Anda di halaman 1dari 7

2.

Diferensiasi Numerik

Dalam ilmu kalkulus, diferensiasi (turunan) suatu fungsi dapat didefinisikan sebagai
berikut :
(

( )

( )

Perhitungan diferensiasi banyak digunakan untuk mempermudah penyelesaian persamaan


garis lurus, kelengkungan kurva, pusat kelengkungan, invers fungsi trigonometri, harga
maksimum dan minimum (titik balik). Dalam bidang Teknik Kimia, diferensiasi sering
dijumpai dalam ilmu termodinamika, perancangan alat, fenomena perpindahan dan masih
banyak lagi.
Perhitungan diferensiasi numerik dapat kita lakukan secara analitis apabila fungsi f(x)
diberikan secara eksplisit. Dari fungsi turunan yang diperoleh, kita dapat menghitung nilai
turunan fungsi di titik sembarang.
Persoalan dalam diferensiasi yang tidak dapat diselesaikan secara analitis dapat dibagi
menjadi dua bentuk :
1. Fungsi f(x) sudah diketahui secara eksplisit, namun memiliki bentuk yang rumit,
misalnya :

( )
( )

( )

(
(

)
)

( )
( )

2. Fungsi f(x) tidak diketahui secara eksplisit, namun hanya diketahui beberapa titik
data saja.
Dalam menyelesaikan dua bentuk tersebut, disediakan metode perhitungan numerik. Nilai
turunan yang diperoleh merupakan nilai hampiran. Diferensiasi numerik memerlukan
fungsi yang dinyatakan dalam bentuk tabel seperti halnya integrasi numerik yang sudah
kita pelajari sebelumnya. Diferensiasi numerik adalah proses menghitung turunan suatu
fungsi dengan menggunakan suatu himpunan nilai-nilai yang diketahui dari fungsi itu.
Persoalan itu diselesaikan dengan menyatakan fungsi tersebut dengan suatu rumus
interpolasi dan sesudah itu mendiferensialkan rumus interpolasi tersebut. Persoalan
diferensiasi numerik memberikan ketelitian yang kurang dibandingkan nilai fungsinya,
sehingga penggunaannya sedapat mungkin dihindari.

Diferensiasi numerik menyediakan tiga pendekatan penyelesaian yaitu : (1)


Hampiran selisih maju, (2) Hampiran selisih mundur dan (3) Hampiran selisih pusat.

Hampiran Selisih Maju


( )

( )

Hampiran Selisih Mundur


( )

( )

Hampiran Selisih Pusat


( )

Rumus-rumus turunan numerik untuk ketiga pendekatan di atas dapat diturunkan dengan
dua cara yaitu : (1) Deret Taylor dan (2) Hampiran polinom interpolasi.
Berikut ini adalah rangkuman rumus perhitungan diferensiasi numerik baik untuk turunan
pertama, kedua, ketiga dan keempat. Orde setiap rumus dinyatakan dengan huruf O.
Semakin tinggi orde, maka semakin teliti nilai turunannya namun perhitungannya semakin
panjang dan titik data yang diperlukan semakin banyak.

Rumus Turunan Pertama

Rumus Turunan Kedua

Rumus Turunan Ketiga

Rumus Turunan Keempat

Contoh :
Diberikan data dalam bentuk tabel sebagai berikut :
x
f(x)
1,3
3,669
1,5
4,482
1,7
5,474
1,9
6,686
2,1
8,166
2,3
9,974
2,5
12,182
a. Hitunglah f'(1.7) dengan rumus hampiran selisih pusat orde O(h 2) dan O(h4)
b. Hitunglah f'(1.4) dengan rumus hampiran selisih pusat orde O(h 2)
c. Rumus apakah yang digunakan untuk menghitung f'(1.3) dan f'(2.5)?
Penyelesaian :
a). Hitunglah f'(1.7) dengan rumus hampiran selisih pusat orde O(h 2) dan O(h4)
*
i
-1
0
1

xi
1,5
1,7
1,9

f(x i)
4,482
5,474
6,686

h=
f'(1.7) =

1.7-1.5 =
5,510000

0,2

*
i
-2
-1
0
1
2

xi
1.3
1.5
1.7
1.9
2.1

f(x i)
3.669
4.482
5.474
6.686
8.166

h=
f'(1.7) =

1.7-1.5 =
5.472917

0.2

b). Hitunglah f'(1.4) dengan rumus hampiran selisih pusat orde O(h 2)

i
-1
0
1

xi
1.3
1.4
1.5

f(x i)
3.669

h=
f'(1.4) =

1.4-1.3 =
4.065000

0.1

4.482

c). Rumus apakah yang digunakan untuk menghitung f'(1.3) dan f'(2.5)?
*

f'(1.3) dihitung dengan hampiran selisih maju karena x = 1.3 hamnya mempunyai
titik-titik sesudahnya (maju).

i
0
1
*

xi
1.3
1.5

f(x i)
3.669
4.482

h=
f'(1.3) =

1.5-1.3 =
4.06500

0.2

f'(2.5) dihitung dengan hampiran selisih mundur karena x = 2.5 hamnya mempunyai
titik-titik sebelumnya (mundur).

i
0
1

xi
2.3
2.5

f(x i)
9.974
12.182

h=
f'(1.3) =

1.5-1.3 =
11.04000

0.2

4
1 x2

Soal Latihan :
Hitunglah nilai turunan pertama dari fungsi ( )

, untuk -8<x<10 dengan h = 1.

Sajikan nilai turunannya dalam bentuk tabel dengan metode perhitungan :


a) Analitis
b) Hampiran selisih maju
c) Hampiran selisih pusat orde 2
d) Hampiran Selisih pusat orde 4
x

f(x)

Analitis
f'(x)

Hampiran Selisih Maju Hampiran Selisih Pusat O(h2) Hampiran Selisih Pusat O(h4)
h
f1-f0 f'(x) error 2h
f1-f-1
f'(x)
error 12h -f2+8f1-8f-1+f-2 f'(x) error