Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum Mikrobiologi 2

Flora Normal, Faktor Pertumbuhan & Antiseptik

Disusun oleh
KELOMPOK B8
Ketua
Sekretaris
Anggota

:
:
:

Wiza Iswanti
Tissa Noveria Azusna
Saddam Fadhli
Muhammad Rifki faiz
Nurin Pascarini Jusaim
Radian Rendra Tukan
Rizqyta Austrianasari A.
Sabira Alamudi
Sekar Cesaruni
Selly Spadyani

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2012/2012

(1102012310)
(1102012296)
(1102011250)
(1102012180)
(1102012205)
(1102012222)
(1102012255)
(1102012258)
(1102012264)
(1102012266)

I. Percobaan 1 : Flora Normal Kulit Telunjuk


Media yang digunakan agar darah plate dengan objek kulit telunjuk.
Alat dan Bahan:
Agar darah plate
Spidol
Langkah kerja:
1.
2.
3.
4.

Bagi agar darah plate sejumlah anggota kelompok dengan menggunakan spidol
Sentuhkan ujung telunjuk masing masing anggota kelompok ke agar darah plate
Letakkan ke dalam lemari bersuhu 37oC
Amati 24 jam kemudian apa yang terjadi

Hasil praktikum:
Bentuk Koloni:
Kulit telunjuk 1,3,4,5,6,7,9,10 menghasilkan koloni smooth
kecuali kulit telunjuk nomor 2 menghasilkan koloni rough dan
kulit telunjuk 8 dengan hasil steril (tidak terdapat bakteri).
Diameter:
Koloni terbanyak terdapat pada kulit telunjuk nomor 2 dengan
diameter 0,2mm, kulit telunjuk no.7 diameter 0,1mm, kulit
telunjuk nomor 6 diameter 0,05 mm, telunjuk nomor 3 diameter
0,04, kulit telunjuk nomor 9 diameter 0,02mm, sedangkan sisanya
tidak memiliki diameter ( jarak menyebar berjauhan).
Warna Koloni:
Kulit telunjuk 1-10 berwarna putih keruh
Zona Hemolisis:
Kulit telunjuk 1-10 menghasilkan zona hemolisis (gamma)
Pinggiran:
Rata: Kulit telunjuk no. 3,4,5,9,10
Tidak rata: Kulit telunjuk no. 1,2,6,7

Gambar 1. Flora normal kulit telunjuk pada agar darah plate


II. Percobaan 2 : Flora Normal Udara
Alat dan bahan:

Agar darah plate

Langkah kerja:
1. Berdiri di tengah ruangan sambil memegang agar darah plate yang terbuka selama
5 menit
2. Kemudian tutup
3. Simpan dalam lemari yang bersuhu 37C
4. Diamkan selama 24 jam
5. Amati keesokan harinya
Hasil praktikum: Koloni smooth, warna putih keruh, hemolisis (gamma),

pinggiran rata, bentuk bulat, jumlah koloni tidak dapat


dideskripsikan karena bakteri yang tumbuh pada media agar darah
plate sedikit, tidak ada diameter (jarak menyebar berjauhan pada
agar darah plate).
Gambar 2. Flora normal udara pada agar darah plate
III. Percobaan 3 : Antiseptik
Alat dan bahan:
Agar darah plate
Lidi kapas
Alcohol
Handsanitizer
Sabun
Kaldu
Langkah kerja:
1. Bagi agar darah plate menjadi 4 bagian
2. Untuk daerah 1, lidi kapas, ambil satu lalu celupkan ke dalam kaldu kemudian di
oleskan ke tangan OP setelah itu lidi kapas di oleskan ke atas agar darah plate
daerah I
3. Untuk wilayah 2, tangan OP di cuci terlebih dahulu menggunakan sabun,
kemudian keringkan hingga setengah kering. Setelah itu ambil satu lidi kapas
celupkan ke dalam kaldu, oleskan kembali ke atas tangan OP kemudian oleskan
ke permukaan agar darah plate daerah II
4. Untuk daerah III, ambil satu lidi kapas lalu celupkan ke dalam kaldu kemudian
oleskan ke atas kulit diwilayah lipatan tangan kemudian di oleskan ke permukaan
agar plate darah daerah III
5. Untuk daerah IV, lipatan tangan OP terlebih dahulu dibersihkan dengan
menggunakan alcohol dan handsanitizer. Lalu ambil satu lidi kapas kemudian
celupkan kembali ke dalam kaldu, setelah itu oleskan ke kulit yang berada di
lipatan tangan, selanjutnya di oleskan ke atas permukaan agar darah plate daerah
IV.
Hasil praktikum: 1. Daerah I: Telapak tangan tanpa perlakuan
Koloni smooth, hemolisis (gamma), warna putih keruh,
pinggiran tidak rata, koloni menyebar di seluruh permukaan
daerah I.

2. Daerah II: Cuci tangan dengan sabun


Koloni smooth, hemolisis (gamma), ), warna putih keruh,
pinggiran tidak rata, koloni menyebar di seluruh permukaan
daerah II.
4

3. Daerah III: Voler tanpa perlakuan


Koloni menjalar, hemolisis (gamma), ), warna putih keruh,
pinggiran tidak rata, koloni menyebar di seluruh permukaan
daerah III.
4. Daerah IV: Voler + alkohol 70% + handsanitizer
Koloni smooth, hemolisis (gamma), ), warna putih keruh,
pinggiran tidak rata, koloni menyebar di seluruh permukaan
daerah IV.

Gambar 3. Koloni bakteri percobaan antiseptik pada agar darah


plate

Hasil perbandingan:
a. Perbandingan daerah I dan II:
Pada daerah I dengan percobaan antiseptik pada telapak tangan
tanpa perlakuan menghasilkan koloni smooth, hemolisis
(gamma), warna putih keruh, pinggiran tidak rata, koloni
menyebar di seluruh permukaan daerah I, begitu juga dengan
percobaan cuci tangan dengan sabun pada daerah II
menghasilkan percobaan yang sama dengan daerah I (hasil
percobaan daerah I = daerah II).

b. Perbandingan daerah III dan IV:


Pada daerah III dengan percobaan antiseptik pada voler tanpa
perlakuan menghasilkan
Koloni menjalar, hemolisis
(gamma), ), warna putih keruh, pinggiran tidak rata, koloni
menyebar di seluruh permukaan daerah III, sedangkan pada
5

daerah IV dengan percobaan antiseptik pada voler + alkohol


70% + handsanitizer menghasilkan koloni smooth, hemolisis
(gamma), ), warna putih keruh, pinggiran tidak rata, koloni
menyebar di seluruh permukaan daerah IV.
c. Perbandingan daerah II dan IV:
Pada daerah II dengan percobaan antiseptik pada cuci tangan
dengan sabun menghasilkan koloni smooth, hemolisis
(gamma), warna putih keruh, pinggiran tidak rata, koloni
menyebar di seluruh permukaan daerah II, begitu juga dengan
percobaan antiseptik pada voler + alkohol 70% + handsanitizer
pada daerah IV menghasilkan percobaan yang sama dengan
daerah II (hasil percobaan daerah II = daerah IV).
IV. Percobaan 4 : Tes Kepekaan atau Resistensi
Alat dan bahan :
Lempeng agar Muller Hinton
Kaldu BHI 1cc
Usap Kapas Steril
Cakram Antibiotika (5 macam)
Biakan kuman : Staphylococcus aureus atau Escherichia coli
Langkah kerja:
Pengolesan suspensi bakteri Escherichia coli media muller hinton agar 1 dan
suspensi bakteri Staphylococcus aureus media muller hinton agar 2
dengan lidi kapas kemudian meletakkan cakram antibiotik di atas media tersebut.

Hasil praktikum: Media muller hinton agar 1


CIP 5 = diameter 3,5cm
E 15
= diameter 5cm
AML 25 = diameter 4,5cm
S 10
= diameter 2,5cm
Media muller hinton agar 2
CIP 5 = diameter 1,7cm
E 15
= diameter 2cm
AML 25 = resisten
S 10
= diameter 1,5cm

Gambar 4. Percobaan resistensi bakteri Staphylococcus aureus pada media muller hinton 1

:
Gambar 5. Percobaan resistensi bakteri Eschericia coli pada media muller hinton 2
Keterangan:

Eschericia coli
Batang warna merah bersifat gram (-)
Staphylococcus aureus berg
Bulat bergerombol seperti buah anggur warna ungu bersifat gram (+)

V. Percobaan 5: Flora Normal Mulut


Alat dan bahan:
Tusuk gigi steril
Lempeng agar darah
Ose
Objek glass
NaCl fisiologis
Alcohol
Alcohol 96%
UKK
Lugol
Fukhsin
Spritus
7

Kotoran gigi
Bak pewarnaan
Mikroskop

Langkah kerja:
1.
2.
3.
4.

Panaskan ose hingga pijar


Masukkan ose ke dalam tabung yang berisi NaCl fisiologis
Kemudian letakkan di atas objek glass
Ambil kotoran gigi kemudian letakkan dan campurkan ke atas objek glass yang
telah diberi naCl fisiologis
5. Kemudian hidupkan api spiritus dan keringkan lalu di fiksasi dengan cara
melewatkan di atas api sebanyak 3x
6. Lalu tuangkan UKK, diamkan selama 5 menit kemudian bersihkan dengan air
mengalir
7. Tuangkan Lugol, diamkan selama 45-60 detik, bersihkan dengan menggunakan
air mengalir
8. Tarik-celupkan ke dalam bejana alcohol 96% hingga warna ungunya tidak
mengalir lagi
9. Bersihkan dengan air
10. Tuangkan fukhsin, diamkan selama 1 2 menit dan bersihkan dengan air mengalir
11. Keringkan dengan menggunakan kertas saring dan kemudian amati bakteri dengan
menggunakan mikroskop
Hasil Praktikum:
Bulat bergerombol seperti buah anggur warna ungu bersifat gram (+)