Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Senandung puja dan puji syukur penyusun curahkan ke hadirat Allah SWT, karena
atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah penyusun mampu menyelesaikan Laporan Praktikum
Mata Pelajaran Kimia dengan Judul Proses Pembuatan dan Analisa Uji Mutu Virgin Coconut Oil
ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Dalam pembuatan laporan tugas akhir ini, penyusun tak lepas dari bantuan pihakpihak yang terkait baik secara langsung maupun tak langsung, maka dari itu pada kesempatan ini
penyusun mengucapkan terimakasih pada pihak-pihak yang turut membantu yaitu :
1.

Bapak Asep Mulyana, S.Pd yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan secara
langsung dalam kegiatan praktikum tersebut sehingga memudahkan penyusun dalam
bekerja dan melakukan proses penyusunan laporan ini.

2.

Kedua orang tua yang senantiasa memberikan dukungan moril, kasih sayang, serta motivasi
yang tiada henti sehingga penyusun dapat bersemangat dalam pengerjaan laporan ini.

3.

Rekan kerja serta teman-teman lainnya.


Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu

penyusun akan selalu menantikan kritik dan saran yang membangun dari pembaca sebagai bahan
evaluasi maupun upaya penyempurnaan di masa yang akan datang.
Akhir kata, Penyusun berharap semoga laporan yang sederhana ini dapat memberikan
manfaat dan kostribusi dalam upaya meningkatkan khazanah pengetahuan bagi semua pihak.

Gunungputri, Maret 2013

Penyusun

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kelapa (Cocos nucifera L.) yang merupakan salah satu kekayaan hayati Indonesia
telah berabad-abad dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, baik
sebagai sumber makanan, obat-obatan, industri dan lain-lain. Hasil-hasil produk kelapa di
Indonesia secara umum masih bertumpu pada minyak kelapa, padahal kelapa merupakan
tanaman yang serbaguna. Tanaman kelapa memiliki keragaman produk yang tinggi, karena
dari daun sampai akar memiliki manfaat dan nilai sosial ekonomi.
Kelapa merupakan salah satu dari sekian banyak biji tanaman yang dapat
digunakan dalam pembuatan minyak. Minyak yang terbuat dari kelapa banyak digunakan
masyarakat sebagai minyak goreng. Pembuatan minyak kelapa secara tradisional dilakukan
dengan pemanasan pada suhu tinggi. Pembuatan minyak kelapa secara tradisional ini banyak
menimbulkan kerugian. Sebagai contoh, pemanasan yang tinggi dapat mengubah struktur
minyak serta menghasilkan warna minyak kurang baik. Dewasa ini telah ditemukan suatu
metode pembuatan minyak kelapa yang dapat mengurangi kerugian-kerugian tersebut diatas
yaitu pembuatan VCO.
VCO atau virgin coconut oil (dalam bahasa Indonesia disebut sebagai minyak
kelapa murni) merupakan produk modern buah kelapa yang memiliki kemampuan
meningkatkan taraf kesehatan, mengobati dan bahkan dimanfaatkan dalam bidang kecantikan
atau kosmetika. Walaupun sebagai produk modern, pengembangan minyak VCO tetap
berkaitan dengan akar budaya masyarakat yang menggantungkan hidup pada tanaman
kelapa.
Dengan adanya berbagai produk olahan dari kelapa, implementasinya akan
membawa perkembangan industri komoditas kelapa, peningkatan penyerapan tenaga kerja
dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya disamping mengembalikan citra
Indonesia sebagai negeri nyiur melambai.

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

1.2 TUJUAN KEGIATAN


Adapun tujuan dari laporan pengolahan hasil ini yaitu :
1. Melaksanakan kewajiban Tugas Akhir Mata Pelajaran Kimia
2. Untuk mengetahui cara-cara pengolahan VCO melalui proses pengadukan
3. Untuk mengetahui manfaat yang terkandung dalam VCO
4. Mampu melaksanakan analisa uji mutu VCO dari segi kualitatif (Organoleptis) yang
meliputi warna, aroma, dan rasa
5. Mampu melaksanakan analisa uji mutu VCO dari segi kuantitatif yang meliputi densitas
(berat jenis), kadar asam lemak bebas (Free Fat Acid), serta rendemen VCO.

1.3 METODE PENGUMPULAN DATA


Dalam penulisan laporan ini, diperlukan data yang bersifat objektif guna
mendapatkan informasi yang diperlukan secara nyata. Dalam hal ini, maka digunakan 2
sistem pengumpulan data, yaitu :
a) Teknik Literatur
Tennik literatur yakni pengumpulan data dengan metode pencarian data melalui
sumber yang terdapat pada buku-buku maupun internet.
b) Teknik Interview
Teknik interview atau wawancara interaktif yakni dimana penulis berusaha untuk
memperoleh keterangan secara verbal atau lisan dan langsung terarah pada pembimbing
praktikum.
c) Teknik Observasi
Teknik observasi yakni pengamatan pada lingkungan sekitar untuk memperoleh
objek yang tepat. Pengamatan adalah metode yang sangat efektif karena melibatkan seluruh
pancaindra untuk menganalisis seluruh informasi yang diperlukan.

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

BAB II
KAJIAN TEORI

3.1 DESKRIPSI TENTANG BAHAN BAKU VCO (KELAPA)


Kelapa (Cocos nucifera) adalah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku
aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh
manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir.
Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini.
Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia di sisi Asia, namun kini
telah menyebar luas di seluruh pantai tropika dunia.

Gambar 3.1 Pohon kelapa (kiri) dan Buah kelapa (kanan)

Pohon kelapa berbatang tunggal atau kadang-kadang bercabang. Akar serabut,


tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai.
Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan
pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu. Kayunya kurang baik digunakan untuk
bangunan. Daun merupakan daun tunggal dengan pertulangan menyirip, daun bertoreh sangat
dalam sehingga nampak seperti daun majemuk.
Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

Bunga tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea; terdapat
bunga jantan dan betina, berumah satu, bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan
bunga jantan di bagian yang jauh dari pangkal. Buah besar, diameter 10 cm sampai 20 cm
atau bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat; buah tersusun dari mesokarp berupa
serat yang berlignin, disebut sabut, melindungi bagian endokarp yang keras (disebut batok)
dan kedap air; endokarp melindungi biji yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat
pada sisi dalam endokarp. Endospermium berupa cairan yang mengandung banyak enzim,
dan fase padatannya mengendap pada dinding endokarp seiring dengan semakin tuanya buah;
embrio kecil dan baru membesar ketika buah siap untuk berkecambah (disebut kentos).
Kelapa secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Ia
berasal dari pesisir Samudera Hindia, namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropika.
Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1.000 m dari permukaan laut, namun seiring
dengan meningkatnya ketinggian, ia akan mengalami pelambatan pertumbuhan.
Kelapa adalah pohon serba guna bagi masyarakat tropika. Hampir semua
bagiannya dapat dimanfaatkan orang. Akar kelapa menginspirasi penemuan teknologi
penyangga bangunan Cakar Ayam (dipakai misalnya pada Bandar Udara Soekarno Hatta)
oleh Sedijatmo.
Kayu dari batangnya, yang disebut kayu
glugu, dipakai orang sebagai kayu dengan mutu
menengah, dan dapat dipakai sebagai papan untuk
rumah. Daunnya dipakai sebagai atap rumah
setelah dikeringkan. Daun muda kelapa, disebut
janur, dipakai sebagai bahan anyaman dalam
pembuatan ketupat atau berbagai bentuk hiasan
yang sangat menarik, terutama oleh masyarakat
Jawa dan Bali dalam berbagai upacara, dan menjadi bentuk kerajinan tangan yang berdiri
sendiri (seni merangkai janur). Tangkai anak daun yang sudah dikeringkan, disebut lidi,
dihimpun menjadi satu menjadi sapu.

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

Tandan bunga yang masih muda,


yang disebut mayang atau manggar dalam
bahasa Jawa, dipakai orang untuk hiasan
dalam upacara perkawinan dengan simbol
tertentu. Mayang oleh orang Jawa-Mataraman
dipakai sebagai bahan pengganti gori dalam
pembuatan gudeg dan disebut gudeg manggar.
Bunga betina atau buah mudanya, disebut
bluluk dalam bahasa Jawa, dapat dimakan. Cairan manis yang keluar dari tangkai bunga,
disebut (air) nira atau legn (bhs. Jawa), dapat diminum sebagai penyegar atau difermentasi
menjadi tuak. Gula kelapa juga dibuat dari nira ini.

Bagian

dalam

tempurung

kelapa,

memperlihatkan "daging" buah kelapa, bahan baku kopra.


Buah kelapa adalah bagian paling bernilai ekonomi yang
dimanfaatkan untuk membuat minyak goreng ataupun
Virgin Coconut Oil (Minyak kelapa murni). Sabut, bagian
mesokarp yang berupa serat-serat kasar, diperdagangkan
sebagai bahan bakar, pengisi jok kursi, anyaman tali,
keset, serta media tanam bagi anggrek. Tempurung atau
batok, yang sebetulnya adalah bagian endokarp, dipakai
sebagai bahan bakar, pengganti gayung, wadah minuman,
dan bahan baku berbagai kerajinan tangan.

Endosperma buah kelapa yang berupa cairan


serta endapannya yang melekat di dinding dalam batok
("daging buah kelapa") adalah sumber penyegar populer.
Daging buah muda berwarna putih dan lunak serta biasa
disajikan sebagai es kelapa muda atau es degan. Cairan
ini mengandung beraneka enzim dan memilki khasiat
penetral racun dan efek penyegar/penenang.
Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

3.2 DESKRIPSI TENTANG VCO


Minyak kelapa murni (Inggris: virgin coconut oil) adalah minyak kelapa yang
dibuat dari bahan baku kelapa segar, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa
pemanasan sama sekali, serta tanpa bahan kimia.
Penyulingan minyak kelapa seperti di atas berakibat kandungan senyawa-senyawa esensial
yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama asam
laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteri dan jamur.
Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), adalah
modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air
dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai
daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan.
Pembuatan minyak kelapa murni ini memiliki banyak keunggulan, yaitu:
tidak membutuhkan biaya yang mahal, karena bahan baku mudah didapat dengan
harga yang murah
pengolahan yang sederhana dan tidak terlalu rumit
penggunaan energi yang minimal karena tidak menggunakan bahan bakar
kandungan kimia dan nutrisinya tetap terjaga terutama asam lemak dalam minyak
Minyak kelapa murni tidak mengandung kolesterol, namun kaya akan senyawa
asam laurat. Asam lemak jenuh rantai sedang yang terdapat pada minyak kelapa murni dapat
menciptakan kenetralan terhadap kolesterol. Berbeda dengan minyak goreng biasa,
pengolahan secara fermentasi membuat kandungan vitamin E, asam laurat, serta enzim lain
pada buah kelapa tetap utuh meski telah diolah menjadi minyak. Sifat dari asam lemak ini
mirip dengan asam lemak pada air susu ibu yang mampu memberikan ketahanan tubuh dan
berefek membunuh virus.
Minyak kelapa murni memiliki warna bening seperti air, hal ini disebabkan ketika
proses fermentasi/pemanasan, dilakukan juga proses penyaringan dan penjernihan dengan
menggunakan absorben zeolit. Zat ini akan menyerap kotoran dan membuat warna minyak
bening. Menurut Dosen Teknologi Pascapanen Hortikultura, Fakultas Teknologi Pertanian
Unud, Dr. Ir. Bambang Admadi Harsojuwono, warna kuning pada minyak goreng pada
umumnya diakibatkan penggunaan beta karoten sebagai zat anti oksidan agar minyak goreng
tahan lama. Beta karoten dapat menyebabkan warna menjadi kuning karena kaya akan
Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

vitamin K. Umumnya minyak goreng biasa mengandung asam lemak tak jenuh dan asam
lemak jenuh rantai panjang, sehingga membuat minyak goreng mudah rusak. Inilah peran
aktif beta karoten, yakni membuat minyak goreng lebih awet.
Asam laurat yang merupakan asam jenuh rantai sedang yang terkandung dalam
minyak kelapa murni mudah pecah dan lebih banyak menghasilkan energi, sehingga mampu
melancarkan sistem metabolisme. Hal ini dikarenakan asam laurat dalam tubuh manusia akan
diubah menjadi monolaurin yang bersifat antivirus, antibakteri, antiprotozoa. Manfaatnya,
minyak kelapa ini bisa mengobati beragam penyakit kelamin, seperti herpes simplex virus-2
(HSV-2) dan HIV-1, serta bakteri neisseria gonorrhoe.
Lemak jenuh rantai sedang yang terdapat dalam minyak kelapa murni sangat
bermanfaat dalam mengontrol berat badan terutama penderita obesitas yang merupakan
penyakit sebagai akibat pola makan yang salah. Asam lemak jenuh tidak disimpan sebagai
cadangan energi melainkan langsung dibakar untuk menghasilkan energi.
Untuk itu minyak kelapa murni memiliki manfaat yang besar untuk melancarkan
metabolisme tubuh dan dipercaya manfaatannya untuk menyembuhkan penyakit yang
diakibatkan virus atau bakteri, antara lain mendukung sistem kekebalan, mengurangi resiko
arterosklerosis, mencegah infeksi virus, memperbaiki sistem pencernaan dan penyerapan
nutrisi serta membantu mengatasi HIV/AIDS.
Kandungan Nutrisi dan Asam Lemak VCO per 100 gram
Energi: 3.760 kal
Protein: 0
Karbohidrat: 0
Gula: 0
Lemak: 100 g
Lemak jenuh: 92,1 g
Medium chain fatty acids (MCFA)
Asam kaprilat: 8 g

Asam palmitat: 9 g

Asam kaprat : 10 g

Asam stearat : 2 g

Asam laurat : 48 g

Polyunsaturated : 2,1 g

Asam Miristat: 17 g
Long chain fatty acids (LCFA)
Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1 WAKTU DAN TEMPAT PRAKTIKUM


Waktu pelaksanaaan praktikum pukul 13.00, hari jumat tanggal 1 hingga 2 Maret
2013 di Laboratorium Kimia Analis SMK NEGERI 1 GUNUNG PUTRI.

3.2 ALAT DAN BAHAN


a) Alat
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

Nama alat
Baskom Plastik
Saringan Santan
Neraca Teknis
Neraca Analitik
Toples Plastik
Sendok
Beaker Glass
Termometer
Glass Ukur
Glass Ukur
Erlenmeyer
Botol Aquades
Buret
Corong
Corong Plastik
Selang
Mixer
Inkubator
Water Bath
Piknometer
Pipet Tetes
Kain Saring
Klem Dan Statif
Batang Pengaduk
Tissue
Kertas Saring

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

Spesifikasi
Diameter 20 cm
Stainless Steel
500 ml
110oC
500 ml
50 ml
100 ml
50 ml
Diameter 7,5 cm
Miyako
10 ml
Whatmann 41

Jumlah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 pack
1 buah
9

27
28

Penangas Air
Spatula Keramik

1 buah
1 buah

b) Bahan
No

Nama bahan

Rumus kimia

Konsentrasi

Jumlah

1
2
3
4
5
6
7
8

Kelapa Parut
Air Hangat
Kalium Hidroksida
Asam Oksalat
Aseton
Phenolftalein
Ethanol 95% Netral
Aquades

H2O
KOH
H2C2O4
CH3COCH3
C2H5OH
H2O

0.1 N
0.1 N
2%
95%
-

500 gram
500 ml
250 ml
100 ml
Secukupnya
3 tetes
100 ml
Secukupnya

3.3 PROSEDUR KERJA


A. Proses pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)
1. Pengambilan santan kelapa
Siapkan kelapa parut yang tidak terlalu muda maupun tua, timbang sebanyak
500 gram
Peras melalui penambahan air hangat (suhu kurang lebih 60 oC) dengan
ketentuan 500 gram kelapa ditambah dengan 500-1000 ml air
Masukkan santan yang diperoleh ke dalam toples, lalu diamkan selama 1-2
jam hingga terbentuk 2 lapisan
Pisahkan lapisan krim dengan cara penyedotan air pada lapisan bawah
menggunakan selang kecil.
2. Pengadukan krim
Masukkan krim ke dalam toples kemudian lakukan pengadukan menggunakan
mixer selama 15-20 menit
Diamkan krim yang telah diaduk selama 12 jam sehingga terbentuk 3 lapisan
(blondo, minyak, dan air)

3. Pengambilan VCO
Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

10

Ambil minyak terbentuk menggunakan sendok ataupun pipet tetes dengan


hati-hati
Saring minyak menggunakan tissue 3 lapis dan kertas saring 1 lapis secara
bertahap.
4. Pemurnian VCO
VCO yang telah disaring dimasukkan ke dalam gelas beaker 400 ml
Panaskan dengan menggunakan waterbath (panic pemanas) pada suhu 60oC
selama 30 menit.

B. Uji Mutu VCO


a) Pengujian Secara Kualitatif (Organoleptis)
1. Penentuan Warna
Amati warna VCO yang dihasilkan, VCO yang baik adalah VCO ynag
berwarna jernih (bening) hingga kuning pucat.
2. Penentuan Bau
Hirup aroma VCO, VCO seharusnya dan sebaiknya memiliki bau khas kelapa
(gurih) serta tidak berbau tengik

b) Pra-Pengujian Secara Kuantitatif


1. Pembuatan Larutan Asam Oksalat (H2C2O4.H2O)

(Larutan Standar

Primer) 0,1 N
Timbang dengan teliti asam oksalat sebanyak 0,63 gram pada neraca
analitik
Larutkan 50 ml aquadest didalam gelas kimia dengan bantuan batang
pengaduk
Kemudian pindahkan ke dalam labu ukur 100 ml dengan bantuan corong
kaca
Tambahkan aquadest sampai tanda batas, lalu kocok sampai homogen.

2. Pembuatan Larutan KOH (Larutan Standar Sekunder) 0,1 N


Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

11

Timbang KOH sebanyak 2,8 gram


Larutkan 50 ml aquadest didalam gelas kimia dengan bantuan batang
pengaduk
Kemudian pindahkan ke dalam labu ukur 250 ml dengan bantuan corong
kaca
Tambahkan aquadest sampai tanda batas, lalu kocok sampai homogen

3. Standarisasi Larutan KOH dengan Larutan Asam Oksalat 0,1 N


Pipet 10 ml larutan asam oksalat 0,1 N, masukkan kedalam Erlenmeyer
Tambahkan 3 tetes indicator phenolphthalein (Pp)
Titrasi dengan larutan KOH, sampai terjadi perubahan warna yang konstan
Catat volume pada buret, lakukan secara duplo
Hitung normalitas larutan KOH
Rumus: V1 x N1 = V2 x N2
N1 = Normalitas Asam Oksalat (Hasil Penimbangan)
N2 = Normalitas yang dicari
V1 = Volume asam oksalat yang dipiper
V2 = Volume KOH pada buret (hasil rata-rata duplo)

c) Pengujian Secara Kuantitatif


1. Penentuan Massa Jenis (Densitas)
Timbang piknometer kosong (catat)
Isi piknometer dengan air dan timbang (catat)
Bersihkan piknometer sampai kering, agar lebih cepat maka piknometer
dikeringkan dengan memebreri aseton secukupnya
Isi piknomneter dengan sampel VCO dan timbang (catat)
Hitung massa jenis dari VCO dengan menggunakan rumus :
= (berat pikno + VCO) (berat pikno kosong)
(berat pikno + air) (berat pikno kosong)

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

Densitas Air Pada 29oC

12

2. Penentuan Kadar (Persentase) ALB ( Asam Lemak Bebas)


Timbang dengan teliti 3 gram sample VCO dalam gelas Erlenmeyer 250 mL,
tambahkan 50 mL ethanol 95% netral panaskan 5 menit.
Tambahkan 3 tetes indicator phenolphthalein, aduk kemudian titrasi dengan
larutan KOH 0,1 N dalam keadaan panas
Titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya warna merah muda yang tetap
(tidak berubah kurang dari 15 menit).
Lakukan titrsi sebanyak 2x (duplo)
Lakukan perhitungan kadar (persentase)
Rumus :
Kadar FFA = N x V x 200

x 100%

W x 1000
Keterangan :
N

= Konsentrasi KOH

= Volume KOH yang terpakai (ml)

200

= Berat molekul (BM) asam laurat

= Berat VCO (gram)

3.4 DIAGRAM ALIR (FLOWCHART) PEMBUATAN VCO SERTA ANALISANYA

a). Pembuatan (produksi) VCO

Siapkan kelapa tua


dikerik dan diparut

Inkubasi
selama 12 jam

Timbang 500 gram dan


tambahkan air hangat 1:1

Ekstraksi (peras)

Ambil cream, lalu mixer 20


menit

Diamkan
selama 1-2 jam

Saring VCO

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

Murnikan

13

b) Analisa VCO

Jenis Analisa

Organoleptis

kualitatif

Warna

Densitas

Aroma
Rasa

Timbang pikno kosong

Timbang pikno + aquades

Timbang pikno + VCO

Asam Lemak Bebas (FFA)

Tambah 50 ml etanol 95%


netral

Timbang 3 gram
VCO

Tambah 3 tetes indicator


phenolpthalein

Panaskan selama 5 menit

Titrasi duplo, Catat

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

14

BAB IV
PERHITUNGAN, HASIL KERJA, DAN PEMBAHASAN

4.1 ANALISA KUALITATIF


Berikut ini merupakan data kulitatif proses pembuatan VCO:
Massa Kelapa
Waktu Pendiaman Santan
Volume Krim Santan
Waktu Pendiaman Krim
Suhu Pemurnian
Volume VCO

500 gram
1 jam
290 ml
12 jam
60oC
83 ml

Berikut ini merupakan data kualitatif yang didapatkan :


warna VCO
bau VCO

bening / jernih
khas kelapa

Pembahasan : berdasarkan pengamatan yang dilakukan, tampak bahwa dari segi kualitatif
(kasat mata), kualitas VCO sudah memenuhi kriteria yang diharapkan.
Hal itu dibuktikan dengan data standar APCC pada tabel dibawah ini.

Tabel Range spesifikasi kualitas VCO APCC

No

Segi kualitas

Range (Batas)

Asam Lemak Bebas

Di bawah 0,5%

Densitas

0,9150-0,9200 gram/ml

Rendemen

Di atas 15%

Bau khas kelapa (tidak asam), rasa normal,


Organoleptis

tidak

berwarna

(bening/jernih)

hingga

kuning pucat

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

15

4.2 ANALISA KUANTITATIF

4.1.1 Perhitungan Standarisasi


a). Perhitungan Normalitas (Konsentrasi) Larutan Asam Oksalat

Massa asam oksalat = 0,6358 gram

Mr asan oksalat

Normalitas = gram x 1000 x V

= 126 gram/mol

Mr

mL

= 0,6358 gram x 1000


126

x2

100 mL

= 0,10092 N

b). Pehitungan Larutan KOH


Berikut ini merupakan data titrasi standarisasi KOH :

Titran

Awal (ml)

Akhir (ml)

Volume (ml)

0,00

10,80

10,80

II

10,80

21,70

10,70

Volume rata-rata standarisasi adalah = 10,85 ml

Sehingga :
V1 x N1 = V2 x N2
10 x 0,10092 = 10, 85 x N2
N2 = 10 x 0,10092
10,85
N2 = 0,0930 N

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

16

4.2.2 Perhitungan Asam Lemak Bebas

Berikut ini merupakan data titrasi sampel VCO :

Titran

Awal (ml)

Akhir (ml)

Volume (ml)

0,00

0,80

0,80

II

0,80

1,50

0,70

Volume rata-rata titrasi sampel adalah = 0,75 ml

Sehingga :

Kadar ALB =

N x V x 200

x 100 %

W x 1000

= 0,0930 x 0,75 x 200

x 100 %

3,001 x 1000
= 0,4648%
= 0,46%

Pembahasan : Berdasarkan data di atas, kadar ALB masuk range spesifikasi APCC standar
VCO (di bawah 0,5%) , sehingga kualitas VCO dinyatakan baik dan memenuhi kriteria yang
diharapkan.

4.2.3 Pehitungan Densitas


Berat pikno kosong = 11, 9274 gram
Berat pikno + air

= 17, 1536 gram

Berat pikno + VCO = 16, 7322 gram

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

17

(berat pikno + VCO) (berat pikno kosong) X Air pada 29oC


(berat pikno + air) (berat pikno kosong)

16,7322 11,9274

X 0,995945 gram/ml

17,1536 11,9274

0,91563976427

0,9156 gram/mL

Pembahasan : Berdasarkan data di atas, kadar ALB masih masuk range spesifikasi APCC
standar VCO (0,9150-0,9200 gram/ml), sehingga kualitas VCO dinyatakan baik dan
memenuhi kriteria yang diharapkan.

4.3.3 Perhitungan Rendemen VCO

Rendemen VCO =

Volume VCO
Volume Krim

= 83

X 100%

X 100%

290
= 28,62%
= 29%

Pembahasan : berdasarkan data di atas, terlihat bahwa rendemen VCO masuk ke dalam range
yang diharapkan, yakni di atas 15%.
Sehingga bisa dikatakan rasio hasil VCO terhadap bahan baku adalah normal
dan dapat diasumsikan pembuatan VCO mengalami keuntungan.

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

18

BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Minyak kelapa murni tidak mengandung kolesterol, namun kaya akan senyawa asam
laurat. Asam lemak jenuh rantai sedang yang terdapat pada minyak kelapa murni dapat
menciptakan kenetralan terhadap kolesterol.
Bahan utama pembuatan VCO adalah buah kelapa segar yang sudah tua atau matang
dengan ciri-ciri sabut berwarna coklat dan buah belum ada yang berkecambah. Umur
buah kelapa berkisar 11-12 bulan. Buah kelapa yang demikian akan menghasilkan
rendemen minyak yang banyak.
Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni merupakan salah satu produk
diversifikasi kelapa yang akhir-akhir ini sedang menjadi primadona karena beberapa
khasiatnya, disamping harganya yang tinggi cukup menggiurkan untuk diusahakan.
Berdasarkan proses pembuatan VCO yang telah penyusun lakukan, penyusun bersyukur
karena semua data yang diperoleh dari berbagai pengujian mutu telah memenuhi standar
kualitas VCO yang baik, antara lain sebagai berikut :
No

Segi kualitas

Asam Lemak Bebas

Range (Batas)

Hasil Yang Diperoleh

Di bawah 0,5%

0,46%

Densitas

0,9150-0,9200 gram/ml

0,9156 gram/ml

Rendemen

Di atas 15%

29%

Bau
Organoleptis

khas

kelapa

(tidak Bau khas kelapa (tidak

asam), rasa normal, tidak asam), rasa normal, tidak


berwarna

(bening/jernih) berwarna (bening/jernih)

hingga kuning pucat

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

19

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, Siti, dkk. 2009. Penggunaan Teknologi Membran pada Pengelolaan Air Limbah
Industri Kelapa t. http://uwityangyono.wordpress.com/2009/10/ 10/117/#more-117.
Diakses tanggal 7 Mei 2010.
Panca Wardhanu, Adha. 2009. Cleaner Production : Mewujudkan industri Kelapa Kalimantan
Barat yang Berwawasan Lingkungan dan Berdaya Saing Tinggi di Pasar Global.
http://uwityangyono.wordpress.com/2009/10/ 10/117/#more-117. Diakses tanggal 7 Mei
2010.
Naibaho, Ponten M., 1996. Teknologi Pengolahan Kelapa, Medan: Pusat Penelitian Kelapa
Sawit.
Soetrisno, Noer. 2008. Peranan Industri Sawit dalam Pengembangan Ekonomi Regional:
Menuju Pertumbuhan Partisipatif Berkelanjutan. Medan: Universitas Sumatera.
Djajadiningrat, Surna T dan Famiola, Melia. 2004. Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan.
Bandung; Penerbit Rekayasa Sains.

Laporan Praktikum/Heru/Maret 2013

20