Anda di halaman 1dari 2

KOREKSI ELEKTROLIT

Natrium
Hiponatremia: kadar serum Na < 135 mmol/L
Gejala klinis: disorientasi, penurunan kesadaran, kejang, letargi, mual, muntah,
kelumpuhan dan henti nafas.
Tatalaksana: koreksi dengan pemberian cairan yang mengandung NaCl.
Sediaan:
NaCl 5% (RSDK)
1 cc = 0,855 mEq
NaCl 3%
1 cc = 0,513 mEq
NaCl Otsuka
1 cc = 1 mEq

Dosis maintenance: 2 4 mEq/ kgBB/ 24 jam


Na = 2 x BB x
0,855

___500____ =
Keb. Cairan

cc

Contoh: Anak perempuan 6 tahun dan berat badan 20 kg. Kadar Na serum 125
mmol/L. Hitung dosis Na yang dibutuhkan!
Na = 2 x 20 x ____500____ = 15 cc
0,855
1500

Dosis koreksi: indikasi bila Na < 120 mmol/L


Na = (120 x) x BB x 0,6 = cc
0,855
Cara pemberian: 1/3 dalam 6 jam kemudian 1/3 dalam 18 jam.
Contoh: Anak laki laki 10 tahun dan berat badan 30 kg. Kadar Na serum 110
Mmol/L. Hitung dosis koreksi Na!
Na = (120 110) x 30 x 0,6 = 210 cc
0,855
Cara pemberian: 70 cc dalam 6 jam kemudian 70 cc dalam 18 jam.

NB: Pemberian cairan NaCl adalah kebutuhan koreksi Na (cc) dicampur dengan
cairan infus.

Kalium
Hipokalemia: kadar serum K < 3,5 mEq/L
Gejala klinis: aritmia, kelumpuhan otot, parestesia, ileus, kram perut, muntah dan
mual.
Tatalaksana:
- Jika kadar K masih > 3 mEq/L dan atau penderita asimptomatik maka
diberikan kalium oral 2 4 mEq/kgBB/hari.
- Jika kadar K < 3 mEq/L maka diberikan dosis IV rumatan tinggi.
- Sediaan:
o KCl (RSDK)
1 cc = 1,3 mEq
o KCl Otsuka
1 cc = 1 mEq
Dosis maintenance: 2 4 mEq/kgBB/24 jam
K = 2 x BB