Anda di halaman 1dari 7

SOAL-SOAL UJIAN BAGIAN PERIO

by. Dian Sakinah, S.KG

1. PBI, OHI-S, HYG


Papilla Bleeding Index (PBI)

Enam gigi Index:

20-30 seconds after probing the mesial and distal


sulci with a periodontal probe.
Grade 1: point/titik
Grade 2: line/garis
Grade 3: triangle/segitiga
Grade 4: drops/spontan

OHI-S

HYG

+ : plaque is present on the appoximal surfaces


- : nothing

HYG:
Baik : 71 100%
Sedang : 41 70%
Buruk : 0 40%
Sumber: e-Book Carranza

2. Tahap-tahap penyembuhan
Proses penyembuhan luka dibagi dalam
empat fase yaitu fase hemostatis (bleeding),
inflamasi, proliferasi (granulasi) dan remodeling
(maturasi).5,31,32,33,34 Fase-fase ini terjadi saling
tumpang tindih (overlapping) dan berlangsung sejak
terjadinya luka sampai tercapainya penyembuhan
luka.5,32,33
1. Fase Hemostatis
Fase hemostatis terjadi dalam waktu
beberapa menit sampai 8 jam setelah terjadinya
luka.32 Pembuluh darah yang terputus pada luka
menyebabkan pendarahan dan tubuh akan
berusaha menghentikannya dengan proses
vasokonstriksi. Hemostasis terjadi karena
trombosit yang keluar dari pembuluh darah saling
berlekatan dan bersama dengan jala fibrin yang
terbentuk membekukan darah yang keluar dari
pembuluh darah. Pada proses penyembuhan luka,
platelet akan bekerja untuk menutup kerusakan
pembuluh darah tersebut.5,31,32,34

2. Fase Inflamasi
Fase inflamasi terjadi pada hari ke-0
sampai dengan hari ke-5.5,34 Sel mast dalam
jaringan ikat menghasilkan serotonin dan histamin
yang meningkatkan
permeabilitas
kapiler
sehingga
terjadi
eksudasi
cairan,
dan
pembentukan sel radang disertai vasodilatasi
setempat yang menyebabkan pembengkakan.31
Suplai darah yang meningkat ke jaringan
membawa bahan-bahan dan nutrisi yang
diperlukan pada proses penyembuhan. Pada
akhirnya daerah luka tampak kemerahan dan
sedikit bengkak.5,32,34
Respon
inflamasi
meningkatkan
permeabilitas vaskuler, menyebabkan migrasi
neutrofil dan monosit ke jaringan. Neutrofil
berfungsi sebagai pertahanan pertama yang
memfagosit mikroorganisme dan sisa jaringan.
Jumlahnya meningkat cepat dan mencapai puncak
pada 24-48 jam. Bila tidak terjadi infeksi,
neutrofil berumur pendek dan jumlahnya menurun
dengan cepat setelah hari ketiga.5,32,33,34
Jika luka terkontaminasi atau terjadi
infeksi, maka pertahanan diambil alih oleh
makrofag. Sel makrofag ini merupakan turunan
dari monosit yang bersirkulasi, terbentuk karena
proses kemotaksis dan migrasi. Muncul pertama
48-96 jam setelah terjadi luka dan mencapai
puncak pada hari ketiga. Makrofag akan tetap ada
di dalam luka sampai proses penyembuhan
berjalan sempurna. 5,32,33

Gambar 6. Fase Inflamasi


(Sumber: Ismail. 2005)

Limfosit T akan muncul setelah makrofag


dengan jumlah bermakna pada hari ke-5 dan
mencapai puncak pada hari ke-7. Makrofag dan
limfosit T penting keberadaannya pada
penyembuhan
luka
normal.
Makrofag
memfagositosis
dan
mencerna
organisme
patologis dan sisa jaringan. Makrofag juga
mengeluarkan faktor angiogenesis (AGF) yang
merangsang pembentukan ujung epitel diakhir
pembuluh darah. Makrofag dan AGF bersamasama mempercepat proses penyembuhan.
Makrofag juga melepas substansi lain yang
mengawali dan mempercepat pembentukan
jaringan granulasi.5,32,33

reepitelisasi terjadi secara sempurna kurang dari


48 jam pada luka sayat yang tepinya berdekatan
dan memerlukan waktu lebih panjang pada luka
dengan defek lebar.36

Gambar 7. Fase Proliferasi


3. Fase Proliferasi
Fase ini terjadi pada hari ke-3 sampai
dengan hari ke-14.5,34 Apabila tidak ada
kontaminasi atau infeksi yang bermakna, fase
inflamasi berlangsung pendek. Setelah luka
berhasil dibersihkan dari jaringan mati dan sisa
material yang tidak berguna, dimulailah fase
proliferasi.5,32,33,34 Fase proliferasi disebut juga
fase fibroplasia karena yang menonjol adalah
proses proliferasi fibroblas.31,34
Fase
proliferasi
ditandai
dengan
pembentukan jaringan granulasi pada luka.
Jaringan granulasi adalah jaringan ikat yang
berproliferasi, ditandai dengan aktivitas mitosis
pada fibroblas, sel-sel endotelial dan kapiler, serta
sel-sel mesenkim yang tidak terdiferensiasi.
Fibroblas yang terdapat pada jaringan granulasi
mulai memproduksi kolagen.5,32,36 Kolagen adalah
substansi protein yang menambah tegangan
permukaan dari luka. Jumlah kolagen yang
meningkat menambah kekuatan permukaan luka
sehingga kecil kemungkinan luka akan terbuka.5
Revaskularisasi atau angiogenesis dari
luka terjadi bersamaan dengan fibroplasia. Tunas
kapiler tumbuh dari pembuluh darah yang
berdekatan dengan luka.5,32 Kapilarisasi tumbuh
melintasi luka, meningkatkan aliran darah yang
memberikan oksigen dan nutrisi yang diperlukan
bagi penyembuhan.5,36
Pada permukaan luka juga terjadi
pembentukan epitel beberapa jam setelah luka.
Epitel berproliferasi dari tepi luka dan bermigrasi
sel demi sel (sekitar 0,5 mm per hari).36,37 Proses

(Sumber: Ismail. 2005)

4. Fase Remodeling
Fase ini berlangsung dari hari ke 7 sampai
dengan 1 tahun.5,34 Pada fase ini terjadi proses
pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali
jaringan yang berlebih atau reorganisasi jaringan
yang terbentuk.5,31,32,34
Fibroblas terus mensintesis kolagen.33
Serabut kolagen pada permulaan terdistribusi acak
membentuk persilangan dan beragregasi menjadi
bundel fibril yang secara perlahan menyebabkan
penyembuhan jaringan dan meningkatkan
kekakuan dan kekuatan tegang.5 Pencapaian
kekuatan tegang luka berjalan lambat. Setelah 3
minggu, kekuatan penyembuhan luka mencapai
2% dari kekuatan akhir. Kekuatan akhir luka tetap
lebih lemah dibanding dengan kulit utuh, dengan
kekuatan tahanan maksimal jaringan parut hanya
70% dari kulit utuh.5,32,34

Gambar 8. Fase Maturasi


(Sumber: Ismail. 2005)

Remodeling aktif jaringan parut akan terus


berlangsung sampai 1 tahun dan tetap berjalan
secara lambat seumur hidup.5,31,32 Pada proses

remodeling terjadi reduksi secara perlahan pada


vaskularisasi dan seluleritas jaringan yang
mengalami perbaikan sehingga terbentuk jaringan
parut kolagen yang relatif avaskuler dan aseluler.5

Jenis Splinting

Beberapa buku menggabungkan fase hemostatis


dan inflamasi dalam satu fase.
3. Soal Kasus (NUPkronis, ANUGsakit),
cara pengobatan, etiologi, tindakan bedah?
Osteoplasti bone graft.
4. Syarat-syarat
splinting.

splinting,

jenis

&

Cara splinting:
Wire Ligature Splint

cara

Setiap tipe splin harus memenuhi persyaratan


sebagai berikut:4,6
a. Splin harus melibatkan gigi yang stabil
sebanyak mungkin untuk mengurangi
beban tambahan yang mengenai gigi-gigi
individual seminimal mungkin.
b. Splin harus menahan gigi dengan kuat dan
tidak memberikan stres torsional pada gigi
yang dipegangnya.
c. Splin harus diperluas ke sekitar lengkung
rahang, sehingga tekanan anteroposterior
dan tekanan fasiolingual yang terjadi dapat
saling dinetralkan.
d. Splin tidak boleh menghalangi oklusi. Bila
mungkin, ketidakharmonisan oklusi secara
menyeluruh harus diperbaiki terlebih
dahulu sebelum pemasangan split.
e. Splin tidak boleh mengiritasi pulpa.
f. Splin tidak boleh mengiritasi jaringan
lunak, gingiva, pipi, bibir atau lidah.
g. Splin harus didesain sedemikian rupa
sehingga dapat dengan mudah dibersihkan.
Daerah embrasur interdental tidak boleh
tertutup splint.
h. Splin sedapat mungkin tidak mengganggu
estetika.
i. Mudah dibuat dan murah.

Pada pemakaian splint ini, beberapa gigi yang


tidak goyang diikutsertakan.6 Biasanya gigi-gigi
dari kaninus ke kaninus atau premolar pertama
sampai premolar pertama sisi seberangnya di
satukan dengan splint. Kawat stainless steel 0,002
inci dilingkarkan meliputi bagian lingual/palatal
dan labial dengan kawat lingual arch dipasang
tepat di insisal singulum. Kedua ujung kawat
diikatkan jadi satu di sebelah distal gigi terakhir
yang displint.4,6 Kelebihan dari ikatan dimasukkan
ke daerah interproximal dari gigi untuk mencegah
terjadinya iritasi pada jaringan lunak.6
Kawat interdental dipotong 1.5 cm dan
dilingkarkan di sekitar arch wire lingual dan
facial, dipilin kuat-kuat sehingga arch wire
tertarik di sekitar gigi-gigi tepat di apikal dari titik
kontak. Setelah dilakukan perbaikan posisi, arch
wire
dan
kawat
interdental
akhirnya
dikencangkan, ujung-ujungnya dirapikan dan
ditekuk menjauhi daerah embrasur. Selapis tipis
adonanan akrilik
yang cepat mengeras
ditempatkan di atas kawat dengan hati-hati agar
tidak menyumbat daerah embrasur dan untuk
memfixir kawat. Bila sudah mengeras akrilik
dapat diratakan dan di poles sehingga tidak
mengganggu jaringan lunak.4,6,7
Splint kawat ini juga relatif mudah dipasang dan
sering digunakan untuk stabilisasi gigi insisivus.
Splint ini lebih kuat dan lebih dapat diandalkan
daripada splint komposit.4,7
Sumber: e-Book Color Atlas of Periodontology & diktat drg. Sukarman

5. Klasifikasi penyakit perio menurut WHO,


ADA

6. Gambarkan
gigi
dengan
melintang dan jelaskan!

potongan

7. Syarat Obat Kumur


1) Tidak menimbulkan efek samping yang
berbahaya bagi hospes.
2) Efektif melawan mikroflora subgingiva dan
supragingiva.
3) Dapat mencapai dasar poket
4) Dapat mencapai konsentrasi yang cukup.
5) Bertahan dalam poket selama waktu yang
cukup agar dapat mengurangi populasi
mikroba dengan efektif.
Sumber: Silabus periodonti

8. Beda Kuret Gracey dan Universal


Sumber: e-Book carranza

Kuret Universal :
- Mata pisau dgn 2 sisi pemotong
- Dirancang untuk pemakaian secara umum
- Dapat digunakan pada permukaan mesial dan
distal gigi serta tdk membutuhkan perubahan
ujung kerja instrumen.
- Besar sudut mata pisau 900 terhadap leher
Kuret spesifik (Gracey) :
- Hanya satu sisi pemotong yg dapat digunakan.
- Didesain untuk daerah-daerah tertentu dalam
rongga mulut.
- Kuret ini dikikir untuk menyeimbangkan mata
pisaunya
- Permukaan mata pisau dibevel bersudut 60-700
terhadap leher.
Sumber: Silabus periodonti

9. Tahap Fase Perawatan inisiasi, bedah,


konser, maintenance

siang hari mobiliti berkurang karena gigi


tertekan

ke

dalam

soket

gigi

sewaktu

pengunyahan dan penelanan.


Batas mobiliti fisiologis 0,15 mm.
2. Mobilitas patologis
Mobiliti

patologis

adalah

mobiliti

yang

melebihi rentangan mobiliti yang normal.

Faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya gigi


mobiliti patologis:2,3
1. Hilangnya dukungan terhadap gigi karena
kehilangan tulang.
2. Trauma oklusi primer
3. Trauma oklusi sekunder
4. Penjalaran inflamasi akibat akumulasi plak
dari gingiva atau dari periapikal ke ligamen
periodontal
5. Bedah periodontal
6. Kehamilan,

10. Penyebab gigi goyang (mobility), klasifikasi


gigi mobility.
Gigi mobiliti atau gigi goyang dapat diartikan
sebagai pergerakan gigi pada dataran vertikal atau
horizontal. Derajatnya tergantung pada lebar ligamen
periodontal, area perlekatan akar, elastisitas prosesus
alveolar dan fungsi dari masing-masing gigi. Gigi yang
berakar tunggal umumnya lebih mudah goyang
dibandingkan dengan gigi yang berakar banyak. Oleh
karena itu, gigi insisivus merupakan gigi yang paling
sering mengalami mobiliti.2
Mobiliti gigi dibagi menjadi 2 yaitu, mobilitas
fisiologis dan mobilitas patologis.2,3
1. Mobilitas fisiologis
Mobiliti fisiologis dijumpai pada gigi normal,
yang bervariasi berdasarkan tipe gigi dan

menstruasi

dan

hormonal
7. Proses patologis pada rahang yang merusak
tulang alveolar dan akar gigi.
8. Status penyakit lokal atau sistemik
9. Trauma (akibat pergerakan orthodonsi)
10. Kebiasaan parafungsi, misalnya bruxism.
Metode sederhana yang umum digunakan
untuk mengevaluasi mobilitas gigi yaitu metode
Miller. Mobilitas gigi dapat dinilai secara horizontal
dan vertikal.3
Mobilitas gigi horizontal dinilai dengan
mengapit gigi dengan dua buah instrumen dental.
Tekanan diberikan dalam arah facial-lingual dengan
handle instrumen yang pertama, kemudian dengan
handle instrument kedua. Atau dengan satu instrumen
dan satu jari operator. Pengamatan mobilitas selama
pemeriksaan tersebut dapat menggunakan gigi sebelah
sebagai titik acuan.3

paruh waktu hari.


Mobiliti fisiologis paling besar terjadi di pagi
hari pada waktu bangun tidur, gigi sedikit
ekstrusi waktu tidur karena tidak berkontak
dengan gigi antagonisnya. Selama terjaga di

kontrasepsi

Gambar 4. Tes mobilitas gigi

Mobilitas gigi vertikal dinilai dengan


memberikan tekanan pada oklusal atau insisal
permukaan gigi dengan handle instrumen. Penilaian ini
untuk melihat penurunan gigi dalam soketnya.3
Skala mobilitas gigi dibagi menjadi 4 kelas (Metode
Miller):3
Kelas 0 atau grade 0: mobilitas fisiologis
Kelas 1 atau grade 1: mobilitas ringan, kurang dari
1 mm pergerakan horizontal dalam arah faciallingual.
Kelas 2 atau grade 2 : mobilitas sedang/moderat,
lebih dari 1 mm pergerakan horizontal dalam arah
facial-lingual.
Kelas 3 atau grade 3: mobilitas parah/severe, lebih
dari 1 mm pergerakan dalam arah facial-lingual
dan/atau mesiodistal dan pergerakan ke arah
vertikal (penurunan gigi dalam soketnya).
Klasifikasi

Trauma

Oklusi

berdasarkan

etiologinya:2,3,5
1. Trauma Oklusi Primer
Penyebabnya

adalah

peningkatan

tekanan

oklusal, misalnya karena pemasangan restorasi


yang mengganjal.
Trauma Oklusi Primer adalah cedera atau
kerusakan akibat dari tekanan oklusal yang
berlebihan

pada

gigi

dengan

dukungan

periodonsium yang sehat atau normal.

Gambar 2. Gambaran trauma oklusi primer

2. Trauma Oklusi Sekunder


Penyebabnya adalah berkurangnya kemampuan
periodonsium mengadaptasi tekanan oklusal
yang diterimanya.
Trauma Oklusi Sekunder adalah cedera atau
kerusakan akibat dari tekanan oklusal yang
normal

pada

gigi

periodonsium yang lemah.

dengan

dukungan

Gambar 3. Gambaran trauma oklusi sekunder

11. Penyebab Halitosis


12. Scaler dan gunanya
SOAL DARI KYOSSY
1. Seorang pasien datang dengan umur 50 thn
mengeluh kesakitan saat mengunyah dan sakit
menyikat gigi, dalam seminggu sakit meningkat.
Pemeriksaan klinis terdapat bengkak2 pada margin
gingiva, terdapat jaringan fibrous, terdapat
kalkulus dan debris, pada jaringan limfe sakit dan
teraba. Rntgen pada gigi terdapat radiolusen
dengan poket 7 mm, poket supra dan infraboni.
Kerusakan tulang horizontal dan vertikal.
Pertanyaan:
1) Diagnosa
2) Rencana perawatan
3) Tindakan bedah yang dilakukan
4) Protokol pembedahan
2. Syarat-syarat penggunaan splinting
3. Faktor apa yang menyebabkan gigi mobile
4. Bagaimana mengatasi halitosis pada pasien
5. Syarat obat kumur yang baik
6. Hitung PBI dan HYG (ada tabel yang dikasi) jadi
kita hitung
7. Beda kuretase dan skeling
8. Mekanisme penyembuhan luka

Anda mungkin juga menyukai