Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

MENGENAL IMUNISASI PENTABIO DAN PENANGANAN EFEK


SAMPINGNYA

Disusun oleh Kelompok 2 :


Ratih Fathma Affandi

220112140005

Abdul Rahman

220112140007

Cindy HMP Simangunsong 220112140012


Tri Ayu Lestari

220112140023

Herti Ronauli Pardede

220112140033

Febi Dwi Putri

220112140040

Dinny Ria Pertiwi

220112140050

Novia Juwita Putri

220112140062

Sisca Damayanti

220112140070

Mentari Wardhani Puteri

220112140089

Suci Amalya F

220112140103

PROFESI KEPERAWATAN ANAK ANGKATAN XXVIII


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2014

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

Topik

: Imunisasi Pentabio

Subtopik

: Mengenal Imunisasi Pentabio dan Penanganan Efek Sampingnya

Sasaran

: Keluarga pasien

Hari, tanggal : Jumat, 12 Desember 2014


Waktu

: 1 x 30 menit

Tempat

: Puskesmas Garuda, Bandung

Narasumber

: Kelompok 2 PPN 28 Gelombang 1 UNPAD Tahun 2014/2015

1. TUJUAN INSTRUKSIONAL
Keluarga pasien memiliki pengetahuan tentang Imunisasi Pentabio dan
Penanganan Efek Sampingnya

2. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM


Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 30 menit, keluarga pasien
diharapkan mampu memahami tentang Imunisasi Pentabio dan Penanganan
Efek Sampingnya

3. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS


Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 30 menit, keluarga dan pasien
diharapkan mampu:
a. Menjelaskan manfaat imunisasi pentabio
b. Menyebutkan jadwal penyuntikan imunisasi pentabio
c. Mengerti tentang efek samping imunisasi pentabio dan penanganannya

4. KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK


Peserta penyuluhan adalah keluarga pasien yang datang ke Puskesmas Garuda.

5. POKOK BAHASAN
Imunisasi Pentabio

6. SUB POKOK BAHASAN


a. Manfaat imunisasi pentabio
b. Jadwal dan area penyuntikan imunisasi pentabio
c. Efek samping imunisasi pentabio dan penanganannya

7. MATERI PENGAJARAN
Terlampir

8. ALOKASI WAKTU
a. Apersepsi dan kegiatan pembuka

: 5 Menit

b. Penjelasan / Uraian materi

: 15 Menit

c. Evaluasi dan penutup

: 10 Menit

9. STRATEGI INSTRUKSIONAL
a. Menjelaskan materi pengajaran
b. Menggunakan media pengajaran untuk mempermudah pemahaman peserta
penyuluhan
c. Memberikan kesempatan bertanya kepada peserta penyuluhan
d. Mengadakan evaluasi

10. STRATEGI PEMBELAJARAN


a. Menggunakan media pembelajaran seperti power point dan leaflet untuk
membantu penyampaian materi kepada peserta penyuluhan
b. Menjelaskan materi pengajaran dengan sederhana dan menarik
c. Mengadakan tanya jawab bagi peserta penyuluhan untuk mengetahui
pemahaman

tentang

materi

yang

telah

disampaikan

11. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


Waktu

07.00-07.05
WIB

07.05-07.20
WIB

Pemberi materi

Peserta didik

Metode

Media

A. Kegiatan pra
pembelajaran

a. Menyiapkan perlengkapan
b. Menyiapkan ruangan
c. Menyiapkan daftar hadir peserta

B. Membuka
pembelajaran

a. Melakukan perkenalan
b. Menjelaskan tujuan penyuluhan
c. Kesepakatan kontrak waktu

Menyimak
Menyimak
Menyetujui kontrak
waktu

Ceramah
Ceramah
Ceramah

C. Kegiatan inti

a. Menanyakan apa yang diketahui


tentang imunisasi pentabio
b. Menjelaskan
pengertian
imunisasi pentabio
c. Menyebutkan Manfaat imunisasi
pentabio
d. Menjelaskan jadwal dan area
penyuntikan imunisasi pentabio
e. Menjelaskan
efek
samping
imunisasi
pentabio
dan
penanganannya
f. Mengetahui dan memahami cara
penanganan dari efek samping

Menyimak dan
menjawab
Menyimak

Ceramah dan
tanya jawab
Ceramah

Power point

Menyimak

Ceramah

Power point

Menyimak

Ceramah

Power point

Menyimak

Ceramah

Power point

Kegiatan

Power point

Waktu

Kegiatan

Pemberi materi
imunisasi pentabio
g. Memberikan kesempatan
bertanya kepada peserta
penyuluhan
h. Menjawab pertanyaan yang
diajukan peserta penyuluhan

D. Penutup
08.45-09.00
WIB

a. Menyimpulkan materi yang


disampaikan
b. Menanyakan kembali mengenai
materi yang telah disampaikan

Peserta didik

Metode

Media

Menyimak

Ceramah

Power point

Bertanya

Tanya jawab

Power point

Menyimak

Ceramah

Power point

Menyimak

Ceramah

Power point

Menjawab

Tanya Jawab

Power point

12. MEDIA
Power point dan leaflet

13. METODE
Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab

14. EVALUASI
Evaluasi diberikan secara lisan
a. Jelaskan Manfaat imunisasi pentabio
b. Sebutkan Jadwal dan area penyuntikan imunisasi pentabio
c. Jelaskan Efek samping imunisasi pentabio dan penanganannya

15. DAFTAR PUSTAKA


http://www.biofarma.co.id/?dt_portfolio=pentabio-vaksin-dtp-hb-hib
diakses pada tanggal 11 Desember 2014

Lampiran Materi

IMUNISASI PENTABIO

A. Pengertian Imunisasi
Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang
secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpapar dengan
penyakit tidak akan menderita penyakit tersebut (Depkes RI, 2004, Hal 20).
Imunisasi adalah proses masuknya kekebalan ke dalam tubuh meliputi
pernah menderita penyakit, sehingga tubuh membentuk kekebalan terhadap
penyakit tersebut. Dengan demikian untuk selanjutnya orang kebal terhadap
penyakit tersebut dapat juga dengan diberikan dari luar berupa imunisasi.
Imunisasi adalah suatu

upaya untuk mencegah penyakit dengan

menimbulkan zat imun di dalam tubuh.

B. Imunisasi Pentabio
Pentabio adalah Vaksin DTP-HB-Hib (Vaksin Jerap Difteri, Tetanus,
Pertusis, Hepatitis B Rekombinan, Haemophilus influenzae tipe b) berupa
suspensi homogen yang mengandung toksoid tetanus dan difter-i murni,
bakter-i pertusis (batuk rejan) inaktif,antigen permukaan hepatitis B (HBsAg)
murni yang tidak infeksius, dan komponen Hib sebagai vaksin bakteri sub
unit berupa kapsul polisakarida Haemophilus influenzae tipe b tidak infeksius
yang dikonjugasikan kepada protein toksoid tetanus. HBsAg diproduksi
melalui teknologi DNA rekombinan pada sel ragi. Vaksin dijerap pada
aluminium fosfat. Thimerosal digunakan sebagai pengawet. Polisakarida
berasal dari bakteri Hib yang ditumbuhkan pada media tertentu, dan
kemudian dimurnikan melalui serangkaian tahap ultrafiltrasi. Potensi vaksin
per dosis tidak kurang dari 4 IU untuk pertusis, 30 IU untuk difteri, 60 IU
untuk tetanus (ditentukan pada mencit) atau 40 IU (ditentukan pada guinea
pig), 10 mcg _HBsAg dan 10 mcg Hib

C. Manfaat Imunisasi Pentabio


Vaksin digunakan untuk pencegahan terhadap difteri, tetanus, pertusis (batuk
rejan), hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b secara simultan.
Cara Kerja Obat :
Merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap difter-i, tetanus, pertusis,
hepatitis B, dan Haemophilus influenza tipe b.

D. Efek Samping Imunisasi Pentabio


Jenis dan angka kejadian reaksi simpang yang berat tidak berbeda secara
bermakna dengan vaksin DTP, Hepatitis B dan Hib yang diberikan secara
terpisah. Untuk DTP, reaksi lokal dan sistemik ringan umum terjadi.
Beberapa reaksi lokal sementara seperti bengkak, nyeri dan kemerahan pada
lokasi suntikan disertai demam dapat timbul dalam sejumlah besar kasus.
Kadang-kadang reaksi berat seperti demam tinggi, irritabilitas (rewel), dan
menangis dengan nada tinggi dapat terjadi dalam 24 jam setelah pemberian.
Episode hypotonic-hyporesponsive pernah dilaporkan. Kejang demam telah
dilaporkan dengan angka kejadian 1 kasus per 12.500 dosis pember-ian.
Pemberian asetaminofen pada saat dan 4-8 jam setelah imunisasi mengurangi
terjadinya demam. Studi yang dilakukan oleh sejumlah kelompok termasuk
United States institute of Medicine, The Advisory Committee on
Immunization Practices, dan asosiasi dokter spesialis anak di Australia,
Canada, Inggris dan Amerika, menyimpulkan bahwa data tidak menunjukkan
adanya hubungan kausal antara DTP, dan disfungsi sistem saraf kronis pada
anak. Oleh karenanya, tidak ada bukti ilmiah bahwa reaksi tersebut
mempunyai dampak permanen pada anak..
Vaksin hepatitis B dapat ditoleransi dengan baik. Dalam studi
menggunakan plasebo sebagai kontrol, selain nyeri lokal, dilaporkan kejadian
seperti myalgia dan demam r-ingan tidak lebih sering dibandingkan dengan
kelompok plasebo. Laporan mengenai reaksi anafilaksis berat sangat jarang.
Data yang ada tidak menunjukkan adanya hubungan kausalitas antara vaksin
hepatitis B dan sindroma atau kerusakan demyelinasi termasuk gangguan
sklerosis multipel , dan juga tidak ada data epidemiologi untuk menunjang

hubungan kausal antara vaksinasi hepatitis B dan sindroma fatigue kronis,


artritis, kelainan autoimun, asthma, sindroma kematian mendadak pada bayi,
atau diabetes.
Vaksin Hib ditoleransi dengan baik. Reaksi lokal dapat terjadi dalam 24
jam setelah vaksinasi dimana penerima vaksin dapat merasakan nyeri pada
lokasi penyuntikkan. Reaksi ini biasanya bersifat ringan dan sementara. Pada
umumnya, akan sembuh dengan sendirinya dalam dua atau tiga hari, dan
tidak memerlukan tindakan medis lebih lanjut. Reaksi sistemik ringan,
termasuk demam, jarang terjadi setelah penyuntikkan vaksin Hib. Reaksi
berat lainnya sangat jarang; hubungan kausalitas antara reaksi berat lainnya
dan vaksin belum pernah ditegakkan.

E. Penanganan dari Efek Samping Imunisasi Pentabio


Langkah paling awal untuk mengatasi efek samping dari imunisasi HiB ini
adalah dengan melempar jauh-jauh kepanikan. Sebelum memutuskan untuk
memberikan Imunisasi HiB, pastikan bahwa anak yang akan menerimanya
tidak sedang sakit dan asupan gizinya selama ini seimbang. Hal ini akan
meminimalisasi efek samping. Pengetahuan tentang efek samping Imunisasi
Hib dan cara mengatasinya sangat penting diketahui oleh para orang tua. Jika
terjadi demam, pengompresan dapat dilakukan seperti ketika anak mengalami
demam biasa. Pengompresan juga dapat dilakukan pada pembengkakan di
sekitar bekas suntikan. Jika masih menyusui, pemberian Air Susu Ibu (ASI)
harus terus berjalan.

F. Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap komponen vaksin, atau reaksi berat terhadap dosis
vaksin kombinasi sebelumnya atau bentuk-bentuk reaksi sejenis lainnya
merupakan kontraindikasi absolut terhadap dosis berikutnya. Terdapat
beberapa kontraindikasi terhadap dosis pertama DTP ; kejang atau gejala
kelainan otak pada bayi baru lahir atau kelainan saraf serius lainnya
merupakan kontraindikasi terhadap komponen pertusis. Dalam hal ini vaksin
tidak boleh diberikan sebagai vaksin kombinasi, tetapi vaksin DTP harus

diberikan sebagai pengganti DTP, vaksin Hepatitis B dan Hib diberikan


secara terpisah. Vaksin tidak akan membahayakan individu yang sedang atau
sebelumnya telah terinfeksi virus hepatitis B. Defisiensi sistem kekebalan
Individu yang terinfeksi human-immunodeficiency virus (HIV), baik
asimtomatis maupun simtomatis, harus diimunisasi dengan vaksin kombinasi
menurut jadwal standar.

G. Jadwal Penyuntikan
1. Pentabio (Vaksin DTP-HB-Hib) tidak boleh digunakan pada bayi yang
baru lahir.
2. Vaksin ini harus dimulai secepat mungkin dengan dosis pertama pada usia
6 minggu, dan dua dosis berikutnya diberikan dengan jarak waktu 4
minggu.
3. Vaksin ini aman dan efektif diberikan bersamaan dengan vaksin BCG,
campak, polio (OPV atau IPV),yellow fever dan suplemen vitamin A.
Jika vaksin ini diberikan bersamaan dengan vaksin lain, harus disuntikkan
pada lokasi yang berlainan. Vaksin ini tidak boleh dicampur dalam satu
vial atau syringedengan vaksin lain.

4. Area Penyuntikan
Vaksin harus disuntikkan secara intramuskular. Penyuntikan sebaiknya
dilakukan pada anterolateral paha atas. Penyuntikan pada bagian bokong anak
dapat menyebabkan luka saraf siatik dan tidak dianjurkan. Suntikan tidak
boleh diberikan ke dalam kulit karena dapat meningkatkan reaksi lokal. Satu
dosis anak adalah 0,5 mL.