Anda di halaman 1dari 18

PEMBAHASAN

SISTEM AC PADA MOBIL


A. Pengertian dan Fungsi AC mobil

Air Conditioner Merupakan sebuah alat yang mampu mengkondisikan udara.


Secara umum AC mobil mempunyai fungsi untuk mempertahankan kondisi udara baik
suhu maupun kelembaban di dalam kabin agar penumpang dapat merasa sejuk dan
nyaman.AC Lebih banyak digunakan di wilayah yang beriklim tropis dengan kondisi
temperatur udara yang relatif tinggi (panas).

B. Prinsip Kerja AC Mobil


Sebenarnya prinsip kerja AC mobil hanya sirkulasi saja, mulai freon bekerja dari
Compressor dalam keadaan gas tekanan tinggi, setelah itu didinginkan oleh Condensor
yang letaknya di depan radiator, lalu disaring oleh Filter sebelum masuk ke Expansi
Valve. Zat pendingin yang telah diturunkan tekanannya oleh katup Expansi, berubah
bentuk menjadi uap dan sampai ke Evaporator dalam keadaan suhu bertekanan rendah,
setelah dari Evaporator lalu freon ditarik lagi oleh Compressor dan seterusnya, seperti
itulah sistem kerja AC mobil.

Sistem AC Mobil

Teknologi otomotif memang tidak pernah berhenti berevolusi. Inovasi baru selalu
bermunculan untuk menggantikan sistem yang lama. Seiring dengan maraknya
penggunaan teknologi elektronik pada kendaraan bermotor beroda empat, sistem air
conditioner ( AC ) atau penyejuk udara pun semakin canggih.
Dengan tambahan peranti komputer, kini suhu udara di kabin dapat diatur sesuai
keinginan. Pabrikan mobil menyebutnya teknologi 4 zone climatronic air conditioning.
Teknologi tersebut bisa dibilang yang tercanggih saat ini. Berbagai macam sensor
dipasang di sekeliling kendaraan untuk memastikan suhu di dalam kabin selalu sejuk.
Canggihnya, pengemudi dan penumpang pun dapat memilih suhu udara di
kursinya masing-masing sesuai dengan keinginan. Di kursi depan, misalnya, pengemudi
Sistem AC Mobil

bisa memakai suhu 25 derajat Celsius, sedangkan penumpang sebelahnya dapat memilih
suhu 22 derajat Celsius.
Meskipun sistem AC semakin "pintar", namun teknologi dasar yang diaplikasikan
pada setiap kendaraan roda empat tetaplah sama. Air conditioner merupakan peralatan
yang didesain memiliki empat fungsi, yaitu mengontrol temperatur, mengontrol sirkulasi
udara, kelembaban, dan memurnikan udara. Itu sebabnya berbeda dengan pengertian
yang beredar di masyarakat, AC bukan hanya terdiri dari sistem pendinginan tetapi juga
melingkupi teknologi pemanas ruangan. Satu sistem lengkap AC terdiri dari cooler
(pendingin), heater (pemanas), moisture controler dan ventilator
Apa itu cooler? Alat ini berfungsi untuk mendinginkan dan menghilangkan
kelembaban udara di dalam kendaraan.
Prinsip kerja AC cooler memanfaatkan teori dasar pendinginan, yaitu penyerapan
panas dan penguapan. Salah satu contoh dari teori ini adalah pemakaian alkohol pada
tubuh. Alkohol yang dioleskan pada tubuh akan terasa dingin karena alkohol menyerap
panas dan menguap. Namun masalahnya cairan yang dipakai untuk proses perubahan
tersebut bisa habis. Karena itu, pada teknologi AC ditambahkan mekanisme kerja yang
mampu mengubah gas menjadi cairan. Selanjutnya cairan tersebut kembali menguap dan
berubah menjadi gas.

Sistem kerja AC merupakan satu siklus yang terus berproses tanpa henti selama
dihidupkan. Komponen utamanya terdiri dari kompresor, condenser, receiver atau dryer,
Sistem AC Mobil

expansion valve dan evaporator. Kompresor adalah pompa untuk menaikkan tekanan
refrigerant atau gas freon. Mekanisme kerja kompresor adalah satu sisi piston melakukan
kompresi dan sisi lainnya melakukan langkah hisap.
Piranti condenser digunakan untuk mendinginkan dan menyerap panas dari gas
refrigerant yang telah ditekan kompresor hingga bertekanan tinggi. Dalam alat ini gas
refrigerant diubah kembali menjadi cairan. Condenser disimpan di bagian depan
kendaraan agar dapat didinginkan oleh aliran udara dari kipas dan aliran udara selama
mobil berjalan.
Fungsi receiver atau dryer adalah untuk menampung sementara refrigerant yang
telah menjadi cairan. Di sini refrigerant dibersihkan dari kotoran dan uap air yang
merugikan bagi siklus kerja AC. Alat ini berbentuk seperti tabung yang di dalamnya
terdapat filter, desiccant, receiver, dan dryer. Bila refrigerant mengandung kotoran, maka
bisa menimbulkan karat pada komponen AC.
Unit pendinginan pada AC terdiri dari evaporator, blower motor, kipas, expansion
valve, dan bak penguras. Expansion valve adalah katup yang menghubungkan dryer
dengan evaporator. Fungsi evaporator sendiri kebalikkan dari condenser. Di dalam alat
ini cairan refrigerant diubah menjadi kabut sebagai dasar untuk proses pendinginan yang
akan dialirkan ke kabin.
Siklus kerja sistem pendingin AC terdiri dari lima langkah, pertama, kompresor
melepaskan gas refrigerant yang bertemperatur dan bertekanan tinggi karena menyerap
panas dari evaporator. Selanjutnya, gas refrigerant ini mengalir ke dalam condenser. Di
dalam alat ini gas refrigerant mengembun dan berubah bentuk menjadi cairan.
Tahapan berikutnya adalah cairan refrigerant bergerak menuju tabung receiver
untuk disimpan dan disaring dari segala kotoran. Cairan refrigerant ini akan tetap berada
di dalam tabung receiver selama evaporator belum memerlukannya. Cairan akan bergerak
jika evaporator membutuhkan.
Langkah berikutnya adalah cairan ini mengalir ke evaporator untuk diubah
menjadi udara yang dingin. Setelah itu, udara bertekanan dan bertemperatur rendah ini
masuk kembali ke kompresor. Proses ini pun terjadi secara berulang-ulang.
Di samping penambahan sensor yang membuat teknologi AC semakin canggih.
Sistem kerja AC masa kini tidak terlalu membebani mesin. Kalau mobil zaman dahulu,
Sistem AC Mobil

ketika memakai AC terasa berat saat melakukan akselerasi, maka kini ada sistem
otomatis yang bisa mematikan untuk sementara kerja kompresor. Begitu pedal gas diinjak
dan mobil berakselerasi, aliran AC secara otomatis untuk sementara terputus. Maksudnya
memberi "kesempatan" kepada mesin mobil untuk menyalurkan tenaga maksimal guna
melaju cepat. AC akan bekerja kembali bila kecepatan kendaraan beralih normal.
C. Fungsi Komponen AC Mobil
AC mobil terdiri dari beberapa bagian yang cara kerjanya saling berhubungan
satu dengan yang lainnya, adapun bagian-bagian Ac tersebut adalah sebagai berikut :
1. Compresor

Compresor adalah jantung dari system peredaran AC mobil dan tugas compresor
adalah untuk menjalankan freon ke seluruh bagian AC mobil serta menghisapnya
kembali. Pada bagian ini compresor memiliki 2 fungsi yakni memberikan tekanan dan
menghisapnya kembali tekanan yang telah diberikan dari saluran tekan.
Jika compresor sudah lemah maka udara yang keluar dari AC akan terasa kurang
dingin, dan itu akan dapat dilihat dari alat bantu untuk melihat tekanan pada AC
(manometer).
Jika compresor masih baik atau masih layak pakai maka tekanan pada manometer
untuk hisap berkisar antara angka 25-35PSi, dan pada bagian tekan berkisar antara
angka 200-250PSi. Adapun compresor yang saat ini beredar di pasaran tanah air
terdapat 2 merk ternama yaitu Denso (ND), dan Sanden (SD).

Sistem AC Mobil

2. Condensor

Condensor adalah bagian dari system sirkulasi AC mobil setelah compressor,


bagian ini berfungsi untuk mendinginkan freon yang akan dialirkan kedalam
evaporator, dan prinsip kerja condensor ini adalah menghisap dingin untuk
mengeluarkan panas, maka bagian condensor ini jika disentuh dengan tangan akan
teras panas.
Pada bagian condensor ini freon yang tadinya berbentuk uap dan ditekan oleh
compresor akan berubah menjadi cair. ini disebabkan karena freon mengalami proses
kondensasi atau pendinginan.
3. Filter Dryer

Setelah condensor, freon akan melalui tahap penyaringan sekaligus pengeringan


dari uap air, untuk tugas ini alat yang berfungsi adalah filter dryer. Filter dryer ini
bagian yang cukup penting dalam system sirkulasi pada AC mobil, karena alat ini
berfungsi menyaring semua kotoran yang ada pada system, oleh karena itu disarankan

Sistem AC Mobil

untuk mengganti filter dryer pada saat kendaraan anda mencapaijaarak tempuh
20.000 km.
Apa yang akan terjadi jika filter dryer tidak diganti pada waktunya?
Jika filter dryer sudah usang dan sudah terlalu banyak menampung kotoran, maka
alat ini menjadi tidak berfungsi lagi sehingga seluru sistim sirkulasi akan dipenuhi
oleh kotoran, sehingga akan mengakibatkan kerusakan pada compressor. waduh
padahal compressor itu kan mahaltapi jangan khawatir di pasaran ada bengkel
AC yang menyediakan Compressor rekondisi/second, tapi anda harus hati-hati jangan
mudah percaya pada penawaran bengkel-bengkel yang anda belum ketahui benar
reputasinyakecuali jika bengkel memberikan Garansi!!
4. Katup Expansi

Alat ini berfungsi untuk merubah freon dari bentuk cair menjadi gas, umumnya
jarang sekali ditemukan kerusakan pada alat ini, dan apabila terjadi kerusakan sudah
dapat dipastikan bahwa ini disebabkan karena Filter Dryer sudah tidak berfungsi lagi
alias usang.
Katup expansi pada umumnya memiliki 2 bentuk, yakni kotak/persegi dan
satunya menyerupai bentuk siku.
Untuk Expansi yang berbentu kotak/persegi pada umumnya lebih pendek
usiapakainya, ini disebabkan pada bentuk ini tidak terdapat sensor sehingga jumlah
Freon yang masuk kedalam evaporator tidak terkontrol.

Sistem AC Mobil

Untuk Expansi yang berbentu siku pada umumnya memiliki usia pakai lebih
panjang jika tidak tersumbat kotoran, itu disebabkan karena pada Expansi jenis ini
memiliki sensor pada bagian belakang untuk mengatur jumlah banyaknya freon yang
akan masuk ke Evaporator, sehingga dapat mencegah terjadinya pembekuan.
5. Evaporator

Evaporator adalah bagian pada Ac mobil yang berfungsi untuk mengeluarkan


hawa sejuk ke dalam kabin mobil.
Prinsip kerja evaporator adalah menyerap hawa panas untuk mengeluarkan hawa
dingin, atau kebalikan dari fungsi condenser. Jumlah panas yang diserap oleh
evaporator harus sama dengan jumlah hawa dingin yang diserap oleg condenser.
Jika tidak terjadi keseimbangan itu maka system AC mobil anda akan terasa
kurang maksimal.
Pada umumnya evaporator dibersihkan dalam jangka waktu 1 tahun atau 20000
km dan disertai dengan penggantian Filter Dryer.
Apa yang terjadi jika evaporator tidak dibersihkan pada waktunya?
Berikut ini adalah gejala akibat evaporator yang tidak terawat dengan baik:
1. Hembusan angin dari AC ke dalam kabin akan terasa kecil.
2. Tercium bau yang kurang sedap saat pertama kali AC dihidupkan.
3. Terjadi pembekuan pada Evaporator.
4. Selang-selang pada bagian evaporator mengalami keropos.

Sistem AC Mobil

Komponen Pendukung AC Diantaranya :


1. Strainer Atau Saringan
Strainer atau saringan berfungsi menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigeran
di dalam sistem AC, Kotoran yang lolos dari saringan karena strainer rusak dapat
menyebabkan penyumbatan pipa kapiler. Akibatnya, sirkulasi refrigeran menjadi
terganggung. biasanya, kotoran yang menjadi penyumbat sistem pendingn, seperti karat
dan serpihan logam.
2. Accumulator
Accumulator

berfungsi

sebagai

penampung

sementara

refrigeran

cair

bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu, accumulator
berfungsi mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar-masuk melalui
saluran isap kompresor. Untuk mencegah agar refrigeran cair tidak mengalir ke
kompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran tetap dalam wujud gas. Sebab,
ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah masuk ke dalam kompresor dan
tidak merusak bagian dalam kompresor.
3. Minyak Pelumas Kompresor
Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC berguna untuk melumasi
bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain itu, minyak
pelumas berfungsi meredam panas di bagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari oli
kompresor bercampur dengan refrigeran, kemudian ikut bersirkulasi di dalam sistem
pendingin melewati kondensor dan evaporator. Oleh sebab itu, oli kompresor harus
memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifat melumasi, tahan terhadap temperatur
kompresor yang tinggi, memiliki titik beku yang renndah, dan tidak menimbulkan efek
negatif pada sifat refrigeran serta komponen AC yang dilewatinya.
4. Kipas ( Fan atau Blower )
Pada komponen AC, Blower terletak di bagian indoor yang berfungsi
menghembuskan udara dingin yang di hasilkan evaporator. Fan atau kipas terletak pada

Sistem AC Mobil

bagian outdoor yang berfungsi mendinginkan refrigeran pada kondensor serta untuk
membantu pelepasan panas pada kondensor
Komponen Kelistrikan Pada AC :
1. Thermistor
Thermistor adalah alat pengatur temperatur. Dengan begitu, thermistor mampu
mengatur kerja kompresor secara otomatis berdasarkan perubahan temperatur. Biasanya,
termistor dipasang di bagian evaporator. Thermistor dibuat dari bahan semikonduktro
yang dibuat dalam beberapa bentuk, seperti piringan, batangan, atau butiran, tergantung
dari pabrikan AC. Pada thermistor berbentuk butiran, memiliki diameter (kira-kira 3-5
mm). Kemudian, beberapa butir thermistor tersebut dibungkus dengan kapsul yang
terbuat dari bahan gelas (kapsul kaca). Selanjutnya, kapsul kaca dipasangi dua buah kaki
terminal (pin). Karena ukurannya sangat kecil, thermistor berbentuk butiran mampu
memberikan reaksi yang sangat cepat terhadap perubahan temperatur. Thermistor
dirancang agar memiliki tahanan yang nilainya semaking mengecil ketika temperatur
bertambah. Pada Unit AC, ada dua jenis thermistor, yaitu thermistor temperatur ruangan
dan thermistor pipa evaporator. Thermistor temperatur ruangan berfungsi menerima
respon perubahan temperatur dan hembusan evaporator. Thermistor pipa berfungsi
menerima perubahan temperatur pada pipa evaporator.
2. PCB Kontrol
PCB Kontrol merupakan alat mengatur kerja keseluruhan Unit AC. Jika di
analogika, fungsi PCB kontrol menyerupai fungsi otak manusia. Di dalam komponen
PCB

Kontrol

terdiri

dari

bermacam-macam

alat

elektronik,

sperti

thermistor,sensor,kapasitor,IC,trafo,fuse,saklar,relay , dan alat elektronik lainnya.


Fungsinya pun beragam, mulai dari mengontrol kecepatan blower indoor, pergerakan
swing, mengatur temperatur, lama pengoperasian(timer), sampai menyalakan atau
menonaktifkan AC.
3. Kapasitor
Kapasitor merupakan alat elektronik yang berfungsi sebagai penyimpanan muatan
listrik sementara. Dikatakan sementara, kapasitor akan melepaskan semua muatan listrik
Sistem AC Mobil

10

yang terkandung secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat. Besarnya muatan
yang bisa ditampung tergantung dari kapasitas kapasitor. Satuan dari kapasitas kapasitor
adalah Farad (F). Biasanya, Kapasitor difungsikan sebagai penggerak kompresor pertama
kali atau starting kapasitor. Dengan bantuan starting kapasitor, hanya dibutuhkan waktu
sepersekian detik atau sangat singkat untuk membuat motor kompresor berputar pada
kecepatan penuh. Lama atau singkatnya waktu yang dibutuhkan tergantung dari jumlah
muatan listrik yang tersimpan pada kapasitor. Setelah motor kompresor mencapai putaran
penuh, secara otomatis hubungan listrik pada kapasitor akan dilepas, dan digantikan
dengan hubungan langsung dari PLN. Kapasitor akan mengisi kembali muatan dan akan
digunakan kembali sewaktu-waktu pada saat menyalakn kompresor lagi. Pada unit AC,
biasanya terdapat dua starting kapasitor, yaitu sebagai penggerak kompresor dan motor
kipas (fan). pada kompresor AC bertenaga 0.5 2 PK memiliki start kapasitor berukuran
15-50 nF. Pada motor kipas (fan indoor atau outdoor) memiliki start kapasitor berukuran
1-4 nF.
4. Overload Motor Protector (OMP)
Overload Motor Protector(OMP) merupakan alat pengaman motor listrik
kompresor (biasanya terdapat pada jenis kompresor hermetik). Kerja OMP dikendalikan
oleh sensor panas yang terbuat dari campuran bahan logam dan bukan logam (bimetal).
Batang bimetal inilah yang membuka dan menutup arus listrik secara otomatis ke motor
listrik. Ketika bimetal dilewati arus listrik tinggi secara terus menerus atau kondisi
kompresor yang terlalu panas, bimetal akan membuka sehingga arus listrik menuju
kompresor akan putus. Begitu juga sebaliknya. Ketika suhu kompresor turun, bimetal
akan menutup, arus listik akan mengalir menuju kompresor sehingga kompresor akan
kembali bekerja. Penempatan OMP pada kompresor hermetik ada dua macam, yaitu
external OMP (diletakan di luar body kompresor) dan internal OMP(diletakan di dalam
kompresor). Biasanya,External OMP digunakan untuk mesin compresor AC yang tidak
terlalu besar(0,5-1 PK), sedangkan internal OMP banyak terdapat pada mesin kompresor
AC yang besar(1,5-2 PK).

Sistem AC Mobil

11

5. Motor Listrik
Motor Listrik berfungsi untuk menggerakan kipas (outdoor) dan Blower (indoor).
Bentuk dan ukuran motor listrik indoor dan outdoor berbeda. Untuk membantu
memaksimalkan putaran, baik pada motor listrik indoor maupun outdoor, dibutuhkan
start kapasitor yang berfungsi menggerakan motor listrik pertama kali sampai mencapai
putaran penuh. Selanjutnya, fungsi start capasitor akan digantikan oleh arus listrik PLN
untuk memutar kedua motor listrik tersebut.
6. Motor Kompresor
Motor Kompresor berfungsi menggerakan mesin kompressor. Ketika Motor
bekerja, kompresor akan berfungsi sebagai sirkulator bahan pendingin menuju ke seluruh
bagian sistem pendingin. Umumnya, motor kompresor dikemas menjadi satu unti dengan
kompresornya. Serupa dengan motor kipas, untuk start awal motor kompresor juga
menggunakan bantuan start kapasitor.
Alat pengukur system AC

Manifold gauge
Manifold gauge adalah alat pengukur tekanan pada system AC, manifold gauge
digunakan mengukur tekanan rendah dan tekanan tinggi refrigerant.
Manifold gauge dilengkapi katup tangan dan 3 sambungan hose ( selang ). Satu
sisi untuk bertekanan tinggi dan bertekanan rendah, dan satu sisi lagi pada sisi pemulihan
pada compressor. Umumnya diberi tanda nomor S untuk bertekanan rendah, dan
tanda nomor D untuk bertekanan tinggi.

Sistem AC Mobil

12

Beberapa bagian manifold gauge


1. Low preassure
2. High preassure
3. Hand valve
4. Hose to high side service connection
5. Service hose
6. Hose to low side service connection

D. Perawatan AC Mobil
1. Pengosongan ( discharging ) pada system AC
Untuk melakukan pengosongan ( discharging ) atau pembuangan refrigerant dari
dalam system sambungan manifold gauge ke system unit compressor buka katup
tangan ( hand valve ) tekanan tinggi sedikit sedikit untuk membuang refrigerant
secara perlahan. Bila pengosongan refrigerant dilakukan dengan cepat, maka banyak
oli refrigerant yang akan terbuang. Terakhir buka katup tangan tekanan rendah,
kompressi station pemilihan akan bekerja secara otomatis sampai refrigerant
terbuang, dan pengukur tekanan rendah menunjukkan kevakuman, kemudian
kevakuman akan menunjukkan proses pembuangan air.

2. Pembuangan uap air ( Evacuating )


Sistem AC harus bebas dari uap air karena uap air didalam system akan bereaksi
dengan refrigerant, dan membentuk unsue ( asam ) yang sangat berbahaya. Hal ini
juga dapat mengakibatkan komponen berkarat. Udara adalah penghantar panas yang
burruk, bila ada udara dalam system kemampuan system akan berkurang.

3. Pengisian ( Charging )
Dalam pengisian refrigerant, wadah refrigerant dihubungkan kebagian tengah
manifold gauge. Sisi tekanan rendah dihubungkan ke katup S . Kompressor dari
sisi tekanan tinggi ke katup D compressor. Katup tangan / hand valve tekanan
rendah dibuka untuk mengalirkan refrigerant dari tabung ke system tabung,
refrigerant harus selalu dalan keadaan berdiri ( saluran berada dibagian atas ). Selama
Sistem AC Mobil

13

proses pengisian posisi tabung tidak bebas terbalik / miring, untuk menjaga
refrigerant yang masuk ke dalam compressor tidak dalam bentuk cair ( air tidak dapat
dimampatkan ).

E. Kerusakan dan Perbaikan AC Mobil


Beberapa jenis gejala kerusakan, antara lain: kurangnya refrigeran, refrigeran
yang tidak bersirkulasi, dan lain-lain.
1. Kurangnya refrigerant
Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
a. Udara yang keluar dari sistem pendingin tidak terlalu dingin.
b. Pada kaca pengintai di dryer terlihat banyak gelembung.
c. Pemeriksaan pada manifold gauge:
-

Pengukur tekanan rendah: 0,77 kgf/cm2 (11 psi, 78 kpa)

Pengukur tekanan tinggi: 8 kgf/cm2 (114 psi, 882 kpa)

Kemungkinan penyebabnya: terdapat kebocoran pada siklus pendinginan.


Pemecahannya: periksa kebocoran dengan menggunakan detektor kebocoran dan
perbaiki.

2. Pengisian refrigeran berlebihan


Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut:
a. Pendinginan tidak maksimum.
b. Pemeriksaan pada manifold gauge:
- Pengukur tekanan rendah: 2,5 kgf/cm2 (36 psi, 245 kpa)
- Pengukur tekanan tinggi: 20 kgf/cm2 (248 psi, 1.961 kpa)

Kemungkinan penyebabnya:
a. pengisian refrigeran terlalu berlebihan.
b. kondensor tidak bekerja dengan baik.
c. kopling fluida kipas radiator mengalami slip.
d. tali kipas kompresor kendor.
Sistem AC Mobil

14

3. Terdapat udara didalam siklus


Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut:
a. ac tidak terlalu dingin.
b. pemeriksaan pada manifold gauge:
- pengukur tekanan rendah: 2,5 kgf/cm2 (36 psi, 245 kpa)
- pengukur tekanan tinggi: 23 kgf/cm2 (327 psi, 2.256 kpa)

Kemungkinan penyebabnya:
- ada udara didalam siklus pendingin

Pemecahannya:
a. periksa kotoran oli dan jumlahnya.
b. bila oli berwarna hitam (kotor), bersihkan dengan minyak tanah dan semprot
dengan kompresor angin.
c. lakukan penyedotan kevakuman kembali
d. ganti receiver

4. Terdapat uap air di dalam siklus


Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
a. Kadang dingin kadang tidak.
b. pemeriksaan pada manifold gauge:
- pengukur tekanan rendah: 50 cmhg (0,67 kgf/cm2)
- pengukur tekanan tinggi: 7-15 kgf/cm2

Kemungkinan penyebabnya:
Pada expansion valve terjadi penyumbatan oleh gumpalan es.

Pemecahannya:
a. ganti receiver/dryer
b. lakukan pemompaan kevakuman untuk membuang uap air.
c. perhatikan jumlah refrigeran yang sesuai sewaktu pengisian dilakukan.
Sistem AC Mobil

15

5. Refrigeran tidak bersirkulasi


Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut.
a. ac tidak dingin
b. pemeriksaan pada manifold gague:
- pengukur tekanan rendah: 76 cmhg (sangat rendah)
- pengukur tekanan tinggi: 6 kgf/cm2 (85 psi/588 kpa)
Kemungkinan penyebabnya:
Pada expansion valve terjadi penyumbatan.

Pemecahannya:
a. lepas expansion valve, bersihkan dan tes. bila sudah rusak, ganti dengan yang
baru.
b. ganti receiver/dryer.
c. perhatikan jumlah refrigeran yang sesuai pada saat dilakukan pengisian.

6. Expansion valve tidak bekerja dengan baik


Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
a. ac kurang dingin.
b. pemeriksaan pada manifold gauge:
- pengukur tekanan rendah: 2,5 kgf/cm2 (36 psi atau 245 kpa)
- pengukur tekanan tinggi: 19-20 kgf/cm2 (270-264 psi atau 1.863-1.961 kpa)

Kemungkinan penyebabnya:
a. expansion valve rusak atau pemasangan heat sensitizing tube salah.
b. penyetelan aliran tidak baik.
c. terlalu banyak refrigeran dalam bentuk cair pada evaporator.

Pemecahannya:
a. periksa pemasangat heat sensitizing tube.
b. periksa

Sistem AC Mobil

expansion

valve.

bila

rusak

ganti

dengan

yang

baru

16

7. Tidak ada kompresi pada kompresor


Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut:
a. ac tidak dingin
b. pemeriksaan pada manifold gauge:
-

pengukur tekanan rendah : terlalu tinggi

pengukur tekanan tinggi: terlalu rendah

Kemungkinan penyebabnya:
a. kompresor rusak
b. katup kompresor rusak

Pemecahannya:
a. bongkar dan perbaiki kompresor
b. ganti kkompresor dengan jenis dan kapasitas yang sama.

Sistem AC Mobil

17

Daftar Pustaka
1. http://materiototronik.blogspot.com/2011/02/sistem-ac-mobil.html
2. http://modulsmk.blogspot.com/2012/07/sistem-kelistrikan-ac.html
3. http://aremaniadibumilelea.blogspot.com/
4. http://www.4servis.com/belajar-kerusakan-ac-mobil.html

Sistem AC Mobil

18