Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Saat ini wisata merupakan salah satu kecenderungan yang
menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Wisata tak lagi
dipandang sebagai sesuatu yang menjadi milik kelompok masyarakat
yang mapan, tetapi juga bagi semua kalangan masyarakat meski
dalam apresiasi dan biaya yang berbeda.
Kuliner juga merupakan salah satu budaya lokal mempunyai
peran penting karena makanan juga bisa menjadi pusat pengalaman
wisatawan. Wisata gastronomi (tata boga) muncul dari keinginan para
wisatawan itu sendiri yang ingin mendapatkan pengalaman tidak saja
dari keindahan alam, tetapi juga dari produk makanan tradisional yang
disajikan. Beberapa daerah tujuan wisata menggunakan gastronomi
sebagai alat penarik wisatawan dan banyak yang menggunakan
pariwisata untuk mempromosikan gastronomi.
Wisata

kuliner

adalah

kunjungan

ke

suatu

tempat

yang

merupakan produsen dari suatu makanan, festival makanan, restoran,


dan lokasi-lokasi khusus untuk mencoba rasa dari makanan atau juga
untuk memperoleh pengalaman yang didapat dari makanan khas suatu
daerah yang merupakan motivasi utama seseorang melakukan
perjalanan wisata. (Hall and Sharpies, Food Tourism Around the
World, 2003).
Kota Makassar sebagai sebuah kota yang terletak pada kawasan
pantai selatan Makassar memiliki berbagai potensi yang belum
sepenuhnya dikembangkan. Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota
Makassar, maka visi dan misi yang ditetapkan pada Pasal 10 dalam
Rencana Strategis Kota Makassar 2005-2015 adalah Kawasan
Khusus Pengendalian Pantai Makassar, yang berada sepanjang 35
km

pesisir

pantai

Makassar.

Visi

tersebut

berisi

tentang

pengembangan kawasan secara terpadu untuk pusat bisnis dan

pariwisata terpadu serta pusat olahraga terpadu. (Peraturan Daerah


Kota Makassar Nomor 6 Tahun 2006)
Untuk mewujudkan visi Kota Makassar sebagaimana tersebut di
atas maka perlu adanya partisipasi dari berbagai pihak, antara lain
melalui penataan, pengembangan, pengendalian dan pemanfaatan
ruang kota yang mengedepankan aspek topografi dan kawasan pantai.
Berdasarkan uraian diatas, untuk mengoptimalkan potensi wisata
pantai di Makassar dengan kendala yang ada, maka sudah selayaknya
jika kawasan pantai di pesisir selatan Kota Makassar ditata dan
dikembangkan agar lebih baik, sehingga meningkatkan daya tarik Kota
Makassar

sebagai

kota

tujuan

wisata

sehingga

menambah

pendapatan asli daerah dan untuk mencegah kerusakan yang lebih


besar pada potensi wilayah pantai.
Secara tidak langsung dengan adanya Pusat Wisata Kuliner yang
mengusung penekanan waterfront pada bangunan diharapkan dapat
menjadi jalan keluar dalam mengatasi berbagai masalah sosial
tersebut sehingga menjadi wadah untuk Kota Makassar khususnya
daerah pesisir pantai sebagai kawasan yang menawarkan berbagai
suguhan makanan khususnya makanan khas daerah yang mampu
memuaskan lidah orang Makassar dan para wisatawan, karena
seyogyanya makan adalah kebutuhan primer bagi manusia.
Dengan pertimbangan di atas dengan tujuan menjadi perangkai
dari kegiatan rekreasi yang lain, diharapkan Pusat Wisata Kuliner pada
kawasan Metro Tanjung Bunga mampu menjadi atraksi wisata yang
mempunyai daya tarik tersendiri, baik untuk wisatawan yang sedang
berkunjung ke obyek wisata pantai di Kawasan Metro Tanjung Bunga
maupun bagi pengguna jalur Metro Tanjung Bunga. Serta dapat
dijadikan sebagai andalan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
Makassar, dalam meningkatkan potensi pariwisata ibukota Provinsi
Sulawesi Selatan ini.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan

pada

uraian

latar

belakang

di

atas,

maka

permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut :


1. Non Arsitektur
a. Bagaimana

memaksimalkan

segala

potensi

untuk

meningkatkan kembali kondisi sosial dan ekonomi di daerah


tersebut?
b. Bagaimana merencanakan Pusat Wisata Kuliner di Kawasan
Metro Tanjung Bunga Makassar sebagai salah satu wadah
rekreasi yang melayani kegiatan yang bersifat rekreatif bagi
semua lapisan masyarakat ?
c. Bagaimana sehingga Pusat Wisata Kuliner ini memiliki daya
tarik

tersendiri

bagi

wisatawan

mancanegara

maupun

wisatawan nusantara sebagai ikon wisata baru untuk datang ke


Makassar?

2. Arsitektur
Bagaimana merencanakan Pusat Wisata Kuliner dengan
menerapkan prinsip-prinsip perancangan yang dapat berfungsi
secara maksimal dan mencerminkan karakter kegiatan yang
ditampung di dalamnya, antara lain mencakup :
a. Konsep Perancangan Makro
1) Bagaimana menentukan letak lokasi/site yang tepat untuk
perancangan yang sesuai dengan fungsi lahan dan juga
prospek secara ekonomi?
2) Bagaimana pengolahan bentuk site dan juga tata massa
yang estetis dan fungsionalis dengan memanfaatkan potensi
arsitektural lahan yang menggunakan penekanan desain
waterfront pada bangunan?
3) Bagaimana mengatur pola sirkulasi (kendaraan dan pejalan
kaki) di dalam site yang sistematis dan menghindari

terjadinya kemacetan dan menyediakan area parkir yang


mencukupi kebutuhan para pengunjung?
4) Bagaimana penataan lansekap berupa ruang terbuka,
koridor, dan akses publik dalam tapak?
5) Bagaimana

penataan

elemen

penting

yang

mampu

menjadi landmark, dan vocal point dalam tapak?


b. Konsep Perancangan Mikro
1) Bagaimana menentukan bentuk dan penampilan bangunan
yang menggunakan penekanan desain waterfront pada
bangunan?
2) Bagaimana pengelompokan tata ruang yang memenuhi
syarat-syarat teknis pencahayaan dan penghawaan yang
menggunakan

penekanan

desain

waterfront

pada

bangunan?
3) Bagaimana menentukan jumlah pengguna bangunan, jenis
kegiatan, dan kebutuhan ruang serta besaran ruang yang
mewadahi kegiatan yang ada?
4) Bagaimana menentukan pola dan jenis sirkulasi yang
sesuai?
5) Bagaimana menentukan sistem struktur dan material?
6) Bagaimana menentukan sistem utilitas?

C. Tujuan Dan Sasaran Penulisan


1. Tujuan Penulisan
Tujuan umum penulisan adalah untuk menyusun suatu acuan
dasar perancangan serta mewujudkan desain fisik Pusat Wisata
Kuliner di Kawasan Metro Tanjung Bunga Makassar.
Secara khusus tujuan penulisan antara lain:
a. Pengembangan obyek wisata di Kawasan Metro Tanjung
Bunga dimaksudkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan
sumberdaya alam atau potensi yang terdapat disekitar lokasi

dan menambah fasilitas pendukung lainnya yang bisa menjadi


daya tarik tersendiri pada obyek wisata di Kawasan Metro
Tanjung

Bunga

yang

menggunakan

penekanan

desain

waterfront pada bangunan.


b. Menjadi perangkai dari kegiatan rekreasi yang lain dan mampu
menjadi atraksi wisata yang mempunyai daya tarik tersendiri
yang didesain agar dapat hidup berdampingan dengan kondisi
alam serta situasi khusunya di Kota Makassar yang merupakan
salah satu tujuan wisata di Sulawesi Selatan, sehingga
diharapkan dapat memberi kontribusi dalam perbaikan kualitas
lingkungan hidup.

2. Sasaran Penulisan
Sasaran pembahasan pada penulisan ini adalah untuk
mendapatkan perencanaan lokasi, tata ruang dan desain fisik
Pusat

Wisata

Kuliner

dengan

penekanan

waterfront

yang

menampilkan bentuk dan penampilan bangunan yang menarik dan


komersil baik itu untuk desain exterior maupun interior.

D. Batasan Dan Lingkup Penulisan


Pembahasan dibatasi pada masalah-masalah dalam lingkup
disiplin ilmu arsitektur, sedangkan hal-hal di luar pemikiran arsitektur
apabila

dianggap

berperan

dalam

menemukan

faktor-faktor

perencanaan akan diusahakan untuk membahasnya dengan asumsiasumsi, pemikiran-pemikiran, studi banding pada bangunan sejenis
dengan melihat perkembangan teknologi serta menggunakan logika
sederhana sesuai dengan kemampuan yang ada.

E. Metode Dan Sistematika Penulisan


1. Metode Penulisan
Adapun metodologi yang

dilakukan

dalam penyusunan

penulisan ini antara lain :


a. Studi literatur yaitu melalui studi literatur dan tinjauan pustaka
misalnya data yang didapat dari buku dan internet.
b. Studi kasus yaitu membandingkan beberapa lokasi yang ada
agar Pusat Wisata Kuliner yang direncakan dapat dicapai sesuai
dengan tujuan perencanaan.
c. Survey site yaitu melakukan survey pada site yang terpilih baik
survey fisik maupun non fisik.
d. Pengumpulan data yaitu mengumpulkan seluruh data untuk
kemudian dianalisa untuk mendapatkan kebutuhan ruang.
e. Analisa site yaitu menganalisa site secara arsitektural.

2. Sistematika Penulisan
BAB I: Merupakan bab pendahuluan yang terdiri dari dasar
gambaran umum tentang objek yang dibahas. Terdiri dari
latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan sasaran
penulisan,

batasan

dan

lingkup

penulisan,

metode

penulisan, dan sistematika penulisan.


BAB II: Membahas tentang tinjauan umum mengenai Pusat
Wisata Kuliner di Kawasan Metro Tanjung Bunga dimana
pada bab ini mengemukakan uraian tentang pariwisata,
wisata kuliner, bangunan tepi pantai (Waterfront) serta
studi banding yang didapat dari literatur dan referensi.
BAB III: Merupakan kajian khusus yang membahas tentang Kota
Makassar, tinjauan Kawasan Metro Tanjung Bunga,
kondisi terhadap potensi kawasan perencanaan serta
tinjauan kawasan waterfront di Makassar

BAB IV: Menguraikan

analisis

pendekatan

konsep

dasar

perancangan Pusat Wisata Kuliner di Kawasan Metro


Tanjung Bunga, dimana dijelaskan tentang kriteria-kriteria
dari konsep analisis.
BAB V: Menguraikan tentang konsep dasar perancangan yaitu
pendekatan konsep program perancangan fisik Pusat
Wisata Kuliner di Kawasan Metro Tanjung Bunga.