Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN ANALISA MUTU PANGAN DAN HASIL PERTANIAN

UJI DESKRIPTIF

oleh:
Sadewa Aziz Diamonda
Meitha Rizky D
Riska Ari Santi

(131710101080)
(131710101098)
(131710101043)

Kelompok
6 (THP A)

TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Suatu produk pangan dan hasil pertanian memiliki suatu sifat sensoris
yang berbedabeda. Sifatsifat sensoris tersebut sangat erat kaitannya dengan
atribut mutu dan kualitas pada suatu produk. Sehingga penting sekali
dilakukan pengujian sifatsitfat sensoris tersebut demi mempertahankan dan
melakukan pengembangan produk olahannya, serta dapat mengontrol suatu
produk dan melakukan pengawasan mutu produk. Salah satu pengujian yang
tepat untuk menentukan sifat sifat sensoris atau atribut mutu sensoris dapat
dilakukan dengan melakukan uji deskriptif. Uji deskriptif merupakan metode
pengujian yang dilakukan untuk mengidentifikasi, mendeskripsi serta
mengkuantitatifkan sifatsifat sensoris suatu produk atau sampel yang di uji
sehingga dapat diketahui atribut mutu sensorisnya. Ada 3 macam uji deskripsi
yaitu Flavor Profile, Teksture Profile dan Qualitative Deskriptive Analisis
(QDA). Dalam praktikum uji deskriptif, uji yang dilakukan yaitu uji QDA. Uji
QDA merupakan uji yang digunakan untuk menilai karakteristik atribut mutu
sensori dalam bentuk angka angka kuantitatif. Kemudian hasil rata-rata
setiap penilaian panelis ditabulasikan kedalam diagaram jaring laba-laba.
Panelis yang digunakan pada praktikum ini sebanyak 20 panelis. Sampel yang
akan diuji adalah produk yang sejenis namun merknya berbeda yang berupa
susu indomilk, susu ultramilk, dan susu Frisian flag. Tujuan dilakukan
praktikum ini yaitu untuk mengetahui atribut mutu sensoris yang terdapat pada
ketiga produk atau sampel yang di uji.
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum uji deskriptif adalah:
1. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan atribut sensoris diantara
sampel yang diujikan
2. Untuk mengetahui mengetahui skala perbedaan dari 3 sampel melalui
jaring laba-laba

BAB. 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Uji Deskriptif


Uji sensoris merupakan disiplin ilmu yang mempelajari identifikasi,
pengukuran, analisis dan interpretasi sifat sensoris atau atribut bahan pangan
ataubahan lain yang diterima sensasinya oleh indra penglihat, pencecap,
pembau,peraba dan pendengar.Menurut Meilgaard et al. (2004), semua
metode analisis deskriptif menggunakan penilaian secara kualitatif maupun
kuantitatif.

Metode

kualitatif

digunakan

untuk

mendapatkan

dan

mengembangkan bahasa, sehingga dapat menggambarkan sampel yang


nantinya sangat penting untuk analisis kuantitatif. Sedangkan metode
kuantitatif untuk mendeskripsikan karakter sensori suatu produk dengan
memberikan penilaian yang menggambarkan sampel dalam suatu skala
interval.
2.2 Prinsip Uji Deskriptif
Uji deskripsi digunakan untuk mendapatkan gambaran yang utuh
tentang karakteristik suatu produk. Oleh sebab itu, pada uji ini banyak sifat
yang sensorik yang dinilai dan dianalisis secara keseluruhan. Sifat-sifat sens
orik yang dipilih adalah terutama yang paling relevan terhadap mutu
atau yang paling peka terhadap perubahan mutu suatu komoditi. Sifat-sifat
sensorik mutu ini disebut atribut mutu. Misalnya ketengikan, warna, bau dan
lain-lain.
2.3 Jenis-Jenis Uji Deskriptif
Metode dalam analisis deskriptif terus berkembang. Macam macam
uji deskripsi yang digunakan ada tiga yaitu metode flavor profile, metode
texture profile, dan metode quantitative descriptive analysis (QDA) (Poste
et al., 1991). Analisis deskriptif juga dapat dilakukan menggunakan metode
spectrum descriptive analysis method, free choice profiling, dan timeintensity descriptive analysis (Meilgaard et al., 1999). Keseluruhan analisis
tersebut menggunakan panelis terlatih, kecuali free choice profiling.
Menurut Soekarto (1985), dalam pengujian deskriptif pada mulanya
masing-masing atribut mutu diujikan secara rating. Pada tahap selanjutnya,

data hasil pengujian rating ditransformasi dalam bentuk grafik majemuk.


Dalam pengujian deskriptif, grafik disusun secara radial. Masing-masing
garis menggambarkan himpunan nilai mutu. Titik pusat menyatakan nilai
mutu nol dan ujung garis menyatakan nilai mutu tertinggi.
Keberhasilan analisis deskriptif tergantung pada empat faktor, yaitu
pelatihan dan pengalaman panelis, panel leader, pelaksanaan analisis, dan
komitmen para penelis (Gacula, 1997). Menurut Meilgaard et al. (1999),
tiga tipe skala yang digunakan dalam analisis deskripsi antara lain category
scale,
line scale, dan magnitude estimation (ME).
2.4 Manfaat Uji Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan secara luas untuk pengembangan produk
dan pengontrolan kualitas produk dalam riset pemasaran. Tujuannya untuk
mendeskripsikan

karakteristik

sensori

produk,

dan

menggunakan

karakteristik tersebut untuk mengkuantitatifkan perbedaan sensori antara


produk yang dimaksud (Lawless dan Heymann, 1999).
Uji deskriptif dapat membantu mengidentifikasi ingredient atau
variabel proses yang bertanggung jawab terhadap karakteristik sensori
spesifik dari produk. Informasi yang diperoleh dapat digunakan dalam
pengembangan

produk

baru,

perbaikan

produk

atau

proses,

dan

menyediakan informasi untuk pengawasan mutu. (Adawiyah et al. 2009).


2.5 Komposisi Bahan yang Digunakan
Sampel yang digunakan dalam uji deskriptif adalah jelly dengn 3 merk
yang berbeda yaitu Susu Indomilk, Ultramilk, dan Frisian Flag. Komposisi
bahan pada masing masing sampel diatas sebagai berikut.
a. Indomilk
- Susu Sapi Segar
- Air
- Gula
- Susu Bubuk Skim
- Cokelat Bubuk
- Inulin
- Lemak Susu

Perisa Artifial coklat


Penstabil Nabati
Vitamin A dan D3 (mengandung antioksidan tokoferol), vitamin E, B1,

B6
b. Ultramilk
- Susu sapi segar
- Sukrosa
- Susu Skim Bubuk
- Bubuk Coklat
- Penstabil Nabati
- Perisa Artifisial Coklat
- Garam
c. Frisian Flag
- Susu Sapi Segar
- Bubuk Cokelat
- Susu Bubuk Skim
- Penstabil Nabati
- Perisa Cokelat
- Vitamin C, B3, (mengandung antiokidan tokoferol), E, B1, B6, B5,
dan D3 (mengandung antiokidan tokoferol)

BAB 3. METODOLOGI PRAKTIKUM


3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
- Alat Tulis
- Gelas Kecil
- Kuisioner
- Nampan
- Sendok
- Teko
3.1.2 Bahan
- Susu Indomilk
- Susu Ultramilk
- Susu Frisian Flag
- Label
- Tissue
3.2 Skema Kerja

Disiapkan 3 sampel produk sejenis beda merk

Diberi kode 3 digit angka acak


Disiapkan kuisioner
Disajikan kepada panelis
Panelis diminta menentukan sifat sifat sensoris
Penarikan kesimpulan
Perhitungan nilai rata rata semua parameter dan
dibuat jaring laba laba

BAB 4 HASIL PENGAMATAN DAN HASIL PERHITUNGAN


4.1 Hasil Pengamatan
4.1.1Aroma
Panelis

Sampel

Total

457

283

974

Yoshinta

11

Dini Novita

Dini Gerisa

Jumanah

Yuna Luki

10

Qori B

Bazar

Sulihati J

11

Erna S

Fauzan R

Dwi Rischa

10

Niti Rahayu

12

Shofi

12

Shofwa

Dzikri

10

Nena

10

Umi

12

Diana

10

Anggi

11

Total

78

68

45

190

Rata-rata

4,10

3,58

2,37

10

4.1.2

Warna

Panelis

Sampel

Total

457

283

974

Yoshinta

Dini Novita

Dini Gerisa

11

Jumanah

11

Yuna Luki

Qori B

10

Bazar

Sulihati J

10

Erna S

Fauzan R

Dwi Rischa

12

Niti Rahayu

12

Shofi

12

Shofwa

12

Dzikri

Nena

11

Umi

12

Diana

Anggi

12

Total

82

62

53

196

Rata-rata

4,31

3,26

2,79

10,31

4.1.2

Rasa

Panelis

Sampel

Total

457

283

974

Yoshinta

11

Dini Novita

10

Dini Gerisa

10

Jumanah

11

Yuna Luki

Qori
Bachtiar

10

Bazar

11

Sulihati J

11

Erna S

12

Fauzan R

10

Dwi Rischa

12

Niti Rahayu

12

Shofi

11

Shofwa

10

Dzikri

Nena

11

Umi

12

Diana

Anggi

12

78

68

57

202

4,10

3,58

10,63

Total
Rata-Rata

4.14

Viscositas

Panelis

Sampel

Total

457

283

974

Yoshinta

11

Dini Novita

Dini Gerisa

Jumanah

11

Yuna Luki

Qori
Bachtiar

Bazar

10

Sulihati J

13

Erna S

Fauzan R

Dwi Rischa

12

Niti Rahayu

12

Shofi

Shofwa

12

Dzikri

Nena

10

Umi

12

Diana

10

Anggi

11

total

73

59

58

190

Rata-rata

3,84

3,10

3,05

10

4.2 Hasil Perhitungan


4.2.1 Aroma
Tabel Annava
Sumber variasi

db

JK

RJK

F Hit

F Tab 5 %

Perlakuan

28,21053

14,10526

20,76327

3,266

Panelis
Error
Total

18
36
56

10,59649 0,5822694
24,45614 0,679337

Standart error

0.1891

0.1891

Jarak

Q (tabel 8)

2,872

3,022

Kisaran

0.543095

0,57146

Cx
A-C

By
1,69

Az
> 0,57

BN

A-B

0,53

<0,54

TBN

B-C

1,16

>0,54

BN

BN

4.2.2 Warna
Tabel Annava
Sumber variasi

db

JK

RJK

F Hit

F Tab 5 %

Perlakuan

16,7193

8,3965

18,8713

3,266

Panelis
Error

18
36

11,4737 0,63743
15,9474 0,44298

BN

Total

56

Standart error

0.1192

0.1192

Jarak

Q (tabel 8)

2,872

3,022

Kisaran

0.34234

0,36022

Cx
AC
AB
BC

By
1,53
21
17

Az
> 0.36
> 0.34
> 0.34

BN
BN
BN

4.2.3 Rasa
Tabel Annava
Sumber variasi

db

Perlakuan

12,7368 6,36842 11,5035

Panelis
Error
Total

18
36
56

9,22807 0,51267
19,9298 0,55361

JK

RJK

Standart error

0.1678

0.1678

Jarak

Q (tabel 8)

2,872

3,022

Kisaran

0.48192

0,50709

Cx
AC
AB
BC

By
1,16
0,58
0,58

Az
> 0.51
> 0.48
> 0.48

BN
BN
BN

F Hit

F Tab 5 %
3,266

BN

4.2.4 Viskositas
Tabel Annava
Sumber variasi

db

Perlakuan

7,40351 3,70175 4,08827

Panelis
Error
Total

18
36
56

20,6667 1,14815
32,5965 0,90556

JK

RJK

Standart error

0.2183

0.2183

Jarak

Q (tabel 8)

2,872

3,022

Kisaran

0.62696

0,6597

Cx
AC
AB
BC

By
0,79
0,73
0,06

Az
> 0.66
> 0.63
> 0.63

F Hit

BN
BN
TBN

BAB 5 PEMBAHASAN

F Tab 5 %
3,266

BN

5.1 Skema Kerja Dan Fungsi Perlakuan


Pertama dilakukan persiapan sample sebanyak 3 produk susu coklat
namun berbeda merk yaitu Indomilk coklat, Frisian Flag coklat, dan Ultra
Milk coklat. Tujuannya untuk mengetahui prebedaan atribut mutu sensoris
dari setiap merk yang diuji. Kemudian diberi kode 3 digit angka acak agar
tidak terjadi bias dalam pengamatan uji sensori terhadap aroma, warna, rasa,
dan viskositas. Setelah itu disajikan kepada panelis dengan urutan penyajian
acak. Setelah itu disiapkan kuesioner dan diberikan kepada panelis serta
diberi penjelasan mengenai peenilaian sifat-sifat sensoris pada sampel yaitu,
rasa, aroma, warna dan tekstur dalam kuisioner. Kemudian panelis diminta
mendeskripsikan sifat-sifat sensoris untuk mempermudah dalam menganalisa.
pemberian score yaitu 1 (tidak baik), 2 (agak baik), 3 (kurang baik), 4 (baik),
dan 5 (sangat baik). Data yang diperoleh kemudian digambarkan diagram
jaring laba-laba dan diolah dengan analisa varians, bila berbeda nyata
lanjutkan dengan uji beda nyata dan buat kesimpulannya. Sehingga kita dapat
mengetahui produk atau sampel yang memiliki sifat sensoris paling unggul.
5.2 Analisa Data
Uji deskriptif merupakan uji yang digunakan untuk mendapatkan
gambaran atau deskriptif sifat sifat sensoris tertentu pada suatu produk
atau sampel yang diuji. Pada uji ini yang digunakan sebanyak 19 panelis.
Sampel yang digunakan ada 3 jenis dengan merk berbeda namun produknya
sejenis yaitu berupa Susu Ultramilk, Indomilk dan KriFrisian Flag. Masing
masing sampel di uji atribut mutunya yang meliputi atribut aroma, warna
rasa dan viskositas. Kamudian setiap sampel yang diuji dibandingkan atribut
mutunya. Data yang diperoleh dari masing masing atribut pada sampel
dilakukan perhitunga dengan ANNAVA jika hasilnya berbeda nyata (BN),
maka dilajutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DNMRT).
5.2.1 Aroma

Berdasarkan hasil perhitungan untuk ANNAVA untuk atribut aroma


pada hasil pengamatan dan perhitungan diperoleh nilai F hitung > F tabel.
Pada shift 2 sebesar 20,76327>3,266, sehingga hasil yang diperoleh dapat
disimpulkan berbeda nyata (BN). Hal ini menunjukkan bahwa atribut aroma
yang dimilikai oleh setiap sampel yang di ujikan memiliki perbedaan yang
signifikan, yang dibuktikan dengan adanya perbedaan komposisi bahan
setiap sampel. Sehingga panelis dapat mengenali dan peka terhadap
perbedaan atribut aromannya. Hasil dari perhitungan dengan uji ANNAVA
idapat pernyataan berbeda nyata (BN) sehingga perhitungan dilanjutkan
dengan uji DNMRT. Sampel pada uji ini dibandingkan satu per-satu
sehingga diperoleh hasil yang lebih signifikan dalam membedakannya. Pada
data pengamatan dalam uji DNMRT perbandingan antara sampel (A)
Indomilk dengan sampel (B) Ultramilk diperoleh hasil yang tidak berbeda
nyata (TBN). Hal ini dapat disebabkan karena pada kedua sampel ini samasama memiliki komposisi bahan yang mengandung perisa artifial coklat
sehingga panelis lebih sukar membedakan kedua sampel tersebut. Selain itu
dapat disebabkan juga oleh tinggkat kepekaan panelis. Panelis yang
digunakan dalam praktikum ini adalah panelis yang tidak terlatih, sehingga
panelis dimungkinkan tingkat kepekaan pada aroma sangat rendah
akibatnya panelis sulit untuk membedakan diantara sampel yang disajikan.
Sedangkan perbandingan antara sampel Indomilk dengan Frisian Flag dan
Ultramilk dengan Frisian Flag hasilnya berbeda nyata. Hal ini dapat
disebabkan karena perbedaan komposisi masing-masing produk dan
kepekaan panelis yang dapat mendeteksi adanya perbedaan ke 3 sampel
tersebut.
5.2.2 Warna
Berdasarka hasil perhitungan untuk ANNAVA untuk atribut warna
pada hasil pengamatan dan perhitungan diperoleh nilai F hitung > F tabel.
Pada shift 2 sebesar 18, 87129>3,266, sehingga hasil yang diperoleh dapat
disimpulkan berbeda nyata (BN). Hal ini menunjukkan bahwa atribut warna

yang dimilikai oleh setiap sampel yang di ujikan memiliki perbedaan yang
signifikan, yang dibuktikan dengan adanya perbedaan komposisi bahan
setiap sampel. Sehingga panelis dapat mengenali dan peka terhadap
perbedaan atribut warnanya. Hasil dari perhitungan dengan uji ANNAVA
idapat pernyataan berbeda nyata (BN) sehingga perhitungan dilanjutkan
dengan uji DNMRT. Sampel pada uji ini dibandingkan satu per-satu
sehingga diperoleh hasil yang lebih signifikan dalam membedakannya. Pada
data pengamatan dalam uji DNMRT semua data diperoleh pernyataan
Berbeda Nyata (BN). Hal ini dapat disebabkan karena perbedaan komposisi
masing-masing produk dan kepekaan panelis yang dapat mendeteksi adanya
perbedaan ke 3 sampel tersebut.
5.2.3 Rasa
Berdasarka hasil perhitungan untuk ANNAVA untuk atribut rasa pada
hasil pengamatan dan perhitungan diperoleh nilai F hitung > F tabel. Pada
shift 2 sebesar 11,50352>3,266, sehingga hasil yang diperoleh dapat
disimpulkan berbeda nyata (BN). Hal ini menunjukkan bahwa atribut rasa
yang dimiliki oleh setiap sampel yang di ujikan memiliki perbedaan yang
signifikan, yang dibuktikan dengan adanya perbedaan komposisi bahan
setiap sampel. Sehingga panelis dapat mengenali dan peka terhadap
perbedaan atribut rasanya. Hasil dari perhitungan dengan uji ANNAVA
dapat pernyataan berbeda nyata (BN) sehingga perhitungan dilanjutkan
dengan uji DNMRT. Sampel pada uji ini dibandingkan satu per-satu
sehingga diperoleh hasil yang lebih signifikan dalam membedakannya. Pada
data pengamatan dalam uji DNMRT semua data diperoleh pernyataan
Berbeda Nyata (BN). Hal ini dapat disebabkan karena perbedaan komposisi
masing-masing produk dan kepekaan panelis yang dapat mendeteksi adanya
perbedaan ke 3 sampel tersebut. Perbedaan ini juga disebabkan oleh faktor
kepekaan panelis yang meliputi jenis kelamin, usia, faktor psikologis
(Setyaningsih, et al, 2010)
5.2.4 Viskositas

Berdasarka hasil perhitungan untuk ANNAVA untuk atribut viscositas


pada hasil pengamatan dan perhitungan diperoleh nilai F hitung > F tabel.
Pada shift 2 sebesar 4,088267>3,266, sehingga hasil yang diperoleh dapat
disimpulkan berbeda nyata (BN). Hal ini menunjukkan bahwa atribut
viskositas yang dimilikai oleh setiap sampel yang di ujikan memiliki
perbedaan yang signifikan, yang dibuktikan dengan adanya perbedaan
komposisi bahan setiap sampel. Sehingga panelis dapat mengenali dan peka
terhadap perbedaan atribut viskositasnya. Hasil dari perhitungan dengan uji
ANNAVA dapat pernyataan berbeda nyata (BN) sehingga perhitungan
dilanjutkan dengan uji DNMRT. Sampel pada uji ini dibandingkan satu persatu sehingga diperoleh hasil yang lebih signifikan dalam membedakannya.
Pada data pengamatan dalam uji DNMRT perbandingan antara sampel (A)
Indomilk dengan sampel (B) Ultramilk diperoleh hasil yang tidak berbeda
nyata (TBN)`. Hal ini dapat disebabkan karena pada kedua sampel ini samasama memiliki komposisi bahan yang mengandung perisa artifial coklat
sehingga panelis lebih sukar membedakan kedua sampel tersebut. Selain itu
dapat disebabkan juga oleh tinggkat kepekaan panelis. Panelis yang
digunakan dalam praktikum ini adalah panelis yang tidak terlatih, sehingga
panelis dimungkinkan tingkat kepekaan pada viskositas sangat rendah
akibatnya panelis sulit untuk membedakan diantara sampel yang disajikan.
Sedangkan perbandingan antara sampel Indomilk dengan Frisian Flag dan
Ultramilk dengan Frisian Flag hasilnya berbeda nyata. Hal ini dapat
disebabkan karena perbedaan komposisi masing-masing produk dan
kepekaan panelis yang dapat mendeteksi adanya perbedaan ke 3 sampel
tersebut.

5.3 Jaring Laba-Laba

457
283

Aroma
4,1
3,59

Warna
4,32
3,21

Rasa
4,16
3,58

Viskositas
3,84
3,11

974

2,42

2,79

3,05

Berdasarkan Gambar 1. Jaring laba laba atribut sensoris produk yang


paling disukai yaitu sampel Indomilk dengan deskripsi parameter yang meliputi
aroma khas coklat, warna coklat pekat, rasa berasa coklat dan viskositas agak
kental. Produk atau sampel yang disukai panelis selanjutnya adalah sampel
Ultramilk dengan deskripsi parameter yaitu, aroma mendekati coklat, warna agak
coklat, rasa agak mendekati coklat dan viskositas agak kental. Sedangkan produk
atau sampel yang cenderung tidak disukai panelis adalah sampel Frisian Flag
dengan deskripsi parameter aroma kurang beraroma coklat, warna coklat
keputihan, rasa agak berasa coklat dan viskositas agak encer. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa produk yang disukai oleh panelis dan memiliki atribut
sensoris yang kualitasnya bagus adalah produk atau sampel Indomilk, setelah itu
produk Ultramilk, dan yang cenderung tidak disukai serta mutunya kurang bagus
yaitu produk Frisian Flag.

BAB 6 PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Pada praktikum uji deskriptif dapat disimpulkan:
1. Para penilaian aroma didapat hasil untuk sampel indomilk dan
ultramilk adalah tidak berbeda nyata (TBN), untuk sampel Indomilk
dan Frisian Flag adalah BN, dan untuk sampel Ultramilk dan Frisian
Flag adalah BN.
2. Para penilaian warna didapat hasil untuk sampel indomilk dan
ultramilk adalah beda nyata (BN), untuk sampel Indomilk dan
Frisian Flag adalah BN, dan untuk sampel Ultramilk dan Frisian
Flag adalah BN.
3. Para penilaian rasa didapat hasil untuk sampel indomilk dan
ultramilk adalah beda nyata (BN), untuk sampel Indomilk dan
Frisian Flag adalah BN, dan untuk sampel Ultramilk dan Frisian
Flag adalah BN.
4. Para penilaian viskositas didapat hasil untuk sampel indomilk dan
ultramilk adalah tidak berbeda nyata (TBN), untuk sampel Indomilk
dan Frisian Flag adalah BN, dan untuk sampel Ultramilk dan Frisian
Flag adalah BN.
5. Faktor sampel dinyatakan berbeda nyata karena masing-masing
sampel memiliki komposisi tambahan yang berbeda sehingga
mempengaruhi atribut sensoris ( aroma, warna, rasa dan viskositas)
terhadap masing-masing sampel

6.2 Saran
Semoga praktikum uji deskripsi terhadap 3 sampel susu coklat
yaitu indomilk, ultramilk dan frisian flag dapat bermanfaat untuk uji
deskriptif kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Adawiyah, D.R., dan Waysima. 2009. Evaluasi Sensori Produk Pangan (edisi 1).
IPB: Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi
Pertanian.
Gacula, JR., M.C. 1997. Descriptivesensory analysis in Practice. Food and
Nutrition Press.Inc
Lawless, H. T., dan Heymann, H. 1998. Sensory Evaluation of Food Principles
and Practices. New York: Kluwer Academic/Plenum Publishers.
Meilgard, M., Civille., G.V., dan Carr, B.T. 1999. Sensory Evaluation Techniques,
Third edition. Florida: CRC. Press LLC.
Meilgard, M., Civille., G.V., dan Carr, B.T. 2004. Sensory Evaluation Techniques,
Third edition. Florida: CRC. Press LLC.
Poste, L. M., Mackie,D. A. Butler, G., dan Larmond, E., 1991. Laboratory
Method for Sensory Analysis of Food. Canada: Research Branch
Agriculture Canada Publication.
Setyaningsih, Dwi, Anton Apriyantono, Maya Puspita Sari. 2010. Analisis Sensori
Untuk Industri Pangan dan Agro. Bogor: IPB Pres.
Soekarto ST. 1985. Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil
Pertanian. Jakarta: Bhatara Karya Aksara.