Anda di halaman 1dari 5

M-5.

HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

HUKUM NEWTON TENTANG GERAK


Zidni Ansori
Anggraeni Fajar N.

(113184203)
(113184213)

Pendidikan Fisika B 2011


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan yang berjudul Hukum Newton Tentang Gerak yang bertujuan untuk memahami
hukum newton tentang gerak, memahami prinsip gerak lurus berubah beraturan dan untuk menentukan
percepatan gerak benda. Metode yang digunakan adalah menimbang trolly dan beban, merangkai alat seperti
pada gambar, menentukan jarak tempuh trolly, menarik trolly dan melepaskan nya, mencatat waktu tempuh
trolly, lalu menghitung percepatan trolly, metode ini digunakan pada bidang datar, sedangkan padabidang
miring dilakukan metode yang sama tapi dengan kemiringan tertentu. Dari percobaan ini dihasilkan percepatan
pada bidan datar sebesar (1,240.3) m/s 2 dengan taraf ketelitian sebesar 76 %, sedangkan percepatan pada
bidang bidang miring sebesar (0,40,02)m/s 2 dengan taraf ketelitian sebesar 95%,. Dari hasil didapatkan
kesesuaian antara percobaan dan praktikum, bahwa semakin besar jarak tempuh maka semakin besar waktu
tempuh, dan semakin besar sudut kemiringan mak percepatan semakin kecil.
Kata kunci : percepatan, Hukum Newton, trolly

BAB I
PENDAHULUAN
Penentuan hubungan antara gaya
dan percepatan pada hukum Newton
Tentang Gerak dapat dilakukan dengan
menggunakan banyak metode. Salah satu
diantaranya adalah dengan menggunakan
trolly yang diberi beban dan dibiarkan
meluncur dalam suatu lintasan, baik pada
bidang datar maupun bidang miring dengan
jaarak tertentu. Untuk memahami metodde
ini, maka dilakukan percobaan menentukan
percepatan
gerak
benda
dengan
menggunakan troly yang diberi beban.
Percobaan ini bertujuan untuk memahami
hokum Newton tentang gerak, memahami
prinsip gerak lurus berubah beraturan,
menentukan percepatan gerak benda.

DASAR TEORI
Gaya penggerak didefinisikan sebagai
perubahan momentum tiap detik yang
dirumuskan sebagai:
F = dp/dt
(1)
F = gaya penggerak
P = momentum
t = waktu
Persamaan (1) pertama kali di utarakan
oleh Newton sehingga dinamakan hukum II
Newton tentang gerak. Karena momentum
adalah perkalian massa dengan kecepatan
gerak (p = m .v) persamaan (1) lazim di
tuliskan :
F = d (m v)/dt = m dv/dt = m a

(2)

Dengan :
m = massa benda
a = percepatan benda
Di tinjau suatu kereta (trolly) bermassa m
berada di atas papan luncur digerakkan oleh
beban w = m g (gambar 1).

BAB II

M-5. HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

Karena trolly tersebut bergerak dengan


percepatan a jika jarak yang ditempuh dan
waktunya di ukur akan berlaku:
s = a t2
atau dapat dituliskan
a = 2 s/t2
(6)

M1

M2

BAB III
METODE PERCOBAAN.
A. Rancangan Percobaan
N

M2g
Gambar1. Trolly di atas papan luncur
Jika gaya gesekan roda trolly dan benang di
abaikan maka berlaku :
m2 g = (m1 + m2)a

M1

M2

M1 g

(3)

M2 g

Jika trolly tersebut berada pada


bidang miring yang membentuk sudut
terhadap bidang datar (gambar 2) dengan
mengabaikan gaya gesekan pada trolly dan
benang untuk gerak miring ke atas, maka
berlaku :

Gambar 3. Percepatan trolly pada bidang


datar

m2g m1g sin = (m1 + m2) a(4)


N
M1g sin

N
M1g sin

M1

M2 g

M1

M1.g M1g cos


Gambar 4. Percepatan trolly pada bidang
miring

M1g cos
M1.g
M2g
Gambar 2 Trolly pada biadang miring

B. ALAT dan BAHAN


1. Papan luncur
2. katrol

1 buah
1 buah

M-5. HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

3. trolly
4. beban
5. Meteran
6. Busur derajat
7. Timbangan (kapasitas bsr)
8. Stopwatch
9. Benang nilon

1 buah
1 Set
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

C. Variabel yang Digunakan


Variabel bebas
: jarak
Variabel respon
: waktu
Variabel komtrol
: massa
beban, massa trolly, sudut
kemiringan.
D. LANGKAH PERCOBAAN.
Arah Mendatar :
1.
Menimbang trolly (m1) kemudian
merangkai alat seperti gambar 3.
2. Memberi beban (m2) hingga trolly
dapat berjalan pelan dipercepat.
3. Menetapkan jarak lintasan pada papan
luncur (cukup panjangnya).
4. Melepaskan trolly dan secara serentak
mengukur waktu tempuh melintasi
jarak yang telah ditetapkan tersebut.
5 Mengulangi langkah (3) sampai (4)
dengan jarak lintasan yang berbeda
(minimal 3 kali)
6.
Dari
data
pengukuran
yang
diperoleh di hitung percepatan gerak benda
baik dengan persamaan (3) maupun (6)
kemudian hasilnya dibandingkan.
Arah Miring
1. Langkah serupa diterapkan untuk arah
miring dengan sudut kemiringan baik
untuk arah gerak miring ke atas.
2. Dari data pengukuran yang diperoleh
dihitung percepatan gerak benda baik
dengan persamaan (4) maupun (6)
kemudian hasilnya dibandingkan
BAB IV
DATA dan ANALISIS.
A. Data
Adapun data yang diperoleh
selama percobaan sebagai berikut :

Tabel 1. Arah mendatar

(m1
s
Perc.
m2
0,1)
0,1) t( s)
ke
0,1) gr
gr
cm
1,30
1
1122,0 149,0
75,0 1,31
1,27
1,19
2
1122,0 149,0
70,0 1,22
1,16
1,15
3
1122,0 149,0
65,0 1,11
1,05
0,99
4
1122,0 149,0
60,0 0.95
0,92
0,83
5
1122,0 149,0
55,0 0,84
0,83

M-5. HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

Tabel 2. Arah miring


Per
c.k
e
1

4,240

4,240

4,240

4,240

4,240

(m2 (s
(m1
0,1)
0,1) t( s)
0,1) gr
gr
cm
1,90
1122,0 149,0 75,0 1,91
1,93
1,84
1122,0 149,0 70,0 1,81
1,83
1,79
1122,0 149,0 65,0 1,76
1,66
1,69
1122,0 149,0 60,0 1,70
1,71
1,54
1122,0 149,0 55,0 1,55
1,49

B. Analisis

Dari percobaan yang telah kami


lakukan diperoleh percepatan gerak trolly
pada bidang datarlebih besar dari bidang
miring,
karena
dipengaruhi
oleh
lintasannya,
pada
bidang
miring
dipengaruhi oleh sudut. Perhitungan
percepatan menggunakan metode Hukum
Newton dengan GLBB, mempunyai selisih
sedikit dikarenakan kurang tepatnya kita
menentukan jarak lintasan.
BAB V
DISKUSI
Percepatan
yang
diperoleh
saat
menggunakan hukum Newton II dengan
menggunakan rumus GLBB bebeda karena
beberapa faktor antara lain, perhitungan
menggunakan rumus Hukum Newton
mengabaikan gaya gesek trolly pada
bidang luncur massa tali dan momen inersia
pada katrol, kekurangtelitian dalam
membaca skala, kekurangtelitian dalam
mengukur waktu tempuh, dan waktu
menekan stopwatch dengan melepas trolly
kurang bersamaan.
BAB VI
KESIMPULAN
Dari hasil percobaan diatas dapat
disimpulkan bahwa jarak dan waktu sangat
berpengaruh terdapat nilai percepatan suatu
benda,baik pada arah datar maupun arah
miring. Tanpa s dan t tersebut nilai a akan
cenderung konstan.

Dari
percobaan
yang
kami
lakukukan diperoleh percepatan secara
praktikum yaitu percepatan yang diperoleh
menggunakan hukum newton tentang gerak
pada bidang datar a = 1,2 m/s2 dan pada
bidang miring sebesar a = 0,6 m/s 2 , hasill
ini berbeda bila dihitung secara teori
menggunakan Rumus GLBB, a = 2s/t2,
maka diperoleh percepatan pada bidang
datar a = (1,110,4) dan perepatan pada
bidang miring a = (0,430,04) m/s2.

SARAN.
Saran kami untuk kelompok
selanjutnya
yang
akan
melakukan
percobaan tentang hukum newton yentang
gerak aga lebih tepat dan terampil dalm
mengukur jarak lintasan trolly dan lebia
terampil dan serempak pada saat
meluncurkan trolly dengan menekan
stopwatch.

DAFTAR PUSTAKA

M-5. HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

Tim
Dosen
Fisika.2011.Panduan
Praktikum
Fisika
Dasar.Surabaya:UNIPRESS
UNESA
Giancoli.2001.
Fisika
jilid1.Jakarta:Erlangga