Anda di halaman 1dari 4

Membuatan Prototipe Alat Pengolahan Sampah Plastik

Kresek Menjadi Bahan Bakar Padat Pabrik


Author : Yazid Bindar, Tirto Prakoso, Desdel Prima N, Tejo Moyo
Target Pencapaian
Riset ini bertujuan untuk mencari metode penanganan sampah kresek menjadi bahan yang lebih
bernilai guna. Sampah kresek akan di konversi menjadi bahan bakar padat sebagai sumber bahan
bakar alternatif.
Target capaian akhir dari riset ini adalah sebagai berikut :
Output penelitian, yang berupa :
Prototipe alat konversi sampah plastik menjadi bahan bakar padat.
Kegiatan diseminasi, yang berupa :
1. Presentasi di industri, khususnya industri semen.
2. Pembuatan pamflet untuk publikasi kepada masyarakat melalui dinas terkait.
3. Sosialisasi kepada pemulung face to face untuk memberdayakan pemulung sebagai ujung
tombak sistem pengolahan sampah kresek.
Hasil yang Sudah Diperoleh
Hasil yang sudah diperoleh sampai dengan bulan Oktober 2007 adalah dibuatnya prototipe awal
alat konversi yang berupa satu unit melter dengan unit kondensor. Dengan alat ini telah
dilakukan percobaan pengolahan sampah plastik kresek menjadi bahan bakar padat pabrik.
Bahan baku yang digunakan dibedakan berdasarkan jenis sampah plastik kresek, yaitu plastik
warna hitam, plastik warna putih, dan plastik mie instan.
Dari kegiatan penelitian yang telah dilakukan dengan beberapa macam bahan baku, diperoleh
hasil sebagai berikut :
1. Sampah plastik kresek hitam
Temperatur operasi : 200oC
Warna nyala api : jingga
Kestabilan nyala api : stabil
Flue gas yang terbakar : seluruhnya
Warna flue gas : putih
Bau flue gas sebelum dibakar : menyengat
Bau flue gas setelah dibakar : tidak menyengat
2. Sampah plastik kresek putih
Temperatur operasi : 200oC
Warna nyala api : jingga kemerahan
Kestabilan nyala api : stabil
Flue gas yang terbakar : seluruhnya
Warna flue gas : putih

Bau flue gas sebelum dibakar : menyengat


Bau flue gas setelah dibakar : tidak menyengat
3. Sampah plastik bungkus mie instan
Temperatur operasi : 200oC
Warna nyala api : merah gelap
Kestabilan nyala api : stabil
Flue gas yang terbakar : seluruhnya
Warna flue gas : hitam
Flue gas yang dihasilkan memiliki karakteristik yang berbeda tergantung dari jenis bahan
bakunya. Dari bau menyengat yang ditimbulkannya diduga flue gas tersebut mengandung dioxin.
Di samping itu dihasilkan pula produk padatan yang nantinya akan digunakan sebagai bahan
bakar.
http://www.fti.itb.ac.id/publikasi/?p=23

Sampah Plastik Jadi Bijih Plastik


Dalam pemprosesan atau daur ulang sampah plastik ada dua jenis :
1. Langsung dimanfaatkan menjadi barang punya fungsi lain
Contoh, botol plastik dibuat tempat sabun cair, pencuci lantai dsb, jadi kita hanya membeli isi
ulangnya saja. Atau kita bisa menggunakan kembali katung plastic belanjaan kita.
2. Memprosesnya menjadi bentuk lain,
ini yang agak rumit karena prosesnya panjang. Secara garis besarnya saja, plastik harus
dipisahkan berdasarkan jenisnya, PET (seperti botol air mineral) tidak dicampur dengan PP
(gelas air mineral) dan sebagainya. Untuk memudahkan pengenalan langsung biasanya ditanya
saja pada pengumpul sampah plastik dia jual jenis apa. Lalu plastik yang sudah disortir
dibersihkan dengan air dan sabun supaya tidak ada kotoran seperti pasir, lumpur dsb, lalu
dikeringkan dengan cara dijemur, kemudian harus dihancurkan dengan mesin giling khusus
plastik, dari disini akan dihasilkan serpihan plastik yang namanya flakes makanya dikenal
dengan istilah PET bottle flakes (seperti cereal).Dari flakes itu lalu dicuci sama cairan kimia,
atau yang paling bagus pakai mesin cuci yang pakai air panas. Flakes itu merupakan bahan baku
biji plastik atau pelet plastik, kemudian panaskan sampai mencair lalu dicetak seperti lidi
panjang an dipotong kecil-kecil sesuai dengan permintaan, yang paling bagus tidak perlu
dipotong karena bentuknya seperti pupuk urea/ bulat-bulat.
Tapi biasanya kalau daur ulang adalah pelet yang hasil potongan. Saat membuat adonan plastik
biasanya diberi polymer (unsur kimia yang dapat merekatkan, melenturkan plastik agar tidak
mudah patah atau pecah saat nanti dibentuk), kemudian diberi warna sesuai dengan permintaan,
bisa hitam, hijau atau merah dsb. Untuk proses akhir biasanya bentuk pelet tadi dimasukkan

kedalam mensin yang namanya moulding, pelet tersebut dilelehkan lagi dan dibentuk sesuai
dengan keinginan, bisa jadi ember, jerigen, gayung, tas plastik dan banyak lagi.

Sampah Plastik Menjadi Minyak Mentah


Selain mendaur ulang sampah plastic, seorang ilmuan Jepang menemukan suatu metode baru
untuk mengatasi limbah plastic yaitu dengan mengubah sampah plastic menjadi minyak mentah
skala rumahan. Teknologi ini baru di kembangkan di negara Jepang dan saya berharap negara
kita bisa mencontohnya. Mesin ini bekerja dengan cara sederhana. Sampah plastik dipanaskan
dan kemudian uap yang dihasilkannya ditangkap di dalam suatu tempat dengan sistem pipa-pipa
dan air. Kemudian proses kondensasi akan mengubah uap plastik menjadi minyak mentah. Jika
diinginkan, maka minyak mentah tersebut bisa diubah menjadi bensin, tetapi tentunya dengan
penambahan mesin baru untuk penyulingannya. Mesin yang digunakan untuk mengubah sampah
plastik menjadi bahan pembentuknya semula, minyak mentah. Sebanyak 0,9 kilogram plastik
bisa diubah menjadi 1 liter minyak.
Energi listrik yang dibutuhkan hanya sebesar 1 kiloWatt jam untuk proses tersebut. Metode
untuk mengubah plastik menjadi minyak kembali bukanlah hal baru. Salah satunya adalah
sebuah pembangkit listrik yang berada tidak jauh dari Washington, D.C, Amerika Serikat.
Bedanya, perusahaan di Washington itu membuat mesin dengan fungsi yang sama tetapi untuk
skala komunal. Meski teknologi baru tersebut menarik untuk mengatasi permasalah sampah di
rumah tinggal, tetapi harganya yang oleh Blest Corporation dipatok cukup mahal sekitar 10.000
US dolar atau Rp. 94,5 juta kemungkinan akan menjadi pertimbangan calon pembeli jika
digunakan untuk rumah tinggal. Mesin tersebut lebih tepat sebagai mesin pengubah sampah
plastik yang sudah ada, dan semoga bukan seolah memberi lampu hijau bagi produsen plastik
untuk memperbanyak produksi plastik baru.

mungkin kita bisa mengkombinasikan sampah sampah plastik ini dengan berbagai cara yang
saya sudah paparkan di atas. mungkin teknologi yang di temukan oleh ilmuwan Jepang ini bisa
kita contoh. seingat saya teknologi tersebut dapat kita buat sendiri seperti mesin filtrasi suatu
obat yang di laboraturium hanya saja kita kembangkan kembali menjadi lebih besar. selain itu
sampah sampah plastik yang masih bisa dipakai, dapat kita manfaatkan kembali menjadi
barang yang bernilai jual tinggi. sehingga masalah yang di hadapi oleh negara kita saat ini bisa
terselesaikan.
IV. Kesimpulan dan Saran
Jadi menurut saya, seiring dengan berkembangnya jaman, kita bisa mengatasi masalah limbah
plastic ini apabila masing masing individu mau peduli dengan lingkungan kita. Karena apa
yang di permasalahkan negara saat ini adalah masalah kita juga. Maka dari itu kita harus
menyelesaikan masalah tersebut daripada generasi selanjutnya yang menanggung resiko dari apa
yang telah kita perbuat.
https://arindasariblog.wordpress.com/2012/03/14/mengatasi-limbah-plastik/