Anda di halaman 1dari 28

POA (PLAN OF ACTION)

PUSKESMAS BALUNG
TAHUN 2014

I
C

U
R

M
Y

A
A

P
H

DINAS KESEHATAN KABUPATEN JEMBER


PUSKESMAS BALUNG
JALAN RAMBIPUJI NO. 132 BALUNG - JEMBER

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, bahwa POA (Plant Of Action) telah
dapat diselesaikan. Kami sampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada berbagai
pihak atas sumbangan pikirannya sehingga tersusunlah POA ini. Semoga POA ini
bermanfaat

Balung, 11 Februari 2014


Kepala Puskesmas Balung

Dr. YAYAK HENDARINI


NIP. 19710331 200212 2 003

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dengan adanya krisis multi dimensi yang berkepanjangan yang terjadi di Indonesia pada Tahun
1997 hingga Tahun 2000 yang berdampak pada rendahnya kemampuan masyarakat dalam
memenuhi kebutuhan kesehatan dasarnya, dengan demikian maka kegiatan revitalisasi posyandu
perlu ditingkatkan guna mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang merata
dan terjangkau oleh masyarakat
Situasi gangguan rawan gizi buruk pada anak Balita hal ini dikhawatirkan dapat mengancam
kwalitas SDM generasi penerus, sehingga diharapkan Posyandu dapat melaksakan fungsi
dasarnya sebagai pemantau tumbuh kembang anak
Cakupan imunisasi pada Bayi dan Balita yang semakin rendah menyebabkan meningkatnya
penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
Kurang berfungsinya Posyandu sehingga kinerja menjadi rendah antara lain disebabkan karena
rendahnya kemampuan kader, oleh karena itu perlu diupayakan langkah dalam memberdayakan
kader agar lebih profesional
1.2 TUJUAN

Tujuan Umum
Memingkatan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan

promotif dan preventif untuk mewujudkan pencapaian target Standar Pelayanan Mimimal ( SPM )
Bidang kesehatan dan Milliennium Development Goals, ( MDGs ) Komitmen Global untuk
mengupayakan pencapaian bersama pada tahun 2015.

Tujuan Khusus

Menurunkan angka kematian anak

Meningkatkan Kesehatan Ibu

Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya

Memestikan kelestarian lingkungan hidup

1.3 SASARAN
Semua masyarakat diwilayah kerja Puskesmas Balung Kecamatan Balung Kabupaten Jember
meliputi :
a. Puskesmas
b. Puskesmas Pembatu
c. Polindes
d. Poskesdes
e. Posyandu
1.4 RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN
Bantuan Operasional Kesehatan ( BOK ) dapat dipergunakan untuk upaya kesehatan promotif
dan preventif termasuk penunjangnya, untuk membantu pencapaian target ( SPM ) bidang
kesehatan dan mempercepat pencapaian MDGs yang dapat dibiayai dari dana BOK .

UPAYA KESEHATAN
Upaya kesehatan yang dibiaya dari dana BOK adalah :
1. Kesehatan Ibu Anak dan Keluarga Berencana
2. Imunisasi
3. Gizi
4. Promosi Kesehatan
5. Kesehatan lingkungan
6. Pengedalian Penyakit menular.
Pelaksanaan kegiatan di puskesmas berpedoman pada prinsif keterpaduan, kewilayahan,
efesiensi dan efektif.
Berbagai jenis pelayanan kesehatan dan jenis .kegiatan yang bersifat promotif dan
preventif dari upaya kesehatan diatas dapat dibiayai dari dari dana BOK meliputi :
UPAYA

No
1

JENIS PELAYANAN
KESEHATAN
Kesehatan Ibu dan 1. Pemeriksaan
Anak
Keluarga
Berencana

dan

kehamilan

JENIS KEGIATAN
1. Pelaksanaan P4K
2. Pelayanan di posyandu
3. Sweeping/kunjungan rumah
4. Kunjungan drop out
5. Pemantauan ibu hamil resiko tinggi
6. Pemantauan kantong persalinan
7. Kunjungan kelas ibu
8. Penyuluhan kesehatan
9. Konsultasi tenaga ahli
10.
Skrining ibu hamil dengan
KEK kronis lainnya ( Malaria, TB,
dll )

2. Pelayanan

persalinan Fasilitasi untuk mendapat persalinan

oleh tenaga kesehatan oleh tenaga kesehatan :


yang kompeten
3. Pelayanan Nifas

1. Kemitraan bidan-kader-dukun
2. Kunjungan rumah
3. Penyuluhan
1. Pelayanan di posyandu
2. Kunjungan rumah

4. Pelayanan
Neonatus

5. Pelayanan
Bayi

6. Pelayanan
Balita

3. Kunjungan yang drop out


Kesehatan 1.
Kunjungan rumah
2.
Kunjungan yang drop out
3.
Sweeping dan tindak lanjut
4.
Tindak lanjut neonatal resiko
tinggi
Kesehatan 1.
Pendataan bayi
2.
Pelayanan di posyandu
3.
Kunjungan rumah
4.
Kunjungan yang drop out
5.
Sweeping dan tindak lanjut
6.
Kunjungan bayi dengan resiko
(penyakit kronis,sekit berulang)
7.
Tindak lanjut bayi dengan
resiko
Tinggi
Kesehatan 1. Pendataan balita
2. Pelayanan di posyandu
3. Kunjungan rumah
4. Kunjungan yang drop out
5. Seeping dan tindak lanjut
6. Kunjungan anak balita
resiko

(penyakit

dengan

kronis,retardasi

mental/autisme, sakit berulang)


7. Tindak lanjut anak balita dengan
resiko
7. Upaya Kesehatan Anak 1. Penjaringan anak sekolah
2. Pemantauan kantin sekolah dan
Sekolah
kesehatan lingkungan
3. Penyuluhan
8. Pelayanan KB
1. Penyuluhan
KB
untuk
meningkatkan pelayanan KB di
fasilitas kesehatan
2. Kunjungan rumah PUS yang tidak
9. Pencegahan

ber-KB atau drop out


dan 1. Kunjungan
rumah

korban

penanganan kekerasan,

kekerasan
2. Pendampingan korban kekerasan
termasuk penelantaran
3. Penyuluhan
gangguan jiwa
10.Upaya
Kesehatan 1. Penyuluhan, seperti NAPZA dan
reproduksi remaja

Imunisasi

alcohol
2. Pendampingan kelompok remaja
3. Kunjungan rumah remaja dengan
resiko
1. Pendataan
2. Pelayanan di posyandu
3. Pelayanan di sekolah ( bulan

1. Pelayanan Imunisasi

imunisasi anak sekolah )


4. Sweeping / kunjungan rumah /
backlog fighting
5. Penyuluhan
6. Pengambilan vaksin dan logistic

Perbaikan Gizi

lainnya
7. Pelacakan kasus diduga KIPI
1. Operasional
posyandu

1. Pelayanan Gizi

(pemantauan penimbangan balita,


pemberian viatamin A balita)
2. Surveilans dan pelacakan

2. Penanggulangan

3.
4.
5.
6.
7.
8.
gizi 1.

buruk
Sweeping / kunjungan rumah
Penyuluhan gizi
Pemantauan garam beryodium
PMT Penyuluhan
Penggerakan Kadarzi
Penggerakan ASI Esklusif
Kunjungan / pendampingan

kurang dan gizi buruk


4

Pengendalian
Penyakit

serta ibu hamil KEK


1. Penemuan
kasus 1.
2.
penyakit
dan
tata
3.
laksana, termasuk kaus 4.
5.
pasung
penderita
gangguan jiwa
2. Penyelidikan
epidemiologi
penanggulangan KLB

Pelayanan di posyandu
Kunjungan rumah
Pelacakan di lapangan
Kunjungan drop out obat
Penyuluhan

1. Kunjungan rumah / lapangan


2. Penemuan kasus non polio AFP
/
3. Pengambilan specimen

gizi

3. Pelacakan kasus kontak


4. penyelidikan vektor
5. pemberantasan vector
5

Kesehatan
Lingkungan

Promosi
Kesehatan

1.
2.
1.
1.

1. pemeriksaan air bersih 1.


2.
kualitas air minum
3.
2. pemeriksaan sanitasi 1.
2.
dasar :
3.
Jamban sehat
4.
Rumah sehat
TTU
Tempat
pengolah
makanan
Sekolah
1. Rumah tangga

ber- 1.
2.
PHBS
3.
4.
5.
2. Pembinaan desa siaga 1.
2.
dan UKBM, seperti
3.
DesaSiaga Sehat Jiwa

Kunjungan rumah
pengambilan specimen
kunjungan lapangan
kunjungan lapangan dalam rangka
pemberantasan vector
pendataan
penyuluhanpemantauan
kunjungan lapangan
Pendataan
Kunjungan lapangan
Penyuluhan
Pemantauan

Pendataan
Penyuluhan kelompok
Kunjungan rumah
Pembinaan gerakan masyarakat
Pemantauan
Pendataan
Penyuluhan kelompok
Pembinaan / penyelenggaraan
Forum Masyarakat Desa
( menjamin terlaksananya SDM

dan MMD )
4. Pembinaan UKBM

(Poskesdes,

Posyandu)
5. Pemantauan
1.5 PEMBIAYAAN DANA

A. MEKANISME PEMBIAYAAN
1. Sumber Dana
Dana untuk kegiatan BOK bersumber dari APBN Kementrian Kesehatan.
2. Alokasi Dana
Alokasi dana BOK per Kabupaten ditetapkan melalui keputusan Menteri Kesehatan.
Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten menetapkan alokasi dana BOK tiap Puskesmas
di daerahnya, dengan mempertimbangkan berbagai kondisi setiap Puskesmas.

3. Penerima Dana
Penerimaan dana BOK adalah Puskesmas di seluruh Kabupaten yang ditetapkan oleh Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten.
B. MEKANISME PEMBAYARAN
1. Penyaluran Dana
a. Dinas Kesehatan Kabupaten akan menerima pemberitahuan dari Kementrian Kesehatan
mengenai alokais dana, tiap Kabuapten dan pihak ketiga yang ditetapkan untuk
menyalurkan dana BOK ke Puskesmas.
b. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten menerbitkan Surat Keputusan tentang Puskesmas
penerima dana BOK, besaran alokais dana BOK tiap Puskesmas, penanggung jawab dan
nomor rekening baru untuk penerimaan dana BOK, serta Bendahara BOK Puskesmas
yang ditunjuk untuk Penerimaan dana BOK.
c. Setelah pihak ketiga sebagai penyalur dana BOK menerima SK Kabupaten dari Tim
Pengelola BOK Tingkat Pusat, maka pihak ketiga tersebut segera menerbitkan nomor
rekening dan menyalurkan dana BOK ke nomor rekening tersebut.
d. Puskesmas tidak diperbolehkan memindahkan dana BOK ke rekening selain yang dibuka
untuk menampung dana BOK.
e. Bunga akibat adanya dana di rekening penampung BOK Puskesmas, harus disetor ke Kas
Negara pada akhir tahun.
2. Pencairan Dana
a. Puskesmas membuat Rencana Pelaksanaan Kegiatan ( RPK ) / Plan Of Action ( POA ) yang
telah dibahas dalam forum Lokakarya Mini
b. Berdasarkan RPK/POA tersebut, Puskesmas meminta persetujuan pencairan uang kepada
Dinas Kesehatan Kabupaten.
c. Pencairan dana bulan berikutnya dapat dilakukan dengan tetap membuat RPK/POA dari
hasil Lokakarya Mini dan melampirkan laporan pemanfaatan dana sebelumnya serta laporan
cakupan kegiatan bulanan.
3. Pemanfaatan Dana
a. Pembayaran transport petugas Puskesmas, Pustu dan Poskesdes
b. Pembayaran transport kader, dukun, dan masyarakat yang terlibat dalam proses pelayanan
c.
d.
e.
f.
g.
h.

kesehatan maupun pertemuan manajemen.


Operasional Posyandu ( transport, ATK )
Operasional Poskesdes (transport, ATK, Foto Copy, rapat-rapat di Desa/Kelurahan)
Pembelian bahan kontak
Penggandaan dan ATK rapat dalam rangka Lokakarya Mini
Pembelian konsumsi rapat dalam rangka Lokakarya Mini
Pembelian bahan PMT Penyuluhan

Dana BOK tidak boleh dimanfaatkan untuk :


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Upaya Pengobatan dan Rehabilitasi


Penanganan Gawat Darurat
Rawat Inap
Pertolongan Persalinan
Gaji / Honor
Belanja Modal
Pemeliharaan gedung atau kendaraan
Operasional kantor ( listrik, air, ATK, foto copy, tinta / toner )
Obat, vaksin dan alat kesehatan

4. Satuan Biaya
Satuan biaya kegiatan bersumber dana BOK mengacu pada satuan biaya yang ditetapkan
melalui Peraturan Daerah ( Perda ).
1.6 PENGORGANISASIAN
Pengorganisasian dana manajemen BOK dimaksudkan agar pelaksanaan manajemen BOK dapat
berjalan secara efektif dan efisien. Pengorganisasian ini merupakan satu kesatuan Kabupaten dan
Puskesmas.

A. TIM PENGELOLA POA PUSKESMAS


Kepala Puskesmas membentuk Tim Pengelola BOK Puskesmas dengan struktur terdiri dari 1 (satu )
orang penanggung jawab yang dijabat oleh Kepala Puskesmas, 1 ( orang ) sekretaris, dan 1 ( satu )
orang yang manangani teknis program dan 1 ( satu ) orang administrasi keuangan.
Tugas Tim Pengelola BOK Puskesmas :
1. Sosialisasi kegiatan BOK tingkat Puskesmas
2. Mengelola dana BOK sesuai dengan petunjuk teknis secara bertanggung jawab dan transparan.
3. Melaporkan hasil cakupan kegiatan dan penggunaan dana BOK kepada Tim Pengelola BOK
tingkat Kabupaten
Lampiran Keputusan Kepala Puskesmas Balung
Nomor
: 440 / /414.23 / 2014
Tanggal
: 05 Februari 2014
SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM PLAN OF ACTION ( POA )
DI PUSKESMAS DAN JARINGANNYA
PADA PUSKESMAS BALUNG
DINAS KESEHATAN KABUPATEN JEMBER
TAHUN ANGGARAN 2014
NO

NAM A

JABATAN DALAM

JABATAN DALAM TIM

1
2
3
4

dr. Yayak hendarini


Sukariyadi
Budianto
Sandi Purnami

INSTANSI
Kepala Puskesmas
Staf
Perawat
Koordinator KIA

Penanggung Jawab
Ketua
Sekretaris
Teknis Program

Dikeluarkan di
Pada Tanggal

: Jember
: 5 Februari 2014

KEPALA PUSKESMAS BALUNG


DINAS KESEHATAN KABUPATEN JEMBER
dr. YAYAK HENDARINI
NIP. 19710331 200212 2 003
1.7 INDIKATOR KEBERHASILAN
PENCATATAN, DAN PELAPORAN
A. INDIKATOR KEBERHASILAN
Untuk mengetahui keberhasilan BOK di Puskesmas ditetapkan indikator keberhasilan yang meliputi:
Indikator
Input
Indikator
Proses

Persentase puskesmas yang


menerima dana BOK (100%)
Persentase puskesmasyang
melaksanakan
LokakaryaMini (100%)

Indikator
Output
Indikator
Outcome

Presentase penyerapan dana


BOK di puskesmas (100%)
Persentase pencapaian target
SPM bidan kesehatan sampai
dengan tahun 2015:
1. Cakupan kunjungan ibu
hamil (K4) 95%
2. Cakupan komplikasi
kebidanan yang
ditangani 80%
3. Cakupan pertolongan
persalinan oleh tenaga
kesehatan memiliki
kompetensi detangani
90%
4. Cakupan pelayanan
nifas 90%
5. Cakupan neonatus
dengan komplikasi
ditangani 80%

Target pencapaian

2010

87,5%
40%
92,5%
92,5%
20%
88,79%
66%
40%
100%
100%

2011

89%
50%

2012

2013

2014

2015

92%
60%

94%
70%

96%
75%

98%
80%

92,5%

92,5%

92,5% 92,5%

92,5%
92,5% 50%
40%
90%
90%
100%
66%
600%
50%
100%
100%
100%
100%

92,5%
60%
90%
100%
70%

92,5%
70%
90%
100%
80%

92,5%
80%
90%
100%
80%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

92,5%

6. Cakupan kunjungan
bayi 90%
7. Cakupan desa UCI
100%
8. Cakupan pelayanan
anak balita 90%
9. Cakupan balita gizi
buruk mendapat
perawatan 100%
10. Cakupan pemberian
makanan pendamping
ASI pada anak 6-24
bulan dari keluarga
miskin 100%
11. Cakupan penjaringan
kesehatan siswa SD dan
setingkat 100%
12. Cakupan peserta KB
aktif 70%
13. Cakupan penemuan dan
penanganan penderita
penyakit 100%
14. Cakupan pelayanan
kesehatan dasar
masyarakat miskin
100%

100%
100%

100%
100%

80%

100%
100%

100%
100%

100%
100%

100%
100%

90%

95%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

85%
100%
100%

BAB II

ANALISA SITUASI

II.1 DATA UMUM


Nomor Kode Puskesmas
Nama Puskesmas
Kecamatan
Kabupaten
Propensi
Tahun

:
:
:
:
:
:

P 35091303
Balung
Balung
Jember
JawaTimur
2013

I.DATA WILAYAH
1.

Luas Wilayah
- Dataran Rendah
- Dataran Tinggi

:
:
:

2.

Jumlah Desa /kelurahan


Yang dapat dijangkau kendaraan roda 4
Yang dapat dijangkau kendaraan roda 2
Yang dapat dijangkau kendaraan roda 4&2

18,62 Km2
100 %
0 %
3
3
3
0

Desa/Kel
Desa/Kel
Desa/Kel
Desa/Kel

II. DATA KEPENDUDUKAN


1.
2.

Jumlah penduduk seluruhnya


- Laki-laki
- Perempuan
Jumlah Kepala Keluarga

:
:
:
:

40.533
19.892
20.641
8.615

Orang
Orang
Orang
KK

3.
4.

Jumlah Penduduk Total Miskin


Jumlah Kepala keluarga Miskin
Jumlah anggota Keluarga Miskin
Jumlah yg mempunyai kartu JAMKESMAS
Julah Bumil
Jumlah Bumil Miskin
5. Jumlah bayi (< 1 tahun )
6. Jumlah Anak balita (1 4 tahun )
8. Jumlah wanita Usia Subur
9. Jumlah Pasangan Usia Subur
10. Jumlah ibu bersalin
11. Jumlah Ibu Nifas
13. Jumlah Ibu meneteki

III.

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

10.285
2.948
8.362
5.061
747
60
679
2.942
10.968
828
713
713
2.837

Jiwa
KK
Orang
orang
orang
orang
bayi
anak
Orang
Pasang
Orang
Orang
Orang

PENDIDIKAN
a.

Jumlah sekolah

50 Buah

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Taman Kanak-kanak yang ada


SD / MI yang ada
SLTp / MTs yang ada
SMU / MA yang ada
Akademi yang ada
Perguruan Tinggi yang ada
Jumlah Ponpes yang ada

:
:
:
:
:
:
:

18
15 / 8
2 / 3
1 / 2
0
0
4

b.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Jumlah murid yang ada


Taman Kanak-kanak
SD / MI
SLTp / MTs
SMU / MA
Akademi
Perguruan Tinggi
Jumlah santri Ponpes yang ada

:
:
:
:
:
:
:
:

9.095
1.276
4395
871 / 1.318
848 / 387
0
0
100

Murid
Murid
Murid
Murid
Murid
Murid
Murid
Santri

:
:
:
:
:
:
:
:

0
0
0
7
663
7
7
0

Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang

Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

II.2 DATA KHUSUS


I. DERAJAT KESEHATAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Jumlah Kematian Ibu


Jumlah Kematian Perinatal
Jumlah Kematian Neonatal
Jumlah lahir mati
Jumlah Lahir hidup
Jumlah Kematian bayi
Jumlah Kematian Balita
Jumlah Kematian semua umur

II. KETENAGAAN

1.

Dokter

Orang

2.
3.
4.
5.
6.

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Dokter Gigi
Sarjana Kesehatan Masyarakat
Bidan :
- P2B
- D3 Kebidanan
Bidan di desa
Perawat /
- SPK
- D3 Keperawatan
- S1 Keperawatan
Perawat gigi
Sanitarian
Petugas Gizi
Asisten Apoteker
Analis Laboratorium
Juru Imunisasi / Juru malaria
Tenaga Adminitrasi
Sopir, penjaga
Lain - lain

:
:
:
:
:
:
:

:
:
:
:
:
:
:
:

1
0
3
15
2
11
3
0
0
0
0
1/ 0
2
2
10

Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang

III. SARANA KESEHATAN


1.
2.
3.
4..
5.
6.
7.
8.
9.
IV.

Rumah sakit
- Rumah Sakit Pemerintah
- Rumah Sakit swasta
- Rumah bersalin
Puskesmas Keliling
Puskesmas Pembantu
Polindes
BP Swasta
Praktek Dokter Swasta
Praktek Bidan Swasta
Praktek Perawat

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

1
1
1
1
2
7
7
0

Buah
Baah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

PERAN SERTA MASYARAKAT


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Jumlah Dukun Bayi


Jumlah Kader Kesehatan / Posyandu
Jumlah Kader Tiwisada
Jumlah Guru UKS
Jumlah Saka Bhakti Husada
Jumlah Santri Husada
Jumlah Kader Usila
Jumlah kelompok Usia lanjut
Jumlah kelompok Olah Raga
Jumlah kelompok Batra
Jumlah Posyandu
Jumlah Panti Asuhan
Jumlah Panti Werda

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

08
25025250
0
0
0
0
0
0
0
0
50000000
0
0

Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Kelompok
Kelompok
Kelompok
Buah
Buah
Buah

14. Jumlah Posyandu lansia


15. Jumlah POD
16. Jumlah Dana Sehat

V.

:
:
:

53
0
0

Buah
Buah
Buah

PROGRAM KESEHATAN
b. Penyehatan Lingkungan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15

Jumlah TPA yang ada / terdaftar


Jumlah TPA yang memenuhi syarat
Jumlah TPS yang ada /terdaftar
Jumlah TPS yang memmenuhi syarat
Jumlah TUU yang mada / terdaftar
Jumlah TUU yang memenuhi syarat
Jumlah Tp2 yang ada / terdaftar
Jumlah TP2 yang memenuhi syarat
Jumlah TPM yang ada / terdaftar
Jumlah TPm yang layak sehat
Jumlah penjamah makanan yang ada
Jumlah JAGA yang ada / berfungsi
Jumlah SPAL yang ada / berfungsi
Jumlah Rumah yang ada
Jumlah umah yang memenuhi syarat

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

87
250
0
0
20
20
5
1
0
1
50
0
0
1
0

Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Kelompok
Kelompok
Kelompok
Buah
Buah
Buah
Buah
Buah

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

916
2590
0
0
20
20
5
1
0
1
50
0
0
1

Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Kelompok
Kelompok
Kelompok
Buah
Buah
Buah
Buah

:
:
:
:

8
250
0
0

Orang
Orang
Orang
Orang

c. Pencegahan & Pemberantasan Penyakit Menular


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Kasus Diare yg ditemukan ( semua Umur )


Kasus Diare yg mati ( semua Umur )
Jumlah Kasus diare balita ditemukan
Jumlah kasus diare balita yang mati
CFR Diare
Jumlah kasus / tersangka DBD
Jumlah kematian karena DBD
CFR DBD
Jumlah desa endemis DBD
Jumlah penderita kusta terdaftar
Jumlah penderita Kusta diobati
Jumlah penderita RFT
Prevalensi rate Kusta
Kasus TN yang ditemukan

d. Kesehatan Keluarga
1.
2.
3.
4.

Jumlah ibu hamil resiko tinggi ditemukan


Jumlah Bumil dengan HB < 11 g %
Jumlah Bumil dengan LILA < 23,5 cm
Jumlah akseptor aktif Semua Metode

5.
6.
7.

Jumlah kasus kegagalan Semua Metode


Jumlah kasus efek samping Semua Metode
Jumlahkasus komplikasi Semua Metode

:
:
:

20
20
5

Orang
Orang
Orang

:
:

Orang
Orang

e. Data Mobiliditas :
1.
2.
3

Angka Kesakitan
Jumlah 15 Penyakit terbesar
Jumlah Nama 15 Penyakit Terbesar
1.Infeksi Akut lain pada saluran Pernafasan
2.Penyakit Pulpa dan jaringan periapikal
3.Dermatitis kontak alergi
4.Demam tifoid dan paratifoid
5.Hipertensi primer
6. Nyeri kepala
7. Gangguan Perkembangan dan Erupsi Gigi
8. Diare dan gastroenteritis (Colitis)
9. KIR
10. Rheumatoid Arthritis
11. Demam yang tidak diketahui sebabnya
12. Asma
13. TB paru BTA+
14.Gingivitis dan Penyakit Periodontal
15.Gastritis

Kode Peny.
19.05
20.05
22.09
01.02
18.01
33.02
20.01
01.06
38.03
23.01
33.01
19.16
02.01
20.06
21.02

3.417
2.033
1.369
1.274
1.249
1.194
1.146
1.053
1.042
848
683
660
558
477
447

f. Kejadian Luar Biasa


No
-

Jenis Penyakit
-

Jumlah Kasus
-

Attack Rate(%)
-

g. Hasil Kegiatan Program

BAB III
ANALISIS HASIL KEGIATAN

CFR(%)
-

BAB IV
Identifikasi Masalah, Penyebab Masalah dan Pemecahan Masalah
A. Program Kesehatan Ibu dan Anak(KIA)
NO
1.

IDENTIFIKASI MASALAH
Drop out K1-K4 ditemukan angka 13%

PENYEBAB MASALAH

PEMECAHAN MASALAH

Pendataan Bumil belum maksimum dan

Pendataan bumil baru dengan

terlambat menemukan bumil baru

melibatkat kader dan Penemuan


bumil baru sedini mungkin dengan
menggali informasi kepada kader
dan masyarakat

2.

3.

Pelayanan nifas masih tercapai 84% dari target

Belum semua bufas dikunjungi di

97%, ada kekurangan target 13%

karenakan belum waktunya berkunjung

Pelayanan komplikasi maternal ditangani masih

Kurangnya penemuan bumil risti oleh

Melibatkan kader dan dukun untuk

tercapai 84% dengan target 91%

petugas

menemukan bumil risti dengan


member insentif yang sudah
disediakan oleh BOK

4.

Cakupan Balita dan Apras paripurna masih


rendah

Belum waktunya dilakukan DDTK

Membuat rencana kerja sebelum


berangkat ke posyandu agar
DDTK bias dilaksanakan sesuai
jadwal

B. Program GIZI

NO

IDENTIFIKASI MASALAH

PENYEBAB MASALAH

PEMECAHAN MASALAH

1.

Balita yang ditimbang berat badannya

S supas lebih tinggi dari S riil

Pendataan ulang

2.

Balita naik berat badan

N/D tercapai 68 % Kurangnya dari

Kie menu gizi seimbang

target
3.

Pemberian Vitamin A

Vitamin A tidak tercapai karena

Penatalaksanaan Balita Sakit

kurangnya S balita

C. Program Imunisasi
NO
1.

IDENTIFIKASI MASALAH
Cakupan Imunisasai lengkap ada yang belum

PENYEBAB MASALAH
Tingginya angka Drop Out

PEMECAHAN MASALAH
Penyuluhan pentingnya Imunisasi

mencapai target ( Desa Balung Kidul tercapai

sehingga sebelum mendapat

73%)

Imunisasi lengkap bayi tidak


pindah

2.

Pencapaian Uci Desa masih tarcapai 67% ( 1

Administrasi Pelaporan Imunisasi yang

Desa belum Uci Desa )

kurang benar dan tingginya angka drop

Swipping dan Validasi data

out
D. Program P2PL
NO

IDENTIFIKASI MASALAH

PENYEBAB MASALAH

PEMECAHAN MASALAH

1.

ProgramDiare
Angka penggunaan Oralit masih rendah 79 %

Petugas di wilayah masi belum mengerti

Penyuluhan terhadap petugas

target 100%

tentang protap Diare

wilayah yaitu pustu / polindes


tentang protap diare(pada lokmin
puskesmas)

2.

Ispa
Angka Cakupan penderita di puskesmas dan

Petugas di Pustu atau di Polindes masih

-Penyegaran tentang cara

wilayah masih rendah 56%

belum paham tentang deteksi penderita

mendeteksi penderita pneumonia

Pneumonia

di Pustu/Polindes(pada lokmin
puskesmas)
-Penjaringan pneumonia di
posyandu
-Penyuluhan tentang pneumonia
kepada kader

3.

DBD
Angka bebas jentik masih rendah 83% target >

Masyarakat masih banyak yang kurang

-Penyuluhan tentang kebersihan

95%

peduli terhadap kebersihan lingkungan

lingkungan dengan 3 M

(3M)

-Menggalakkan kader untuk


melaksanakan PSN serentak tiap
hari Jumat(pada lokmin
puskesmas kpd pemegang wilay)
-Abatisasi dan ikanisasi bak mandi

KUSTA

- Proporsi kasus kusta anak masih tinggi 23%


target
- Proporsi cacat II yang masih tinggi 23% target
5%

Indra Mata / THT


Angka cakupan indra masih rendah

Penyuluhan dan penangguhan PMS & HIV/AIDS


Sasaran masih rendah mencapai 2351 target 4000

Angka penularan masih tinggi


Penemuan penderita yang masih
terlambat/ ditemukan setelah cacat

Masyarakat masih belum faham tentang


kesehatan indra

Pengetahuan petugas terbatas terhadap


penyakit HIV/AIDS

- Pemeriksaan kusta di sekolah


yang preventif tinggi
- Mengintensifikasi pemeriksaan
kontak serumah
- Penyuluhan kepada kader
tentang penyakit kusta

- Peningkatan cakupan posyandu


lansia di setiap posyandu
- Menambah posyandu lansia
untuk penjaringan Indra

Peningkatan cakupan penyuluhan


terhadap sekolah SMA/ SMP atau
kelompok resiko/ kasus.

E. Program Gilut
N
O

IDENTIFIKASI MASALAH

PENYEBAB MASALAH

PEMECAHAN MASLAH

1
Upaya pembinaan/ pengembangan kesehatan gigi
a. Frekuensi penyuluhan kesehatan gigi
murid TK (2x/ tahun)
b. Demo sikat gigi missal SD/ MI (2x/ tahun)
2 Pelayanan kesehatan gigi

Jumlah kunjungan bumil kurang


Masih banyak gigi permanent yang

Meningkatkan kunjungan bumil di


KIA

a. Jumlah perwatan gigi yang dilayani


1. Jumlah bumil yang dirawat
2. Jumlah apras yang dirawat
3. Jumlah murid SD / MI kelas V-VI yang
mendapat pelayanan kesehatan gigi
paripurna
4. Jumlah masyarakat umum yang dilayani di
puskesmas
5. Jumlah balita yang dilayani kesehatan
giginya di posyandu
6. Jumlah bumil yang dilayani kesehatan
giginya di posyandu

sudah rusak

Jumlah kunjungan bumil di posyandu


kurang
Frekuensi kunjungan kurang
Masih banyak pasien dating dengan
gigi yang sudah tidak bias
dipertahankan

Meningkatkan
penyuluhan,
promotif, preventif, kuratif (system
rujukan)

Tepat sesuai jadwal UKGMD


Meningkatkan promotif dan
preventif di BP gigi

Tidak bias dipertahankan

b. Kunjungan dokter gigi ke posyandu


c. Rasio gigi tetap yang ditambal terhadap
gigi yang dicabut
1. Jumlah tumpatan gigi tetap
2. Jumlah pncabutan gigi tetap

F. Program Promosi Kesehatan


N
O
1

IDENTIFIKASI MASALAH
Desa siaga aktif strata aktif mandiri

PENYEBAB MASALAH
Peran serta masyarakat masih kurang

PEMECAHAN MASALAH
Perlu konsulidasi dari lintas
sektoral dan lokakarya mini
eksternal seperti kecamatan, desa,

Pemberdayaan masyarakat dalam PHBS

Sumber dana khusus untuk PHBS


yang belum dianggarkan oleh
pemerintah tingkat desa

Penyuluhan NAPZA
UKBM
a.

Posyandu strata purnama

Untuk pelaporan dan pelaksanaan


pokjanal posyandu masih belum
berjalan

3
4

b. Poskesdes strata purnama


c. Poskestren
1. Strata Purnama
2. Strata Madya
3. Jumlah Pondok Pesantren
4. Jumlah santri pondok pesantren
d. TOGA
1. Strata Purnama
2. Strata Pratama
e. SBH
1. Jurnal Kuwaran

Belum tahunya masyarakat guna


toga untuk gizi maupun
pencegahan penyakit
Sumber dana yang tidak ada

LSM, Tokoh masyarakat untuk


peduli terhadap masalah2 kesehatan
dan sadar bahwa kesehatan bukan
milik dinas kesehatan saja
Perlu dibahas dalam pertemuan2
dan lokakarya mini eksternal
dengan lintas sektoral, kecamatan,
desa untuk meminta kebijakan
khususnya kegiatan PHBS, untuk
pendataan pengadaan sarana dan
prasarana bagi yang melaksanakan

Meningkatkan, mengingatkan
melalui lokakarya mini eksternal
dan lintas sektoral untuk
melaksanakan dengan aktif
pelaksanaan pokjanal posyandu
guna mengevaluasi masalah2 di
posyandu sehingga posyandu bisa
purnama 100%
Sosialisasi melalui lintas
sektoral PKK, kecamatan,
lokakarya mini eksternal
manfaat tanaman TOGA
Mengajukan kepada lintas
sektoral untuk mengaktifkan
pelaksanaan SBH guna
promosi masalah2 kesehatan

f. Pemberdayaan masyarakat dalam


kemadirian hidup sehat
1. Bina kesehatan tradisional
a. Jumlah BATRA
b. Jumlah kelompok/ jenis BATRA
yang ada
c. Frekuensi pembinaan BATRA
d. BATRA yang punya izin
g. Upaya kesehatan kerja
1. Frekuensi penyuluhan UKK yang
dilakukan
a. Pada kelompok pengusaha
b. Pada kelompok kerja
2. Jumlah kader yang diberi pelatihan
P3K

Tidak ada sumber dana


Tidak ada sumber dana

melalui para muda mudi


dan membantu penyuluhan
kesehatan dan lakakarya
mini eksternal

Melibatkan lintas sektoral


jamsostek dan pihak pengusaha
untuk mengadakan pelatihan kader
P3K

3. Frekuensi pelatihan ketrampilan P3K


4. Jumlah pekerja yang dilayani
G. Program Kesling
N
O

IDENTIFIKASI MASALAH

PENYEBAB MASALAH

PEMECAHAN MASLAH

1 Pendataan Kesling
2 Tempat pengolahan makanan ( TPM)
Tempat tempat umum (TTU)
3 Tempat pembuangan sampah

Kurangnya pencapaian rumah sehat


1. Belum adanya pelatihan untuk
pengelola makanan
2. Banyaknya rumah makan yang
kurang memenuhi syarat
1. Belum adanya pelatihan untuk
pengelola pasar , masjid, dan
perkantoran
2. Banyaknya TTU yang kurang
memenuhi syarat

Harap di anggarkan untuk


pendataan kesling
Perlu diadakan pelatihan untuk
pengelola makanan
Perlu diadakan pelatihan untuk
pengelola TTU
Harap diberikan tempat
pembuangan sampah akhir (TPSA)
dimasing2 desa

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk


buang sampah yang benar

H. Program PHN
NO
1.

IDENTIFIKASI MASALAH
Pemberdayaan dalam upaya kemandirian pada
keluarga lepas asuh kurangh

PENYEBAB MASALAH
Belum tercapai target Tercapai 3,4%

PEMECAHAN MASALAH
Pemberian penyuluhan dan
kunjungan rumah

BAB VII
PENUTUP

Demikian POA Puskesmas Balung. Tentu saja banyak kekurangan atau kesalahan yang masih
bisa diperbaiki, untuk itu kritik dan saran sangat kami butuhkan.
Semoga apa yang telah kami rencanakan bisa dilaksanakan dengan sebaik baiknya.

Balung, 11 Februari 2014


Kepala Puskesmas Balung

Dr. YAYAK HENDARINI


NIP. 19710331 200212 2 003