Anda di halaman 1dari 10

ANATOMI MARMUT

(Cavia porcellus )

Oleh :
Nama
NIM
Rombongan
Kelompok
Asisten

:
:
:
:
:

Yudi Novianto
B1J008020
VIII
5
Farida Anita Sari

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN 1

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2009

a. PENDAHULUAN

I.

Latar Belakang

Mamalia merupakan kelompok hewan yang menduduki peringkat tertinggi


dalam dunia hewan. Hewan vertebrata ini memiliki kelenjar mamae yang
menghasilkan air susu yang diberikan kepada anaknya yang baru lahir. Hampir
seluruh tubuhnya tertutup oleh rambut, memiliki kelenjar minyak dan bau untuk
memikat lawan jenisnya, dan mempunyai daun telinga. Umumnya mamalia
melahirkan anaknya (vivipar). Mamalia memiliki kemampuan termoregulasi internal
yaitu kemampuan untuk mengontrol temperatur tubuh.
Marmut Cavia porcellus merupakan hewan pengerat, makanannya tumbuhtumbuhan dan mempunyai gigi pemotong seperti pahat yang berguna untuk
pemotong dan mengerat.
Cavia porcellus digunakan untuk praktikum untuk mewakili class mamalia
karena mempunyai organ-organ penyusun yang lengkap dan jelas sehingga mudah
diamati struktur tubuhnya.

II. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini untuk mempelajari dan mengamati susunan anatomi
Cavia porcellus baik bagian luar maupun dalam.

III. ALAT, BAHAN, DAN CARA KERJA

A. Alat
Alat-alat yang digunakan adalah bak preparat, pinset, pisau, gunting bedah,
jarum penusuk.
B. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan adalah marmut jantan (Cavia porcellus ), air
kran, kloroform, formalin, dan tissue.
C. Cara Kerja
Cara kerja praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Marmut dibius dengan menggunakan larutan kloroform sampai mati lemas.
2. Sebelum pembedahan dilakukan, rambut pada bagian ventral dibasahi dulu
supaya pada waktu dibedah rambut-rambut tidak beterbangan dan mengotori.
3. Kulit dipotong dengan gunting mulai dari posterior di muka penis atau clitoris
menuju anterior mengikuti garis medio ventral badan sampai di ujung mandibula.
4. Kulit dibuka kesamping sampai kelihatan otot-otot daerah abdomen dan thorax.
5. Selaput-selaput yang tidak diperlukan dipotong supaya struktur-struktur yang
akan diamati tampak jelas dan pendarahan sedapat mungkin dihindari agar tidak
terganggu.
6. Pembedahan daerah abdomen dimulai dari daerah inguinal menuju anterior
sampai xiphisternum mengikuti garis median badan, kemudian dilanjutkan ke

lateral menyusuri difragma, sehingga otot-otot pada bagian abdomen dapat


dikuakkan dan organ-organ yang ada pada rongga abdomen dapat dilihat dengan
jelas.
7. Pembedahan daerah thorax dilakukan dengan memotong rusuk-rusuk di kiri
sternum pada bagian anterior dekat pangkal leher (sampai rusuk pertama),
kemudian dilanjutkan ke lateral pada bagian anterior sampai daerah ketiak
(aksiler), sedangkan sebelah posterior digunting lateral menyusuri diafragma.
8. Setelah pembedahan selesai, semua organ diamati terlebih dahulu tanpa
mengubah tempat masing-masing.
9. Setelah memperhatikan viscera insitu, saluran pencernaan makanan direntangkan
dengan hati-hati, kemudian dipelajari dan digambar yang ada didiktat diberi
keterangan.

II. KERANGKA PEMIKIRAN

Mamalia diduga berasal dari reptil sinadom (periode triassik) yang giginya
berdiferensiasi. Mamalia berespirasi melalui paru-paru yang mengandung banyak
bagian kecil-kecil. Paru-paru berada di ruang pleural. Mamalia mempunyai dua
fragmen muscular, pada larinknya terdapat pita suara, mempunyai jantung dengan
empat ruang yang terbagi secara sempurna yaitu dua serambi dan dua bilik. Lubang
genitalia dan anus terpisah, baik pada jantan maupun betina. Mamalia juga
mempunyai organ intronitten. Mamalia merupakan hewan vivipar (Brotowijoyo,
1990).
Cavia porcellus memiliki jantung beruang empat, yakni dua atrium dan dua
ventrikel dengan sekat pemisah yang sudah sempurna dan paru-paru hewan ini terdiri
dari tujuh lobi, memiliki diafragma yang merupakan pembatas rongga dada dan perut
(Kimball, 1991).
Mamalia merupakan kelas tertinggi dalam dunia hewan. Tubuh mamalia
hampir seluruhnya ditutupi oleh rambut dan berdarah panas. Mamalia dapat hidup di
berbagai habitat, bentuk tubuh mamalia bermacam-macam dan dapat dibagi menjadi
caput, cervix dan truncus (Marter, 1989).
Cavia porcellus merupakan hewan rodentia yang tdak berekor (rudiment),
berjari-jari cakar (pentadactyl), satu incisivus pada tiap bedah rahang, berbentuk
padat, dapat tumbuh terus, tidak ada dentes caciini, jumlah dentes premolars dan
dentes molars ialah variabel, lengan bawah dapat berpronasi dan bersupinasi
(Radiopoetro, 1986).

Menurut Jasin (1989) Cavia porcellus dapat diklasifikasikan sebagai berikut:


Phylum

: Chordata

Subphylum

: Vertebrata

Class

: Mamalia

Ordo

: Rodentia

Familia

: Cavidae

Genus

: Cavia

Spesies

: Cavia porcellus

B. Pembahasan

Mamalia pada umumnya dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu caput,
truncus, dan caudal. Marmut mempunyai anggota badan bersifat pentadactyl, jarijarinya mempunyai cakar. Hewan ini memiliki satu dens incisipus pada tiap rahang
dan dapat tumbuh terus (Radiopoetro, 1986). Kepala Cavia porcellus terdapat mulut
yang sebelah depannya dibatasi oleh bibir atas dan bawah. Bibir atas di tengahnya
bercelah sehingga gigi serinya dapat terlihat dari luar, hal ini merupakan ciri rodentia.
Mulut marmut pada bagian atasnya terdapat lubang hidung dan di sekitar mulut. Pada
hidung terdapat rambut-rambut peraba (vivrisae). Mata marmut ada sepasang yang
dilengkapi dengan kelopak mata (Djuhanda, 1982).
Rambut pada mamalia termasuk Cavia porcellus menutupi hampir seluruh
tubuh kecuali telapak kaki, kuku, glants penis, hubungan mukocutaneus dan putting
susu pada beberapa spesies. Kuku bersifat lentur, menghasilkan bentuk keratin oleh
folikel rambut. Folikel rambut terbentuk dari pertumbuhan ectoderm ke mesoderm
embrio di bawahnya. Pertumbuhan ke bawah pada epitel terbentuk saluran dari sel-sel
sekitarnya berdiferensiasi menjadi beberapa lapis atau selubung yang mengelilingi
akar rambut (Dellman, et al.,1992).
Tubuh mamalia dilindungi oleh rambut, kulit banyak mengandung bermacammacam kelenjar, tengkorak mempunyai dua kondil oksipital, pada rahang tertanam
gigi di dalam kantung gigi (alveolar) yang berbentuk dan besarnya berbeda-beda
dalam satu individu (heterodon), kaki teradaptasi untuk berjalan, memanjat, menggali
tanah, berenang atau terbang. Jantung beruang empat dengan sekat-sekat yang

sempurna, lengkung aorta hanya satu yaitu pada sebelah kiri, paru-paru relatif besar
dan kenyal terdapat di rongga dada. Antara rongga dada dan perut terdapat sekat
rongga tubuh yang dinamakan difragma (Djuhanda, 1982). Pernapasan menggunakan
pulmo, larink mempunyai tali suara, mempunyai difragma anticus sempurna yang
memisahkan pulmo dan cor dengan rongga abdominalis (Jasin, 1989).
Sistem pencernaan makanan pada marmut terdiri atas saluran pencernaan
makanan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas rongga mulut,
faring, kerongkongan, lambung, usus halus, (terdiri atas jejenum dan illeum), usus
buntu (caecum) berbentuk kantung besar yang di dalamnya terjadi pencernaan
selulosa oleh bakteri, dan usus besar. Kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar ludah,
kelenjar pada mukosa usus halus, pancreas, hepar, dan empedu (Mulyono, 1989).
Lambung pada marmut berbentuk cembung dan cekung. Pada bagian cembung
biasanya disebut curvatura mayor, sedangkan yang cekung disebut curvatura minor.
Caecum tumbuh dengan sempurna, bagian yang berbentuk seperti kantung-kantung
disebut haustrae, sedangkan lapisan yang membatasinya disebut incisura (Dellman, et
al., 1992).
Sistem urogenitalia pada marmut meliputi sistem ekskresi atau urinaria dan
sistem genitalia. Sistem ekskresi pada marmot pada marmut terdiri atas ginjal, ureter,
vesica urinaria, dan uretra. Sedangkan sistem genitalia Cavia porcellus jantan
meliputi sepasang testis, ductus deferens, epididimis yang tersusun atas caput, corpus,
caudal, glandula accecoris dari sistem genitalia jantan terdiri glandula vesiculosa,
glandula prostata, dan glandula bulbo uretra (Djuhanda, 1982).

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan


sebagai berikut:
1. Cavia porcellus dibagi menjadi tiga bagian yaitu caput, truncus, dan caudal.
2. Cavia porcellus mempunyai anggota badan bersifat pentadactyl, jari-jarinya
mempunyai cakar dan memiliki satu dens incisipus pada tiap rahang dan dapat
tumbuh terus .
3. Gigi marmut terdapat di dalam kantung gigi (alveolar) yang berbentuk dan
besarnya berbeda-beda dalam satu individu (heterodon).
4. Sistem pencernaan makanan pada marmut terdiri atas saluran pencernaan
makanan dan kelenjar pencernaan.
5.

Marmut mempunyai lambung berbentuk cembung dan cekung.

6. Sistem urogenitalia pada marmot meliputi sistem ekskresi atau urinaria dan sistem
genitalia.

DAFTAR REFERENSI

Brotowidjoyo, M. D. 1990. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta.


Dellman, H. D. and Ester, M. B. 1992. Buku teks Histologi Veteriner. Universitas
Indonesia Press, Jakarta.
Djuhanda, T. 1982. Anatomi dari Empat Spesies Hewan Vertebrata. Amrico,
Bandung.
Jasin, M. 1989. Sistematika Hewan Vertebrata dan Invertebrata . Sinar Wijaya,
Surabaya.
Kimball, J.W. 1991. Biologi. Erlangga, Jakarta.
Marter, H. W. 1989. Introduction of Zoology. Harpen and Row Publishers, New York.
Mulyono, S. 1989. Biologi. Setiaji, Surakarta.
Radiopoetro. 1986. Zoologi. Erlangga, Jakarta.