Anda di halaman 1dari 13

SINTESIS IODOFORM

I.

Maksud Percobaan
a.Membuat Iodoform dari aseton dengan KI dan kaporit
b.Menghitung rendemen percobaan Iodoform
c.Menghitung kemurnian Iodoform

II.

Prinsip Kerja
Iodoform dengan rumus molekul CHI3, merupakan senyawa halogen
polivalen dan salah satu derifat metana karenanya disebut juga Triodometana.
Iodoform dibuat dengan aseton, KI (sumber I2 ) dilepas jika KI dioksidasi, oksidatornya
adalah kaporit
Mekanisme reaksi yang terjadi :
Ca(OCl)2 CaCl2 + 2 On
2KI+H2O+ON 2KOH+I2
2KOH+I2 2KOI + H2
H2 + ON H2O
CH3COCH3 + 3KOI CH3COCl3 + 3KOH
CH3COCI3 + KOH CH3COOK + CHI3
3Ca(OCl)2 + 2 CH3COCH3 + 6 KI 3 CaCl2 + 4 KOH + 2 CHCOOK+2 CHI3

III.

Dasar Teori
Iodoform merupakan senyawa kimia yang dapat disintesis berdasarkan reaksi
halogenasi, dengan bahan dasar iodium yang direaksikan dengan aseton dan
menggunakan bantuan natrium hidroksida. Prinsip dari reaksi pembentukan iodoform
adalah berdasarkan reaksi halogenasi yaitu dimulai dengan pembentukan atom radikal
bebas dari halogen.

Iodoform merupakan suatu zat kimia yang banyak digunakan dalam bidang
farmasi sebagai desinfektan dan antiseptik Antiseptik merupakan zat yang bekerja
bakteriostatik, biasanya dipakai pada infeksi bakteri pada kulit, mukosa dan melawan
bakteri pada luka. Sedangkan desinfektan merupakan zat yang bekerja bakterisid,
digunakan untuk membebaskan ruang dan pakaian dari mikroba. Iodoform kadangkadang sebagai antiseptik dan desinfektan di bidang kedokteran gigi.
Iodine merupakan unsur halogen yang reaktif, dan berbentuk padat berwarna
biru hitam pada suhu kamar, serta dalam bentuk murninya iodine mrupakan senyawa
yang bersifat racun. Seperti sifat halogen lainnya , iodine mudah beraksi dengan unsur
unsur lain, dapat larut dalam air. Selain itu, iodine juga larut dengan cepat dalam
larutan natrium iodide (Sunardi,90).
Iiodida merupakan obat tertua yang digunakan untuk pengobatan
hipertiroidisme sebelum ditemukan berbagai macam antitiroid. Meskipun iodide
dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk biosintesis hormone tiroid, dalam jumlah yang
berlebihan yodida dapat menyebabkan goiter dan hipertiroidisme pada orang
sehat (Whardini BP,429).
Di alam, iodine terdapat dalam bentuk senyawa senyawa yang banyak
tersebar di dalam air laut, tanah dan batuan. Selain itu iodine juga terdapat
dalam jaringan tubuh organisme laut (misalnya dalam ganggang laut) dan dalam garam
Chilli yang mengandung 0,2 5 natrium iodat (NaIO3)(Sunardi,: 90).
Senyawa iodium yang terbanyak di alam adalah NaNIO 3 yang bercampur
dengan NaNO3. Iodium, meskipun padat, mudah menyublim karena mempunyai
tekanan uap yang tinggi. Untuk mendapatkan Iodium, pisahkan NaNIO3 dengan
NaNO3 dengan

mengkristalkan

NaHSO3(Lestari: 86).

NaNO3,

kemudian

ditambahkan

reduktor

IV.

Alat dan Bahan

Alat :
a. Bekker glass

h. Pemanas spirtus

b. Pipet tetes

i. Statif dan Klem

c. Oven

j. Buret

d. Corong Bunchner

k. Thermometer

e. Pompa vokum

l. Saringan penghisap

f.

m. Kertas saring

Batang Pengaduk

g. Erlenmeyer
Bahan :
a. Aseton
b. KI
c. Kaporit
d. Alkohol
e. Aquadest
V.

Cara Kerja:

a) Menimbang 5 gram KI dan melarutkannya dalam 50 cc aquadest ke dalam bekker

glass
b) mengambil 4 ml aseton, kemudian mencampurkan dengan larutan diatas dan diaduk

hingga homogen
c) menambahkan larutan kaporit jenuh melalui buret tetes demi tetes ke dalam campuran

aseton dan KI sambil diaduk, penambahan dihentikan apabila hasil campuran tersebut
tidak menimbulkan warna coklat lagi pada penambahan kaporit berikutnya.
d)

Di diamkan campuran diatas selama 15 menit

e)

Reaksi tersebut diatas akan menghasilkan endapan Iodoform berwarna kuning pucat.
Pisahkan endapan kuning dari filtratnya dengan cara menyaring campuran tersebut
diatas menggunakan saringan penghisap ( corong Bunchner dilengkapi pompa vakum
).

f)

Mencuci endapan yang diperoleh dengan aquadest sebanyak 2-3 kali, kemudian
mengeringkan ke dalam oven pada suhu <70C

g)

Melakukan pemurnian hasil dengan cara sebagai berikut :

1. melarutkan endapan Iodoform dengan alkohol sebanyak 10 ml ke dalam

bekker glass, sambil diaduk diatas water bath (penangas air), apabila belum
larut maka tambahkan lagi alkohol kedalam endapan tersebut sampai endapan
larut.
2. Menyaring larutan tersebut dalam keadaan panas, dan menampung filtratnya

dalam Erlenmeyer, memisahkan dari pengotor yang berupa endapan.


3. Menambahkan aquadest hangat (50C) sebanyak 50 ml kedalam filtrat.
4. Mendinginkan filtrat sehingga terbentuklah kristal Iodoform yang berwarna

kuning cerah mengkilat. Pembentukan kristal bisa dipercepat dengan


pendinginan yang ekstrim atau pengadukan.
h)

Menyaring Kristal yang terbentuk, menggunakan kertas saring yang telah ditimbang

sebelumnya.
i.

Mengeringkan kristal dan menimbang hasilnya

j.

Menghitung rendemen
VI.

Gambar Rangkaian Alat

Keterangan :
1. Neraca analitis

7.Erlenmeyer

2. Buret

8.Kertas saring

3. Statif dan klem

9.Corong Pemisah

4. Bekker glass

10.Oven

5. Batang Pengaduk

11.Waterbath

6. Corong buchner

12.Kaki Tiga

VII.
A.
1.

13.Lampu spirtus

Hasil dan Perhitungan


Uraian Bahan :
Aqua Destillata
Nama Lain

: aquades, air suling

Rumus Molekul

: H2O

Berat Molekul

: 18,02 gram/mol

Organolepis

: Cairan jernih,tidak berwarna,tidak berbau,


tidak berasa

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup rapat.

Penggunaan

: Sebagai pencuci iodoform

2. Kalium Iodida
Rumus Molekul

: KI

Berat Molekul

: 166 gram/mol

Massa yang digunakan : 5,062 gram


Organolepis

: Keping atau butir, berwarna putih

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan

: Sebagai sumber I2.

3.

Aseton

Rumus kimia

: (CH3)2CO

Bobot molekul

: 58,08 gr/mol

Massa jenis

: 0,788 gr/ml

Volume yang digunakan : 4 ml


Pemerian

: Cairan jernih tidak berwarna, bau khas.

Titik didih

: 55.5-57o C

Penyimpanan

:Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan

: Sebagai bahan dasar pembuatan iodoform

4.

Kaporit

Nama lain

: Natriun dihipochlorid

Rumus Molekul

: CH(ClO)2

Berat Molekul

: 142,98

Densitas

: 2,35 gram/cm3

Titik didih

: 3470F (1750C)

Titik Lebur

: 318,40F

Kelarutan

: Air

Volume yang digunakan : 149 ml


Penyimpanan

: dalam wadah tertutup rapat

Kegunaan

: Sebagai Oksidator

B.

Uraian Produk :

Iodoform (CHI3)
Nama lain

: Tri-iodometana

Rumus Molekul

: CHI3

Berat Molekul

: 394 gram/mol

Massa yang dihasilkan

: 0,331 gram

Organolepis

: Kepingan kuning cerah mengkilat atau serbuk mikrohalus;


bau khas dan sangat melekat.

Suhu lebur

: 119oC sampai 120oC

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Khasiat

: Antiseptikum

Penggunaan

: Sebagai bahan yang disintesis

C.Perhitungan
Data
Kertas timbang

0,2797 g

KI + kertas timbang

5,2980 g

Kertas timbang + sisa

0,2798 g

KI

5,0182 g

Perhitungan
Aseton
Volume

= 4 ml

BM

= 58,08 gram / mol

= 0,789 gram/ml

= 100%

mol

=
=
= 0,0543 mol

KI
Berat

= 5,0182 g

BM

= 166 gram/mol
Mol

=
=
= 0,0302 mol

2CH3COCH3

6 KI

Mula-mula

0,0543 mol

Reaksi 2/6 . 0,0302 mol

0,0302 mol

Sisa

0,0443 mol - 2/6 . 0,0302 mol= 0,0100mol

Berat teoritis CHI3

= BM x mol
= 394 x 0,0100 mol
= 3,94 gram

0,0302 mol

2CHI3

Rendemen
Berat kertas saring mula-mula

= 0,4523 gram

Berat kertas saring + kristal CHI3

= 0,7842 gram

Berat praktikum CHI3

= 0,7842 0,4523
= 0,331 gram
100%

Hasil rendemen =
=

100%

= 0,0842%
VIII.

Pembahasan
. Pada percobaan sintesa Iodoform ini dilakukan pembuatan Iodoform yang
diperoleh dari hasil reaksi antara aseton dan KI serta menggunakan Ca(OCl) sebagai
katalisator yang akan mempercepat jalannya reaksi.
Pada percobaan ini digunakan bekker glass supaya mempermudah dalam
pengadukan. Penambahan larutan kaporit jenuh melalui buret, supaya dapat
mengetahui volume kaporit yang masuk ke dalam campuran aseton dan KI. Dilakukan
secara hati-hati dengan menggunakan corong pisah.
Apabila telah terbentuk sedikit kristal kuning maka penambahan segera
dihentikan dan langsung ditambahkan air. Penambahan Ca(OCl) yang pekat tidak
boleh berlebihan karena dapat menyebabkan terjadinya reaksi antara Iodoform dengan
Ca(OCl) atau terhidrolisisnya Iodoform dengan Ca(OCl). Penambahan Ca(OCl)
yang berlebih ditandai dengan terbentuknya endapan coklat.
Mendiamkan campuran selama 15 menit, supaya reaksi dapat berlangsung
dengan baik. Selain itu, diperoleh produk berupa padatan. Mencuci endapan yang
diperoleh dengan aquadest, karena aquadest sebagai pelarut reaktan sisa, selain itu
aquadest tidak dapat melarutkan Iodoform.
Penambahan air dengan segera dan banyak setelah terjadi kristal Iodoform
dimaksudkan untuk mengencerkan Ca(OCl) yang berlebihan, sehingga dapat
mengurangi kecepatan terhidrolisnya Iodoform yang terjadi dengan Ca(OCl)
membentuk Iodium kembali.

Kristal kuning Iodoform yang terbentuk harus di cuci berulang kali dengan air
sampai tidak beraksi alkalis lagi. Mengeringkan dalam oven pada suhu < 70C untuk
menguapkan aquadest..
Dalam permurnian hasil, melarutkan endapan Iodoform dengan alkohol supaya
mudah dalam melarutkan Iodoform, diaduk diatas water bath (penangas air) sebab
alkohol mudah menguap. Pelarut yang mudah menguap tidak dapat dipanaskan pada
api langsung karena mudah terbakar.
Penyaringan larutan yang dimaksud adalah memisahkan pengotor yang tidak
larut dalam alkohol. Dari hasil perhitungan dan percobaan yang telah dilakukan
diperoleh hasil berat Iodoform adalah 0,331 gram sedangkan menurut teori berat dari
Iodoform adalah 3,94 gram. Dan hasil rendemen yang diperoleh 0,0842%.
Perbedaan hasil yang diperoleh kemungkinan disebabkan beberapa factor kesalahan
yaitu :

IX.

1.

Kekurangtelitianpadasaatpenimbangan

2.

Adanyaalat yang kurangbersih

3.

PenambahanKaporityang berlebihan

Kesimpulan
1. Iodoform dapat dibuat dari aseton dengan KI dan kaporit
2. Rendemen Iodoform yang dihasilkan pada percbaan kali ini adalah 0,0842%

Daftar Pustaka
Astuti Herawati Dewi.2011.Petunjuk Praktikum Kimia Organik, Universitas Setiabudi, Surakarta.
Achmad, H.2001.Kimia Unsur dan Radiokimia.PT.Citra Aditya Bakti:Bandung.
Sunardi., 2006.116 UNSUR KIMIA, Deskripsi dan Pemanfaatannya.Penerbit Yrama
Widya:Bandung.
Lestari, S.2004.Mengurai Susunan Periodik Unsur Kimia.Kawan Pustaka :Bandung.

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK
SINTESIS IODOFORM

Disusun Oleh:
Yusuf Nur Cahyo

19130253D

UNIVERSITAS SETIA BUDI


SURAKARTA
2013