Anda di halaman 1dari 8

1

BAB I
PEMBAHASAN

A. Manfaat Filsafat dalam Kehidupan


Berdasarkan pemahaman dasarnya, persepsi ini tidak tepat, meskipun di
dalamnya terkandung manfaat. Secara khusus, filsafat merupakan perbincangan
mencari hakikat sesuatu gejala atau segala hal yang ada. Artinya, filsafat
merupakan landasan dari sesuatu apapun, tumpuan segala hal, jika salah tentulah
berbahaya, sedikitnya akan merugikan. Apabila kehidupan berpengetahuan itu
diibaratkan sebuah pohon maka filsafat adalah akarnya, yaitu bagian yang
berhubungan langsung dengan sumber kehidupan pohon itu, sedangkan batang,
dahan, ranting, daun, bunga, dan buah menjadi bahan kajian ilmu pengetahuan.
Berdasarkan hasil penelitian, ilmu pengetahuan berhubungan dengan apa yang
terlihat atau yang biasa disebut menggejala atau mewujud. Terlebih lagi kaum
awam, ia hanya dapat melihat sesuatu secara langsung atau yang berhubungan
secara langsung, khusunya menjawab kebutuhan nyata dirinya sendiri.
Dalam

perbincangan

lebih

nyata,

filsafat

mempersoalkan

dan

membicarakan kembali akar masalah, baik berdasarkan ilmu pengetahuan maupun


pemahaman lain. Jadi, filsafat menyadarkan manusia terhadap apa yang sudah
biasa diyakini, digauli, digunakan, dan dilakukannya. Hal ini penting. Sebagai
contoh pada Matematika ,Mengapa 5 x 5 lebih besar daripada 4 x 4? Umumnya,
orang percaya begitu saja, bahkan mempercayainya apa yang dikatakan orang
lain, seperti guru atau orang tua dan kakaknya. Jawaban yang sebenarnya adalah
adanya kesepakatan bahwa sebutan angka 5 lebih tinggi nilainya daripada 4.
Dengan catatan, angka berikutnya lebih tinggi dari pada angka sebelumnya.
Filsafat mengatakan, Ingatlah di balik matematika itu ada suatu kesepakata, jika
kesepakatannya tidak demikian, belum tentu 5 x 5 lebih besar daripada 4 x 4.
Dalam hal ini, ilmu pengetahuan mengenai asumsi yang disebut aksioma,
yaitu anggapan dasar yang merupakan tumpuan atau sumber dari awal kehidupan
dan perkembangan ilmu pengetahuan. Wacana atau perbincangan filsafat
melahirkan asumsi tersebut. Hal tersebut disebut sebagai keyakinan filsafati
(philosophical belief). Asumsi tersebut jika terus-menerus ditelaah ketepatannya,

bukan tidak mungkin akan mengalami perubahan, entah itu bertambah atau
berkurang, atau justru berubah. Akhirnya, teori-teori baru dalam bidang
pengetahuan akan bermunculan sehingga lahirlah istilah filsafat ilmu. Filsafat
ilmu berperan fundamental dalam melahirkan, memelihara, dan mengembangkan
ilmu pengetahuan.
Cara berpikir filsafati telah mendokrak pintu serta tembok-tembok tradisi
dan kebiasaan, bahkan telah menguak mitos dan mite serta meninggalkan cara
berpikir mistis. Lalu pada saat yang sama telah pula berhasil mengembangkan
cara berpikir rasional, luas dan mendalam, teratur dan terang, integral dan
koheren, metodis dan sistematis, logis, kritis, dan analitis. Karena itu, ilmu
pengetahuan pun semakin bertumbuh subur, terus berkembang, dan menjadi
dewasa. Kemudian, berbagai ilmu pengetahuan yang telah mencapai tingkat
kedewasaan penuh satu demi satu mulai mandiri dan meninggalkan filsafat yang
selama itu telah mendewasakan mereka. Itulah sebabnya, filsafat disebut sebagai
mater scientiarum atau induk segala ilmu pengetahuan. Itu merupakan fakta yang
tidak dapat diingkari, yang dengan jelas menunjukkan bahwa ia benar-benar telah
menampakkan kegunaannya lewat melahirkan, merawat, dan mendewasakan
berbagai ilmu pengetahuan yang begitu berjasa bagi kehidupan manusia.
Filsafat adalah ilmu yang tak terbatas karena tidak hanya menyelidiki
suatu bidang tertentu dari realitas yang tertentu saja. Filsafat senantiasa
mengajukan pertanyaan tentang seluruh kenyataan yang ada. Filsafat pun selalu
mempersoalkan hakikat, prinsip, dan asas mengenai seluruh realitas yang ada,
bahkan apa saja yang dapat dipertanyakan, termasuk filsafat itu sendiri.
Keterbatasan filsafat yang demikian itulah yang amat berguna bagi ilmu
pengetahuan. Itu karena keterbatasan filsafat tidak melulu berguna selaku
penghubung antardisiplin ilmu pengetahuan. Akan tetapi, dengan keterbatasannya
itu, filsafat sanggup memeriksa, mengevaluasi, mengoreksi, dan lebih
menyempurnakan prinsip-prinsip dan asas-asas yang melandasi berbagai ilmu
pengetahuan itu.
Manfaat lain filsafat adalah didasarkan pada pengertian filsafat sebagai
suatu integrasi atau pengintegrasi sehingga dapat melakukan fungsi integrasi ilmu

pengetahuan. Sebagian besar orang hanya menyangkutkan apa yang paling dekat
dan apa yang paling dibutuhkannya pada saat dan tempat tertentu.
Dalam kehidupan praktis Filsafat memang abstrak, namun tidak berarti
filsafat sama sekali tidak bersangkut paut dengan kehidupan sehari-hari yang
kongkret. Keabstrakan filsafat tidak berarti bahwa filsafat itu tak memiliki
hubungan apa pun juga dengan kehidupan nyata setiap hari.Kendali tidak
memberi petunjuk praktis tentang bagaimana bangunan yang artistic dan elok,
filsafat sanggup membantu manusia dengan memberi pemahaman tentang apa itu
artistic dan elok dalam kearsitekturan sehingga nilai keindahan yang diperoleh
lewat pemahaman itu akan menjadi patokan utama bagi pelaksanaan pekerjaan
pembangunan tersebut.
B. Manfaat Filsafat Secara Umum
1)

Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak


seperti apa adanya.

2)

Filsafat membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita,
karena filsafat mengajarkan bagaimana kita bergulat dengan pertanyaanpertanyaan mendasar.

3)

Filsafat membuat kita lebih kritis. Filsafat mengajarkan pada kita bahwa
apa yang mungkin kita terima begitu saja ternyata salah atau
menyesatkanatau hanya merupakan sebagian dari kebenaran.

4)

Filsafat mengembangkan kemampuan kita dalam:


a)

menalar secara jelas

b)

melihat sesuatu melalui kacamata yang menalar secara jelas

c)

membedakan argumen yang baik dan yang buruk

d)

menyampaikan pendapat (lesan lebih luas

e)

melihat dan mempertimbangkan pendapat dan pandangan yang


berbeda.

5)

Dengan mempelajari karya-karya para pemikir besar, para filsuf dalam


sejarah dan tradisi filsafat, kita akan melihat betapa besar sesungguhnya
pengaruh filsafat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, agama,
pemerintahan, pendidikan dan karya seni.

6)

Kadang ini memang bisa mendorong kita menolak pendapat-pendapat


yang telah ditanamkan pada kita, tetapi filsafat juga Filsafat memberi
bekal dan kemampulan pada kita untuk memperhatikan pandangan kita
sendiri dan pandangan orang lain dengan kritis Kemampuan berfikir
secara jernih, menalar secara logis, dan mengajukan dan menilai
argumen, menolak asumsi yang diterima begitu saja, dan pencarian akan
prinsip-prinsip pemikiran dan tindakan yang koherensemuanya ini
merupakan ciri dari hasil latihan dalam ilmu filsafat.

C. Manfaat Filsafat Secara Khusus


Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Oleh karena itu,
fungsi filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat secara
keseluruhan, yakni :
1)

Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada.

2)

Mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap


pandangan filsafat lainnya.

3)

Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan


pandangan dunia.

4)

Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam


kehidupan

5)

Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai


aspek kehidupan itu sendiri, seperti ekonomi, politik, hukum dan
sebagainya. Menurut Agraha Suhandi (1989)

6)

Filsafat ilmu bermanfaat untuk menjelaskan keberadaan manusia di


dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan
alat untuk membuat hidup menjadi lebih baik

7)

Filsafat ilmu bermanfaat untuk membangun diri kita sendiri dengan


berpikir secara radikal (berpikir sampai ke akar-akarnya), kita mengalami
dan menyadari keberadaan kita.

8)

Filsafat

ilmu

memberikan

kebiasaan

dan

kebijaksanaan

untuk

memandang dan memecahkan persoalan-persoalan dalam kehidupan


sehari-hari. Orang yang hidup secara dangkal saja, tidak mudah melihat
persoalan-persoalan, apalagi melihat pemecahannya.

9)

Filsafat ilmu memberikan pandangan yang luas, sehingga dapat


membendung egoisme dan ego-sentrisme (dalam segala hal hanya
melihat dan mementingkan kepentingan dan kesenangan diri sendiri).

10) Filsafat ilmu mengajak untuk berpikir secara radikal, holistik dan

sistematis, hingga kita tidak hanya ikut-ikutan saja, mengikuti pada


pandangan umum, percaya akan setiap semboyan dalam surat-surat
kabar, tetapi secara kritis menyelidiki apa yang dikemukakan orang,
mempunyai pendapat sendiri, dengan cita-cita mencari kebenaran.
11) Filsafat ilmu memberikan dasar-dasar, baik untuk hidup kita sendiri

(terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan dan


lainnya, seperti sosiologi, ilmu jiwa, ilmu mendidik, dan sebagainya.
12) Filsafat ilmu bermanfaat sebagai pembebas. Filsafat bukan hanya

sekedar mendobrak pintu penjara tradisi dan kebiasaan yang penuh


dengan berbagai mitos dan mite, melainkan juga merenggut manusia
keluar dari penjara itu. Filsafat ilmu membebaskan manusia dari
belenggu cara berpikir yang mistis dan dogma.
13) Filsafat ilmu membantu agar seseorang mampu membedakan persoalan

yang ilmiah dengan yang tidak ilmiah.


14) Filsafat ilmu memberikan landasan historis-filosofis bagi setiap kajian

disiplin ilmu yang ditekuni.


15) Filsafat ilmu memberikan nilai dan orientasi yang jelas bagi setiap

disiplin ilmu.
16) Filsafat ilmu memberikan petunjuk dengan metode pemikiran reflektif

danpenelitian penalaran supaya manusia dapat menyerasikan antara


logika, rasio, pengalaman, dan agama dalam usaha mereka dalam
pemenuhan kebutuhannya untuk mencapai hidup yang sejahtera.
17) Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan.

Setiap

metode

ilmiah

yang

dikembangkan

harus

dapat

dipertanggungjawabkan secara logis-rasional, agar dapat dipahami dan


dipergunakan secara umum.
18) Sedangkan Ismaun (2001) mengemukakan fungsi filsafat ilmu adalah

untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi konsep

dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk


membangun teori ilmiah. Selanjutnya dikatakan pula, bahwa filsafat ilmu
tumbuh dalam dua fungsi, yaitu: sebagai confirmatory theories yaitu
berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan
evidensi dan theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai
fenomena kecil ataupun besar secara sederhana.

BAB II
PENUTUP

A. Kesimpulan
Filsafat adalah landasan atau dasar dari berbagai hal. Apabila kehidupan
diibaratkan sebuah pohon maka filsafat adalah akarnya, yaitu bagian yang
berhubungan langsung dengan sumber kehidupan pohon itu, sedangkan
batang, dahan, ranting, daun, bunga, dan buah menjadi bahan kajian ilmu
pengetahuan. Filsafat memacu kita untuk berfikir secara kritis dan mampu
menilai segala informasi yang kita terima dengan bijak.
B. Saran
Dengan adanya makalah ini, diharapkan mahasiswa dapat berfikir secara
kritis dan mampu memecahkan persoalan-persoalan dalam kehidupan seharihari dengan akurat dan teliti serta bijaksana dalam mengambil keputusan.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad S, Beni. 2009. Filsafat Ilmu. Pustaka Setia : Jakarta


Anwar, Saeful. 2007. Filsafat Ilmu Al-Ghazali. Pustaka Setia : Jakarta
Hempel, Carl G. 2004. Pengantar Filsafat Ilmu Alam. Pustaka Pelajar :
Jakarta
Kattsoff, Louis O. 2004. Pengantar Filsafat. Tiara Wacana : Indonesia
Tafsir, Ahmad. 2010. Filsafat Ilmu. Rosda : Bandung