Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN ANSIETAS HIPERTENSI pada LANSIA

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Judul penyuluhan

: Ansietas Hipertensi pada Lansia.

Hari/tanggal

: Kamis, 11 Desember, 2014.

Pokok bahasan

: 1) Pengertian Kecemasan.
2) Tingkat Kecemasan.
3) Penyebab cemas.
4) gejala-gejala cemas.
5) Faktor-faktor menimbulkan stress.
6) Cara-cara mengurangi cemas.

Sasaran

: Lansia di Puskesmas Perdamaian Kec. Sungai Kakap.

Penyuluh

: Mahasiswa/Mahasiswi STIK. Muhammadiyah Pontianak.

Waktu

: Pukul 09.00 10.00 WIB.

I. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan lansia dapat memahami arti dari cemas,
tingkat cemas, penyebab cemas, gejala-gejala cemasi, dan cara-cara mengurangi cemas.

1
Ansietas Hipertensi

II. Tujuan Khusus


Setelah diberikan penyuluhan diharapakan pasien dan keluarga dapat :
1) Menyebutkan pengertian Kecemasan.

2) Tingkat kecemasan.
3) Mengetahui penyebab cemas.
4) Mengetahui tanda dan gejala cemas.
5) Mengetahui faktor-faktor menimbulkan cemas.
6) Mengetahui cara-cara mengurangi cemas.
III. Materi
Materi penyuluhan terlampir :
1. Peningkatan pemahaman terhadap cemas (ansietas).
2. Tingkat kecemasan.
3. Penyebab cemas (ansietas).
4. Tanda dan gejala cemas (ansietas).
5. Faktor-faktor yang menimbulkan cemas (ansietas).
6. Cara mengurangi cemas ( ansietas).
IV. Metoda
Ceramah dan tanya jawab.
V. Media
1. Leaflet.
2. LCD.
3. Laptop.

2
Ansietas Hipertensi

KEGIATAN PENYULUHAN

1.

WAKTU

KEGIATAN PENYULUH

3 menit

Pembukaan :
Membuka kegiatan dengan

KEGIATAN PESERTA

Menjawab salam.

mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri.

Mendengarkan.

Menjelaskan tujuan dari

Memperhatikan.

penyuluhan.
Menyebutkan materi yang

Memperhatikan.

akan diberikan

2.

15 menit

Pelaksanaan :
Menjelaskan tentang

Memperhatikan.

pengertian cemas (ansietas).


Menjelaskan tentang hal-hal

Memperhatikan.

baik tingkat kecemasan,


penyebab cemas, tanda-tanda
dan gejala cemas (ansietas),
factor yang mempengaruhi
cemas,) cara mengurangi
cemas (ansietas).
Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya.

3
Ansietas Hipertensi

Bertanya dan menjawab


pertanyaan yang diajukan.

3.

10 menit

Evaluasi :
Menanyakan kepada peserta

Menjawab pertanyaan .

tentang materi yang telah


diberikan, dan reinforcement
kepada ibu yang dapat
menjawab pertanyaan.

4.

2 menit

Terminasi :
Mengucapkan terimakasih atas

Mendengarkan.

peran serta peserta.


Mengucapkan salam penutup.

4
Ansietas Hipertensi

Menjawab salam.

Lampiran
MATERI PENYULUHAN
I. Definisi Ansietas Hipertensi pada Lansia
Ansietas sangat berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Keadaan
emosi ini tidak memiliki objek yang spesifik. Kondisi dialami secara subjektif dan
dikomunikasikan dalam hubungan interpersonal. Ansietas sedang adalah respon emosional
terhadap penilaian tersebut. Kapasitas untuk menjadi cemas diperlukan untuk bertahan hidup,
tetapi tingkat ansietas yang parah tidak sejalan dengan kehidupan.
Ansietas merupakan satu keadaan yang ditandai oleh rasa khawatir disertai dengan
gejala somatik yang menandakan suatu kegiatan berlebihan dari Susunan Saraf Autonomic
(SSA). Ansietas merupakan gejala yang umum tetapi non-spesifik yang sering merupakan satu
fungsi emosi. Sedangkan depresi merupakan satu masa terganggunya fungsi manusia yang
berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya termasuk perubahan pola
tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan, rasa putus asa dan tak berdaya,
serta gagasan bunuh diri.
Ansietas dan gangguannya dapat muncul dalam berbagai tanda dan gejala fisik dan
psikologik seperti gemetar, rasa goyah, nyeri punggung dan kepala, ketegangan otot, napas
pendek, mudah lelah, sering kaget, hiperaktivitas autonomik seperti wajah merah dan pucat,
berkeringat, tangan rasa dingin, diare, mulut kering, sering kencing, rasa takut, sulit
konsentrasi, insomnia, libido turun, rasa mengganjal di tenggorok, rasa mual di perut dan
sebagainya. Gejala utama dari depresi adalah efek depresif, kehilangan minat dan kegembiraan,
dan berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang
nyata sesudah kerja sedikit saja) serta menurunnya aktivitas.

5
Ansietas Hipertensi

II. Tingkat kecemasan


a. Ansietas ringan
Berhubungan

dengan

ketegangan

dalam

kehidupan

sehari-hari

dan

menyebabkan seseorang menjadi waspada dan menghasilkan lahan persepsinya.


Ansietas dapat memotivasi bekpar dan menghasilkan pertumbuhan dan kreatifitas.
b. Ansietas sedang.
Memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan
mengesampingkan yang lain. Sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif
namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. Dengan kata lain, lapang persepsi
terhadap lingkungan menurun. Individu lebih memfokuskan pada hal yang penting
saat itu dan mengesampingkan hal lain.
c. Ansietas berat.
Sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. Seseorang cenderung untuk
memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik dan tidak dapat berfikir pada hal
lain. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. Orang tersebut
memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan pada satu area lain.
d. Tingkat panik dari ansietas.
Berhubungan dengan terperangah, ketakutan dari orang yang mengalami panik tidak
mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. Panik melibatkan
disorganisasi kepribadian. Dengan panik, terjadi peningkatan aktifitas motorik,
menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain, persepsi yang
menyimpang dan kehilangan pemikiran yang rasional. Tingkat ansietas ini tidak
sejalan dengan kehidupan, dan juga berlangsung terus dalam waktu yang lama, dapat
terjadi kelelahan yang sangat, bahkan kematian. Pada tingkat ini individu sudah tidak
dapat mengontrol diri lagi dan tidak dapat melakukan apa-apa lagi walaupun sudah
diberi pengarahan.

6
Ansietas Hipertensi

III. Penyebab Cemas


Cemas itu timbul akibat adanya respons terhadap kondisi stres atau konflik.
Rangsangan berupa konflik, baik yang datang dari luar maupun dalam diri sendiri, itu akan
menimbulkan respons dari sistem saraf yang mengatur pelepasan hormon tertentu. Akibat
pelepasan hormon tersebut, maka muncul perangsangan pada organ-organ seperti lambung,
jantung, pembuluh daerah maupun alat-alat gerak. Karena bentuk respon yanmg demikian,
penderita biasanya tidak menyadari hal itu sebagai hubungan sebab akibat.

IV. Tanda dan Gejala Cemas (ansietas).


a. Sistem Respon.
b. Perilaku Gelisah.
c. Ketegangan fisik.
d. Reaksi terkejut.
e. Bicara cepat
f.

Kurang koordinasi.

g. Cenderung mengalami cedera.


h. Menarik diri dari hubungan interpersonal.
i.

Melarikan diri dari masalah.

j.

Hiperventilasi.

k. Sangat waspada.
l.

Kognitif Perhatian terganggu.

m. Konsentrasi buruk.
n. Salah paham memberikan penilaian.
o. Pelupa.
p. Hambatan berfikir.
q. Lapang persepsi menurun.
r.

Kreativitas menurun.

s.

Produktivitas menurun.

t.

Bingung.

7
Ansietas Hipertensi

V. Faktor-faktor yang mempengaruhi cemas (ansietas).


Faktor predisposisi
Berbagai teori yang dikembangkan untuk menjelaskan asal ansietas :
Dalam pandangan psikoanalitik ansietas adalah konflik emosional yang terjadi antara
dua element kepribadian---id dan super ego. Id mewakili dororngan insting dan impuls
primitif seseorang, sedang super ego mencerminkan hati nurani seseorang dan
dikendalikan oleh noma-norma budaya seseorang.
Menurut pandangan interpersonal ansietas timbul dari perasaan takut terhadap tidak
adanya penerimaan dan penolakan interpersonal. Ansietas juga berhubungan dengan
perkembangan trauma , seperti perpisahan dan kehilangan, yang menimbulkan
kelemahan yang spesifik.
Menurut pandangan perilaku ansietas merupakan produk frustasi yaitu segala sesuatau
yang menggangu kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pakar
perilaku lain menggangap ansietas sebagai suatu dorongan untuk belajar berdasarkan
keinginan dari dalam untuk menghindari kepedihan. Kajian keluarga menunjukkan
bahwa gangguan ansietas merupakan hal yang biasa ditemui dalam suatu keluarga. Ada
tumpang tindih dalam gangguan ansietas dan antara gangguan ansietas dengan depresi.
Kajian biologis menunjukkan bahwa otak mengandung reseptor khusus untuk
benzodiazepines. Reseptor ini mungkin membantu mengatur ansietas. Penghambatan
asam aminobutirik-gamma neroreulator (GABA) juga mungkin memainkan peran
utama dalam mekanisme biologis berhubungan dengan ansietas, sebagai mana halnya
dengan endorfin.
Faktor yang berhubungan
Terpapar racun.
Konflik yang tidak disadari mengenai nilai hidup/tujuan hidup.
Berhubungan dengan herediter.
Kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Transmisi inter personal.
Krisis situasional/maturasi.
Ancaman kematian.
Ancaman terhadap konsep diri.
Stress.
Perubahan dalam status peran, status kesehatan, pola interaksi, fungsi peran,
lingkungan, status ekonomi.
8
Ansietas Hipertensi

VI. Cara mengurangi cemas (ansietas).


Teknik relaksasi segitiga pernapasan (Triangle Breathing):
o Ambil napas selama 3 detik dgn lambat.
o Tahan napas selama 3 detik.
o Keluarkan perlahan selama 3 detik melalui mulut.
o Ulangi selama 3 kali.
Teknik guided imagery:
o Diri dalam keadaan rilek.
o Teman & konselor membimbing kita dgn kondisi verbal (bicara perlahan
& lembut).
o Klien dapat terbawa ke tempat paling aman diinginkan oleh suara
hatinya.
o Saat terbangun dari proses imagery, klien akan merasa damai, & akan
mempunyai persepsi baru terhadap sesuatu membebani, atau lebih siap
menghadapinya.
Hindari kafein, alkohol & rokok.
Rasa cemas ternyata bisa pula dipicu oleh makanan, minuman, serta kebiasaan
kita konsumsi atau lakoni. Kafein, alkohol, & rokok disebut-sebut sebagai
substansi bisa meningkatkan rasa cemas seseorang.
Tertawa & olahraga.
Tidak ada membantah kalau banyak ketawa seperti itu dianggap menyehatkan.
Buktinya buat mengatasi rasa cemas ini, para pakar juga menyarankan agar kita
banyak tertawa. Karena cara tersebut ampuh mengusir emosi dgn sesuatu positif
sifatnya. Tak ubahnya dengan olahraga. 20 hingga 30 menit melakukan olahraga
bisa membantu mengurangi rasa cemas.
Tulislah rasa cemas dalam secarik kertas.
Cara ini, menurut Bloomfield, lumayan ampuh mengurangi emosi & rasa sesak
di dada. Karenanya, tulislah dengan jujur ketakutan & kecemasan yang ada
dalam fikiran anda, seperti "Saya takut ketika...", "Saya cemas karena...", atau
"Saya nggak yakin kalau harus...'.
Bersantai.
Rasa cemas kerap datang akibat banyaknya pekerjaan atau tugas lainnya. Karena
itu, usahakan buat menyisihkan waktu buat bersenang-senang & bersantai. Atau
waktu tersebut bisa pula digunakan buat meditasi, membangun mimpi &
berimajinasi. Karena kebiasaan tersebut akan membantu mengurangi rasa cemas.
Dengar musik.
Berbahagialah orang gemar mendengarkan musik. Karena dengan mendengarkan
musik-musik favorit, akan membantu menjalani ritme hidup kita menyenangkan.

9
Ansietas Hipertensi

DAFTAR PUSTAKA
Wartonah, Tarwoto. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia & Proses Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika
Alimul, A. Aziz. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia : Aplikasi Konsep
& Proses Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
Hall, C. S. 1980. Suatu Pengantar Kedalam Ilmu Jiwa Sigmund Freud
(Terjemahan Oleh Tasrif). Bandung: Pustaka Pelajar.
Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8
Volume 2. Jakarta : EGC
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius.

10
Ansietas Hipertensi