentuk sel baru dan mengganti
sel yang rusak. Di samping itu, tubuh juga memerlukan energi supaya sel tubuh
dapat berfungsi dengan baik. Pada manusia, bahan untuk sumber energi tersebut
diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, yang terdiri dari kabohidrat
(gula dan tepung-tepungan), protein (asam amino), dan lemak (asam lemak).
Namun akibat pengaruh nikotin yang dapat mengurangi asupan makanan, maka
bahan makanan yang seharusnya mennjadi sumber energi tidak tersedia akibatnya
sumber energi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi diambil dari

12

sumber cadangan energi yang tersimpan dalam jaringan yang diekspresikan


sebagai gikogen.
Pada hasil penelitian yang dilakukan ketika tikus usia muda dan tikus
usia tua diberikan perlakuan dengan pemberian ekstrak anggur merah, jumlah
total karbohidrat yang diekspresikan dalam bentuk glukosa mengalami
peningkatan. Hal ini dikarenakan buah anggur kaya akan glukosa, flavonoid,
proantosianin, asam organik, tannin, garam mineral dan vitamin
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa ekstrak anggur
memiliki banyak manfaat dalam mencegah penyakit karena mengandung
polifenol bioflavanoid (quercetin, catechin flavanol dan anthocyandin) dan
nonbioflavanoid (derivat asam). Salah satu nonbioflavanoid yang penting dalam
kulit kulit anggur adalah resveratrol (Gb. 5), yaitu komponen sehat pada anggur
terutama pada kulit anggur.

Gambar-5Struktur Resveratrol
Resveratrol adalah hormon tumbuhan. Produksi resveratrol oleh tanaman
anggur adalah salah satu mekanisme pertahanan tanaman anggur itu terhadap
tekanan lingkungan, seperti serangan mikrorganisme seperti jamur parasit
Botrytis cinerea yang bertangung jawab atas pembusukan pada buah anggur.
Mekanisme resveratrol dalam meminimalisir tingkat keracunan pada
jaringan hati dengan menghambat

rekombinan

CYP450 yaitu enzim yang

membantu pada pembentukan nikotin -1(5)-iminium sehingga tidak terjadi


reaksi berkelanjutan dari nikotin yang dapat menghasilkan senyawa-senyawa
yang karsinogen bagi tubuh, selain itu Jang et al. menemukan bahwa resveratrol
mengurangi luka preneoplastic dalam kultur kelenjar susu tikus dan menurunkan
kemungkinan pembentukan tumor pada tikus yang diobati dengan 7,12dimetilbenz [a] antrasena (DMBA) digunakan sebagai penginisisasi tumor.
Selain itu buah anggur juga mengandung flavanoid salah satunya adalah
antosianin yang merupakan antioksidan yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.

13

Antosianin merupakan pembentuk dasar pigmen warna merah, ungu dan biru
pada tanaman, terutama sebagai bahan pewarna bunga dan buah-buahan.

Gambar-6. Struktur Antosianin


Antioksidan adalah zat yang dapat melawan pengaruh bahaya dari radikal
bebas yang terbentuk sebagai hasil metabolisme oksidatif, yaitu hasil dari reaksi
kimia dan proses metabolik yang terjadi di dalam tubuh. Berbagai bukti ilmiah
menunjukkan bahwa senyawa antioksidan mengurangi risiko terhadap penyakit
kronis, seperti kanker dan penyakit jantung koroner. Antioksidan memiliki fungsi
untuk menghentikan atau memutuskan reaksi berantai dari radikal bebas yang
terdapat di dalam tubuh, sehingga dapat menyelamatkan sel-sel tubuh dari
kerusakan akibat radikal bebas dengan cara memberikan satu elektronnya kepada
radikal bebas, sehingga menjadi non radikal. Hal inil dapat membuktikan bahwa
ekstrak anggur dapat meminimalkan tingkat kercaunan nikotin dalam tubuh
karena nikotin dalam tubuh dapat menghasilkan suatu radikal bebas hidroksil ,
radikal bebas ini dapat dihentikan oleh antioksidan yang terdapat dalam ekstrak
buah anggur.

14

III.

Rangkuman
Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang umumnya terdiri

dari Karbon, Hidrogen, Nitrogen dan juga oksigen yang dihasilkan secara alami pada
berbagai

macam tumbuhan,

terutama

suku

terung-terungan

(Solanaceae)

seperti tembakau dan tomat. Langkah pertama metabolisme nikotin didalam tubuh adalah
konversi nikotin menjadi ion nikotin -1(5)-iminium menggunakan CYP450. langkah
kedua adalah konversi iom iminium menjadi cotinine, yang dimediasi oleh cytosolic
aldehyde oxidase. Nikotin dimetabolisme terutama didalam hati. Nikotin memiliki sifat
serupa dengan neurotransmiter, seperti asetilkolin di otak yang menyebabkan penurunan
kebutuhan akan asupan energi sehingga terjadi penurunan kebutuhan asupan makanan,
yang mengakibatkan substrat yang digunakan sebagai sumber energi berkurang. Proses
metabolisme membutuhkan sejumlah energi namun akibat pengaruh nikotin yang terdapat
dalam tubuh, sumber energi yang diperlukan untuk proses metabolisme tidak tersedia.
Nikotin didalam tubuh meningkatkan aktivitas leptin yang memberikan sinyal ke pusat
hipotalamus untuk mengendalikan penggunaan energi dan meningkatkan pengeluaran
energi. Nikotin juga mengganggu sistem saraf simpatis yang mengakibatkan
meningkatnya penggunaan oksigen miokard. Peningkatan penggunaan oksigen terutama
oleh otot-otot yang berkontraksi menyebabkan terjadinya kebocoran elektron dari
mitokondria yang akan menjadi kelompok oksigen reaktif (reactive oxygen

species/ROS), oksigen yang digunakan dalam proses metabolisme di dalam tubuh akan
menjadi ion superoksid sehingga saat aktivitas fisik berat terjadi peningkatan produksi
radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan membran, akibatknya tubuh
membentuk sel baru dan mengganti sel yang rusak. Proses tersebut tentu saja mebutuhkan
energi, namun karena pengaruh nikotin yang dapat menurunkan asupan makanan sebagai
sumber energi, maka energi yang dibutuhkan untuk membangun sel baru tidak tersedia.
Akibatnya, tubuh mengambil sumber energi yang tersimpan didalam jaringan berupa
glikogen.
Ekstrak Anggur terbuki secara ilmiah memiliki berbagai manfaat dalam mencegah
berbagai penyakit. Salah satu kandungan buah anggur yang sangat bermanfaat adalah
resveratrol. Mekanisme resveratrol dalam meminimalisir tingkat keracunan pada jaringan
hati adalah dengan menghambat rekombinan CYP450 yaitu enzim yang membantu
pembentukan nikotin -1(5)-iminium, sehingga tidak terjadi reaksi berkelanjutan dari
nikotin. Selain itu buah anggur memiliki kandungan antioksidan, antosianin, yang dapat
memutus reaksi berantai dari radikal bebas sehingga dapat menyelamatkan sel-sel tubuh
15

dari kerusakan akibat radikal bebas dengan cara memberikan satu elektronnya kepada
radikal bebas menjadi non radikal.

16

IV.

Daftar Pustaka
Arief.S. (2009). Radikal Bebas. Surabaya: Fakultas Kedokteran

Universitas

Airlangga/ Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo.

Benazir, I.M. (2010). Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kedokteran


Universitas Sumatera Utara Tentang Pengaruh Radikal Bebas Terhadap
Timbulnya Penyakit. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera
Utara

Benowitz N.l, Hukkanen H J, and Jacob P. (2009). Nicotine Chemistry,


Metabolism, Kinetics, and Biomarkers. Amerika: Division Of Clinical
Pharmacology and Experimental Therapeutics, University of California

Hoon Suh D,et al. (2013). Cancer-Specific Therapeutic Potential Of Resveratrol:


Metabolic Approach Against Hallmarks Of Cancer. Korea: Seoul National
University College Of Medicine

R.Sivasankar, et al. (2014). Modulation In The Carbohydrate Metabolism By


Nicotine And Grape Extract In The Liver Tissue Of Male Albino Rat With
Reference To Aging. India: Biolife

S.Paola and G. Ricaardo. (2004). Resveratrol As An Anticancer Nutrient:


Molecular Basis, Open Question And Promises. Italy: University of milan

Y.Deniz. (2004). Nicotine, Its Metabolism And An Overview Of Its Biological


Effects. Turkey: Department of Biology, Mustafa Kemal University

17

Lampiran
Pertanyaan-pertanyaan

1. Mengapa penelitian yang dilakukan menggunakan tikus albino?


Wang Jinheng dalam penjelasannya mengatakan, Sebabnya periset memilih tikus
sebagai hewan percobaan karena tikus mempunyai banyak keunggulan
diantaranya:
Banyak gen tikus relatif mirip dengan manusia.
Kemampuan berkembangbiak tikus sangat tinggi
Relatif cocok untuk digunakan dalam eksperimen massal.
Tipe bentuk badan tikus kecil, mudah dipelihara dan
Obat yang digunakan didapat relatif cepat termanifestasi.
2. Bagaimana proses peroksidasi lipid?
Mekanisme peroksidasi lipid

3. Apakah penggunaan ekstrak anggur yang berlebih dapat meningkatkan


kemungkinan resiko seseorang menderita diabetes?
Menurut penelitian oleh albert einsten college of medicine, orang yang
mengalami prediabetes yang diberi resveratrol mengalami menurunan 10% dalam
tingkat gula darahnya. Resveratrol dan polifenol lainnya dalam anggur juga
menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga dapat mencegah resiko
diabetes.
4. Apa persamaan asetilkolin dan nikotin?
Nikotin mempunyai bentuk yang mirip dengan ACH. Nitrogen piridin pada
nikotin merupakan pendonor elektron yang memiliki keasamaan dengan keto
oksigen pada gugus asetil kolin. Muatan positif nitrogen kuartener asetikolin
memiliki kesamaan dengan muatan positif nitrogen cincin pirolidin nikotin.
Bentuk aktif nikotin adalah kation yang terletak pada nitrogen dari siklus
pirol. Bentuk aktif sangat mirip dengan asetilkolin.

18

Sturuktur Nikotin

Sturuktur Asetilkolin

5. Mengapa jumlah total karbohidrat pada tikus usia tua jauh lebih besar dari pada
tikus usia muda?
Pada tikus usia tua terlihat adanya jumlah karbohidrat yang lebih tinggi
dibandingkan dengan tikus kelas kontrol pada usia muda hal ini disebabkan oleh
menurunnya aktivitas enzim glikolitik dan enzim yang terlibat pada siklus kreb
pada proses katabolisme karbohidrat yang diakibatkan oleh penuaan.
6. Dapatkah nikotin dijadikan sebagai alternatif pengobatan pada penderita
diabetes?
Nikotin tidak bisa dijadikan obat alternatif pada penderita diabets. Akhir-akhir ini
dikatakan bahwa nikotin dalam rokok dapat meningkatkan diabetes melitis tipe 2,
meskipun mekanismenya belum dipahami sepenuhnya, diduga bahwan gangguan
sensitivitas terhadap insulin yang disebabkan oleh nikoitin, pada orang yang
menderita diabetes melitus tipe 2.

Penelitian akhir-akhir ini di amerika

menunjukkan peningkatan kadar glukosa darah pada perokok disebabkan oleh


produksi hormon kortisol yang memicu resistansi insilun.
7. Dapatkah ekstrak anggur tersebut digunakan pada manusia mengurangi kadar
keracunan nikotin dalam tubuh?
Ekstrak anggur dapat digunakan oleh manusia untuk meminimalisir tingkat
keracunan nikotin karena kandungan buah angggur yang baik seperti resveratrol
dan polifenol
8. Dapatkah nikotin digunakan untuk terapi bagi penderita hyperglikemia?
Nikotin tidak dapat digunakan untuk terapi pada penderita hyperglikemia, karena
pada saat seseorang menghisap sebatang rokok, nikotin akan diserap dalam tubuh
(darah), diringi dengan pelepasan Adrenalin. Saat Adrenalin dilepas tubuh kita
pun akan melepaskan cadangan glukosa ke dalam darah sehingga dapat
meningkatkan kadar glukosa dalam darah
9. Hubungan nikotin, total karbohidrat dan ekstrak anggur
Nikotin

menempel pada reseptor alfa-4 beta-2 di presinaps akan

mempengaruhi neuron dopaminergik untuk mengeluarkan dopamin dalam jumlah


yang besar. Dopamin dalam jumlah yang besar menimbulkan rasa nikmat,

19

nyaman sesaat dan menekan nafsu makan. Nikotin juga menurunkan aktivitas
enzim penangkal radikal bebas yang ada didalam tubuh, SOD dan katalase.
Penurunan aktivitas enzim ini dapat menyebabkan ketersediaan superoksida dan
radikal peroksi yang berlebih menghasilkan Radikal OH. Radikal bebas dapat
merusak sel dengan cara merusak membran sel tersebut, dengan cara:
a.

radikal bebas berikatan secara kovalen dengan enzim dan/atau reseptor


yang berada di membran sel, sehingga merubah aktivitas komponenkomponen yang terdapat pada membran sel tersebut

b.

radikal bebas berikatan secara kovalen dengan komponen membran sel,


sehingga merubah struktur membran dan mengakibatkan perubahan fungsi
membran dan/atau mengubah karakter membran menjadi seperti antigen

c. radikal bebas mengganggu sistem transport membran sel melalui ikatan


kovalen, mengoksidasi kelompok thiol, (d) radikal (Helen, A. 2002)
Kerusakan

membran

sel

yang diakibatkan

oleh radikal

bebas

mengakibatkan tubuh merespon untuk membentuk sel baru dan mengganti sel
yang rusak, pembentukan sel-sel baru atau pergantian sel-sel yang rusak
membutuhkan energi. Pada manusia, bahan untuk

sumber energi tersebut

diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, yang terdiri dari kabohidrat
(gula dan tepung-tepungan), protein (asam amino), dan lemak (asam lemak).
Namun akibat pengaruh nikotin yang dapat mengurangi asupan makanan, maka
bahan makanan yang seharusnya menjadi sumber energi (Glukosa) tidak tersedia
akibatnya sumber energi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi
diambil dari

sumber cadangan energi yang tersimpan dalam jaringan yang

diekspresikan sebagai gikogen.


Kerusakan membran sel yang mengakibatkan sel mengalami penurunan
kemampuan kerja. Dibutuhkan asupan makanan yang dapat mengimbangi
kemampuan kerja sel yang menurun Atau dibutuhkan suatu zat yang dapat
menghambat proses kerusakan membran sel yang diakibatkan oleh radikal bebas.
Zat tersebut terdapat didalam buah anggur, yaitu antioksidan jenis Anthosianin
yang dapat memutus terajadinya reaksi berantai radikal bebas akibat nikotin
Antioksidan memiliki fungsi untuk menghentikan atau memutuskan reaksi
berantai dari radikal bebas yang terdapat di dalam tubuh, sehingga dapat
menyelamatkan sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dengan cara
memberikan satu elektronnya kepada radikal bebas, sehingga menjadi non

20

radikal. Akibatnya kerusakan sel dapat diminimalisir dengan adanya antosianin


yang terkandung dalam buah anggur sehingga karbohidrat (glukosa) sebagai
number energi

yang digunakan untuk regenarasi sel dapat dimunimalkan

penggunaannya.

21