Anda di halaman 1dari 11

1

MODUL I
DISTILASI

PENDAHULUAN
PENGANTAR
Dalam mata kuliah Perpindahan Massa Termal ini akan dibahas beberapa
pokok bahasan pada Distilasi diantaranya
a. Distilasi Sederhana
b. Distilasi dengan reflux dan metode Mc-cabe-thiele
c. Distilasi Multi-komponen.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


o Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan kesetimbangan uap cairi
o Mahasiswa dapat menjelaskan kontak kesetimbangan stege tunggal
untuk sistem uap cair.
o Mahasiswa dapat menghitung komponen uap dan cair pada distilasi
sederhana
o Mahasiswa dapat menghitung jumlah stage teoritis dengan metode
McCace-Thiele.
o Mahasiswa dapat menghitung Total dan Minimum Refluks ratio
dengan metode McCace-Thiele.
o Mahasiswa dapat menghitung efisiensi trays untuk multi komponen.

KEGIATAN BELAJAR 1
A. ISI MATERI : Hubungan Kesetimbangan Uap-Cair
A.1 Aturan Phase dan Hukum Raoults
Sistem kesetimbangan dalam uap cair dibatasi oleh aturan phase yaitu F
= C P + 2, dimana P adalah jumlah phase dalam kesetimbang an. C adalah
jumlah komponen didalam dua phase bilamana tidak terjadi reaksi kimia. F
adalah dera jat kebebasan dari sistem. Sebagai contoh untuk sistem CO2-Udara
Air. Dimana disini ada dua phase yaitu gas C02-udara sebagai phase gas,

sedangkan Air sebagai Phase cair. Sehingga P = 2. Ada tiga komponen dalam
sistem

kesetimbangan

yaitu CO2, Udara, dan

Air dan tidak terjadi reaksi

diantara mereka. Sehingga C = 3. Maka derajat kebebasan F adalah 3 ( F = 3 2


+ 2 = 3). Artinya 3 variabel yaitu temperatur, tekanan, dan komposisi mol
fraksi. Jika tekanan dan temperatur di set, maka satu variabel yang dapat diubahubah.
Hukum ideal yaitu Hukum Raoults dapat digunakan untuk phase
kesetimbangan uap-cair.
pA = PA.xA

(1)

dimana pA = Tekanan parsil komponen A dalam Uap, Atm


PA = tekanan uap murni komponen A, Atm
xA = Mole fraksi komponen A dalam cairan.
A.2 Diagram Titik Didih dan perpotongan xy
Seringkali hubungan kesetimbangan uap-cairan untuk campuran binary
dari A dan B digambarkan dengan diagram titik didih. Sebagai contoh sistem
Benzene (A)-Toluene(B) pada tekanan total 101,32 kPa. Garis bagian atas
merupakan garis uap saturated (garis Dew Point). Sedangkan garis bagian
bawah dinyatakan sebagai garis cairan saturated ( garis Bubble point).
120

Vapor region
Saturated
vapor line

Temperatur, oC

110

100
T1
Vapor-liquid
mixture region
90
Saturated
liquid line
80

70
Liquid region

0.2

0.6

0.4
XA1

0.8

1.0

yA1

Fraksi mole Benzene dalam ,xA, atau uap, yA

Gambar 1.1 Diagram Titik Didih untuk Benzene(A)-Toluene(B)


pada tekanan total 1 atm

Pada gambar 1, jika kita mulai dengan campuran cair dingin dari x A1 = 0.318 dan
campuaran panas akan mulai mendidih pada 98oC dan komposisi uap pertama
pada kesetimbangan yA1 = 0.532. pendidihan dilanjutkan , komposisig xA akan
bergerak ke kiri sehingga yA meningkat di dalam A.
Sistem

Benzene

Toluene

mengikuti

hukum

Raoult.

Sehingga

dengan

menggunakan persamaan (2), (3) dan (4). Dapat diperoleh data pada tabel 1.
PA + PB = P

(2)

PAxA + PB(1 - xA) = P

(3)

yA = pA/P = PAxA/P

(4)

Contoh 1: Perhitungan untuk mengisi tabel 1.


Hitung komposisi uap dan cairan kesetimbangan pada 95oC untuk
Benzene-Toluene menggunakan tekanan pada tabel 1
Penyelesaiannya:
Dari tabel 1 pada 95oC untuk Benzene, PA = 155.7 kPa dan PB = 63.3 kPa.
Substitusi ke persamaan (3) ,
155.7(xA) + 63.3(1 - xA) = 101.32 kPa (760 mmHg)
Sehingga xA = 0.411 dan xB = 1 xA = 1 0.411 = 0.589 , selanjutnya
substitusi ke persamaan (4).
yA = PAxA/P = 155.7(0.411)/101.32 = 0.632
Tabel 1.1 Tekanan Uap dan Kesetimbangan mole-fraksi data untuk
Benzene-Toluene
TEKANAN UAP
Tempereatur
K
353.3
358.2
363.2
368.2
373.2
378.2
383.8

Benzene

kPa

mmHg

80.1
85
90
95
100
105
110.6

101.32
116.9
135.5
155.7
179.2
204.2
240.0

760
877
1016
1168
1344
1532
1800

Toluene
kPa
46.0
54.0
63.3
74.3
86.0
101.32

mmHg
345
405
475
557
645
760

Fraksi mole
Benzene
xA
yA
1.000
0.780
0.581
0.411
0.258
0.130
0

1.000
0.900
0.777
0.632
0.456
0.261
0

A.3 Kontak stage tunggal untuk sistem Uap-Cair


Pada sistem uap-cair dimana V sebagai uap dan L sebagai cair digambarkan sbb:

V2

V1
Stage
Tunggal

L0

L1

Gambar 2.1 Proses kesetimbangan stage tunggal


Neraca massa komponen A:
Lo + V2 = L1 + V1

(5)

Lo.xAO + V2.yA2 = L1.xA1 + V1.yA1

(6)

Contoh 2:
Uap pada dew point dan 101.32 kPa sebanyak 100 kg mol terdiri 0.4 mol Benzene
dan 0.6 mol Toluene dikontakkan dengan 110 kgmol cairan pada pada titik
didihnya mengandung 0.3 mol Benzene dan 0.70 mol Toluene. Diagram alir
seperti pada gambar 2.Asumsi aliran molar konstan. Hitung jumlah dan komposisi
aliran keluar ?
Jawab:
V2 = 100 kgmol

yA2 = 0.4

Lo = 110 kgmol

xA0 = 0.3

Aliran molar konstan, maka V2 = V1 dan L0 = L1


Lo.xAO + V2.yA2 = L1.xA1 + V1.yA1
110(0.30) + 100(0.4) = 110.xA1 + 100.yA1
Dengan menggunakan diagram kesetimbangan Benzene-Toluene, maka dapat
ditrial dan error nilai xA1 dan yA1
Pertama misal xA1 = 0.20 , maka yA1 = 0.51
xA1 = 0.40 , maka yA1 = 0.29
xA1 = 0.30 , maka yA1 = 0.40
ketiga titik koordinat diatas diplot pada diagram kesetimbangan , sehingga
memotong garis kesetimbangan. Maka diperoleh xA1 = 0.25 , maka yA1 = 0.455

1.0

Fraksi mol Benzene dalam uap, yA

0.8

0.6

yA1
0.4

0.2

0.2

0.6

0.4

xA1

0.8

1.0

Fraksi mol Benzene dalam cairan, xA

Gambar 3.1 Penentuan xA1 dan yA1 pada diagram kesetimbangan


Benzene-Toluene
B. ISI MATERI : Distilasi Sederhana
B.1 Relative Volatility sistem Uap cair
Relativite volatility adalah suatu perbandingan konsentrasi komponen A
didalam uap terhadap konsentrasi komponen A didalam cairan dibagi dengan
perbandingan konsentrasi komponen B didalam uap terhadap konsentrasi
komponen B didalam cairan dilambangkan dengan AB

AB

Dimana

y A / xA
y A / xA

yB / xB (1 y A ) /(1 x A )

yB

PA .xA
P

yB

(6)

PB .xB
P

(7)

Substitusi persamaan (7) ke (6), maka

AB

PA
PB

(8)

Persamaan (6) diurai menjadi :


yB

.x A
1 ( 1).x A

(9)

= AB , Bila nilai > 1,0 maka bisa terjadi pemisahan antara uap dan cair
contoh :
Dengan menggunakan data tabel 1 hitung relative volatility untuk sistem benzenetoluene pada 85oC dan 105oC
Jawab:
Pada 85oC , PA = 116,9

AB
Pada 105oC , PA = 204.2

AB

PB = 46,0
PA 116.9

2.54
PB 46.0

PB = 86.0
PA 204.2

2.38
PB 86.0

Variasi sekitar 7%.

B.2 Kesetimbangan atau Flash Distilation.


Suatu campuran cairan yang memiliki titik didih yang berbeda dipisahkan
dalam separator akan tetapi dipanaskan terlebih dahulu menggunakan Heater
untuk mencapai kondisi saturated.
V, y

Heater

Separator

F , xF

L, x

Gambar 4.1 Kesetimbangan atau flash distilation

Neraca massa :
F = L + V

(10)

Neraca massa komponen :


F.xF = L.x + V.y

(11)

Substitusi (10) ke (11), maka


F.xF = V.y + (F V).x

(12)

B.3 Distilasi Sederhana atau distilasi difrensial

Gambar 5.1 distilasi difrensial

Pada Still mula-mula diisi cairan A sebanyak L dengan fraksi sebesar x,


still dipanaskan, maka seiring waktu selama pemanasan dan sampai mencapai titik
didih akan terjadi perubahan cairan A yang ada di dalam stiill tersebut, yaitu
untuk cairan berubah dari L menjadi L dL, sedangkan fraksinya berubah dari x
menjadi x-dx. Fraksi berpindah menjadi uap sebesar ydL, yitu total komponen A
yang ada di uap V maka neraca komponen A dapat dibuat:
Input = Output + akumulasi
xL = ydL + (x dx)(L dL)

(13)

xL = y dL + xL xdL Ldx + dxdL

(14)

dL
dx

L
y x

(15)

Kemudian diintegrasi :
L1

dL
L1 1 dx

ln

L 2 L
L2 x2 y x

(16)

L1 = mol cairan yang dimasukkan


L2 = mole cairan yang sisa setelah terjadi pendidihan
x1 = fraksi komponen A mula-mula
x2 = fraksi komponen A setelah terjadi pendidihan
Persamaan (16) dapat digunakan untuk menghitung x1 dan x2 dengan cara
menggunakan grafik. Yaitu antara 1/(y-x) versus x. Persamaan (16) dikenal
dengan persamaan Rayleigh (Rayleigh equation). Komposisi rata-rata dari total
material yang terdistilat adalah yav, maka neraca nya menjadi :
L1.x1 = L2.x2 + (L1 L2) yav

(17)

Contoh 3:
100 mol campuran yang terdiri dari 50%mol n-Pentane dan 50%mol nHeptane akan didistilasi sederhana pada 101,32 kPa sampai 40 mol yang
terdistilat. Berapakah komposisi rata-rata dari total uap yang terdistilat dan
komposisi cairan yang tinggal. Data kesetimbangan x dan y fraksi mol Pentane.

Tabel 2.1 data kesetimbangan fraksi mol benzene pada tekanan 101,32 kPa
x

1.000

1.000

0.254

0.701

0.867

0.984

0.145

0.521

0.594

0.925

0.059

0.271

0.398

0.836

Penyelesaian :
L1 = 100 mol

L2 = 60 mol

x1 = 0.50

V = 40 mol

Maka persamaan (16)

100
ln
0.510
60

x1 0.5

x2

dx
yx

Untuk menyelesaikan dan mendapatkan nilai x2, maka dilakukan dengan


menggunakan grafik yaitu dibuat tabel untuk 1/(y-x) versus x. Menggunakan data
kesetimabangan diatas.
Tabel 3.1 data kurve untuk 1/(y-x) versus x
x

y-x

1/(y-x)

1
0.867
0.594
0.398
0.254
0.145
0.059
0

1
0.984
0.925
0.836
0.701
0.521
0.271
0

0
0.117
0.331
0.438
0.447
0.376
0.212
0

8.547
3.021
2.283
2.237
2.660
4.717

Kemudian dibuat grafik. Dan dilakukan trial and error terhadap x dan 1/(y-x)
sehingga mendekati hasil 0.510.
Tetapkan untuk x1 = 0.5 tarik garis memotong persamaan kesetimbangan,
kemudian mencari x2 dengan menetapkannya dan memotong garis kesetimbangan.
Sehingga dihitung dengan cara menghitung luasan dibawah grafik.

Gambar 6.1 grafik integrasi untuk contoh 3


Maka diperoleh x2 = 0.277l
Komposisi rata-rata dari 40 mol yang terdistilat adalah :
100(0.5) = 60 (0.277) + 40 (yav)
yav = 0.835

10

TUGAS 1-1
Kerjakan soal dibawah ini :
1.

Untuk sistem NH3-air dimana hanya ada fase uap. Hitung Jumlah derajat
kebebasan . Berapa variabel yang dapat di fixed?

2.

Untuk Sistem Benzene-Toluene. Dengan menggunakan tabel 1.1 kerjakan


a.hitung yA dan xA pada 378,2 K menggunakan hukum Raoults
b. jika campuran memiliki komposiski xA= 0,40 pada 358,2K dan 101,32 kPa,
akankah dia mendidih ?, jika tidak pada temperatur berapa, serta berapa
jumlah uapnya.

3.

Data diberikan untuk sistem-Octane Hexane:

a. Menggunakan hukum Raoult, hitung dan buat grafik xy pada tekanan


101,32 kPa
b. Buat grafik diagram titik didih

4.

100 mol campuran teridiri 60% n-Pentane dan 40% n-Heptane menguap pada
101,32 kPa sampai 40% mol uap dan 60% cairan dalam kesetimbangan untuk
setiap produk yang dihasilkan , kemudian terjadi terus menerus sampai proses
sempurna. Data kesetimbangan pada soal no.3. Hitung komposisi dari uap
dan cair ?

11

5.

Dengan menggunakan data kesetimbangan n-Pentane dan n-Hexane pada


soal no.3 hitung :
a. Relativitas untuk masing-masing konsentrasi ?
b. Buat grafik antara dengan komposisi cairan xA

Anda mungkin juga menyukai