Anda di halaman 1dari 25

TUGAS PENGGANTI UTS

TEKNOLOGI HERBAL
Tonik Rambut dari Ekstrak Ginseng (Panax ginseng), Lidah Buaya (Aloe
vera), dan Kacang Kedelai (Glycine max)

Kelompok 6
1. Etri Dian Kamila
(1206212533)
2. Rizky Azlia
(1206237151)
3. Nindya Sulistyani
(1206212501)

TEKNOLOGI BIOPROSES
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK, 2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
berkat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Tonik Rambut
Ekstrak Ginseng, Lidah Buaya dan Kacang Kedelai ini. Walaupun banyak kendala yang
kami alami, namun atas kehendak-Nya kami diberi kemudahan dalam menyelesaikan
makalah ini.
Makalah ini bertujuan memenuhi salah satu kriteria penilaian pengganti ujian tengah
semester mata kuliah Teknologi Herbal. Selain itu, tujuan dari makalah ini adalah alat
pertanggungjawaban secara tertulis atas diskusi kelompok yang telah dilaksanakan dan
pendokumentasian data, serta melatih mahasiswa berpikir kritis dan kreatif.
Terima kasih kami ucapkan kepada pihak - pihak yang telah memberi dukungan moril
maupun materil sehingga membantu dalam kelancaran pembuatan makalah ini.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Untuk itu,
kami menerima kritik dan saran untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Semoga laporan ini
bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.

Depok, Oktober 2014

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................ Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI...................................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I PENDAHULUAN ................................................................... Error! Bookmark not defined.
1.1. Latar Belakang ......................................................................... Error! Bookmark not defined.
1.2. Rumusan Masalah ................................................................................................................... 1
1.3. Tujuan Pembuatan ................................................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................................ 2
2.1. Rambut.................................................................................................................................... 2
2.2. BahanAktif .............................................................................................................................. 4
2.3. Bahan Tambahan ..................................................................................................................... 5
2.4. Manfaat ................................................................................................................................... 8
2.5. Cara Bekerja .......................................................................................................................... 10
2.6. Bentuk Sediaan...................................................................................................................... 11
2.7. Alasan Pemilihan Bentuk Sediaan .......................................................................................... 13
2.8. Diagram Alir Pembuatan ....................................................................................................... 13
2.9. Alat dan Bahan ..................................................................................................................... 14
2.10.Metode Pembuatan .............................................................................................................. 14
2.11. Kapasitas Produksi .............................................................................................................. 16
2.12. Pengawet ............................................................................................................................ 17
2.13. Pewarna .............................................................................................................................. 17
2.14. Rencana Kemasan ............................................................................................................... 17
BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PERCOBAAN ............................................................. 18
3.1. Kesimpulan ........................................................................................................................... 18

ii

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Rambut adalah mahkota bagi semua orang karena rambut berfungsi selain untuk
memberikan kehangatan, perlindungan, rambut juga untuk keindahan dan penunjang
penampilan. Rambut sehat memiliki ciri-ciri tebal, berwarna hitam, berkilau, tidak kusut
dan tidak rontok menjadi kebutuhan semua orang. Namun demikian tidak semua orang
dapat memiliki rambut sehat, karena dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat
menyebabkan rambut menjadi tidak sehat (Rostamailis, 2009:15). Perawatan rambut yang
sudah awam dilakukan seperti shampo dan conditioner terkadang tidak cukup untuk bisa
menutrisi. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang semakin lama semakin tidak
bersahabat bagi rambut. Polusi dan panas sangat merusak rambut. Akibatnya rambut akan
menjadi rusak dengan ciri ciri kering, mudah patah dan rontok. Maka dari itu rambut butuh
nutrisi dan perawatan lebih agar bisa tetap menjadi mahkota bagi wanita. Salah satu solusinya
adalah dengan menggunakan tonik rambut.
Dalimartha (1999) mencatat ada beberapa tanaman yang secara empirik digunakan
oleh masyarakat untuk merangsang pertumbuhan rambut, dan banyak yang didasarkan secara
ilmiah. Penelitian-penelitian dalam usaha mencari tanaman yang potensial untuk digunakan
sebagai hair tonic juga sudah dilakukan, diantaranya adalah daun urang aring, kacang kedelai
dan lidah buaya.
Tonik rambut yang sekarang beredar di pasaran banyak mengandung zat kimia yang
terkadang bukan menyehatkan rambut melainkan membuatnya rusak. Hal tersebut karena
seperti kebanyakan zat kimia lainnya, tubuh menolak untuk menerimanya sehingga
menimbulkan efek samping. Selain itu terkadang hasil yang didapat juga kurang maksimal.
Solusinya adalah pembuatan tonik rambut herbal dengan pemanfaatan tumbuhan tumbuhan
yang sudah terbukti memiliki zat aktif untuk memperkuat serta memberikan nutrisi pada
rambut. Campuran beberapa tumbuhan yang memiliki ragam zat aktif seperti lidah buaya,
kacang kedelai, serta ginseng dapat memberi nutrisi yang dibutuhkan bagi rambut serta
menjaganya dari kerusakan.

1.2

RUMUSAN MASALAH
1.
2.
3.
4.
5.

1.3

Apa komposisi yang tepat untuk tonik rambut ?


Apa bahan aktif yang dikandung dalam tonik rambut herbal?
Apa khasiat yang ditimbulkan?
Bagaimana cara pengolahannya?
Adakah tambahan zat lain yang dibutuhkan selain herbal?
Bagaimana cara pengemasannya?

TUJUAN PEMBUATAN
Tujuan dari pembuatan tonik herbal ini adalah mengurangi tingkat efek samping dari
tonik rambut serta memaksimalkan khasiat yang dimilikinya untuk rambut.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

RAMBUT
Batang Rambut
Batang Rambut, yaitu bagian rambut yang berada diatas permukaan kulit. Batang
rambut keluar dari kulit secara miring. Batang rambut terdiri atas 3 bagian, yaitu kutikula
(selaput rambut), yang terdiri dari 6-10 lapis sel tanduk dan tersusun seperti genteng atap;
korteks (kulit rambut), terdiri atas serabut polipeptida yang memanjang dan saling
berdekatan; dan medulla (sumsum rambut), yang terdiri atas 3-4 lapis sel kubus yang berisi
keratohialin, badan lemak, dan rongga udara. (Soepardiman, Lily. 2010; Kusumadewi, dkk;
Pusponegoro, Erdina H.D. 2002).
Siklus Pertumbuhan Rambut
Setelah pembentukan folikel rambut dan rambut, perkembangan folikel rambut
selanjutnya akan berhenti pada bulan ke-5 kehamilan. Folikel mengalami involusi memasuki
fase katagen, dimana papilla dermis akan mengalami regresi dan akhirnya folikel memasuki
fase istirahat. Sampai saat ini belum diketahui mengapa papila dermis yang telah terbentuk
harus mengalami regresi terlebih dahulu dan kemudian mengalami aktivasi kembali.
(Pusponegoro,Erdina H.D. 2002).
Gambar 1. Fase Pertumbuhan Rambut

(sumber : www.google.com)
Siklus pertumbuhan folikel rambut adalah demikian. Sejak pertama kali terbentuk
folikel rambut mengalami siklus pertumbuhan yang berulang. Fase pertumbuhan dan fase
istirahat bervariasi berdasarkan umur dan regio tempat rambut tersebut tumbuh dan juga
dipengaruhi faktor fisiologis maupun patologis. Siklus pertumbuhan yang normal adalah masa
anagen, masa katagen, dan masa telogen. (Soepardiman, Lily. 2010)

1. Masa anagen
Sel-sel matriks melalui mitosis membentuk sel-sel baru mendorong sel-sel
tanduk yang lebih tua ke atas. Aktivitas ini lamanya 2-6 tahun. (Soepardiman, Lily.
2010).
2. Masa Katagen
Masa peralihan yang didahului oleh penebalan jaringan ikat di sekitar folikel
rambut, disusul oleh penebalan dan mengeriputnya selaput hialin. Papil rambut lalu
mengelisut dan tidak lagi berlangsung mitosis dalam matriks rambut. Bagian tengah akar
rambut menyempit dan bagian bawahnya melebar dan mengalami pertandukan sehingga
terbentuk gada (club). Antara bekas papil dan bagian bawah gada terbentang satu tiang
sel epitel. Masa peralihan ini berlangsung 2-3 minggu. (Kusumadewi, dkk; Soepardiman,
Lily. 2010).
3. Masa telogen atau masa istirahat
Masa ini dimulai dengan memendeknya sel epitel mulai dari bawah ke atas
sampai hanya tersisa suatu puting epitel kecil, yaitu benih sekunder, dan berbentuk tunas
kecil yang membuat rambut baru sehingga rambut gada akan terdorong keluar dan
rontok. (Kusumadewi, dkk; Soepardiman, Lily. 2010)
Lama masa anagen adalah berkisar 1000 hari, sedang masa telogen sekitar 100
hari sehingga perbandingan rambut anagen dan telogen berkisar antara 9:1. Jumlah
folikel rambut pada kepala manusia sekitar 100.000, rambut pirang dan merah jumlahnya
lebih sedikit dari rambut hitam. Jumlah rambut yang rontok per hari 100 helai. Densitas
folikel rambut pada bayi 1135/cm2 dan berkurang menjadi 615/cm2 pada umur tiga
puluhan, karena meluasnya permukaan kulit. Pada umur 50 tahunan ada pengurangan
beberapa folikel sehingga jumlah menjadi 485/cm2. Untuk mengetahui jumlah rambut
anagen dan telogen diperiksa rasio rambut anagen terhadap telogen yang disebut
trikogram, sedikitnya 50 helai rambut halus dicabut dan diperiksa untuk menghindari
deviasi standar yang tinggi. Jumlah rambut anagen pada wanita + 85% dan laki-laki 83%
dan jumlah rambut telogen pada wanita 11% dan laki-laki 15%. (Soepardiman, Lily.
2010).
Kerontokan Rambut
Kerontokan rambut adalah kehilangan rambut terminal dalam bentuk apapun dan
dimanapun asal mula terjadinya yang berkisar lebih dari 100 helai per hari. Dapat terjadi difus
atau lokal. Kelainan setempat dapat berupa unifokal atau multifokal. Bila kerontokan ini
berlanjut dapat terjadi alopesia (kebotakan). (Brown, Robin Graham dan Tony Burns;
Pusponegoro, Erdina H.D.2002)
Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Rambut
1. Hormon
Hormon yang berperan adalah androgen, estrogen, tiroksin, dan kortikosteroid.
Masa pertumbuhan rambut 0,35 mm/hari, lebih cepat pada wanita daripada pria. Hormon
androgen dapat merangsang dan mempercepat pertumbuhan dan menebalkan rambut di
daerah janggut, kumis, ketiak, kemaluan, dada, tungkai laki-laki, serta rambut-rambut
kasar lainnya. Namun, pada kulit kepala penderita alopesia androgenetik hormon
androgen bahkan memperkecil diameter batang rambut serta memperkecil waktu
pertumbuhan rambut anagen. Pada wanita aktivitas hormon androgen akan menyebabkan
hirsutisme, sebaliknya hormon estrogen dapat memperlambat pertumbuhan rambut,
tetapi memperpanjang anagen. (Suling, Pieter L; Kusumadewi, dkk; Soepardiman, Lily.
2010).
2. Nutrisi
3

Malnutrisi berpengaruh pada pertumbuhan rambut terutama malnutrisi protein


dan kalori. Pada keadaan ini rambut menjadi kering dan suram. Adanya kehilangan
pigmen setempat sehingga rambut tampak berbagai warna. Kekurangan vitamin B12,
asam folat, asam animo, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan zat besi juga dapat
menyebabkan kerontokan rambut. (Soepardiman, Lily. 2010; Suling, Pieter L).
3. Kehamilan
Pada kehamilan muda, yaitu tiga bulan pertama, jumlah rambut telogen masih
dalam batas normal, tetapi pada kehamilan tua menurun sampai 10%. (Kusumadewi,
dkk)
4. Masa balig
Pada masa ini terjadi peningkatan kadar hormon seks. Ini berakibat
pertumbuhan rambut ketiak dan rambut kemaluan, tetapi rambut kepala justru akan
rontok. (Kusumadewi, dkk).
5. Kelahiran
Dalam masa 3 bulan setelah melahirkan folikel-folikel rambut kepala sang ibu
dengan cepat beralih ke fase telogen, sehingga selama masa ini dijumpai nilai telogen
35%. (Kusumadewi, dkk).
6. Masa baru lahir
Jika rambut janin dalam rahim seluruhnya berada dalam fase anagen, maka
beberapa minggu setelah bayi lahir akan tampak kerontokan rambut, yang disusul dengan
pertumbuhan rambut baru selama tahun pertama dan kedua kehidupannya.
(Kusumadewi, dkk).
7. Masa menjadi tua
Wanita dan pria sama-sama menderita kerontokan rambut karena usia lanjut.
Kerontokan dimulai di ubun-ubun, dahi, dan pelipis, lalu bergeser ke belakang. Di
bagian-bagian ini fase anagen rambut menjadi singkat, rambut lebih cepat rontok dan
rambut halus tumbuh sebagai gantinya (Kusumadewi, dkk), folikel rambut mengalami
atrofi, fase pertumbuhan bertambah singkat, rambut lepas lebih cepat dan densitas
rambut juga berkurang. (Pusponegoro, Erdina H.D. 2002).
8. Vaskularisasi
Vaskularisasi dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut, namun bukan
merupakan penyebab primer dari gangguan pertumbuhan rambut, karena destruksi
bagian 2/3 bawah folikel sudah berlangsung sebelum susunan pembuluh darah
mengalami perubahan. (Suling, Pieter L)

2.2

BAHAN AKTIF
1. Ginseng

Gambar 2. Akar Gingseng


(sumber : www.wikipedia.com)

Kingdom
Divisi
Kelas
Ordo
Suku
Marga
Jenis

: Plantae
: Magnoliophyta
: Magnoliopsida
: Apiales
: Araliaceae
: Panax
: Panax ginseng

Panax ginseng merupakan tanaman perdu yang memiliki tinggi antara 0,1-0,5
meter. Biasanya tumbuh di daerah yang basah dan terlindung oleh pegunungan di Cina,
Korea dan Russia. Tanaman ginseng ini dapat hidup lebih dari 100 tahun. Akarnya
memggembung berbentuk seperti boneka yang berisi cadangan makanan dan bahanbahan aktif lainya. Akar panjang, kurus dan kadang-kadang bentuknya lenyerupai tubuh
manusia. Rasa dari akar Panax ginseng pertama-tama manis tetapi kemudian pahit.
Batangnya bulat dan berwarna hijau ungu. Daunnya tunggal, berbentuk oval,
dan bergerigi serta tulang daunnya menyirip. Daun berwarna hijau gelap, tiap tangkai
daun terdiri atas 5 daun muda dengan 3 ujung daunnya lebih lebar/besar dari 2 daun yang
lain. Panax ginseng memiliki buah yang berwarna merah bentuknya kecil seprti buah
murbey. Zat-zat aktif dari ginseng dapat membantu proses penyembuhan dengan cara
meransang pembentukan antibodi tertentu. Zat-zat ini turut melancarkan pembentukan
hormon dan sperma dengan cara melebarkan saluran pembuluh darah pada
alatreproduksi pria. Ginseng tidak akan menimbulkan masalah jika dikonsumsi secara
benar.
Bahan Aktif
Saponins
Saponins terdiri dari ginsenoside Rc, Ra1[7-9], Ra2[7-9], Ra3[10-11], Rba, Rb2, Rc, Rd;
Rg3[10-11], Rg3[12], notoginsenoside R4[9], chikusetsuaponin IV, Iva
Vaporizing oil
Vaporizing oil terdiri dari panaxynol, ginsenyne, alpha pansinsene, beta pansinsene, beta
farnesene, bicyclogermacrene, beta elemene, gama elemene, alpha neodovene, beta
neodovene, alpha humulene, beta humulene, caryophyllene, beta gurjunene, alpha
gurjunene, alpha selinene, beta selinene, gama selinene, selin-4, alpha guaiene, gama
cubebene, beta patchoulene, hepatadecanol-1, octanal, gama cadinene, trans beta
farnesene, beta guaiene, beta maaliene, cis caryophyllene,delta elemene, tetradecane,
pentadecane,
hexdecan,
;2,6-ditertbutyl-4methly-phenol,
heptadecane,
delta
5

cadinene,widdrol, beta bisablene, octadecane, abol, alpha elemene, tridecan,


eremophifene, gam patchoulene, cedrol, gama gurjunene, dodecane, alloaromadendrene,
trans-caryophyllene, eicosane, alpha santalene, alpha muurodlene, palustalol, beta
demene, alpha santalol, beta eubesmol, di-n-butyloxalate, eleutherosides.
Organic acid dan ester
Organic acid dan ester terdiri dari citric acid, isocitric acid, fumaric acid, oleic acid,
linoleic acid, cis-butendicarboxylic acid, malic acid, pyuvic acid, succinic acid, tartaric
acid, panax aid, salicyclic acid, vanillic acid, p-hydroxycinnamic acid, triglyceride,
plmitin, palmitic acid.
Sterols
Sterol terdiri dari Beta sitosterol, stigmasterol, daucosterol, sitosteryl-o-(6-O-fatty acyl)glucpyranoside.
Senyawa-senyawa nitrogen
Senyawa-senyawa nitrogen terdiri dari choline, adenosine triphosphate, adenosine dan
asam amino lainnya.
Vitamins
Vitamin terdiri dari B1, B2, B12, C, nicotinic acid, folic acid, biotin
Enzymes
Trace minerals
Mineral tambahan seperti copper, zinc, iron, manganese and others (more than 20).
Gomisin N and gomisin A.
Kaempferol and pansenoside.
Gula
Gula terdiri dari fructose, glucose, arabinose, rhamnose, glucuronic acid, mannose,
xylose, sucrose, maltose, raffinose, ginsengtrisaccharide A, B, C, D; maltol, nonacosane,
methoxy-5, nephyl-2(5H)-furanone.

2. Kacang Kedelai

Gambar 2. Biji Kacang Kedelai


(sumber : www.wikipedia.com)
Kerajaan
Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Plantae
: Magnoliophyta
: Magnolliopsida
: Fabales
: Fabaceae
: Glycine
: Glyicine max

Isoflavon dari kedelai ditengarai sebagai bahan yang memegang peranan


penting dalam mempercantik kulit. Protein spesifik dari kedelai mampu menghambat
transfer melanosome yang dapat menyebabkan reduksi pigmen. Selain itu, lipid,
oligosakarida, dan saponin juga bermanfaat bagi kulit. Kedelai juga kaya akan asam
amino, vitamin, mineral, seperti Ca, Fe, dan potasium. Oleh karena itu ia juga banyak
digunakan untuk makanan diet, juga dalam formula makanan bayi, minuman penurun
berat badan, minuman olahraga, dan bahan baku humberger dengan kandungan rendah
lemak.
Bahan Aktif

Isoflavonoid : Isoflavon dilaporkan memiliki manfaat besar dalam perawatan kulit.


Isoflavon memiliki aktifitas antioksidan antiinflamasi lemah yang penting dalam melawan
stress oksidatif yang diinduksi oleh sinar matahari. Isoflavon diindikasikan dapat mencegah
dan mengobati kanker yang diinduksi matahari. Isoflavon seperti genistein dan daidzein
masuk dalam golongan phytoestrogen.

Phytosterol
: Terkandung sekitar 0,37% dalam kedelai dan berfungsi sebagai
antiinflamasi melalui jalur arachidonat sehingga dapat diguanakan dalam mereduksi eritema
yang diinduksi sinar matahari diaperdermatitis

Vitamin
: Mengandung vitamin larut air antara lain thiamin, riboflavin,
niacin, asam pentotenat, dan asam folat. Sedangkan yang larut minyak adalah vitamin A dan
E.

Mineral
: ion metal berperan penting dalam kesehatan kulit. Kekurangan ion
metal dapat menyebabkan efek merugikan bagi kulit seperti dermatitis, discolorisasi rambut,
dan retardasi pertumbuhan rambut.Kedelai mengandung mineral cukup tinggi seperti zinc,
mangan, magnesium, dan kalsium yang esensial bagi kesehatan kulit.
3.
Lidah Buaya
7

Gambar 4. Lidah Buaya (Aloe vera)


(Sumber : google.com)
Lidah buaya (Aloe vera L) merupakan tanaman asli Afrika, yang memiliki ciri
fisik daun berdaging tebal, sisi daun berduri, panjang mengecil pada ujungnya, berwarna
hijau, dan daging daun berlendir. Pada awalnya lidah buaya sebagai tanaman hias yang
ditanam di pekarangan rumah. Lidah buayatumbuh subur di daerah yang berhawa panas
dan terbuka dengan kondisi tanah yang gembur dan kaya bahan organik. Pembudidayaan
lidah buaya tergolong sangat mudah dan tidak memerlukan biaya dan perawatan yang
besar. Hal ini akan mendorong dan pertimbangan untuk menjadikan lidah buaya sebagai
bahan baku makanan ( Sudarto, 1997).
Jenis lidah buaya yang dibudidayakan secara komersil di dunia yakni Curacao
aloe atau Aloe vera (Aloe barbadensis Miller), yang ditemukan oleh Philip Miller,
seorang pakar botani yang berasal dari Inggris, pada tahun 1768. Aloe barbadensis Miller
mempunyai nama sinonim yang binomial, yakni Aloe vera dan Aloe vulgaris. Menurut
Furnawanthi (2002) taksonomi Aloe barbadensis Miller sebagai berikut.
Dunia
Divisi
Kelas
Bangsa
Suku
Marga
Spesies

: Plantae
: Spermatophyta
: Monocotyledoneae
: Liliflorae
: Liliaceae
: Aloe
: Aloe barbadensis miller

Unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam daging lidah buaya menurut para
peneliti antara lain : lignin, saponin, anthraquinone, vitamin, mineral, gula dan enzim,
monosakarida dan polisakarida, asam-asam amino essensial dan non essensial yang
secara bersamaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan yang menyangkut
kesehatan tubuh.
Bahan Aktif
Cairan bening seperti jeli diperoleh dengan membelah batang lidah buaya. Jeli
ini mengandung zat anti bakteri dan anti jamur yang dapat menstimulasi fibroblast yaitu
sel-sel kulit yang berfungsi menyembuhkan luka. Selain kedua zat tersebut, jeli lidah
buaya juga mengandung salisilat, zat peredam sakit dan anti bengkak seperti yang
terdapat dalam aspirin (Sulaeman, 2008).

2.3

BAHAN TAMBAHAN
1. Ginseng
Kandungan ginseng akan menambah nutrisi yang kompleks terhadap rambut
terutama dapat membantu menjadikan rambut sehat dan indah, karena mengandung :
1. Ultra Violet Filter, yg berfungsi untuk membantu melindungi rambut kita dari sinar
matahari yang buruk dan pemakaian pemanas rambut setiap hari.
2. Pro Vitamin B5, yang merupakan vitamin penting untuk kesehatan rambut
kita,sehingga kuat dan tidak mudah rontok serta bercabang.
3. Vitamin E, yang sangat bagus untuk kulit kita,sehingga dapat membantu memperbaiki
sel-sel rambut kita yang rusak dan membantu menyehatkan kulit kepala.
4. Allantoin,merupakan senyawa alami yg dapat membantu menyehatkan akar rambut
dan rambut
2. Kacang Kedelai
Rambut merupakan salah satu bagian dari kecantikan tubuh sehingga sering
dikatakan bahwa rambut adalah mahkota. Rambut merupakan alat petunjuk pertama yang
baik bagi kesehatan tubuh, karena bila tubuh kekurangan nutrisi maka rambut akan
memperlihatkan warna kusam, kering, bercabang, tidak bercahaya, tipis, rontok, serta
kulit kepala bersisik. Kerontokan rambut sering menjadikan masalah, apalagi jika sampai
menimbulkan masalah kebotakan. Rambut rontok, kusam, bercabang serta kebotakan
disebabkan karena folikel rambut mengerut serta tidak aktif, hal ini diakibatkan karena
peredaran darah tidak bisa lancar kearah kulit kepala, juga kualitas dan kuantitas darah
yang mencapai folikel mengalami kekurangan nutrisi maka pertumbuhan rambutpun
menjadi masalah, sehingga keindahan rambutpun akan terganggu.Telah dibuktikan
dalam sebuah penelitian bahwa timbulnya rambut putih disebabkan karena kekurangan
asam pantotenat. Boron, riboflafin, asam lemak essensial (Monounsaturated fat dan
Polyunsaturated fat) dan antioksidan juga sangat penting dalam memperlambat proses
pemutihan rambut. Beberapa penelitian telah dilakukan bahwa lecithin pada kacang
kedelai mampu untuk mengatasi kebotakan rambut. Hal ini disebabkan karena lecithin
mampu memperbaiki colinergik pada arteri dan vena rambut serta kulit sehinga
peredaran darah menjadi lancar serta folikel rambut yang mengerut menjadi normal dan
aktif kembali demikian juga dengan nutrisi dari lecithin yang dibawa darah kearah folikel
rambut menjadi lebih baik sehingga warna rambutpun mencadi lebih bercahaya serta
tidak bercabang.
3. Lidah Buaya
Unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam daging lidah buaya menurut para
peneliti antara lain : lignin, saponin, anthraquinone, vitamin, mineral, gula dan enzim,
monosakarida dan polisakarida, asam-asam amino essensial dan non essensial yang
secara bersamaan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan yang menyangkut
kesehatan tubuh.
Kandungan zat gizi lidah buaya per 100 gram dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Kandungan gizi lidah buaya

Aloin
Zat aloin yang terkandung dalam lidah buaya berfungsi sebagai pencahar,
sudah digunakan orang Yahudi sejak abad ke-4 SM. Hal ini dikemukakan oleh Celsus
dan dilanjutkan oleh Dioscordes yang menegaskan bahwa Aloe vera berguna untuk
mengobati sakit perut, sakit kepala, gatal, kerontokan rambut, perawatan kulit dan luka
bakar. Bahkan, di Amerika Selatan, lidah buaya resmi diakui sebagai obat pencahar dan
pelingdung kulit saat didaftarkan dalam United State Pharmacopoeia (USP) pada tahun
1820 (Furnawanthi, 2002).

Gel Lidah Buaya


Gel lidah buaya juga memperlihatkan aktivitas anti penuaan karena mampu
menghambat proses penipisan kulit dan menahan kehilangan serat elastin serta
menaikkan kandungan kolagen dermis yang larut air. Lidah buaya terbukti dapat
menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes (Okyar, et al, 2001).

Saponin
Lidah buaya mengandung saponin yang mempunyai kemampuan membunuh
kuman, serta senyawa antrakuinon dan kuinon sebagai antibiotik dan penghilang rasa
sakit. Lidah buaya juga merangsang pertumbuhan sel baru dalam kulit. Dalam gel lidah
buaya terkandung lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit, sehingga
sel akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan tubuh. Adapun manfaat lain
dari lidah buaya adalah untuk mengobati cacingan, susah buang air besar, sembelit,
penyubur rambut, luka bakar atau tersiram air panas, jerawat, noda hitam, batuk,
diabetes, radang tenggorokan, menurunkan kolesterol (Sudarto, 1997).

2.4

MANFAAT
Ginseng menghasilkan zat pewarna hitam. Cairan sarinya digunakan untuk
menghitamkan rambut. Daun urang-aring diremas-remas dalam air, yang kemudian
digunakan untuk mendinginkan kepala serta untuk menyuburkan dan menghitamkan rambut.
Cairan urang-aring dioleskan pada kepala bayi agar lekas mendapatkan rambut yang hitam.
Seduhan urang-aring dalam minyakkelapa digunakan sebagai minyak penyubur rambut.
Dalam Ayurveda (ilmu
pengobatan India),
urang
aring
diyakini
sebagai
semacam rasayana yang memiliki khasiat panjang usia dan awet muda. Penelitian baru-baru
ini menunjukkan bahwa tumbuhan ini memiliki daya pengobatan terhadap
gangguan hati (hepar) dan lambung. Di tempat-tempat lain, urang-aring digunakan sebagai
obat luar untuk penyakit kulit, eksim, kutu air, bahkan untuk mengatasi serangan hewan
berbisa seperti sengatan kalajengking atau gigitan ular.
10

Aloe vera/lidah buaya mengandung semua jenis vitamin kecuali vitamin D, mineral
yang diperlukan untuk fungsi enzim, saponin yang berfungsi sebagai anti mikroba dan 20
dari 22 jenis asam amino. Dalam penggunaannya untuk perawatan kulit, Aloe vera dapat
menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan
tanda, mengurangi peradangan serta perbaikan dan peremajaan kulit. Dengan beragam
manfaat yang terkandung dalam lidah buaya, pemanfaatannya kurang optimal oleh
masyarakat yang hanya memanfaatkannya sebagai penyubur rambut. Cairan bening seperti
jeli diperoleh dengan membelah batang lidah buaya. Jeli ini mengandung zat anti bakteri dan
anti jamur yang dapat menstimulasi fibroblast yaitu sel-sel kulit yang berfungsi
menyembuhkan luka. Selain kedua zat tersebut, jeli lidah buaya juga mengandung salisilat,
zat peredam sakit dan anti bengkak seperti yang terdapat dalam aspirin (Sulaeman, 2008).
Kacang kedelai mengandung zinc yang bermanfaat untuk membantu mengatasi
kerontokan pada rambut. Proses pertumbuhan rambut diatur oleh mekanisme hormon
pengatur pertumbuhan rambut, termasuk rambut halus pada tubuh. Kerja hormon dapat
terganggu jika seseorang kekurangan unsur zinc dalam tubuh. Di samping itu, kacang
kedelai juga mengandung antioksidan yang tidak kalah tinggi. Seperti banyak diketahui,
antioksidan memiliki manfaat bagi kulit serta tubuh untuk menangkal radikal bebas dan
mencegah penuaan dini.

2.5

CARA BEKERJA
1. Mengurangi Sebum
Sebum adalah zat berminyak yang secara alami dihasilkan oleh tubuh. Sebum
disekresikan oleh kelenjar rambut. Jika diproduksi dalam jumlah yang normal sebum dapat
menjaga kelembapan kulit kepala tapi jika jumlahnya berlebihan dapat terakumulasi pada
kulit kepala dan ketika bercampur dengan kotoran dapat membentuk kerak yang dapat
merusak folikel rambut serta mencegah timbulnya folikel rambut yang baru.
Lidah buaya memiliki sifat antibakteri yang dapat mengurangi kelebihan sebum,
sehingga memungkinkan untuk timbulnya folikel rambut yang baru.
2. Mengaktifkan Pertumbuhan Rambut
Lidah buaya mengaktifkan pertumbuhan rambut baru dan folikel rambut dengan
meningkatkan sirkulasi darah ke akar folikel. Lidah buaya juga dapat menyeimbangkan ph
kulit kepala.
3. Menyediakan Kelembaban Alami, Vitamin dan Mineral
Lidah buaya dapat menjaga kelembapan alami kulit kepala dan menjaga folikel
rambut, karena kandungan mineral dan vitamin seperti A, B1, B2, B6, B12, C dan E.

2.6

BENTUK SEDIAAN
Sediaan tonik rambut adalah sediaan kosmetika rambut yang digunakan untuk
melebatkan atau merangsang pertumbuhan rambut pada kebotakan atau rambut rontok (Ditjen
POM, 1985). Pada seseorang yang sehat dengan kulit kepala terawat (angka kerontokan
normal berkisar 20-100 helai/hari) kemungkinan terjadi gangguan yang disebabkan oleh
faktor genetik, diet ketat, stres, obat, dan penyakit infeksi yang dideritanya. Konsumsi vitamin
A dan E dalam dosis tinggi dan kekurangan zat besi dapat merontokkan rambut. Efek
teurapeutik dari tonik rambut meliputi pengobatan terhadap alopesia areata, alopesia
androgenetik, menghilangikan ketombe, jamur dan bakteri yang tumbuh. Tonik ideal harus
mempunyai komponen iritan untuk meningkatkan suplai darah ke papila dermal dan
menstimulasi mekanisme suplai ke kulit kepala, vitamin atau asam amino yang dibutuhkan
untuk biosintesis keratin, antiseptikum untuk mengontrol mikroorganisme dan kondisi lainnya
yang dapat mengganggu pertumbuhan rambut (Harry, 1957).

11

Sifat Zat Sediaan Tonik secara Umum


1. Kounteriritan
Kounteriritan menyebabkan iritasi kulit akibatnya sirkulasi darah pada daerah
tersebut lancar, metabolisme menjadi lebih aktif, dan pembelahan sel dipercepat.
Kounteriritan yang lazim digunakan meliputi : asam format, asam salisilat 0,2 %,
histamin, kantaridina, kapsikum (tingtur cabe 1%), kinina-HCl, pirogalol 5%, dan
resorsin 5%. Kantaridina tidak dianjurkan digunakan karena termasuk kounteriritan yang
kuat.
2. Vasodilator
Vasodilator dapat memperlebar pembuluh darah,sehingga aliran darah
meningkat dan faal tubuh menjadi lebih aktif, metabolisme meningkat dan pembelahan
sel dipercepat sehingga merangsang pertumbuhan rambut. Sediaan yang mengandung
vasodilator tidak termasuk sediaan kosmetika. Vasodilator yang lazim digunakan adalah
pilokarpin.
3. Stimulan kelenjar sebum
Kelompok zat baik alam maupun sintetik yang dapat mempengaruhi sekresi
kelenjar sebum. Kelompok zat ini meliputi asam salisilat, belerang, etanol, garam kinina,
garam pilokarpin, kolesterol, lesitin, metil linoleat, resorsin, resorsin asetat, tingtur
jaborandis, dan tingtur kina.
4. Zat kondisioner rambut
Manfaat zat ini untuk memperbaiki kondisi rambut, merangsang pertumbuhan
rambut dan mencegah kerontokan rambut. Kelompok zat ini meliputi allantoin, asam
pantotenat, azulen, biotin, kamomil, minyak cambah, pantotenol, polipeptida, vitamin E,
vitamin F. Vitamin F adalah campuran beberapa jenis asam poli tak jenuh, terutama asam
linoleat, dan asam arakinot.
Asam pantotenat umumnya digunakan dengan kadar hingga lebih kurang 1%
dan pH diatur antara 4-7, untuk menghindari terjadinya hidrolisa. Azulen digunakan
hingga batas kadar maksimum 0,01-0,02%. Alantoin dengan kadar maksimum lebih
kurang 0,2%.
5. Hormon
Hormon kelamin dapat mempengaruhi aktivitas kelenjar sebum dan
keratinisasi. Dalam sediaan perangsang pertumbuhan rambut sering dijumpai estradiol,
stilbestrol, atau heksestrol. Di Indonesia penggunaan hormon dalam sediaan kosmetika
dilarang.
6. Antiseptikum
Antiseptikum yang paling lazim digunakan adalah derivat fenol atau senyawa
ammonium kuartener. Derivat fenol meliputi : p-amil fenol, asm salisilat, o-fenil fenol,
o-kloro-o-fenil fenol, p-kloro-m-kresol, p-kloro-m-silenol, klorotimol. Senyawa
amonium kuartener umumnya lebih baik dibandingkan dengan derivat fenol karena
spektrum aktivitasnya lebih luas.

Preformulasi Bahan Pembantu secara Umum


a. Etanol
Etanol memiliki nama lain etil alkohol atau etil hidroksida. Merupakancairan
bening yang mudah menguap pada suhu rendah, jernih, memiliki bau khas, menyebabkan
rasa terbakar pada lidah, dan mudah terbakar. Etanol dapat bercampur dengan gliserin
dan air. Etanol dapat digunakan sebagai pelarut, antimikroba pada konsentrasi 10%,
12

desinfektan pada konsentrasi 60-90% danpeningkat penetrasi. Larutan etanol


inkompatibel dengan wadah aluminium dan dapat berinteraksi dengan beberapa obat.
Pada suasana asam, larutan etanol dapat bereaksi dengan zat pengoksidasi. Sediaan
optikal yang menggunakan etanol lebih dapat bereaksi dengan zat pengoksidasi. Sediaan
optikal yang menggunakan etanol lebih dari 50% dapat menimbulkan iritasi pada kulit.
Penyimpanan sebaiknya pada wadah kedap udara, di tempat yang sejuk dan jauh dari
nyala api (Wade, 2003).
b. Gliserin
Gliserin memiliki nama lain gliserol atau gliserolum, merupakan cairan jernih
kental, tak berbau dengan rasa manis 0,6 kali sukrosa dan dapat menyerap air. Gliserin
dapat bercampur dengan etanol dan air , dan tidak larut dalam minyak. Gliserin biasa
dibuat untuk pengawet antimikroba pada konsentrasi 20%, pelembut (konsentrasi 25%), humektan, pemanis, dan pelarut. Gliserin bersifat higroskopis, dapat mengalami
dekomposisi dengan pemanasan. Campuran gliserin dengan air, etanol dan propilenglikol
stabil secara kimiawi. Dapat terjadi diskolorisasi hitam dengan adanya cahaya dan
kontak dengan oksida serta bismut nitrat. Sebaiknya disimpan di wadah kedap udara dan
pada tempat sejuk (Wade, 2003)
c. Propilenglikol
Propilenglikol memiliki nama lain propilenglikolum, merupakan cairan jernih
kental, tidak berwarna dan memiliki rasa manis. Propilenglikol dapat bercampur dengan
aseton, etanol, gliserin, dan air. Propilenglikol biasa digunakan sebagai pelarut (pada
konsentrasi 5-80% untuk sediaan topikal), humektan dan pengawet pada konsentrasi 1530%. Propilenglikol bersifat higroskopis dan sebaikknya disimpan pada tempat tertutup,
sejuk dan terlindungi dari cahaya. Pada temperatur yang tinggi dan dalam keadaan
terbuka, propilenglikol dapat teroksidasi.
d. Klorokresol
Klorokresol merupakan kristal tidak berwarna. Klorokresol biasa digunakan
sebagai anti mikroba dalam sediaan kosmetik dan sediaan farmasi. Konsentrasi
klorokresol yang dianjurkan digunakan dalam sediaan kosmetik adalah 0,1-0,2 %.
Klorokresol efektif melawan bakteri gram positif, bakteri gram negatif, spora, jamur dan
ragi. Aktivitas klorokresol lebih aktif pada pH asam dan tidak aktif lagi pada pH diatas 9.
Klorokresol akan terdekomposisi jika terjadi kontak dengan basa kuat. Pada konsentrasi
yang tinggi klorokresol dapat berfungsi sebagai desinfektan.
Tonik rambut berupa krim. Bahan dasar dalam pembuatan krim terdiri dari tiga jenis
zat: zat fasa minyak, zat fasa cair, dan pengemulsi (emulsifier). Tonik rambut yang diusung
merupakan krim water-base yang terdiri dari 80 persen fasa cair. Delapan puluh persen fasa
cair tersebut sudah mengandung ketiga ekstrak herbal (ginseng, lidah buaya, kacang kedelai)
di dalamnya.

Kandungan Sediaan Tonik Rambut


1. Fasa Minyak
a. Cocoa Butter (Fasa Minyak Padatan)
Cocoa butter atau lemak kakao adalah buah yang dihasilkan dari pohon kakao
(Theobroma cacao). Tanaman ini berasal dari hutan hutan tropis di Amerika
Tengah dan Amerika Selatan. Cocoa Butter kaya akan kandungan vitamin E yang
bermanfaat bagi kulit, termasuk kulit rambut.
b. Virgin Coconut Oil (Fasa Minyak Cair)
Minyak kelapa perawan atau Virgin Coconut Oil (VCO) mempunyai tekstur krim
alami dari tanaman yang bebas pestisida dan bahan kimia lainnya. VCO telah
13

digunakan selama bertahun tahun untuk bahan sabun, sampo, krim dan produk
perawatan tubuh. Susunan molekularnya yang kecil mudah diserap oleh kulit dan
memberikan tekstur lembut halus pada kulit dan rambut. Ia memiliki komposisi ideal
untuk pemulihan kulit kering, kasar dan keriput.
c. Ekstrak Kacang Kedelai (Minyak Kacang Kedelai)
Nutrisi dalam kedelai mampu membantu dalam penanganan masalah pada rambut
seperti rambut rontok, serta menjaga kesehatan rambut secara keseluruhan. Nutrisi
tersebut adalah: protein, lesitin, zinc, dan asam lemak omega 3.
2. Emulsifier
a. Beeswax
Beeswax atau lilin lebah merupakan lilin yang terbuat dari sarang lebah. Manfaat lilin
lebah antara lain merangsang pertumbuhan rambut baik membantu rambut untuk
lebih tebal secara volume, melembutkan, dan membuat rambut berkilau, serta
membuat rambut mudah diatur.
3. Fasa Cair
a. Ekstrak Lidah Buaya
- Lidah Buaya
- Gliserin
b. Ekstrak Ginseng
c. Air Terdistilasi (Distilled Water)
Cara Menggunakan Tonik Rambut
Setelah rambut dicuci dengan sampo, keringkan dan gunakan sediaan hingga kulit
kepala terasa basah. Jangan menggunakan tonik berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi
kulit. Penandaan pada etiket harus tertera :
1. Jenis zat bermanfaat
2. Cara penggunaan
3. Peringatan

2.7

ALASAN PEMILIHAN BENTUK SEDIAAN


Zat khasiat yang digunakan untuk sediaan tonik rambut mempunyai efek antara lain,
membersihkan, menghilangkan atau mencegah ketombe, memperbaiki sirkulasi darah kulit
kepala, memperbaiki dan memulihkan sekresi kelenjar sebum, dan merangsang pertumbuhan
rambut (Ditjen POM, 1985). Sedangkan, bentuk sediaan berupa krim water-base untuk
mempermudah penggunaan dan pembilasan setelah pemakaian.

14

2.8

DIAGRAM ALIR PEMBUATAN


Persiapan Ekstrak

Ekstrak Aloe vera

(Fasa Cair)
Ekstrak Panax ginseng
Ekstrak Glycine max

Persiapan
Bahan Dasar
(Fasa Minyak
dan Emulsifier)

Penentuan Komposisi
Campuran

Mixing

Pengemasan
Produk

15

2.9

ALAT DAN BAHAN


1. Persiapan Bahan Dasar Krim (Fasa Minyak dan Emulsifier)
Alat
a) Wajan
b) Wadah
c) Spatula
d) Mixer
e) Kompor
Bahan
a) Cocoa Butter (fasa minyak padatan)
b) Virgin Coconut Oil (fasa minyak cair)
c) Beeswax (emulsifier)
2. Persiapan Bahan Ekstrak dan Fasa Cair
Alat
a) Wadah beserta penutup
b) Pisau
Bahan
a) Daun segar Aloe vera
b) Gliserin
c) Air terdistilasi (aquades)
d) Simplisia ginseng
e) Simplisia kacang kedelai
f) Heksana
3. Pengawet
a) Methyl paraben

2.10 METODE PEMBUATAN


Tonik rambut yang akan dibuat berupa krim water-base, di mana sediaan pembuatan
krim memiliki 50-80% fasa cair dan 15-30% fasa minyak (ditambah emulsifier). Maka, untuk
membuat sediaan sebanyak 250g, produk kami membutuhkan fasa cair sebanyak 80% (200g)
dan fasa minyak sebanyak 20% (50g).
Persiapan Bahan Dasar
Pembuatan produk krim tonik rambut water-base ini menggunakan fasa minyak dan
emulsifier (pengemulsi) sebagai bahan dasar pembuatan krimnya. Fasa minyak yang
digunakan terdiri dari fasa minyak padatan dan fasa minyak cair. Fasa minyak padatan adalah
Cocoa Butter dan fasa minyak cair adalah Virgin Coconut Oil, dengan Beeswax sebagai
emulsifier yang akan menyatukan fasa minyak dan fasa cair pada krim. Hasil ekstraksi dari
kacang kedelai digolongkan sebagai fasa minyak karena hasil ekstraksi berupa minyak kacang
kedelai.
Persiapan Ekstrak
1. Persiapan Ekstrak Lidah Buaya
Daun segar Aloe vera dipanen, dicuci dengan air mengalir dan selanjutnya
dicuci dengan air terdistilasi. Kemudian daun dikuliti untuk dipisahkan dari kulit daun
dan lapisan aloinnya melalui pemotongan. Gel Aloe vera dipotong kecil-kecil dan
direndam dalam gliserin dengan ratio 1:1.

16

2. Persiapan Ekstrak Ginseng dan Kacang Kedelai


Akar segar Panax ginseng dan dicuci dengan air terdistilasi dan kemudian
dikeringkan. Pengambilan ekstrak ginseng menggunakan metode ekstraksi-panas (hot
extraction), yakni satu ons (28,35 g) akar ginseng direndam dalam air mendidih 5 ons
(141,75 ml) selama 10 15 menit.
3. Persiapan Ekstrak Kacang Kedelai
Kacang kedelai yang telah dibersihkan, dikeringkan, dan dikupas dipanaskan
dalam wajan kering hingga 70oC. Dengan pisau tajam, kacang kedelai dipotong hingga
menjadi serpihan (flakes). Pengambilan ekstrak ginseng menggunakan metode ekstraksiperkolasi sehingga serpihan kacang kedelai kemudian ditempatkan dalam ekstraktor
perkolasi dan dilapisi dengan heksana, pelarut hidrokarbon tak berwarna. Ekstraktor
perkolasi akan meluruhkan minyak dari serpihan kacang kedelai. Pemisahan heksana dari
minyak kacang kedelai mentah dilakukan dengan menempatkan campuran ke dalam
evaporator dan heksana akan tervaporisasi. Minyak kacang kedelai mentah disaring
dengan menekannya melalui filter press.
Pencampuran
Fasa minyak padat (Cocoa Butter) dan emulsifier (Beeswax) dilelehkan pada suhu
tidak terlalu tinggi (sekitar 70oC) kemudian dijauhkan dari api dan ditambahkan fasa minyak
cair (Virgin Coconut Oil) dan minyak kacang kedelai hasil ekstraksi lalu diaduk hingga
merata. Pemanasan fasa cair yang berupa campuran antara air terdistilasi dan ekstrak herbal
lidah buaya, ginseng, dan kacang kedelai, dilakukan pada suhu tidak terlalu tinggi pula.
Pencampuran kedua fasa dilakukan setelah menjauhkan keduanya dari api dengan
melakukan pengadukan merata selama 1-2 menit untuk membiarkan terjadinya emulsi.
Setelah campuran yang telah membentuk krim agak mendingin, pengawet (methyl paraben)
ditambahkan.
Komposisi Campuran
Produk krim tonik rambut water-base yang dibuat menggunakan basis 250 g, di
mana dalam 250 g tersebut, komposisi masing-masing bahan adalah sebagai berikut (dengan
perbandingan ekstrak 1:1:1),
Tabel 2.10.1 Komposisi Krim Tonik Rambut Water-Base Ekstrak Lidah Buaya, Ginseng, dan Kacang Kedelai

No.

Jenis

Fasa
Minyak

Komposi
si dalam
Basis (%)

15.0%

Komposisi
dalam
Basis (g)

37.5

Bahan

Cocoa Butter
(fasa minyak
padatan)
Virgin Coconut Oil
(fasa minyak cair)
Ekstrak Kacang
Kedelai
Kacang Kedelai

Komposi
si dalam
Basis
Rincil (%)

15.0%

Rincian
Komp.
dalam
Fasa
(%)

Komposisi
Bahan

Komposisi
Total

ml

ml

50.0%

18.75

18.75

40.0%

15

10.0%

Heksana
2
3

Emulsifier
Fasa Cair

5.0%
80.0%

16.26
-

0.817

4.089

4.089

15

10.16

3.75

4.089

12.5

Beeswax

5.0%

12.5

12.5

80.0%

160

160

160

160

200

Aquades
Ekstrak Lidah
Buaya

20

126

10.0%

17

Gel Aloe vera

5.0%

10

Gliserin

5.0%

10

126

Ekstrak Ginseng
Akar ginseng

10.0%

Aquades
4

Pengawet
TOTAL

0.5%

1.25

100.0%

250

Methyl Paraben

0.5%

1.7%

3.5

8.3%

16.5

16.5

1.25

1.25

100.0%

250

20

16.5

1.25

1.25

250

Keterangan:
- Densitas virgin coconut oil = 0.922 g/cm3
- Densitas ekstrak minyak kacang kedelai = 0.917 g/cm3
- Densitas air = 1 g/cm3
- Densitas gliserin = 12.6 g/cm3
- Densitas ekstrak grape seed dianggap sama dengan air = 1 g/cm3
- Pengawet tidak dimasukkan ke dalam persentase
- Perbandingan ekstrak 1:1:1
- Komposisi methyl paraben tidak diperhitungkan dalam basis 250 g

2.11 ANALISIS EKONOMI


Komposisi Bahan
No.

Bahan
Cocoa Butter (fasa minyak
padatan)
Virgin Coconut Oil (fasa
minyak cair)
Ekstrak Kacang Kedelai
Kacang Kedelai

ml

Harga
Produksi

Unit
(ml)

18.75

Rp60,000

100

Rp11,250

15

16.26898

Rp75,000

100

Rp12,202

Rp7,600

1000

Rp6

Rp75,000

Rp69,700

1000

Rp285

250

Rp3,750

Rp700

1000

Rp112

Rp30,000

Rp120

100

Rp37,800

0.8178844

Heksana
2

Harga Beli
Unit
ml
(g)

4.089422

Beeswax

12.5

Aquades

160

160

Gel Aloe vera

10

Rp12,000

1000

Gliserin

10

126

3.5

Rp50,000

1000

16.5

16.5

1.25

1.25

Ekstrak Lidah Buaya


3

Ekstrak Ginseng
Akar ginseng
Aquades
4

Methyl Paraben

TOTAL

Rp175

Rp700

1000

Rp12

Rp120,000

60

Rp2,500
Rp68,212

Keterangan:
Info harga pembelian diperoleh dari:
- http://www.menarailmuperaga.com/index.php?page=shop.product_details&flypa
ge=shop.flypage&product_id=169&option=com_virtuemart&Itemid=26&vmcch
k=1&Itemid=26
- http://www.liputan6.com/tag/harga-kedelai
- http://www.kaskus.co.id/profile/viewallclassified/688033

18

http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016213856/jual-tanamanlidah-buaya-dijamin-murahjual-cepat
http://jamujawaindonesia.blogspot.com/2012/06/serba-serbi-ginseng.html

Berdasarkan perhitungan untuk harga produksi belum termasuk biaya perawatan alat,
pekerja dan biaya operasional adalah Rp 68.212,00. Setelah dianalisis, kami menambahkan
biaya sebesar Rp 5.000,00 sebagai biaya selain produksi dan keuntungan. Sehingga harga
yang kami tawarkan kepada konsumen adalah Rp 73.212,00.

2.12 KAPASITAS PRODUKSI


Nama Produk
Kapasitas Produksi
Waktu Produksi per Batch
Ukuran Pengemasan

Hair Tonic
5000/bulan
10 jam
250 g/wadah

2.13 PENGAWET
Pengawet ditambahkan untuk mecegah adanya bakteri yang hidup pada fasa cair
karena walaupun bakteri tidak tumbuh pada fasa minyak, bakteri membutuhkan fasa cair
untuk berproliferasi. Pada produk kami, terdapat kandungan fasa cair yang cukup besar, yakni
sebesar 80%, sehingga pengawet harus ditambahkan. Penambahan pengawet berupa metil
paraben 1.25% yang komposisinya tidak termasuk ke dalam basis 250 g. Penambahan
pengawet dilakukan saat emulsi telah mendingin hingga 40oC atau lebih rendah.

2.14 PEWARNA
Menurut tinjauan kami, tidak ada pewarna yang diigunakan dalam produk yang kami
buat karena kami mementingkan kualitas. Penggunaan pewarna takutnya akan merubah
kualitas dan memberikan efek samping bagi konsumen. Selain itu, kami menjaga kemurnian
ekstrak simplisia yang digunakan sehingga tidak menimbulkan reaksi-reaksi yang tidak
diinginkan dan membahayakan konsumen. Produk hair tonic ini akan lebih baik jika tetap
dibiarkan dengan warnanya yang alami. Sehingga konsumen pun tidak ragu terhadap produk
herbal yang digunakan.

2.15 RENCANA KEMASAN


Kemasan yang dipilih adalah dalam bentuk botol yang nantinya terdapat lubang kecil
utnuk mengeluarkan tonik. Kemasan tersebut dipilih auntuk memperudah penggunaan tonik
dalam bentuk cair.

19

Gambar 14.1 Kemasan dalam botol 250g (Sumber:


http://www.gatsby.co.id/index.php/product/item/treatment-hair-cream-tonic)

2.16 UJI TOKSISITAS


Aloe vera dikenal sebagai tumbuhan yang aman. Penggunaan lidah buaya disini
adalah untuk tonik pada rambut. Menurut analisis kelompok kami, penggunaan aloe vera yang
belum atau sudah diekstrak tidak memberikan efek yang besar. Sesungguhnya racun yang
terdapat pada lidah buaya adalah aloin. Aloin adalah zat yang terdapat pada lapisan luar dari
lidah buaya. Sehingga tidak disarankan untuk mengkonsumsi gel lidah buaya tanpa adanya
pengolahan khusus. Produk yang kami tawarkan adalah tonik cream yang digunakan secara
fisik pada rambut. Berdasarkan studi yang kami pelajari, semakin alami bahan itu atau tidak
dilakukan pengolahan, maka semakin baik. Namun disini, tujuan pengolahan hanyalah untuk
mengambil zat aktifnya dan menambahkan pengawet sehingga dapat digunakan kapan saja.

20

BAB III
PENUTUP
3.1

KESIMPULAN
Rambut adalah mahkota bagi semua orang karena rambut berfungsi selain untuk
memberikan kehangatan, perlindungan, rambut juga untuk keindahan dan penunjang
penampilan. Rambut sehat memiliki ciri-ciri tebal, berwarna hitam, berkilau, tidak kusut
dan tidak rontok menjadi kebutuhan semua orang. Namun demikian tidak semua orang
dapat memiliki rambut sehat, karena dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat
menyebabkan rambut menjadi tidak sehat (Rostamailis, 2009:15).
Tonik rambut yang sekarang beredar di pasaran banyak mengandung zat kimia yang
terkadang bukan menyehatkan rambut melainkan membuatnya rusak. Hal tersebut karena
seperti kebanyakan zat kimia lainnya, tubuh menolak untuk menerimanya sehingga
menimbulkan efek samping. Selain itu terkadang hasil yang didapat juga kurang maksimal.
Solusinya adalah pembuatan tonik rambut herbal dengan pemanfaatan tumbuhan tumbuhan
yang sudah terbukti memiliki zat aktif untuk memperkuat serta memberikan nutrisi pada
rambut. Campuran beberapa tumbuhan yang memiliki ragam zat aktif seperti lidah buaya,
kacang kedelai, serta urang aring dapat memberi nutrisi yang dibutuhkan bagi rambut serta
menjaganya dari kerusakan.
Produk tonik rambut berupa kemasan dalam botol 250g yang berisi campuran dari
ekstrak lidah buaya, ekstrak urang-aring, dan ekstrak kacang kedelai, dengan bahan dasar
hydrophilic USP. Produk berupa krim tonik rambut yang memiliki fasa cair 80% dan fasa
minyak 20%.

21

DAFTAR PUSTAKA
Azis, Sriana dan Muktiningsih, S.R. 1999.Studi Kegunaan Sediaan Rambut. Media Litbangkes
Volume IX
Departemen Kesehatan RI, Ditjen POM (1985), Formulation Kometika Indonesia.
DIY Cosmetics. How to Make Creams and Lotions. http://www.diycosmetics.com/pages/How-toMake-Creams-and-Lotions.html (diakses 19 November 2014)
Iskandar, dkk.-.Pengaruh Dekok Daun Urang Aring (Eclipta Prostata) Sebagai insektisida.
Avalable at<http://elibrary.ub.ac.id/bitstream/123456789/18314/1/Pengaruh-dekok-daun-urangaring-(Eclipta-Prostata)-sebagai-insesktisida-nabati-nyamuk--Culex-sp.pdf> Diakses pada : 28
Oktober 2014
Iswandari Rochani.2006.Studi Kandungan Isoflavon pada Kacang Hijau (vigna radiata L), Avalable
at<http://repository.ipb.ac.id/bitstream
/handle/123456789/1560/Iswandari.%20Rochani_A2006.pdf?sequence=4> Diakses pada : 28
Oktober 2014.
K., Ramesh C. et. al. 2011. Antioxidant potentials in sprouts vs. seeds of Vigna radiata and
Macrotyloma uniflorum. Journal of Applied Pharmaceutical Science ISSN: 2231-3354.
Stanley, Mbajiuka Chinedu et. al. 2014. Antimicrobial effects of Aloe vera on some human pathogens.
International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences ISSN: 2319-7706 Vol. 3
No. 3.
Tambunan, Lidia Romito. 2012. Uji Stabilitas Mikroemulsi Ekstrak Daun Seledri dan Mikroemulsi
Ekstrak Daun Ginseng dan Efektivitasnya Terhadap Pertumbuhan Rambut Tikus Jantan Spraque
Dawley. Skripsi FMIPA UI

22